Anda di halaman 1dari 16

Pendahuluan

Fibroadenoma payudara. mammae tersebut adalah berasal tumor dari jinak jaringan yang fibrosa sering terjadi di dan Benjolan (mesenkim)

jaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara, sehingga tumor ini disebut sebagai tumor campur (mix tumor), tumor tersebut dapat berbentuk bulat atau oval, bertekstur kenyal atau padat, dan biasanya nyeri. Fibroadenoma ini dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada tumor ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile, sehingga sering disebut sebagai breast mouse.

Isi
Anamnesis1 Anamnesis dimulai dengn mengajukan pertanyaan tentang sifat dan beratnya keluhan yang disampaikan pasien kepada dokter. Kapan dan bagaimana mulanya, bagaimana perjalanannya (bertambah, berkurang, tetap), berapa lamanya (akut, subakut, kronis). Kemudian dicari keterangan tentang keluhan dan gejala lain yang terkait. Setelah itu, pasien ditanyakan mengenai keluhan pada payudara: apakah ada benjolan atau massa pada payudara dimana letaknya apakah ada nyeri bagaimana konsistensinya mobile atau tidak payudara kanan dan kiri simetris atau tidak

Pemeriksaan2 Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara, yaitu dengan /

pemeriksaan fisik (phisycal examination), dengan mammography / ultrasound Xeromammografi / MRI, dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC).

Pemeriksaan fisik : pada inspeksi dapat diperhatikan payudara kanan dan kiri simetris atau tidak, letak dan bentuk papila mammae, warna, apakah ada edema ataupun lesi. Pada palpasi
1

perhatikan adanya massa, konsistensi, dapat digerakkan atau tidak, dan apakah ada pmbesaran kelenjar getah bening. Mammography : digunakan untuk membantu diagnosis, mammography sangat berguna untuk mendiagnosis wanita dengan usia tua sekitar 60 atau 70 tahun, sedangkan pada wanita usia muda tidak digunakan mammography,sebagai gantinya digunakan ultrasound, hal ini karena fibroadenoma pada wanita muda tebal, sehingga tidak terlihat dengan baik bila menggunakan mammography. Ultrasonografi : Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kistik. Kista dibedakan dari lesi pada ultrasonografi, tapi metode ini tidak dapat mendeteksi mikrokalsifikasi. Aspirasi jarum lebih sederhana dan lebih murah untuk mendeteksi kista. Pemecahan paling baik untuk lesi meragukan yang tidak dapat teraba pada mamogram. Xeromammografi : Pemakaian belakangan ini atas teknik mammografi konvensional dan Xeromammografi menunjukkan modalitas utama yang digunakan untuk mendeteksi lesi samar yang tidak dapat dipalpasi MRI : memiliki sifat akurat dan memiliki sensitivitas yang tinggi.MRI lebih efektif daripada mammography sebagai screening pada wanita < 5o tahun yang memiliki risiko tinggi terhadap ca mammae yang terdapat riwayat keluarga. Pada FNAC kita akan mengambil sel dari fibroadenoma dengan menggunakan penghisap berupa sebuah jarum yang dimasukkan pada suntikan. Dari alat tersebut kita dapat memperoleh sel yang terdapat pada fibroadenoma, lalu hasil pengambilan tersebut dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dibawah mikroskop tumpor tersebut tampak seperti berikut : a. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus; b. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler); c. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform

Mikroskopis 10x

* Pada perbesaran lemah tampak kelompok-kelompok kelenjar mammae yang dikelilingi oleh stroma-stroma jaringan ikat padat* stroma diantara kelenjar terdiri dari jaringan ikat fibrokolagen padat yang sangat seluler dengan bagian-bagian yang mempunyai kecendrungan untuk bersifat basofil dan renggang. Bagian ini mengalami degenerasi mixomatosa. Mikroskopik 40x

*pada pembesaran kuat ternyata epitel kelenjar tersebut sebagian hiperplastik dengan sel-sel yang tersusun rapat, kadang-kadang dalam lumen terdapat suatu massa asidofil yang merupakan sekresi dari sel-sel tersebut*stroma terdiri dari jaringan ikat fibrokolagen padat. Tanda dan Gejala 1. Secara makroskopik : tumor bersimpai, berwarna putih keabu-abuan, pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih, kenyal 2. Ada bagian yang menonjol ke permukaan 3. Ada penekanan pada jaringan sekitar

