Anda di halaman 1dari 58

BAB 1 HIMPUNAN DAN SUBHIMPUNAN

DEFINISI DEFINISI : 1. Himpunan : Setiap daftar, kumpulan atau kelas obyek-obyek yang didefinisikan secara jelas. contoh : A dan X dibaca : himpunan A dan himpunan X Catatan : Notasi Himpunan harus ditulis dengan huruf besar 2. Elemen/anggota : Objek-objek berada di dalam himpunan, dapat berupa huruf, angka atau data contoh : a, b, c , d 1, 3, 4, 5 ani, ina, nia Catatan : Notasi Elemen/ Anggota ditulis dengan huruf kecil, dipisahkan dengan koma-koma Penulisan himpunan secara lengkap dengan elemen/angotanya X = {a, b, c, d} Z ={1, 3, 4, 6} Y = { Ani, Ina, Nia} Penulisan himpunan diawali dengan kurung kurawal buka, diisi dengan elemen-elemennya dan diakhiri dengan kurung kurawal tutup

Simbol-simbol dalam himpunan :

1. Simbol = simbol subset (sub himpunan) Simbol dapat dibaca : sub himpunan atau terkandung Contoh : Y = {1,2,3} Z = {1,2,3,4} Dibaca : Elemen 1,2 dan 3 di dalam himpunan Y Elemen 1,2,3, dan 4 di dalam himpunan Z ditulis : Y Z atau { 1,2,3} {1,2,3,4} dibaca : himpunan Y sub himpunan dari himpunan Z atau himpunan Y terkandung dalam himpunan Z

2. Simbol = simbol belong to atau is in Simbol dibaca : termasuk atau di dalam contoh : Z = { 1,2,3,4} 3 Z dibaca : elemen 3 di dalam himpunan Z 3. Simbol Simbol Contoh : Y = { 1,2,3} Z = {1,2,3,4} dibaca: himpunan Z mengandung/meliputi himpunan Y ditulis : Z Y Bentuk-bentuk penulisan himpunan : Himpunan dapat ditulis dalam 2 bentuk yaitu : 1. Bentuk Pendaftaran (Tabular Form) 2. Bentuk Pembangun Himpunan (Set-Builder Form) Bentuk Pendaftaran Contoh penulisannya : Z = {1, 2, 3, 4, ..} Penulisan himpunan : diawali dengan kurung kurawal buka, kemudian elemen-elemen dalam himpunan dipisahkan oleh koma dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal tutup Bentuk Pembangun Himpunan Contoh penulisannya Z = { x / x = bilangan asli} Penulisan himpunan : diawali dengan kurung kurawal buka kemudian elemen-elemen dalam himpunan ditulis dalam suatu pernyataan dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal tutup Contoh : Pernyataan : Z adalah Himpunan Bilangan Ganjil Dibaca : himpunan Z terdiri dari elemen-elemen x di mana x adalah bilangan ganjil Bila ditulis dalam bentuk pembangun himpunan sbb : Z = { x/x adalah bilangan ganjil} bila ditulis dalam bentuk pendaftaran sbb : Z = { 1, 3, 5, 7, 9................dst}
2

= Simbol Superset (Super himpunan) dapat dibaca : mengandung atau meliputi/ berisi

Pernyataan : A adalah Bilangan Prima Ditulis : A = {x/ x prima} Dibaca : himpunan A terdiri dari elemen-elemen x dimana x adalah bilangan prima bila ditulis dalam bentuk pendaftaran sbb: A = { 2.3.5.7,11................dst}

Jenis Jenis Himpunan :


1. Himpunan Kosong : simbol { } atau Adalah himpunan yang tidak mempunyai elemen Contoh : H= {x x * 3 = 9, x bilangan bulat genap}
H = { } atau H =

Himpunan kosong ditulis : { } atau Himpunan kosong adalah bagian dari setiap himpunan, atau H 2. Himpunan Nol : simbol {0} Adalah suatu himpunan yang elemennya adalah angka nol (0) Himpunan Nol { 0 } tidak sama dengan Himpunan { } Atau ditulis : { 0 } { } 3. Himpunan Berhingga : Himpunan yang terdiri dari sejumlah tertentu elemen- elemen berbeda. Contoh : P = { x / x adalah sungai di bumi } ( walaupun jumlahnya banyak tapi bisa dihitung) 4.Himpunan Tak berhingga (~ ) Himpunan yang proses perhitungannya tidak berakhir Contoh : N = {1, 2,4,6,8.........} 5. Himpunan Semesta ( Universal sets /Universe of discourse) Simbol : S atau Merupakan Himpunan tertentu yang terluas Semua himpunan yang ditinjau merupakan sub himpunan tertentu yang terluas. Contoh : S = {semua orang di Indonesia}
3

6. Keluarga Himpunan-Himpunan : adalah himpunan yang seluruh elemennya adalah himpunan notasi : ditulis dengan huruf Script ( , A) Contoh : = {{4,6}, {2}} 7. Himpunan Kuasa (Power Set) : simbol 2 H Adalah Himpunan yang memiliki elemen dari semua keluarga subhimpunannya . Himpunan kuasa memiliki elemen ber jumlah : 2 pangkat n elemen atau 2 n, di mana: H = himpunan terbatas, n = jumlah elemen dalam H Contoh : H = {2, 4, 6} Jumlah elemen = 3 ( terdiri dari elemen 2, 4 dan 6) Maka jumlah elemen dari Himpunan Kuasa H (2 H ) adalah 23 = 8 , bila dituliskan : Himpunan kuasa dari H adalah : 2 H = {H, {2,4},{2,6},{4,6},{2},{4},{6},} HIMPUNAN YANG DAPAT DIPERBANDINGKAN YANG TIDAK DAPAT DIPERBANDINGKAN DAN

COMPARABLE : Simbol c Himpunan yang dapat diperbandingkan (comparable /c) Himpunan A dan Himpunan B dikatakan dapat diperbandingkan jika A B atau B A, Contoh Gambar :
A B A B A

AB

B A Kedua gambar tersebut dapat ditulis A c B atau B c A (Comparable antar 2 himpunan tidak dapat menggambarkan himpunan yang sebagai superset dan sebagai subbsetnya)
4

NO COMPARABLE Himpunan yang tidak dapat diperbandingkan (non comparable/Nc) Himpunan A dan Himpunan B dikatakan tidak dapat diperbandingkan :jika A bukan sub himpunan dari B dan B bukan sub himpunan dari A dinotasikan : Nc Contoh Gambar :
A B

Ditulis A Nc B (Nc Tidakdapat menggambarkan himpunan A dan B terpisah atau memiliki irisan) DIAGRAM Hubungan antar himpunan dapat digambarkan dengan : Diagram Venn-Euler dan Diagram Garis (Line Diagrams) Contoh : A Nc B diatas, bila digambar dengan diagram sbb: Diagram Venn-Euler Diagram Garis

Latihan soal :
5

1. Tuliskan kembali pernyataan-pernyataan berikut dengan menggunakan notasi himpunan : a. Elemen x tidak termasuk pada himpunan A b. Himpunan H tidak meliputi himpunan D c. Himpunan S adalah super himpunan dari himpunan A 2. Misalkan M = { r,s,t } Apakah pernyataan berikut benar atau salah : r M r M {r} M {r} M 3. Susunlah diagram garis untuk himpunanhimpunan : A = {a,b,c} B = {a,b} dan C = { a,c} 4. Carilah Himpunan Kuasa dari himpunan S = { 3, {1,4}}

