Anda di halaman 1dari 42

Pengertian Umum Alat Berat Alat-alat berat merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan

pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting di dalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Penggunaan alat-alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal/target yang telah ditentukan, atau kerugian biaya repair yang tidak semestinya. Oleh karena itu sebelum menentukan type dan jumlah peralatan dan attachmetnya, sebaiknya kita fahami lebih dahulu fungsi dan aplikasinya. Selain Faktor ini biasanya pihak executive di sebuah perusahaan alat berat, sangat memikirkan mengenai spare part dan kecepatan dalam perbaikan unit untuk mereduce down time unit saat sedang rusak. namun hal - hal seperti ini biasanya di pikirkan sejak awal oleh si pembeli dan si penyuply saat investasi unit di awal. http://www.scribd.com/doc/77724729/6/Pengertian-Alat-alat-berat Traksi dan Koefisien Traksi Traksi adalah gaya gesek maksimum yang bisa dihasilkan antara dua permukaan tanpa mengalami slip . Definisi lain dari traksi adalah gaya tangensial yang ditransmisikan secara melintang terhadap dua permukaan melalui gesekan atau lapisan fluida yang menghasilkan gerakan, memberhentikan laju, atau transmisi daya. Satuan traksi adalah Newton, atau sebuah rasio jika diekspresikan sebagai koefisien traksi. Koefisien traksi adalah gaya yang bisa dimanfaatkan dengan merasiokannya terhadap berat dari mesin. traksi = koefisien traksi x berat Traksi antara dua permukaan bergantung pada beberapa faktor, di antaranya:

Komposisi material antara dua permukaan Luas kontak antara dua permukaan (pada traktor, track type memiliki traksi yang lebih tinggi dibandingkan roda karena memiliki luas permukaan yang lebih besar) Bentuk makroskopik dan mikroskopik kedua permukaan (misal: alur ban traktor dan tingkat kekasaran aspal) Gaya normal Adanya kontaminasi, termasuk pelumas dan adhesive.

36

Gerakan relatif antara dua permukaan - contoh traktor yang bergerak di atas tanah mungkin akan menggeser permukaan tanah sehingga mengurangi traksi

Dalam mendesain suatu sistem traksi, perlu diperhatikan untuk apa sistem traksi tersebut diperlukan sehingga bisa diketahui seberapa besar traksi yang diperlukan. Misal, pemilihan jenis ban untuk traktor, di mana traksi yang tinggi lebih disukai dibandingkan traksi yang rendah. Untuk itu, digunakan ban dengan luas permukaan yang besar dan beralur yang sedemikian rupa, atau menggunakan ban tipe track. Satu pengecualian penggunaan traksi yang sengaja dibuat minimum, yaitu dalam olahraga balap mobil offroad atau yang lainnya, di mana dalam kondisi membelok, digunakan teknik drifting sehingga roda belakang memiliki traksi yang rendah untuk mempercepat waktu belok dan mengurangi kemungkinan mobil terjungkal ke samping. Dalam aplikasi yang lain, yaitu penggunaan material yang disesuaikan dengan ukuran traksi dan usia pakai. Dalam balap mobil F1, traksi tinggi diperlukan. Namun traksi yang tinggi tersebut akan mengorbankan usia pakai dari ban karena bahan yang digunakan adalah karet yang lunak, yang hanya memiliki usia pakai mencapai ratusan kilometer saja. Itulah mengapa pit stop dalam F1 diperlukan penggantian ban. Sedangkan pada truk komersial, terutama truk beroda enam atau lebih, digunakan bahan yang memiliki koefisien traksi yang rendah, yaitu karet yang keras, karena memiliki usia pakai yang tinggi (mencapai lebih dari 100000 km). Koefisien traksi yang rendah ini dikompensasi oleh berat truk yang tinggi, sehingga truk tetap memiliki traksi yang tinggi. Berbeda dengan mobil F1 yang memiliki massa yang ringan; traksi yang tinggi didapatkan dari koefisien bahan yang tinggi. Berikut adalah besarnya koefisien traksi untuk berbagai tipe dan keadaan tanah. Tabel Kofisien Traksi Tipe dan Keadaan Tanah Lempung liat kering Tanah Kukuh kering Jalan datar tanpa perkerasan kering Lempung liat basah Lempung liat becek (rutted clay loam) Tanah pertanian basah Tempat penggambilan batu Pasir basah Jalan kerikil gembur Pasir kering gembur Tanah basah berlumpur Jenis Roda Roda Ban Track 0,55 0,90 0,45 0,65 0,40 0,36 0,20 0,20 0,70 0,55 0,50 0,50 0,30 0,25

