Anda di halaman 1dari 16

Laporan Kasus Bladder Stone (Vesikolithiasis)

Yashiki Putu Hadi Departemen Radiologi RST dr Soedjono Magelang

Definisi

Batu vesika urinaria adalah suatu keadaan ditemukannya batu di dalam vesika urinaria. Pada anak 75% ditemukan di bawah usia 12 tahun dan 57% pada usia 16 tahun

Epidemiologi
Insiden nya banyak terjadi di negara berkembang seperti Thailand, Burma, Indonesia, Timur Tengah, dan Afrika Utara Satu dari 20 orang menderita batu ginjal. Pria:wanita = 3:1. Puncak kejadian di usia 30-60 tahun atau 2049 tahun. Prevalensi di USA sekitar 12%untuk pria dan 7% untuk wanita. Batu struvite lebih sering ditemukan padawanita daripada pria

Etiologi
Hiperkalsiuri, yaitu kadar kalsium dalam urine lebih besar dari 250-300 mg/24 jam Hiperoksaluri, adalah ekskresi oksalat urine melebihi 45 gram per hari Hiperorikosuria, yaitu kadar asam urat dalam urine melebihi 850 mg/24 jam

Hipositraturia. Di dalam urine, sitrat bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium sitrat yang bersifat lebih mudah larut, sehingga menghalangi kalsium berikatan dengan oksalat atau fosfat Hipomagnesuria. Sama seperi sitrat, magnesium bertindak sebagai inhibitor timbulnya batu kalsium, karena di dalam urine magnesium bereaksi dengan oksalat membentuk magnesium oksalat, sehingga mencegah ikatan kalsium oksalat

Faktor Risiko
obstruksi infravesika neurogenic bladder infeksi saluran kemih (urea-splitting bacteria) adanya benda asing divertikel kandung kemih

Patogenesis
Teori Nukleasi Batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu sabuk batu (nukleus). Partikel-partikel yang berada dalam larutan yang terlalu jenuh (supersaturated) akan mengendap di dalam nukleus itu sehingga akhirnya membentuk batu. Inti batu dapat berupa kristal atau benda asing di saluran kemih Teori Matriks Matriks organik terdiri atas serum/ protein urine (albumin, globulin, dan mukoprotein) merupakan kerangka tempat diendapkannya kristal-kristal batu.

Gejala
Rasa nyeri waktu miksi (disuria, stranguria), dirasakan refered pain pada ujung penis, skrotum, perineum, pinggang, sampai kaki. Hematuria diserta urine yang keruh Pancaran urine tiba-tiba berhenti dan keluar lagi pada perubahan posisi Pada anak nyeri miksi ditandai oleh kesakitan, menangis, menarik-narik penis, miksi mengedan sering diikuti defekasi atau prolapsus ani suprapubic pain, dysuria, intermittency, frequency, hesitancy, nocturia, dan urinary retention

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

FOTO POLOS/BNO

tampak opak (90%) dan radiolusen (batu asam urat), lebih baik dilanjutkan dengan IVP untuk mengetahui ada atau tidak kerusakan pada ginjal

Cystogram/ intravenous pyelografi


pemeriksaan IVP. Adanya batu akan ditunjukkan dengan adanya filling defek. untuk dapat melihat batu di lain tempat, anatomi Traktus Urinarius bagian atas

USG

Batu buli akan terlihat sebagai gambaran hiperechoic, efektif untuk melihat batu yang radiopaque atau radiolucent

CT Scan

Pemeriksaan ini menunjukkan adanya batu bulibuli yang tidak dapat ditunjukkan pada IVP. Batu akan terlihat sebagai batu yang keruh.

Penanganan
Konservatif Terapi ditujukan untuk batu yang ukurannya kurang dari 5 mm, karena diharapkan batu dapat keluar spontan. Memberikan minum yang berlebihan disertai diuretik. Dengan produksi air kemih yang lebih banyak diharapkan dapat mendorong batu keluar dari saluran kemih

Litotripsi Untuk batu kandung kemih, batu dipecahkan dengan litotriptor secara mekanis melalui sistoskop atau dengan memakai gelombang ultrasonic atau elektrohidrolik

Pembedahan

Transurethral Cystolitholapaxy: tehnik ini dilakukan setelah adanya batu ditunjukkan dengan sistoskopi, kemudian diberikan energi untuk membuat nya menjadi fragmen yang akan dipindahkan dari dalam buli dengan alat sistoskopi.

Percutaneus Suprapubic cystolithopaxy: tehnik ini selain digunakan untuk dewasa juga digunakan untuk anak- anak, tehnik percutaneus menggunakan endoskopi untuk membuat fragmen batu lebih cepat hancur lalu dievakuas

Suprapubic Cystostomy: tehnik ini digunakan untuk memindah batu dengan ukuran besar, juga di indikasikan untuk membuang prostate, dan diverculotomy