BAB 2
6

OPERASI-OPERASI DASAR DARI HIMPUNAN


Himpunan Terpisah (Disjoint Sets) : Jika ada 2 himpunan yang memiliki elemen-elemen yang tidak sama, maka 2 himpunan tersebut dikatakan Himpunan Terpisah . Contoh : A = {1, 3, 5} B = {2, 4, 6}, maka A dan B terpisah Dapat dikatakan juga A Nc B Himpunan Sama (Equality of Sets) : Jika 2 himpunan itu memiliki elemen yang sama, maka 2 Himpunan tersebut disebut sama. Atau A B dan B A Jikka (Jika dan hanya jika) A = B. Contoh : A = {1, 3, 4, 5} B = {1, 4, 3, 5}, maka A dan B sama A = {x x2 3x = -2} B = {2, 1} C = {2, 1, 1, 2} maka A = B = C catatan : x2 3x = -2 x2 3x +2 = 0 (x - 2) (x - 1) = 0 x1 = 2 dan x2 = 1 sehingga himpunan A, B dan C sama-sama memiliki elemen : 1 dan 2 Sub Himpunan Himpunan H dikatakan subhimpunan dari himpunan K jika setiap elemen H menjadi elemen dari K. Ditulis H K, jika x H maka x K. Contoh : 1. Jika H K dan K H, maka H = K 2. Jika H K dan K H, maka H adalah sub himpunan K.
7

3. Jika H K dan K H, maka tidak dapat dibandingkan 4. Himpunan H dan K terpisah (disjoint) Bila digambarkan dengan diagram Venn sebagai berikut : 1. 2. 3.
H K H B K K H B H K B

4.
K

H B

Operasi-operasi Himpunan : 1. Perpaduan (Union), simbol Himpunan Union H dengan K : Adalah himpunan dari semua elemen-elemen yang termasuk dalam himpunan H atau himpunan K atau keduanya. Definisi : H K = { x x H V x K} simbol V dapat dibaca : - atau - disjungsi Contoh : H = {a, b, c, d} K = {e, f, g, h} H K = {a, b, c, d, e, f, g, h} HK

Maka berlaku :H K = K H H (H K) dan K (H K)

2. Intersection/Irisan/Potongan , simbol H K Himpunan Irisan H dengan K : Adalah himpunan yang mempunyai elemen yang berada di dalam H sekaligus berada di dalam K. Definisi :H K = { x x H x K} Simbol dapat dibaca : - dan - konjungsi Contoh : H = {a, b, c, d} K = {b, c, e, f} H K = {b, c} (H K) H dan (H K) K

Maka berlaku :

3. Selisih/Difference , simbol - atau ~


H-K

Himpunan Selisih H dengan K : Adalah himpunan yang mempunyai elemen yang berada di dalam H tetapi tidak berada di dalam K. Definisi : H - K = { x x H x K} Contoh : H = {a, b, c, d} K = {b, c, e, f} H - K = {a, d} Maka berlaku : (H - K) H 4. Complement : . c atau .. H S = Himpunan semesta
9

Himpunan

komplemen dari H (H`) : adalah himpunan yang mempunyai elemen yang tidak berada di dalam H. H` = { x x S x H} H` = { x x H} H = {a, b, c} K = {c, d, e} S = {a, b, c, d, e} H` = {d, e}, K` = {a, b} (H K)` =

Definisi :

Contoh :

Diagram Garis AB B A

A B dan B C

C B A

Misalkan A= {a}, B = {b}, C A Latihan Soal : 1. Misalkan : A = {1,2,3,4}

dan C = {a,b}

B = { 2,4,6,8 }

C = { 3,4,5,6}
10

Carilah : a. A B c. A C

b. B C d. ( A B ) C

2. Misalkan U = {1,2,3,.....8, } A= {1,3,5} B = { 1,3,5,7} C = { 4,5,6} Carilah : a. A b. B c. ( A C ) d. ( A B ) e. ( B C ) f. ( A) 3. Misalkan himpunan semesta U = { a,b,c,d,e,f,g } misalkan A = { a,b,c,d,e } B = { a,c,e,g} dan C = { b.e.f.g} Pertanyaan : Gambarkan hanya dengan satu diagram Venn untuk himpunanhimpunan U, A, B, dan C diatas a. Cari elemen dari himpunan dibawah ini b. Gambarkan dan berikan arsiran pada himpunan dibawah ini : (A C) C A (AB) 4. Misalkan himpunan-himpunan A dan B tidak dapat diperbandingkan (Nc) Susunlah diagram garis untuk keenam himpunan himpunan di bawah ini : U, A, B, ( A - B) , (B - A),

11

BAB 3 HIMPUNAN DARI BILANGAN-BILANGAN

Bilangan Riil ( R#) Dinyatakan titik-titik pada sebuah garis lurus ----------------------------------------------Bilangan Bulat (Z) Bilangan bulat adalah Bilangan-bilangan riil ......-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3...... Bilangan Rasional (Q) Bilangan rasional adalah Bilangan riil yang dapat dinyatakan sebagai perbandingan dari dua buah bilangan bulat. Q = { x /x = p/q dimana p Z , q Z} Bilangan Asli (N) Bilangan asli adalah Bilangan bulat positif N = { 1,2,3.......}
12

Bilangan Irasional ( Q`} Bilangan irasional adalah Bilangan riil yang tidak rasional Atau komplemen dari bilangan rasional Q dalam bilangan Riil R# Q` = V3, 22/7, V2 Diagram Garis untuk Sistem Bilangan Diagram mengandung himpunan dari bilanganbilangan kompleks yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi diamana a dan b adalah riil Desimal- desimal dan bilangan bilangan Riil Setiap bilangan riil dapat dinyatakan oleh sebuah desimal tak berakhir . Pernyataan desimal dari sebuah bilangan rasional p/q dapat diperoleh dengan membagi pembilang p dengan penyebut q . Jika desimalnya berakhir , contoh 3/8 = 0.375 Atau ditulis : 0,3750000.... 0, 3749999.... Jika pembagian p dengan q tidak berakhir , maka diketahui bahwa suatu kelompok angka-angka akan berulang secara terus menerus : Contoh : 2/11 = 0,1818181........................ Ketidaksamaan Konsep urutan diperkenalkan dalam sistem bil riil oleh : Bilangan riil a lebih kecil daripada bil riil b ditulis : a < b Secara geometris : Jika a < b , maka : Titik a pada garis riil terletak di sebelah kiri titik b Atau dituls a < b dengan b > a ( b lebih besar daripada a ) Digambarkan : --------------a----------------b----------------Harga Mutlak Harga mutlak dari sebuah bilangan riil x, dinyatakan oleh : | a | yang didefinisikan : | x | = x jika x lebih besar sama dengan 0 ( x 0 ) -x Jika s lebih kecil dari 0 ( x < 0 )
13

Selang (interval) Pandang himpunan bilangan-bilangan berikut : Contoh selang berhingga : A1 = {x/ 2 < x < 5 } A2 = {x/ 2 x < 5} Contoh selang tak berhingga A3 = { x/ x 1} Digambarkan pada garis riil sebagai berikut : A1 : {x/ 2 < x < 5 }

A2 : {x/ 2 x < 5}

A3 : A3 = { x/ x 1}

Latihan Soal : 1. Sisipkan antar pasangan bilangan-bilangan berikut dengan simbol yang benar : < , > atau = a. 3...... 9 b. -4....... -8 2 c. 3 .....7 d. - 5........3 2. Tuliskan kembali selang-selang berikut dalam bentuk pembangun himpunan dan table pendaftran : a. M = [-3,5) b. S = (3,8) c. T = [0,4] d. W = (-7,2]
14

3. Buatlah sketsa pada suatu garis Riil untuk setiap kasus dibawah ini dan tuliskan himpunan yang dihasilkan dalam notasi selang : a. { x/x -1} {x/ -3 < x < 2} b. { x/-2 < x 3} { x/x < 1} c. {x/-3 x 0} { x/x<1}

15

BAB 4 FUNGSI
Definisi FUNGSI : Bila setiap elemen dalam sebuah himpunan A secara tunggal dipetakan ke elemen-elemen sebuah himpunan B Fungsi dinotasikan sbb: f:AB Dibaca : f adalah fungsi dari A ke B atau f suatu pemetaan dari A ke B. Catatan : Suatu fungsi adalah suatu pemetaan, tetapi suatu pemetaan belum tentu suatu fungsi Contoh : A = {a, b, c, d} B = {e, f, g, h} A a b c d domain (ranah) f e f g h i B f(a) = f, f(b) = e f adalah bayangan/image dari a e adalah bayangan/image dari b

co-domain (koranah)