http://id.wikipedia.org/wiki/Traksi

36

Jenis dan Macam Alat Berat Berdasarkan Roda Penggeraknya A. Pembagian Berdasarkan Penggerak Utama Pembagian alat berat berdasarkan penggerak utamanya, dapat digolongkan menjadi dua yakni traktor roda kelabang (Crawler Tractor) dan traktor yang menggunakan roda ban (wheel tractor). 1. Traktor Roda Kelabang (Crawler Tractor) Crawler Tractor dibutuhkan jika antara roda dan permukaan tanah dikehendaki gesekan yang besar, serta mendapatkan tenaga maksimum pada waktu kerja, sebab Crawler Tractor tidak bisa selip, tetapi kecepatannya sangat rendah; kecepatan maksimum Crawler Tractor hanya sekitar 4,5 km/ jam. Umumnya Crawler Tractor digunakan untuk menggusur tanah, contoh Crawler Tractor terdapat pada Gambar: 1.1 Kegunaan Crawler Tractor terutama sebagai: - Tenaga penggerak untuk mendorong, misalnya: Buldoser, Loader. - Tenaga penggerak untuk penarik, misalnya: Scrapper, Sheep foot roller. - Tenaga penggerak alat angkut, misalnya: truck. - Tempat duduknya alat-alat berat lain, misalnya: Crane

Gambar: 1.1. Traktor Roda Kelabang (Crawler Tractor) 2. Traktor Roda Ban (Wheel Tractor) Wheel Tractor menggunakan ban karet yang dipompa (Gambar: 1.2), dan penggunaannya dimaksudkan untuk memperoleh kecepatan yang lebih besar dari Crawler Tractor, tetapi Wheel Tractor memiliki daya tarik yang lebih kecil dari Crawler Tractor. Gambar:

36

Gambar: 1.2. Traktor Roda Ban (Wheel Tractor) Tipe Wheel Tractor ada dua yaitu, Wheel Tractor roda dua dan Wheel Tractor roda empat. Jika dibandingkan dengan yang menggunakan roda empat Wheel Tractor roda dua mempunyak kemungkinan selip yang lebih besar, tetapi sebaliknya Wheel Tractor ruda dua memiliki kemampuan menarik yang lebih besar, sebab seluruh beratnya dilimpahkan pada dua roda saja. Selain itu pemeliharaan Wheel Tractor dengan roda dua lebih murah karena jumlah rodanya lebih sedikit; tetapi karena rodanya lebih sedikit itulah maka Wheel Tractor mempunyai ketahanan gelinding yang lebih kecil. Wheel Tractor roda empat lebih nyaman dikemudikan; pada kondisi kerja jalan yang sangat jelek lebih stabil sehingga kemungkinan berjalan pada kecepatan yang lebih tinggi lebih besar. Traktor jenis ini jika dilepas dapat bekerja sendiri.

