Anda di halaman 1dari 3

IMPETIGO BULOSA

a. Definisi
Suatu bentuk impetigo dengan gejala utama berupa lepuh-lepuh berisi cairan kekuningan dengan dinding tegang, terkadang tampak hipopion.

b. Etiologi dan Epidemiologi


Penyebab
Terutama disebabkan oleh Staphlococcus aureus.

Umur
Anak-anak dan dewasa.

Jenis kelamin
Frekuensi sama pada pria dan wanita.

c. Faktor predisposisi
Daerah
Lebih banyak pada daerah tropis dengan udara panas.

Iklim
Iklim panas dengan banyak debu.

Higiene
Higiene kurang.

Gizi
Lebih sering dan lebih berat pada keadaan kurang gizi dan anemia.

Lingkungan
Yang kotor dan berdebu akan lebih sering dan lebih hebat.

d. Gejala klinis
Keadaan umum tidak dipengaruhi. Tempat predileksi di ketiak, dada, punggung. Sering bersama-sama dengan miliaria. Lepuh timbul mendadak pada kulit sehat, bervariasi mulai miliar hingga lentikular dapat bertahan 2-3 hari. Berdinding tebal dan tipis. Kulit sekitarnya tak menunjukkan peradangan kadang-kadang tampak hipopion. Jika pecah menimbulkan krusta yang coklat datar dan tipis.

e. Gambaran histopatologi
Pada epidermis tampak vesikel subkornea berisi sel-sel radang yaitu leukosit. Pada dermis tampak serbukan sel-sel radang ringan dan pelebaran ujung-ujung pembuluh darah.

f. Pemeriksaan pembantu
Preparat mikroskop langsung dari cairan bula untuk mencari Staphlococcus.

g. Diagnosis banding
Pemfigus: biasanya bula berdinding tebal, dikelilingi oleh daerah eritematosa dan keadaan umum buruk. Impetigenisasi: menunjukkan pula gejala-gejala penyakit primer dengan gejala konstitusi berupa demam dan malaise. Tinea sirsinata: jika lepuh pecah, bagian tepi masih menunjukkan adanya lepuh tetapi bagian tengah menyembuh.

h. Penatalaksanaan
Menjaga kebersihan dan menghilangkan faktor-faktor predisposisi. Jika bula besar dan banyak, sebaiknya dipecahkan, selanjutnya dibersihkan dengan antiseptik (betadine) dan diberi salep antibiotik (kloramfenikol 2% atau eritromisin 3%). Jika ada gejala konstitusi berupa demam, sebaiknya diberi antibiotik sistemik, misalnya penisilin 30-50 mg/kg berat badan atau antibiotik lain yang sensitif.

i. Prognosis
Umumnya baik.

j. Patogenesis
Kuman masuk melalui hidung/mulut(mukosa) Staphylococcus aureus menempel di epitel faring Proliferasi Koloni meningkat S. aureus menyebar ke kulit melalui KGB Sampai di kulit Menimbulkan gejala klinis Darah

Referensi: 1. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ed.6. Jakarta: Badan Penerbit FKUI. 2010 2. Siregar, R.S. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit ed.2. Jakarta: EGC. 2005 3. Brooks, Geo F. Mikrobiologi Kedokteran ed.23. Jakarta: EGC. 2008