Anda di halaman 1dari 6

Kelangkaan Ekonomi dan Penyebabnya - Kelangkaan Ekonomi dan Penyebabnya Inti masalah ekonomi adalah keinginan yang tidak

terbatas namun dengan alat pemenuh kebutuhan yang terbatas. Alat pemuas kebutuhan berupa barang atau jasa dengan sumber daya yang sudah tersedia. Sumber daya yang tersedia bersifat terbatas dan langka. Jadi, kebutuhan manusia yang tidak terbatas dihadapkan dengan sumber-sumber yang bersifat terbatas akan menimbulkan kelangkaasn sumber daya tersebut. Contoh kelangkaan ekonomi: 1). Kelangkaan sumber makanan pokok masyarakat seperti padi, gandum, dan sumber makanan pokok lainnya. 2). Kelangkaan BBM (bahan bakar minyak) seperti bensin, solar, dan lain-lain. Kelangkaan sumber ekonomi manusia dibagi menjadi 3 (tiga): 1). Kebutuhan manusia yang tidak terbatas Kebutuhan manusia memiliki 2 (dua) sifat yaitu sifat keberanekaan ragam dan tidak dapat di puaskan dengan barang atau jasa. Hal tersebut yang membuat kebutuhan manusia tidak terbatas. Contoh kebutuhan manusia yang tidak terbatas: 1). sesorang ingin memiliki sepeda untuk mendukung ia melakukan aktifitasnya sehari-hari namun sesudah memiliki sepeda Ia akan menginginkan sepeda motor untuk mendukung aktifitasnya sehari-hari. Dan kemudian setelah memiliki sepeda motor Ia akan menginginkan yang lebih seperti motor yang lebih bagus ataupun Mobil. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dipengaruhi oleh 7 (tujuh) faktor sebagai berikut: a). Sifat alami manusia Manusia memiliki sifat selalu merasa kurang terhadap apa yang ia miliki, semakin banyak keinginan yang ia miliki maka semakin banyak kebutuhan yang ingin di penuhi. Contoh: seseorang telah memiliki radio namun Ia akan menginginkan peralatan yang lebih modern seperti hp atau telpon gengam b). Tigkat pendatan Semakin tinggi pendapatan seseorang maka akan semakin banyak kebutuhan yang ingin di penuhi. Contoh: seseorang guru merasa cukup memiliki sepeda motor, sedangkan seorang DPR tidak cukup memiliki sepeda motor saja namun ia harus memiliki mobil yang setara dengan kedudukannya dan gajinya. c). Faktor lingkungan Lingkungan tempat manusia tinggal mendorong manusia untuk bertindak menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dimana Ia tinggal. Contoh: manusia yang tinggal didesa biasanya barang penyesuaian dirinya adalah rumah yang sederhana. Namun seseorang yang tinggal di kota untuk menyesuaikan dirinya di masyarat membutuhkan rumah yang bagus dan bahkan mewah. d). Lingkungan sosial Dalam hidup bermasyarkat budaya dan keadaan sosial sangat berpengaruh kepada perilaku masyarakat. Hal ini dapat menimbukan kebiasaan untuk meniru tingkah laku orang lain. Contoh: seseorang yang meniru seorang artis yang ia kagumi atau yang ia idolakan e). kemajuan teknologi informasi Dengan adanya kemajuan teknologi ,maka informasi tentang barang-barang dengan teknologidan model terbaru dapat dengan mudah di ketahui oleh banyak orang, melalui radio, televise, internet dan media cetak, sehingga orang-orang memiliki rasa ingintau dan memilikinya.

f). Akulturasi budaya Unsur kebudayaan yang satu dapat berpengaruh terhadap kebudayaan yang lain. Dengan masuknya budaya lain terhadap budaya yang sudah ada maka dapat menimbukan kebutuhan yang baru. Contoh: masuknya gaya eropa ke indonesia , Contohnya dalam bidang busana. g). Perdagangan Internasional Dengan perdagangan Internasional, maka akan terjadi perdagangan antar Negara sehingga arus barang akan semakin cepat dan beraneka ragam yang mendorong meningkatkan kebutuhan.