4. Ada batas yang tegas 5. Bila diameter mencapai 10 15 cm muncul Fibroadenoma raksasa ( Giant Fibroadenoma ) 6. Memiliki kapsul dan soliter 7. Benjolan dapat digerakkan 8. Pertumbuhannya lambat 9. Mudah diangkat dengan lokal surgery 10. Bila segera ditangani tidak menyebabkan kematian Diagnosis Kerja Fibroadenoma mammae yang dengan ciri: Timbul pada wanita muda, 15-30 tahun Membesar sangat pelan, dalam tahunan Bentuk bulat atau oval Batas tegas Tidak besar, 2- 5 cm Permukaan rata Konsistensi padat kenyal Sangat mobil dalam korpus mamma Tidak ada tanda invasi atau metastase Dapat singel atau multipel. >4 cm diperlukan FNA untuk menyingkirkan kemungkinan tumor filodes

Gambar 1. Lokasi terjadinya patologi Fibroadenoma pada payudara

Diagnosis Banding Tumor Phyllodes merupakan tumor mirip dengan fibroadenoma dengan stroma seluler yang bertumbuh dengan cepat. Dapat mencapai ukuran yang besar dan jika tidak dieksisi total dapat terjadi rekurensi. Lesi dapat jinak atau ganas. Jika jinak, tumor phylloides dapat diatasi dengan eksisi lokal dengan batas jaringan payudara sekitar. Penanganan tumor phyllode ganas masih controversial, namun pembuangan tumor sempurna dengan sedikit area normal disekitar tumor dapat mencegah rekurensi. Karena tumor ini dapat membesar, mastektomi biasanya penting dilakukan. Diseksi limfe nodus tidak dilakukan, karena bagian sarcomatos dari tumor bermetastasi ke paru-paru dan bukan ke limfe nodus. Tumor phyllodes mempunyai ciri: o Bentuk bulat atau oval o Batas tegas o Besar > 5 cm o Permukaan dapat berbenjol-benjol o Tidak melekat dengan kulit atau m.pektoral sangat mobil dalam korpus mamma o Tidak ada tanda invasi atau metastase o Vena subkutan melebar.

Papiloma duktus Papiloma duktus adalah neoplasma jinak, yang umumnya berasal dari duktus laktiferus mayor di dekat putting. Papiloma ini muncul sebagai secret darah dari putting. Kebanyakan papiloma duktus berukuran kecil dengan diameter sekitar 1 cm; tumor besar dapat teraba sebagai massa subareolar. Secara kasar, tumor tersebut terlihat sebagai massa papilar yang menonjol ke dalam lumen duktus yang besar. Secara histologik, terdapat banyak sekali papilla halus yang terdiri atas inti fibrovaskular, terbungkus oleh selapis sel epitel dan mioepitel. Kadang-kadang, papiloma terlihat sangat kompleks secara histologik, dan sulit dibedakan dari karsinoma papilar. Pembeda Fibroadenoma Mammae Definisi Benjolan di mammae yang berasal dari jaringan fibrosa dan jaringan glandular Ductal Ca Mammae Insitu Kanker mammae yang berasal dari duktus lobulus, msh terbatas pada membrana basalis dari saluran duktus

Etiologi Faktor Risiko

?, pengaruh estrogen hamil, hormone replace therapymembesar imunosupresi jd ganas, berhub dg Epstein Barr Virus Multipel, komplex Ca mammae

Insidensi

Patgen, Patfis

Perempuan usia muda < 40 th Multipel 10-20% 10% wanita 20% wanita US, Afrika -Asal : terminal ductus lobular -Usia dewasa muda

Lobular Ca Mammae Insitu Kanker mammae yang berasal dari kelejar-nya (lobulus), masih terbatas pada membrana basalis lobulus marker bakal menjadi ca invasif baik duktus maupun lobularis 10x lipat Stage 0 breast cancer ? ? Herediter Mutasi genetik BRCA1, BRCA2 Riwayat papilomatosis Hamil pertama > 30 th Pakai estrogen lama Menstruasi pertama < 12 th Menopause > 50 th Obese Riwayat hiperplasia atipikal Makin tua Sblm menopause, terutama 40Sblm menopause, terutama 40-50 50 th th 1:5 orang terkena ca mammae

