Anda di halaman 1dari 54

SKDI Kulit & Kelamin 31-39 Gigitan Serangga dan Infeksi Parasit & Dermatitis Eksim

Alditra Fauzy Kurnia Rahman H2A009002 Coass Kulit Kelamin FK Unimus

Gigitan Serangga dan Infeksi Parasit SKDI IKK No 31-33

Pedikulosis Pubis
Definisi Infeksi tuma pada rambut dan kulit di daerah pubis dan sekitarnya Penyebab dan Epidemiologi Phthirus pubis, merebak melalui hubungan seks Penyebaran kosmopolit Umumnya menyerang orang dewasa pria/wanita

Gejala Singkat Penyakit Gatal di daerah pubis dan sekitarnya terutama jika banyak banyak keringat Pada daerah pubis dan perut bagian bawah ditemukan bercak-bercak merah abu-abu yang disebut makula serulae Tidak hanya menyerang pubis, dapat meluas ke ketiak dan daerah lainnya

Pemeriksaan Kulit Lokalisasi : Daerah pubis, ketiak, jenggot, alis, dan rambut kepala Efloresensi : Papula miliar dengan urtika yang disebut sebagai makula serulae Diagnosis Banding Dermatitis Seboroika Tinea Kruris

Penatalaksanaan Umum : Rambut, kemaluan/ketiak/jenggot dicukur, obati partner seks Khusus Gama benzen heksaklorida 1% krim/lotion, dioleskan 1x sehari, dapat diulang sesudah 1 minggu Krotamiton 1% krim/lotion, dioleskan 1x sehari, dapat diulang sesudah 1 minggu Infeksi sekunder dapat diobati dengan antibiotik penisilin atau eritromisin

Skabies
DEFINISI : penyakit kulit menular infestasi & sensitisasi Sarcoptes scabei var hominis terowongan st.korneum

ETIOLOGI
Sarcoptes scabei betina dewasa Bulat Ukuran 0,3-0,4mm Telur Larva Nimfa Dewasa

EPIDEMIOLOGI
Sosial ekonomi rendah Higiene buruk Hubungan seksual promiskuitas Cara Penularan : Kontak langsung Kontak tak langsung

GEJALA KLINIS
Keluhan : gatal malam hari Predileksi : Sela jari tangan, ekstensor siku, lipatan ketiak, umbilikus, pinggang, genital, bokong

DIAGNOSIS
Diagnosis : klinis menemukan kutu buka terowongan kerokan DD/ : dermatitis kontak prurigo pedikulosis

TERAPI
Umum : nasehat higiene semua keluarga diobati

Khusus : ivermectin 200 ug/kgBB anti histamin anti biotik infeksi sekunder

Topikal : Salep 2-4 Emulsi benzoas benzylicus 25% Gamma benzene hexachloride 0,5- 1% Crotamiton Permetrin 5%

Reaksi Gigitan Serangga


Definisi Kelainan akibat gigitan atau tusukkan serangga yang disebabkan reaksi terhadap toksin atau alergen yang dikeluarkan artropoda penyerang Penyebab & Epidemiologi Penyebab : Toksin/alergen dalam cairan gigitan serangga tersebut Umur: Semua umur Jenis kelamin: Sama antara pria dan wanita Faktor yang mempengaruhi : Lingkungan yang banyak serangga, sepertei perkebunan dan persawahan

Gejala Singkat Penyakit Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan : Setelah digigit serangga timbul edema pada kulit, disusul jaringan nekrosis setempat. Penderita mengeluh gatal dan nyeri pada tempat gigitan. Gejala sistemik berupa rasa tidak enak, muntah, pusing sampai syok, dapat menyertai gigitan toksin yang berat (seperti gigitan laba-laba hitam) Pemeriksaan Kulit Lokalisasi : Dimana saja di seluruh tubuh Efloresensi dan sifat-sifatnya: Berupa eritema morbiliformis atau bula yang dikelilingi eritema dan iskemia, kemudian terjadi nekrosis luas dan gangren. Kadang-kadang berupa pustula miliar sampai lentikular menyeluruh atau pada sebagian tubuh.

Gambaran Histopatologi Edema antara sel-sel epidermis spongiosis, serta sebukan sel PMN. Pada dermis ditemukan pelebaran ujung pembuluh darah dan sebukan sel radang akut. Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan darah melihat eosinofil 2. Tes tusuk dan goresan dan alergen tersangka Diagnosis Banding 1. Prurigo: Biasanya kronik, berbentuk papula/nodula kronik yang gatal 2. Urtikaria : Tidak jelas ada gigitan/tusukan serangga 3. Dermatitis Kontak: Biasanya jelas ada bahan- bahan kontaktan, lesi sesuai dengan tempat kontak.

