Anda di halaman 1dari 18

1

A. Pendahuluan Energi berasal dari bahasa Yunani, yaitu ergon yang berarti kerja. Jadi, energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Energi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan di alam ini, terutama bagi kehidupan manusia, karena segala sesuatu yang kita lakukan memerlukan energi. Energi di alam ini tersedia dalam berbagai bentuk, misalnya energi kimia, energi listrik, energi kalor, dan energi cahaya. Energi akan bermanfaat jika terjadi perubahan bentuk dari suatu bentuk energi ke bentuk lain. Sebagai contoh setrika listrik akan bermanfaat jika terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kalor. Untuk dapat memanfaatkan energi tersebut, maka diperlukan suatu teknologi. Teknologi yang berfungsi untuk mengubah suatu energi ke dalam bentuk energi lain agar bisa dimanfaatkan oleh manusia disebut dengan mesin konversi energi. Dengan mesin konversi energi ini, manusia dapat menggunakan untuk berbagai keperluan. Seperti halnya energi kimia diubah menjadi energi gerak, energi gerak diubah menjadi energi listrik, energi cahaya diubah menjadi energi listrik kemudian menjadi energi gerak, dan lain sebagainya. Salah satu mesin konversi energi yang ada adalah kompresor. Kompresor banyak digunakan di industri bangunan mesin, terutama untuk menggerakkan pesawat-pesawat pneumatic, antara lain bor, hammer, pesawat angkat, pembersih pasir, alat kontrol, penyemprot, dan pompa. Selain itu kompresor berfungsi sebagai alat bantu motor bakar dan turbin gas (Pudjanarsa, 2006: 149).

Gambar 1.1 Salah Satu Bentuk Kompresor

B. Klasifikasi Kompresor Menurut Pudjanarsa (2006: 150), kompresor dapat diklasifikasikan berdasarkan tekanan kerjanya. Bila untuk tekanan rendah (lebih kecil dari 15 inchi kolom air) digunakan ventilasi udara dan kipas angin. Sedangkan bila lebih besar dari 15 inchi, digunakan istilah blower. Klasifikasi kompresor menurut Daroini (2011) dapat ditunjukkan pada gambar berikut:

Gambar 1.1 Klasifikasi Kompresor

C. Deskripsi Masing-masing Kompresor 1. Kompresor kerja positif (positive displacement compressor) a. Kompresor kerja bolak-balik Kompresor bolak-balik memakai katup beban pegas otomatis yang hanya terbuka ketika ada perbedaan tekanan yang cukup terjadi melintang katup. Katup masuk membuka ketika tekanan dalam silinder sedikit berada di bawah tekanan masuk. Katup keluaran membuka ketika tekanan di dalam silinder sedikit di atas tekanan keluar.

Gambar 1.2 di bawah ini menunjukkan skema kerja kompresor kerja bolak-balik

Gambar 1.2 Skema Kerja Piston Tipe Torak

Titik 1 adalah awal kompresi, kedua katup tertutup. Pada saat langkah kompresi, piston menuju titik mati atas (TMA), mengurangi volume awal udara dengan diikuti kenaikan tekanan. Katup-katup masih dalam keadaan tertutup. Diagram p-V menunjukkan kompresi dari titik 1 ke titik 2 dan tekanan dalam silinder telah mencapai tekanan dalam penampung. Katup keluar terbuka sesaat setelah titik 2. Udara bertekanan mengalir keluar melalui katup keluar penampung. Setelah piston mencapai titik 3, katup keluar akan tertutup, menyisakan ruang clearance yang terisi udara pada tekanan keluar. Selama langkah ekspansi, kedua katup masuk dan keluar tetap tertutup dan udara terjebak dalam ruang clearance. Kenaikan volume menyebabkan penurunan tekanannya. Hal ini berlanjut hingga piston mencapai titik mati bawah, sampai tekanan silinder turun di bawah tekanan masuk pada titik 4. Katup masuk sekarang terbuka dan udara akan mengalir ke dalam silinder sampai akhir langkah balik ini pada titik 1. Selanjutnya siklus ini berulang pada putaran engkol berikutnya.