Bagan bawah

Juvenile fibroadenomas -Myxoid fibroadenomas pd Carney Complex -bisa regresi bahkan sampai hilang GK Benjolan pada payudara Tidak nyeri Tidak membesar Tidak keluar sekret kekuningan/ kemerahan Masa kenyal Mobile Permukaan rata Tidak bermetastase ke KGB atau sekelilingnya -US <30th, pregnant; tampak masa oval, homogen, bts tegas, lobulasi tegas; kapsul halus, tipis, echoik; variable acoustic enhancement; dan homogeneity. Bisa bedakan dg kista dan ca bila FAM tipikal. FAM atipikal : inhomogen, iregulerjd ganas -mammography>30 th, not pregnant; tampak masa bulat/ oval 4-100 mm, mikrokalsifikasi kasar (infark). Kekurangan : susah membedakan dg kista, ca -CT Scan, MRI bukan initial CT : exposure radiasi, false MRI : false +, mahal, bila US meragukan MRI : masa halus Pada MRI, enhancement Asymptom (tidak selalu btk lump) Benjolan pada payudara Perubahan pada papilla mammae Asymptom ditemukan saat mammography Benjolan pada payudara (jarang, biasanya nonpalpable)

PP

-US krg berguna

-USkrg berguna

-mammography susah -mammography mikrokalsifikasi/ kalsifikasi (sel- terdeteksi karena sangat kecil mikrokalsifikasi sel rusak/infark), bintik atau bayangan putih (sel-sel kanker di dalam duktus)

-biopsi menentukan grading, gambaran mikroskopik d bawah

-biopsi lebih baik untuk diagnosis

dpt membedakan: FAM hypointense/ isointense (T1-weight) dan hypointense/ hyperintense (T2-weight) Dg gadolinium hyperintens, slow initial contrast ehnancement dan persistent delayed Adanya septation -biopsi proliferasi duktus, dikelilingi stroma fibroblas. Proliferasi epitel tmpk normal. Ada 3 jenis: intracanalicular (dominan stroma desak duktus, iregular), pericanalicular (proliferasi stroma fibrosa sekitar ductal space tetap round/ oval) , dan mixed, tergantung jumlah epitel dan stroma. Core Biopsi dilakukan bila ada masa pada mammography. Treatment Bila kecil, tdk nyeri, tdk membesar, biopsi normal no treatment, hanya difollow up dg US Bila >3 cm, nyeri, membesar, biopsi atipikal, dilakukan: Lumpectomy Laser ablation scar tipis, penyembuhan cepat Ultrasound-guided cryotherapy (sukses, invasif, minimal) Cryoablation

-pemeriksaan reseptor hormon estrogen dan progesteron msh jarang, baru

Lumpectomy + radiasi Mastectomy Lumpectomy Terapi hormon Tamoxifen (estrogen reseptor inhibitor) Nolvadex , Aromatase inhibitors such as Arimidex (chemical name: anastrozole), Femara (chemical name: letrozole), and Aromasin (chemical name: exemestane) Kemoterapi kurang dibutuhkan, lebih dibutuhkan untuk ca invasif atau metastase Follow Up: Check up dan pem fisik tiap 6/12 bulan selama 5 tahun pertama
8

Mastectomy mencegah Ca, apalagi bila ada riwayat keluarga

Terapi hormon Tamoxifen, Raloxifene (estrogen reseptor inhibitor selektif pada mammae dan uterus tetapi estrogenic actions pada tlg)

Screening dengan mammography tiap 12 bulan tergantung rekomendasi dokter. Etiologi 1. Peningkatan aktivitas Estrogen yang absolut atau relatif. 2. Genetik : payudara 3. Faktor-faktor predisposisi : a. Usia : < 30 tahun b. Jenis kelamin c. Geografi d. Pekerjaan e. Hereditas f. Diet g. Stress h. Lesi prekanker

Epidemiologi Fibroadenoma mammae biasanya terjadi pada wanita usia muda, yaitu pada usia sekitar remaja atau sekitar 20 tahun. Berdasarkan laporan dari NSW Breats Cancer Institute, fibroadenoma umumnya terjadi pada wanita dengan usia 21-25 tahun, kurang dari 5% terjadi pada usia di atas 50, sedangkan prevalensinya lebih dari 9% populasi wanita terkena fibroadenoma. Sedangkan laporan dari Western Breast Services Alliance, fibroadenoma terjadi pada wanita dengan umur antara 15 dan 25 tahun, dan lebih dari satu dari enam (15%) wanita mengalami fibroadenoma dalam hidupnya. Namun, kejadian fibroadenoma dapat terjadi pula wanita dengan usia yang lebih tua atau bahkan setelah menopause, tentunya dengan jumlah kejadian yang lebih kecil dibanding pada usia muda.

