Anda di halaman 1dari 153

INPUT DATA : fc'

fy
L1
L2

=
=
=
=

31.5
315
6
5.5

Mpa
Mpa
m
m

Lokasi Bangunan Zone


Kedalaman tanah Keras
Tujuan Bangunan

H1 =
H2 =

5
5

= II
= -2.5
= sekolah
beban hidup

m
m

250 kg/m

STRUKTUR BETON II

GBR RENCANA

GAMBAR RENCANA

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

GBR DENAH

STRUKTUR BETON II

5.50 m

5.50 m

5.50 m

B
6.00 m

6.00 m

6.00 m

DENAH LANTAI 1 DAN 2

Muh Fajrin Wahab/D11107627

GBR DENAH

5m

5.00 m

STRUKTUR BETON II

6.00 m

6.00 m

6.00 m

5m

5.00 m

POTONGAN A - A

5.50 m

5.50 m

5.50 m

POTONGAN B - B

Muh Fajrin Wahab/D11107627

GBR DENAH

STRUKTUR BETON II

5.50 m

B3

B2

B1

B2

5.50 m

B3

B4

5.50 m

B2
B5

B6
B3

B2

B3

B2
B5

B6
B5

B2

B4
B5

B2

B2

B3

B1

B3

6.00 m

6.00 m

6.00 m

DENAH BALOK

ATAP

5.00 m

ATAP

5m

LANTAI 2

LANTAI 1
6.00 m

6.00 m

6.00 m

POTONGAN A - A

Muh Fajrin Wahab/D11107627

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 6

I. PERENCANAAN AWAL (PRELIMINARY DESIGN)


I.1. DIMENSI BALOK
Untuk perhitungan, tebal pelindung/selimut beton menurut SNI 2002 hal 43,
untuk balok = 40 mm = 4 cm
Sedangkan untuk perencanaan tinggi balok (hmin) yang fy-nya selain dari
harus dikalikan dengan (0,4 + fy/700), Contoh fy =240, maka :
faktor penggandanya = (0,4 + 240/700) = 0,9071.

400 Mpa nilainya

Untuk perhitungan lebar balok berdasarkan hubungannya dengan dmin yang ekonomis
adalah = hmin - selimut beton, yaitu :
dmin = (1,5 - 2,0) . B
diambil b = dmin/1,5.
Lihat denah balok untuk lantai 2 berdasarkan SK SNI 03-XXXX-2002 tabel 8 hal 63 :
a. Untuk Balok B1, dan B5
Diketahui L =
L
21

6000 mm
6000
21

dmin

=
=
=

hmin
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
24.286 - 0.5
.
1.5 0.8 4
18.736 cm

dmin
1.5

18.736
1.5

0.4

315
700

hmin

Asumsi dua ujungnya menerus.

12.490

Jadi ukuran baloknya adalah b x h =

242.857

mm

cm

f 8 - 10
hmin

dmin

f 15 - 12

cm
12.490

24.286

d'

24.286

cm2

b. Untuk Balok B2
Diketahui L =

5500 mm

hmin

L
18.5

dmin

=
=
=

hmin
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
25.270 - 0.5
.
1.5 0.8 4
19.720 cm

dmin
1.5

5500
18.5

Asumsi satu ujungnya menerus.


.

19.720
1.5

0.4

Jadi ukuran baloknya adalah b x h =

315
700

13.147

252.703

mm

25.270

cm

cm
13.147

25.270

cm2

Muh Fajrin Wahab/D11107627

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 7

c. Untuk Balok B3
Diketahui L =

6000 mm
6000
18.5

Asumsi satu ujungnya menerus.

hmin

L
18.5

dmin

=
=
=

hmin
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
27.568 - 0.5
.
1.5 0.8 4
22.018 cm

dmin
1.5

22.018
1.5

0.4

315
700

14.678

Jadi ukuran baloknya adalah b x h =

275.676

mm

27.568

cm

22.262

cm

cm
14.678

27.568

cm

d. Untuk Balok B4 dan B6


Diketahui L =
L
21

5500 mm
5500
21

Asumsi dua ujungnya menerus.


.

dmin

=
=
=

hmin
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
22.262 - 0.5
.
1.5 0.8 4
16.712 cm

dmin
1.5

16.712
1.5

0.4

315
700

hmin

11.141

Jadi ukuran baloknya adalah b x h =

222.619

mm

cm
11.141

22.262

cm2

Tabel Rekapitulasi Ukuran Balok


BALOK
UKURAN BALOK (cm2)
B1 dan B5
B2
B3
B4 dan B6

12.4905
13.1468
14.6784
11.1413

x
x
x
x

24.2857
25.2703
27.5676
22.2619

Dalam perencanaan konstruksi, biasanya diambil ukuran balok yang seragam.


Ketentuan pengambilan ukuran balok yang sama yaitu sekurang-kurangnya diambil
sama dengan ukuran balok yang terbesar :
14.6784
x 27.5676 .
Tapi dengan mempertimbangkan nilai fy dan fc', kami kami mengambil ukuran balok
sebesar (b x h) :
- Untuk lantai atap

20

30

- Untuk lantai dua

20

30

cm2
cm2

Muh Fajrin Wahab/D11107627

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 8

I.2. TEBAL PLAT


Menurut SK SNI -XXXX-2002 hal 65 - 66 :
" tebal dari plat dengan balok yang menghubungkan tumpuan pada semua sisinya harus memenuhi :
1.
Untuk m yang sama atau lebih kecil dari 0.2 harus menggunakan tebal pelat minimum pelat tanpa balok
interior yang menghubungkan tumpuan-tumpuan dan mempunyai ratio bentang panjang terhadap bentang
yang tidak lebih dari dua harus memenuhi ketentuan tabel diatas dan
_ pelat tanpa penebalan tidak boleh kurang dari 120 cm
_ pelat dengan penebalan tidak boleh kurang dari 100 cm
2.
Untuk m lebih besar dari 0.2 tapi tidak lebih dari 2.0 ketebalan pelat minimum harus memenuhi:
h = Ln ( 0.8 + fy /1500 )
36 + 5 ( m - 0.2)
dan tidak boleh kurang dari 120 mm
3.
Untuk m lebih besar dari 20 mm ketebalan pelat mininmum tidak boleh kurang dari :
h = Ln ( 0.8 + fy/1500 )
36 + 9
dan tidak boleh kurang dari 90 mm.
4.
pada tepi yang tidak menerus, balok tepi harus mempunyai rasio kekakuan tidak kurang dari 0.8, atau
sbg alternatif ketebalan minimum yang ditentukan persamaan ( 1 ) dan persamaan ( 2 ) harus dinaikan
paling tidak 10 % pada panel dengan tepi yang tidak menerus
Syarat :

t2 < t1 < t3

Dalam segala hal tebal minimum plat tidak boleh kurang dari harga berikut :
Untuk am < 2,0
Untuk am >= 2,0

B3

B5

Panel 3
B4

...................120 mm
...................90 mm

Panel 4
B6

B3

6.00 m

B2

5.50 m

Panel 2
B2

B3

5.50 m

LL = Bentang panjang
LS = Bentang pendek

B5

Panel 1
B2

B4

B1

6.00 m

x
Plat - plat diwakili oleh panel seperti gambar diatas.
tinjauan balok tepi dan balok tengah :
Memanjang : arah x
Melintang : arah y

Muh Fajrin Wahab/D11107627

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 9

Menurut SKSNI 03-XXXX-2002 hal 131, dimana pada konstruksi monolit atau komposit
penuh, suatu balok mencakup bagian dari plat pada tiap sisi balok sebesar proyeksi balok yang
berada diatas atau di bawah plat, diambil yang terbesar, tetapi tidak boleh lebih besar dari 4 X
tebal plat, seperti pada gambar sbb:
hw <= 4 t
bw + 2 hw <= bw + 8 t
t

t
h

hw

hw

bW

bW

Sebenarnya bagian - bagian kecil dari plat (flans balok) yang telah diperhitungkan dalam balok
tidak bolah diperhitungkan untuk Is, tapi ACI mengizinkan penggunaan lebar total portal Eqivalen
dalam perhitungan Is, sehingga :
a =

Ecb . Ib
Ecs . Is

Lebar efektif balok pinggir diambil nilai terkecil :


( h - t ) <= 4 t
Lebar efektif balok tengah / dalam (Balok T) harus diambil nilai terkecil :
2 ( h - t ) <= 8 t
Momen Inersia dari penampang balok dengan flans terhadap sumbu pusat ialah :
Ib =

bw . h3
12

Dimana :

2
bE
t
t
t

4
6

+
4



+
bw
h
h
h

K :=
bE
t
1+
- 1
h = tinggi total balok
t = lebar total plat
bw
h

1+

bE
t 3
1


bw
h

bw = lebar efektif flans


bE = lebar badan balok

suatu tetapan tanpa dimensi sebagai fungsi dari


Momen Inersia plat :

bE
bw

dan

t
h

1
. L . t3
12
Rasio kekakuan lentur balok ( Ecb . Ib ) terhadap kekakuanlentur plat ( Ecs . Is ) dengan lebar
yang dibatasi dalam arah lateral oleh suatu sumbu dari panel yang berbatasan ( bila ada ) pada tiap
sisi balok, yaitu :
Ecb . Ib
Ecb = Modulus elastisitas balok beton
a =
Ecs . Is
Ecs = Modulus elastisitas plat beton
Ib =

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 10

A. Perhitungan a balok pada plat / panel

a. Balok tepi melintang (untuk balok B 2 dan B 4 )


Ditaksir tebal plat t =
Lebar efektif bE =
=
Atau
bE =
=
38 cm

12
bw
20
bw
20

cm
+ (h - t)
+ . ( 30
+ 4 t
+ 4 . 12 =

12 )

68

cm

38

cm

(terkecil)

12 cm
30 cm

20 cm

20 cm

K :=

20

K =

30

30

1
K =
=

0.360
1.360

38
20

30

20

30

12
30

2.2976

1.34348

Ib =

Is =

580 cm
600 cm

2
3
bE
t
t + 4 t + b E - 1 t
1

4
6


h
h
bw
h
bw
h
bE
t
1+
- 1

38
12
38
12
b w 12 + 4 h . 12
- 1 .
. 4 - 6 .
+
- 1 .

1+

580 cm
600 cm

L
2

bW

t3

12
Ecb .Ib
Ecs .Is

h3

.
12
600
2

12

12
60456.7
43200

1.34348

43200

20

.
12

30

1.3994608

cm4
Ecb = Ecs

60457

cm4

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 11

b. Balok tepi memanjang (untuk balok B 1 dan B 3 )


Ditaksir tebal plat t =
Lebar efektif bE =
=
Atau
bE =
=
38 cm

12
bw
20
bw
20

cm
+ (h - t)
+ . ( 30
+ 4 t
+ 4 . 12 =

12 )

68

cm

38

cm

(terkecil)

30 cm

20 cm

1+
K :=
1

K =

530 cm
550 cm

20 cm

2
3
bE
t
t + 4 t + b E - 1 t
1

4
6


h
h
bw
h
bw
h
bE
t
1+
- 1
12
38
12
12
38
12
b.
h

- 1 .
. 4 - 6 w
+ 4 .
+
- 1 .
20
30
30
30
20
30
2

1
K =
=

0.360
.
1.360

38
20

12
30

2.2976

1.3435

Ib =

Is =
a

530 cm
550 cm

L
2

bW

t3

12
Ecb .Ib
Ecs .Is

=
=

h3

.
12
550
2

12

12
60456.7
39600

1.34348

39600

20

.
12

30

1.5266845

cm4
Ecb = Ecs

60457

cm4

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 12

c. Balok tengah melintang (untuk balok B 2 dan B 6 )


Ditaksir tebal plat t =
Lebar efektif bE =
=
Atau
bE =
=

12
bw
20
bw
20

cm
+ 2 .
(h
+ 2 . (30
+ 8 t
+ 8 . 12 =

t)
12 )

56

cm

(terkecil)

116 cm
56 cm

30 cm

20 cm

1+
K :=
1

580 cm
600 cm

20 cm

2
3
bE
t
t + 4 t + b E - 1 t
1

4
6


h
h
bw
h
bw
h
bE
t
1+
- 1

56
12
56
12
b w 12 + 4h . 12
- 1 .
. 4 - 6 .
+
- 1 .
2

20

K =

30

30

1
K =
=

0.720
.
1.720

56
20

30

20

30

70528.18605

cm4

12
30

2.3552

1.56729

Ib =
Is =
a

580 cm
600 cm

K
L

bW

. t3
=
12

Ecb .Ib
Ecs .Is

h3

.
12
600

. 12
12

70528.2
86400

1.56729

86400

0.8162984

20

.
12

30

cm4
Ecb = Ecs

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 13

d. Balok tengah memanjang (untuk balok B 3 dan B 5 )


Ditaksir tebal plat t =
Lebar efektif bE =
=
Atau
bE =
=

12
bw
20
bw
20

cm
+ 2 .
(h
+ 2 . (30
+ 8 t
+ 8 . 12 =

t)
12 )

56

cm

(terkecil)

116 cm
56 cm

30 cm

20 cm

530 cm
550 cm

20 cm

530 cm
550 cm

bE
t
t

1+
- 1
4 - 6 + 4
h

bw
h
K :=
bE

1+
- 1

w
56
12
12

1 +
- 1 .
. 4 - 6 .
+ 4 .
20

K =

30

30

1
1

Ib =

K =

Is =

0.720
.
1.720
.

bW

. t3
=
12

Ecb .Ib
Ecs .Is

2.3552

550

h3

.
12

. 12
12

70528.2
79200

2
3
+ b E - 1 t


h
bw
h
t

h12
56
12

56
20

30

20

12
30

1.56729

1.56729

79200

0.8905074

20

.
12

30

cm4
Ecb = Ecs

70528

cm4

30

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 14

B. Perhitungan kontrol tebal plat

a1
a2
a3
a4

a4

a4

5.50 m

Panel 4 a3

a1 Panel 3 a3

=
=
=
=

1.3995
1.5267
0.8163
0.8905

a4

a4
a1 Panel 1 a3

5.50 m

Panel 2 a3

a2

a2

6.00 m

6.00 m

a. Panel 1
am =

Sa
n

tmin

Ln1
Ln2

a2

1.39946

1.52668

580
530

1.09434

Ln1
36

tmin

tmax

tmin

tmin

a1

36

36

.
36

580

0.8

1.09434

1.1582

0.8

9 b

0.8
36

fy
1500

a4

0.8163

0.89051

1.1582

fy
1500
-

am

13.199
fy
1500

a3

+
.

0.8

618.667
+ 10.8721

Ln1

Ln1

+
4
+
4

0.12

1
b

1
1.09434

400
1500

+
-

0.12

cm

36

618.667
9 .
1.0943

13.4936

cm

618.667
36

17.1852

cm

Muh Fajrin Wahab/D11107627

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 15

b. Panel 2
am =

Sa
n

L1
Ls

tmin

a3

1.52668

0.8163

580
530

1.09434

36

tmin

tmin

Ln1

tmin

tmax

a2

36

Ln1
36
Ln1

a4

0.8163

0.89051

580

0.8

1.09434

1.01245

0.8

fy
1500

9 b

0.8

am

13.643

fy
1500

36

1.01245

fy
1500

+
.

0.8

a3

618.667
+ 9.34544

36

+
4
+
4

0.12

1
b

1
1.09434

400
1500

+
-

0.12

cm

36

618.667
9 .
1.0943

13.4936

cm

618.667
36

17.1852

cm

c. Panel 3
am =

Sa
n

=
=

L1
Ls

a1

a3

1.39946

0.8163

580
530

1.09434

+
a4
4
+ 0.89051
4

a4

0.89051

0.99919

Muh Fajrin Wahab/D11107627

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 16

tmin

=
36

tmin

tmin

tmin

tmax

Ln1
+

36

Ln1
36

580

1.09434

0.8
+

Ln1

618.667
+ 9.20665

36

0.8

0.8

13.685

fy
1500

36

0.12

1
b

1
1.09434

400
1500

0.99919

9 b

0.8

am

fy
1500

fy
1500

0.12

cm

36

618.667
9 .
1.0943

13.4936

cm

618.667
36

17.1852

cm

d. Panel 4
Sa
n

am =

=
b

L1
Ls

tmin

a3

0.8163

0.8163

580
530

1.09434

tmin

36

Ln1
36

tmin

tmax

tmin

a3

36

.
36

580

0.8

1.09434

0.8534

0.8

fy
1500

9 b

0.8

fy
1500

36

am

a4

0.89051

0.8534

0.12

1
b

1
1.09434

400
1500

14.164

fy
1500

+
.

0.8

618.667
+ 7.67997

Ln1

Ln1

+
a4
4
+ 0.89051
4

0.12

cm

36

618.667
9 .
1.0943

13.4936

cm

618.667
36

17.185

cm

Tabel Rekapitulasi Tebal Plat


RENCANA (cm)

TEBAL MINIMUM
PLAT (cm)

TEBAL MAKSIMUM
PLAT (cm)

SNI-XXXX-2002 hal 65-66

SNI-XXXX-2002 hal 65-66

SNI-XXXX-2002 hal 65-66

13.1990
13.6434
13.6853
14.1636

13.4936
13.4936
13.4936
13.4936

17.1852
17.1852
17.1852
17.1852

TEBAL PLAT

PANEL
1
2
3
4

Dalam perhitungan tabel plat diperoleh penggunaan tebal plat minimum


13.4936 cm
dan maksimumnya adalah
17.1852 cm . Tapi dalam praktek, tebal plat yang digunakan
minimum
12 cm, sehingga :
- Untuk atap digunakan plat setebal
=
12 cm
- Untuk lantai 2 digunakan plat setebal
=
12 cm

Muh Fajrin Wahab/D11107627

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 17

I.2. DIMENSI KOLOM


Untuk menaksir ukuran penampang kolom, ditinjau kolom tengah yang dianggap memikul
beban terbesar.
3m

3m

5.5 m
2.75 m
2.75 m

5.5 m

6m

6m

Beban yang dipikul menurut PBI untuk gedung 1983 hal. 11, 12 dan 17 :
- Berat volume beton bertulang
- Panjang kolom
=
5
+
5
- Berat beban hidup untuk sekolah
- Beban hidup untuk plat atap
- Berat volume air
- Berat plafond + duching
- Finishing plat atap (3 cm)
- Finishing plat lantai (2 cm)
- Total berat konsol (konstruksi kayu + atap genteng) sekeliling

=
=
=
=
=
=
=
=
=

2400
10
250
100
1000
20
63
42
2700

kg/m3
m
kg/m3
kg/m2
kg/m3
kg/m2
kg/m2
kg/m2
kg

Pembebanan yang bekerja hanya pembebanan gravitasi saja, tanpa beban gempa yang terjadi
yang terdiri dari :
1. Beban mati (DL)
2. Beban hidup (LL)

Muh Fajrin Wahab/D11107627

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 18

A. Kolom pada lantai 02 (Direncanakan dimensi

30

Beban hidup (LL) :


- Beban hidup plat atap :
- Beban air pada lantai atap (1 cm) :

6
6

Beban mati (DL) :


- Beban kolom lantai 02 + konsol :
- Beban plat atap :
- Berat balok atap :
- arah x (memanjang) :
(
- arah y (melintang) :
- Berat finishing atap :
- Berat plafond + ducling atap :

.
.