36

ALAT BERAT DAN FUNGSINYA Jenis & Macam Alat Berat Berdasarkan Posisi/Kedudukannya a. Alat berat dengan kedudukan tetap (fixed position) Berfungsi untuk membongkar , memuat, menggali, dan memindahkan materialmaterial (tanah, batu, dll.) dalam jarak yang dekat. Yang termasuk alat berat kedudukan tetap diantaranya adalah : 1. Back Hoe 2. Power Shovel 3. Dragline 4. Clamshell 5. Crane b. Alat berat bergerak (moving machine) Berfungsi untuk membongkar, memuat dan memindahkan material-material dalam jarak yang relatif agak jauh. Yang termasuk alat berat bergerak antara lain adalah : 1. Bulldozer 2. Scraper 3. Grader 4. Loader 5. Dump Truck/Wagon

36

Jenis & Macam Alat Berat Berdasarkan Fungsinya 1.Peralatan Pekerjaan Tanah http://118.97.219.90/images/stories/buku%20diktat%20dosen/Diktat%20Sony/Alat %20%20Berat%20dan%20Pemindahan%20Tanah%20Mekanis%20-%20Bab%20I %20pembagian%20alat%20berat.pdf http://www.google.co.id/url? sa=t&rct=j&q=macam+dan+jenis+alat+berat+berdasarkan+roda&source=web&cd=2 &ved=0CEwQFjAB&url=http%3A%2F%2F118.97.219.90%2Fimages%2Fstories %2Fbuku%2520diktat%2520dosen%2FDiktat%2520Sony%2FAlat %2520%2520Berat%2520dan%2520Pemindahan%2520Tanah%2520Mekanis %2520-%2520Bab%2520I%2520pembagian%2520alat %2520berat.pdf&ei=xDAIUNy2JdDtrQeTozSAg&usg=AFQjCNGUg80VrmBygtbIjbT2RDitZXQwnQ Peralatan pekerjaan tanah dapat dibagi menjadi lima kategori yaitu: (a) alat penggusur tanah, (b) alat penggali tanah, (c) alat pengangkut tanah, (d) alat perata tanah, dan (e) alat pemadat tanah. a. Alat Penggusur Tanah Secara umum alat penggusur tanah dapat dibedakan menjadi dua yaitu Bulldozer (Buldoser) dan scarapper. Buldoser Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer), Bentuk ke dua Buldoser tersebut seperti pada Gambar: Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama, tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah.

a. Bulldozer Roda Kelabang (CrawlerTractor Dozer)

36

Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping, tergantung pada sumbu kendaraannya. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer. (Gambar:)

36

Scrapper Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri, lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan, kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai setebal + 2,5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2,5 mm pula. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali, (2) kondisi mesin, dan (3) operator yang bekerja. Jika ditinjau dari penggeraknya, jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor), dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno, Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil, sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban, dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi, jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck, baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya; bentuk Self Propelled Scrappers terdapat pada Gambar:.

b. Alat Penggali Tanah (Excavator) Alat penggali sering juga disebut Excavator; ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). Bentuk ke dua jenis Excavator ini terdapat pada Gambar. Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: - Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) - Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) - Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.

36

Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane, Shovel, Back Hoe, Dragline, dan Clam shell. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck) seperti ditunjukkan pada Gambar:

36

Crane Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar, crane kolom putar, crane putar, crane portal, crane menara, crane kabel, dan mobil crane. Beberapa contoh jenis Crane terdapat pada Gambar:, jenis yang banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane, sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi.

36

36

Shovel Alat ini baik untuk menggali tanah tanpa bantuan alat lain, dan memasukkannya ke dalam truck atau alat angkut lainnya. Shovel dapat juga digunakan untuk membuat timbunan bahan-bahan persediaan seperti kerikil, pasir, semen PC, dan sebagainya. Umumnya Shovel dipasang di Truck Crawler. Dalam pengunaannya Shovel terutama digunakan untuk menggali tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat kedudukan alat itu sendiri.

