Anda di halaman 1dari 10

Nama Lahir Status Lulus Spesialis S2 Alamat kantor Alamat rumah

: : : : : : : :

Riwayat pekerjaan

Jabatan

Organisasi

Hendro Riyanto,dr,SpKJ,MM Madiun, 03 Juli 1953 Menikah, Anak Dua FK. UNS 1981 Ilmu Kedokteran Jiwa FK. UNAIR 1996 Magister Manajemen UNTAG 2007 Jl. Menur 120 telp. (031)5021635 fax. (031)5021636 Surabaya 60282 Jl. Dharmahusada Indah Tengah I/30 C-82 telp. (031)5946023 Hp. 081-134-2829 Surabaya 60115 email : hendro_riyanto@yahoo.com Dokter PUSKESMAS Di Nganjuk 1982 s/d 1988 PPDS I Di FK. UNAIR / RSUD Dr. Soetomo 1989 s/d 1996 RSJ Mataram NTB 1999 s/d 2001 RSJ Menur Surabaya 2001 s/d Sekarang Ka. Unit NAPZA. 2001 - 2003 Sekretaris RSJ Menur 2003 sekarang Dosen Akper UNMUH Surabaya 2001 sekarang Dosen Luar Biasa FK UWK Surabaya 2001 sekarang Anggota IDI cab. Surabaya Anggota / Pengurus PDSKJI cab. Surabaya Anggota API Anggota ISBPPSM Anggota Permapkin

JENIS-JENIS NAPZA DAN PERMASALAHANNYA


DEPKES RI Ditjen Binkesmas
DIREKTORAT KESEHATAN JIWA MASYARAKAT Dibawakan oleh : Hendro Riyanto,dr,Sp.KJ,MM

Istilah NAPZA, NAZA, Narkoba, Narkotika , Madat dan Obat terlarang


tidak terbatas golongan obat zat atau subtances menimbulkan ketergantungan zat adiktif (kecanduan) mengubah aktivitas otak zat psikoaktif

NAPZA
(Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya)

bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan saraf pusat/otak, sehingga menyebabkan gangguan fisik, psikis dan fungsi sosial.

NAPZA
mengacu kepada Narkotika dan Psikotropika

Istilah lain
Narkoba: Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya

Undang-undang No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-undang No.22 tahun 1997 tentang Narkotika

populer di masyarakat, media dan aparat hukum

Madat: candu (suatu golongan opioid)

Jenis NAPZA
dibagi berdasarkan
Undang-Undang Efeknya terhadap Susunan Syaraf Pusat Yang terdapat di masyarakat serta akibat pemakaiannya Penggunaan dalam Bidang Medik

UU No 22 tahun 1997 tentang Narkotika


Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Penggolongan

Heroin, putauw

Golongan I :

digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, tidak ditujukan untuk terapi potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan, Contoh: heroin/putauw, kokain, ganja

Kokain

Ganja, hashis, kanabis

Morfin, petidin
Golongan II:

berkhasiat pengobatan, sebagai pilihan terakhir digunakan dalam terapi atau pengembangan ilmu pengetahuan potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan Contoh: morfin, petidin

Narkotika yang sering disalahgunakan: Golongan III:


berkhasiat pengobatan banyak digunakan dalam terapi atau pengembangan ilmu pengetahuan potensi ringan mengakibatkan ketergantungan Contoh: kodein

Opiat: morfin, heroin (putauw), petidin, candu, dan lain-lain Ganja atau kanabis, mariyuana, hashis Kokain, yaitu serbuk kokain

UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika


Zat atau obat, alamiah maupun sintetis bukan narkotika berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Penggolongan:
GOLONGAN I:

digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan tidak digunakan dalam terapi potensi amat kuat mengakibatkan ketergantungan. Contoh: ekstasi, shabu, LSD

Halusinogenik:
GOLONGAN II:

tujuan ilmu pengetahuan berkhasiat pengobatan, dapat digunakan dalam terapi, potensi kuat mengakibatkan ketergantungan. Contoh: amfetamin, metilfenidat atau ritalin

GOLONGAN III :

GOLONGAN IV

berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi tujuan ilmu pengetahuan potensi sedang mengakibatkan ketergantungan Contoh: pentobarbital, flunitrazepam

berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi untuk tujuan ilmu pengetahuan potensi ringan mengakibatkan ketergantungan Contoh: diazepam, bromazepam, fenobarbital, klonazepam, klordiazepoxide, nitrazepam, seperti pil BK, pil Koplo, Rohipnol, Dumolid, Mogadon

Psikotropika yang sering disalahgunakan Psikostimulansia: amfetamin, ekstasi, shabu Sedatif dan Hipnotika (obat penenang dan obat tidur): Mogadon (MG), BK, Dumolid (DUM), Rohypnol (Rohyp), Lexotan (Lexo), Pil koplo dan lain-lain Halusinogen: Lysergic Acid Diethylamide (LSD), Mushroom

ZAT ADIKTIF LAIN


bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif selain yang disebut Narkotika dan Psikotropika,
meliputi:

Alkohol

Keppres No. 3 tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. mengandung etanol (etil alkohol), menekan susunan syaraf pusat. Merupakan gaya hidup atau bagian dari budaya.