0.3
.
0.12
0.2

.
(

5.5
5.5

0.3

0.3
0.2
6

cm )

30

.
.

100
0.01

= 3300 kg
= 330 kg
= 3630 kg

1000

5
.

. 2400 + 2700.0
5.5
. 2400

= 3780 kg
= 9504 kg

.
.
.

6
0.3
5.5
6

.
.
.

0.2
6
63
5.5

=
=
=
=
=

2400 )
2400 )

20

835.2 kg
792 kg
2079 kg
660 kg
17650 kg

Menurut SNI 2002, kuat perlu (U) yang menahan beban mati (DL) dan beban hidup (LL) dan juga beban
atap ( A ) atau beban hujan ( R ) paling tidak harus sama dengan :
U

Pu

=
=

1.2
1.2

DL
+
17650.2
9.81

1.6
+
1.6

LL
.

27038.2

+
0.5
3630 +
9.81

( A atau R )
0.5 .
100

27038 kg

265245 N

Menurut SNI 1991, kuat tekan rancang komponen struktur tidak boleh lebih besar dari :
fPnmax =

0.85

0.85

fc'

Ag

Ast

fy

Ast

dimana :
f = Faktor reduksi f = 0,65 untuk aksial tekan dengan aksial lentur komponen struktur
dengan tulangan sengkang biasa, SNI 2002 hal 71
fc' = Kuat tekan beton yang disyaratkan
=
31.5 MPa
fy = Tegangan leleh baja yang disyaratkan
=
315 MPa
Ag = Luas bruto penampang
= 300 .
300 = 90000 mm2
rt = Rasio penulangan kolom (0,01 - 0,03), diambil rt = 0,02
2
Ast = Luas tulangan total = rt . Ag =
0.02 .
90000
=
1800 mm
Sehingga :
fPnmax = 0.85 . 0.65
= 1618026.6 N

0.85

31.5

90000

1800

315

. 1800

Syarat :
fPnmax
1618026.6

>
>

Pu
265245

Aman !!

Muh Fajrin Wahab/D11107627

STRUKTUR BETON II

Bab I hal. 19

B. Kolom pada lantai 01 (Direncanakan dimensi


Beban hidup (LL) :
- Beban hidup plat atap :
- Beban hidup lantai 02 :
- Beban air pada lantai atap (1 cm) :

30

cm )

30

6
6
6

.
.
.

5.5
5.5
5.5

.
.
.

0.3
0.12

.
.

0.3
6

Beban mati (DL) :


- Beban kolom (lt 02 + 01) + konsol :
- Beban plat atap :
- Berat balok (lantai 02 + atap) :
- arah x (memanjang) :
2 ( 0.2
- arah y (melintang) :
2 (
- Berat finishing atap :
- Berat plafond + ducling (lt 02 + atap) :
- Berat dinding lt 02 :
0.2 5 0.2 5 -

.5

100
250
0.01

)
.

.
5.5

2400 + 3780 = 4860 kg


. 2400
= 9504 kg

.
0.3
.
6
- 0.2
0.2
.
0.3
. 5.5
.
6
.
5.5 .
63
2 .
6
.
5.5
0.3
6
- 0.3
250
0.3
5.5
- 0.3
250

=
=
=
=

1000

. 2400 )
2400 )
.

20

=
=
=
=
=
=
=

3300 kg
8250 kg
330 kg
11880 kg

1670.4 kg
1584 kg
2079 kg
1320 kg
1340 kg
1222 kg
23579 kg

Menurut SNI 2002, kuat perlu (U) yang menahan beban mati (DL) dan beban hidup (LL) dan beban
atap ( A ) atau hujan ( R ) paling tidak harus sama dengan :
U

Pu

=
=

1.2
1.2

DL
+
23578.9
9.81

1.6
+
1.6

LL
.

47352.7

+
0.5
11880
9.81

( A atau R )
0.5 .
100 =

47353 kg

464530 N

Menurut SNI 1991, kuat tekan rancang komponen struktur tidak boleh lebih besar dari :
fPnmax =

0.85

0.85

fc'

Ag

Ast

fy

Ast

dimana :
f = Faktor reduksi f = 0,65 untuk aksial tekan dengan aksial lentur komponen struktur
dengan tulangan sengkang biasa, SNI 2002 HAL 71
fc' = Kuat tekan beton yang disyaratkan
=
31.5 MPa
fy = Tegangan leleh baja yang disyaratkan
=
315 MPa
Ag = Luas bruto penampang
= 300 .
300 = 90000 mm2
rt = Rasio penulangan kolom (0,01 - 0,03), diambil rt = 0,02
Ast = Luas tulangan total = rt . Ag =
0.02 .
90000
=
1800 mm2
Sehingga :
fPnmax = 0.85 . 0.65
= 1618026.6 N

0.85

31.5

90000

1800

315

. 1800

Syarat :
fPnmax
1618026.6

>
>

Pu
464530

Aman !!

Kesimpulan : Ukuran kolom yang direncanakan adalah

30

30

cm2

Tabel Rekapitulasi Dimensi Kolom


LANTAI
01
02

KOLOM TENGAH

KOLOM TEPI

KOLOM TEPI

( CM2 )

TENGAH ( CM2 )

( CM2 )

30.00
30.00

x
x

30.00
30.00

30.00
30.00

x
x

30.00
30.00

30.00
30.00

x
x

30.00
30.00

Muh Fajrin Wahab/D11107627

BAB II
PERHITUNGAN PENULANGAN PLAT DENGAN METODE MARKUS
1. Tinjauan pembebanan
Pembebanan pada plat lantai menurut PBI 1983 hal 11, 12, dan 17 yaitu :
a. Beban mati
- Berat sendiri plat
= 0.12
2400
=
- Berat Air
= 0.005
1000
=
- Berat Plafond
=
20
=
- Finishing Lantai
=
42
=

kg/m2
kg/m2
kg/m2
kg/m2 +
kg/m2

288
5
20
42
355

b. Beban hidup
P=
250 kg/m2
c. Beban Total
q=
1.2
qd + 1.6
ql
=
1.2
355
+ 1.6 250
=
826
kg/m2
2. Tinjauan Plat
Tabel Markus, PBI 1971. Tabel 13.3.1.

Panel 1

Panel 2

5.5 m

Panel 3

Panel 4

5.5 m

5.5 m

a. Tinjau Panel 1

Lx

Lx =
Ly =

5.5 m
6 m

Bentang Panjang
Bentang Pendek

Ly
=
Lx

6
5.5

826
826
826
826

30.3
30.3
30.3
30.3

33
28
77
72

= 1.09

Ly
Mlx =
Mly =
Mtx =
Mty =

0.001
0.001
-0.001
-0.001

q
q
q
q

Lx2
Lx2
Lx2
Lx2

CMlx
CMly
CMtx
Cmty

=
=
=
=

0.001
0.001
-0.001
-0.001

=
=
=
=

824.555
699.622
-1924
-1799

kgm
kgm
kgm
kgm

Muh Fajrin Wahab/D11107627

Tulangan Arah x
d = 120 20 + 6
=
120 26
=
94
mm = 10 cm
a. Mlx =

824.555 kgm

82455.5 kgcm

( Lapangan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
82455.5
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
185.2941176
As2 - 31500 As + 103069 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
As =
As =

31500

4 185.29412
370.5882353
31500 30263.137
=
3.3376
370.5882353
31500

103069.31

0.5

Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 3.3376 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L1
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
rmin

1.4
fy

rada

As
b d

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10

rMaks = 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553

rmin <

rada <

rmaks .. Aman!!!

b. Mtx =

-1924

kgm

-192396 kgcm

(Tumpuan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
192396
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
185.2941176
As2 - 31500 As + 240495 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
As =
As =

4 185.29412
370.5882353
31500 28530.698
=
8.0124
370.5882353
31500

31500

240495.06

0.5

Muh Fajrin Wahab/D11107627

Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 8.0124 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L1
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Tulangan Arah y
a. Mly =

699.622 kgm

69962.2 kgcm

( Lapangan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
69962.2
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
185.2941176
As2 - 31500 As + 87452.8 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
As =
As =

4 185.29412
370.5882353
31500
30453.77
=
2.8232
370.5882353
31500

31500

87452.75

0.5

Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 2.8232 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L2
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Muh Fajrin Wahab/D11107627

b. Mty =

-1799

kgm

-179903 kgcm

(Tumpuan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
179903
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
2
185.2941176
As
- 31500 As + 224879 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 224878.50 0.5
370.5882353
31500 28732.827
As =
=
7.4670
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 7.4670 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L2
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
31500

As =

31500

rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Muh Fajrin Wahab/D11107627

b. Tinjau Panel 2

Lx =
Ly =

Lx

5.5 m
6 m

Bentang Panjang
Bentang Pendek

Ly
=
Lx

6
5.5

826
826
826
826

30.3
30.3
30.3
30.3

26
27
65
65

= 1.09

Ly
Mlx =
Mly =
Mtx =
Mty =

0.001
0.001
-0.001
-0.001

Lx2
Lx2
Lx2
Lx2

q
q
q
q

Tulangan Arah x
a. Mlx = 649.649 kgm

CMlx
CMly
CMtx
Cmty

=
=
=
=

0.001
0.001
-0.001
-0.001

64964.9 kgcm

=
=
=
=

649.649
674.636
-1624.1
-1624.1

kgm
kgm
kgm
kgm

( Lapangan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
64964.9
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
2
185.2941176
As
- 31500 As + 81206.1 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 81206.13 0.5
370.5882353
31500 30529.689
As =
=
2.6183
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 2.6183 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L1
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
As =

31500

31500

rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Muh Fajrin Wahab/D11107627

b. Mtx =

-1624.1 kgm

-162412 kgcm

(Tumpuan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
162412
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
2
185.2941176
As
- 31500 As + 203015 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 203015.31 0.5
370.5882353
31500 29013.442
As =
=
6.7098
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 6.7098 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L1
= f 10 15 = 5.23333 cm
1.4
1.4
rmin =
=
= 0.00444
fy
315
31500

31500

As =

As
b d

5.23333333
= 0.00523
100
10

rada

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Tulangan Arah y
a. Mly =

674.636 kgm

67463.6 kgcm

( Lapangan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
67463.6
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
185.2941176
As2 - 31500 As + 84329.4 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
As =
As =

4 185.29412
370.5882353
31500 30491.753
=
2.7207
370.5882353
31500

31500

84329.44

0.5

Muh Fajrin Wahab/D11107627

Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 2.7207 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L2
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553

=
rmin <
b. Mty =

1.4
315

rada <

rmaks .. Aman!!!

-1624.1 kgm

-162412 kgcm

(Tumpuan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
162412
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
185.2941176
As2 - 31500 As + 203015 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 203015.31 0.5
370.5882353
31500 29013.442
As =
=
6.7098
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 6.7098 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L2
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
31500

As =

31500

rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Muh Fajrin Wahab/D11107627

c. Tinjau Panel 4

Lx =
Ly =

Lx

5.5 m
6 m

Bentang Panjang
Bentang Pendek

Ly
=
Lx

6
5.5

826
826
826
826

30.3
30.3
30.3
30.3

25
21
59
54

= 1.09

Ly
Mlx =
Mly =
Mtx =
Mty =

0.001
0.001
-0.001
-0.001

Lx2
Lx2
Lx2
Lx2

q
q
q
q

Tulangan Arah x
a. Mlx = 624.663 kgm

CMlx
CMly
CMtx
Cmty

=
=
=
=

0.001
0.001
-0.001
-0.001

62466.3 kgcm

=
=
=
=

624.663
524.717
-1474.2
-1349.3

kgm
kgm
kgm
kgm

( Lapangan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
62466.3
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
2
185.2941176
As
- 31500 As + 78082.8 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 78082.81 0.5
370.5882353
31500 30567.579
As =
=
2.5161
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 2.5161 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L1
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
31500

As =

31500

rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Muh Fajrin Wahab/D11107627

b. Mtx =

-1474.2 kgm

-147420 kgcm

(Tumpuan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
147420
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
2
185.2941176
As
- 31500 As + 184275 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 184275.44 0.5
370.5882353
31500 29251.827
As =
=
6.0665
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 6.0665 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L1
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
31500

31500

As =

rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553

rmin <

rada <

rmaks .. Aman!!!

Tulangan Arah y
a. Mly =

524.717 kgm

52471.7 kgcm

( Lapangan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
52471.7
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
185.2941176
As2 - 31500 As + 65589.6 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
As =
As =

4 185.29412
370.5882353
31500 30718.668
=
2.1084
370.5882353
31500

31500

65589.56

0.5

Muh Fajrin Wahab/D11107627

Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 2.1084 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L2
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553

=
rmin <
b. Mty =

1.4
315

rada <

rmaks .. Aman!!!

-1349.3 kgm

-134927 kgcm

(Tumpuan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
134927
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
185.2941176
As2 - 31500 As + 168659 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 168658.88 0.5
370.5882353
31500 29449.007
As =
=
5.5344
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 5.5344 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L2
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
31500

As =

31500

rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Muh Fajrin Wahab/D11107627

d. Tinjau Panel 3

Lx =
Ly =

Lx

5.5 m
6 m

Bentang Panjang
Bentang Pendek

Ly
=
Lx

6
5.5

826
826
826
826

30.3
30.3
30.3
30.3

29
20
66
57

= 1.09

Ly
Mlx =
Mly =
Mtx =
Mty =

0.001
0.001
-0.001
-0.001

Lx2
Lx2
Lx2
Lx2

q
q
q
q

Tulangan Arah x
a. Mlx = 724.609 kgm

CMlx
CMly
CMtx
Cmty

=
=
=
=

0.001
0.001
-0.001
-0.001

72460.9 kgcm

=
=
=
=

724.609
499.73
-1649.1
-1424.2

kgm
kgm
kgm
kgm

( Lapangan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
72460.9
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
2
185.2941176
As
- 31500 As + 90576.1 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 90576.06 0.5
370.5882353
31500 30415.739
As =
=
2.9258
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 2.9258 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L1
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
31500

As =

31500

rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Muh Fajrin Wahab/D11107627

b. Mtx =

-1649.1 kgm

-164911 kgcm

(Tumpuan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
164911
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
2
185.2941176
As
- 31500 As + 206139 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 206138.63 0.5
370.5882353
31500 28973.521
As =
=
6.8175
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 6.8175 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L1
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
31500

31500

As =

rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553

rmin <

rada <

rmaks .. Aman!!!

Tulangan Arah y
a. Mly =

499.73 kgm

49973 kgcm

( Lapangan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
49973
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
185.2941176
As2 - 31500 As + 62466.3 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
As =
As =

4 185.29412
370.5882353
31500 30756.324
=
2.0067
370.5882353
31500

31500

62466.25

0.5

Muh Fajrin Wahab/D11107627

Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 2.0067 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L2
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553

=
rmin <
b. Mty =

1.4
315

rada <

rmaks .. Aman!!!

-1424.2 kgm

-142423 kgcm

(Tumpuan )

fy2
Mu
= 0
As2 - fy d As +
1.7
f'c b
f
2
3150
142423
= 0
As2 - 3150 10 As +
1.7 315 100
0.8
185.2941176
As2 - 31500 As + 178029 = 0
Dengan rumus ABC di peroleh :
4 185.29412 178028.81 0.5
370.5882353
31500 29330.858
As =
=
5.8532
370.5882353
Pada lebar jalur kolom 100 cm atau 5.8532 cm2 per m' jalur kolom
2
Dipilih tulangan arah L2
= f 10 15 = 5.23333 cm
Kontrol :
31500

As =

31500

rmin

1.4
fy

rada

As
b d

rada

= 0.75

0.85

0.85 f'c
fy

= 0.75

0.85

0.85 31.5
315

=
rmin <

1.4
315

= 0.00444

5.23333333
= 0.00523
100
10
600
600 + fy
600
600 + 315

0.03553
rada <

rmaks .. Aman!!!

Muh Fajrin Wahab/D11107627

Momen di dalam pelat persegi yang menumpu pada keempat tepinya akibat beban terbagi rata
( Untuk tumpuan yang terjepit penuh Vs. terletak bebas )
ly/lx
I

Mlx

II

III

IV a

IV b

Va

Vb

VI a

VI b

Keterangan :

+
+

1.0

1.1

1.2

1.3

1.4

1.5

1.6

1.7

1.8

1.9

2.0

0.001

q.lx2

44

52

59

66

73

78

84

88

93

97

100 103 106 108 110 112

125

0.001

q.lx2

2.1

2.2

2.3

2.4

2.5

> 2.5

44

45

45

44

44

43

41

40

39

38

37

36

35

34

33

32

25

42

Mly

Mtx

Mty

Mlx

0.001

q.lx

21

25

28

31

34

36

37

38

40

40

41

41

41

42

42

42

Mly

0.001

21

21

20

19

18

17

16

14

13

12

12

11

11

11

10

10

Mtx

0.001

q.lx2
q.lx2

52

59

64

69

73

76

79

81

82

83

83

83

83

83

83

83

83

q.lx2
q.lx2

52

54

56

57

57

57

57

57

57

57

57

57

57

57

57

57

57

28

33

38

42

45

48

51

53

55

57

58

59

59

60

61

61

63

q.lx2
q.lx2
q.lx2
q.lx2
q.lx2

28

28

28

27

26

25

23

23

22

21

19

18

17

17

16

16

13

68

77

85

92

98

103 107 111 113 116 118 119 120 121 122 122

125

68

72

74

76

77

77

78

78

78

78

79

79

79

79

79

79

79

22

28

34

42

49

55

62

68

74

80

85

89

93

97

100 103

125

32

35

37

39

40

41

41

41

41

40

39

38

37

36

35

35

25

q.lx2
q.lx2

70

79

87

94

100 105 109 112 115 117 119 120 121 122 123 123

125

32

34

36

38

39

40

41

41

42

42

42

42

42

42

42

42

42

2
q.lx
q.lx2

22

20

18

17

15

14

13

12

11

10

10

10

70

74

77

79

81

82

83

84

84

84

84

84

83

83

83

83

83

0
0

Mty

0.001

Mlx

0.001

Mly

0.001

Mtx

0.001

Mty

0.001

Mlx

0.001

Mly

0.001

Mtx

Mty

0.001

Mlx

0.001

Mly

0.001

Mtx

0.001

Mty

Mlx

0.001

q.lx

31

38

45

53

60

66

72

78

83

88

92

96

99

102 105 108

125

Mly

0.001

q.lx2

37

39

41

41

42

42

41

41

40

39

38

37

36

35

33

25

Mtx

Mty

0.001

q.lx2

84

92

99

104 109 112 115 117 119 121 122 122 123 123 124 124

125

Mlx

0.001

q.lx2

37

41

45

48

51

53

55

56

58

59

60

60

60

61

61

62

63

Mly

0.001

31

30

28

27

25

24

22

21

20

19

18

17

17

16

16

15

13

Mtx

0.001

q.lx2
2
q.lx

84

92

98

103 108 111 114 117 119 120 121 122 122 123 123 124

125

Mty

Mlx

0.001

q.lx2

21

26

31

36

40

43

46

49

51

53

55

56

57

58

59

60

63

Mly

0.001

26

27

28

28

27

26

25

23

22

21

21

20

20

19

19

18

13

Mtx

0.001

q.lx2
q.lx2

55

65

74

82

89

94

99

103 106 110 114 116 117 118 119 120

125

Mty

0.001

60

65

69

72

74

76

77

78

78

78

78

78

78

78

78

79

79

0.001

q.lx2
q.lx2

Mlx

26

29

32

35

36

38

39

40

40

41

41

42

42

42

42

42

42

Mly

0.001

21

20

19

18

17

15

14

13

12

12

11

11

10

10

10

10

Mtx

0.001

q.lx2
2
q.lx

60

66

71

74

77

79

80

82

83

83

83

83

83

83

83

83

83

Mty

0.001

q.lx

55

57

57

57

58

57

57

57

57

57

57

57

57

57

57

57

57

Ly

Lx

0
34

di mana :