Himpunan A disebut : Domain atau Ranah Domain : Merupakan himpunan yang memetakan ke himpunan lain Himpunan B disebut : Co-domain atau koranah
16

Co-domain : merupakan himpunan yang dipetakan oleh himpunan lain Bayangan /Image : simbol f (a) Adalah elemen dari Co-domain yang merupakan hasil pemetaan dari elemen di domain Bayangan dari a adalah f (a) = f Bayangan dari b adalah f (b) = e Dst Jangkauan / Range : simbol f (A) Adalah himpunan yang terdiri dari semua elemen-elemen di codomain yang merupakan hasil peta dari elemen-elemen di domain Atau Jangkauan dari f terdiri dari elemen-elemen B yang tepat muncul sebagai bayangan dari se-kurang2- nya satu elemen A. Contoh : A 1 2 3 4 f

B a b c d f(1) = b, f(2) = a

f(3) = c, Catatan : Jangkauan f (A) merupakan sub himpunan dari B Untuk contoh diatas f (A) = {a,b,c}

f(4) = c

Fungsi- Fungsi yang sama Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang didefinisikan pada Domain yang sama, dan jika f(x) = g(x) untuk setiap x dalam Domain Maka fungsi f dan fungsi g merupakan fungsi yang sama Dapat ditulis : f = g
17

Diagram ini merupakan fungsi atau bukan ? mengapa ? f f f A B A B A 1 a 1 a 1 2 b 2 b 2 3 c 3 c 3 4 4 4 a b c

a b c

pada contoh (b) diatas : f(1) = b, f(2) = a, f(3) = b, f(4) = b Range dari f : A B adalah elemen-2 dalam B yang kena peta dari A sehingga f(A) = { a,b}

Berbagai nama-nama Fungsi :


Fungsi SATU-SATU (one-one function) : Jika elemen-elemen yang berbeda dalam B elemen-elemen yang berbeda dalam A A f a b c a b c B dipetakan oleh

Fungsi PADA (onto function) : Jika seluruh elemen-elemen dalam B dipetakan oleh elemenelemen yang berbeda dalam A

18

f : A B adalah seluruh elemen-2 dalam B yang kena peta dari A sehingga f(A) = { a,b,c} A f a b c d a b c B

d Fungsi SATUAN (identity function) : notasi 1 atau 1A Jika pemetaan dilakukan pada dirinya sendiri : f : A A Didefinisikan f(x) = x ( x huruf kecil) dd Misalkan f menetapkan tiap-tiap elemen dalam A dipetakan ke elemen yang bersangkutan sendiri, maka f disebut fungsi satuan, disebut pula operator atau transformasi satuan ,
A f A

a b c

a b c

Fungsi KONSTAN (Constant Function) : Jika jangkauan dari f hanya terdiri dari 1 elemen Contoh : f (A) = {3} A B f a b c 1 2 3
19

HASIL KALI FUNGSI (Product of Function) atau Fungsi Komposisi : Jika f : A B dan g : B C maka hasil kali fungsi/fungsi komposisi dari A ke C dinotasikan dengan : (gof) : A C dibaca : g dot f f g A B C dimana setiap elemen a A di petakan dengan suatu elemen yang terhubung dengannya yaitu g (f(a)) C. Fungsi komposisi dari f dan g: Dinyatakan (gof) atau (gf) (gof)(a) g(f(a)) definisi ini sama. Contoh : x 1 2 3 f y 4 5 6 g z 7 8 9

* (gof)(1) = g(f(1)) = g(5) = 7 * gf(2) = g(5) = 7 * g(f(3)) = g(6) = 9 INVERS DARI FUNGSI (Inverse of a Function), simbol f-1(y) Misal f : A B dan y B maka invers dari y dinyatakan : f-1(y) Definisi : f-1(y) = {x x A, f(x) = y} Invers dari fungsi adalah suatu himpunan yang elemennya berada dalam Domain Contoh : A B
20

f x y z a b c

f-1(a) = {x} f-1(b) = {y, z} f-1(c) = { } =

Latihan Soal : 1. misalkan W = { a,b,c,d} Fungsi f dari W ke W didefinisikan oleh : f(a) = a, f(b) = c, f(c) = a f(d) = a Carilah jangkauan dari fungsi f : W W 2. A x y z B 1 2 3 Tentukan : f-1({1, 2}) = f-1({1, 3}) = f-1({2}) =

3. misalkan A = { a,b,c,d,e } B = himpunan dari huruf-huruf dalam abjad Didefinisikan : a. f (a) = r , f(b) = a, f(c) = s, f(d) = r, f(e) = e b. h (a) = z, h (b) = z , h (c) = z , h(d) = z, h (e) = z Fungsi apakah f dan h diatas? 4. Misalkan A = { 1,2,3,4,5 } Dan fungsi-fungsi f : A A dan g : A A Didefinisikan oleh : f(1) = 3 f (2) = 5 f(3) = 3 f(4) = 1 f(5) = 2 g(1) = 4 g(2) = 1 g(3) = 1 g (4) = 2 g(5) = 3 Cari fungsi komposisi dari f dan g ?

21

BAB 5 HASIL KALI HIMPUNAN DAN GRAFIK DARI FUNGSI


Pasangan Terurut Pasangan terurut terdiri dari 2 buah elemen yang ditetapkan sebagai elemen pertama dan elemen kedua . Contoh : a = elemen pertama, b = elemen kedua Pasangan terurut dinotasikan sebagai (a,b) Bila digambar : a berada di Domain A b berada di Co domain B (a, b) dan (c, d) adalah pasangan terurut yang sama jika dan hanya jika a = c dan b = d. Contoh : - Pasangan terurut (2, 3) dan (3, 2) adalah beda. - Pasangan terurut (2, 3) dan (2, 3) adalah sama. Hasil kali Himpunan (Product Sets) Hasil kali himpunan A dan B terdiri dari pasangan terurut (a, b) di mana a A ( Domain) dan b B (Co-domain) . Dinyatakan : A x B = {(a, b) a A, b B} Contoh : A = {2, 4} dan B = {x, y} A x B = {(2, x), (2, y), (4, x), (4, y)} Grafik dari Fungsi, notasi f* Misalkan f suatu fungsi dari A ke B

yaitu

f:AB

Grafik f* dari fungsi f : Adalah suatu himpunan yang elemennya terdiri dari semua pasanganpasangan terurut yang mana :
22

a A muncul sebagai elemen pertama dan b bayangannya dalam B sebagai elemen kedua Dengan perkataan lain : Grafik dari fungsi dinotasikan dengan f*={(a, b) a A, b = f(a)} . f* grafik dari f : A B adalah sub himpunan dari A x B. Contoh : f : A B didefinisikan oleh diagram berikut : A a b c d B 1 2 3 maka f(a) = 2, f(b) = 3, f(c) =2, f(d) = 1. Jadi grafik dari f adalah f* = {(a, 2), (b, 3), (c, 2), (d, 1)}.

