Anda di halaman 1dari 8

Laporan Pendahuluan Praktikum Fisika (PF I)

A. Judul PERCOBAAN PENGUKURAN DASAR DAN KETIDAKPASTIAN

PENGUKURAN DASAR FISIKA B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana penggunaan beberapa alat ukur dasar? 2. Tentukanlah ketidakpastian pada hasil pengukuran tunggal pada hasil pengukuran berulang! 3. Bagaimana penggunaan konsep angka berarti? 4. Hitunglah ketidakpastian pada hasil percobaan dan jelaskan arti statistiknya! C. Tujuan Penelitian 1. Agar mahasiswa dapat mengetahui kegunaan beberapa alat ukur. 2. Agar mahasiswa dapat menentukan ketidakpastian pada hasil pengukuran tunggal pada hasil pengukuran berulang. 3. Agar mahasiswa dapat mengetahui kegunaan konsep angka penting 4. Agar mahasiswa dapat menghitung ketidakpastian pada hasil percobaan dan jelaskan arti statistiknya. D. Dasar Teori Ilmu Fisika merupakan ilmu pengetahuan alam lainnya yang murni maupun terapan bergantung pada pemngamatan dan percobaan-percobaan. Pengamatan gejala alamiah dilakukan dengan cermat dengan memperhatikan dan melakukan analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pengamatan suatu gejala pada umumnya belumlah lengkap jika belum memberikan informasi yang kuantitatif. Proses memperoleh infomasi yang sedemikian itu memerlukan pengukuransuatu sifat fisis. Dalam melakukan pengukuran kita harus berusaha agar sesedikit mungkin menimbulkan gangguan pada sistem yang sedang diamati. Misalnya dalam pengukuran suhu termometer dapat mengambil atau memberikan kalor pada sistem yang diukur sehingga mempengaruhi suhu sitem yang diukur. Hal ini perlu disadari dan diperhitungkan agar pengaruh tersebut sekecil mungkin, lebih kecil dari sesatan eksperimen (experimental error). Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan, pengukuran adalah suatu teknik untuk menyatakan suatu sifat fisis dalam bilangan sebagai hasil membandingkan mengira, dan mengujinya menggunakan alat ukur dengan suatu besaran baku yang diterima sebagai satuan. Besaran fisis ini didefinisikan sesuai dengan hubungannya dengan besaran-besaran lain yang disebut besaran turunan. Ada pula besaran yang tidak bergantung pada besaran lain disebut besaran dasar (fundamental). Besaran dasar ini dipilih sesedikit mungkin. Untuk setiap besaran dasar ini
1

ditetapkan suatu satuan baku (standar). Misalnya untuk besaran dasar panjang ada standar meter dan untuk besaran dasar massa ada standar kilogram dan sebagainya. Pemilihan besaran dasar dan satuan bakunya membentuk suatu sistem satuan. Inggris terkenal dengan sistem satuannya yang menggunakan besaran dasar. Panjang dengan satuan foot Waktu dengan satuan secon Gaya dengan satuan pound Suhu dengan satuan fahrenheit Ilmuwan memerlukan persetujuan mengenai besaran dasar yang digunakan dan satuan bakunya agar dapat berkomunikasi dengan baik. Yang disepakati pada mulanya adalah sistem yang dikenal dengan sistem MKS. Besaran dasarnya : panjang dengan satuan meter (M), massa dengan satuan kilogram (Kg) dan waktu dengan satuan sekon (s), kemudian ditambah dengan besaran dasar arus listrik dengan satuan ampere (A). Satuan Internasional (SI) merupakan suatu sistem satuan internasional yang merupakan bentuk modern dari sistem MKS telah berkembang meliputi seluruh bidang fisika dengan besaran dan satuan dasar sebgaia berikut : Besaran Pokok Panjang Massa Waktu Suhu Kuat arus listrik Intensitas cahaya Jumlah mol Satuan Meter (m) Kilogram (kg) Sekon (s) Kelvin (K) Ampere (A) Kandela (cd) mol (mol) [I] [J] [N] Dimensi [L] [M] [T]

Satuan Internasional (SI)juga menggunakan dua buah satuan pelengkap : 1. Sudut bidang, dalam radian (rad) 2. Sudut ruang dalam sterdian (sr)