Lx
Ly

Terletak bebas

Terjepit penuh

Momen di dalam pelat persegi yang menumpu pada keempat tepinya akibat beban terbagi rata
( Untuk tumpuan yang terjepit elastis Vs. terletak bebas )
ly/lx
I

Mlx

II

III

IV a

IV b

Va

Vb

VI a

VI b

Keterangan :

+
+

1.0

1.1

1.2

1.3

1.4

1.5

1.6

1.7

1.8

1.9

2.0

0.001

q.lx2

44

52

59

66

73

78

84

88

93

97

100 103 106 108 110 112

125

0.001

q.lx2

2.1

2.2

2.3

2.4

2.5

> 2.5

44

45

45

44

44

43

41

40

39

38

37

36

35

34

32

32

25

Mly

Mtx

Mty

Mlx

0.001

q.lx

36

42

46

50

53

56

58

59

60

61

62

62

62

63

63

63

63

Mly

0.001

36

37

38

38

38

37

36

36

35

35

35

34

34

34

34

34

13

Mtx

0.001

q.lx2
q.lx2

36

42

46

50

53

56

58

59

60

61

62

62

62

63

63

63

63

Mty

0.001

36

37

38

38

38

37

36

36

35

35

35

34

34

34

34

34

38

Mlx

0.001

q.lx
q.lx2

48

55

61

67

71

76

79

82

84

86

88

89

90

91

92

92

94

Mly

0.001

q.lx2

48

50

51

51

51

51

51

50

50

49

49

49

48

48

47

47

19

Mtx

0.001

q.lx2

48

55

61

67

71

76

79

82

84

86

88

89

90

91

92

92

94

Mty

0.001

q.lx2

48

50

51

51

51

51

51

50

50

49

49

49

48

48

47

47

19

q.lx2
q.lx2

22

28

34

41

48

55

62

68

74

80

85

89

93

97

100 103

125

51

57

62

67

70

73

75

77

78

79

79

79

79

79

79

79

25

q.lx2
q.lx2

51

57

62

67

70

73

75

77

78

79

79

79

79

79

79

79

75

51

54

57

59

60

61

62

62

63

63

63

63

63

63

63

63

63

q.lx2
q.lx2

22

20

18

17

15

14

13

12

11

10

10

10

13

51

54

57

59

60

61

62

62

63

63

63

63

63

63

63

63

63

0
0

Mlx

0.001

Mly

0.001

Mtx

Mty

0.001

Mlx

0.001

Mly

0.001

Mtx

0.001

Mty

Mlx

0.001

q.lx

31

38

45

53

59

66

72

78

83

88

92

96

99

102 105 108

125

Mly

0.001

q.lx

60

65

69

73

75

77

78

79

79

80

80

80

79

79

79

79

25

Mtx

q.lx2
q.lx2
q.lx2
2
q.lx

60

65

69

73

75

77

78

79

79

80

80

80

79

79

79

79

25

60

66

71

76

79

82

85

87

88

89

90

91

91

92

92

93

94

31

30

28

27

25

24

22

21

20

19

18

17

17

16

16

15

12

60

66

71

76

79

82

85

87

88

89

90

91

91

92

92

93

94

2
q.lx
2
q.lx
q.lx2

38

46

53

59

65

69

73

77

80

83

85

86

87

88

89

90

54

43

46

48

50

51

51

51

51

50

50

50

49

49

48

48

48

19

38

46

53

59

65

69

73

77

80

83

85

86

87

88

89

90

54

q.lx
q.lx2

43

46

48

50

51

51

51

51

50

50

50

49

49

48

48

48

56

13

48

51

55

57

58

60

61

62

62

62

63

63

63

63

63

63

38

39

38

38

37

36

36

35

35

34

34

34

33

33

33

33

13

13

48

51

55

57

58

60

61

62

62

62

63

63

63

63

63

63

38

39

38

38

37

36

36

35

35

34

34

34

33

33

33

33

38

Ly

Lx

Mty

0.001

Mlx

0.001

Mly

0.001

Mtx

0.001

Mty

Mlx

0.001

Mly

0.001

Mtx

0.001

Mty

0.001

Mlx

0.001

Mly

0.001

Mtx

0.001

q.lx2
q.lx2

Mty

0.001

q.lx2

di mana :

Lx
Ly

Terletak bebas

Menerus atau terjepit elastis

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 35

II. PERENCANAAN PENULANGAN PLAT


DENGAN METODE DDM (Direct Design Method)
II.1 Tebal Plat Lantai
Tebal plat lantai diperoleh dari perhitungan sebelumnya yaitu h =

12

cm

II.2. Kontrol persyaratan untuk metode DDM


a. Banyaknya bentang untuk kedua arah > 3 bentang, .............................Ok !!!
b. Perbandingan bentang panjang dengan bentang pendek
Ly
Ly
600
< 2
=
= 1.09 < 2 ................................Ok !!!
Lx
Lx
550
c. Bentang - bentang yang berdekatan untuk masing - masing arah berselisih < 0,3

.............Ok !!!

d. Penyimpangan letak kolom yang sebaris < 10 % bentang arah penyimpangan


0 <

10

% ...................................Ok !!!

e. Perbandingan antara beban hidup dan beban mati < 3


2

~ beban hidup (WLL) =


~ beban mati (WDL) =
WLL
<
WDL

250
kg/m
0.12 .
2400

WLL
=
WDL

250
330

f. Sistem lantai tanpa balok


Sistem lantai tanpa balok tepi

0.76

(ruang kuliah)
+ 42 =
330
<

a1 = 0
b1 = 0

kg/m2

3 ................................Ok !!!
a2 = 0

Karena panel dilengkapi dengan balok tepi pada keempat sisinya, maka kekakuan relatif
arah L2/L1 adalah :
0.2

a1 . L22
2
a2 . L1

<

<

<

1.53
1.4

0.2

<

0.9167

1.2 .
330 +
796.00 kg/m2

.
.

5.5
6

0.2

<

<

............................Ok !!!

II.3. Perhitungan momen statis berfaktor


WLL =
WDL =

250 kg/m2
2
330 kg/m

Wu

1.2

WDL +

1.6

WLL
=

1.6

250

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 36

II.4. Momen statis total Mo dan Distribusi arah longitudinal (L 1 =


1
8
1
=
8

Mo

Mo

30 x

Wu

796.00

L2

5.5

30

0.16 Mo

0.7 Mo

5.8

Ln1 =

5.8

18409.49

0.65 Mo

0.7 Mo

0.16 Mo

0.35 Mo

0.57 Mo

600 cm

600 cm

30

600 cm

0.7 Mo

0.65 Mo

0.16 Mo

0.65 Mo

0.7 Mo
0.16 Mo

0.35 Mo

0.57 Mo

Koefisien distribusi longitudinal L1


~ Bentang tepi luar
M (-) luar
=
M (+) lapangan
=
M (-) dalam
=

0.16 Mo
0.57 Mo
0.7 Mo

= 2945.52 Mo kg.m
= 10493.409 kg.m
= 12886.643 kg.m

~ Bentang tengah dalam


M (-) tepi kiri
=
0.65 Mo
M (+) lapangan
=
0.35 Mo
M (-) tepi kanan =
0.65 Mo

=
=
=

11966.17 kg.m
6443.3215 kg.m
11966.17 kg.m

II.5. Distribusi Arah Transversal


~ Momen negatif dalam berfaktor
a1 . L2
L1
=

1.53

5.5
6

.
6

5.5

0.9167

+
0.57 Mo

L2
L1

kg.m

30

0.65 Mo

0.57 Mo
20 x

Ln1
)

30 x

600 cm)

1.4

>

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 37

Tabel % M(-) dalam dipikul jalur kolom


L2
L1
a1 . L2
L1
a1 . L2
L1

0.5

1.0

2.0

75

75

75

>

90

75

75

Keterangan
Tanpa balok
antara
Dengan Balok

Dengan metode interpolasi diperoleh nilai Koefisien % M(-) dalam yang yang dipikul
jalur kolom
75
1

90
0.5

x 0.92 -

90
0.5

-15
x 90
=
0.5
0.4166667
-6.25 =
0.5 x x = 77.50%

45

~ Momen positif berfaktor


a1 . L2
L1
L2
L1

1.53

5.5
6

.
6

5.5

1.4

>

0.9167

Tabel % M(+) dipikul jalur kolom


L2
L1
a1 . L2
L1
a1 . L2
L1

0.5

1.0

2.0

60

60

60

>

90

75

45

Keterangan
Tanpa balok
antara
Dengan Balok

Dengan metode interpolasi diperoleh nilai Koefisien % M(-) dalam yang yang dipikul
jalur kolom
75
1

90
0.5

x 0.92 -

90
0.5

-15
x 90
=
0.5
0.4166667
-6.25 =
0.5 x x = 77.50%

~ Momen negatif luar berfaktor


a1 . L2
L1
L2
L1

1.53

5.5
6

.
6

5.5

0.9167

1.4

>

bt

C
2 .

Is

45

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 38

18 cm

38 cm
12

30

12
30

18

18

20

20

S 1

- 0.63

x
y

~ Kondisi 1
C

S 1 - 0.63

46400

52413.44

20
30

20

.
3

30

.
3

20

- 0.63

12
18

- 0.63

12
18

12

.
3

18

12

.
3

38

6013.440

mm4

~ Kondisi 2
C

S 1 - 0.63

16835.04

29530.08

18
20

18

12695.04

mm4

Gunakan nilai C yang terbesar


Dari perhitungan sebelumnya diperoleh Is =
bt

C
=
2 . Is

2 .

39600

52413.44
39600

cm4

0.6618

Tabel % M(+) dipikul jalur kolom


L2
L1
a1 . L2
>
L1
bt = 0
bt > 2.5

0.5

1.0

2.0

100
75

100
75

100
45

Keterangan
Tanpa balok
antara
Tanpa Balok tepi
Dengan balok tepi

bt = ratio antara kekakuan puntir penampang balok tepi dan kekakuan lentur dari
suatu pelat dengan lebar yang sama dengan bentang balok dari sumbu ke
sumbu tumpuan.

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 39

Dengan metode interpolasi diperoleh nilai Koefisien % M(-) luar yang yang dipikul
jalur kolom
=

75

2.5
2.5

0.6618
0

100

75

93.38%

Jalur kolom pada tiap sisi as kolom (yang terkecil dari 0,25 L1 atau 0,25 L2), sehingga lebar
satu jalur kolom = 2 (sisi) x 0,25L2 (terkecil)
= 2 . 0.25 .
550
=
275
cm
~ Bentang dalam :
M (-) kiri
M (+) lapangan
M (-) kanan

=
=
=

77.50%
77.50%
77.50%

.
.
.

11966.17
6443.3215
11966.17

= 9273.7806 kg.m
= 4993.5742 kg.m
= 9273.7806 kg.m

~ Bentang tepi luar


M (-) tepi
=
M (-) dalam
=
M (+) lapangan
=

93.38%
77.50%
77.50%

.
.
.

2945.52
12886.64
10493.409

= 2750.5882 kg.m
= 9987.1483 kg.m
= 8132.3922 kg.m

~ Jalur tengah : yaitu sisa bagian plat antara dua jaur kolom = t
t =
550
- 0.5 .
275
+
0.5 .
275

Bagian jaur kolom

550

cm

600 cm

cm

0,25 L2 =

275

cm

275

cm

0,25 L2 =

275

cm

jalur tengah
Bagian jaur kolom

~ Bentang dalam :
M (-) kiri
M (+) lapangan
M (-) kanan

275

600 cm

=
=
=

11966.17
6443.32
11966.17

9273.78
4993.57
9273.78

2692.39
1449.75
2692.39

kg.m
kg.m
kg.m

~ Bentang tepi luar


M (-) tepi
=
M (-) dalam
=
M (+) lapangan
=

2945.52
12886.64
10493.41

2750.59
9987.15
8132.39

194.93
2899.49
2361.02

kg.m
kg.m
kg.m

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 40

KESIMPULAN MOMEN DESIGN


LOKASI
JALUR KOLOM

JALUR TENGAH

Bentang Tepi
M (-) tepi
M (+) lapangan
M (-) dalam
Bentang Dalam

2750.5882 kg.m
8132.3922 kg.m
9987.1483 kg.m

194.9302 kg.m
2361.0171 kg.m
2899.4947 kg.m

M (-) tepi
M (+) lapangan
M (-) dalam

9273.7806 kg.m
4993.5742 kg.m
9273.7806 kg.m

2692.3879 kg.m
1449.7473 kg.m
2692.3879 kg.m

II.6. Perhitungan Distribusi Momen Untuk :


Bentang =
Bentang =

550 cm sebagai arah utama (arah yang ditinjau) / longitudinal L1


600 cm sebagai arah transversal L2

II.6.1. Distribusi arah longitudinal / arah utama L1 =


Mo
Mo

1
8
1
=
8
=

Wu

796.00

~ Bentang tepi luar


M (-) luar
=
M (+) lapangan
=
M (-) dalam
=

L1
.

)
6

0.16 Mo
0.57 Mo
0.7 Mo

~ Bentang tengah dalam


M (-) tepi
=
0.65 Mo
M (+) lapangan
=
0.35 Mo
550 cm

550 cm

Ln2
)

5.30

16769.73

2683.157

=
=

10900.32
5869.41

10900.32

kg.m
kg.m
550 cm

10900.325

=
=
=

5869.41

9558.746

275

77.50%
77.50%
77.50%

2683.157

II.6.2. Distribusi arah longitudinal / arah utama L2 =


- Jalur kolom ( lebar =

11738.81

+
9558.746

kg.m

= 2683.1568 kg.m
= 9558.75 Mo kg.m
= 11738.811 kg.m

550 cm

11738.81

~ Bentang dalam :
M (-) kiri
M (+) lapangan
M (-) kanan

600 cm

cm)

.
.
.

10900.32
5869.41
10900.32

= 8447.7515 kg.m
= 4548.7893 kg.m
= 8447.7515 kg.m

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 41

~ Bentang tepi luar


M (-) tepi
=
M (-) dalam
=
M (+) lapangan
=

93.38%
77.50%
77.50%

- Jalur tengah ( lebar =


~ Bentang dalam :
M (-) kiri
M (+) lapangan
M (-) kanan

.
.
.

600

2683.16
9558.75
11738.81

275

= 2505.5893 kg.m
= 7408.0282 kg.m
= 9097.5785 kg.m

325

cm)

=
=
=

10900.32
5869.41
10900.32

8447.75
4548.79
8447.75

=
=
=

2452.57
1320.62
2452.57

kg.m
kg.m
kg.m

~ Bentang tepi luar


M (-) tepi
=
M (-) dalam
=
M (+) lapangan
=

2683.16
9558.75
11738.81

2505.59
7408.03
9097.58

=
=
=

177.57
2150.72
2641.23

kg.m
kg.m
kg.m

550 cm

550 cm

2150.72

2452.57

177.57

2452.573

2150.718
177.5675

550 cm

1320.62

2641.23

KESIMPULAN MOMEN DESIGN


LOKASI
JALUR KOLOM

JALUR TENGAH

+
2641.23

Bentang Tepi
M (-) tepi
M (+) lapangan
M (-) dalam
Bentang Dalam

2505.5893 kg.m
7408.0282 kg.m
9097.5785 kg.m

177.5675 kg.m
2150.7179 kg.m
2641.2325 kg.m

M (-) tepi
M (+) lapangan
M (-) dalam

8447.7515 kg.m
4548.7893 kg.m
8447.7515 kg.m

2452.5730 kg.m
1320.6162 kg.m
2452.5730 kg.m

II.7. Disain Tulangan


II.7.1 Disain Tulangan untuk lantai 02 dan 03
Digunakan beton dengan fc' = 31.5 MPa dan besi fy = 315 MPa dengan menggunakan
Metode Kekuatan Versi CODE' 91 / SK SNI, maka tulangan dapat dihitung sebagai berikut :
Tulangan Lantai Bentang
# Jalur kolom lebar b =
Tinggi efektif

600 cm' sebagai arah L1


275 cm'

d = h - d'
= 12
=
9

h = tebal plat
-

d' = tebal selimut diambil 3 cm

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 42

~ Bentang dalam

a. M (-) tepi kiri =


2

fy
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

9273.7806 kg.m
2

AS
2

275
2

67.379679 AS

927378.0588
+

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

AS
-

= 0

AS.

1159222.573

AS.

45.896 cm2

14

15

kg.cm

+
=

927378.0588
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
2
atau 16.7 cm per m' jalur kolom
2
10.26 cm

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

10.26
.
9

0.0114

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

Ok !!!

b. M (+) lapangan =

3150
1.7
315

0.0044

0.85 .
fy

= 0.03553

fy2
1,7 . fc' .b

499357.4163 kg.cm

AS2
2

275

67.379679 AS2

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

AS2
-

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

= 0

AS.

624196.7703

AS.

23.309 cm2

12

20

+
=

499357.4163
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
atau 8.48 cm2 per m' jalur kolom
5.65

cm2

Kontrol
rmin

1.4
fy

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

= 0.03553

1.4
315

100

0.0044

5.65
.
9

0.85 .
fy
Ok !!!

0.0063 Ok !!!

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 43

~ Bentang tepi jalur kolom

a. M (-) tepi kiri =


2

fy
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

2750.5882 kg.m

AS2
2

275

67.379679 AS2

275058.8158
+

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

AS
-

= 0

AS.

343823.5197

AS.

12.499 cm2

10

20

kg.cm

+
=

275058.8158
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
2
atau 4.55 cm per m' jalur kolom

cm

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

3.93
.
9

0.0044revisi tulangan

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

Ok !!!

b. M (-)dalam =

3150
1.7
315

0.0044

0.85 .
fy

= 0.03553

fy2
1,7 . fc' .b

9987.148 kg.m
AS2
2

275
2

67.379679 AS

=
+

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

AS2
-

998714.8325

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

= 0

AS.