Gambar 1.3 Kompresor Torak Bolak-Balik

1) Kompresor tipe piston

Gambar 1.4 Kompresor Tipe Piston

Kompresor tipe piston bertingkat dua Daroini (2011) mengatakan bahwa kompresor udara bertingkat digunakan untuk menghasilkan tekanan udara yang lebih tinggi. Udara masuk akan dikompresi oleh torak pertama, kemudian didinginkan, selanjutnya dimasukkan dalam silinder kedua untuk dikompresi oleh torak kedua sampai pada tekanan yang diinginkan. Pemampatan (pengompresian) udara tahap kedua lebih besar, temperature udara akan naik selama terjadi kompresi, sehingga perlu mengalami proses pendinginan dengan memasang sistem pendingin. Metode pendinginan

yang sering digunakan misalnya dengan sistem udara atau dengan sistem air bersirkulasi.

Gambar 1.5 Kompresor Dua Tingkat

2) Kompresor tipe labirin

Gambar 1.6 Kompresor Tipe Labirin

Kompresor labirin, adalah kompresor yang menggunakan piston labirin. Piston labirin adalah rangkaian tipe piston yang dikelilingi banyak labirin yang ditambahkan, dan menjaga kondisi kedap udara oleh efek labirin. Piston dirancang dalam bentuk labirin yang sangat cocok dan bergerak bolak-balik menjaga gas minimum antara silinder dan piston. Kompresor tipe piston labirin didesain untuk konstruksi kedap udara dengan efek labirin dan gas dengan spesifikasi normal dapat diperoleh pada kondisi kering sepenuhnya. Oleh karena itu kompresor jenis ini paling cocok untuk menangani seperti gas yang benar-benar kering

sepenuhnya, (N2, dan lain sebagainya), gas dapat terbakar yang dinyalakan oleh panas, yang dihasilkan oleh gesekan (O2, dan lain sebagainya), dan gas yang lainnya (gas tersiklus pada pabrik poly-olefin) dapat dilakukan pencampuran dengan kabut, debu, dan lain sebagainya.

3) Kompresor tipe diafragma Jenis kompresor ini termasuk dalam kelompok kompresor torak. Namun letak torak dipisahkan melalui sebuah membran diafragma. Udara yang masuk dan keluar tidak langsung berhubungan dengan bagian-bagian yang bergerak secara resiprokal. Adanya pemisahan ruangan ini udara akan lebih terjaga dan bebas dari uap air dan pelumas/oli. Oleh karena itu kompresor diafragma banyak digunakan pada industri bahan makanan, farmasi, obat-obatan dan kimia. Prinsip kerjanya hampir sama dengan kompresor torak. Perbedaannya terdapat pada sistem kompresi udara yang akan masuk ke dalam tangki penyimpanan udara bertekanan. Torak pada kompresor diafragma tidak secara langsung menghisap dan menekan udara, tetapi menggerakkan sebuah membran (diafragma) terlebih dulu. Dari gerakan diafragma yang kembang kempis itulah yang akan menghisap dan menekan udara ke tabung penyimpan.

Gambar 1.7 Kompresor Tipe Diafragma

b. Kompresor tipe rotary 1) Kompresor tipe lobe (root) Kompresor jenis ini akan mengisap udara luar dari satu sisi ke sisi yang lain tanpa ada perubahan volume. Torak membuat penguncian pada bagian sisi yang bertekanan. Prinsip kompresor ini ternyata dapat disamakan dengan pompa pelumas model kupu-kupu pada sebuah motor bakar. Kelemahannya adalah tingkat kebocoran yang tinggi. Kebocoran terjadi karena antara baling-baling dan rumahnya tidak dapat saling rapat betul. Berbeda jika dibandingkan dengan pompa pelumas pada motor bakar, karena fluidanya adalah minyak pelumas maka film-film minyak sendiri sudah menjadi bahan perapat antara dinding rumah dan sayap-sayap kupu itu. Dilihat dari konstruksinya, sayap kupu-kupu di dalam rumah pompa digerakan oleh sepasang roda gigi yang saling bertautan juga, sehingga dapat berputar tepat pada dinding.