Dalam

suatu

percobaan

kita

harus

berusaha

menelaah

dan

mempelajarinya. Caranya, kita harus mempunyai data kuantitatif atas percobaan yang kita lakukan. Untuk itulah dalam fisika dibutuhkan sebuah pengukuran yang akurat. Akan tetapi, ternyata tak ada pengukuran yang mutlak tepat. Setiap pengukuran pasti memunculkan sebuah ketidakpastian
2

pengukuran, yaitu perbedaan antara dua hasil pengukuran. Ketidakpastian juga disebut kesalahan, sebab menunjukkan perbedaan antara nilai yang diukur dan nilai sebenarnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor itu dibagi dalam 2 garis besar, yaitu: ketidakpastian bersistem dan ketidakpastian acak. a. Ketidakpastian Bersistem Kesalahan kalibrasi dalam memberi skala pada waktu alat ukur sedang

dibuat sehingga tiap kali alat itu digunakan, ketidakpastian selalu muncul dalam tiap pengukuran. Kesalahan titik nol skala alat ukur tidak berimpit dengan titik nol jarum

penunjuk alat ukur. Jika tidak dapat dicocokan harus dicatat untuk dikoreksi pada akhir laporan hasil pengukuran. Kesalahan Komponen Alat Sering terjadi pada pegas. Biasanya terjadi

bila pegas sudah sering dipakai Gesekan Kesalahan yang timbul akibat gesekan pada bagian-bagian alat yang

bergerak. b. Kesalahan posisi dalam membaca skala alat ukur. Ketidakpastian Acak Gerak Brown molekul udara menyebabkan jarum penunjuk skala alat

ukur terpengaruh. aki c. Adanya Nilai Skala Terkecil dari Alat Ukur. Keterbatasan dari Pengamat Sendiri. Angka Penting Angka penting adalah angka yang diperhitungkan di dalam pengukuran dan pengamatan. Aturan angka penting: Semua angka bukan nol adalah angka penting. Angka nol yang terletak diantara angka bukan nol termasuk angka penting. Untuk bilangan desimal yang lebih kecil dari satu, angka nol yang terletak disebelah kiri maupun di sebelah kanan tanda koma, tidak termasuk angka penting. Deretan angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan nol adalah angka penting, kecuali ada penjelasan lain. Dalam eksperiman, nilai sebenarnya yang tidak pernah diketahui diganti dengan suatu nilai standar yang diakui secara konvensional. Secara umum akurasi sebuah alat ukur ditentukan dengan cara kalibrasi pada kondisi operasi tertentu dandapat diekspresikan dalam bentuk plus-minus atau presentasi dalam skala tertentu atau pada titik pengukuran yang spesifik. Semua alat ukur dapat diklasifikasikan dalam tingkat atau kelas yang berbedabeda, tergantung pada akurasinya. Sedang akurasi dari sebuah sistem Frekuensi Tegangan listrik, perubahan pada tegangan PLN, baterai, dan

tergantung pada akurasi Individual elemen pengindra primer, sekunder dan alat manipulasi yang lain.

elemen

Ketika menyatakan hasil pengukuran, penting juga untuk menyatakan ketepatan atau perkiraan ketidakpastian pada pengukuran tersebut. Sebagai contoh, hasil pengukuran lebar papan tulis : 5,2 plus minus 0,1 cm. Hasil Plus minus 0,1 cm (kurang lebih 0,1 cm) menyatakan perkiraan ketidakpastian pada pengukuran tersebut sehingga lebar sebenarnya paling mungkin berada diantara 5,1 dan 5,3. Persentase ketidakpastian merupakan perbandingan antara ketidakpastia dan nilai yang diukur, dikalikan dengan 100 %. Misalnya jika hasil pengukuran adalah 5,2 cm dan ketidakpastiannya 0,1 cm maka presentase ketidakpastiannya adalah : (0,1/5,2) x 100% = 2% Seringkali, ketidakpastian pada suatu nilai terukur tidak dinyatakan secara eksplisit. Pada kasus seperti ini, ketidakpastian biasanya dianggap sebesar satu atau dua satuan (atau bahkan tiga) dari angka terakhir yang diberikan. Sebagai contoh, jika panjang sebuah benda dinyatakan sebagai 5,2 cm, ketidakpastian dianggap sebesar 0,1 cm (atau mungkin 0,2 cm). Dalam hal ini, penting untuk tidak menulis 5,20 cm, karena hal itu menyatakan ketidakpastian sebesar 0,01 cm; dianggap bahwa panjang benda tersebut mungkin antara 5,19 dan 5,21 cm, sementara sebenarnya anda menyangka nilainya antara 5,1 dan 5,3. Setiap unit mempunyai kontribusi terisah dengan batas tertentu. Jika a1, = a2 dan a3 adalah batas akurasi individual, maka akurasi total dari sistem dapat diekspresikan dalam bentuk bawah akurasi seperti berikut : A = ( a1+ a2 + a3 ) Dalam hal tertentu nilai batas bawah akurasi total diatas mempunyai kelemahan, maka dalam praktek orang lebih sering menggunakan nilai akar kuadrat rata-rata untuk mendefinisikan nilai akurasi dari sebuah sistem, yaitu : A = ( a1 + a2 + a3 ) Presisi adalah istilah untuk menggambarkan tingkat kebebasan alat ukur dari kesalahan acak. Presisi tinggi dari alat ukur tidak mempunyai implikasi terhadap akurasi pengukuran. Alat ukur yang mempunyai presisi tinggi belum tentu alat ukur tersebut mempunyai akurasi tinggi. Akurasi rendah dari alat ukur yang mempunyai presisi tinggi pada umum nya disebabkan oleh bias dari pengukuran, yang bisa dihilangkan dengan kalibrasi. Dua istilah yang mempunyai arti mirip dengan presisi