1248393.541

AS.

49.970 cm2

15

15

kg.cm

+
=

998714.8325
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
atau 18.2 cm2 per m' jalur kolom
2
11.78 cm

Kontrol
rmin

1.4
fy

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

= 0.03553

1.4
315

100

0.0044

11.78
.
9

0.85 .
fy
Ok !!!

0.0131

f'c
600

600
+ fy

Ok !!!

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 44

c. M (+) lapangan =
2

fy
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

8132.392 kg.m
2

AS
2

275
2

67.379679 AS

=
+

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

AS
-

813239.2208
= 0

AS.

1016549.026

AS.

39.580 cm2

14

15

kg.cm

+
=

813239.2208
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
2
atau 14.4 cm per m' jalur kolom
2
10.26 cm

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

0.0044

10.26
.
9

0.85 .
fy

= 0.03553

0.0114

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

Ok !!!

~ Bentang dalam untuk jalur tengah

a. M (-) tepi kiri =


fy2
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

2692.388 kg.m
2

AS
2

275
2

67.379679 AS

=
+

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

AS2
-

269238.7913

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

= 0

AS.

336548.4891

AS.

12.226 cm2

10

20

kg.cm

+
=

269238.7913
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
atau 4.45 cm2 per m' jalur kolom
3.93

cm2

Kontrol
rmin

1.4
fy

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

= 0.03553

1.4
315

100

0.0044

3.93
.
9

0.85 .
fy
Ok !!!

0.0044revisi tulangan

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 45

b. M (+) lapangan =
2

fy
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

144974.734 kg.cm
2

AS
2

275
2

67.379679 AS

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

AS
-

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

AS.

181218.4172

AS.

6.492

10

20

= 0

cm2

+
=

144974.7338
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
2
atau 2.36 cm per m' jalur kolom

cm2

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

0.0044

3.93
.
9

0.85 .
fy

= 0.03553

0.0044 revisi tulangan

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

Ok !!!

~ Bentang tepi jalur tengah

a. M (-) tepi kiri =


fy2
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

194.9302 kg.m
2

AS
2

275
2

67.379679 AS

=
+

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

AS2
-

19493.02423

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

= 0

AS.

24366.28029 =

AS.

0.861

10

20

kg.cm

cm2

19493.02423
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
atau 0.31 cm2 per m' jalur kolom
3.93

cm2

Kontrol
rmin

1.4
fy

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

= 0.03553

1.4
315

100

0.0044

3.93
.
9

0.85 .
fy
Ok !!!

0.0044revisi tulangan

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 46

b. M (-)dalam =
2

fy
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

2899.4947 kg.m
2

AS
2

275
2

67.379679 AS

289949.4675
+

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

AS
-

= 0

AS.

362436.8344 =

AS.

13.198 cm2

10

20

kg.cm

289949.4675
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
2
atau
4.8 cm per m' jalur kolom

cm2

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

3.93
.
9

0.0044revisi tulangan

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

Ok !!!

c. M (+) lapangan =

3150
1.7
315

0.0044

0.85 .
fy

= 0.03553

fy2
1,7 . fc' .b

2361.0171 kg.m
2

AS
2

275
2

67.379679 AS

=
+

Mu
f

3150

28350 AS.

fy . d.

AS2
-

236101.7093

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L1 =

AS.

= 0

AS.

295127.1366

AS.

10.681 cm2

10

20

kg.cm

+
=

236101.7093
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
atau 3.88 cm2 per m' jalur kolom
3.93

cm2

Kontrol
rmin

1.4
fy

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

= 0.03553

1.4
315

100

0.0044

3.93
.
9

0.85 .
fy
Ok !!!

0.0044revisi tulangan

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 47

600 cm' sebagai arah L1

Kesimpulan hasil perhitungan tulangan arah bentang


LOKASI
JALUR KOLOM

JALUR TENGAH

Bentang Dalam
M (-) tepi
M (+) lapangan
M (-) dalam

f
f
f

14
12
14

15
20
15

f
f
f

10
10
10

20
20
20

Bentang Tepi
M (-) tepi
M (+) lapangan
M (-) dalam

f
f
f

10
14
15

20
15
15

f
f
f

10
14
15

20
15
15

Tulangan Lantai Bentang

550 cm' sebagai arah L2

# Jalur kolom lebar b =


Tinggi efektif

d = h - d'- sengkang -1/2 tul.


= 12 3 1.4
= 7.6

~ Bentang dalam

a. M (-) tepi kiri =


fy2
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

275 cm'

8447.751 kg.m

AS2
2

275
2

67.379679 AS

844775.1488
+

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 AS.

fy . d.

AS2
-

d' = tebal selimut diambil 3 cm


h = tebal plat

Dengan rumus ABC diperoleh :


Dipilih tulangan arah L2 =

AS.

AS.

1055968.936

AS.

51.604 cm2

14

15

kg.cm

+
=

844775.1488
0.8
0

pada lebar jalur kolom


275 cm
atau 18.8 cm2 per m' jalur kolom
10.26 cm

= 0

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

fy2
1,7 . fc' .b

AS2

2
3150
1.7
315 275
67.379679 AS2

0.0044

10.26
. 7.6

0.85 .
fy

= 0.03553

b. M (+) lapangan =

0.0135

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

Ok !!!

454878.926
-

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 AS.

fy . d.

AS2
-

kg.cm

AS.

AS.

568598.6578 =

454878.9263
0.8
0

= 0

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 48

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L2 =

AS.

25.595 cm2

10

20

pada lebar jalur kolom


275 cm
2
atau 9.31 cm per m' jalur kolom

cm2

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

0.0044

3.93
. 7.6

0.85 .
fy

= 0.03553

0.0052 Ok !!!

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

600
+ 315

Ok !!!

~ Bentang tepi jalur kolom

a. M (-) tepi kiri =


fy2
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

2505.5893 kg.m

AS2
2

275

67.379679 AS2

250558.9277
+

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 AS.

fy . d.

Dengan rumus ABC diperoleh :


Dipilih tulangan arah L2 =

AS.

AS
-

AS.

313198.6597

AS.

13.603 cm2

10

20

kg.cm

+
=

250558.9277
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
atau 4.95 cm2 per m' jalur kolom

cm2

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

fy2
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

0.0044

3.93
. 7.6

0.85 .
fy

= 0.03553

b. M (-)dalam =

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

Ok !!!

9097.5785 kg.m
AS2
2

275

67.379679 AS2

0.0052

909757.8525
+

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 AS.

fy . d.

AS2
-

AS.

AS.

1137197.316

kg.cm

+
=

909757.8525
0.8
0

= 0

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 49

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L2 =

AS.

56.480 cm2

14

15

pada lebar jalur kolom


275 cm
2
atau 20.5 cm per m' jalur kolom
2
10.26 cm

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

10.26
. 7.6

0.0135

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85 . f'c31.5
315

0.85

600

600
+ 315

Ok !!!

c. M (+) lapangan =

3150
1.7
315

0.0044

0.85 .
fy

= 0.03553

fy2
1,7 . fc' .b

7408.0282 kg.m
2

AS
2

275

67.379679 AS2

740802.8228
+

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 AS.

fy . d.

AS2
-

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L2 =

AS.

AS.

926003.5284 =

AS.

44.172 cm2

12

15

kg.cm

740802.8228
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


275 cm
2
atau 16.1 cm per m' jalur kolom

cm

7.54

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

0.0044

7.54
. 7.6

0.85 .
fy

= 0.03553

0.0099

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

Ok !!!

~ Bentang dalam untuk jalur tengah

a. M (-) tepi kiri =


fy2
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

2452.5730 kg.m

AS2
2

275

67.379679 AS2

245257.3013
+

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 AS.

fy . d.

AS2
-

AS.

AS.

306571.6266

kg.cm

+
=

245257.3013
0.8
0

= 0

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 50

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L2 =

AS.

13.304 cm2

10

20

pada lebar jalur kolom


325 cm
2
atau 4.09 cm per m' jalur kolom

cm2

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

3.93
. 7.6

0.0052

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85 . f'c31.5
315

0.85

600

600
+ 315

Ok !!!

b. M (+) lapangan =

3150
1.7
315

0.0044

0.85 .
fy

= 0.03553

fy2
1,7 . fc' .b

132061.6238
2

AS
2

275

67.379679 AS2

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 AS.

fy . d.

AS2
-

kg.cm

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L2 =

AS.

165077.0297

AS.

7.035

10

20

AS.

cm2

+
=

132061.6238
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


325 cm
2
atau 2.16 cm per m' jalur kolom

cm

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

0.0044

3.93
. 7.6

0.85 .
fy

= 0.03553

0.0052 Ok !!!

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

Ok !!!

~ Bentang tepi jalur tengah

a. M (-) tepi kiri =


fy2
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

AS2
2

275

67.379679 AS2

177.5675 kg.m
-

17756.75227
+

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 AS.

fy . d.

AS2
-

AS.

AS.

22195.94033

kg.cm

+
=

17756.75227
0.8
0

= 0

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 51

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L2 =

AS.

0.930

10

20

cm2

pada lebar jalur kolom


325 cm
2
atau 0.29 cm per m' jalur kolom

cm2

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

3.93
. 7.6

0.0052

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85 . f'c31.5
315

0.85

600

600
+ 315

Ok !!!

b. M (-)dalam =

3150
1.7
315

0.0044

0.85 .
fy

= 0.03553

fy2
1,7 . fc' .b

2641.2325 kg.m
2

AS
2

67.379679 AS2

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 As

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L2 =

As

10

264123.2475

As

fy . d.

AS2

275

kg.cm

As

330154.0594

14.372 cm2

20

+
=

264123.2475
0.8

= 0

pada lebar jalur kolom


325 cm
2
atau 4.42 cm per m' jalur kolom

cm

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

1.4
315

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

100

fy2
1,7 . fc' .b
3150
1.7
315

AS2
2

275

67.379679 AS2

0.0044

3.93
. 7.6

0.85 .
fy

= 0.03553

c. M (+) lapangan =

0.0052

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

600

Ok !!!

2150.7179 kg.m
-

215071.7873
+

Mu
f

= 0

3150

7.6

23940 AS.

fy . d.

AS2
-

AS.

AS.

268839.7341

kg.cm

+
=

215071.7873
0.8
0

= 0

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

BAB II HAL. 52

Dengan rumus ABC diperoleh :

Dipilih tulangan arah L2 =

AS.

11.609 cm

10

20

pada lebar jalur kolom


325 cm
atau 3.57 cm2 per m' jalur kolom
cm2

3.93

Kontrol
rmin

1.4
fy

rada

As.
b. d

rmaks =

0.75

. b1 .

= 0.03553

1.4
315

100

0.0044

3.93
. 7.6

0.85 .
fy

0.0052

f'c
600

Ok !!!

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c31.5
315

Ok !!!

Kesimpulan hasil perhitungan tulangan arah bentang


LOKASI
JALUR KOLOM

550 cm' sebagai arah L2


JALUR TENGAH

Bentang Dalam
M (-) tepi
M (+) lapangan
M (-) dalam

f
f
f

14
10
14

15
20
15

f
f
f

10
10
10

20
20
20

Bentang Tepi
M (-) tepi
M (+) lapangan
M (-) dalam

f
f
f

10
12
14

20
15
15

f
f
f

10
12
14

20
15
15

600

600
+ 315

STRUKTUR BETON II

f
f

10 -

20

10 -

20

10 -

20

f
f

14 -

15

12 -

15

f
f

15 -

15

14 -

15

15 -

15

137.5 cm
f

14 -

15

550 cm

275 cm
f

10 -

20

10 -

20

10 -

20

12 -

15

14 -

15

14 -

15

15 -

15

137.5 cm
f
f

137.5 cm

f
f

12 -

15

14 -

15

325 cm

f
f

275 cm

SKETSA PENULANGAN LANTAI TEPI

STRUKTUR BETON II

f
f

14 -

15

14 -

15

10 -

20

f
f

12 -

20

10 -

20

f
f

14 -

15

14 -

15

10 -

20

137.5 cm
f

10 -

20

550 cm

275 cm
f

10 -

20

14 -

15

14 -

15

10 -

20

10 -

20

14 -

15

14 -

15

137.5 cm
f
f

137.5 cm

f
f

10 -

20

12 -

20

325 cm

SKETSA PENULANGAN LANTAI TENGAH

f
f

275 cm

STRUKTUR BETON II

BAB III HAL. 55

III. ANALISA PEMBEBANAN PORTAL


Analisa pembebanan portal dilakukan terhadap kombinasi pembebanan berikut :

1. Beban Gravitasi (Beban mati + Beban hidup)


Beban - beban merata pada plat diterima oleh balok arah longitudinal dan arah transversal
(arah x dan y), seperti denah berikut. Disamping itu portal juga menerima beban garis berupa
berat sendiri balok dan berat dinding.
2.75 m

2.75 m

2.75 m

2.75 m

Portal
Eqivalen 1
Portal
Eqivalen 4

2.75 m

2.75 m

2.75 m

2.75 m

2.75 m

0.5 m

2.75 m

0.5 m

Portal
Eqivalen 2

0.5 m

2.75 m

Portal
Eqivalen 3

2.75 m

2. Beban Gravitasi + Beban Gempa


Semua beban yang bekerja selebar portal dianggap dipikul sepenuhnya oleh portal yang
bersangkutan. Lebar portal yang dimaksud adalah jarak dari tengah bentang sebelah kiri
(jika ada) ke tengah bentang sebelah kanan. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa pada
saat percepatan gempa sejajar dengan sumbu x, maka semua beban - beban tersebut dipikul
oleh portal arah x. Demikian pula untuk arah y.
Luas pembebanan ditinjau dari denah berikut :
M

P
2.75 m

2.75 m

2.75 m

2.75 m

2.75 m

2.75 m

B
3m

3m

3m

3m

D
3m

3m

Muh Fajrin Wahab / D11107627

STRUKTUR BETON II

BAB III HAL. 56

A. Perhitungan beban akibat Gaya Gravitasi


Beban yang bekerja pada portal eqivalen 1 berbentuk sebagai berikut :
Luas trapesium

=
=

2 . 0.5 . (
13.0

0.5 +

6.0 ) .

Berat trapesium
=
13 W
W = Berat persatuan luas
Reaksi tumpuan

= RA = RB

2.75 m

2.75 m

0.5 m

2.75 m

0.5 m

13 W
=
2

6.5 W

2.75 m

Momen maksimum terjadi tepat ditengah bentang, sebesar :

Mmaks = Ra . X - Q . ((1/3 a2 + 1/4 . B . (2a + b ))/(a + b)


Dimana : Q = Berat trapesium
a = tinggi trapesium
b = sisi atas trapesium
Jadi :
Mmaks = Ra . X - Q . ((1/3 a2 + 1/4 . B . (2a + b ))/(a + b)
7W .

Mmaks =
=

- 13 W .

1
. 2.75
3
2.75 + 0.5

0.5
4

2.75 +

0.5

6.4167 W

Sehingga bila diubah menjadi beban merata, koefisiennya menjadi :


6.4167 W =
Qeq

1
. Qeq .
8
1.43 W

Muh Fajrin Wahab / D11107627

STRUKTUR BETON II

BAB III HAL. 57

1. Beban Gravitasi pada balok atap


Beban mati (DL)
- Beban balok
- Beban plat
- Beban plafond + ducling
- Beban finishing atap

0.2
0.12
20
42

.
.
.
.

0.3
1.43
1.43
1.43

. 2400
. 2400

=
=
=
=
=

Beban hidup (LL)


- Beban hidup plat atap
- Beban air

100 .
0.01 .

1.43
1000

1.6
+ 1.6

LL
. 156.85 =

643.07 kg/m'

= 143 kg/m'
= 14.3 kg/m'

1.43

=
Jadi beban rencana (qu1)
qu1 = 1.2
DL
+
= 1.2 . 643.07

144 kg/m'
411 kg/m'
28.5 kg/m'
59.9 kg/m'

156.85 kg/m'

1022.65 kg

2. Beban Gravitasi pada balok lantai 02


Beban mati (DL)
- Beban balok
- Beban plat
- Beban plafond + ducling
- Beban finishing lantai 02
- Beban dinding

Beban hidup (LL)


- Beban hidup lantai 02
Jadi beban rencana (qu1)
qu2 = 1.2
DL
+
= 1.2 . 1818.1

0.2
0.12
20
42

.
.
.
.

250 .

1.6
+ 1.6

0.3 . 2400
1.43 . 2400
1.43
1.43
(
5
0.3 ) .

250

1.43

LL
. 356.48 =

=
=
=
=
=

144 kg/m'
411 kg/m'
28.5 kg/m'
59.9 kg/m'
1175 kg/m'

1818.1 kg/m'

356.48 kg/m'

2752.06 kg

B. Perhitungan beban akibat Gempa

1. Berat bangunan total


a. Berat atap (W3)
Beban mati (DL)
- Beban plat
- Beban balok
- arah x (memanjang) :
- arah y (melintang) :

18

16.5

0.12

. 2400

0.2
0.2

.
.

0.3
0.3

.
.

18
16.5

.
.

4
4

= 85536 kg

. 2400 = 10368 kg
. 2400 = 9504 kg

Muh Fajrin Wahab / D11107627

STRUKTUR BETON II

BAB III HAL. 58

- Beban kolom
- Kolom tepi
- Kolom tepi tengah
- Kolom tengah
- Beban dinding
- Beban finishing atap
- Beban plafond + ducling

4 . 0.3 . 0.3 .
5
8 . 0.3 . 0.3 .
5
4 . 0.3 . 0.3 .
5
(
5
0.3 ) . 250 .
42
.
18
. 16.5
20
.
18
. 16.5

. 2400
. 2400
. 2400
69.000

=
=
=
=
=
=

4320 kg
8640 kg
4320 kg
81075 kg
12474 kg
5940 kg

= 222177 kg
Beban hidup (LL)
- Beban hidup plat atap
- Beban air

100 .
0.01 .

18
.
1000

16.5
.
18

16.5

= 29700 kg'
= 2970 kg'
=

Beban total W3 =
W3 = 1.2
DL
+
= 1.2 . 222177

1.6
+ 1.6

LL
. 32670 =

32670 kg'

318884 kg

b. Berat lantai 02 (W2)


Beban mati (DL)
- Beban plat
- Beban balok

18

16.5

0.12

. 2400

- arah x (memanjang) :
- arah y (melintang) :
- Beban kolom

0.2
0.2

.
.

0.3
0.3

.
.

18
16.5

.
.

