Anda di halaman 1dari 8

Oleh : dr.

Bayu Kusuma Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang

PENDAHULUAN : Nutrisi Mikro (NM) terdapat dalam jumlah sangat kecil di dalam tubuh, namun mempunyai arti sangat penting bagi kehidupan, kesehatan & reproduksi manusia. ~ Kandungan NM dalam bahan pangan sangat bergantung pada konsentrasi NM tanah asal bahan makanan tersebut . BESI (Fe) Mrpkn NM yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia & hewan. 3-5 gr terdapat dalam tubuh org dewasa. Fungsi : 1. Alat angkut O2 dari paru-paru ke jaringan 2. Alat angkut elektron di dalam sel 3. Mrpkn bagian terpadu reaksi enzim dalam jaringan tubuh. Walau terdapat luas dalam makanan ttp byk penduduk dunia mengalami kekurangan zat besi. Tubuh sangat efisien dalam penggunaan zat besi. Sblm di absorbsi dalam lambung, Fe dibebaskan dari ikatan organik spt protein. Sebagian besar besi dalam btk feri direduksi mjd btk fero, dibantu oleh asam lambung & vitamin C yang terdapat dalam makanan.

Absorbsi : terutama tjd dibagian atas usus halus (duodenum), dibantu oleh 2 jenis alat angkut berupa protein yi ; Transferin dan Feritin. Transferin : protein yang disintesis dalam hati terdapat dalam 2 btk ; Transferin Mukosa : mengankut besi dari saluran cerna kedalam sel mukosa dan memindahkannya ke transferin reseptor yang ada dalam sel mukosa. Transferin mukosa kemudian kembali ke dalam saluran cerna untuk mengikat besi lain. Transferin Reseptor : mengankut besi mll darah ke semua jaringan tubuh. Besi terdapat dalam bentuk 2 bentuk : 1. Besi hem : spt terdapat dalam hemoglobin & mioglobin makanan hewani. 2. Besi non hem : dalam makanan nabati. Besi hem diabsorbsi kedlm sel mukosa sbg kompleks porifin utuh. Cincin porifin dalam sel mukosa kenudian dipecah oleh enzim khusus (hemoksigenase) dan besi dibebaskan. Besi hem & non hem kmd melewati ulur sama meninggalkan sel mukosa dalam bentuk sama & menggunakan alat angkut yang sama. Besi hem hanya mrpkn bagian kecil dari besi yang diperoleh dari makanan ( 5%) namun yang diserap dpt mencapai 25%, sedang besi hem bisa mencapai 5%. Agar dpt diabsorbsi besi non hem di dalam usus harus berada dalam bentuk terlarut di ionisasi oleh asam lambung direduksi mjd btk fero dilarutkan dalam cairan pelarut spt asam askorbat, gula & asam amino.

Pada pH hingga 7 di dalam duodenum, sebagian besar besi dalam btk feri akan mengendap, kecuali dalam keadaan terlarut. Sedang besi fero lebih mudah larut pada pH 7 ok itu dpt diabsorbsi. Taraf absorbsi besi diatur oleh mukosa saluran cerna, disesuaikan dg kebutuhan tubuh. Penyebaran besi dari sel mukosa ke sel-sel tubuh berlangsung lebih lambat daripada penerimaanya dari saluran cerna, bergantung pada simpanan besi dalam tubuh & kandungan besi dalam makanan. Laju penyebaran ini diatur oleh jumlah & tingkat kejenuhan transferin. Tingkat kejenuhan transferin biasanya sepertiga dari mampu ikat besi totalnya (Total Iron Binding Capacity / TIBC). Bila besi tdk dibutuhkan, reseptor transferin berada dalam keadaan jenuh dan hanya sedikit besi diserap sel mukosa-demikian pula sebaliknya. Sebagian besar transferin darah membawa besi ke sumsum tulang dan bagian tubuh lain. Dalam sumsum tulang besi digunakan untuk membuat hemoglobin yang merupakan bagian dari sel darah merah. Sisanya dibawa kejaringan tubuh yang membutuhkan. Kelebihan besi yang dpt mencapai 200 hingga 1500 mg, disimpan sbg ptotein feritin dan hemosiderin di dalam hati (30%), sumsum tulang belakng (30%), selebihnya dalam limpa & hati. Dari simpanan besi tersebut hingga 50mg sehari dpt dimobilisasi untuk keperluan tubuh spt pembentukan Hb.