adalah repeatability dan reproducibility. Repeability digunakan untuk menggambarkan kedekatan (closeness) keluaran pembacaan bila dimasukkan yang sama digunakan secara berulang-ulang pada periode waktu yang singkat

pada kondisi dan lokasi pengukuran yang sama, dan dengan alat ukur yang sama. Reproducibility digunakan untuk menggambar kedekatan (closeness) keluaran pembacaan bila masukan yang sama digunakan secara berulangulang. Macam macam alat ukur a) Jangka sorong Ketelitian Jangka Sorong: Paling tidak ada 2 jenis jangka sorong, yakni jangka sorong yang memiliki ketelitian 0,05 mm dan yang memiliki ketelitian 0,1 mm. b) Mikrometer sekrup Ketelitian mikrometer sekrup hanya ada satu macam, yakni yang berketelitian 0.01 mm. c) Spherometer Spherometer merupakan alat untuk mengukur jejari kelengkungan suatu permukaan. Biasanya digunakan untuk mengukur kelengkungan lensa. Spherometer memiliki 4 kaki, dengan 3 kaki yang permanen dan satu kaki tengah yang dapat diubah-ubah ketinggiannya. Ketelitian spherometer bisa mencapai 0,01 mm. d) Neraca Torsi Neraca torsi digunakan untuk mengukur massa suatu zat. Ketelitian yang dimiliki neraca ini bermacam-macam antara lain sebesar 0,1 g atau 0,05 g atau 0,01 g. e) Densitometer Specific gravity adalah alat yang digunakan untuk mengukur kerapatan (massa jenis) suatu zat cair. Bedanya dengan densitometer adalah bahwa nilai yang ditunjukkan oleh specific gravity merupakan nilai relatif terhadap kerapatan air (1 g/ml). f) Stopwatch Stopwatch merupakan alat pengukur waktu. Stopwatch yang sering dipakai biasanya berketelitian 0,1 s atau 0,2 s. Telepon genggam (HP) biasanya juga disertai fasilitas stopwatch. Ketelitian stopwatch pada telepon genggam biasanya 0,01 s. g) Termomoter Termometer adalah alat pengukur suhu. Termometer yang biasa digunakan dalam Lab. Fisika Dasar adalah termometer Celcius dengan ketelitian 0,50C atau 10C. h) Neraca Ohauss Neraca ohaus adalah alat ukur massa benda dengan ketelitian 0.01 gram. Neraca ini ada dua macam :

1.

nilai skalanya dari yang besar sampai ketelitian 0.01 g yang di

geser. di pisah antara skala ratusan(0-200), puluhan(0-100),satuan (0-10) dan skala 1/100 (0-1) yang di bagi2 juga skala kecilnya sampai ketelitian 0.01 g. Kalo yang ini cara makenya gampang. Kamu tinggal taruh saja bendanya (ingat neraca harus sudah terkalibrasi), lalu digeser skalanya dimulai dari yang skala besar baru gunakan skala yang kecil. 2. nilai skala ratusan dan puluhan di geser, tapi skala satuan dan

1/100 nya di putar. Cara memakainya hampir sama dengan yang no.1 tadi. Cuma bedanya, waktu membaca yang dengan nilai 0-10. Misalkan sudah terbaca antara skala ratusan dan puluhannya (100+20). Lalu kamu putar skala satuannya (dalam 1 skala satuannya, dibagi lagi 10 skala), lihat skala yang terlewatkan dari angka nol (misal 5.6 g).