- Kolom tepi
- Kolom tepi tengah
- Kolom tengah
- Beban dinding
- Beban finishing lantai 03
- Beban plafond + ducling

4 . 0.3 . 0.3 .
5
8 . 0.3 . 0.3 .
5
4 . 0.3 . 0.3 .
5
(
5
0.3 ) . 250 .
42
.
18
. 16.5
20
.
18
. 16.5

4
4

= 85536 kg

. 2400 = 10368 kg
. 2400 = 9504 kg
. 2400
. 2400
. 2400
69.000

=
=
=
=
=
=

4320 kg
8640 kg
4320 kg
81075 kg
12474 kg
5940 kg

= 222177 kg
Beban hidup (LL)
- Beban hidup lantai 02
Beban total W2 =
W2 = 1.2
DL
+
= 1.2 . 222177

250

1.6
+ 1.6

18

16.5

LL
. 74250 =

Jadi berat total (Wt) = W3 + W2 + W1


= 318884.4 +
= 704296.8

74250 kg'

385412 kg

385412.4

Muh Fajrin Wahab / D11107627

STRUKTUR BETON II

BAB III HAL. 59

2. Waktu getar bangunan (T)


Dengan rumus empiris :
Tx = Ty = . n
RSNI 03 Hl.27
=
0.19 x 2
=
0.38 detik

&

0.19

u/ Zona Gempa 2
RSNI 03 Hl.27

3. Koefisien gempa dasar ( C )


Nilai C diambil dari respons Spektrum Gempa Rencana RSNI 03 Hl. 23

Grafik untuk wilayah gempa 2

0.13
0.10
0.05
0
C = 0.30

1.0

Asumsi tanah yang akan dibangun adalah


tanah sedang untuk wilayah gempa 2 dengan
nilai Tc (waktu getar alami) 1,0 detik.

Dari tabel 6 Spektrum respons gempa


rencana (SNI 03 - 1726 - 2002 ) diperoleh :
Am
=
0.30
Ar
=
0.15
Ao
=
0.12 (untuk tanah keras)
Untuk T Tc maka :
C =
Am
=
2.5 Ao
=
0.30
Struktur diatas tanah lunak
2.0
3.0
Struktur diatas tanah keras
u/ Tanah Keras Zona Gempa 2

4. Faktor keutamaan I dan faktor jenis struktur K


Faktor keutamaan I untuk berbagai kategori gedung dan bangunan RSNI 03 Hl.12
untuk gedung umum seperti untuk penghunian, perniagaan dan perkantoran
I =

5. Gaya geser horizontal total akibat gempa


Rumus :
Vx = Vy = C . I . K . Wt
=
=

0.30
. 1 .
211289.04 kg

1 .

704296.8

6. Distribusi gaya geser horizontal total


a. Arah x
H
=
B

10.00
18.00

0.5556

< 3

Fix

wi . hi
S wi . hi

Vx

a. Arah y
H
=
B

10.00
16.50

0.6061

< 3

Fiy

wi . hi
S wi . hi

Vy

Dimana : Fix = Gaya horizontal akibat gempa pada lantai ke-i arah x
Fiy = Gaya horizontal akibat gempa pada lantai ke-i arah y
hi = Tinggi lantai ke-i terhadap lantai dasar
Wi = Berat lantai ke-i
Vx = Gaya geser horizontal total akibat gempa arah x
Vy = Gaya geser horizontal total akibat gempa arah y
B = Panjang sisi bangunan dalam arah yang ditinjau

Muh Fajrin Wahab / D11107627

STRUKTUR BETON II

BAB III HAL. 60

Tingkat

V
(t)

hi
(m)

Wi
(t)

Wi . hi

Fix,Fiy

1/3 Fi

atap
02

211.2890
211.2890

10.00
10

318.884
385.412 kg
S

3188.844
3854.124
7042.968

95.665
115.624
211.289

31.888
38.541
70.430

q =

0.6431 t/m

4'

q =

3'
5

1.8181 t/m

5'

2'

SKETSA PEMBEBANAN AKIBAT BEBAN MATI


q =

0.1569 t/m

4'

q =

3'
5

0.3565 t/m

5'

2'

B
6

C
6

D
6

SKETSA PEMBEBANAN AKIBAT BEBAN HIDUP

Muh Fajrin Wahab / D11107627

STRUKTUR BETON II

BAB III HAL. 61

31.8884 t/m
M

P
5

38.5412 t/m
I

B
6

SKETSA PEMBEBANAN AKIBAT BEBAN GEMPA

B7

B8

B9

K9

K10

K11

K12

B1

B2

B6

K1

K2

K3

K4

Muh Fajrin Wahab / D11107627

STRUKTUR BETON II

BAB III HAL. 62

7. Kombinasi Pembebanan
COMB
COMB
COMB
COMB
COMB
COMB

1
2
3
4
5
6

1,4
1,2
0.9
0.9
1.2
1.2

DL
DL
DL
DL
DL
DL

+
+
+
+

1,6
1,0
1,0
1.6
1.6

B4

LL
E
E
LL
LL

+
-

1,0
1,0

E
E

B5

B6

K5

K6

K7

K8

5.0 m

B1

B2

B3

K1

K2

K3

K4

6.00

6.00

6.00

5.0 m

REKAPITULASI GAYA MOMEN LENTUR DAN GESER


ELEMEN
BALOK ATAP
BALOK LANTAI 2

G. NORMAL (P)

GESER (V)

TON

TON

MOMEN (M)
TM

12.6366

5.6986

6.5771

-13.5369

-5.7171

-8.1803

12.5369

5.6986

6.5771

-13.5369

-5.7171

-8.1803

KOLOM LT 2

-1.9289

9.3654

20.6685

TEPI

-39.1835

-8.3146

-20.8260

KOLOM LT 2

-0.8043

8.3951

19.3629

TENGAH

-17.9970

-8.3146

-18.0394

KOLOM LT 1

11.0527

7.5511

18.3777

TEPI

-35.5716

-8.3146

-19.7013

KOLOM LT 1

3.1406

9.5458

20.9507

TENGAH

-35.3910

-8.3146

-20.7932

Muh Fajrin Wahab / D11107627

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

IV. PERENCANAAN PENULANGAN BALOK DAN KOLOM


A. PENULANGAN BALOK
1. Penulangan balok atap

a. Tulangan tumpuan luar


M (-) =

8.18028349 tm =

81802834.9

Nmm

380
120
d

300

f
d'

16

f
200
d

=
h
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
= 300.000 0.5
.
16
8 5
= 279.000 mm

rmin

1.4
fy

Mnperlu

Mu
f

81802834.9
0.8

Mnada

0.85

fc'

Be

t
2

0.85

31.5

380

120

279

120
2

=
Syarat :

aktual

1.4
315

0.0044

102253543.6

Nmm

267385860
Mn perlu > Mn ada
Mn perlu < Mn ada

Dianalisa dengan rumus sifat balok T murni


Dianalisa dengan rumus seperti balok biasa

2 .
0.85 .

fc'

279

279

2 .
0.85 .

81802834.9
31.5 .
0.8 .

Mu
f

Be

380

= 38.7064

A r m a n / D 110 99 033

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

=
Syarat :

0,85 . Fc' . Be . a
Bw . d . fy

aktual

0.85 .

31.5 .
380 .
38.706
200 .
279 .
315

0.02241
>

Ok !!!

rmin

Hitung luas tulangan :


As = r . Bw . d.
= 0.02241 .
200
2
= 1250.22 mm

5 f

Digunakan Tulangan :

279.0

16

mm2

1005.714

b. Tulangan lapangan bentang luar


M (+) =

6.5770551 tm =

65770551

Nmm

560
120
d

300

f
d'

16

200
d

=
h
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
= 300.000 0.5
.
16
8 5
= 279.000 mm

rmin

1.4
fy

Mnperlu

Mu
f

Mnada

0.85

fc'

Be

t
2

0.85

31.5

560

120

279

120
2

A r m a n / D 110 99 033

1.4
315

0.0044

65770551
0.8

82213188.75

Nmm

394042320

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

Syarat :

aktual

Mn perlu > Mn ada


Mn perlu < Mn ada

Dianalisa dengan rumus sifat balok T murni


Dianalisa dengan rumus seperti balok biasa

2 .
0.85 .

fc'

279

279

2 .
0.85 .

65770551
31.5 .
0.8 .

Mu
f

Be

560

= 20.3983
=

=
Syarat :

0,85 . Fc' . Be . a
Bw . d . fy

aktual

0.85 .

31.5 .
560 .
20.398
200 .
279 .
315

0.01740
>

Ok !!!

rmin

Hitung luas tulangan :


As = r . Bw . d.
= 0.0174 .
200
2
= 970.958 mm

279.0

16

4 f

Digunakan Tulangan :

mm2

804.571

c. Tulangan tumpuan dalam kiri


M (-) =

8.1802835 tm =

81802835

Nmm

560
120
d

300

d'
f

15

200
d

rmin

A r m a n / D 110 99 033

=
h
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
= 300.000 0.5
.
15
8 5
= 279.500 mm
=

1.4
fy

1.4
315

0.0044

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

Mnperlu

Mu
f

Mnada

0.85

fc'

Be

t
2

0.85

31.5

560

120

280

120
2

=
Syarat :

aktual

81802835
0.8

102253543.8

Nmm

394941960
Mn perlu > Mn ada
Mn perlu < Mn ada

Dianalisa dengan rumus sifat balok T murni


Dianalisa dengan rumus seperti balok biasa

2 .
0.85 .

fc'

280

280

2 .
0.85 .

81802835
31.5 .
0.8 .

Mu
f

Be

560

= 25.5689
=

=
Syarat :

0,85 . Fc' . Be . a
Bw . d . fy

aktual

0.85 .

31.5 .
560 .
25.569
200 .
280 .
315

0.02177
>

Ok !!!

rmin

Hitung luas tulangan :


As = r . Bw . d.
= 0.02177 .
200
2
= 1217.08 mm
Digunakan Tulangan :

5 f

279.5

16

mm2

1005.714

d. Tulangan dalam bagian kanan


M (-) =

6.57706

tm =

65770600

Nmm

560
120
300

d
f

d'
f

15

200

A r m a n / D 110 99 033

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

=
h
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
= 300.000 0.5
.
15
8 5
= 279.500 mm

rmin

1.4
fy

Mnperlu

Mu
f

Mnada

0.85

fc'

0.85

31.5

=
Syarat :

aktual

1.4
315

0.0044

65770600
0.8

82213250

Nmm

Be

t
2

560

120

280

120
2

394941960
Mn perlu > Mn ada
Mn perlu < Mn ada

Dianalisa dengan rumus sifat balok T murni


Dianalisa dengan rumus seperti balok biasa

2 .
0.85 .

fc'

280

280

2 .
0.85 .

65770600
31.5 .
0.8 .

Mu
f

Be

560

= 20.3589
r

=
Syarat :

0,85 . Fc' . Be . a
Bw . d . fy

aktual

0.85 .

31.5 .
560 .
20.359
200 .
280 .
315

0.01734
r

>

Ok !!!

rmin

Hitung luas tulangan :


As = r . Bw . d.
= 0.01734 .
200
2
= 969.085 mm
Digunakan Tulangan :

A r m a n / D 110 99 033

4 f

279.5

16

804.571

mm2

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

B. PENULANGAN KOLOM
1. Penulangan kolom atas

~ Mengecek pengaruh kelangsingan kolom


Untuk komponen struktur tekan yang tidak ditahan terhadap goyangan ke samping, pengaruh
kelangsingan dapat diabaikan jika memenuhi :
k . Lu
<
22
r
dimana :
k = faktor tekuk = 1
lu = panjang kolom =
r = radius girasi
atau r = 0,3 . h.

SK. SNI T - 15 - 1991 - 03. 33 11 4)

4
I
=
A
0.3 .

1 /

=
30

12 .
30
9

30
.

30

30

8.6603

Jadi :
k . Lu
=
r

1 .

4
0.09

44.444

>

22

Berarti faktor kelangsingan tak dapat diabaikan

~ Faktor pembesar momen ( d )


d =
1
Dimana :

Cm
Pu
f . Pc

> 1

Cm = 1
(konservatif)
Pu = 39.1834613 ton
p2 . EI
(k . Lu)2
Ec . Ig
EI =
2,5 . (1 + bd)
Ec = 4700 . fc'
=
4700
31.5
Ig = 1/12 . b. h3 =
1
Ig =
. 0.3 . 0.3 3 =
12
1,2 . qdl
Bd =
=
1,2 . qdl + 1,6 . qll
1.2
diperoleh :
2637868.5 .
0.000675
EI =
2.5 . (
1 +
0.8138 )
Pc =

p2 .
1 .

Pc =

=
1

392.66554
=
4 2
1
39.1834613
0.65 .
241.97

26378.685 Mpa

0.000675

2637868.5

t/m2

m4

1.2
. 12.822
12.822 +
1.6 .

392.6655443

2.2

0.8138

241.97

1.3

> 1

Ok !!!

1.1 Penulangan untuk kolom tepi


Mu = 20.8260099 tm
Mc = d . Mu
= 1.33179 .

A r m a n / D 110 99 033

20.82601

27.736 tm

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

Hitung :
Pn perlu

Pu
f

39.183461
0.65

Mc
f

Mn perlu =

= 60.2822

27.7359
0.65

ton

= 42.6706

tm

Eksentrisitas :
e

Mn perlu
Pn perlu

42.67056503
60.28224815

emin = 15 + 0,03 . h.
Syarat :

emin < e

15

0.7078

0.03 .

300

707.85

= 24

Ok !!!

Hitung nilai r
~ Sumbu vertikal
Pu
f . Ag . 0,85 . fc'

~ Sumbu horizontal
Pu
f . Ag . 0,85 . Fc'

0.65 .

e
=
h

300 .

391834.613
300 .
0.85 .

707.846
300

0.01913

0.2502

31.5

0.2502

0.5902

Dari diagram interaksi kolom, diperoleh :


b = 0.85
r =
0.0225
Maka, r = b . r =

0.85

0.0225

Hitung luas tulangan :


Ast = r . Ag
= 0.01913 .

300

300.0

2
= 1721.25 mm

As = As' = 1/2 . Ast

0.5 .

Digunakan Tulangan :

3 f

860.625 mm2

1721 =

20

= 942.857

mm2

1.2 Penulangan untuk kolom tengah


~ Mengecek pengaruh kelangsingan kolom
Untuk komponen struktur tekan yang tidak ditahan terhadap goyangan ke samping, pengaruh
kelangsingan dapat diabaikan jika memenuhi :
k . Lu
<
22
r
dimana :
k = faktor tekuk = 1
lu = panjang kolom =
r = radius girasi
atau r = 0,3 . h.

SK. SNI T - 15 - 1991 - 03. 33 11 4)

4
I
A
0.3 .

=
=

1 /

=
30

12 .
30
9

30
.

.
30

30

8.6603

Jadi :
k . Lu
=
r

1 .

4
0.09

44.444

>

22

Berarti faktor kelangsingan tak dapat diabaikan

~ Faktor pembesar momen ( d )


d =
1

A r m a n / D 110 99 033

Cm
Pu
f . Pc

> 1

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

Dimana :

Cm = 1
(konservatif)
Pu = 17.9970091 ton
p2 . EI
(k . Lu)2
Ec . Ig
EI =
2,5 . (1 + bd)
Ec = 4700 . fc'
=
4700
31.5
Ig = 1/12 . b. h3 =
1
Ig =
. 0.3 . 0.3 3 =
12
1,2 . qdl
Bd =
=
1,2 . qdl + 1,6 . qll
1.2
diperoleh :
2637868.5 .
0.000675
EI =
2.5 . (
1 +
0.8138 )
Pc =

p2 .
1 .

Pc =

392.66554
=
4 2

26378.685 Mpa

0.000675

2637868.5

t/m2

m4

1.2
. 12.822
12.822 +
1.6 .

392.6655443

2.2

0.8138

241.97

1
17.9970091
0.65 .
241.97

1.12921

> 1

Ok !!!

Penulangan untuk kolom tengah


Mu =

18.039422 tm

Mc = d . Mu
=
1.12921 .

18.039422 =

20.370317 tm

Hitung :
Pn perlu

Pu
f

17.997009
0.65

Mc
f

Mn perlu =

= 27.6877

20.3703
0.65

ton

31.3389

tm

Eksentrisitas :
e

Mn perlu
Pn perlu

31.33894876
27.68770631

emin = 15 + 0,03 . h.
Syarat :

emin < e

15

0.03 .

1.1319
300

1131.9

= 24

Ok !!!

Hitung nilai r
~ Sumbu vertikal
Pu
f . Ag . 0,85 . fc'

~ Sumbu horizontal
Pu
f . Ag . 0,85 . Fc'

0.65 .

e
=
h

300 .

179970.091
300 .
0.85 .

1131.87
300

0.01088

0.1149

31.5

0.1149

0.4335

Dari diagram interaksi kolom, diperoleh :


b = 0.85
r =
0.0128
Maka, r = b . r =

0.85

0.0128

Hitung luas tulangan :


Ast = r . Ag
= 0.01088 .
300
2
= 979.2 mm

As = As' = 1/2 . Ast

Digunakan Tulangan :

2 f

A r m a n / D 110 99 033

300.0

0.5 .
20

979 =
=

628.6

489.6

mm2

mm2

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

2. Penulangan kolom tengah

~ Mengecek pengaruh kelangsingan kolom


Untuk komponen struktur tekan yang tidak ditahan terhadap goyangan ke samping, pengaruh
kelangsingan dapat diabaikan jika memenuhi :
k . Lu
<
22
r
dimana :
k = faktor tekuk = 1
lu = panjang kolom =
r = radius girasi
atau r = 0,3 . h.

SK. SNI T - 15 - 1991 - 03. 33 11 4)

5
I
A
0.3 .

=
=

1 /

=
30

12 .
30
9

30
.

30

30

8.6603

Jadi :
k . Lu
=
r

1 .

0.09

55.556

>

22

Berarti faktor kelangsingan tak dapat diabaikan

~ Faktor pembesar momen ( d )


d =
1
Dimana :

Cm
Pu
f . Pc

> 1

Cm = 1
(konservatif)
Pu = 35.571609 ton
p2 . EI
(k . Lu)2
Ec . Ig
EI =
2,5 . (1 + bd)
Ec = 4700 . fc'
=
4700
31.5
Ig = 1/12 . b. h3 =
1
Ig =
. 0.3 . 0.3 3 =
12
1,2 . qdl
Bd =
=
1,2 . qdl + 1,6 . qll
1.2
diperoleh :
2637868.5 .
0.000675
EI =
2.5 . (
1 +
0.8138 )
Pc =

p2 .
1 .

Pc =

=
1

392.66554
=
5 2

26378.685 Mpa

0.000675

2637868.5

t/m2

m4

1.2
. 12.822
12.822 +
1.6 .

392.6655443

2.2

0.8138

154.861

1
35.571609
0.65 .
154.86

1.547

> 1

Ok !!!

1.1 Penulangan untuk kolom tepi


Mu =

19.701252 tm

Mc = d . Mu
= 1.54652 .

19.701252 =

30.468286

35.571609
0.65

= 54.7256

Hitung :
Pn perlu

Mn perlu =

Pu
f

Mc
f

30.4683
0.65

ton

= 46.8743

tm

Eksentrisitas :
e

Mn perlu
Pn perlu

emin = 15 + 0,03 . h.
Syarat :

A r m a n / D 110 99 033

emin < e

46.87428678
54.72555231
=

15

0.03 .

0.8565
300

856.53

= 24

Ok !!!