Diagram Koordinat : Bidang Kartesis R # x R# diperlihatkan pada gambar dibawah ini . Setiap titik menyatakan suatu pasangan terurut (a,b) dari bilangan bilangan riil contoh : Misalkan Untuk fungsi f : A B Jika A = { a,b,c,d} B = {1,2,3} f * = ( a,2), (b,3) , (c,2) , (d,1) (lihat gambar diatas) Maka f* dapat digambarkan pada diagram koordinat A x B sbb : B 3 2 1 a b c d A

Diagram koordinat A x B .
23

Elemen-elemen A diperlihatkan pada sumbu horizontal, dan elemen-elemen B pada sumbu vertikal. Garis-garis vertikal yang melalui elemen-elemen A dan Garis-garis horizontal yang melalui elemen-elemen B, berpotongan pada 12 buah titik. 12 Titik-titik ini yang menyatakan A x B Grafik dan Diagram koordinat : Simbol Grafik Fungsi : f * Misalkan f * adalah grafik dari suatu fungsi : f A B f* adalah subhimpunan dari A x B Sifat-sifat dari Grafik suatu fungsi : Misalkan : f : A B Dua Sifat fungsi f adalah : - Untuk setiap elemen a A memetakan ke sebuah elemen dalam B - Bisa hanya ada satu elemen dalam B yang dipetakan oleh setiap a A Sifat grafik fungsi ( f *) melihat sifat-2 f diatas, maka maka grafik f* dari f memiliki sifat yaitu : - untuk setiap a A , ada suatu pasangan terurut (a,b) f* ( karena fungsi harus ada pasangan terurut yang elemen pertama ada di dalam A) - setiap a A muncul elemen pertama dalam hanya satu pasangan terurut dalam f * yaitu : (a,b) dalam f* dan ( a,c) dalam f*, maka b= c (karena fungsi tidak mungkin ada elemen pertama a A memiliki 2 pasangan urut yang berbeda) Sifat-sifat dari Grafik Fungsi-fungsi pada Diagram Koordinat : Misalkan : f : A B Maka f* yaitu grafik dari f yang memiliki sifat : Sifat 1 : untuk setiap a A, maka ada satu pasangan terurut (a,b) f* Sifat 2 : Jika (a,b) dalam f* dan ( a,c) dalam f* maka b= c
24

Atau bila fungsi diperlihatkan dalam diagram : Sifat 1 : Setiap garis vertikal akan mengandung se-kurang-2 nya satu titik dari f* Sifat 2 : Setiap garis vertikal akan mengandung hanya satu titik dari f* Fungsi Sebagai Himpunan dari Pasangan Terurut : Misalkan : f* suatu himpunan A x B, yaitu : hasil kali kartesis himpunan-2 A dan B, f* memiliki kedua buah sifat : Sifat 1 : untuk tiap-tiap a dalam A , ada terdapat suatu pasangan terurut (a,b) dalam f* Sifat 2 : Tidak ada 2 pasangan terurut yang berbeda dalam f* dengan elemen pertamanya sama. Definisi : Suatu fungsi f dari A ke dalam B adalah suatu subhimpunan dari A x B dimana setiap a dalam A muncul sebagai elemen pertama dalam satu dan hanya satu pasangan terurut kepunyaan f. Himpunan Hasil Kali Pada Umumnya : Konsep himpunan hasilkali dapat diperluas untuk lebih dari 2 himpunan dengan cara yang sama. Hasil kali kartesis dari himpunan-2 A, B dan C dinyatakan oleh : A x B x C, yang terdiri atas semua triplet terurut (a,b,c) dimana a A, b B, dan c C Dengan cara yang sama , hasil kali kartesis dari n buah himpunan A1, A2.......... An dinyatakan oleh : A 1 x A 2 x................An. Contoh : Dalam geometri Euclid berdimensi 3 , setiap titik mewakili suatu tripet terurut, yaitu komponen x nya, komponen y nya, komponen z nya. Misal A = {a,b} B = { 1,2,3 } dan C = { x, y} Maka : A x B x C = { ( a,1,x), ( a,1,y ), ( a,2, x), ( a,2,y) , ( a,3,x), ( a,3,y), ( b,1,x), ( b,1,y),
25

( b,2,x), ( b,2,y), ( b,3,x), (b,3,y) Latihan Soal : 1. misalkan A = {1, 2, 3, 4} dan misalkan didefinisikan oleh rumus f(x) = x2. Carilah grafik f* dari fungsi f f : A R#

2. Misalkan A = {a,b} , B = {2,3} dan C = {3,4} Carilah : 1. A x ( B C ) 2. ( A x B ) ( A x C) 3. ( A x B) ( A x C) 3. Misalkan V = { 1,2,3,4 } Nyatakan apakah tiap-tiap himpunan berikut dari pasanganpasangan terurut adalah fungsi dari V ke V ? a. f = { (2,3), (1,4), (2,1) , (3,2), (4,4) } b. g = { (3,1), (4,2), (1,1)} c. h = {(2,3), (1,4), (4,2), (3,4)} 4. Masing-masing rumus berikut mendefinisikan suatu fungsi dari R# ke dalam R# .

26

BAB 6 RELASI
Fungsi Proposisi dan Kalimat Terbuka Definisi : Suatu fungsi proposisi pada A x B adalah suatu ungkapan ( kalimat terbuka dalam 2 variabel atau kalimat singkat) yang dinyatakan dengan P (x,y), dimana (a,b) A x B, a disisipkan untuk variabel x dan b disisipkan untuk variabel y
R ELASI , Simbol R :

Suatu relasi R terdiri dari : 1. Sebuah himpunan A 2. Sebuah himpunan B 3. Ungkapan suatu kalimat terbuka P(x, y) di mana P(a, b) adalah benar atau salah untuk sebarang pasangan terurut (a, b) yang termasuk dalam A x B. Maka R adalah suatu relasi dari A ke B : Notasi : R = (A, B, P(x, y)) Jika P(a, b) benar maka a R b, dibaca : a berhubungan dengan b atau a relasi dengan b. Jika P(a, b) salah maka a R b, . dibaca : a tidak berhubungan dengan b atau a bukan relasi dengan b. Contoh : R = (A, A, P(x, y)) dimana A bilangan-bilangan asli P(x, y) berbunyi y habis dibagi oleh x maka R1 dan R2 adalah relasi bila 3 R1 12, 5 R2 15,
27

dan R3 bukan Relasi bila 2 R3 7.

Himpunan Jawaban dan Grafik Relasi


Himpunan Jawaban dari R: simbol R*
Misal R = ( A, B, P (x,y)) adalah suatu relasi Himpunan jawaban dari relasi dinotasikan dengan R* R * = { (a,b) / a A, b B, P(a,b) adalah benar} Contoh : R = (A, B, P(x, y)) A = {2, 3, 4} B = {3, 4, 5, 6} Definisi kalimat terbuka P(x, y) : y habis dibagi oleh x. Maka himpunan jawaban dari R adalah : R* = {(2, 4), (2, 6), (3, 3), (3, 6), (4, 4)}

Grafik Relasi
Diagram koordinat A x B adalah : 6 5 4 3 2 3 4

Relasi sebagai Himpunan dari Pasangan-pasangan Terurut Misalkan R* sebarang subhimpunan dari A x B, dapat didefinisikan : Suatu relasi R = ( A,B, P (x,y) dimana P(x,y) berbunyai : Pasangan terurut (x,y) termasuk dalam R Definisi : Suatu relasi R dari A ke B adalah subhimpunan dari A x B Pernyataan : Misalkan himpunan A mempunyai m buah elemen dan himpunan B mempunyai n buah elemen , Maka : Terdapat 2 mn buah relasi dari A ke B yang berbeda,
28

Karena A x B yang mempunyai mn buah elemen, memiliki 2 elemen yang berbeda.

mn

buah

Relasi Invers , dinotasikan R -1 :


Setiap relasi R dari A ke B mempunyai suatu Relasi Invers R -1 dari B ke A yang didefinisikan oleh R -1 = { ( b,a), / (b,a) R} Contoh : A = {1, 2, 3} B = {a, b} R = {(1, a), (1, b), (3, a)} adalah relasi A B. Relasi invers dari R adalah : R-1 = {(a, 1), (b, 1), (a, 3)}. Sifat-Sifat Relasi Misal R=(A, A, P(x,y)) adalah suatu relasi dalam sebuah himpunan A dan misalkan R sebuah sub himpunan dari A x A maka R dapat disebut : Refleksif, Simetris, Anti Simetris, Transitif dan Ekivalen dengan definisi-definisi sbb: Relasi Refleksif R disebut relasi refleksif pada himpunan A , jika untuk setiap a A maka (a, a) R Contoh : A = {1, 2, 3, 4} 1 A, 2 A, 3 A, 4 A Maka (1,1), (2,2), (3,3) dan (4,4) harus dalam R R = {(1,1), (2, 4), (3, 3), (4, 1), (4, 4)}, maka R bukan reflleksif karena (2, 2) tidak termasuk dalam R Soal : A = {1, 2, 3}, perhatikan relasi-relasi berikut dalam A ! R1 = {(1,2), (3, 2), (2, 2), (2, 3)} R2 = {(1,2), (2, 3), (1, 3)} R3 = {(1, 1), (2,2), (2, 3), (3, 2), (3, 3)} Manakah yang bersifat refleksif dan yang tidak ? Relasi Simetris R disebut relasi simetris pada himpunan A, Jika untuk setiap (a, b) R maka (b, a) R Contoh : A = {1, 2, 3, 4} R = {(1,3), (4, 2), (2, 4), (2, 3), (3, 1)} R bukan relasi simetris karena:
29

