Anda di halaman 1dari 35

FISTULOGRAFI

Cokorda Istri Ariwidyastuti,SST

Pengertian
Pemeriksaan radiologi dgn memasukkan MK pd hollow organ (gastrointestinal tract, bladder) atau tubular structures (bile ducts, ureter). Indikasi fistulografi ialah u/ menampakkan kerusakan atau luka yg diakibatkan o/ postoperative exs pd bile duct dan ureter Fistulous tracks dpt terbentuk dari infection, inflammatory atau tumour lesions serta dr permukaan skin (abscesses, osteomyelitis). Fistulous track dpt ditampakkan dgn memasukkan blunt needle atau small catheter ke dalam mouth of the fistula. Umumnya digunakan water-soluble contrast medium ; barium dpt digunakan pd gastrointestinal tract.

FISTULA
Pengertian:
Saluran tidak normal yg menghubungkan organ-organ bag dlm tubuh yg scr normal tdk berhubungan, atau menghubungkan organ-organ bag dlm dgn permukaan tubuh bag luar abnormal connection atau passageway antara 2 organ epithelium-lined atau vessel yg scr normal tdk berhubungan.

Lokasi Fistula
Diseases of the eye, adnexa, ear, dan mastoid process (H04.6) Lacrimal fistula (H70.1) Mastoid fistula Craniosinus fistula: antara intracranial space dan paranasal sinus (H83.1) Labyrinthine fistula Perilymph fistula: tear antara membran2 yg terletak antara middle and inner ears Preauricular fistula Preauricular fistula: biasanya pd puncak cristae helicis ears

Diseases of the circulatory system Coronary arteriovenous fistula Arteriovenous fistula pd pulmonary vessels Pulmonary arteriovenous fistula: antara artery & vena lungs, menghasilkan aliran blood pd ke2nya. Akibatnya, oxygenated blood yg tdk sempurna. Cerebral arteriovenous fistula Arteriovenous fistula Fistula of artery

Diseases of the respiratory system Pyothorax fistula Tracheoesophageal fistula akibat tracheostomy: antara saluran nafas dan saluran pencernaan.

Diseases of the digestive system Duodeno Biliary Fistula Fistula of salivary gland Fistula stomach and duodenum Gastrocolic fistula Gastrojejunocolic fistula - , fistula terbentuk antara colon transversum dan upper jejunum. Fecal matter masuk dr colon ke dalam lambung dan menyebabkan halitosis. Enterocutaneous fistula: antara intestine & skin surface, biasanya dari duodenum atau jejunum atau ileum. Gastric fistula: dr stomach ke skin surface Fistula of appendix

Anal fistula Anorectal fistula: menghub rectum atau anorectal area lainnya ke skin surface. Menghasilkan abnormal discharge feces melalui lubang lainnya selain anus. Jg disbt fistula-inano. Fecal fistula: see Anorectal Fistula-in-ano Fistula of intestine Enteroenteral fistula: antara two bag intestine Fistula of gallbladder Fistula of bile duct Biliary fistula: menghub bile ducts & skin surface, biasanya diakibatkan gallbladder surgery Pancreatic fistula: antara pancreas & exterior via abdominal wall

Diseases of the urogenital system Vesicointestinal fistula Urethral fistula Innora:antara prostatic utricle dan outside body Fistulae involving female genital tract / Obstetric fistula Vesicovaginal fistula: antara bladder & vagina female urinary-genital tract fistulae Cervical fistula: abnormal opening pd cervix Fistula of vagina to small intestine Enterovaginal fistula: antara intestine & vagina Fistula of vagina to large intestine Rectovaginal: antara rectum dan vagina female intestinal-genital tract fistulae lainnya Female genital tract-skin fistula

Congenital malformations, deformations and chromosomal abnormalities Sinus, fistula & cyst branchial cleft Congenital Preauricular fistula: small pit di dpn ear. Jg disbt Fistula Auris Congenita or Ear Pit. Portal vein-hepatic artery fistula Congenital fistula of lip Congenital fistula of salivary gland Congenital absence, atresia dan stenosis of rectum with fistula Congenital absence, atresia and stenosis of anus with fistula Congenital fistula of rectum and anus Congenital fistulae between uterus and digestive and urinary tracts Congenital rectovaginal fistula

External causes Traumatic arteriovenous fistula Persistent postoperative fistula

Penyebab
Sebagian besar karena infeksi, trauma atau tindakan bedah medis oleh dokter

(Medical Ilustration Team, 2004).