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

Hitung nilai r
~ Sumbu vertikal
Pu
f . Ag . 0,85 . fc'

~ Sumbu horizontal
Pu
f . Ag . 0,85 . Fc'

0.65 .

e
=
h

355716.09
300 .

300 .

0.2271

0.85 .

856.534
300

31.5

0.2271

0.6484

Dari diagram interaksi kolom, diperoleh :


b = 0.85
r =
0.0265
Maka, r = b . r =

0.85

0.0265

= 0.02253

Hitung luas tulangan :


Ast = r . Ag
= 0.02253 .
300
2
= 2027.25 mm

As = As' = 1/2 . Ast

Digunakan Tulangan :

4 f

300.0

0.5 .

1013.63 mm2

2027 =

20

= 1257.14

mm2

1.2 Penulangan untuk kolom tengah


~ Mengecek pengaruh kelangsingan kolom
Untuk komponen struktur tekan yang tidak ditahan terhadap goyangan ke samping, pengaruh
kelangsingan dapat diabaikan jika memenuhi :
k . Lu
<
22
r
dimana :
k = faktor tekuk = 1
lu = panjang kolom =
r = radius girasi
atau r = 0,3 . h.

SK. SNI T - 15 - 1991 - 03. 33 11 4)

5
I
=
A
0.3 .

1 /

=
30

12 .
30
9

30
.

30

30

8.6603

Jadi :
k . Lu
=
r

1 .

5
0.09

55.556

>

22

Berarti faktor kelangsingan tak dapat diabaikan

~ Faktor pembesar momen ( d )


d =
1
Dimana :

Cm
Pu
f . Pc

> 1

Cm = 1
(konservatif)
Pu = 35.3909687 ton
p2 . EI
(k . Lu)2
Ec . Ig
EI =
2,5 . (1 + bd)
Ec = 4700 . fc'
=
4700
31.5
Ig = 1/12 . b. h3 =
1
Ig =
. 0.3 . 0.3 3 =
12
1,2 . qdl
Bd =
=
1,2 . qdl + 1,6 . qll
1.2
diperoleh :
2637868.5 .
0.000675
EI =
2.5 . (
1 +
0.8138 )
Pc =

p2 .
1 .

Pc =

=
1

A r m a n / D 110 99 033

392.66554
=
5 2

26378.685 Mpa

0.000675

2637868.5

t/m2

m4

1.2
. 12.822
12.822 +
1.6 .

392.6655443

2.2

0.8138

154.861

1
35.3909687
0.65 .
154.86

1.54224

> 1

Ok !!!

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

Penulangan untuk kolom tengah


Mu = 20.7932116 tm
Mc = d . Mu
= 1.54224 .

20.793212 =

32.068019 tm

Hitung :
Pn perlu

Pu
f

35.390969
= 54.4476
0.65

Mc
f

Mn perlu =

32.0680
0.65

ton

= 49.3354

tm

Eksentrisitas :
e

Mn perlu
Pn perlu

49.33541458
54.44764415

emin = 15 + 0,03 . h.
Syarat :

emin < e

15

0.9061

0.03 .

300

906.11

= 24

Ok !!!

Hitung nilai r
~ Sumbu vertikal
Pu
f . Ag . 0,85 . fc'

~ Sumbu horizontal
Pu
f . Ag . 0,85 . Fc'

353909.687
300 .
300 .
0.85 .

0.65 .

e
=
h

0.2259

906.107
300

31.5

0.2259

0.6824

Dari diagram interaksi kolom, diperoleh :


b = 0.85
r =
0.0275
Maka, r = b . r =

0.85

0.0275

= 0.02338

Hitung luas tulangan :


Ast = r . Ag
= 0.02338 .
300
2
= 2103.75 mm

As = As' = 1/2 . Ast

Digunakan Tulangan :

4 f

A r m a n / D 110 99 033

300.0

0.5 .
20

2104 =

1051.88 mm2

= 1257.14

mm2

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

A r m a n / D 110 99 033

Sketsa tul.153

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

TABEL REKAPITULASI PENULANGAN BALOK DAN KOLOM


Nama
Pu (ton)
Mu (tm)
Jumlah & Diameter tulangan

1. Balok
-

8.1802835
6.5770551
8.1802835
6.58
2.78
7.52
6.92
13.33
11.65
5.58
6.9
7.35
16.54
12.04
5.56

5
4
5
4
2
3
3
5
5
2
3
3
7
5
2

f
f
f
f
f
f
f
f
f
f
f
f
f
f
f

16
16
16
16
15
19
19
19
19
19
19
19
19
19
19

~ Kolom atas
K9
K10

39.183461
17.997009

20.82601
18.039422

3 f
2 f

20
20

~ Kolom tengah
K5
K6

35.571609
35.390969

19.701252
20.793212

4 f
4 f

20
20

~ Kolom bawah
K1
K2

30.62
66

5.12
12.43

5 f
7 f

22
22

B7
B8
B4
B5
B1
B2

2. Kolom

A r m a n / D 110 99 033

Tepi luar
Lapangan luar
Kiri dalam
Kanan dalam
Lapangan dalam
Tepi luar
Lapangan luar
Kiri dalam
Kanan dalam
Lapangan dalam
Tepi luar
Lapangan luar
Kiri dalam
Kanan dalam
Lapangan dalam

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

Sketsa Hasil Desain Tulangan

1. Balok
~ Balok B7
Tepi Luar

Lapangan Luar

5 f

Kiri Dalam

16

5 f

300 mm

300 mm

f 8

4 f

40 mm

200 mm

Lapangan Dalam

4 f

16

300 mm

300 mm

f 8

2 f

40 mm

15

40 mm

200 mm

200 mm

~ Balok B4
Tepi Luar

Lapangan Luar

3 f

Kiri Dalam

19

5 f

300 mm

300 mm

f 8

3 f

40 mm

19

f 8
40 mm

200 mm

~ Balok B5
Kiri Dalam

19

300 mm

40 mm

200 mm

200 mm

Lapangan Dalam

5 f

19

300 mm

300 mm

f 8

2 f

40 mm

A r m a n / D 110 99 033

f 8
40 mm

200 mm

~ Balok B8
Kiri Dalam

200 mm

16

40 mm

200 mm

16

300 mm

19

40 mm

200 mm

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

~ Balok B1
Tepi Luar

Lapangan Luar

3 f

Kiri Dalam

19

7 f

300 mm

300 mm

f 8

3 f

40 mm

200 mm

Lapangan Dalam

5 f

19

300 mm

300 mm

f 8

2 f

40 mm

A r m a n / D 110 99 033

f 8
40 mm

200 mm

~ Balok B2
Kiri Dalam

200 mm

19

40 mm

200 mm

19

300 mm

19

40 mm

200 mm

L aode Hasimu / D 110 99 048

STRUKTUR BETON II

Sketsa tul.153

2. Kolom
~ Kolom Atas
Kolom K9

Kolom K10

300 mm

300 mm

40 mm

300 mm

40 mm

300 mm
3

20
2

~ Kolom Tengah
Kolom K5

f 20

Kolom K6

300 mm

300 mm

40 mm

300 mm

40 mm

300 mm
4

20
4

~ Kolom Bawah
Kolom K1

f 20

Kolom K2

300 mm

300 mm

40 mm

300 mm

40 mm

300 mm
5

22
7

A r m a n / D 110 99 033

f 22

L aode Hasimu / D 110 99 048

BAB IV.HAL

STRUKTUR BETON II

PENULANGAN GESER PADA BALOK


1. Balok atap
57170.512 N
50577 N

346
6000

57170.512 N

~ Gaya geser rencana diambil gaya geser maksimum yaitu

Vu =

5.7171 ton

~ Penampang kritis pertama pada jarak d :


Vud

3000

346
3000

57171

50577

~ Kapasitas geser balok :


Vc
Vc
Vc

f'c
= 1/6 .
31.5
= 1/6 .
= 64730.67 N

.
.

Vc yang dapat dipergunakan =

Vs

Vud
f

Vc

b
200

1/2 .

Direncanakan tulangan sengkang


s =

Av . fy . d
Vs

157.14 .

Jadi digunakan sengkang

.
.

= 32365.3 N

Vc

50576.8
0.6

f 10

32365.3 = 51929.4

Av =

315 .
51929.41

f 10 -

d
346

346

2
157.143 mm

= 329.813

mm

>

d
4

100

~ Untuk daerah diluar jarak d


Vud
Vc

Vs

s =

= 50576.85 N
= 64730.67 N

Vud
f

Av . fy . d

Vc

157.14 .

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

50576.8
0.6
315 .

64730.7 = 19564.1 N
346

= 875.431

mm

>

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB IV.HAL

STRUKTUR BETON II
s =

Vs

Jadi digunakan sengkang

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

19564.07
f 10 -

= 875.431

mm

>

170

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB IV.HAL

STRUKTUR BETON II
2. Balok Lantai 02
57170.95 N
50577 N

346
6000

57170.95 N

~ Gaya geser rencana diambil gaya geser maksimum yaitu

Vu =

5.7171 ton

~ Penampang kritis pertama pada jarak d :


Vud

3000

346
3000

57171

50577

~ Kapasitas geser balok :


Vc
Vc
Vc

f'c
= 1/6 .
31.5
= 1/6 .
= 64730.67 N

.
.

Vc yang dapat dipergunakan =

Vs

Vud
f

Vc

b
200

1/2 .

Direncanakan tulangan sengkang


s =

Av . fy . d
Vs

157.14 .

Jadi digunakan sengkang

.
.

= 32365.3 N

Vc

50577.2
0.6

f 10

32365.3 =

Av =

315 .
51930.05

f 10 -

d
346

346

51930.05

2
157.143 mm

= 329.809

mm

>

d
4

>

d
2

100

~ Untuk daerah diluar jarak d


Vud
Vc

= 50577.2 N
= 64730.67 N
Vud
f

Vs

s =

Av . fy . d
Vs

Vc

157.14 .

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

50577.2
0.6

315 .
19564.72

64730.7 = 19564.7 N
346

= 875.402

mm

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB IV.HAL

STRUKTUR BETON II

Jadi digunakan sengkang

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

f 10 -

170

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

BAB IV.HAL

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB V HAL. 98

STRUKTUR BETON II

V. DIMENSI DAN PENULANGAN PONDASI


V.1 DIMENSI DAN PENULANGAN PONDASI TELAPAK

Dari hasil perhitungan, diperoleh :


RA = 306191 N
RB = 660019 N
Dalam hal ini beban yang direncanakan untuk mendimensi pondasi telapak, kami membagi dua
beban (reaksi) yang ada dengan asumsi bahwa setengah dipikul oleh pondasi telapak dan setengah
lagi dipikul oleh pondasi tiang pancang, sehingga :
RA = 153096 N
RB = 330010 N
Data - data :
~ Dimensi kolom, hc
= 30.00 cm
= 300 mm
~ Dimensi kolom, bc
= 30.00 cm
= 300 mm
~ Kuat rencana beton, fc'
=
31.5 Mpa
~ Kuat leleh baja tulangan, fy
=
315
Mpa
~ Daya dukung tanah, st
=
0.15 Mpa
~ Dalam pondasi, Htot
=
6
m
=
6000 mm
~ Berat volume tanah urug, gt
= 18000 N/m3
P

6 m
d
d'

hc

bc
Andi Burhanuddin/D11198107

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 99

STRUKTUR BETON II

Andi Burhanuddin/D11198107

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 100

STRUKTUR BETON II
1. PONDASI A
Data :
P = 153095.5
Htot = H + h
h = 40 cm = 400 mm (ditaksir)
jadi : H =
5600 mm =
5.6 m

1.1 Perencanaan Dimensi Pondasi


q1 = H . gt

5.6 .

18000

Taksir tebal slab =


q2 = h . gt

40

0.4 .

snetto = st - q1 - q2
L = 1 s/d 2B
Sehingga :
B

= 100800 N/m2 =

0.1008 N/mm2

N/m2 =

0.0096 N/mm2

cm
24000

9600

0.15

0.1008

0.0096

P
snetto

. 1,5 . B =
1,5 . B2
B
L

1.2 Kontrol Daya Dukung Tanah

qsunetto

0.0396 N/mm2

diambil L = 1,5

qs = st

=
=

153096
0.0396

3866047.98

=
=

1605.4 mm
=
1650 mm
1.5 . B = 2408.1 mm
=
2450 mm

0.15 Mpa
Pu + Af . ( q1 + q2 )
Af

=
=

153096 +

1650
.
2450
.
1650 .
2450

0.1008

0.0096

0.1483 Mpa

Syarat :
qsunetto

<

qs

Ok !!!

1.3 Tebal slab yang ditinjau dari geser dua arah


Syarat : f Vc > Vu
Dimana : Vc = ((hc + d) + (bc + d)) . 2 . d 1/3 fc'
Vu = Af - (hc + d) . (bc + d) qsunetto
f = 0,60

Andi Burhanuddin/D11198107

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 101

STRUKTUR BETON II

bc + d

bc

hc
hc + d

Vc = ((hc + d) + (bc + d)) . 2 . d 1/3 fc'


Vc

300

+ d +

1200 .

2245

300

d +

+ d
.

1
.
3

31.5

+ d

300

+ d

1
.
3

31.5

7.48 d2

d +

Vu = Af - (hc + d) . (bc + d) qsunetto


Vu

=
=

1605 . 2408 +
3866048

= 559880 -

90000

600 d +

88.963 d

0.1483 d2

Syarat : f Vc > Vu
0.6 .
2245 d +
1347 d +
4.49
4.6383 d2 +
1436
Diambil 4.6383 d2 +
1436
Diperoleh : d =

300

225.56 mm

d2

0.1483

0.1483

7.48 d2 >= 559880 - 88.963 d - 0.1483 d2


>= 559880 - 88.963 d - 0.1483 d2
d - 559880 >= 0
d - 559880 = 0
250

mm

1.4 Tebal slab yang ditinjau dari geser satu arah

Bidang geser

bc

hc

af

L
hc
- d
2
2

1
.
2

2408.1

1054.1 -

300

- d

d
af
Andi Burhanuddin/D11198107

Rahman Judriah/D11198055

STRUKTUR BETON II

Andi Burhanuddin/D11198107

BAB V HAL. 102

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 103

STRUKTUR BETON II

Vc

=
=
=

Vu

1
. fc'
6
1
. 31.5
6
1501.7 d

1605.4

= B . Af . Qsunetto
= 1605.4 . ( 1054.1 - d ) .
= 250907 238.04 d

Syarat : f Vc > Vu
0.6 . (
Diambil :

1501.7
901.04
901.04
1139.1

d
d
d
d
d

>=
>=
=
=
=

0.1483

250907
250907
250907
250907
220.27

238.04 d
238.04 d
238.04 d

mm

Dengan demikian, tebal slab pondasi (h) = d + d' =

250
250
350

mm

+
100
mm
Ok !!!

Kesimpulan hasil perhitungan :


~ Panjang slab pondasi
~ Lebar slab pondasi
~ Tebal slab pondasi
~ Tinggi efektif
~ Beton dekking

L
B
h
d
d'

=
=
=
=
=

2450
1650
350
250
100

mm
mm
mm
mm
mm

1.5 Perhitungan luas tulangan


~ Tulangan arah panjang L
Syarat : f Mn >= Mu
Mn

Mu

As.

fy

As.

315

250

78750 As.

=
=
=

1
2
1
2

As. Fy
1,7 . Fc' . B
As.
315
1.7 . 31.5 .
-

1650

As2

1.123

qsu netto

0.1482715

1650

Ly2

. 1075

dimana : Ly = 1/2 . ( L - hc )
1
=
.
2450
2
=
1075 mm

300

141360648.9 Nmm

Syarat : f Mn >= Mu
0.8 .
78750 As.
1.123
1.123 As2 78750 As.
+
2
Diambil : 1.123 As
78750 As.
Diperoleh :
Andi Burhanuddin/D11198107

As2 >= 141360648.9


176700811.1 >= 0
+
176700811.1 = 0
Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 104

STRUKTUR BETON II

As.
=
Digunakan Tulangan :

Andi Burhanuddin/D11198107

2176.3 mm
5 f 20 =

1571.429

mm2

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 105

STRUKTUR BETON II

~ Tulangan arah pendek B


Mn

Mu

As.

fy

d0

As.

315

231

72765 As.

=
=
=

1
2
1
2

d0 = d - 1/2 . ( dtul 1 + d tul. 2)


= 250 - 0.5 19 + 19
= 231 mm

As. Fy
1,7 . Fc' . L
As.
315
1.7 . 31.5 .
-

2450

0.7563 As2

qsu netto

0.1482715

2450

.
.

Lx2
675

dimana : Lx = 1/2 . ( B - bc )
1
=
.
1650
2
=
675 mm

300

82756342.33 Nmm

Syarat : f Mn >= Mu
0.8 .
72765 As.
0.7563 As2 >= 82756342.33
2
0.7563 As
72765 As.
+ 103445427.9 >= 0
2
Diambil : 0.7563 As
72765 As.
+ 103445427.9 = 0
Diperoleh :
As.
=
1401.2 mm
Digunakan Tulangan : 4 f 20 = 1257.14 mm2
Kontrol :
As min = rmin . b .d
As min Arah B =

1.4
315

2450

231

2515.3

mm2

As min Arah L =

1.4
315

1650

250

1833.3

mm2

Dari hasil perhitungan luas tulangan, ternyata As yang diperoleh lebih kecil dari Asmin,
sehingga digunakan Asmin untuk mencari tulangan yang digunakan.

Untuk arah B
Digunakan Tulangan :

8 f

20

= 2514.29 mm2

6 f

20

= 1885.71 mm2

Untuk arah L
Digunakan Tulangan :

~ Kontrol Panjang Penyaluran


Ld perlu
Ld min

0.02 .

Ab . Fy
fc'

= 0.06 .
db
= 0.06 .
20
Andi Burhanuddin/D11198107

0.02 .

p/4 .

20
31.5

315

352.64 mm

. fy
. 315
Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 106

STRUKTUR BETON II

378

mm

Andi Burhanuddin/D11198107

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 107

STRUKTUR BETON II

Ld ada

=
=
=

1
.
2
1
.
2
625

Ld min < Ld perlu


Ld ada > Ld perlu

bc

- d'

1650

300

100

mm
Revisi
Ok !!!

~ Tulangan Dowel / Pasak


- fc' tekan pada kaki kolom =

P
hc . bc

153095.5
300
300 .

1.7011

Mpa

- Kuat dukung = f . ( 0,85 . fc' . A2/A1)


= 0.65 . ( 0.85
=

31.5

300
300

40.815 < fc tekan kolom

.
.

1650
300

Ok !!!

Sehingga perlu tulangan Dowel 0,5 % .


300 .
300
Digunakan Tulangan : 2 f 20 = 628.571 mm2

450 mm2

~ Penyebaran tulangan
2 . nb
L
+ 1
B
8 batang -

Tulangan Arah B =
Sisanya :

2 .
8
= 6.44
Batang
2450
+ 1
1650
6 batang = 2 batang (sebar rata)

~ Kontrol tahanan kaki kolom


P =

153096 N

Daya dukung kaki kolom = f . 0,85 . fc' . bc . hc


= 0.65 .
0.85 .
31.5 .
= 2E+06 N > P Ok !!!