Gambar 1.8 Kompresor Jenis Root (Sayap Kupu-Kupu)

2) Kompresor tipe liquid Kompresor tipe liquid memerlukan air sebagai perapat. Untuk aplikasi dunia medis, kompresor liquid ring selalu dirapatkan dengan air, bukan oli. Suatu impeller, yang memiliki offset, sehingga impeller tidak berada di posisi tengah rumah pompa (pump housing). Impeller secara tipikal dibuat dari kuningan. Ketika impeller berputar, disana terdapat kantong udara yang terjebak diantara sudu-sudunya. Udara yang terjebak dikompresikan antara impeller dan rumah pompa, dirapatkan dengan cincin air. Ketika udara dikompresikan, kemudian

udara didorong keluar pompa. Untuk menghindari kemungkinan kontaminan, kompresor selalu disuplai oleh air yang baru. Dalam sistem ini, air perapat dibuang dan digunakan hanya sekali. Sementara dalam sistem resirkulasi sebagian, beberapa jenis pompa ada air yang disirkulasikan.

Gambar 1.9 Kompresor Liquid Ring

3) Kompresor tipe sliding vane

Gambar 1.10 Kompresor Sliding Vane

Kompresor rotary sliding vane memiliki motor yang kuat tertanam di dalam silinder jaket air, mirip sebagaimana jaket air pada silinder engine bolakbalik. Jaket air di sekitar silinder digunakan sebagai pendingin. Rotor diisi oleh bilah yang bergerak bebas ke dalam dan ke luar slot longitudinal di rotor. Konfigurasi bilah berkisar antara 8 hingga 12 bilah, tergantung pabrik dan perbedaan tekanan. Bilah tersebut ditekan ke dinding silinder oleh gaya gravitasi,

menciptakan sel-sel gas tersendiri yang dikompresikan oleh putaran rotor. Ketika mendekati lubang discharge, area ini berkurang, dan gas ditekan (dikompresikan).

4) Kompresor mono screw

Gambar 1.11 Kompresor Mono Screw

Kompresor mono screw terdiri dari rotor utama, satu atau lebih gate rotor, dan rumah penutup. Proses kompresi terjadi sebagai berikut, udara masuk ke dalam sebuah celah dari rotor utama dari sisi hisap. Ketika rotor utama berrotasi, udara terjebak di area yang ditutup oleh celah rotor utama, sebuah gigi dari gate rotor, dan di dalam permukaan rumah. Ketika rotasi rotor utama berlanjut, volume dalam area tertutup tersebut semakin mengecil dan terjadilah udara yang terkompresi. Ketika gigi dari gate rotor mendekati akhir dari celah rotor utama, sebuah lubang output mengalirkan gas yang telah terkompresikan tadi ke luar. Langkah kompresi ini dilakukan di setiap celah rotor utama. Sejak gate rotor memiliki dua atau lebih gigi menggerakkan rotor utama pada waktu yang diberikan, proses penggandaan tingkat kompresi dilakukan secara simultan.

10

5) Kompresor twin screw

Gambar 1.12 Kompresor Twin Screw

Kompresor sekrup ganda memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage), yang satu mempunyai bentuk cekung, sedangkan lainnya berbentuk cembung, sehingga dapat memindahkan udara secara aksial ke sisi lainnya. Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling bertautan. Jika roda- roda gigi tersebut berbentuk lurus, maka kompresor ini dapat digunakan sebagai pompa hidrolik pada pesawat-pesawat hidrolik. Roda-roda gigi kompresor sekrup harus diletakkan pada rumah-rumah roda gigi dengan benar sehingga betul-betul dapat menghisap dan menekan fluida.