2). Keterbatasan sumber daya Salah satu penyebab terjadinya kelangkaan sumber ekonomi akibat adanya ketidak seimbangan antara kebutuhan manusia dengan faktor-faktor produksi atau sumber ekonomi yang tersedia. Di satu pihak, pada setiap manusia selalu terdapat keinginan yang relatif tidak terbatas untuk menikmati berbagai jenis barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebaliknya di lain pihak suber-sumber ekonomi atau factor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk mengahasilkan barang-barang pemuas kebutuhan tersebut relative sehingga dapat menibulkan kelangkaan. Kelangkaan timbul karena jumlah kebutuhan tidak seimbang dengan alat pemenuhannya. Oleh karena itu, manusia di tuntut untuk menggunakan sumber-sumber daya secara cermat dan tepat serta harus pada hokum kelangkaan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan tertentu orang harus mengorbankan sesuatu terlebih dahulu. 3). Pengalokasian sumber daya Inti sari pengalokasian sumber daya adalah efisiensi dan pemerataan. Efisiensi menunjukan pada kondisi ideal ketika suatu masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat maksimal dari penggunaan segenap sumber daya yang langka. Sedangkan pemerataan menunjukkan pada kondisi ideal ketika pengguna sumber daya yang langka terbagikan secara adil diantara segenap masyarakat Terdapat beberapa sumber daya sebagai berikut: a. Sumber daya manusia Sumber daya manusia di sebut juga tenaga kerja. Tenaga kerja mengarah pada kontribusi terhadap kegiatan produksi yang di berikan oleh para pekerja baik dengan tenaga maupun pikiran. Unsur-unsur pembentuk sumber daya manusia meliputi keahlian, kejujuran, keadilan, dan kekuatan fisik Dalam ilmu ekonomi tenaga kerja mencakup tenaga fisik dan kemampuan mental yang dimiliki oleh manusia. Tenaga kerja juga langka. Misalnya bila semakin banyak tenaga guru yang di hasilkan, akan semakin sedikit insinyur yang di hasilkan sehigga menimbulkan kelangkaan tenaga kerja padahal kebutuhan manusia akan semakin banya dan bergam. b. Sumber daya alam Sumber daya alam sangat terbatas. Misalnya tanah yang sudah digunakan untuk mendirikan bangunan tidak bisa di gunakan untuk yang lain. Dengan demikian factor produksi tanah menjadi langka dan terbatas. c. Sumber daya modal Sumber daya modal adalah semua jenis barang yang digunakan untuk menunjang kegiatan produksi barang-barang lain. Modal terdiri dari mesin-mesin, bangunan, pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain. Jumlah modal sangat terbatas karena kemamuan manusia untuk menghasilkannya terbatas. ). Biaya peluang atau kesempatan Inti masalah ekonomi adalah kebutuhan manusia yang banyak dan beraneka ragam dengan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas jumlahnya. Karena kelangkaan sumber