(2, 3) R tetapi (3, 2) R. Soal : A = {1, 2, 3}, perhatikan relasi-relasi berikut dalam A ! R1 = {(1,1), (2, 1), (2, 2), (3, 2), (2, 3)} R2 = {(1,1)} R3 = {(1, 2} R4 = {(1, 1), (3, 2), (2, 3)} R5 = A x A Manakah yang bersifat simetris dan yang tidak ? Relasi Anti Simetris R disebut relasi Anti simetris pada himpunan A, Jika (a, b) R dan (b, a) R, maka a = b. catatan : - jika (a, b) R tetapi tidak ada (b, a) R maka R anti simetris - Jika (a, b) R dan (b, a) R, tetapi a b maka R tidak anti simetris Relasi Transitif R disebut relasi transitif pada himpunan A : jika (a, b) R dan (b, c) R maka (a, c) R catatan : - jika (a, b) R tetapi tidak ada (b, c) R maka R transitif - Jika (a, b) R dan (b, c) R, tetapi (a,c) R maka R tidak transitif Contoh : A = {a, b, c} R = {(a, b), (c, b), (b, a), (a, c)} bukan relasi transitif karena (c, b) R dan (b, a) R tetapi (c, a) R. Soal : A = {1, 2, 3}, perhatikan relasi-relasi berikut dalam A ! R1 = {(1, 2), (2, 2) } R2 = {(1, 2), (2, 3), (1, 3), (2, 1), (1, 1)} R3 = {(1, 2), (2, 3), (1, 3), (2, 2)} R4 = A x A Manakah yang bersifat transitif dan yang tidak ?
30

Relasi Ekivalen R disebut relasi ekivalen pada himpunan A jika : a. R adalah refleksif, untuk setiap a A, (a, a) R b. R adalah simetris, jika (a, b) R (b, a) R c. R adalah transitif, jika (a, b) R, (b, c) R (a, c) R

31

Tugas / Latihan
1. Diketahui himpunan-himpunan sbb : A = {1, 3, 5}, B = {2, 3, 4, 5}, C = {1, 3, 5, 6, 7}, carilah ! a. A x (B C), (A C) x (B C), C (A B) b. (A x B) C), (A C) x (B C), C x (B A) 2. Misal A = {a, b, c}, B = {p, q} adalah fungsi konstan dari A ke B. a. Tentukan pasangan terurut f : A B dan gambarkan diagram koordinatnya ! b. Jika bukan fungsi konstan, tentukan pasangan terurut f : A B dan gambarkan diagram koordinatnya ! 3. Jika bagaimana relasi itu dikatakan : a. Tidak refleksif dan tidak simetris ! b. Tidak antisimetris dan tidak transitif ! 4. a. R adalah relasi dalam bilangan ganjil A = {1, 3, .} dan didefinisikan oleh 3x + y <= 11 b. R adalah relasi dalam bilangan genap A = {2, 4, .} dan didefinisikan oleh 2x + y <= 10 Ditanya ! a. Tuliskan R sebagai himpunan pasangan-pasangan terurut (himpunan jawab dari R) ! b. Tentukan sifat dari relasi tersebut ! c. Relasi ini merupakan fungsi atau bukan ? 5. Misalkan A = {2, 4, 8, 9} Buat suatu relasi yang bersifat refleksif, simetris, antisimetris, transitif dan ekivalen (setiap relasi minimal 4 pasangan) !

32

BAB 7 TEORI HIMPUNAN LANJUT


Aljabar Himpunan Jika A, B, C adalah himpunan-himpunan akan berlaku hukum aljabar himpunan sbb : 1. A A = A AA=A } hukum idempoten 2. (A B) C = A (B C) (A B) C = A (B C) 3. A B = B A AB=BA

} assosiatif

} komutatif

4. A (B C) = (A B) (A C) A (B C) = (A B) (A C) 5. A = A AS=S 6. A A` = S (A`)` = A A= AS=A A A` = S` = ` =S

} distributif

} hukum identitas

} komplement

7. (A B)` = A` B` (A B)` = A` B`

} de Morgan

Contoh : a. Buktikan (A B) (A B`) = A * (A B) (A B`) = A (B B`) distributif * B B` = , sehingga (A B) (A B`) = A * A = A identitas, Jadi (A B) (A B`) = A
33

b. Buktikan A B dan B C maka A C ! * A = A B, B = B C definisi subset * A = A (B C) substitusi * A = (A B) C assosiatif * A = A C substitusi, Jadi A C definisi subset.

Dualitas
Dual adalah mempertukarkan pernyataan dalam himpunan menjadi pernyataan baru, yaitu mempertukarkan dengan atau sebaliknya dan U dengan atau sebaliknya Contoh : dual dari (A B) (A C) = A Adalah (A B) (A C) = A

Indexed Sets (Himpunan Berindex)

??? A ? Misal x1 = {2, 3}, x2 = {4, 5, 6}, x3 = {6, 7, 8} dan I = {1,2,3} Perhatikan : * Setiap elemen i terdapat sebuah himpunan Ai * Indeks bawah i dari xi yaitu setiap i I di namakan indeks * I dinamakan himpunan indeks * himpunan {x1, , x3} dinamakan himpunan berindeks sehingga sebuah keluarga himpunan berindeks di atas dinyatakan sebagai {xi}i I Contoh : Definisikan xi = {y y kelipatan i }, dimana i I. x1 = {1, 2, 3, 4}, x2 = {2, 4, 6, .}, x3 = {3, 6, } maka I = {1, 2, 3}

Operasi dibuat umum

Untuk himpunan A1, . An maka in=1 Ai = A1 A2 . An in=1 Ai = A1 A2 . An misal J I, i J Ai = {x terdapat i J sehingga x Ai} i J Ai = {x x Ai untuk i J}
34

Contoh : An = (0, 1/n), dimana n N adalah bilangan asli, maka : i N Ai = {0} i N Ai = {0, 1}

Partisi
Misal A = {2, 3, 4, 5, ., 9} B1 = {2, 3}, B2 = {4, 5, 6}, B3 = {7, 8, 9} B1, B2, B3 adalah keluarga himpunan dan dinamakan partisi dari A. Syarat partisi : i N Bi = Gabungan B i adalah A, dan i N Bi = Irisan Bi = 0

Tugas/Latihan
1. Buktikan bahwa (B C) A = (B A) (C A) ! 2. Buktikan bahwa (A B) (A B`) = A 3. Jika A B = S, maka A` B. Buktikan !