2. Kompresor Kerja Dinamik Kompresor kerja dinamik terdiri dari: a. Kompresor sentrifugal Kompresor sentrifugal termasuk dalam kelompok kompresor dinamik adalah kompresor dengan prinsip kerja mengkonversikan energi kecepatan gas/udara yang dibangkit kan oleh aksi/gerakan impeller yang berputar dari energi mekanik Unit penggerak menjadi energi potensial (tekanan) di dalam diffuser.

11

Karakteristik Karakteristik kompresor sentrifugal secara umum sebagai berikut: (1) aliran discharge uniform, (2) kapasitas tersedia dari kecil sampai besar, (3) tekanan discharge dipengaruhi oleh kepadatan gas/udara, (3) mampu memberikan unjuk kerja pada efisiensi yang tinggi dengan beroperasi pada kisaran tekanan dan kapasitas yang besar.

Bagian Utama Dan Fungsinya Kompresor terdiri dari beberapa bagian yang fungsinya satu dengan yang lain saling berhubungan, diantaranya adalah: a) Bagian Statis 1) Casing Casing merupakan bagian paling luar kompresor yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh mekanik dari luar, pelindung dan penumpu/pendukung dari bagian-bagian yang bergerak, dan sebagai tempat kedudukan nozzle suction dan discharge serta bagian diam lainnya. Berikut contoh gambar dari tipe radial split barrel dengan bentuk selongsong dan ditutup bagian depan-belakang (rear-front cover). 2) Inlet wall Inlet wall adalah diafragma (dinding penyekat) yang dipasang pada sisi suction sebagai inlet channel dan berhubungan dengan inlet nozzle. Karena berfungsi sebagai saluran gas masuk pada stage pertama, maka meterialnya harus tahan terhadap gesekan dan erosi. 3) Guide vane Guide vane di tempatkan pada bagian depan eye impeller pertama pada bagian suction (inlet channel). Fungsi utama guide vane adalah mengarahkan aliran agar gas dapat masuk impeller dengan distribusi yang merata. Konstruksi vane ada yang fixed dan ada yang dapat di atur (movable) posisi sudutnya dengan tujuan agar operasi kompresor dapat bervariasi dan dicapai effisiensi dan stabilitas yang tinggi.

12

4) Eye seal Eye seal ditempatkan di sekeliling bagian luar eye impeller dan di tumpu oleh inlet wall. Eye seal selalu berbentuk satu set ring logam yang mengelilingi wearing ring impeller. Berfungsi untuk mencegah aliran balik dari gas yang keluar dari discharge impeller (tekanan tinggi) kembali masuk ke sisi suction (tekanan rendah). 5) Diffuser Diffuser berfungsi untuk merubah energi kecepatan yang keluar dari discharge impeller menjadi energi potensial (dinamis). Untuk multi stage dipasang diantara inter stage impeller. 6) Labirinth seal Labirinth seal digunakan untuk menyekat pada daerah: a) Shaft dan diafragma sebagai shaft seal. b) Casing dan shaft sebagai casing seal. 7) Return bend Return bend sering juga disebut crossover yang berfungsi membelokan arah aliran gas dari diffuser ke return channel untuk masuk pada stage/impeller berikutnya. Return bend di bentuk oleh susunan diafragma yang dipasang dalam casing. 8) Return channel Return channel adalah saluran yang berfungsi memberi arah aliran gas dari return bend masuk ke dalam impeller berikutnya. Return channel ada yang dilengkapi dengan fixed vane dengan tujuan memperkecil swirl (olakan aliran gas) pada saat masuk 9) Diafragma Diafragma adalah komponen bagian dalam kompresor yang berfungsi sebagai penyekat antar stage dan tempat kedudukan eye seal maupun inter stage seal. Dengan pemasangan diafragma secara seri, akan terbentuk tiga bagian penting, yaitu diffuser, return bend, dan return channel. Diafragma ditempatkan didalam casing dengan hubungan tongue-groove sehingga mudah dibongkar pasang.

