Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Gagal jantung didefinisikan sebagai kondisi dimana jantung tidak lagi dapat memompakan cukup darah ke jaringan tubuh. Gangguan fungsi jantung dapat berupa gangguan fungsi diastolik atau sistolik, gangguan irama jantung, atau ketidaksesuaian preload dan afterload. Gagal jantung kongestif (congestive heart failure) merupakan suatu keadaan saat terjadi bendungan sirkulasi akibat gagal jantung dan mekanisme kompensatoriknya.1 Angka kejadian CHF semakin meningkat dari tahun ke tahun, tercatat 1,5% sampai 2% orang dewasa di Amerika Serikat menderita CHF dan 700.000 diantaranya harus dirawat di rumah sakit per tahun. Faktor risiko terjadinya gagal jantung yang paling sering adalah usia lanjut, 75 % pasien yang dirawat dengan CHF berusia antara 65 dan 75 tahun. Terdapat 2 juta kunjungan pasien rawat jalan per tahun yang menderita CHF, biaya yang dikeluarkan diperkirakan 10 miliar dollar per tahun. Faktor risiko terpenting untuk CHF adalah penyakit arteri koroner dengan penyakit jantung iskemik. Hipertensi adalah faktor risiko terpenting kedua untuk CHF. Faktor risiko lain terdiri dari kardiomiopati, aritmia, gagal ginjal, dan penyakit katup jantung.2 Diagnosis gagal jantung kongestif berdasarkan kriteria Framingham. Diagnosis ditegakkan bila terdapat paling sedikit satu kriteria major dan dua kriteria minor. Penilaian derajat fungsional pada gagal jantung kongestif dapat digunakan kriteria fungsional New York Heart Association (NYHA).3 Meskipun banyak kemajuan terbaru dalam evaluasi dan pengelolaan HF, perkembangan gejala HF masih membawa prognosis yang buruk. Studi Berbasis Masyarakat menunjukkan bahwa 30-40% pasien meninggal dalam waktu 1 tahun dari diagnosis dan 6070% meninggal dalam waktu 5 tahun, terutama dari memburuknya HF atau sebagai kejadian tiba-tiba (mungkin karena aritmia ventrikel). Meskipun sulit untuk memprediksi prognosis pada seseorang, pasien dengan gejala saat istirahat [New York Heart Association (NYHA) kelas IV] memiliki tingkat kematian tahunan 30-70%, sedangkan pasien dengan gejala dengan aktivitas sedang (NYHA kelas II) memiliki angka kematian tahunan 5-10%. Dengan demikian, status fungsional merupakan prediktor penting.4

1. http://medicineline.wordpress.com/2011/08/05/gagal-jantung-kongestif/ 2. Brashaers, Valentina L. Gagal jantung kongestif. Dalam: Aplikasi klinis patofisiologi, pemeriksaan dan manajemen. 2nd ed. Jakarta: EGC.2007. p53-5. 3. Rani, Aziz A. Dkk. 2009. Panduan Pelayanan Medik : Gagal Jantung Kronik. hal 54. Cetakan ketiga. Jakarta: PB. PAPDI. 4. Braunwald E. Heart failure and cor pulmonale. Harrisons Principle of Internal Medicine. 17 ed. Chicago: McGraw-Hill; 2008.