4. Bi = (i, i * 2) dimana i Z adalah bilangan bulat. Carilah : B1 B2, B3 B4, B3 B5 5. A1 = {1, 10}, A4 = {4, 8}, Cari : i J Ai ; A2 = {2, 4, 6, 10}, A3 = {3, 6, 9} A5 = {5, 6, 10}, dan J = {2, 3, 5} i J Ai

6. An = {x x adalah kelipatan n}, n N bilangan asli. Cari : A3 A5 ; A4 A6

35

BAB 8 LANJUTAN FUNGSI


Diagram Fungsi Diagram fungsi dikatakan komutatif jika ada sembarang jalan memiliki tujuan yang sama. Contoh : A k i C l i = k h, fungsi sama. h B j D

Maka diagram ini komutatif, karena jh = li, kh = i, jh = lkh Aljabar fungsi bernilai riil dinyatakan secara spesifik, misal : f : A R# dan g : A R# dan jika k R#, maka fungsi dapat didefinisikan sbb : - (f + k) : A R# oleh (f + k)(x) f(x) + k - (f) : A R# oleh (f )(x) f(x) - (kf) : A R# oleh (kf)(x) k(f(x)) - (fg) : A R# oleh (fg)(x) f(g(x)) f(x)g(x) Catatan : f dan g adalah fungsi K = konstanta Contoh : misal A = {a, b} dan f : A R# dan g : A R# didefinisikan : f(a) = 1, f(b) = 2 dan g(a) = 2, g(b) = 1 Carilah : (3f + 2g)(a) ! (3f + 2g)(b) ! Jawab : f(a) = 1, f(b) = 2 f = {(a, 1), (b, 2)}
36

g(a) = 2, g(b) = 1 g = {(a, 2), (b, 1)} maka : (3f + 2g)(a) 3f(a) + 2g(a) = 3(1) + 2(2) = 7 (3f + 2g)(b) = 3f(b) + 2g(b) = 3(2) + 2(1) = 8 3f + 2g = {(a, 7), (b, 8)}

Fungsi Pilihan
f : {Ai}i I B apabila {Ai}i I adalah keluarga himpunan yang tidak kosong dari B. fungsi ini dinamakan fungsi pilihan, untuk setiap : i I, f(Ai) Ai jika bayangan adalah elemen dalam himpunan. Contoh : A1 = {1, 2, 3}, A2 = {1, 3, 4}, A3 = {2, 5} B = {1, 2, 3, 4, 5} dan perhatikan ! f a1 a2 a3
1 2 3 4 5

g a1 a2 a3
1 2 3 4 5

f bukan fungsi pilihan f(A2) A2 g fungsi pilihan g(A1) A1; g(A2) A2; g(A3) A3 XA Misal A = sebarang sub himpunan dari sub himpunan universal U, maka fungsi bernilai riil X A : U {1,0} yang didefinisikan oleh : XA ( x) = 1 jika x x A ( x di dalam A ) 0 jika x A (x tidak di dalam A) dinamakan Fungsi Karakteristik dari A

Fungsi Karakteristik simbol

37

Tugas/Latihan
1. fungsi-fungsi komutatif ditunjukkan sbb : f a, h b, g c, g d a, h e c, h e d a yang menyatakan fungsi dari A ke dalam E yang terdiri dari hurufhuruf A, B, C, D, E ! * Buat diagram fungsi yang ditulis dari kanan ke kiri ! * Tunjukkan fungsi mana saja yang sama ! 2. misal A = {a, b, c}, f(a) = 2, f(b) = -2, g(a) = 2, g(b) = 0, Carilah : f + 3g; f dan g adalah fungsi riil dan di definisikan : f(c) = 3 g(c) = 1 fg 3f; g(x); (g + 2)(x) !

38

BAB 9 HIMPUNAN TERORDE PARSIAL DAN HIMPUNAN TERORDE TOTAL


Terorde Parsial Jika tiap-tiap dua elemen dalam sebuah himpunan terorde adalah elemen-elemen yang tidak dapat dibandingkan, maka dinamakan orde parsial Terorde Total Jika tiap-tiap dua elemen dalam sebuah himpunan terorde adalah elemen-elemen yang dapat dibandingkan, maka dinamakan orde Total Jika sebuah hubungan R dalam A sebuah orde parsial dalam A, maka (a, b) R dinyatakan oleh a < b a mendahului b. Notasi tambahan himpunan terorde parsial : * a < b berarti a b dan a , baca a secara seksama mendahului b * b a berarti a b b mendominasi a * b > a berarti a < b b secara seksama mendominasi a Jika sebuah hubungan R dalam A sebuah orde total dalam A, maka sifat sama dengan terorde parsial diatas dengan sifat tambahan : a < b, a = b atau a > b untuk sembarang dua elemen a dan b yang merupakan elemen A. Definisi : elemen pertama, elemen terakhir, elemen minimal, elemen maksimal misal A adalah sebuah himpunan terorde dan untuk setiap elemen x A, elemen a A dan b A dikatakan : * a elemen pertama jika a x ( elemen a mendahului setiap elemen dalam A) * b elemen terakhir jika x b ( elemen b mendominasi setiap elemen dalam A)
39

* a elemen minimal jika x a menyatakan a = x ( tidak ada elemen dalam A yang mendahului a) * b elemen maksimal jika b x menyatakan b = x ( tidak ada elemen dalam A yang mendominasi b) Lihat gambar 1 dan gambar 2 dibawah ini : Gambar 1. a b d Pada gambar 1. Elemen terakhir Elemen pertama Elemen maksimal Elemen minimal c e c Gambar 2. a b e d Pada gambar 2. === a, b = c, d

=a ==a = d, e

Orde parsial pada gambar 2 memiliki subhimpunan {a, e, c}, (b, e, d}, {a, d} adalah terorde total. Sub himpunan {a, e, b}, {d, c} tidak terorde total. Orde total: elemen pertama/minimal dan elemen terakhir/maksimal hanya ada satu elemen. Contoh : A = {a, b, c, d, f}, B = {60, 30, 45, 15, 3, 5, 1} diorde sbb: a b d f c 5 15 3
40

45 30

60

1 1. Isilah dengan notasi yang benar : <, >, a. d < a c. b c b. a > d d. f < a 2. Apakah sub himpunan berikut terorde total atau tidak ? a. {45, 15, 5} b. {60, 15} c. {1, 3, 30, 60} d. {60, 30, 15, 3} e. {60, 1} f. {5} Lower Bound dan Upper Bound Misal ada sebuah sub himpunan B dari sebuah himpunan terorde parsial A, maka : Lower Bound (batas bawah) * Elemen a A dinamakan lower bound (batas bawah) dari B, jika seitap x B yaitu a x. Infimum (batas bawah terbesar) * Jika batas bawah dari B mendominasi setiap lower bound yang lainnya dinamakan greatest lower bound (batas bawah terbesar) atau infimum dari B yang dinotasikan inf(B). Upper Bound (batas atas) * Elemen b A dinamakan upper bound (batas atas) dari B, jika seitap b menodminasi setiap elemen dalam B, yaitu jika setiap x B x b. Supremum (batas atas terkecil) * Jika batas atas dari B mendahului setiap batas yang lainnya dinamakan least upper bound (batas atas terkecil ) atau supremum dari B yang dinotasikan sup(B). Catatan : * Lower bound/ Upper bound bisa banyak, satu atau tidak ada * Infimum/ Supremeum paling banyak hanya satu elemen
41

Contoh : misal A = {1, .., 8} diorde sbb : 1 3 4 6 8 ada sub himpunan B = {4, 5, 6} dari A, carilah ! a. b. c. d. e. f. Batas atas dari B ! 3, 1, 2 Batas bawah dari B ! 6, 8 Supremum dari B ! 3 Infimum dari B ! 6 Elemen pertama dari B ! 6 Elemen pertama dari A ! 8 Elemen terakhir dari B ! Elemen terakhir dari A ! Maksimal dari A ! 1, 2 Minimal dari A ! 8 Elemen pertama dari batas atas dari B ! 3 5 7 2

42

BAB 10 ALJABAR PROPOSISI


Kalimat Deklaratif * Mempunyai nilai logika benar atau salah * Benar bernilai 1 = T Salah bernilai 0 = F Kata Penghubung Kalimat : 1. Negasi/Ingkaran/Peniadaan/Not * P atau ~P diucapkan tidaklah p * Jika P benar maka ~P salah * Contoh : P ~P F T T F 2. Konjungsi * P Q diucapkan P dan Q P Q * Bernilai salah jika salah satu pernyataan salah * Contoh : P Q PQ F F F F T F T F F T T T Catatan : * P, Q, .. adalah variabel * Jumlah baris kombinasi F dan T adalah 2n dimana n = jumlah variabel 3. Disjungsi * P Q diucapkan P atau Q P Q * Bernilai benar jika salah satu pernyataan benar. * Contoh : P Q PQ F F F F T T T F T
43