Sumber referensi: Tim Penyusun. 2013. Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Gorontalo:Universitas Negeri Gorontalo Supiyanto. 2004. Fisika SMA Untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga Kristanta,Arif. 2009. Asyiknya Belajar Fisika SMP. http://basicphysiccom.//diakses 5 Oktober 2013

E. Variabel Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Ada juga yang menganggap variabel sebagai gejala sesuatu yang bervariasi. Variabel penelitian dibedakan menjadi: 1. Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables) Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau memengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau diamati. 2.Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variables)

Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti. 3. Variabel Kontrol Variabel yang dinetralisasi yang diidentifikasi sebagai variabel kontrol atau kendali, atau variabel kontrol adalah variabel yang diusahakan untuk dinetralisasi oleh peneliti. Dalam penelitian di samping strategi pembelajaran dan tingkat kecerdasan, peneliti juga mempertimbangkan tingkat usia, misalnya kelompok umur tertentu, maka umur dalam penelitia ini dianggap sebagai variabel kendali.

F. Alat dan Bahan 1. Mistar 2. Jangka sorong, silinder 3. Mikrometer sekrup 4. Sferometer, lensa konvergen (cembung), lensa divergen (cekung) 5. Termometer, Kontainer 6. Termometter badan 7. Neraca 8. Neraca mekanik, balok-balok, dan massa pemberat 9. Neraca pegas 10. Barometer dan Hygrometer 11. Gelas ukur G. Prosedur Kerja 1. Tentukan nilai skala terkecil dari (a) mistar, (b) jangka sorong, (c) mikrometer sekrup, (d) sferometer, (e) termometer, (f) neraca, (g) neraca pegas, (h) neraca mekanik, (i) barometer, (j) hygrometer 2. Ukurlah panjang dan lebar kain kasa/kertas dengan menggunakan mistar. 3. Ukur diameter dalam, diameter luar, dan tebal dari silinder yang diberikan asisten dengan menggunakan jangka sorong. 4. Ukurlah tebal dari obat yang diberikan asisten dengan menggunakan mikrometer sekrup. 5. Ukurlah jari-jari kelengkunngan lensa-lensa yang diberikan oleh asisten dengan menggunakan sferometer. 6. Ukurlah massa dari obat-obtan yang diberikan asisten dengan

menggunakan neraca mekanik. 7. Ukurlah berat dari balok-balok/massa pemberat yang diberikan asisten dengan menggunakan neraca pegas. 8. Ukurlah suhu air yang diberikan asisten dengan menggunakan termometer. 9. Ukurlah massa tubuh rekan anda sekelompok dengan menggunakan neraca. 10. Ukurlah suhu ruangan (dalam satuan Fahrenheit), tekanan dan kelembapan udara dalam laboratorium. 11. Ukulah volume larutan yang diberikan asisten dengan menggunakan gelas ukur. 12. Ukurlah suhu badan anda dengan menggunakan termometer.

H. Tugas Pendahuluan 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran dan ketidakpastian! 2. Tuliskan 7 besaran pokok beserta satuan dan dimensi berdasarkan satuan internasional! 3. Sebuah membran yang bundar memiliki luas 1,25 inci persegi. Nyatakan dalam centimeter persegi! Jawaban 1. Pengukuran adalah suatu teknik untuk menyatakan suatu sifat fisis dalam bilangan sebagai hasil membandingkan, mengira, dan mengujinya menggunakan alat ukur dengan suatu besaran baku yang diterima sebagai satuan. Setiap pengukuran yaitu pasti memunculkan antara sebuah dua hasil ketidakpastian pengukuran.

pengukuran,

perbedaan

Ketidakpastian juga disebut kesalahan, sebab menunjukkan perbedaan antara nilai yang diukur dan nilai sebenarnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu adanya nilai skala terkecil, ketidakpatian bersistem, ketidakpastian acak, serta keterbatasan pada pengamat.

2. 7 besaran pokok beserta satuan dan dimensi berdasarkan satuan internasional Besaran Pokok Panjang Massa Waktu Suhu Kuat arus listrik Intensitas cahaya Jumlah mol Satuan Meter (m) Kilogram (kg) Sekon (s) Kelvin (K) Ampere (A) Kandela (cd) mol (mol) [I] [ J] [N] Dimensi [L] [W] [T]

3. L = 1,25 in L= R R L= R = 3,14 (1.6) = 3,14 x 2,56 = 8.038 R = R = 0,4 R= = 0,63in = 1,6 cm = 8,04 cm

1,25 =

8,75 = 22 R