Feritin yang bersirkulasi dalam darah mencerminkan simpanan besi dalam tubuh. Pengukuran feritin dalam serum mrpkn indikator penting untuk menilai stsus gizi. Diperkirakan hanya 5-15% besi makanan diabsorbsi oleh org dws yang dalam status besi baik. Dalam keadaan defisiensi absorbsi besi bisa mencapai 50%. Bentuk besi sangat berpengaruh ; besi hem yang mrpkn bagian Hb & mioglobin yang terdapat dalam daging hewan dpt diserap dua kali lipat dari pada besi non hem. SUMBER BESI Besi hem : 40% besi hem terdapat dalam daging ayam dan ikan, sisanya sbg non hem. Besi non hem : tdp dalam telur, serealia, kacang-kacangan, sayuran hijau & bbrp jenis buah-buahan. Daging ayam & ikan mengandung faktor yang membantu mengikat & menyerap besi (t.d. asam amino) . Susu sapi, keju & telur tdk mengandung faktor ini hingga tak dpt memebantu penyerapan besi. YANG MEMPENGARUHI ABSORBSI BESI 1. Asam Organik : spt vit C sangat membantu penyerapan besi non hem dengan merubah bentuk feri mjd fero. Vit C membentuk gugus besi-askorbat yang tetap larut pd pH tinggi di dalam duodenum. Ok itu sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi sumber vit C tiap kali makan.

2. Asam Fitat (dalam serealia), 3. Asam Oksalat (dalam sayuran): berfungsi menghambat penyerapan besi dengan cara mengikatnya. 4. Protein kedelai : menurunkan penyerapan besi karena nilai fitatnya yang tinggi. Namun krn kedelai juga mengandung besi yang tinggi, pengaruh akhir absorbsi besi biasanya tetap bernilai positif. 5. Tanin : mrpk polifenol, terdapat dalam kopi, the, beberapa sayuran & bua juga menghambat penyrapn besi dengan cara mengikatnya. Bila besi tubuh tdk terlalu tinggi , sebaiknya tdk minum teh atau kopi disaat makan. 6. Asam Lambung: tingkat keasaman lambung meningkatkan daya larut besi. Kekurangan asam kloroida lambung atau penggunaan obat2 yang bersifat basa spt antasid menghalangi penyerapan besi. FUNGSI BESI 1. Dalam respirasi sel : sbg ko-faktor reaksi Oksidasi-Reduksi dari enzim2. Dalam keadaan tereduksi besi kehilangan dua elektron sisa dua muatan positip, fero (fe++). Dalam keadaan ter-oksidasi, besi kehilangan tiga elektron, shg tinggal 3 muatan positip feri (Fe+++). 2. Metabolisme Energi : dalam sel besi bekerja sama dengan rantai protein pengankut elektron. Protein memindahkan hidrogen & elektron yang berasal dari zat gizi penghasil energi ke oksigen membentuk air. Proses ini akan membentuk ATP. Sebagian besar besi berada didalam Hemoglobin (protein mengandung besi dari sel darah merah) & mioglobin (di dalam otot).

Hb di dalam darah mengangkut O2 dari paru2 keseluruh jaringan tubuh & membawa kembali CO2 dari seluruh sel ke paru2 untuk dikeluarkan. Mioglobin berperan sbg reservoir O2 : menerima, menyimpan & melepas O2 kedalam sel2 otot. Menya produktivitas kerja pada kekurangan besi disebabkan 2 hal ; a. Bernya enzim2 yang mengandung besi & besi sbg ko faktor enzim2 yang terlibat dalam metabolisme energi. b. Menya Hb darah metabolisme energi dalam otot terganggu & tjd penumpukan asam laktat menyebabkan rasa lelah. 3. Kemampuan Belajar : ada perbedaan keberhasilan antara anak2 yang menderita anemia besi & anak2 yang sehat (Pollit 1970). Beberapa bag. Otak mempunyai kadar besi tinggi yang diperoleh dari transpor besi yang dipengaruhi oleh reseptor transferin. Kadar besi dalam darah meningkat selama pertumbuhan hingga remaja. Kadar besi otak yang kurang pada masa petumbuhan tdk dpt digantikan saat dewasa. Defisiensi besi berpengaruh negatif terhadap fungsi otak, terutama thd fungsi neurotransmiter kepekaan reseptor saraf dopamin terganggu mempengaruhi daya konsentrasi, daya ingat & kemampuan belajar menurun. Ambang batas rasa sakit me, fungsi kelenjar tiroid & kemampuan mengatur suhu tubuh menurun.

4. Sistem Kekebalan : besi memegang peran penting kekebalan tubuh, respon kekebalan sel oleh limfosit T terganggu krn berkurangnya pembentukan sel2 tersebut, yang dimungkinkan krn berkurangnya sistesis DNA.

Anda mungkin juga menyukai