Penatalaksanaan Topikal : Jika reaksi lokal ringan, dikompres dengan larutan asam borat 3% atau kortikosteroid topikal seperti krim hidrokortison 1-2%. Jika reaksi berat dengan gejala sistemik, pasang torniquet proksimal dari tempat gigitan dan beri obat sistemik Sistemik : Injeksi antihistamin Klorfeniramin 10 mg/ difenhidramin 50 mg, Adrenalin 1% 0,3-0,5 ml subkutan, jika tidak ada efek beri kortikosteroid sistemik Prognosis Baik

Dermatitis Eksim SKDI IKK No 34-39

Dermatitis
Peradangan pada kulit yang merupakan respon terhadap pengaruh faktor eksogen dan atau faktor endogen Menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi yang polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan gatal

Dermatitis Kontak Iritan


Definisi Dermatitis yang timbul setelah kontak dengan kontaktan eksterna melalui proses toksis Proses kejadiannya cepat dan sesaat setelah terjadi kontak dengan zat atau benda yang merusak kulit. Tidak akan ada proses pencetus alergi seperti pada dermatitis kontak alergi, dan langsung terjadi sejak kontak pertama. Makin lama zat atau benda tersebut menempel di kulit, maka makin berat dermatitisnya. Contoh kontaknya: zat kimia industri, pelarut, sabun detergent.

Etiologi
Iritan primer asam kuat dan basa kuat, serta pelarut organik, minyak pelumas, alkali, serbuk kayu

Faktor
Kebersihan/ higene yang buruk Lingkungan yang banyak mengandung asam/ basa

Patogenesis
Merusak lapisan tanduk

Denaturasi keratin

Bahan Iritan
Menyingkirkan lemak lapisan tanduk Mengubah daya ikat air kulit

Klasifikasi Berdasarkan onset: 1. Dermatitis Iritan Akut Terjadi setelah satu/ beberapa olesan bahan iritan kuat 2. Dermatitis Iritan Kronik Terjadi karena kulit berkontak dengan bahan iritan lemah Diagnosis Anamnesis Eritema, vesikel, panas, nyeri, gatal Pmx. Fisik Efloresensi Kulit: -Eritema, numular-plakat, vesikula, bula -Erosi numular Pmx.Penunjang Uji Tempel

DK iritan akibat iritan kuat. Terlihat vesikel, bula dan DK iritan akibat iritan ekskoriasi lemah. Ujung jari eritem, tipis, berkilat dan berskuama

Diagnosa Banding 1. Antrax Lesi bundar, pada bagian tepi lepuh-lepuh, demam, ada basil antrax 2. Erisipelas Demam, eritema difus, batas tidak tegas Penatalaksanaan 1. Umum Hindari sumber iritan 2. Medikamentosa Tergantung jenis iritan *Jika asam: cuci dengan air, basa dan Na bikarbonat *Krim kortikosteroid c/ prednison 40-60mg/hari *Anti histamin: anti pruritus Prognosis: Dubia et Bonam

Dermatitis Kontak Alergika


Merupakan peradangan di kulit akibat kontak dengan zat yang dianggap asing oleh tubuh di mana ada proses hipersensitivitas (alergi) yang berperan di dalamnya. Untuk menjadi alergi terhadap sesuatu zat atau benda, harus ada riwayat kontak dahulu sebelumnya yang memancing tubuh untuk membuat respon immun. Yang berperan adalah sel T-lymphocyte yang dapat mengenali zat alergen walau pun dalam jumlah yang sangat kecil. Dermatitis Kontak Alergi akan dirasakan sangat gatal oleh penderitanya. Biasanya membutuhkan waktu 24-48 jam sebelum reaksi alerginya muncul. Contoh kontaknya: daun-daun tertentu, pewarna rambut, perhiasan imitasi, shampoo, kosmetik, sabun detergent, zat pelumas jaket atau sepatu kulit, dll. Atau bahkan disebabkan oleh obat luar seperti neomycin, dll.

DK alergik akibat plester. Kelainan kulit berbatas tegas, bentuk sesuai dengan bentuk penyebab, dengan efloresensi yang polimorfi terdiri atas eritema, papul, vesikel dan bula

1. 2. a. b. c. 1. 2. 3.