300 .

300

Daya dukung beton slab tertekan = 0,85 . Fc' . Bc . Hc . A2 / A1


= 0.85

31.5

= 5651364.7 N > P

Andi Burhanuddin/D11198107

300

300

300
300

.
.

1650
300

Ok !!!

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 108

STRUKTUR BETON II

SKETSA TULANGAN PONDASI A

555 cm

40 cm

165 cm

Andi Burhanuddin/D11198107

165 cm

cm

35

cm

40 cm

165

40 cm

10

cm

40 cm

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 109

STRUKTUR BETON II

Data - data :
~ Dimensi kolom, hc
~ Dimensi kolom, bc
~ Kuat rencana beton, fc'
~ Kuat leleh baja tulangan, fy
~ Daya dukung tanah, st
~ Dalam pondasi, Htot
~ Berat volume tanah urug, gt
P

=
=
=
=
=
=
=

30.00
30.00
31.5
315
0.15
6
18000

cm
=
cm
=
Mpa
Mpa
Mpa
m
=
N/m3

300 mm
300 mm

6000

mm

6 m
d
d'

hc

bc

B
2. PONDASI B
Data :
P = 330009.5
Htot = H + h
h = 55 cm = 550 mm (ditaksir)
jadi : H =
5450 mm = 5.45 m

2.1 Perencanaan Dimensi Pondasi


q1 = H . gt

= 5.45 .

Taksir tebal slab =


q2 = h . gt

55

= 0.55 .

snetto = st - q1 - q2
L = 1 s/d 2B
Sehingga :
B

98100 N/m2 =

0.0981 N/mm2

24000

13200 N/m2 =

0.0132 N/mm2

0.15

0.0981

18000

cm

0.0132

0.0387 N/mm2

diambil L = 1,5
L

P
snetto

. 1,5 . B =
1,5 . B2

Andi Burhanuddin/D11198107

330010
0.0387
8527377.261
Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 110

STRUKTUR BETON II

B
L

Andi Burhanuddin/D11198107

=
=

2384.3 mm
=
2400 mm
1.5 . B = 3576.5 mm
=
3600 mm

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 111

STRUKTUR BETON II

1.2 Kontrol Daya Dukung Tanah


qs = st

qsunetto

0.15 Mpa
Pu + Af . ( q1 + q2 )
Af

=
=

330010 +

2400
.
3600
.
2400 .
3600

0.0981

0.0132

0.1495 Mpa

Syarat :
qsunetto

<

qs

Ok !!!

1.3 Tebal slab yang ditinjau dari geser dua arah


Syarat : f Vc > Vu
Dimana : Vc = ((hc + d) + (bc + d)) . 2 . d 1/3 fc'
Vu = Af - (hc + d) . (bc + d) qsunetto
f = 0,60

bc + d

bc

hc
hc + d

Vc = ((hc + d) + (bc + d)) . 2 . d 1/3 fc'


Vc

=
=
=

300

+ d +

1200 .
2245

300

d +

d +

+ d
.

1
.
3

31.5

+ d

300

+ d

1
.
3

31.5

7.48 d2

Vu = Af - (hc + d) . (bc + d) qsunetto


Vu

2384 . 3576 +

= 8527377.3 -

300

90000

600 d +

= 1E+06 - 89.697 d
Andi Burhanuddin/D11198107

0.1495 d2

d2

0.1495

0.1495

Rahman Judriah/D11198055

STRUKTUR BETON II

Andi Burhanuddin/D11198107

BAB V HAL. 112

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 113

STRUKTUR BETON II

Syarat : f Vc > Vu
0.6 .
2245 d + 7.48 d2 >= 1E+06 - 89.697 d - 0.1495 d2
1347 d +
4.49 >= 1E+06 - 89.697 d - 0.1495 d2
4.6395 d2 + 1436.7 d 1E+06 >= 0
Diambil 4.6395 d2 + 1436.7 d 1E+06 = 0
Diperoleh : d =

389.08 mm

400

mm

1.4 Tebal slab yang ditinjau dari geser satu arah

Bidang geser

bc

hc

af

L
hc
- d
2
2

1
.
2

3576.5

1638.2 -

300

- d

d
af

Vc

=
=
=

Vu

1
. fc'
6
1
. 31.5
6
2230.3 d

2384.3

= B . Af . Qsunetto
= 2384.3 . ( 1638.2 - d ) .
= 583936 356.44 d

Syarat : f Vc > Vu
0.6 . ( 2230.3
1338.2
Diambil :
1338.2
1694.6

d
d
d
d
d

>=
>=
=
=
=

0.1495

583936
583936
583936
583936
344.58

356.44 d
356.44 d
356.44 d

mm

Dengan demikian, tebal slab pondasi (h) = d + d' =

350
350
450

mm

+
100
mm
Ok !!!

Kesimpulan hasil perhitungan :


~ Panjang slab pondasi
~ Lebar slab pondasi
~ Tebal slab pondasi
~ Tinggi efektif
~ Beton dekking

Andi Burhanuddin/D11198107

L
B
h
d
d'

=
=
=
=
=

3600
2400
450
350
100

mm
mm
mm
mm
mm

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 114

STRUKTUR BETON II

1.5 Perhitungan luas tulangan


~ Tulangan arah panjang L
Syarat : f Mn >= Mu
Mn

Mu

As.

fy

As.

315

350

110250 As.

=
=
=

1
2
1
2

As. Fy
1,7 . Fc' . B
As.
315
1.7 . 31.5 .
-

2400

0.7721 As2

qsu netto

0.1494955

2400

Ly2

. 1650

dimana : Ly = 1/2 . ( L - hc )
1
=
.
3600
2
=
1650 mm

300

488401942.2 Nmm

Syarat : f Mn >= Mu
0.8 .
110250 As.
0.7721 As2 >= 488401942.2
2
0.7721 As
- 110250 As.
+ 610502427.7 >= 0
Diambil : 0.7721 As2 - 110250 As.
+ 610502427.7 = 0
Diperoleh :
As.
= 5337.9 mm
2
Digunakan Tulangan : 9 f 22 = 3422.571 mm

~ Tulangan arah pendek B


Mn

As.

fy

d0

As.

315

331

= 104265 As.
Mu

=
=
=

1
2
1
2

As. Fy
1,7 . Fc' . L
As.
315
1.7 . 31.5 .

3600

0.5147 As2

qsu netto

0.1494955

3600

296673907

d0 = d - 1/2 . ( dtul 1 + d tul. 2)


= 350 - 0.5 19 + 19
= 331 mm

Lx2

. 1050

dimana : Lx = 1/2 . ( B - bc )
1
=
.
2400
2
=
1050 mm

300

Nmm

Syarat : f Mn >= Mu
0.8 .
104265 As.
0.5147 As2 >= 296673907
2
0.5147 As
- 104265 As.
+ 370842383.8 >= 0
2
Diambil : 0.5147 As
- 104265 As.
+ 370842383.8 = 0
Diperoleh :
As.
= 3496.4 mm
Digunakan Tulangan : 6 f 22 = 2281.71 mm2
Andi Burhanuddin/D11198107

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 115

STRUKTUR BETON II

Kontrol :
As min = rmin . b .d
As min Arah B =

1.4
315

3600

331

5296

mm2

As min Arah L =

1.4
315

2400

350

3733.3

mm2

Dari hasil perhitungan luas tulangan, ternyata As yang diperoleh lebih kecil dari Asmin,
sehingga digunakan Asmin untuk mencari tulangan yang digunakan.

Untuk arah B
Digunakan Tulangan : 15 f

Untuk arah L
Digunakan Tulangan : 10 f

mm2

22

22

= 3802.86 mm2

5704.29

~ Kontrol Panjang Penyaluran


0.02 .

Ab . Fy
fc'

Ld perlu

Ld min

= 0.06 .
db
= 0.06 .
22
= 415.8 mm

Ld ada

=
=
=

1
.
2
1
.
2
1000

Ld min < Ld perlu


Ld ada > Ld perlu

p/4 .

0.02 .

22
31.5

315

426.7

mm

. fy
. 315

bc

- d'

2400

300

100

mm
Ok !!!
Ok !!!

~ Tulangan Dowel / Pasak


- fc' tekan pada kaki kolom =

P
hc . bc

330009.5
300
300 .

3.6668

Mpa

- Kuat dukung = f . ( 0,85 . fc' . A2/A1)


= 0.65 . ( 0.85
=

31.5

49.225 < fc tekan kolom

300
300

.
.

2400
300

Ok !!!

Sehingga perlu tulangan Dowel 0,5 % .


300 .
300
Digunakan Tulangan : 2 f 22 = 760.571 mm2
Andi Burhanuddin/D11198107

450 mm2
Rahman Judriah/D11198055

STRUKTUR BETON II

Andi Burhanuddin/D11198107

BAB V HAL. 116

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 117

STRUKTUR BETON II

~ Penyebaran tulangan
2 . nb
2 .
15
=
= 12
L
3600
+ 1
+ 1
B
2400
batang - 12 batang = 3 batang

Tulangan Arah B =
Sisanya :

15

Batang
(sebar rata)

~ Kontrol tahanan kaki kolom


P =

330010 N

Daya dukung kaki kolom = f . 0,85 . fc' . bc . hc


= 0.65 .
0.85 .
31.5 .
= 1566337.5 N > P Ok !!!

300 .

300

Daya dukung beton slab tertekan = 0,85 . Fc' . Bc . Hc . A2 / A1


= 0.85

31.5

= 6815802.3 N > P

300

300

300
300

.
.

2400
300

Ok !!!

SKETSA TULANGAN PONDASI B

545 cm

45 cm

240 cm

cm

45

cm

45 cm

240

Andi Burhanuddin/D11198107

10

cm

Rahman Judriah/D11198055

BAB V HAL. 118

STRUKTUR BETON II

45 cm

Andi Burhanuddin/D11198107

240 cm

45 cm

Rahman Judriah/D11198055

STRUKTUR BETON II

BAB V Hal.

V.1 DIMENSI DAN PENULANGAN PONDASI TIANG PANCANG

Dari hasil perhitungan, diperoleh :


RA =
15.31 ton
RB = 33.001 ton
~ Daya dukung keseimbangan/batas tiang pancang adalah :
Qult = qc . A + f . O

dimana :

qc
f
A
O

=
=
=
=

nilai kronis
jumlah hambatan pelekat
luas penampang ujung tiang
keliling tiang

~ Daya dukung ijin dari tiang pancang :


qc . A = daya dukung dari ujung
qc . A
f .O
f .O = daya dukung dari ujung dengan pelekatan tiang dng tanah
Qa =
+
(F.K)1
(F.K)2
diambil (FK)1 = 3 (FK)2 = 5
Dari tabel hasil percobaan hasil penyondiran ("Mekanika tanah, Ir. Sunggono KH, hal 217),
diperoleh nilai qc dan f untuk kedalaman 15.75 dari muka tanah :
qc
f

=
=

160 kg/cm2
650 kg/cm

1. Tiang Pancang Untuk Titik A


A
O

=
=

20
4

.
.

20
20

cm2
cm

=
=

400 cm2
80 cm

Sehingga daya dukung tiang pancang adalah :


Qa

160 .

400
3

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

650 .

80
5
Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II
=
=
Kontrol :

BAB V Hal.

31733.333 kg
31.733333 ton
Qa

>

RA

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

( OK )

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

BAB V Hal.

Dari hasil perhitungan daya dukung tiang, 1 tiang pancang sudah dapat memikul beban yang ada
Namun karena kondisi lapangan, jika digunakan 1 tiang saja dapat menyebabkan perubahan posisi
tiang darri rencana semula, maka terjadinya beban eksentrisitas tidak dapat dihindari. Oleh karena
itu digunakan 2 tiang pancang.

Perhitungan penulangan
Kondisi saat pengangkatan
~ Kondisi I
Mmaks =

ql2
32

Mmaks =

ql2
8

1/4 L

1 1/2 L

1/4 L

~ Kondisi II

Dimana :
q = berat sendiri tiang beton (tiang pancang)
= 0.2 . 0.2 .
2400
= 96 kg/m
L = panjang tiang pancang
=
9.75 m
Mmaks1 =

ql2
32

Mmaks2 =

ql2
8

96

9.75
32

96

9.75

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

285.19 kgm

1140.8 kgm

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II
Momen desain yang digunakan adalah :

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

BAB V Hal.
1140.8 kgm

11407500

Nmm

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

BAB V Hal.

Perhitungan penulangan utama :

f 10
hhmin h
f 12
min min

ddmin
min
d'

dmin

=
hmin
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
= 200.000 - 0.5 .
12
10 40
= 14.40 cm
Hitung :
1.4
1.4
rmin =
=
= 0.0044
fy
315
rmaks =
=
amaks =
=

0.85 .
fy

. b1 .

0.75

f'c

600
600 + fy

0.75

0.85

. b1 .

0.75

600

600
+ fy

.d

0.75

fc'

amaks

amaks
2

0.85

31.5

200

60.2

. 144.0 -

60.2
2

36716585.56 Nmm
Mu
f

11407500
0.8

> Mn perlu
=

Rn

144.0

60.197
.

600
+ 315

600

0.85

Mn ada

600
600 + 315

0.0355

Mnada =

Mnperlu

0.85 . f'c
31.5
315

0.85

fy
0.85 .

fc'

14259375

Nmm

Tulangan tunggal
315
0.85 .
31.5

Mu
. b . d2

0.80 .

11.7647

11407500
200 .
144

= 3.4383

,
r

1
m

1
=
r
Andi Burhanuddin / D 111 98 107

1 -

1 -

2.

.
fy

Rn

11.7647

. 3.4383
Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II
r

BAB V Hal.

11.7647

1 -

315

0.01172

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

BAB V Hal.

Periksa :
r
>
r
<

( OK )
( OK )

rmin
rmaks

Hitung Luas Tulangan :


As = r .
b .
d
As = 0.0117 .
200 .
As = 337.65 mm2
3 f

Digunakan Tulangan :

144.00

12

mm2

339.429

Perhitungan penulangan sengkang/geser :

q=

96

kg/m

9.75

Diagram geser
Vud

Vu =

468

kg
d

~ Penampang kritis pertama pada jarak d :


Vud

4875

- 144.00
4875

Vc
Vc
Vc

f'c
= 1/6 .
1/6
.
31.5
=
= 26939.93 N

Vn

Vud
f

.
.

b
200 .

4541.76
=
0.6

Vud > f . Vc
4541.76 N <
16163.96 N
Luas tulangan :
b.S
200 .
Av =
=
Andi Burhanuddin / D 111 98 107

468

.
.

7569.6

4541.8

d
144

( Digunakan Tulangan Geser Minimum )

70

14.815

dimana S < d/2

72

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II
Av

BAB V Hal.
=

3 .fy

315

Digunakan Tulangan sengkang

14.815

10

ambil S =
70

70

mm

157.08 mm2

SNI T - 15 - 1991 - 03 memberikan syarat agar menggunakan tulangan geser ( sengkang )


f 10 mm sebagai diameter tulangan minimum untuk penulangan geser kolom.
2. Tiang Pancang Untuk Titik B
A
O

=
=

25
4

.
.

25
25

cm2
cm

=
=

625 cm2
100 cm

Sehingga daya dukung tiang pancang adalah :


Qa

160 .

625

3
= 46333.333 kg
= 46.333333 ton

Kontrol :
q

Qa

>

650 .

RB

100
5

( OK )

= berat sendiri tiang beton (tiang pancang)


= 0.25 . 0.25 .
2400
= 150 kg/m
= panjang tiang pancang
=
9.75 m

Mmaks1 =

ql2
32

Mmaks2 =

ql2
8

150 .

9.75
32

150 .

9.75

445.61 kgm

1782.4 kgm

Momen desain yang digunakan adalah :

1782.4 kgm

17824218.75 Nmm

Perhitungan penulangan utama :

f 10
hhmin h
f 12
min min

ddmin
min
d'

dmin

=
=
=

hmin
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
250.0 - 0.5 .
12
- 10.0 40
19.400 cm

Hitung :
Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

rmin

rmaks =
=

BAB V Hal.
1.4
fy

0.75

1.4
315

. b1 .

0.0044

0.85 .
fy

f'c
600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c
31.5
315

600

600
+ 315

0.0355

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

amaks =
=

BAB V Hal.

600
600 + fy

. b1 .

0.75

.d

0.75

0.85

600
600 + 315

81.098

Mnada =

0.85

fc'

amaks

amaks
2

0.85

31.5

250

81.1

. 194.0 -

81.1
2

83301107.63 Nmm

Mnperlu
Mn ada

Mu
f

17824218.75
0.8

> Mn perlu

Rn

fy
0.85 .

.
1
m

fc'

1
11.7647

0.00788

rmin
rmaks

315
0.85 .
31.5

0.80 .

22280273.44 Nmm

11.7647

17824218.75
250 .
194
2

1 -

1 -

2.

,
.
fy

= 2.3680

Rn

11.7647
315

. 2.3680

( OK )
( OK )

Hitung Luas Tulangan :


As = r .
b .
d
As = 0.0079 . 250 .
As = 382.32 mm2
Digunakan Tulangan :

Tulangan tunggal

Mu
b . d2

Periksa :
r
>
r
<

194.0

3 f

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

194.00

12

339.429

mm2

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

BAB V Hal.

Perhitungan penulangan sengkang/geser :

q=

150 kg/m

9.75

Diagram geser
Vud

Vu =

731.25 kg
d

~ Penampang kritis pertama pada jarak d :


Vud

4875

- 194.00
4875

731.25

7021.5

~ Kapasitas geser :
Vc
Vc
Vc

f'c
= 1/6 .
31.5
= 1/6 .
45367.60
N
=

Vn

Vud
f

.
.

7021.5
0.6

b
250 .

( Digunakan Tulangan Geser Minimum )

250 . 75
3 . 315

Digunakan Tulangan sengkang

d
194

= 11702.5 N

Vud > f . Vc
7021.50 N < 27220.56 N
Luas tulangan :
b.S
Av =
3 .fy

.
.

=
10

dimana S < d/2


ambil S =
75

19.841
-

75

=
mm

97

157.08 mm2

SNI T - 15 - 1991 - 03 memberikan syarat agar menggunakan tulangan geser ( sengkang )


f 10 mm sebagai diameter tulangan minimum untuk penulangan geser kolom.
Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

BAB V Hal.

Perhitungan penulangan sloof lantai dasar


Beban yang bekerja :
~ Berat dinding pasangan setengah batu =
q1 = (
5
- 0.3 )
250 =

250 kg/m2
1175 kg/m

~ Berat sendiri sloof (


25 .
30 ) cm2
q2 = 0.25 .
0.3 .
2400 =
180
qt = q1 + q2 =

1175

180 =

q =

5.7

1355

1355

kg/m
kg/m

kg/m

DIAGRAM MOMEN

1/8 ql2

5503

kgm

3861.8 kg
DIAGRAM GESER

3861.8 kg
Perhitungan penulangan utama :

f6
hhmin h
f 19
min min

ddmin
min
d'

dmin

=
hmin
- 1/2 f tul. Utama - f Sengkang - d'
= 300.0 - 0.5 .
19
- 6.0 40
= 244.500 mm

Hitung :
rmin

rmaks =

1.4
fy

0.75

1.4
315

. b1 .

