Anda di halaman 1dari 6

SASARAN PENGENDALIAN PENYAKIT CACINGAN

Anak usia sekolah dasar. Petani,pekerja perkebunan,pekerja pertambangan,nelayan. Anak balita dan pra sekolah. Masyarakat resiko tinggi lainnya seperti ibu hamil.

EPIDEMIOLOGI
Telur masuk tubuh manusia - larva - dewasa- telur keluar bersama faeces Penyebaran penyakit cacing ini melalui kontak dengan tinja. Tinja yang mengandung banyak telur bisa terbawa angin, bahkan banjir,lalat yang menempel disetiap tempat seperti pada makanan, sayuran mentah, buah-buahan, air limbah rumah, debu dan lain-lain.

Telur cacing usus tidak tahan kekeringan. Tanah yang lembab dan cukup teduh merupakan lingkungan yang baik untuk perkembangannya. Di dalam tanah tetap hidup pada suhu beku yang biasanya pada musim dingin. Telur tahan terhadap desinfektan kimiawi dan terhadap rendaman sementara dalam berbagai zat kimia yang keras dan telur cacing usus dapat hidup berbulan bulan dalam selokan tinja.

Ada tiga jenis cacing yang dominan ditemukan dalam usus anak-anak sekolah tersebut, 1. yaitu cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), 2. Cacing cambuk (Trichiuris trichiura) 3. Cacing tambang (Necator americanus, Ancylostoma duodenale). Diantara ketiga jenis cacing tersebut, cacing gelang merupakan jumlah yang paling dominan. Setiap cacing tersebut memiliki ciri-ciri yang spesifik

Cacing gelang bisa mencapai panjang 15-35 cm, meskipun berada dalam perut manusia. Cacing ini juga mampu bertelur hingga 200.000 butir per hari. yang sebagian keluar bersama dengan tinja. Cacing cambuk sesuai dengan namanya bentuknya seperti cambuk panjangnya 4 cm hidupnya di usus besar (caecum dan colon ascendent), cacing tetap berada di dalam usus dengan melekatkan bagian anterior (depan) tubuhnya pada mucosa (selaput lendir) usus. Cacing dewasa menghisap darah sekitar 0,005 ml/hari, umur cacing rata-rata 5 tahun dan cacing betina dewasa menghasilkan 2.000-14.000 telur per hari yang keluar bersama tinja di tanah. Cacing tambang hidup di usus halus, mampu bertelur 9000 10.000 perhari, dan dapat menghisap darah manusia sebanyak 10 cc/hari.

Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) Larva Batuk,demam, dan eosinofilia Dewasa Mual,muntah, nafsumakan kurang, diare, konstipasi Toksin Demam, alergi, gatal-gatal, odema wajah , konjungtivitis dan iritasi saluran nafas atas
Cacing Tambang (Necator americanus) Anemia hipokrom mikrositer, eosinofilia. Akibatnya terjadi anemia maka penderita tampak pucat, perut buncit, rambut kering, serta mudah lepas Cacing Cambuk (Trichuris Trichiura) Imsomnia, hilangnya nafsu makan, gugup, refleknya meningkat dan eosinofilia meningkat.Infeksi trichuriasis tanpa komplikasi umumnya menunjukkan gejalagejala dan keluhan nyeri epigastrum, nyeri perut dan nyeri pinggang, muntah, konstipasi dan vertigo. Pada infeksi berat sering kali dijumpai diare berdarah, tenesmus dan turunya berat badan. Beberapa kasus menunjukkan gambaran mirip infeksi cacing tambang yang berat dengan udema pada muka dan tangan, dispnea, dilatasi jantung, imsomnia, sakit kepala dan demam ringan.