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan eosinofil darah tepi Pemeriksaan Imunoglobulin E Uji tempel (patch test) Uji gores (scratch test) Uji tusuk (prick test) Diagnosis Banding Dermatofitosis : Berbatas tegas, central healing Dermatitis Seboroika: Skuama berminyak, warna kekuningan Kandidiasis: eritema, erosi, lesi satelit

Penatalaksanaan Umum : Hindari faktor penyebab Khusus Sistemik : Antihistamin, kortikosteroid: Metilprednison, metilprednisolon/triamsinolon Topikal: Jika lesi basah diberi kompres KMnO4 1/5000, jika sudah kering beri topikal hidrokortison 1-2%, triamsinolon 0,1%, fluosinolon 0,025%, desoksimetason 2-2,5% dan betametson-dipropionat 0,05% Prognosis : Umumnya baik

Dermatitis Atopik
Definisi Dermatitis atopik (DA) kadang-kadang disebut juga eksim susu adalah penyakit kulit yang kronis residif. Merupakan dermatitis tersering dijumpai pada anak. Penyebab & Epidemiologi Penyebab : Belum diketahui pasti, tetapi faktor keturunan merupakan dasar pertama timbulnya penyakit Umur : Bentuk bayi : 2 bulan-2tahun Bentuk anak : 3-10 tahun Bentuk dewasa : 13-30 tahun

Jenis Kelamin : > pada wanita Pemeriksaan Kulit Lokalisasi: Bentuk bayi: Kedua pipi, kepala, badan, lipat siku, lipat lutut Bentuk anak: Tengkuk, lipat siku, lipat lutut Bentuk dewasa: Tengkuk, lipat lutut, lipat siku, punggung kaki Efloresensi Bentuk bayi: Eritema berbatas tegas. Paula/vesikel miliar Bentuk anak : Papula-papula miliar, likenifikasi, tak eksudatif Bentuk dewasa : Biasanya Hiperpigmentasi, kering, dan likenifikasi

Pemeriksaan Penunjang Dermatografisme putih, untuk melihat perubahan dari rangsangan goresan terhadap kulit Percobaan asetilkolin, akan menimbulkan vasokonstriksi kulit yang tampak sebagai garis pucat selama satu jam Diagnosis Banding Dermatitis kontak (dengan tipe bayi): lokalisasi sesuai tempat kontaktan, lesi berupa paula miliar dan erosif Dermatitis numularis biasanya pada orang dewasa, eksudatif: lokalisasi di ekstremitas inferior, tidak ada stigmata atopik

Dermatitis Atopik

Dermatitis Atopik Di Fosa Poplitea Fase Anak Klinis ditandai : Makula Eritem, Papula, Ekskoriasi, Likenifikasi.

Dermatitis Atopik

Dermatitis Atopik Di Fosa Antekubiti Fase Anak Klinis ditandai : Makula Eritem, Papula, Skuama.

Dermatitis Atopik

Dermatitis Atopik Di Wajah Fase Infan Klinis ditandai : Lesi Simetris, Makula Eritem, Papula, Krusta.

Pengobatan medikamentosa Obat sistemik Antihistamin (AH). Sebaiknya pada anak dipilih antihistamin jenis klasik yang bersifat sedatif, contohnya klorfeniramin maleat (klorfenon) dan hidroksisin. Antihistamin nonsedasi dipilih untuk dewasa atau yang bekerja, diantaranya adalah seterisin, loratadin, terfenadin, dan feksofenadin, Antibiotik. Diberikan pada DA dengan infeksi sekunder, seperti eritromisin, kloksasilin, metisilin, atau sefalosporin, maksimal selama 2 minggu. Kortikosteroid. Digunakan pada DA berat dan luas yang sukar diatasi dengan AH dan kortikosteroid topikal. Efek samping pada anak adalah supresi pada axis hipotalamus-pituitari-adrenal korteks (HPA) dan gangguan pertumbuhan tulang. Prednison dengan dosis terapi 2 mg/kg BB cukup bermanfaat.

Obat topikal Kortikosteroid topikal. Merupakan obat pilihan untuk DA.Dianjurkan dimulaicdari potensi yang ringan sampai sedang misalnya hidrokortison, ataucmometason furoat. Pada kasus yang berat dapat diberikan potensi kuat, tetapi setelah 1 minggu dosis diturunkan perlahan-lahan. Pelembab (moisturizing) Berbagai pelembab dapat digunakan, antara lain gliserin, propilen glikol, urea, lanolin, vaselin, dan minyak tumbuhan. Antibiotik topikal. Digunakan bila terdapat infeksi sekunder ringan. Dipilih antibiotik yang tidak digunakan pada terapi sistemik, yaitu golongan asam fusidat 5%, mupirosin 2%, dan kombinasi neomisin-basitrasin-polimiksin B. Pengobatan nonmedikamentosa Pengobatan DA secara komprehensif dan holistik penting pada penatalaksanaan DA, mengingat pengobatan lebih ditujukan untuk mengendalikan penyakitnya. Edukasi pada pasien dan keluarga ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup, cara menghindarkan diri dari alergen, iritan, faktor lingkungan; dan memperbaiki kebiasaan hidup.

