Anda di halaman 1dari 19

KHASIAT KEMUNING

OLEH RAHMI GARMINI (10101001025)

DOSEN PEMBIMBING Dra. ENNY KUSUMASTUTI, Apt., MKes

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

KATA PENGANTAR Puji syukur dihaturkan kehadirat Allah SWT bahwa atas rahmat dan ridho-Nya makalah farmakologi ini dapat diselesaikan. Makalah ini berisikan khasiat dari

tanaman kemuning (Murraya paniculata). Makalah ini dibuat selain sebagai tugas semester juga untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, serta untuk membangun pengalaman belajar agar pembaca dapat mengetahui lebih dalam lagi. Penulis berterima kasih kepada Ibu Dra. Enny Kusumastuti, Apt., M.Kes selaku dosen Farmakologi yang telah dengan sabar memberikan bimbingan serta arahan kepada penulis sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik. Penulis sangat menyadari tentunya banyak terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini karena yang Maha Sempurna hanyalah milik Allah SWT. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan dalam tulisan di masa yang akan datang. Akhirnya, dengan mengharapkan ridho Allah SWT semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Indralaya,

November 2012

Penulis

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR......................................................................... DAFTAR ISI......................................................................................... DAFTAR GAMBAR............................................................................ I. PENDAHULUAN......................................................................... A. Latar Belakang......................................................................... B. Tujuan....................................................................................... II. PEMBAHASAN............................................................................ A. Uraian Tumbuhan..................................................................... B. Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologi.................................... C. Kandungan Kimia.................................................................... D. Khasiat..................................................................................... E. Dosis dan Cara Pemakaian...................................................... F. Jurnal Penelitian......................................................................... III. PENUTUP..................................................................................... A. KESIMPULAN........................................................................ DAFTAR PUSTAKA........................................................................... LAMPIRAN.......................................................................................... i ii iii 1 1 2 3 3 4 4 5 6 12 14 14 15 16

ii

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Kemuning (Murraya paniculata)....................................... 3

iii

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keampuhan pengobatan herba banyak dibuktikan melalui berbagai pengalaman. Berbagai macam penyakit yang sudah tidak dapat disembuhkan melalui pengobatan alopati (kedokteran), ternyata masih bisa diatasi dengan pengobatan herba, contohnya penyakit kanker dan kelumpuhan. Ada pula pengalaman yang

membuktikan bahwa untuk beberapa penyakit, ternyata pengobatan herba lebih efektif memberikan solusi penyembuhan dibandingkan dengan pengobatan menggunakan bahan kimia. Beberapa penyakit tersebut diantaranya penyakit-

penyakit cardiovascular (penyakit yang berhubungan dengan darah dan jantung ) serta penyakit saraf (Agromedia, 2008). Keunggulan pengobatan herba terletak pada bahan dasarnya yang bersifat alami sehingga efek sampingnya dapat ditekan seminimal mungkin, meskipun dalam beberapa kasus dijumpai orang-orang yang alergi terhadap herba. Namun, alergi tersebut dapat juga terjadi pada pengobatan medis. Beberapa kasus menunjukkan bahwa sebagian orang alergi atau timbul penolakan terhadap obat-obat tertentu (Agromedia, 2008). Tradisi mengonsumsi ramuan untuk berbagai tujuan telah dilakukan oleh nenek moyang kita. Salah satu tujuannya adalah mengobati, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional menggunakan ramuan di negeri kita sudah menjadi budaya yang sangat nyata kontribusinya dalam menyehatkan masyarakat. Alhasil, mengingat sifatnya yang kontruktif, efektif,

aman, dan relatif murah, keberadaan ramuan akan tetap sangat dibutuhkan sampai kapanpun (Tersono, 2008).

B. Tujuan Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut ini. 1. Untuk mengetahui khasiat dari tanaman kemuning. 2. Untuk mengetahui cara dan dosis pemakaian yang tepat dari tanaman kemuning. 3. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca tentang manfaat tanaman obat bagi kesehatan.