Back Hoe Back Hoe adalah alat dari golongan Shovel yang khusus dibuat untuk menggali material yang letaknya di bawah tempat kedudukan alat itu. Jenisnya ada dua yaitu Wheel Back Hoe dan Crawler Back Hoe seperti ditunjukkan pada Gambar:

36

Dragline Dragline merupakan alat penggali tanah dan dapat sekaligus memuatkan pada alatalat angkut misalnya truck, traktor penarik gerobak, atau meletakkan tanah ke tempat-tempat penimbunan yang dekat dengan lokasi galian; bentuk fisik Dragline seperti pada Gambar:

Pada proyek-proyek yang membutuhkan pekerjaan penggalian tanah dengan volume besar, biasanya Dragline bekerja bersama-sama dengan Shovel; fungsi Shovel untuk menggali (terutama pada lokasi-lokasi yang letaknya berada di atas alat) sedangkan Dragline bekerja di daerah permukaan tanah yang bekas digali. Jika hasil galiannya terus dimuat ke dalam truck, maka truck tersebut tidak perlu masuk ke dalam galian sebab ada kemungkinan truck terjebak di lumpur dan tak bisa keluar. Dragline dapat digunakan pada lokasi yang berlumpur dan penuh air. Dragline sangat baik untuk penggalian parit-parit, sungai yang memiliki tebing yang curam sehingga kendaraan untuk mengangkut hasil galian tak perlu masuk ke lokasi galian. Kerugian penggunaan Dragline untuk penggalian adalah produktivitasnya sangat rendah, jika dibandingkan dengan Shovel yang punya kapasitas yang sama hasilnya hanya sekitar 70 sampai 80% kapasitas Shovel. Clam Shell Perbedaan antara Dragline dan Clam Shell hanya terletak pada Drag Bucket yang digunakan saja. Clam Shell lebih cocok jika digunakan pada bahan-bahan yang berbutiran lepas seperti pasir, pasir, batu pecah, batu bara dan sebagainya. Clam Shell bekerja dengan mengisi bucket, mengangkat ke arah vertikal ke atas kemudian dengan gerakan memutar, mengangkut ke tempat yang dikehendaki disekelilingnya, dan kemudian ditumpahkan ke dalam truck atau alat angkut lainnya, atau hanya menumpuk material yang digali ke tempat-tempat yang ada disekelilingnya. Cara mengangkat dan membuang Clam Shell aalah dalam arah vertikal, oleh karena itu Clam Shell sangat sesuai jika digunakan untuk pekerjaan pengisian gerobak-gerobak yang letaknya lebih tinggi dari Clam Shell tersebut. Contoh bentuk fisik Clam Shell seperti pada Gambar:

36

Alat Pengangkut (Loader) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser, Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan, untuk menggusur bongkaran, menggusur tonggak-tonggak kayu kecil, menggali pondasi basement dan lain-lain. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek, bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser, sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader), dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). Contoh jenis Loader terdapat pada Gambar:

36

Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut, hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri, sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan, lebih lebih jika digunakan Wheel Loader. Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis; dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah, pencampuran tanah, meratakan tanggul, pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya; akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Bentuk Grader sepeti pada Gambar: , beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: - Perataan tanah (Spreading). - Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada pekerjaan tanah. - Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/ mixing). - Pembuatan parit (Crowning Ditching) - Pemberaian butiran tanah (scarifying) Penggunaan untuk finishing pekerjaan tanah, diperlukan kondisi tanah yang sudah dalam kondisi mampat semaksimal mungkin.

36

Alat Pemadat Tanah (Compactor) Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang, jalan raya, tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya, namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna; agar tanah benarbenar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller); klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: - Berdasarkan cara geraknya; ada yang bergerak sendiri, tapi ada juga yang harus ditarik traktor. (Gambar: 1.15) - Berdasarkan bahan roda penggilasnya, ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). - Dilihat dari bentuk permukaan roda; ada yang punya permukaan halus (plain), bersegmen, berbentuk grid, berbentuk kaki domba, dan sebagainya. - Dilihat dari susunan roda gilasnya; ada yang dengan roda tiga (Three Wheel), roda dua (Tandem Roller), dan Three Axle Tandem Roller. - Alat pemadat yang menggunakan penggetar (viberator).