0.0044

0.85 .
fy

f'c

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

600

600
+ fy

0.75

0.85

0.85 . f'c
31.5
315

600

600
+ 315

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II
=

BAB V Hal.
0.0355

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

amaks =
=

BAB V Hal.

600
600 + fy

. b1 .

0.75

.d

0.75

0.85

600
600 + 315

102.21

Mnada =

0.85

fc'

amaks

amaks
2

0.85

31.5

250

102

. 244.5 -

102
2

132313769.8 Nmm

Mnperlu
Mn ada

Mu
f

55029937.5
0.8

> Mn perlu

Rn

fy
0.85 .

.
1
m

fc'

1
11.7647

0.01615

rmin
rmaks

315
0.85 .
31.5

0.80 .

68787421.88 Nmm

11.7647

55029937.5
250 .
245
2

1 -

1 -

2.

,
.
fy

= 4.6027

Rn

11.7647
315

. 4.6027

( OK )
( OK )

Hitung Luas Tulangan :


As = r .
b .
d
As = 0.0161 .
250 .
As = 986.86 mm2
Digunakan Tulangan :

Tulangan tunggal

Mu
b . d2

Periksa :
r
>
r
<

244.5

3 f

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

244.50

19

850.929

mm2

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

BAB V Hal.

Perhitungan penulangan sengkang/geser :


~ Penampang kritis pertama pada jarak d :
Vud

2850

- 244.50
2850

3861.8

35305

~ Kapasitas geser :
Vc
Vc
Vc

f'c
= 1/6 .
31.5
= 1/6 .
= 57177.20 N

Vn

Vud
f

.
.

b
250 .

.
.

d
244.5

35304.5
= 58840.9 N
0.6

Kontrol
2/3
2/3

.
.

f'c
31.5

.
b
.
d
. 250 . .
244.5
228708.81 N

> ( Vn - Vc)
> ( 58840.875 >
1663.67 N

57177.202 )
Penampang cukup !!

Luas tulangan :
Av

Avmin =

( Vn - Vc) . S
d . fy

b.S
3 .fy

1663.67
244.5

2.160

250 . 100
3 . 315

Digunakan Tulangan sengkang

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

26.455
6

dimana S < d/2


= 122.25
ambil S =
100 mm

. 100
. 315
mm2

mm2

100 =

56.55

mm2

Rahman Judriah / D 111 98 055

f
I

10

40

mm

10

70

mm

II

III

II

III

10

40

plat begel f 8 mm
I
3d =

432 mm

9318

5f

12

cm

POT. I - I

3d =

3f

20

20

mm

432 mm

12

5f

cm

20

cm

POT. II - II

20

cm

POT. III - III

SKETSA PENULANGAN TIANG PANCANG 134

12

mm

f
I

10

50

mm

10

75

mm

II

III

II

III

10

50

mm

plat begel f 8 mm
I
3d =

582 mm

9168

5f

12

cm

POT. I - I

3d =

3f

25

25

mm

582 mm

12

5f

cm

25

cm

POT. II - II

25

cm

POT. III - III

SKETSA PENULANGAN TIANG PANCANG 135

12

BAB VI. HAL136

STRUKTUR BETON II

VI. PERENCANAAN TANGGA


Syarat perencanaan tangga
1 antride + 2 optride = ( 57 - 63 ) cm
Diambil tinggi anak tangga = optride = 20 cm, sehingga lebar anak tangga = antride :
1 antride + 2 ( 20 ) = 63 cm
1 antride = 23 cm
Pada perencanaan ini diambil perhitungan penulangan tangga dari lantai 01 ke lantai 02
yang dianggap mewakili semua tangga (tangga lantai 02 ke lantai 03

Jumlah optride =
150
Jumlah antride =

250
20
12.5

12.5
-

Panjang total antride = 11.50

1 =
.

11.5
23

264.5

cm

264.5
Lebar bordes =

120 cm

10

150 cm

120 cm

500 cm

250

cm

250

cm

250 cm

0.00 cm
A
264.5 cm

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

150 cm

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL137

STRUKTUR BETON II

tebal rata - rata


23 cm

tg a =

20 cm

a=

20
= 0.87
23
41.009 0

a
10 cm

23 cm

sin a =
P =
=

20 cm

p
23
23
sin
15.1 cm

41.009

Jadi tebal rata - rata plat tangga =

0.5 .
17.55

15.1 +

10

Menghitung beban - beban yang bekerja :

Tangga

~ Beban mati ( qD)


Berat plat + anak tangga =
Finishing lantai =
Hand riil =

0.1755 .

~ Beban hidup ( qL)


Beban hidup =
Jadi beban rencana q1 =

1.2
48

.
.

250
1.2

582.926 +

.
1.6

2400
1.2

=
=
=
=

505.33
57.6
20
582.93

kg/m
kg/m
kg/m
kg/m

1.2

300

kg/m

1179.5 kg/m

2400
1.25

=
=
=

360
60
420

kg/m
kg/m
kg/m

1.25

312.5

kg/m

1004

kg/m

300

Bordes
~ Beban mati ( qD)
Berat plat bordes
Finishing lantai =

0.12

~ Beban hidup ( qL)


Beban hidup =
Jadi beban rencana q1 =

1.2

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

420

1.25
48

.
.

250

1.6

313

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL138

STRUKTUR BETON II

1004

kg/m

1179.51 kg/m

C
B

250 cm

A
150 cm

264.5 cm

Momen Primer :
MCB

MBC =
MBA

MAB =

1
.
12

1
.
12

1004

1.5

1
.
12

1179.5

2.645

188.25

kgm

188.25 kgm
-

1
.
12

687.66

kgm

687.66 kgm

Faktor kekakuan
KBC

KCB

4 EI
4 EI
=
L
1.5

2.6667

KAB

KBA

4 EI
4 EI
=
L
2.65

1.5123

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL139

STRUKTUR BETON II

Tabel Momen Distribusi


Titik
Batang
K
DF

C
CB
2.6667
1

BA
2.6667
0.6381182

B
BC
1.5123
0.3618818

A
AB.
1.5123
0

FEM
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Co
Bal
Total

-188.25
188.25
159.34059
-159.3406
-30.03144
30.031438
25.419534
-25.41953
-4.790902
4.790902
4.0551669
-4.055167
-0.76429
0.7642905
0.646919
-0.646919
-0.121927
0.1219269
0.1032027
-0.103203
-0.019451
0.0194509
0.0164639
-0.016464
-0.003103
0.003103
0.0026265
-0.002626
-0.000495
0.000495
0

188.25
318.68119
94.125
-60.06288
-79.6703
50.839068
15.015719
-9.581804
-12.70977
8.1103338
2.395451
-1.528581
-2.027583
1.2938379
0.3821452
-0.243854
-0.323459
0.2064054
0.0609635
-0.038902
-0.051601
0.0329278
0.0097255
-0.006206
-0.008232
0.005253
0.0015515
-0.00099
-0.001313
0.000838
513.15494

-687.6578
180.72657
0
-34.06212
0
28.831229
0
-5.433915
0
4.5994331
0
-0.86687
0
0.7337455
0
-0.138291
0
0.1170541
0
-0.022062
0
0.0186736
0
-0.003519
0
0.002979
0
-0.000561
0
0.0004752
-513.1549

687.65776
0
90.363286
0
-17.03106
0
14.415615
0
-2.716958
0
2.2997166
0
-0.433435
0
0.3668728
0
-0.069146
0
0.058527
0
-0.011031
0
0.0093368
0
-0.00176
0
0.0014895
0
-0.000281
0
774.90893

FREE BODY STRUKTUR


1004

kg/m

1179.51 kg/m

513.15 kgm
513.15 kgm
250 cm

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL140

STRUKTUR BETON II

774.909
1.5 m

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

2.645 m

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL141

STRUKTUR BETON II

Gaya Dalam

Bentang AB.
1004

kg/m

SMB = 0
VC .
VC =

513.15

- 1.5
1.5
410.897 kg

1004

0.75 +

513.15 =

RC
Mx =
Mx =
Dx =

410.9
410.9
410.9

x x -

Untuk x = 0
x = 1,5
Dx = 0
Mmaks =

1/2 .
1004
502
x2
1004 x

Mx =
Mx =

x =
84.082 kgm

x2

0
-513.15 kgm

Dx =
Dx =

410.9 kg
-1095.1 kg

0.41 m

Bentang BC
1179.5 kg/m
HC

SMA = 0
513.15 kgm

VC . ( 4.15 ) + HA (
2.5 ) - ( 1004
.1.5)
. ( 3.395 ) - ( 3119.8 .
1.323 ) +
774.91

1095.1
HC =

2.5

HC

2704.2963 kg

SMB = 0
-HA . 2.5 - 774.91
+ VA . 2.645 =0

4125.9

513.15

774.91 kgm
VA =

4214.9

kg

VC
SV = 0
VA + VC =
4625.8 =
Mx = VC . x - HC . y - 1/2 . q . x2 774.91
= 4214.9 x - 2704.3 .
0.95 x = -589.76 x2 +
1658.9 x 774.91
Dx =

-1179.5 x +

589.76 x2 -

1004 .
4625.8

1.5 +
Ok !!

1179.5 .

2.645

774.91

1658.9

Untuk x = 0
x= 2.645

Mx =
Mx =

-774.91
-513.15 kgm

Dx = 0

x =

1.41 m

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Dx =
Dx =

-1179.5 kg
-1460.9 kg

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

Mmaks =

BAB VI. HAL142

391.61 kgm

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL143

STRUKTUR BETON II

Perencanaan Penulangan Balok


Balok AB.

~ Tulangan tumpuan
~ M (-)
d

= 774.91 kgm

7749089.3 Nmm

= tebal rata - rata plat tangga - d' - 1/2 f


= 175.46 - 25 6
= 144.46 mm

Hitung :
rmin

rmaks =
=
amaks =
=

1.4
fy

1.4
315

0.85 .
fy

. b1 .

0.75

= 0.00444

f'c

600
+

600

fy

0.75

0.85

. b1 .

0.75

600

600
+ fy

.d

0.75

600

fc'

amaks

amaks
2

0.85

31.5

1200

60.4

144

60.4
2

221710925.6 Nmm
9686361.651

Nmm

Mu
f

7749089.321
0.8

> Mn perlu

Rn

600
+ 315

600
+ 315

144.46

60.389

0.85

Mn ada

600

0.0355

Mnada =

Mnperlu

0.85 . f'c31.5
315

0.85

fy
0.85 .

fc'

Tulangan tunggal
315
0.85 .
31.5

Mu
b . d2

0.80 .

11.7647

7749089.321
1200 .
144

= 0.3868

,
r

1
m

1
11.7647

1 -

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

1 -

2.

.
fy

Rn

11.7647
315

. 0.3868

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL144

STRUKTUR BETON II

0.00124

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL145

STRUKTUR BETON II

Periksa :
r
<
r
<

( Digunakan Rasio Tulangan Minimum )


( OK )

rmin
rmaks

Hitung Luas Tulangan :


As = r .
b .
d
As = 0.0044 . 1200 .
144.46
As = 770.46 mm2 / 1,2 m lebar tangga
As = 642.05 mm2/m
Digunakan tulangan f
12
A . 100
a
=
=
As perlu
Digunakan tulangan f

p/4 .

A =

. 100
1.1314
6.4205
-

12

15

2
= 1.13143 cm

1.2
=

17.622 cm

10.127 cm2

cm

Tulangan bagi
untuk tulangan bagi r = 0,002
As =
As =

264.5
cos a
2
2.8892 cm /m
0.002

14.446

Digunakan tulangan f
8
A = p/4 .
A . 100
0.50286 . 100
a
=
=
As perlu
2.8892
Digunakan tulangan f

15

0.8
=

3.51 m

2
= 0.50286 cm

17.405 cm

cm

~ Tulangan lapangan
~ M (+)
d

= 391.61 kgm

3916061.8 Nmm

= tebal rata - rata plat tangga - d' - 1/2 f


= 175.46 - 25 6
= 144.46 mm

Hitung :
rmin

rmaks =
=
amaks =

1.4
fy

0.75

1.4
315

. b1 .

= 0.00444

0.85 .
fy

f'c
600

600
+

fy

0.85 . f'c31.5
315

0.75

0.85

0.75

0.85

600
600 + 315

600

600
+ 315

0.0355

0.75

. b1 .

600
600 + fy

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

.d

144.46

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

BAB VI. HAL146

60.389

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL147

STRUKTUR BETON II

Mnada =

0.85

fc'

amaks

amaks
2

0.85

31.5

1200

60.4

144

60.4
2

221710925.6 Nmm

Mnperlu
Mn ada

Mu
f

3916061.845
0.8

> Mn perlu

Rn

fy
0.85 .

.
1
m

fc'

1
11.7647

0.00062

Periksa :
r
<
r
<

rmin
rmaks

4895077.306 Nmm

Tulangan tunggal
315
0.85 .
31.5

Mu
b . d2

0.80 .

11.7647

3916061.845
1200 .
144
2

1 -

= 0.1955

,
.
fy

2.

1 -

Rn

11.7647
315

. 0.1955

( Digunakan Rasio Tulangan Minimum )


( OK )

Hitung Luas Tulangan :


As = r .
b .
d
As = 0.0044 . 1200 .
144.46
As = 770.46 mm2 / 1,2 m lebar tangga
As = 642.05 mm2/m
Digunakan tulangan f
12
A . 100
a
=
=
As perlu
Digunakan tulangan f

12

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

A =

p/4 .

. 100
1.1314
6.4205
-

15

1.2
=

2
= 1.13143 cm

17.622 cm

cm

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL148

STRUKTUR BETON II

Tulangan bagi
untuk tulangan bagi r = 0,002
As =
As =

264.5
cos a
2.8892 cm2/m
0.002

14.446

Digunakan tulangan f
8
A = p/4 .
A . 100
0.50286 . 100
a
=
=
As perlu
2.8892
Digunakan tulangan f

15

7.642

0.8
=

cm2

/ 2.65 m

2
= 0.50286 cm

17.405 cm

cm

Penulangan Bordes

~ Tulangan tumpuan
~ M (-)
d

= 513.15 kgm

5131549.4 Nmm

= tebal plat - d' - 1/2 f


= 120.00 - 25 = 89.00 mm

Hitung :
rmin

rmaks =
=
amaks =
=

1.4
fy

0.75

1.4
315

= 0.00444

0.85 .
fy

. b1 .

f'c

600
+

600

fy

0.75

0.85

0.85

600
600 + 315

0.75

600
600 + fy

. b1 .

.d

0.75

fc'

amaks

amaks
2

0.85

31.5

1250

37.2

89

37.2
2

6414436.758

Nmm

Mn ada

600
+ 315

89.00

37.205

0.85

Mnperlu

600

0.0355

Mnada =

0.85 . f'c31.5
315

87659165.9
=

Mu
f

Nmm
5131549.406
0.8

> Mn perlu

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Tulangan tunggal

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL149

STRUKTUR BETON II

Rn

fy
0.85 .

fc'

315
0.85 .
31.5

Mu
b . d2

0.80 .

11.7647

5131549.406
1250 .
144

= 0.2459

,
1
m

1
11.7647

0.00078

Periksa :
r
<
r
<

rmin
rmaks

.
fy

2.

1 -

Rn

11.7647
315

. 0.2459

( Digunakan Rasio Tulangan Minimum )


( OK )

Hitung Luas Tulangan :


As = r .
b .
d
As = 0.0044 .
125 .
As = 4.9444 cm2 /
As = 3.9556 cm2/m
Digunakan tulangan f
12
A . 100
a
=
=
As perlu
Digunakan tulangan f

1 -

12

8.90
1.25 m

A =

p/4 .

. 100
1.1314
3.9556
-

25

1.2
=

2
= 1.13143 cm

28.604 cm

cm

Tulangan bagi
As = r . b . d
= 0.0020 .
150 .
As =
3.75
cm2 /
As =
2.5
cm2/m

12.50
1.5 m

Digunakan tulangan f
8
A = p/4 .
A . 100
0.50286 . 100
a
=
=
As perlu
2.5
Digunakan tulangan f

20

0.8
=

2
= 0.50286 cm

20.114 cm

cm

~ Tulangan lapangan
~ M (+)
d

= 84.082 kgm

840817.25 Nmm

= tebal plat - d' - 1/2 f


= 120.00 - 25 = 89.00 mm

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

BAB VI. HAL150

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL151

STRUKTUR BETON II

Hitung :
rmin

rmaks =
=
amaks =
=

1.4
fy

1.4
315

0.85 .
fy

. b1 .

0.75

= 0.00444

f'c

600
+

600

fy

0.75

0.85

0.85

600
600 + 315

600
600 + fy

. b1 .

0.75

.d

0.75

fc'

amaks

amaks
2

0.85

31.5

1250

37.2

89

37.2
2

1051021.559

Nmm

Mn ada

87659165.9

Rn

Mu
f

840817.247
0.8

fy
0.85 .

.
1
m

fc'

1
11.7647

0.00013

rmin
rmaks

Tulangan tunggal
315
0.85 .
31.5

Mu
b . d2

Periksa :
r
<
r
<

89.00

Nmm

> Mn perlu

600
+ 315

37.205

0.85

Mnperlu

600

0.0355

Mnada =

0.85 . f'c31.5
315

0.80 .

11.7647

840817.247
1250 .
144
2

1 -

1 -

2.

= 0.0403

,
.
fy

Rn

11.7647
315

. 0.0403

( Digunakan Rasio Tulangan Minimum )


( OK )

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055

BAB VI. HAL152

STRUKTUR BETON II

Hitung Luas Tulangan :


As = r .
b .
d
As = 0.0044 .
125 .
As = 4.9444 cm2 /
As = 3.9556 cm2/m
Digunakan tulangan f
12
A . 100
a
=
=
As perlu
Digunakan tulangan f

12

8.90
1.25 m

A =

p/4 .

. 100
1.1314
3.9556
-

25

1.2
=

2
= 1.13143 cm

28.604 cm

cm

Tulangan bagi
As = r . b . d
= 0.0020 .
150 .
As =
3.75
cm2 /
As =
2.5
cm2/m

12.50
1.5 m

Digunakan tulangan f
8
A = p/4 .
A . 100
0.50286 . 100
a
=
=
As perlu
2.5
Digunakan tulangan f

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

20

0.8
=

2
= 0.50286 cm

20.114 cm

cm

Rahman Judriah / D 111 98 055

STRUKTUR BETON II

2 f

Sket. Tul. Tangga

16

20

250

20

12

25

12

12

25

15

23

20

12

12

15

15

SKETSA PENULANGAN TANGGA


8

f
f

12

15

15

Andi Burhanuddin / D 111 98 107

Rahman Judriah / D 111 98 055