II. PEMBAHASAN

A. Uraian Tumbuhan Kemuning (Murraya paniculata) adalah tumbuhan dari famili Rutaceae. Tanaman kemuning biasanya tumbuh liar di semak belukar, ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Tanaman yang memiliki nama latin Murraya paniculata ini dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 400 m diatas permukaan laut. Tumbuhan yang masuk suku jeruk-jerukan ini merupakan perdu atau pohon kecil dengan percabangan sangat banyak. Tingginya 3-8 m, batangnya keras, beralur, tidak berduri. Variasi morfologi tumbuhan ini besar sekali, yang biasa dijumpai untuk memagari pekarangan adalah jenis yang berdaun kecil dan lebat. Daun tanaman kemuning merupakan daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-9 yang tumbuh berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal daun meruncing, tepi rata atau agak beringgit, panjang daun 2-7 cm dan lebar 1-3 cm, panjang tungkai daun 3-4 mm(Wijayakusuma, 2000).

Gambar 1. Kemuning (Murraya paniculata)

Bunga majemuk berbentuk tandan dengan jumlah 1-8 bunga, berwarna putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung batang. Buah buni, berdaging, berbentuk bulat telur memanjang, panjang buah 8-12 mm, berwarna hijau ketika masih muda dan berubah menjadi merah mengkilat setelah tua, berbiji dua (Santoso, 2008). Adapun nama-nama daerah dari tanaman kemuning adalah sebgai berikut : kamoneng, kajeni, kemoning, kamuni, kamuning, kahabar, karizi, sukik, kayu gading, kamoni, palopo, esehi, fanasa, kamone (Tersono, 2008). Menurut Agromedia (2008), adapun bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dari tanaman kemuning, yaitu akar, batang, dan daun.

B. Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologi Menurut Wijayakusuma (2000), adapun sifat kimiawi dan efek farmakologi dari Kemuning yaitu rasa pedas, pahit, hangat, berkhasiat mematikan rasa (anasthesia), penenang (sedatif), anti radang (antiinflamasi), menghilangkan bengkak

(antiswelling), antirematik, melancarkan peredaran darah, dan antitiroida.

C. Kandungan Kimia Menurut Permadi (2008), adapun kandungan kimia dari tanaman kemuning adalah sebagai berikut : 1. Daun mengandung methyl anthranilat, beta caryophyllen, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl salicylate, s-quaiazulena, osthol, peniculatin, coumurrayin, bisabolene, cadinene. 2. Kulit mengandung mexotionin, 5-7 dimethoxy-8-(2,3-dihydroxyisopentyl)

coumarin.

3. Bunga mengandung scopoletin. 4. Buah mengandung semi-alfa-carotenon.

D. Khasiat Menurut Wijayakusuma (2000), adapun khasiat dari tanaman kemuning adalah sebagai berikut : 1. Rematik, sakit pinggang (lumbago). 2. Sakit gigi. 3. Radang otak. 4. Local anasthesia. 5. Radang buah zakar. 6. Radang saluran nafas. 7. Infeksi saluran kemih. 8. Batu kandung kemih, batu ginjal. 9. Haid tidak teratur 10. Keputihan 11. Lemak tubuh berlebihan (obesitas) 12. Gigitan serangga, ular 13. Bisul (furunkulus), koreng, eksim, borok, gatal-gatal. 14. Keseleo, terantuk, memar terpukul, kulit kasar. 15. Tukak lambung. 16. Radang otak (Ensefalitis). 17. Darah tinggi dan stroke. 18. Mengembalikan stamina. 19. Penyakit verzucht (perasaan tidak tenang), dan lain-lain.

E. Dosis dan Cara Pemakaian Menurut Wijayakusuma (2000), adapun dosis pemakaian dari tanaman kemuning adalah sebagai berikut : 1. Pemakaian luar : tumbuhan kemuning segar dihaluskan, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit, atau direbus, airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit. 2. Pemakaian dalam (minum) : 9-15 gram kemuning kering atau 30-60 gram yang segar direbus, airnya diminum. Menurut Wijayakusuma (2000), adapun cara pemakaian dari tanaman kemuning adalah sebagai berikut : 1. Pemakaian Luar a. Eksim (eczema) Daun dan batang kemuning direbus dengan air secukupnya lalu disaring, airnya dipakai untuk mencuci bagian yang sakit. b. Luka, bisul, eksim, gatal-gatal Akar tanaman kemuning secukupnya direndam dalam arak selama satu bulan, lalu rendaman tersebut dioleskan pada bagian yang sakit. c. Kulit terasa kasar (menghaluskan kulit) 1. 50 gram daun kemuning, 50 gram temu girirng, 25 gram kulit jeruk purut, 150 gram beras ketan yang sudah direndam hingga lunak. Semua bahan ditumbuk halus dan dikeringkan, tambahkan satu sendok teh garam, lalu ditumbuk lagi hingga menjadi bubuk dan diayak. Ambil 1-2 sendok makan bubuk tersebut dan tambahkan sedikit air, lalu dioleskan pada kulit. Lakukan satu kali sehari. 2. Bahan yang diperlukan: 30 gr daun kemuning segar. Cara meracik: Bahan tersebut dicuci hingga bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan 1 gelas air lalu diaduk sampai rata. Cara pemakaian:
6