Three Wheel Roller (Gambar:) sering juga disebut Macadam Roller, untuk menambah bobot alat ini, roda silinder baja yang kosong diisi dengan zat cair (minyak atau air), bahkan dalam kondisi tertentu kadang-kadang diisi dengan pasir. Berat mesin penggilas ini berkisar antara enam sampai 12 ton.

36

36

Segment Roller (Gambar: 1.18) merupakan mesin penggilas yang memiliki roda tersusun dari lempengan-lempengan baja; walaupun masuknya roda beserta lempengannya ke dalam tanah tidak terlalu dalam, alat ini mampu memberikan efek pemadatan tanah pada bagian bawah.. Selain itu alat ini juga membantu menekan kelebihan air yang terkandung dalam lapisan tanah yang sedang dipadatkan, sehingga tanah memiliki kepadatan yang maksimal. Gambar Grid Roller (Gambar: 1.19) mempunyai mesin penggilas yang berbentuk anyaman; alat ini memberikan efek pemadatan pada bagian bawah permukaan, namun pemadatannya tak bisa rata, sebab rodanya berbentuk anyaaman. Grid Roller sangat baik jika digunakan untuk menggilas lapisan material berbutir kasar dan relatif tak lengket; Grid Roller merupakan alat pemadat tanah yang relatif baru dan belum banyak digunakan secara luas. Gambar Pneumatic Roller (Gambar: 1.20) sering juga disebut Universal Compactor, roda-roda penggilasnya terdiri dari ban karet yang dipompa (pneumatic). Roda-roda tersebut kecoali dapat bergerak maju dapat pula digetarkan atau digerakkan naik turun untuk memberikan tumbukan yang kuat. Alat ini beratnya 80 ton, dalam satu kali lintasan mampu memadatkan material timbunan sedalam 24 inci.

36

36

Peralatan Pengangkut Alat yang khusus digunakan sebagai alat angkut adalah truck sebab: mempunyai kemampuan yang besar, dapat bergerak dengan cepat, punya kapasitas angkut yang besar, dan beaya operasional yang murah. Salah satu syarat yang perlu dipenuhi agar truck dapat digunakan dengan baik, efektif, dan efisien adalah jalan angkut yang cukup rata, kuat, dan keras. Pada jalan angkut dengan kondisi jelek, perlu penggunaan truck-truck cross countrying yang harga dan beaya operasionalnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan truck-truck biasa. Truck jenis ini dalam pekerjaan konstruksi bangunan sipil dikenal dengan nama Dump Truck. Dump Truck dapat menumpahkan muatan secara hidrolis yang menyebabkan satu sisi baknya terangkat, sedangkan satu sisi lainnya berfungsi sebagai sumbu putar atau engsel. Perbandingan bentuk antara truck dan Dump Truck terdapat pada Gambar: Jika dilihat dari cara pengosongan muatan, jenis truck dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: (1) End-Dump atau Rear Dump, yaitu Dump Truck dengan cara pengosongan muatan ke belakang, (2) Side-Dump, Dump Truck dengan cara pengosongan muatan ke samping, dan (3) BottomDump, Dump Truck dengan cara pengosongan muatan ke samping. Perbedaan ke tiga Dump Truck di atas dapat dilihat pada Gambar:

36

Berdasarkan ukuran muatannya, dump truck dapat dibedakan menjadi tiga: Ukuran kecil, memiliki kapasitas angkut maksimum 25 ton, ukuran sedang memiliki kapasitas 25 sampai 100 ton, dan ukuran besar jika kapasitasnya lebih dari 100 ton. Bentuk ke tiga Dump Truck tersebut seperti pada Gambar:

36

36

36

Spesifikasi Alat Berat

Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya. 1. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane, Shovel, Back Hoe, Dragline, dan Clam shell. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck).

