Anda di halaman 1dari 40

(ALBERT EINSTEIN)

SAYA BERPIKIR DAN TERUS BERPIKIR SELAMABERMINGGUMINGGU,BERBULANBULAN, BERTAHUN-TAHUN. SEMBILAN PULUH SEMBILAN KALI KEPUTUSAN YANG SAYA BUAT SELALU SALAH. BARU PADA KEPUTUSAN YANG KESERATUS KALILAH SAYA BENAR

UNSUR-UNSUR HALOGEN Halogen = Pembentuk Garam

( F) (Cl) (Br) m (I) in (At)

STRUKTUR ELEKTRON HALOGEN 9F (He) 2s2 2p5

17Cl (Ne) 3s2 3p5 35Br ( Ar) 4s2 4p5 53I (Kr) 5s2 5p5

85At (Xe) 6s2 6p5

SIFAT-SIFAT HALOGEN
Termasuk golongan VII A, karena mempunyai tujuh elektron terluar ns2 np5 Keelektronegatifan tinggi (mudah sekali menangkap elektron) Unsur non logam yang sangat reaktif (di alam tidak ada unsur bebasnya) Oksidator kuat (mudah mengalami reduksi) Bereaksi dengan semua logam , membentuk garam yang berikatan ion Bereaksi dengan sesama bukan logam, membentuk senyawa kovalen Unsur-unsur halogen berwujud molekul dwiatom (X2)

SIFAT-SIFAT FISIS UNSUR HALOGEN


Sifat
Rumus Molekul Warna/wujud Titik leleh (0C) Titik didih (0C) Energi ionisasi (kJ/mol) Jari-jari kovalen (A0) Jari-jari ion (A0)

Unsur halogen
Fluorida F2 Kekuningan gas -220 -188 1680 0,71 1,36 Klorida Cl2 Kehijauan gas -101 -34 1250 0,99 1,81 Bromida Br2 Merah tua cair -7 59 1140 1,14 1,95 Iodida I2 Ungu padat 114 184 1000 1,33 2,16

Unsur halogen Sifat


Keelektronegatifan Energi ikatan X-X (kj/mol) Energi ikatan H-X (kj/mol) Kerapatan (g/cm3) Potensial reduksi standar (V) Fluorida 4,0 158 Klorida 3,0 242 Bromida 2,8 193 Iodida 2,5 1010

562

431

366

299

1,1 3,01

1,5 1,36

3,0 1,07

5,0 0,54

KELARUTAN UNSUR-UNSUR HALOGEN


a. Kelarutan Fluor (F2) Fluor jika dilarutkan dalam air akan mengoksidasi air Reaksinya : F2(g) + 2 H2O(l) 4HF(aq) + O2(g) HF yang terbentuk dapat bereaksi dengan kaca (mengetsa kaca) Reaksinya : 4 HF(aq) + SiO2(s) SiF4(s) + 2 H2O(l) Larutan F2 dalam air atau larutan HF tidak dapat disimpan dalam botol yang terbuat dari kaca

b. Kelarutan Klor dan Brom Klor dan Brom dapat larut baik dalam air

Jika ke dalam larutan ini dimasukan suatu reduktor, maka klor/brom dapat bertindak sebagai oksidator langsung. Contoh : Cl2(g) + Fe2+(aq) Fe3+(aq) + 2Cl-(aq) (langsung) Br2(g) + H2S(g) 2 HBr(aq) + S (langsung)
Cl2(g) + 2 H2O(l) + SO2(g) 2 HCl(aq) + H2SO4(aq)

(tak lansung)

c. Kelarutan Iodium (I2) Iodium sukar larut dalam air. Larutan Iodium dalam pelarut yang mengandung oksigen akan berwarna kuning coklat. Pada pelarut yang tidak mengandung oksigen berwarna ungu. Iodium mudah larut dalam larutan yang mengandung I- karena membentuk poliiodida (I3-) Contoh : I2(s) + KI(aq) KI3(aq) I2(s) + HI(aq) HI3(aq) Poliiodida yang terbentuk mudah terurai lagi menjadi Iodida dan I2 hingga poliiodida seolah-olah sebagai larutan biasa.