4. Conditional Statement/Bersyarat/Implikasi * P Q P Q diucapkan : jika P maka Q atau P hanya jika Q atau P cukup untuk Q atau Q perlu untuk P * Bernilai benar kecuali jika P benar dan Q salah. * Contoh : P Q PQ F F T F T T T F F T T T 5. Biconditional/Biimplikasi * P Q dicapkan P jika dan hanya jika Q * Bernilai benar jika pernyataan/nilai kebenarannya sama, jika berbeda maka menjadi salah. * Contoh : P Q PQ F F T F T F T F F T T T 6. Tabel Kebenaran, Tautologi, dan Kontradiksi. * Proposisi ~(P ~Q) dapat disusun dalam tabel kebenaran sbb : P F F T T Q F T F T ~Q T F T F P ~Q T F T T ~(P ~Q) F T F F Hasil Q) F T F T
44

* Untuk memudahkan penyusunannya dapat dibuat sbb : P Q ~ (P ~ F F F F T T F T T F F F T F F T T T T T F T T F

hasil Kontradiksi * Proposisi P ~P adalah sebuah kontradiksi, karena akan menghasilkan nilai F dalam kolom akhir. Tautologi * Proposisi P ~P adalah sebuah tautologi karena menghasilkan nilai T pada hasil akhir. Buktikan : * Jika P menyatakan Q dan Q menyatakan R maka P menyatakan R dengan proposisi : [(P Q) (Q R)] (P R) adalah tautologi. * Dua proposisi dikatakan ekivalen secara logis (kesetaraan) jika tabel kebenarannya identik. Contoh : (P Q) (Q P) P Q.

Tugas/Latihan 1. Misalkan p adalah udara dingin dan q adalah hujan sedang turun Berikanlah kalimat kata kerja sederhana yang menjelaskan setiap pernyataan berikut : a. ~P d. ~ ~ q b. p q e. ( p q ) p c q p f. q~ p 2. Misalkan p adalah dia tinggi dan q adalah dia ganteng Tuliskan setiap pernyataan berikut dalam bentuk simbolik dengan menggunakan p dan q. a. dia tinggi dan ganteng b. tidak benar bahwa dia pendek atau ganteng c. dia tidak tinggi dan juga tidak ganteng d. dia tinggi, atau dia pendek dan ganteng 3. Carilah tabel kebenaran setiap proposisi : a. ~ p q b. ~ ( p ~ q ) c. ( p q ) ( p q )
45

d. ~ ( p q) ~ ( q p ) BAB 11 ALJABAR BOOLE


Aljabar Boole adalah sebuah himpunan misal A yang terdiri dari elemen-elemen a, b, c, . dan ada dua operasi biner yang dinamakan penjumlahan (+) dan perkalian (*). Misal sebuah himpunan A = {1, 0} dan misalkan ada dua operasi + dan * didefinisikan pada himpunan A yang disebut aljabar Boole sebagai berikut : + 1 0 1 1 1 0 1 0 * 1 0 1 1 0 0 0 0

Misalkan ada dua sakelar A dan B yang dihubungkan dalam sebuah rangkaian seri dan rangkaian sejajar yang berturut turut menyatakan A dan B dihubungkan seri, serta A dan B dihubungkan sejajar maka dapat digambarkan dalam rangkaian penggentai/logika berikut ini :
A A B B

Rangkaian seri A B

Rangkaian paralel A B

Sifat sebuah rangkaian pengganti Boole dapat dibuktikan dengan menggunakan tabel yang analog dengan tabel kebenaran untuk proposisi. Misalkan ada rangkaian sbb :
B A
A `

46

Rangkaian ini sifatnya dapat dibuktikan, saat bagaimana rangkaian tersebut tersambung (on) dan terputus (off). Hal ini dapat dibuktikan dari sebuah tabel kebenaran yang dibentuk untuk polinomial Boole A (B A`) sebagai berikut : A 1 1 0 0 B 1 0 1 0 A` 0 0 1 1 B A` 1 0 1 1 A (B A`) 1 0 0 0

Jadi rangkaian akan tersambung (arus mengalir) hanya jika A dan B keduanya tersambung. Contoh-contoh soal : 1. Bentukklah sebuah rangkaian pengganti untuk setiap polinomial Boole berikut : a. (A B) [A` (B` B)] b. (A B) C (A` B`) 2. Bilamanakah rangkaian tersebut akan menyala / tersambung ?

Tugas/Latihan 1. Bentuklah sebuah rangkaian untuk setiap polinomial boole berikut ini : a. A ( B A ) C b. [A ( C B ) ( B C) c. { [ ( A B ) C ] A } B d. ( A B) [ A ( B A B ) ] e ( A B) C ( A B C)
47

BAB 12 SISTEM BILANGAN


Suatu sistem komputer melakukan pengolahan data dalam kode-kode yang berhubungan dengan sistem bilangan Binary ( biner). Ini berarti bentuk data yang digunakan dalam pengolahan adalah dalam bentuk binary yang mempunyai digit 0 dan 1. Suatu sistem bilangan senantiasa mempunyai : a. Base (Radix) Merupakan maksimum angka/simbol yang digunakan dalam sistem tersebut b. Absolute Digit Jenis-jenis angka / simbol yang mempunyai nilai yang berbedabeda dalam sistem tersebut c. Positional Value Nilai yang terkandung pada suatu posisi, yaitu perpangkatan dari basenya Jenis sistem bilangan yang dibahas : 1. Sistem Bilangan Dasar 10 (decimal / desimal) 2. Sistem Bilangan Dasar 2 ( binary / biner) 3. Sistem Bilangan Dasar 8 (octal / oktal) 4. Sistem bilangan Dasar 16 (hexadecimal/ Heksadesimal) 1. BILANGAN DASAR SEPULUH (DESIMAL) Base : 10 Absolute digit : 0,1,2,....,9 Positional value : 100 101 102 dst (dimulai dari kanan) Contoh : 743 adalah bilangan bulat yang berasal dari : Positional value : 102 101 100 Absolute digit :7 4 3 7x10x10 4x10 3x10
48

700 40 3 Nilai dari angka/bilangan tersebut adalah : 3 + 40 +700 = 743 Contoh : 9.35 adalah bilangan pecahan yang berasal dari : Positional Value : 100 10-1 10-2 Absolute digit :9 3 5 9x10 3x1/10 5x1/100 9 0.3 0.05 Nilai dari angka/bilangan tersebut adalah : 0.05 + 0.3 + 9 =9.35 2. BILANGAN DASAR DUA (BINER) Base :2 Absolute digit : 0, 1 Positional value: 20 21 22 dst (dimulai dari kanan) Contoh : 101 adalah bilangan bulat yang mempunyai nilai Positional value: 22 21 20 4 2 1 Absolute digit : 1 0 1 4+ 0+ 1 = 5 Contoh : 101.01 adalah bilangan pecahan yang mempunyai nilai Positional value: 22 21 20 2-1 2-2 4 2 1 Absolute digit : 1 0 1 0 1 4+ 0+ 1+ 0 + = 5.25 3. BILANGAN DASAR DELAPAN (OKTAL) Base :8 Absolute digit : 0, 1, 2, ..., 7 Positional value: 80 81 82 dst (dimulai dari kanan) Contoh : 375 adalah bilangan bulat yang mempunyai nilai Positional value: 82 81 80 64 8 1 Absolute digit : 3 7 5 192+ 56+ 5 = 253

49

Contoh : 375.36 adalah bilangan bulat yang mempunyai nilai Positional value: 82 81 80 8-1 8-2 64 8 1 1/8 1/64 Absolute digit : 3 7 5 3 6 192+ 56+ 5+ 3/8+ 3/32 = 253.47 4. BILANGAN DASAR ENAM BELAS (HEKSA) Base : 16 Absolute digit : 0, 1, 2, ..., 9, A, B, C, D, E, F Positional value: 160 161 162 dst (dimulai dari kanan) Contoh : 2AD adalah bilangan bulat yang mempunyai nilai Positional value: 162 161 160 256 16 1 Absolute digit : 2 10 13 512+ 160+ 13 = 685 Contoh : 2AD.51 adalah bilangan bulat yang mempunyai nilai Positional value: 162 161 160 16-1 16-2 256 16 1 1/16 1/256 Absolute digit : 2 10 13 5 1 512+ 160+ 13+ 5/16 1/256 = 685.3