Ramuan ini dilulurkan pada kulit dan dilakukan sebelum tidur. d. Keseleo, memar terpukul Daun kemuning direbus dengan sedikit air lalu dalam keadaan masih hangat, daun tersebut ditempelkan pada bagian yang sakit. e. Sakit gigi Minyak dari kulit batang kemuning dibakar, lalu dioleskan kedalam gigi yang berlubang, segera hubungi dokter untuk ditambal.

2. Pemakaian Dalam a. Bisul 1. 30 gram akar kering kemuning dicuci bersih lalu potong-potong, 30 gram daun cocor bebek direbus dengan 600 cc airhingga tersisa 200 cc air, disaring lalu airnya diminum. 2. Bahan yang diperlukan: 30 gr akar kemuning yang telah kering. Cara meracik: Akar kemuning tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin kemudian disaring. Cara pemakaian: Air saringannya diminum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas. b. Keseleo, terantuk 30 gram akar kemuning, 30 gram daun dewa, keduanya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc air, lalu diminum airnya setelah disaring. c. Rematik, memar terpukul 15-30 gram akar kering kemuning dan 15 gram jahe merah dicuci bersih, lalu direbus dengan air 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum. d. Rematik menahun

15-30 gram akar kering tanaman kemuning, 15 gram temulawak,10 gram jahe merah, semuanya direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan minum airnya. e. Batu ginjal, batu kandung kemih Daun kemuning segar ditambahkan 150 cc air lalu di jus, disaring dan diminum. f. Infeksi saluran kemih 1. 30 gram daun kemuning, 15 gram meniran, dan 20 gram sambiloto, dicuci bersih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya untuk tiga kali sehari setiap kali 100 cc. 2. Bahan yang diperlukan: 35 gr kemuning segar. Cara meracik: Daun kemuning dicuci hingga bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga airnya tersisa 1/2 bagian. Setelah dingin kemudian disaring. Cara pemakaian: Air saringannya diminum 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas. g. Haid tidak teratur 1. 20 gram daun kemuning, 20 gram daun dewa, 15 gram umbi rumput teki, dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya untuk dua kali sehari setiap kali 100 cc. 2. Bahan yang diperlukan: Segenggam daun kemuning dan 1 jari rimpang kunyit. Cara meracik: Kedua bahan tersebut dicuci hingga bersih dan kunyit dikupas kulitnya. Masukkan ke dalam panci lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih, hingga tersisa 2 gelas. Dinginkan, kemudian saring. Cara pemakaian:

Air saringannya diminum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

h. Keputihan 1. 30 gram daun kemuning dan 50 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, tambahkan gula aren secukupnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cclali disaring dan diminum airnya untuk tiga kali sehari setiap kalinya 100 cc. 2. Bahan yang diperlukan: Segenggam daun kemuning, 1/2 genggam daun johar, 2 lembar daun tapak liman, 1 jari temu kuning atau temu giring. Cara meraciknya: Semua bahan tersebut dicuci hingga bersih lalu direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 3 gelas. Cara pemakaian : Ramuan tersebut diminum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas secara teratur sampai sembuh. i. Sakit pinggang 30 gram akar tanaman kemuning, 10 gram jahe merah, direbus dengan 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan minum airnya. j. Radang buah zakar 1. 30-40 gram akar segar kemuning, 20 gram sambiloto, telur bebek yang telah direbus, buang kulitnya lalu rebus semuanya dalam 600 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum airnya sedangkan telurnya dimakan. 2. Bahan yang diperlukan: 60 gr daun kemuning dan 35 gr herba sambiloto. Cara meracik: Kedua bahan tersebut dicuci hingga bersih lalu tuangkan air sebanyak 3 gelas ke dalam panci perebusan bersama kedua bahan tersebut. Biarkan