DAYA OKSIDASI HALOGEN


Data harga E0 dari unsur-unsur halogen : F2 + 2e 2FE0 = + 2,87 volt Cl2 Br2 I2 + + + 2e2e2e 2Cl2Br2IE0 = + 1,36 volt E0 = + 1,07 volt E0 = + 0,54 volt

Berdasarkan data E0 urutan daya oksidasi halogen adalah: F2 > Cl2 > Br2 > I2

lanjutan Halogen dapat mengoksidasi halogen dibawahnya, tetapi tidak mampu mengoksidasi halogen di atasnya Contoh : F2(g) + 2Cl-(aq) 2F-(aq) + Cl2(g) Cl2(g) + 2F-(aq) tidak terjadi reaksi

atau, Cl2(g) + 2 KBr(aq) 2 KCl(aq) + Br2(g) Cl2(g) + 2KF(aq) tidak terjadi reaksi

ASAM-ASAM HALOGEN

a. ASAM HALIDA (HX)

HF HCl HBr HI

= = = =

Asam Fluorida Asam Klorida Asam Bromida Asam Iodida

KEKUATAN ASAM HALIDA


Kekuatan Asam Halida bergantung pada kekuatan ikatan antara H dan X atau kemudahan senyawa halida dalam memutuskan ikatan antara H dan X Semakin ke atas dalam satu golongan VIIA, ikatan antara atom H dan X semakin kuat sehingga molekul HX yang terbentuk cukup stabil dan hanya sedikit menghasilkan ion H+ .Jadi HF merupakan asam terlemah dan hanya HF yang termasuk asam lemah. Semakin ke bawah dalam satu golongan VIIA,ikatan antara atom H dan X semakin lemah sehingga semakin mudah putus dan mudah menghasilkan ion H+ . Jadi senyawa HI merupakan asam terkuat. Urutan kekuatan asam HF < HCl < HBr < HI HF asam lemah, HCl, HBr dan HI asam kuat

TITIK DIDIH ASAM HALIDA

Titik didih asam halida memiliki urutan sebagai berikut : HF > HI > HBr > HCl Titik didih HF paling tinggi karena memiliki ikatan hidrogen.

PEMBUATAN ASAM HALIDA

Senyawa HF dan HCl dapat dibuat di laboratorium dengan cara mereaksikan garam halida (NaF, CaCl2) dengan asam sulfat pekat dan dipanaskan sesuai dengan persamaan reaksi : 2NaF + H2SO4 Na2SO4 + 2HF CaCl2 + H2SO4 CaSO4 + 2HCl

PEMBUATAN HBr dan HI


HBr dan HI tidak dapat dibuat dengan cara mereaksikan dengan H2SO4 , karena Br- dan I- akan dioksidasi oleh H2SO4 pekat sesuai dengan reaksi : 2NaBr + H2SO4 Na2SO4 + Br2 + MgI2 + H2SO4 MgSO4 + I2 + H2O H2O

Untuk Pembuatan HBr dan HI digunakan pereaksi H3PO4 sesuai dengan persamaan reaksi : 3 NaBr + H3PO4 Na3PO4 + 3 HBr 3 MgI2 + 2 H3PO4 Mg3(PO4)2 + 6 HI

b. ASAM OKSI HALIDA

Asam oksihalida adalah asam yang mengandung oksigen sehingga halogen memiliki bilangan oksidasi positif (+1, +3, +5, dan +7). Pada halogen bilangan oksidasi positif hanya berlaku untuk Cl, Br, dan I , sedangkan F tidak.