13

Bagian Dinamis 1) Shaft and shaft sleeve Shaft atau poros transmisi digunakan untuk mendukung impeller dan meneruskan daya dari pengerak ke impeller. Untuk penempatan impeller pada shaft di gunakan pasak (key) dan pada multi stage, posisi pasak di buat selang-seling agar seimbang. Sedangkan jarak antar stage dari impeller di gunakan shaft sleeve, yang berfungsi sebagai pelindung shaft terhadap pengaruh korosi, erosi dan abrasi dari aliran dan sifat gas dan untuk penempatan shaft seal diantara stage impeller. 2) Impeller Impeller berfungsi untuk menaikan kecepatan gas dengan cara berputar, sehingga menimbulkan gaya. Hal ini menyebabkan gas masuk/mengalir dari inlet tip (eye impeller) ke discharge tip. Karena adanya perubahan jari-jari dari sumbu putar antara tip sudu masuk dengan tip sudu keluar maka terjadi kenaikan energi kecepatan. 3) Bantalan (bearing) Bearing adalah bagian internal kompresor yang berfungsi untuk mendukung beban radial dan aksial yang berputar dengan tujuan memperkecil gesekan dan mencegah kerusakan pada komponen lainnya.

Pada kompresor sentrifugal terdapat dua jenis bearing, yaitu : 1) Journal bearing Digunakan untuk mendukung beban dengan arah radial (tegak lurus poros). 2) Thrust bearing Digunakan untuk mendukung beban kearah aksial (sejajar poros).

Oil Film Seal Oil film seal merupakan salah satu jenis seal yang digunakan dalam kompresor. Oil film seal terdiri dari satu atau dua seal ring. Pada seal jenis ini diinjeksikan minyak (oil) sebagai penyekat/perapat (seal oil) antara kedua seal ring yang memiliki clearence sangat kecil terhadap shaft. Tekanan masuk seal oil dikontrol secara proporsional berdasarkan perbedaan tekanan sekitar 5 psi diatas tekanan internal gas dan perbedaan tekanan oil gas selalu dipertahankan.

14

Sehubungan dengan kondisi operasi tidak selalu konstan, maka untuk mempertahankan perbedaan tekanan antar seal oil dan gas dapat sesuai dengan kondisi operasi, digunakan overhead tank.Sistim overhead tank adalah memasang tanki penampung seal oil dengan ketinggian tertentu diatas kompresor dan level seal oil dalam tanki dikontrol melalui level control operated valve, kemudian tekanan gas stream dimasukan kedalam tanki melalui bagian atas (top) sehingga memberikan tekanan pada permukaan seal oil.

Gambar 1.13 Kompresor Radial

b. Kompresor aksial Kompresor aksial melakukan kerja penekanan udara, sehingga udara mengalir sejajar dengan poros rotor. Sudu-sudu turbin dipasang pada posisi radial dengan kemiringan sudut tertentu, sehingga akan menimbulkan efek menghisap dan mengalirkannya sejajar dengan poros rotor. Kompresor aksial secara luas digunakan pada turbin gas, seperti mesin jet, mesin kapal kecepatan tinggi, dan pembangkit listrik skala kecil.. Kompresor aksial, yang dikenal sebagai superchargers, juga telah digunakan untuk meningkatkan kekuatan mesin reciprocating dengan menekan hisapan udara, meskipun ini sangat jarang terjadi.