sampai mendidih, hingga airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin kemudian disaring. Cara pemakaian: Air saringannya diminum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas. k. Tukak lamung 15 gram daun kemuning, 80 gram lidah buaya yang telah dikupas kulitnya, 5 gram jahe kering, direbus dalam 400 cc air hingga tersisa 200 cc, diminum airnya setelah disaring. l. Radang otak 30-60 gram daun kemuning direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc air, airnya diminum selagi hangat setelah disaring. Tetap konsultasikan ke dokter. m. Kelebihan berat badan/obesitas 1. 10 gram daun kemuning, 15 gram bangle, 10 gram temu hitam, 1 jari kulit pulai, semua bahan dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 1 liter air bersih sampai mendidih, disaring dan ditambahkan perasan jeruk nipis, diminum dua kali sehari sebanyak 200 cc. 2. 30 gram daun kemuning, 30 gram daun mengkudu 30 gram temu giring, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat. 3. Bahan yang diperlukan: Segenggam daun kemuning dan daun jati belanda secukupnya. Cara meracik: Kedua bahan tersebut dicuci hingga bersih lalu diminum dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 2 gelas. Saring rebusan tersebut setelah dingin. Cara pemakaian: Air rebusannya diminum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas. n. Ensefalitis

10

Kondisi

paling

umum

pada

penderita

ensefalitis

adalah

terjadinya

pembengkakan otak. Gejala-gejala ensefalitis adalah demam, sakit kepala, muntah, dan kaku leher serta punggung. Selanjutnya, penderita akan

mengalami pingsan, koma, lumpuh, kejang, dan tidak mampu mengkoordinasi aktivitas otot sadar. Penyebab: Ensefalitis umumnya disebabkan oleh virus yang dibawa nyamuk atau serangga lain. Namun ensefalitis dapat juga terjadi karena minum susu yang terkontaminasi virus. Pengobatan : 1. 30-90 gram daun kemuning direbus dengan 600 cc air hingga 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. 2. 200 gram jantung pisang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat (Wijayakusuma,2002). o. Mengembalikan stamina 5 gram rimpang kunyit, 7 gram daun beluntas, 9 gram daun miyana, 7 gram daun saga, 5 gram daun kemuning, 10 gram daun sirih, asam kawak secukupnya, gula putih secukupnya, dan air 300 ml. semua bahan direbus hingga mendidih dan dingingkan. Ramuan diminum 2-3 kali sehari (Said, 2007). p. Mengobati penyakit verzucht (perasaan tidak tenang) Siapkan rimpang atau temu giring segar sebesar jari kelingking. Tambahkan pula daun kemuningdan daun pacar masing-masing segenggam. Semua bahan direbus hingga didapat satu cangkir air ramuan. Saring dahulu sebelum diminum setiap pagi (Muhlisah, 1999). q. Darah tinggi dan stroke Sediakan 1 rimpang temu giring, segenggam daun kemuning, dan segenggam daun pacar. Semua bahan dicuci bersih, lalu direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring, dan minum airnya setiap pagi (Santoso, 2008).

11

Catatan 1. Di luar negeri sudah dibuat obat paten dengan merek dagang Tongzhongliang (Tiongkok). 2. Penelitian di RRT menemukan bahwa bunga kemuning dapat digunakan sebagai obat kanker lambung. 3. Akar kemuning direndam dalam arak putih sangat baik untuk obat luar. 4. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.

F. Jurnal Penelitian

PROFIL KROMATOGRAM DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMUNING ( Murraya paniculata (L.) Jack.) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI IN VITRO Kartika Dwi S*, Gunardi**

Latar belakang : Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) adalah salah satu tanaman obat tradisional. Daun kemuning dipercaya dapat mengatasi infeksi saluran kencing dan diare yang sebagian besar disebabkan oleh Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kromatogram dan menentukan kadar hambat minimum dan kadar bunuh minimum ekstrak etanol daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) terhadap Escherichia coli Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan eksperimental. Daun Kemuning dimaserasi dengan etanol 40 %, kemudian hasil ekstrak digunakan untuk identifikasi senyawa kimia dengan kromatografi lapis tipis dibawah sinar UV 254 nm dan 366 nm.Untuk uji aktivitas antibakteri kami menggunakan metode pengenceran dengan beberapa konsentrasi yaitu 40 %, 35 %, 30 %, 25 %, 20 %, 10 %, 5 % yang dilanjutkan dengan penanaman ke agar Mac Conkey. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan uji Tukey.