Fistula disebabkan cacat bawaan (kongenital) sangat jarang ditemukan

(Emmet, 1964). Daerah anorektal merupakan tempat (Price,1992).

yang paling sering ditemukannya fistula

Type Fistula
Blind (buntu) ujung dan pangkalnya hanya pada
satu tempat tetapi menghubungkan dua struktur. Complete (sempurna) mempunyai ujung dan pangkal pada daerah internal dan eksternal. Horseshoes (bentuk sepatu kuda) menghubungkan anus dengan satu atau lebih titik pada permukaan kulit setelah melalui rektum. Incomplete (tidak sempurna) yaitu sebuah pipa atau saluran dari kulit yang tertutup dari sisi bagian dalam atau struktur organ.

FISTULA PERIANAL
Fistula perianal merupakan alur
granulomatosa kronik yg berjalan dr anus sampai bag luar kulit anus /dari abses sampai anus atau daerah perianal. Fistula perianal dpt berhub dgn rektum ttp bs jg tdk berhubungan disbt fistula in ano atau fistula anorektal

(Price,1992).

Fistula perianal didahului o/ pembentukan abses.


Abses perianal disebabkan dari infeksi akut dari kelenjar kecil yang terjadi di sebelah anus, kemudian bakteri masuk ke jaringan dan menembus kelenjar. Setelah abses mengering, terbentuk lubang yang menghubungkan kelenjar anal dari tempat abses terbentuk ke kulit, sehingga pada permukaan kulit terbentuk luka. Lubang yang menghubungkan kelenjar anal dari tempat abses terbentuk ke kulit disebut fistula

perianal (Christian, 2004).

Gejala abses & fistula perianal meliputi nyeri konstan atau terus menerus, disertai bengkak pd t4 tersebut. Gejala lain yaitu adanya iritasi kulit di sekitar anus, nanah mengalir yang sering kali menimbulkan rasa sakit, demam, dan tubuh terasa lemas

(Christian, 2004).

Tempat abses dan fistula anorektal

Prosedur Pmx
Pemeriksaan fistula tergantung dari lokasinya, dapat didiagnosa dengan beberapa macam pemeriksaan diagnostik yang sering dilakukan untuk pemeriksaan pada peradangan penyakit usus, seperti pemeriksaan barium enema, colonoscopy, sigmoidoscopy, endoscopy dan dapat juga didiagnosa dengan pemeriksaan fistulografi (Wake Forest University School of

Medicine Division of Radiologic Sciences, 2001).

Persiapan Pasien
Pada pemeriksaan fistulografi tidak memerlukan persiapan khusus, hanya pada daerah fistula terbebas dari bendabenda radioopaque yang dapat menganggu radiograf (Bryan, 1979). Apabila pemeriksaan untuk fistula pada daerah abdomen maka saluran usus halus terbebas dari udara dan fekal material

(Ballinger, 1999).

Alat dan bahan yang harus dipersiapkan sebelum dilakukan pemeriksaan antara lain (Ballinger, 1999) : Pesawat sinar-x yang dilengkapi flluoroskopi Film dan kaset sesuai dengan kebutuhan Marker R dan L Apron Sarung tangan Pb Cairan saflon Peralatan steril meliputi : duk steril, kateter, spuit ukuran 5 ml-20 ml, korentang, gunting, hand scoen, kain kassa, jeli, abocath, duk lubang. Alkohol Betadine Obat anti alergi Media kontras jenis water soluble yaitu iodium.

Teknik Pmx
Sebelum media kontras dimasukkan terlebih dahulu dibuat plan foto dgn proyeksi Antero Posterior (AP), MK dimasukkan dgn kateter atau abocath melalui muara fistula yang diikuti dengan fluoroskopi. Kemudian dilakukan pemotretan pada saat media kontras disuntikkan melalui muara fistula yang telah mengisi penuh saluran fistula. Hal ini dapat dilihat pada layar fluoroskopi dan ditandai dengan keluarnya media kontras melalui muara fistula

(Ballinger, 1995).

Jumlah media kontras yang dimasukkan tergantung dari luas muara fistula.

Pemasukan media kontras


Tujuan pemasukan media kontras adalah untuk memperlihatkan fistula pada daerah perianal. Pemasukan media kontras dimulai dengan membersihkan daerah sekitar fistula dengan betadine. Media kontras dimasukkan ke dalam muara fistula kirakira sedalam 2-3 cm secara perlahan-lahan melalui kateter yang sudah diberi jeli dan diikuti dengan fluoroskopi. Kemudian media kontras disuntikan perlahan-lahan sehingga media kontras masuk dan memenuhi lubang fistula yang di tandai dengan menetesnya media kontras dari lubang fistula. (Ballinger, 1995).

