Anda di halaman 1dari 2

1) Mengembangkan pemikiran tentang pembangunan PLTA Baraka, Mamuju MAKASSAR, AJPNews -- Pemerintah Norwegia, melalui Deputi Perminyakannya, rencananya

akan segera melakukan kunjungan ke Sulsel, sebagai bagian dari perencanannya untuk membangun proyek Pembangkit Listrik tenaga Air (PLTA), dalam waktu dekat ini. Keinginan pemerintah Norwegia untuk berinvestasi di sektor kelistrikan itu, diungkap Deputi Perminyakan Pemerintah Norwegia, Ane Hansdetter Kismul, Sabtu malam, (24/11) di rumah jabatan Gubernur Sulsel. "Rencananya di Kabupaten Enrekang, akan dibangun PLTA yang lebih besar. Mereka (alon investor) terkagum-kagum mendengar peningkatan daya listrik Sulsel yang tahun 2008 lalu hanya 420 MW dan meningkat pada tahun 2011 mencapai 826 MW," beber Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang usai menerima Ane Hansdetter Kismul. Agus menjelaskan, peningkatan penggunaan daya listrik di Sulsel yang begitu cepat, tak lepas dari pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas rata-rata nasional. Untuk triwulan 2012 saja, lanjut mantan Ketua DPRD Sulsel itu, sudah mencapai 8,46 persen. Kunjungan deputi perminyakan Norwegia ke Sulsel merupakan rangkaian kunjungannya di Jakarta pada September lalu. Saat di Jakarta waktu itu, Pemerintah Norwegia menyatakan minatnya untuk berinvestasi pada pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sulsel. Alasannya, sumber daya air di wilayah Sulsel melimpah. Ketersediaan sumber daya air ini dianggap salah satu pertimbangan utama. Pertemuan saat itu, juga merupakan program Ambassador Norwegia dengan tujuan kerja sama antara dua pihak bisa tercapai. Sulsel sangat membutuhkan teknologi tenaga air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sedangkan Norwegia merupakan produsen terbesar untuk pembangunan PLTA. Dutabesar Norewegia saat itu diterima langsung oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa. Sekretaris Deputi Perminyakan, Mrs Ane Hansdetter Kismul mengatakan, mulai pekan ini, pihaknya bersama sejumlah pimpinan perusahaan listrik di Norwegia akan melakukan kunjungan di beberapa wilayah, termasuk di Enrekang. "Kita akan lihat dulu, setelah itu kita berinvestasi. Yang jelas, Sulsel memiliki potensi besar untuk bidang kelistrikan. Apalagi hal ini ditopang dengan sumber daya alamnya yang baik," kata Mrs Ane. Ia juga menilai, Sulsel sangat terkenal dengan hydro power, sudah sebagian besar listriknya

disuplai dari hydro power. Makanya pihaknya sangat tertarik untuk mengembangkan itu. Sekadar diketahui, Kabupaten Enrekang memiliki topografi pegunungan dan diapit oleh berbagai sungai besar sehingga memiliki potensi investasi sektor kelistrikan yang cukup cerah. Salah satunya, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sejumlah investor juga pernah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Enrekang, terutama PLTA. Keinginan para investor itu, sudah mendapat lampu hijau dari PLN yang siap mempermudah segala urusan bagi investor yang ingin berinvestasi di Enrekang, khususnya PLTA. Rencana kerjasama dengan investor asal Norwegia, juga dibenarkan Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung. Ia pernah mengatakan, saat ini, Pemkab Enrekang telah melakukan kerja sama dengan empat investor di bidang PLTA. "Ada beberapa investor besar, yakni dari Norwegia dan China joint dengan Singapura serta dua lainnya investor dalam negeri," tuturnya. Investor dari Norwegia itu, jelas La Tinro, siap membangun PLTA berkapasitas 250 megawatt (MW) di Bonto Batu, Baraka dan investor dari China akan membangun PLTA berkapasitas 2100 MW di Sungai Saddang, Desa Buntu Batu, Kecamatan Enrekang. Sementara investor kecil akan membangun PLTA masing-masing berkapasitas 3 MW dan 10 MW di Kecamatan Bungin. Semua ini masih dalam tahap proses perampungan administrasi.

* Hidrologi: dalam ilmu teknik sipil adalaha ilmu yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, dam, irigasi, waduk/bendungan, kanal.