Dermatitis Numular
Suatu peradangan dengan lesi yang menetap, dengan keluhan gatal, yang ditandai dengan lesi berbentuk uang logam, sirkular atau lesi oval berbatas tegas, umumnya ditemukan pada daerah tangan dan kaki Lesi awal berupa papul disertai vesikel yang biasanya mudah pecah Epidemiologi Lebih sering pada laki-laki Onsetnya pada usia antara 55 dan 65 tahun

Etiologi
Staphylococci dan micrococci diketahui sebagai penyebab langsung melalui mekanisme hipersensitivitas. Tekanan emosional, trauma lokal seperti gigitan serangga dan kontak dengan bahan kimia Penyakit ini cenderung meningkat pada musim dingin Kondisi kulit yang kering dan frekuensi mandi yang sering akan memperburuk kondisi penyakit ini

Gejala Klinis
Gatal Makula, papul, vesikel Bentuk numular (seperti koin) terutama pada tangan dan kaki. Umumnya menyebar. Lembab dengan permukaan yang keras. Kulit bersisik, ekskoriasi, inflamasi

Pemeriksaan Penunjang Patch test Prick test KOH Diagnosis Banding Liken simplex kronikus (neurodermatitis ) DKA Pitiriasis rosea DA

Tatalaksana
Lindungi kulit dari trauma Emollients :aqueous cream, gliserine, cetomacrogol cream, wool fat lotions Steroid topikal :triamcinolone 0,025-0,1% Antibiotik oral/topikal :dicloxacillin dosis oral 125-500 mg 4 kali per hari selama 7-10 hari Antihistamin oral :hydroxyzine (atarax, vistaril,vistazine dosis oral 25-100 mg 4 kali per hari) Fototerapi : Ultraviolet light treatment

Liken Simplek Kronik (Neurodermatitis)


Definisi Penyakit gatal-gatal lokal yang berlangsung kronik, lesi disebabkan garukan/gosokan berulang, dengan gambaran likenifikasi berbatas tegas Penyebab & Epidemiologi Penyebab : Tidak diketahui, diduga akibat gigitan serangga, pakaian ketat, dermatitis seboroika, psoriasis

Umur : Dewasa, jarang anak-anak Jenis kelamin: Wanita > pria Bangsa/ras : Banyak pada bangsa Asia Gejala Singkat Penyakit Perjalanan penyakit dari keluhan utama dan keluhan tambahan: Gatal terus menerus, spasmodik/paroksismal, pada daerah gatal timbul sisik-sisik seperti psoriasis

Pemeriksaan Kulit Lokalisasi : Punggung, leher, dan ekstremitas terutama pergelangan tangan & kaki, serta bokong Efloresensi: Papula miliar, likenifikasi, dan hiperpigmentasi, skuama, dan kadang-kadang eskoriasi Gambaran Histopatologi Epidermis hiperkeratosis, akantosis, dan sedikit papilomatosis. Dermis: pelebaran pembuluh darah dan sebukan sel radang kronik

Diagnosis Banding 1. Psoriasis : Efloresensi biasanya berupa eritema berbatas tegas, skuama putih mengkilat, dan berlapis-lapis 2. Tinea Korporis : Mikroskopik ditemukan elemen jamur 3. Prurigo nodularis: Kelainan kulit berbatas tegas, bagian pinggir aktif dan bagian tengah relatif tenang Penatalaksanaan Umum : Mencegah garukan dan gosokan, hindari gigitan serangga Khusus: Sistemik: Sedatif atau antihistamin Topikal : Salep kortikosteroid dan preparat ter, kompres jika basah; injeksi kortikosteroid intralesi pada lesi kecil akan memberi hasil memuaskan Prognosis Baik

Napkin Eczema
Terjadi pada bayi dan anak-anak, tidak sering terjadi di bulan pertama kehidupan, tetapi menjadi semakin sering sesudahnya Etiologi : Akibat kontak yang lama dengan urin dan feses (amonia dan bakteri usus). Predileksi : Nappy area (bokong, alat kelamin, perut bagian bawah, paha bagian dalam) Pada daerah lipatan yang tidak berkontak dengan feses tidak terjadi kelainan kulit.

Ringan : eritema Kadang-kadang bisa parah : bisul dan lecet

Penatalaksanaan
Menjaga kebersihan Popok sekali pakai, krim yang dioleskan didaerah yang tertutup oleh popok. Daerah yang terkena harus dicuci dengan air ditambah dengan beberapa pelembab ringan. Jika situasi tidak membaik atau parah, bawa bayi ke dokter krim steroid ringan. Jika ada infeksi sekunder dengan bakteri atau jamur antibiotik atau anti-antijamur.

Terima Kasih