3 golongan minuman beralkohol


A : etanol 1-5%, (Bir) B : etanol 5-20%, (Jenis-jenis minuman anggur) C : etanol 20-45%, (Wiski, Vodka, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput)

Jenis alkohol lain

metanol:
spiritus desinfektan, zat pelarut atau pembersih disalahgunakan berakibat fatal meskipun dalam konsentrasi rendah.

Inhalansia (gas yang dihirup) Solven (zat pelarut)


Tembakau
Pemakaian sangat luas di masyarakat. Kadar nikotin yang bisa diserap oleh tubuh per batangnya 1-3 mg. Dosis letal: 60 mg nikotin sekali pakai.

mudah menguap senyawa organik (benzil alkohol), terdapat pada:


barang keperluan rumah tangga, kantor pelumas mesin,

sering disalah gunakan

Contoh: Lem, tiner, penghapus cat kuku, bensin.

Pemakaian ROKOK dan ALKOHOL terutama pada remaja, pintu masuk penyalahgunaan NAPZA

Klasifikasi lain:
Kafein
zat stimulansia dapat menimbulkan ketergantungan jika dikonsumsi melebihi 100 mg /hari atau lebih dari dua cangkir kopi ketergantungan psikologis. Minuman energi sering kali menambahkan kafein dalam komposisinya.

Sama sekali dilarang

narkotika golongan I dan psikotropika golongan I amfetamin, sedatif hipnotika lem, tinner, rokok dan lain-lain

Penggunaan dengan resep dokter

Diperjual belikan secara bebas

BERDASARKAN EFEKNYA TERHADAP SUSUNAN SYARAF PUSAT Golongan Depresan


Golongan Stimulan

mengurangi aktifitas fungsional tubuh merasa tenang, pendiam dan bahkan membuatnya tertidur dan tidak sadarkan diri.
Opioida (morfin, heroin/putauw, kodein), Sedatif (penenang), hipnotik (obat tidur), tranquilizer (anti cemas), alkohol dalam dosis rendah, dan lain-lain.

merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. menjadi aktif, segar dan bersemangat .
Golongan ini

Kokain, Amfetamin (shabu, ekstasi), Kafein.

NAPZA YANG TERDAPAT DI MASYARAKAT SERTA AKIBAT PEMAKAIANNYA Golongan Halusinogen

OPIOIDA

menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu.
Golongan ini tidak digunakan dalam terapi medis. Golongan ini termasuk Kanabis (ganja), LSD, Mescalin, Pensiklidin (PCP), berbagai jenis jamur, tanaman kecubung

Opioida dibagi 3 golongan besar yaitu:


Opioida alamiah (opiat ): morfin, opium, kodein Opioida semi sintetik: heroin/ putauw, hidromorfin Opioida sintetik: meperidin, propoksipen, metadon

Nama jalanannya: putauw, ptw, black heroin, brown sugar

Heroin murni: bubuk putih Heroin yang tidak murni: putih keabuan Getah opium poppy yang diolah menjadi morfin proses putauw > 10 morfin. Opioid sintetik: > 400 kali dari morfin. Guna: analgetik kuat, berupa pethidin, methadon, Talwin, kodein dan lain-lain

Cara penyalahgunaan:

disuntik (ngipe, nyipet, ive, cucau) dihisap (ngedrag, dragon)

Reaksi: sangat cepat rasa ingin menyendiri taraf kecanduan


hilang rasa percaya diri, tidak ingin bersosialisasi, membentuk dunia mereka sendiri. Lingkungan musuh Berbohong penipuan/pencurian atau tindak kriminal lainnya.

KOKAIN
bentuk:

Cara penyalahgunaan:

kokain hidroklorid
berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dari free base.

free base.
tidak berwarna/ putih, tidak berbau dan rasanya pahit

Nama jalanan : koka, coke, happy dust, charlie, srepet, snow/salju, putih. Biasanya dalam bentuk bubuk putih

cara menghirup bubuk dengan penyedot atau gulungan kertas, di bakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. bentuk padat : dihirup asapnya (freebasing).

Penggunaan dengan menghirup akan berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.