12

Hasil : Hasil pengamatan pada lempeng KLT dibawah sinar UV 254 nm terdapat 6 bercak warna biru gelap, biru, ungu, ungu jingga, hijau, coklat dengan harga Rf masing- masing bercak 0,45 ; 0,58 ; 0,62 ; 0,67; 0,68; 0,70. Dibandingkan dengan data dalam literatur, senyawa kimia itu diantaranya merupakan golongan alkohol, keton tingkat tinggi, terpenoid, steroid, asam organik dan minyak atsiri.Efek penghambatan terdapat pada konsentrasi akhir 30 % dilihat dari kejernihan sampel dengan nilai p < 0,05. Efek bunuh bakteri terdapat pada konsentrasi 40 % ditunjukkan dengan tidak adanya pertumbuhan bakteri yang bermakna (p < 0,05). Kesimpulan : Terdapat 6 kandungan senyawa kimia yang dimungkinkan bertanggung jawab terhadap adanya aktivitas antibakteri meliputi golongan alkohol, keton tingkat tinggi, terpenoid, steroid, asam organik dan minyak atsiri dalam ekstrak etanol daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack). Ekstrak etanol daun kemuning juga telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri dengan KHM sebesar 30 % dan KBM 40 % terhadap bakteri Escherichia coli.

13

III. PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan makalah mengenai khasiat dari kemuning, dapat disimpulkan

bahwa sebagai berikut : 1. Khasiat dari tanaman kemuning, yaitu Rematik, sakit pinggang (lumbago), sakit gigi, radang otak, local anasthesia, radang buah zakar, radang saluran nafas, infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, batu ginjal, Haid tidak teratur, keputihan, lemak tubuh berlebihan (obesitas), gigitan serangga, bisul (furunkulus), koreng, eksim, borok, gatal-gatal, keseleo, terantuk, memar terpukul, kulit kasar, tukak lambung, radang otak (Ensefalitis), darah tinggi dan stroke, serta mengembalikan staminadan penyakit verzucht (perasaan tidak tenang), dan lainlain. 2. Sifat kimiawi dan efek farmakologi dari Kemuning yaitu rasa pedas, pahit,

hangat, berkhasiat mematikan rasa (anasthesia), penenang (sedatif), anti radang (antiinflamasi), menghilangkan bengkak (antiswelling), antirematik, melancarkan peredaran darah, dan antitiroida

14

DAFTAR PUSTAKA

Adi, Lukas. 2007. Terapi Herbal Berdasarkan Golongan Darah. Jakarta . AgroMedia Pustaka. Agromedia. 2008. Buku Pintar tanaman Obat. Jakarta . Agro Media Pustaka. Dwi.S, Kartika. 2007. Profil Kromatogram Dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kemuning ( Murraya Paniculata (L.) Jack.) Terhadap Bakteri Escherichia Coli In Vitro. (Online). (http//id.scrib.com, diakses tanggal 10 Desember 2012). Harmanto, Ning. 2009. Sehat Dengan Ramuan Tradisional Mengusir Kolesterol Bersama Mahkota Dewa. Jakarta . Agro Media Pustaka. Muhlisah, Fauziah. 1999. Temu-temuan dan Empon-Empon Budi Daya dan Manfaatnya. Yogyakarta . Kanisius. Permadi, Adi. 2008. Membuat Kebun Tanaman Obat. Jakarta . Pustaka Bunda. Said, Ahmad. 2007. Khasiat dan Manfaat Kunyit. Jakarta . PT. Sinar Wadja Lestari. Santoso, Budi. 2008. Ragam dan Khasiat Tanaman Obat. Jakarta . AgroMedia Pustaka. Tersono, Lukas. 2008. Tanaman Obat dan Jus Untuk Mengatasi Penyakit Jantung, Hipertensi, Kolesterol, dan Stroke. Jakarta . AgroMedia Pustaka Wijayakusuma, Prof. H.M. Hembing. 2000. Ensiklopedia Milenium Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia. Jakarta. Prestasi Insan Indonesia Wijayakusuma, Prof. H.M. Hembing. 2002. Penyembuhan Dengan Tnaman Obat. Jakarta . PT. Elex Media Komputindo.

15