Cara kerja kompresor aksial Kompresor aksial terdiri dari komponen berputar dan stasioner. Sebuah poros drum drive pusat, dipertahankan oleh bantalan, yang memiliki sejumlah

15

baris airfoil annulus terpasang. Ini merotasi antara jumlah yang sama airfoil baris stasioner terpasang pada casing tubular stasioner. Baris bergantian antara airfoils yang berputar (rotor) dan stasioner airfoils (stator), dengan menanamkan rotor energi ke fluida, dan mengkonversi stators peningkatan energi kinetik rotasi ke tekanan statis melalui difusi. Sepasang airfoils rotasi dan stasioner disebut tahap. Pada luas penampang antara drum rotor dan casing berkurang dalam arah aliran untuk mempertahankan kecepatan aksial cairan yang ditekan.

Gambar 1.14 Kompresor Aksial

c. Ejector Steam ejector dimanfaatkan dalam siklus refrigerasi yang berfungsi menggantikan kompresor mekanik untuk memompa refrigerant bersirkulasi dalam sistem. Steam ejector terdiri dari empat bagian, yaitu (1) sebuah konvergen dan divergen nosel, (2) ruang hisap (suction chamber), (3) constant are duct atau mixing tube, (4) sebuah diffuser. Prosesnya dimulai dengan uap bertekanan dan temperatur tinggi dari boiler (disebut dengan primary fluid atau motive fluid) masuk ke primary nozzle dan keluar mencapai kecepatan supersonic sehingga akan menarik secondary fluid yang bertekanan dan bertemperatur rendah dari suction chamber bercampur di mixing chamber, kemudian kecepatannya akan turun menjadi subsonik seiring laju aliran ke diffuser dan tekanan akan meningkat. Jadi peran steam ejector di sini adalah sebagai pengganti kompresor pada siklus

16

kompresi uap, yaitu menaikkan tekanan aliran dari evaporator melalui suction chamber. Steam ejector dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Jenis ini adalah jenis ejector single stage.

Gambar 1.15 Single Stage Ejector

Jenis ejector yang lain adalah ejector multi stage. Ejector multi stage dapat dilihat pada gambar 1.16 berikut:

Gambar 1.16 Multi Stage Ejector

D. Pemilihan dan Penggunaan Kompresor Dalam merancang dan membangun sebuah kompresor, dibutuhkan data besarnya kapasitas penghisapan, besarnya tekanan pemampatan yang dikehendaki, serta kebutuhan ruang yang ada. Berdasarkan data tersebut, dapat diperoleh jenis kompresor yang sesuai, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1.17 berikut ini:

17

Gambar 1.17 Daerah Pemilihan Jenis Kompresor

Dari gambar 1.17 dapat diperoleh keterangan bahwa, jika perancang membutuhkan kapasitas isap sebsesar 200.000 m/jam, sedangkan tekanan pemampatan yang diinginkan adalah 10 bar, maka perancang dapat menggunakan dua pilihan, yaitu menggunakan kompresor jenis sentrifugal, atau jenis aksial. Jika terdapat dua pilihan, maka perancang harus mempertimbangkan kembali luas area yang akan ditempati kompresor tersebut. Selain itu konstruksi peralatan yang membutuhkan kompresor juga perlu dipertimbangkan.

18

DAFTAR RUJUKAN Daroini, Makruf. (2011). Macam-macam Kompresor (Pembangkit Udara Bertekanan. (Online). (http://sinelectronic.blogspot.com/2012/01/macammacam-kompresor-pembangkit-udara.html), diakses tanggal 21 Maret 2013. Enersource. 2011. Sliding Vane Gas Compressors. (Online). (http://www.gascompressor.com/gcslidingvane.htm), diakses tanggal 21 Maret 2013. Pudjanarsa, Astu. & Nursuhud, Djati. 2006. Mesin Konversi Energi. Yogyakarta: Penerbit Andi Rifky, Anindika. 2012. Kompresor Sentrifugal. (Online), (http://rifkyanindikafkm10.web.unair.ac.id/artikel_detail-50314-Catatan%20KuliahKompresor%20Sentrifugal.html), diakses tanggal 20 Maret 2013.