Proyeksi Pmx Pd Perianal Fistula


Proyeksi Antero Posterior (AP)
Posisi pasien supine di atas meja periksaan, kedua tangan diletakkan di atas dada dan kedua kaki lurus. Pelvis simetris terhadap meja pemeriksaan. Kedua kaki endorotasi 150-200, kecuali jika terjadi fraktur atau dislokasi pada hip joint. Sinar vertikal tegak lurus kaset, central point pada pertengahan kedua krista iliaka dengan FFD 100 cm. Eksposi pada saat pasien tahan nafas.

Proyeksi Lateral
Penderita diatur miring di salah satu sisi yang akan difoto dgn kedua lengan ditekuk ke atas sebagai bantalan kepala. Mid Sagital Plane sejajarmeja pemeriksaan, dan bidang axial ditempatkan pada pertengahan meja pemeriksaan. Spina iliaka AP sesuai dengan garis vertikal sehingga tidak ada rotasi dari pelvis. Central Point pada daerah perianal kira-kira Mid Axila Line setinggi 2-3 inchi di atas simfisis pubis, sinar vertikal tegak lurus terhadap kaset dan FFD 100 cm. Eksposi pada saat pasien tahan nafas.

Proyeksi Oblik
Posisi pasien prone di atas meja pemeriksaan, tubuh dirotasikan ke salah satu sisi yang diperiksa yang menunjukan letak fistula kurang lebih 45o terhadap meja pemeriksaan. Lengan yang dekat kaset diatur di bawah kepala untuk bantalan kepala sedangkan lengan yang lain diatur menyilang di depan tubuh. Kaki yang dekat kaset menempel meja pemeriksaan, kaki yang lain ditekuk sebagai penopang tubuh. Pelvis diatur kurang lebih 45o terhadap meja pemeriksaan. Untuk fiksasi, sisi pinggang yang jauh dari kaset diberi penganjal. Sinar diatur vertikal tegak lurus terhadap kaset dan central point pada daerah perianal kurang lebih 2-3 inchi di atas simfisis pubis, tarik garis 1 inchi tegak lurus ke arah lateral. FFD diatur 100 cm. Eksposi pada saat pasien tahan nafas.

Proyeksi Axial Metode Chassard-

Lapine

Posisi pasien duduk di atas meja pemeriksaan sehingga

permukan posterior lutut menyentuh ujung tepi meja pemeriksaan kemudian kedua tangan lurus ke bawah menggenggam lutut. Pasien membungkukan punggung semaksimal mungkin sampai simfisis pubis menyentuh meja pemeriksaan, sudut yang dibentuk antara pelvis dgn sumbu vertical kira-kira 45o. Sinar vertikal tegak lurus kaset dengan central point melalui daerah lumboskral menembus trokhanter mayor. Bila fleksi tubuh terbatas central point diarahkan dari anterior obyek tegak lurus menuju bidang koronal dari simfisis pubis. FFD diatur 100 cm.

Proyeksi Taylor
Pasien supine di atas meja pemeriksaan dengan

kedua tangan iletakan di atas dada dan kedua kaki lurus. Pelvis diatur sehingga true Antero-Posterior yaitu kedua krista iliaka ka dan ki berjarak sama terhadap meja pemeriksaan dan Mid Sagital Plane berada di pertengahan meja pemeriksaan. Sinar menyudut 30o ke cranial, central point pada 2 inchi di bawah batas atas dari simfisis pubis. FFD diatur 100 cm. Eksposi pada saat pasien tahan nafas.

Tujuan Pmx
Proyeksi Antero Posterior (AP)
Proyeksi AP pre pemasukan media kontras bertujuan u/ melihat struktur anatomi, persiapan pasien & penentuan faktor eksposi yang tepat. Sedangkan Proyeksi AP post pemasukan media kontras bertujuan u/ mengetahui arah fistula apakah mengarah ke kanan atau ke kiri serta untuk melihat penampang fistula dari depan.

Proyeksi Lateral Bertujuan u/ memperlihatkan arah fistula apakah mengarah ke depan atau ke belakang. Proyeksi Oblik Bertujuan u/ melihat hub antara fistula yg satu dgn fistula yg lain jika kemungkinan terdapat beberapa fistula. Proyeksi ini juga dapat memperlihatkan kedalaman fistula yang mengarah ke samping.

Terima Kasih