Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN KASUS An. Afika 6 tahun, dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan tiba-tiba anak tidak sadar.

Riwayat An. Afika sudah 4 hari ini panas tinggi dan hari ke 5 ini demam turun. An Afika juga sejak semalam muntah sebanyak 4 kali. Sebelumnya An Afika mengeluh sakit di daerah perut dan mimisan. Dari pemeriksaan didapatkan nadi tidak teraba, tekanan nadi yang menurun, kulit dingin dan lembab, petechiae.

A. Pengkajian 1. Identitas Nama : An. Afika Alamat : semarang Umur : 6 th Jenis kelamin : perempuan Tgl msk : 24 oktober 2013 2. Analisa Data a. Subjektif : sakit di daerah perut, mimisan b. Objektif : 4 hari panas tinggi, nadi tidak teraba, tekanan nadi menurun, kulit dingin dan lembab, petechiae 3. Keluhan Utama An Afika dibawa ke UGD dengan keluhan tidak sadar. 4. Riwayat penyakit sekarang Riwayat kesehatan menunjukkan pasien datang dengan keluhan tidak sadar, 4 hari demam tinggi, muntah, sakit di daerah perut, mimisan,nadi tidak teraba, tekanan nadi yang menurun, kulit dingin dan lembab, dan petechiae. 5. Riwayat penyakit dahulu 6. Riwayat penyakit keluarga 7. Pemeriksaan Fisik a. Airway dan breathing prioritas pertama adalah menjamin airway yang paten dengan cukupnya pertukaran ventilasi dan oksigenasi. Diberikan tambahan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen lebih dari 95%.

b. Sirkulasi - kontrol perdarahan termasuk dalam prioritas adalah mengendalikan perdarahan yang jelas terlihat, memperoleh akses intra vena yang cukup, dan menilai perfusi jaringan. Perdarahan dari luka luar biasanya dapat dikendalikan dengan tekanan langsung pada tempat pendarahan. PASG (Pneumatick Anti Shock Garment) dapat digunakan untuk mengendalikan perdarahan dari patah tulang pelvis atau ekstremitas bawah, namun tidak boleh menganggu resusitasi cairan cepat. Cukupnya perfusi jaringan menentukan jumlah cairan resusitasi yang diperlukan. Mungkin diperlukan operasi untuk dapat mengendalikan perdarahan internal. c. Disability pemeriksaan neurologi dilakukan pemeriksaan neurologi singkat untuk menentukan tingkat kesadaran, pergerakan mata dan respon pupil, fungsi motorik dan sensorik. Informasi ini bermanfaat dalam menilai perfusi otak, mengikuti perkembangan kelainan neurologi dan meramalkan

pemulihan.perubahan fungsi sistem saraf sentral tidak selalu disebabkan cidera intra kranial tetapi mungkin mencerminkan perfusi otak yang kurang. Pemulihan perfusi dan oksigenasi otak harus dicapai sebelum penemuan tersebut dapat dianggap berasal dari cidera intra kranial. d. Exposure pemeriksaan lengkap setelah mengurus prioritas- prioritas untuk menyelamatkan jiwanya, penderita harus ditelanjangi dan diperiksa dari ubunubun sampai jari kaki sebagai bagian dari mencari cidera. Bila menelanjangi penderita, sangat penting mencegah hipotermia.

B. Diagnosa Keperawatan: 1. Penurunan cardiac output 2. Perubahan perfusi jaringan b.d penurunan suplay darah ke jaringan

C. Intervensi Diagnosa : Penurunan Cardiac Output NOC:

Mempertahankan curah jantung untuk menjamin perfusi jaringan NIC : 1. Kaji dan monitor fungsi kardiovaskuler : TD, HR, dan irama, nadi perifer, tekanan arteri, tekanan arteri pulmonal, CVP. 2. Lakukan pemeriksaan EKG. 3. Ukur dan dokumentasikan intake dan output cairan setiap jam. 4. Monitor peristaltik, distensi abdomen dan nyeri abdomen. 5. Kolaborasi pemeriksaan laboratorium darah, CMT, PTT, AGDA. 6. Monitor nyeri dada tajam dan tiba-tiba, dispnea, sianosis, cemas, dan gelisah. 7. Pertahankan bedrest, ciptakan suasana tenang. 8. Buat posisi supinasi dengan kaki dielevasikan 20 derajat, kontraindikasi pada head injury.

Diagnosa 2 : Perubahan Perfusi Jaringan b.d penurunan suplay darah ke jaringan 1. Monitor warna kulit, temperature, turgor, dan kelembapan. 2. Monitor fungsi kardiopulmonal: TD, RR, dan kedalaman, suara paru, nadi perifer, distensi vena jugularis, CVP, dan CRT. 3. Monitor temperature tubuh. 4. Monitor urine output per jam. 5. Kaji status mental dan tingkat kesadaran.