Anda di halaman 1dari 2

Risky Febrian - 170210110049 (A)

GLOB - T04 - STRUCTURE - A - 170210110049 - RISKY FEBRIAN

Hibridisasi Diaspora Lebanon dengan Kultur Lokal di Brazil

Populasi penduduk Brazil yang dapat diidentifikasi sebagai keturunan Lebanon berjumlah antara 7-10 juta orang. Jumlah imigran Lebanon di Brazil ini lebih besar daripada 3.5 juta jumlah keseluruhan populasi di Lebanon. Gelombang pertama kedatangan mereka ke Brazil dimulai pada akhir abad 19. Kedatangan mereka disebabkan oleh krisis ekonomi dan instabilitas politik. Saat itu, sekitar 130 ribu orang Lebanon berimigrasi ke Brazil. Sebanyak 600 ribu-900 ribu orang Lebanon bermigrasi ke Brazil saat pecah perang sipil tahun 1975-1990. Saat ini, keturunan Lebanon yang ada di Brazil sudah sampai generasi ke tiga dan empat. Imigran Lebanon datang dengan komposisi religius yang cukup plural. 65% diantara mereka penganut Katolik, 20% beragama Kristen Yunani Ortodoks, dan 15% sisanya Muslim dan Druze. Mereka terkonsentrasi di kota Sao Paolo, Rio de Janiero dan beberapa kota lain. Seiring dengan keberadaannya di Brazil, keturunan Lebanon ikut mewarnai keragaman kultural dan terlibat dalam proses integrasi masyarakat Brazil. Tidak seperti di Indonesia di mana keturunan Arab membentuk komunitas yang eksklusif, keturunan Arab (Lebanon) di Brazil cenderung lebih inklusif dengan budaya lain. Sedari kecil, para orang tua Lebanon memilihkan sekolah umum Brazil sebagai tempat belajar anakanak mereka. Mereka juga memilih untuk tinggal bersama-sama dalam satu kawasan multikultur. Perkawinan dengan komunitas lain merupakan hal yang lumrah. Bahkan perkawinan antara sesama keturunan Lebanon makin jarang terjadi. Sehingga tak heran saat ini, sulit dijumpai generasi muda keturunan Lebanon yang mampu berbicara bahasa Arab. Globalisasi semakin membuat identitas sosial komunitas Lebanon bersifat cair, elastis, dan sangat inklusif. Meski demikian, identitas

Globalisasi: Isu dan Kontroversi

Risky Febrian - 170210110049 (A)

Lebanon terbukti tetap mengakar pada diri mereka. Pencarian akan identitas utama berarti berarti upaya untuk menggali akar budaya masa lalu sekaligus mencari identitas masa depan (Hyndman Rizik dalam Tabar, 2010). Hal ini berjalan sebagai sebuah proses menjadi berkelanjutan dan bergerak menuju hibriditas. Hadirnya Globalisasi memungkinkan proses interaksi antar manusia terajut lebih intens. Di Brazil, keturunan Lebanon mampu untuk beradaptasi dengan kondisi lokal yang bergerak ke arah hibriditas budaya, membentuk budaya baru tanpa mengeliminir identitas budaya asal.

Globalisasi: Isu dan Kontroversi