Patofisiologi4,7

Fibroadenoma merupakan tumor jinak payudara yang sering ditemukan pada masa reproduksi yang disebabkan oelh beberapa kemungkinan yaitu akibat sensitivitas jaringan setempat yang berlebihan terhadap estrogen sehingga kelainan ini sering digolongkan dalam mamary displasia. Fibroadenoma biasanya ditemukan pada kuadran luar atas, merupakan lobus yang berbatas jelas, mudah digerakkan dari jaringan di sekitarnya. Pada gambaran histologis menunjukkan stroma dengan proliferasi fibroblast yang mengelilingi kelenjar dan rongga kistik yang dilapisi epitel dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Pembagian fibroadenoma berdasarkan histologik yaitu : 1. Fibroadenoma Pericanaliculare : Yakni kelenjar berbentuk bulat dan lonjong dilapisi epitel selapis atau beberapa lapis. 2. Fibroadenoma intracanaliculare : Yakni jaringan ikat mengalami proliferasi lebih banyak sehingga kelenjar berbentuk panjang-panjang (tidak teratur) dengan lumen yang sempit atau menghilang. Pada saat menjelang haid dan kehamilan tampak pembesaran sedikit dan pada saat menopause terjadi regresi.

Penatalaksanaan3,5,6
10

1. Operasi Kanker payudara biasanya dianggap dapat dioperasi apabila secara teknis semua jaringan kanker dapat diangkat, apabila tumor tidak mengenai atau terfiksasi ke kulit atau struktur yang lebih dalam pada payudara, dan apabila tumor belum bermetastasis melewati kelenjar limfe kerjalaris atau mamaria eksterna. Tindakan bedah yang paling ekstensif adalah mastektomi radikal. Pada operasi ini payudara diangkat bersama dengan otot pektoralis mayor dan minor dan sebagian kulit di atasnya. Karena besarnya cacat kosmetik yang ditimbulkan, maka tindakan ini jarang dilakukan. Sebagian besar bentuk mastektomi radikal modifikasi membiarkan otot pektoralis mayor utuh, memerlukan lebih sedikit pengangkatan kulit, dan biasanya lebih sedikit memerlukan pengangkatan kelenjar.Mastektomi sederhana atau total adalah pengangkatan payudara dengan pengangkatan sebagian kecil kulit. Tindakan bedah yang mempertahankan payudara adalah eksisi luas, lumpektomi atau tilektomi, mastektomi segmental, dan kuadrektomi. 2. Radioterapi Pemilihan antara tindakan bedah yang mengkonservasi payudara ditambah radioterapi dan mastektomi akan bergantung pada penilaian pasien mengenai keuntungan relatif dan efek samping yang berkaitan dengan kedua tindakan tersebut. 3. Terapi sistemik adjuvan Kemoterapi kombinasi Kemoterapi kombinasi memberikan beberapa keuntungan sebagai berikut, 1) pemusnahan sel- sel kanker dapat terjadi secara maksimal dengan kisaran toksisitas yang masih dapat ditoleransi tubuh pasien, 2) lebih luasnya kisaran interaksi antara obat dan sel tumor dengan abnormalitas genetik yang berbeda pada populasi tumor yang heterogen, dan 3) kemoterapi kombinasi dapat mencegah atau memperlambat timbulnya resistensi obat selular. Terapi hormonal
11

Tamoksifen paling sering dipakai sebagai terapi ajuvan pada perempuan dengan kanker payudara yang telah direseksi. Efek estrogenik tamoksifen yang bermanfaat adalah penurunan kolesterol total, pemeliharaan densitas tulang pada perempuan pascamenopause, dan mungkun penurunan penyakit kardiovaskular. Terapi nutrisi Terapi nutrisi bergantung pada kondisi pasien, ststus nutrisi, tipe, dan lokasi tumor, serta indikasi terapi untuk pasien. Strategi dukungan nutrisi tergantung dari masalah nutrisi yang dihadapi dan derajat deplesi.