Pembentukan asam oksihalida dari reaksi halogen dengan air adalah sebagai berikut: X 2O X 2O 3 X 2O 5 X2O7 + + + + H2O H2O H2O H2O 2 HXO 2 HXO2 2 HXO3 2 HXO4

BEBERAPA ASAM OKSIHALIDA


Bilangan Oksidasi

Fluor FF2 -

Klor ClCl2 HClO HClO2 HClO3 HClO4

Brom BrBr2 HBrO (HBrO2) HBrO3 (HBrO4)

Iod II2 HIO (HIO2) HIO3 (HIO4)

-1 0 +1 +3 +5 +7

CARA PENAMAAN ASAM OKSIHALIDA


ASAM OKSIHALIDA HXO = asam hipohalit HXO2 = asam halit HXO3 = asam halat HXO4 = asam perhalat ASAM OKSIKLORIDA HClO = asam hipoklorit HClO2 = asam klorit HClO3 = asam klorat HClO4 = asam perklorat

KEKUATAN ASAM OKSIHALIDA

Semakin banyak jumlah atom oksigen pada asam oksihalida, sifat asam semakin kuat sehingga urutan kekuatan asam adalah : HClO4 > HClO3 > HClO2 > HClO

ALBERTS EINSTEIN

TIADA MANUSIA YANG TIDAK BUTUH BELAJAR, SEKALIPUN IA DEKAT DENGAN KEMATIAN

REAKSI-REAKSI KIMIA 1. Reaksi dengan unsur logam 2 Na + Cl2 2 NaCl Mg 2 Li 2 Fe + + + I2 F2 Cl2 MgI2 2 LiF 2 FeCl3

2. Reaksi dengan unsur nonlogam H2 + F2 2 HF (cepat dan terjadi ledakan ) H2 + Cl2 2 HCl (cepat dan terjadi ledakan) Reaksi Br2 dan I2 dengan hidrogen berlangsung lambat

3. REAKSI DENGAN UNSUR METALOID Unsur halogen dapat bereaksi dengan silikon, sesuai dengan persamaan reaksi : Si + X2 SiX4 4. Reaksi dengan unsur gas mulia Xe + F2 XeF2 Kr + F2 KrF2 5. Senyawa antar halogen m X2 + n Y2 2 XmYn Senyawa ini dapat terbentuk jika X kurang elektronegatif daripada Y sehingga bilangan oksidasi X positif dan Y negatif

Halogen dapat bereaksi dengan basa kuat


a. Pada suhu rendah, membentuk halida dan hipohalit Cl2 + 2 NaOH NaCl + NaOCl + H2O b. Pada suhu tinggi, membentuk halida dan halat 3 Cl2 + 6 NaOH 5 NaCl + NaClO3 + 3 H2O

PEMBUATAN HALOGEN
1. Pembuatan F2 (secara industri) Dengan mengelektrolisis HF dalam KF cair pada tempat yang terbuat dari logam monel (paduan Cu dan Ni) Reaksinya :
Elektrolisis

2 KHF2

H2 + F2 katoda Anoda F2 tidak dapat dibuat dengan cara mengoksidasi HF, karena F2 oksidator kuat (F2 bereaksi dengan H2O yang terbentuk) 2HF + O2 H2O + F2 F2 + H2O 2 HF + O2

2 KF +

2. Pembuatan Cl2, Br2 dan I2 di laboratorium


DiLaboratorium halogen dibuat dengan mengoksidasi ion Xmenjadi X2 : a. Memanaskan campuran garam halida dan MnO2 dalam suasana asam : 2NaX + MnO2 + 3 H2SO4 2NaHSO4 + MnSO4 + 2H2O + X2 b. Mereaksikan asam halogen pekat dengan KMnO4 2KMnO4 + 16HX 2MnX2 + 2 KX + 8 H2O + 5 X2

PEMBUATAN GAS KLOR

NaCl

MnO2 +

H2SO4 2NaHSO4 + MnSO4 + 2H2O + Cl2

PEMBUATAN GAS BROM

NaBr

MnO2 +

H2SO4 2NaHSO4 + MnSO4 + 2H2O + Br2

PEMBUATAN GAS IODIUM

KI

MnO2 +

H2SO4 2NaHSO4 + MnSO4 + 2H2O + I2

PEMBUATAN HALOGEN DI INDUSTRI

1000 0 C 800 0 C