Sumber: Hinabi

36

Unit Operasional Excavator Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator

36

Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) Model Engine : komatsu SAA6D107E-1 Horse power : 110 Kw 148 HP (net) Rated RPM : 2000 rpm Main pump : untuk Boom, arm, bucket, swing dan travel Max oil flow : 439 Lt/ menit Steering control : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal Max travel speed : 5.5 Km/ jam Kapasitas Bucket : 0,5 1,2 M3 Pelumasan dan bahan bakar (contoh) Tanki solar : 400 lt (full tanki) Oli mesin : 23 lt Final drive : 3.3 lt tiap sisi Swing drive : 6.6 lt Oli hidrolik : 135 lt Greasing : Under carriage, swing, arm, bucket Pembagian Excavator : Alat kendali attachment Hydraulic Controlled Cable Controlled Roda Roda Rantai Roda Karet Gambar.1.27 Excavator

36

Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : Back Hoe Power Shovel Dragline Clamshell Loader

2. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama , yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade, ripper dll ). Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan, sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o , Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat. Alat utama berupa blade dan ripper.

36

Penggunaan Umum Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda - benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator

Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) Model enggine : komatsu SAA6D114E-3 Jumlah Silinder : 6 Cyl Tenaga : Net 153 KW 205 HP Rated RPM : 1950 RPM Undercarriage Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe : 45 Un tiap sisi Lebar shoe : 915 mm Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area : 29.8 Kpa atau 4.32 Psi

36

Pelumasan dan bahan bakar (contoh) Bahan bakar : 514 lt (full tanki) Oil mesin : 28 lt Oil final drive : 27 lt Oil transmisi : 48 lt Oil hidrolik : 55 lt Grease : untuk under carriage dan nipple

1. Berdasarkan alat geraknya / mounted, Bulldozer dapat dibedakan : a. Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. cable controlled b. hydraulic controlled 3. Berdasarkan blade / pisau a. Universal Blade ( U - Blade ) Universal Blade (U-Blade). Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak, karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh, Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah. b. Straight Blade ( S Blade ) Straigt blade (S-Blade), paling cocok untuk segala jenis lapangan, blade ini merupakan modifikasi dari U-blade. Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah. c. Angling Blade ( A Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping, pembukaan jalan (pionering road).

36

Gambar..1.33 Universal Blade

Gambar.1.34. Straight Blade

4. Berdasarkan blade / pisau a. Cushion Blade ( C Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan. Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh, dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi. c. Light material U Blade ( U Blade , material ringan )

36

4. Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan , dengan : a. Slot Dozing menaikkan prod. 20% b. Side by side dozing atau blade to bladedozing menaikkan prod.15-20 %

36

Gambar.1.41 Melakukan Slot Dozing

Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a. Land Clearing b. Stripping ( pengelupasan top soil ) c. Side Hill cut d. Dozing Rock e. Down Hill Slot Dozing f. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Meratakan timbunan tanah h. dll 3. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : Mesin penggerak Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Type Semi trailler Full trailler Alat kendali Hydraulic Controlled Cable Controlled Roda Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : Stripping top soil, mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m - 1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper .

36

Produksi Scraper : 1. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3], tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. 2. Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya, dan untuk menghitung cycle time-nya, ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1. Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat , mempercepat gerakan pindah gigi, membuang muatan, memutar balik, mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2. Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI), bagian dari mesin dari pos ini, secara khusus, bekerja alat (pisau, ember, dll), yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder, cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong, diklasifikasikan dalam pos 84,31. Secara umum, tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner, tetapi juga pada mesin mobile, atau yang tidak bergerak otomatis. Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86. Penggalian, dll, mesin diklasifikasikan dalam pos 86,04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk, atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini. Di sisi lain, penggalian, dan lain-lain, mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api, tetap diklasifikasikan dalam pos ini. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86,04. Pos 84.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84.25 sampai dengan 84.30.

36

36

36

36

36

36

36

36

36

36