Komplikasi Komplikasi dapat terjadi setelah pembedahan: a. Perdarahan : hemostasis yang kurang baik akan menyebabkan perdarahan dan terjadi hematom b. Infeksi c. Parestesi lengan atas bagian dalam Preventif 1.Menghentikan atau mengubah kebiasaan hidup (life style) yang memperbesar risiko mendapat tumor atau bahkan kanker ,seperti : kebiasaan merokok, makan sirih (menginang), berjemur di terik matahari, makan dan minum, dan menjag hygiene dengan baik 2.Melindungi diri atau menghindari kontak dengan karsinogen 3.Menjaga diri terhadap tumor maupun kanker ,seperti melakukan SADARI bulanan dengan pemeriksaan klinis payudara tahunan (Clinical Breast Examination / CBE) oleh seorang ahli dan mamografi, sangat bermanfaat untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Langkahlangkah untuk melakukan SADARI, yaitu: Pemeriksaan di depan cermin

12

Berdirilah seperti biasa di depan cermin, dan perhatikan kesimetrisan kedua payudara Anda. Lalu angkat kedua lengan Anda melewati kepala. Perhatikan, apakah ada perubahan bentuk di setiap payudara, pembengkakan, lekukan, atau perubahan di setiap puting. Pemeriksaan raba pada posisi berdiri Untuk melakukan pemeriksaan pada payudara sebelah kanan, angkat lengan kanan anda ke belakang kepala, lalu gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Lakukan langkah-langkah sebaliknya untuk memeriksa payudara sebelah kiri. Pemeriksaan raba pada saat berbaring. Berbaringlah di atas permukaan yang keras. Saat melakukan pemeriksaan pada payudara kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala.Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam.Mulailah pada bagian paling puncak dari payudara kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri. Teknik SADARI yang benar harus menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah Anda, bukan ujung jari. Anda sangat dianjurkan untuk mengulang-ulang gerakan melingkar dengan buku jari yang disertai dengan sedikit penekanan. Namun penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan pada tulang rusuk dan akan terasa seperti benjolan. Tempo permeriksaan Pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Para wanita yang sedang haid sebaiknya melakukan pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula, ketika payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak. Jika menemukan adanya benjolan atau perubahan pada payudara yang membuat diri Anda resah, segera konsultasikan ke dokter. Jika dokter menginformasikan bahwa hasil pemeriksaannya menunjukkan tidak adanya kelainan tapi Anda masih tetap resah, Anda bisa

13

meminta kunjungan lanjutan. Anda juga bisa meminta pendapat kedua dari seorang dokter spesialis. Para wanita yang telah berusia 20 dianjurkan untuk mulai melakukan SADARI bulanan dan CBE tahunan, dan harus melakukan pemeriksaan mamografi setahun sekali bila mereka telah memasuki usia 40.

Prognosis
Prognosis dari fibroadenoma baik.

Penutup
Kesimpulan 1. Fibroadenoma adalah suatu tumor jinak yang merupakan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan stroma jaringan ikat. 2. Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak pada payudara yang bersimpai jelas, berbatas jelas, soliter, berbentuk benjolan yang dapat digerakkan.

14

3. Untuk pencegahan sebaiknya mengubah kebiasaan hidup untuk menurunkan resiko, mengindari kontak dengan karsinogen, dan menjaga diri terhadap tumor maupun kanker ,seperti melakukan SADARI.

Daftar Pustaka
1. Budi DarmawanMachsoos. Pendekatan Diagnostik Tumor Padat. Dalam buku Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI. 2007. 2. Junqueira, L. C. Histologi Dasar Teks dan Atlas. Jakarta:EGC. 2007. 3. Abdulmuthalib. Prinsip Dasar Terapi Sistemik Pada Kanker. Dalam buku lmuPenyakit Dalam. Jakarta: FKUI. 2007. 4. Henderson, I. Craig. Kanker Payudara. Dalam buku Harrison Prinsip- Prinsip Ilmu Penyakit Dalam volume 4. Jakarta:EGC. 1995.
15

5. Noorwati Sutandyo. Terapi Hormonal Pada Kanker. Dalam bukuI lmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI. 2007. 6. Noorwati Sutandyo danRirin H. Terapi Nutrisi Pada Pasien Kanker. Dalam buku IlmuPenyakit Dalam. Jakarta: FKUI. 2007. 7. Robbins, Stanley L. et al. Buku Ajar Patologi Robbins. Edisi 7. Jakarta: EGC. 2007.

16