50

Tabel bilangan dengan basis yang berbeda Desimal Basis 10 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 Binary Basis 2 0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100 1101 1110 1111 Octal Basis 8 00 01 02 03 04 05 06 07 10 11 12 13 14 15 16 17 Hexadecimal Basis 16 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F

Operasi-Operasi Bilangan Biner Penjumlahan 101101 100111 1010100 Pengurangan 101101 100111 000110 Perkalian 1011 101 1011 0000 1011 110111

51

Pembagian 101010 : 110 110 | 101010 | 111 110 1001 110 0110 110 0 1010 : 10 10 | 1010 | 101 10 010 10 00 KONVERSI SISTEM BILANGAN 1. Konversi sistem bilangan lain ( basis 2/8/16) ke basis 10 2. Konversis sistem bilangan 10 ke lainnya (basis 2/8/16) Bilangan biner ke desimal (1010.011)2 = 1x23 + 0x22 + 1x21 + 0x20 + 0x2 -1 + 1x2-2 +1x2-3 = 10.37510 Bilangan oktal ke desimal (630.4)8 = 6 x 82 + 3 x 81 + 0 x 80 + 4 x 8-1 = (408.5)10 Bilangan desimal ke biner 4110 = x2 koef sisa 41/2 = 20 a0 = 1 1 20/2 = 10 a1 = 0 0 10/2 = 5 a2 = 0 0 5/2 = 2 a3 = 1 1 2/2 = 1 a4 = 0 0
52

11110 : 101 101 | 11110 | 110 101 0101 101 00

1/2 = a5 = 1 1 sehingga 4110 = 1010012 Bilangan desimal ke oktal 15310 = x8 sisa 153/8 = 19 1 19/8 = 2 3 2/8 = 2 sehingga 15310 = 2318 Bilangan desimal < 1 ( pecahan ) ke biner 0.687510 = X2 koef 0.6875 x 2 = 1.3750 a-1 = 1 0.3750 x 2 = 0.7500 a-2 = 0 0.7500 x 2 = 1.5000 a-3 = 1 0.5000 x 2 = 1.0000 a-4 = 1 sehingga 0.687510 = 0.10112 Bilangan desimal ke oktal (0.513)10 = x8 0.518 x 8 = 4.104 a-1 = 4 0.104 x 8 = 0.832 a-1 = 0 0.832 x 8 = 6.656 a-1 = 6 0.656 x 8 = 5.248 a-1 = 5 0.248 x 8 = 1.984 a-1 = 1 dst. sehingga 0.51310 = (0.40651)8

Tugas/Latihan 1. Konversikan bilangan bilangan dibawah ini : a. (125 ) 10 = ( ) 2 = ( ) 8 = ( ) 16 b. ( BC) 16 = ( ) 8 = ( ) 2 = ( ) 10 2. Jumlahkan bilangan-bilangan dibawah ini : a. (A10 ) 16 + (1A) 16 b. (10011) 2 + (1111) 2 c. (67) 8 + (123)8 3. Kurangkan bilangan-bilangan dibawah ini a. (1001001 ) 2 - (1111) 2
53

b. (1234 ) 8 - (56) 8 c. ( ABCD) 16 - (EF) 16

BAB 13
COMPLEMENT
R`S COMPLEMENT DARI N Rumus : rs complement dar N : rn N Catatan : N = bilangan positif, ( untuk N = 0 ) r = basis n = jumlah digit bila N = 0, maka r` complement : 0

Tens Complement 10` complement (52520)10 r = 10 N = 52520 n =5 rn N = 105 - 52520 = 47480 10`s complement (0.3267)10 r = 10 N = 0.3267 n =0 rn N = 100- 0.3267 = 1 0.3267 = 0.6733 10`s complement (25.639)10 r = 10 N = 25.639 n =2 rn N = 102 52.639 = 74.361 Twos Complement 2`s complement (101100)2 r =2 N = 101100 n =6 rn N = (26)10 (101100)2 = (1000000 101100)2
54

= 010100 2`s complement (0.0110)2 r =2 N = 0.0110 n =0 rn N = 20 0.0110 =1 0.0110 = 0.1010 (R-1)`S COMPLEMENT (r-1)`s complement rn rm N Catatan : N = bilangan positif r = basis n = dengan n digit untuk integer dengan m digit untuk fractional (pecahan) Nines Complement 9`s complement (52520)10 r = 10 n = 5 N = 52520 m =0 9`s complement 52520 = rn rm N = 105 - 10-0 52520 = 100000 - 1 52520 = 47479 9`s complement (0.3267)10 = rn rm N = 100 - 10-4 0.3267 = 1 0.0001 0.3267 = 0.6732 9`s complement (25.639)10 = rn rm N =102 - 10-3 25.639 = 100 0.001 25.639 Ones Complement 1`s complement (101100)2 N = 101100 r =2 n =6 m =0 rn rm N =(26 2-0) 101100

= 74.360

55

= 1000000 1 = 111111 101100 = 010011 PENGURANGAN DENGAN R`S COMPLEMENT M N;M dan N bilangan positif dengan basis r Langkah-langkah: 1. Tambahkan M dengan r`s complement pengurangan N 2. Bila hasil dari langkah 1 : a. Terdapat angka 1 pada penjumlahan terakhir, hilangkan angka 1 tersebut maka hasilnya adalah bilangan tersebut b. Bila tidak terdapat angka 1 pada penjumlahan terakhir maka hasilnya adalah minus r`s complement bilangan tersebut Gunakan 10`s complement ! Contoh : 1.72532 3250 M = 72530 N = 03250 10`s complement dari N adalah 96750, sehingga : 72530 96750 + 1/69282 sehingga hasil = 69282 Contoh : 2.3250 72532 M = 03250 N = 72532 10`s complement N adalah 27468, sehingga : 03250 27468 + 0/ 30718 sehingga=M-N = - (10`s compl. 30718) = - 69282 Gunakan 2`complement M-N Binary Contoh : 1010100 1000100 M = 1010100 N = 1000100 2`s complement N adalah 0111100, sehingga : 1010100 0111100 + 1/0010000 sehingga M N = 10000
56

Contoh : 1000100 - 1010100 M = 1000100 N = 1010100 2`s complement N adalah 0101100, sehingga : 1000100 0101100 + 0/1110000 sehingga M N = - (2`s compl. 1110000) = - 10000 (2`s compl. 1110000 = 0010000) PENGURANGAN DENGAN (R-1)`S COMPLEMENT M N ; M dan N bilangan positif dengan basis r Langkah langkah : 1. Tambahkan M dengan (r-1)`s complement dari pengurang N 2. Bila hasil dari langkah 1 : a. Terdapat angka 1 pada penjumlahan terakhir, tambahkan angka 1 tersebut pada digit terakhir dari hasil. Hasil adalah angka yang sudah dijumlahkan b. Bila tidak terdapat angka 1 pada penjumlahan terakhir maka hasilnya adalah minus (r-1)`s complement dari hasil penjumlahan Gunakan 9`s complement ! Contoh : 1.72532 3250 M = 72532 N = 03250 9`s complement dari N adalah 96749, sehingga : 72532 96749 + 1/ 69281 sehingga hasil =

69281 1+ 69282

57

Contoh : 3250 72532 M = 03250 N = 72532 9`s complement dari N adalah 27467, sehingga : 03250 27467 + 0/ 30717 sehingga = M N = - (9`s compl. 30717) = - 69282 Gunakan 1` complement M N Binary Contoh 3. 1010100 1000100 M = 1010100 N = 1000100 1` s complement N adalah 0111011, sehingga : 1010100 0111011 + 1/ 0001111 sehingga M N = 0001111 1+ 0010000 Hasil : 10000 Contoh 4. 1000100 - 1010100 M = 1000100 N = 1010100 1` s complement N adalah 0101011, sehingga : 1000100 0101011 + 0 1101111 sehingga MN = - (2`s comp 1101111) = - 10000 (1`s compl 1101111 = 0010000)

58