KANABIS
Efek dari pemakaian kokain ini membuat pemakai merasa segar, hilang nafsu makan, menambah rasa percaya diri, juga dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. Nama jalanan: grass, cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, bhang Ganja berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidro kanabinol, kanabinol dan kanabidiol

AMFETAMIN
Cara penyalahgunaan: dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Efek:

cenderung merasa lebih santai rasa gembira berlebih (euforia), sering berfantasi, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitif, kering pada mulut dan tenggorokan.

Nama generik: D-pseudo epinefrin yang disintesa tahun 1887, dan dipasarkan tahun 1932 sebagai dekongestan Nama jalanan: speed, meth, crystal, uppers, whizz dan sulphate Bentuk: bubuk warna putih dan keabu-abuan

Ada dua jenis amfetamin:

Methamfetamin
lama kerja lebih panjang dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu-shabu, SS, ice, crystal, crank. Cara penggunaan : Dalam bentuk pil di minum peroral Dalam bentuk kristal, dibakar dengan menggunakan kertas aluminium foil dan asapnya dihisap (intra nasal) atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk kristal yang dilarutkan, dapat juga melalui intra vena.

MDMA (methylene dioxy methamphetamin)


mulai dikenal sekitar tahun 1980 dengan nama Ectacy atau Ekstasi. Nama lain: xtc, fantacy pils, inex, cece, cein, e. tidak selalu berisi MDMA karena merupakan designer drugs campur zat lain (disain) untuk mendapatkan efek yang diharapkan/dikehendaki: white doft, pink heart, snow white, petir yang dikemas dalam bentuk pil atau kapsul.

LSD (Lysergic acid)


SEDATIF-HIPNOTIK (BENZODIAZEPIN)
Digolongkan zat sedatif (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur), Nama jalanan dari Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. Cara: oral, intra vena dan rectal. Di bidang medis:

Termasuk dalam golongan halusinogen Nama jalanan : acid, trips, tabs Bentuk: seperti kertas berukuran kotak seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar; berbentuk pil, kapsul Cara: meletakkan permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit sejak pemakaian dan hilang setelah 8-12 jam. Efek: tripping, yang biasa digambarkan seperti halusinasi terhadap tempat, warna dan waktu.

pengobatan kecemasan (ansietas), panik hipnotik (obat tidur)

SOLVENT / INHALANSIA
Uap dari bahan mudah menguap yang dihirup.

Efek:

Contohnya: aerosol, aica aibon, isi korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin. Biasanya digunakan secara coba-coba oleh anak dibawah umur golongan kurang mampu/anak jalanan

pusing, kepala terasa berputar, halusinasi ringan, mual, muntah, gangguan fungsi paru, liver dan jantung. Kronis kerusakan fungsi intelektual.

ALKOHOL
sering digunakan
proses fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. proses penyulingan kadar alkohol tinggi mencapai 100%. Nama jalanan alkohol: booze, drink

PENGGUNAAN NAPZA DALAM BIDANG MEDIK


terapi medik pasien lebih baik atau bila mungkin sembuh dari penyakit atau gangguannya. Psikofarmaka

Kadar dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit


eufori kadar menurun: depresi

Antipsikotik, Antiansietas, Antidepresan, Antiinsomnia, Antimanik tergolong Psikotropika dan sebagian kecilnya tergolong narkotika.

Narkotika
Morfin, Petidin

Psikotropika
secara luas digunakan oleh dokter untuk mengatasi gangguan mental dan perilaku. Untuk mengatasi nyeri lambung, nyeri haid, nyeri dada atau proses psikosomatik lainnya (golongan benzodiazepine)

digunakan untuk mengatasi nyeri yang di derita pasien kanker stadium terminal, nyeri kepala atau nyeri lainnya yang sukar dihentikan dengan analgetika lainnya, nyeri akibat pembedahan.

Kodein: simptom batuk.

Anti psikotik
Chlorpromazin, haloperidol, trifluoperazin,

Antidepresan
Amitriptilin, Imipramin, Fluoxetin, Sertralin, dll tidak menimbulkan ketergantungan dan sangat jarang disalahgunakan.

tidak menimbulkan ketergantungan dan sangat jarang disalahgunakan pasien.

Golongan benzodiazepin
efek sedasi seperti: diazepam, clobazam, lorazepam, alprozolam efek hipnotik (tidur) seperti: midazolam, triazolam, estazolam, nitrazepam sering disalahgunakan.

Golongan Barbiturat
fenobarbital untuk menginduksi tidur yang bersifat long acting, juga dapat disalahgunakan.

Methylphenydate (Ritalin)
derivat amphetamin stimulansia susunan saraf pusat obat pilihan bagi anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas sering disalahgunakan.

Sekian dan terimakasih

10