daya, kita harus selalu memutuskan kenutuhan-kebutuhan apa saja yang harus kita penuhi melalui pilihan-pilihan dari berbagai alternatif yang ada untuk mencapai kepuasan maksimal dalam menkonsumsi barang dan jasa. Pilihan-pilihan yang di buat tentunya berdasarkan pada pertimbangan antara unyung dan rugi dengan membandingkan resiko yang akan di tanggung. Setiap pilihan yang kita ambil berate pengorbanan atas pilihan lain yang menyebabkan timbulnya biaya untuk melakukan hal tersebut. 1. Pengertian biaya peluang Biaya peluang muncul ketika seorang di hadapan beberapa pilihan dam harus memilih salah satunya. Biaya peluang adalah nilai barang dan jasa yang dikorbankan karena memilih alternative kegiatan. Konsep biaya peluang adalah sebuah peringatan bahwa jumlah rupiah yang di keluarkan tidak selalu merupakan biaya yang sesungguhnya. Perlu diketahui bahwa biaya peluang tidak harus berupa uang. Misalnya, setelah lulus sekolah kita membandingkana antara pilihan bekerja atau kuliah dengan uang yang di dapat dengan uang yang di keluarkan. Selain itu juga, kita juga bisa membandingkan pengorbanan lainnya seperti waktu yang di habiskan, kenangan, pergaulan, ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Penghitungan biaya peluang berbeda-beda tergantung dari kondisi dan situasi yang di hadapi orang tersebut. Biaya peluang tidak hanya berlaku untuk individu namun juga berlaku dengan sebuah perekonomian. Untuk melakukan sesuatu proses produksi perlu beberapa alternative alokasi sumber daya tenteang seberapa besar sumber daya alam, manusia, dan modal yang harus di gunakan. 2. Perberdaan biaya peluang dengan biaya sehari-hari Biaya adalah pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu. Biaya dapat berupa pengeluaran dalam bentuk uang atau hal lain yang tidak berkaitan langsung dengan uang. Biaya yang berhubungan dengan uang di sebut sebagai biaya langsung. Biaya langsung sangat berhubungan dengan biaya sehari-hari karena biaya sehari-hari merupakan biaya yang di keluarkan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Perbedaan yang mendasar antara biaya peluang dan biaya sehari-hari adalah sebagai berikiut. Biaya sehari-hari Biaya peluang - Pengorbanan yang harus di lakukan untuk melakukan suatu kegitan ekonomi tanpa memperhitungkan kerugian karena di korbankan kegitan lain - Muncul dari kegiatan apa yang kita lakukan - Biaya yang muncul secara implicit karena kita melakukan sesuatu kegiatan dan pengorbanan kegiatan lain. - Muncul dari kegitan alin yang tidak bisa kita lakukan 3. Menentukan pilihan dari berbagai alternative Jika terjadi kelangkaan sumber daya berarti tidak semua kebutuhan dapat terpenuhi, maka manusia harus menentukan pilihannya. Pilihan yang di buat merupakan suatu keputusan ekonomi yang harus ia ambil guna memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas sebagai akibat dari sumber adanya ekonoi daya yang terbatas. Dalam memilih setiap keputusan ekonomi perlu dibuat sebuah daftar pilihan untuk menentukan mana yang hendak ia putuskan. Setiap kali memutuskan sebuah pilihan ia harus menorbankan pilihan yang ia tidak piih. Untuk mengatasi masalah bagaimana menetapkan pilihan, baik individu, perusahaan maupun Negara mempunyai cara-cara yang berbeda, yaitu sebagai berikut: a. Konsumen/ individu Konsumen dapat membuat daftar urutan barang-barang yang di butuhkan sesuai dengan kepuasan yang sebesar-besarnya dari sumber keuangan yang tersedia. b. Pemilik perusahaan Oleh karena kegiatan perusahaan bertujuan untuk mencari keuntungan, untuk itu mendapatkan keuntungan maksimal harus memperhatikan hal-hal sebagai beriut. 1. Jenis barang dan jasa yang mendatangkan keuntungan 2. Kombinasi jenis dan jumlah factor produksi yang akan meminimalkan ongkos produksi

c. Negara Oleh karena Negara sebagai pelaku kegiatan ekonomi untuk kepentingan umum, makas sumber daya yang tersedia harus diatur penggunaanya oelh pemerintah. Untuk menciptakan kesejahteraan setinggi mungkin, maka semua sumber daya yang kita miliki haruslah di kelola dan dikelolasikan dengan cara yang baik dan seefesien mungkin. Meski demikian, hal itu tidaklah mudah karena sumber memiliki siat keterbatasan. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya tersebut harus di lakukan dengan mempertimbangkan apakah pengalokasiannya akan membawa manfaat bagi masyarakat.

GAMBAR DARI KELANGKAAN

A R T I K E L T E N T A N G KELANGKAAN DISUSUN OLEH: NAMA :MELISA JOJOR GULTOM KELAS :X-5 M.PELAJARAN :EKONOMI

A R T I K E L T E N T A N G KELANGKAAN DISUSUN OLEH : NAMA :HAFIZA ISNANI DAMANIK KELAS :X-2 M.PELAJARAN :EKONOMI