Anda di halaman 1dari 16

No.

Obyek Pajak PPh Pasal 21 Uang Tebusan Pensiun,Uang THT atau JHT, Uang Pesangon yang Diterima Pegawai atau Mantan Pegawai, Kecuali Tidak Lebih dari Rp 25.000.000 a. Rp 25 juta s. d. Rp 50 juta b. > Rp 50 juta s. d. Rp 100 juta c. > Rp 100 juta s. d. Rp 200 juta d. > Rp 200 juta Honorarium yang Dananya dari Keuangan Negara/Daerah yang Diterima oleh Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI/Polri, kecuali PNS Gol. II/d ke bawah atau Anggota Polri dengan Pangkat Pembantu Letnan Satu atau Ajun Inspektur Tingkat Satu ke Bawah

Tarif Efektif

Dasar Pengenaan

Sifat

Dasar Hukum Kep-545/PJ/2000 jo Kep-15/PJ/2006 Dicabut dengan Per31/PJ/2009 jo Per57/PJ/2009 KMK-112/KMK.03/2001 PP-149/2000 Kep-545/PJ/2000 jo Kep15/PJ/2006 Namun dalam Per-31/PJ/2009 diatur sendiri (belum ada petunjuknya) PP no.45 tahun 1994

5% 10% 15% 25%

Penghasilan Penghasilan Penghasilan Penghasilan

Bruto Bruto Bruto Bruto

Final Final Final Final

15%

Penghasilan Bruto

Final

PPh Pasal 22 Penjualan Hasil Produksi Tertentu Dalam Negeri : Bahan Bakar Minyak dan Gas - Premium - Solar - Premix/Super TT - Minyak Tanah - Gas/LPG - Pelumas

di SPBU Swastanisasi 0,3% 0,3% 0,3% SPBU Pertamina 0,25% 0,25% 0,25% 0,3% 0,3% 0,3% Penjualan Penjualan Penjualan Penjualan Penjualan Penjualan Final Final Final Final Final Final

KMK-254/KMK.03/2001 jo PMK-210/PMK.03/2008 Kep-417/ PJ./2001


Ket : Yang bersifat final hanya penjualan kepada agen/penyalur, sedangkan kepada pihak lain tidak final

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

Pasal 26 1 2 Dividen Bunga, termasuk Premium, Diskonto, Premi Swap, dan Imbalan Sehubungan dengan Jaminan Pengembalian Utang. Royalti, Sewa, dan Penghasilan Lain Sehubungan dengan Penggunaan Harta Hadiah dan Penghargaan 20% atau Tarif P3B 20% atau Tarif P3B Penghasilan Bruto Penghasilan Bruto Final Final SE-12/PJ.43/1993 SE-18/PJ.45/1991 diralat denganSE-19/PJ.45/1991 PER - 33/PJ/2009 KEP - 395/PJ./2001 SE - 02/PJ.33/1998 jo SE - 19/PJ.43/2001 Kep-545/PJ/2000 jo Kep-15/PJ/2006 jo Per-31/PJ/2009 KMK-434/KMK.04/1999 PER - 52/PJ/2009,

3 4

20% atau Tarif P3B 20% atau Tarif P3B

Penghasilan Bruto Penghasilan Bruto

Final Final

Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan dan kegiatan, Pensiunan dan Pembayaran Berkala Lainnya Penghasilan dari Penjualan Harta di Indonesia yang Diterima Wajib Pajak Luar Negeri, selain Bentuk Usaha Tetap di Indonesia. Premi Asuransi termasuk Premi Reasuransi: a. Dibayarkan tertanggung kepada Perusahaan Asuransi di LN baik secara langsung maupun melalui Pialang b. Dibayarkan Perusahaan Asuransi di Indonesia kepada Perusahaan Asuransi di LN c. Dibayarkan Perusahaan Reasuransi di Indonesia kepada Perusahaan Asuransi di LN

20% atau Tarif P3B

Penghasilan Bruto

Final

20% atau Tarif P3B

Penghasilan Bruto

Final

10% atau Tarif P3B (20% x 50%) 2% atau Tarif P3B (20% x 10%) 1% atau Tarif P3B (20% x 5%)

Penghasilan Bruto

Final KMK-624/KMK.04/1994 SE-23/PJ./1995

Penghasilan Bruto Penghasilan Bruto

Final Final

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

Penghasilan dari Penjualan Saham yang Diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri Selain BUT Laba setelah Pajak BUT, kecuali Laba Setelah Pajak Tersebut Ditanamkan Kembali di Indonesia

5%

Harga Jual

Final

KMK-434/KMK.04/1999 PMK-258/PMK.03/2008

20% atau Tarif P3B

Laba BUT Dikurangi PPh BUT di Indonesia

Final

KMK-602/KMK.04/1994 jo KMK-113/KMK.03/2002

Pasal 15 1 Pelayaran Dalam Negeri 1,2 % Penghasilan Bruto Final KMK-416/KMK.04/1996 SE-29/PJ.4/1996 KMK-475/KMK.04/1996 SE-35/PJ.4/1996 KMK-417/KMK.04/1996 SE-32/PJ.4/1996 KMK-634/KMK.04/1994 Kep-667/PJ./2001

Penerbangan Dalam Negeri

1,8%

Penghasilan Bruto

Tidak Final Final

Pelayaran dan atau Penerbangan Luar Negeri Wajib Pajak Luar Negeri yang Mempunyai Kantor Perwakilan Dagang di Indonesia Maklon Internasional mainan anak-anak Bangun Guna Serah

2,64%

Penghasilan Bruto

0,44%

Nilai Ekspor Bruto

Final

5 6

2,1% 5%

Biaya Pembuatan NJOP/Nilai Pasar Bangunan

Final Final

KMK-543/KMK.03/2002 KMK-248/KMK.04/1995 (Bagi WP Badan, tidak final) SE-38/PJ.4/1995

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

1 2

Pasal 19 Selisih lebih karena adanya penilaian kembali (revaluasi) aktiva tetap Pengalihan aktiva yang telah direvaluasi sebelum masa manfaatnya habis PPh Pasal 4 Ayat (2)

10% 20%

Nilai baru-Nilai Buku Nilai Baru-Nilai Buku

Final Final

KMK-384/KMK.04/1998 jo KMK-486/KMK.03/2002 jo PMK-79/PMK.03/2008 KEP-519/PJ./2002 SE-03/PJ.31/2002

Usaha Jasa Konstruksi a. Pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha kecil b. Pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha c. Pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa selain penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha kecil dan penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha d. Perencanaan konstruksi atau pengawasan konstruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang memiliki kualifikasi usaha e. Perencanaan konstruksi atau pengawasan konstruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha Penghasilan yang Diterima/Diperoleh dari transaksi penjualan saham di bursa efek : a. Bukan Saham Pendiri b. Saham Pendiri

2% 4% 3%

Penghasilan Bruto Penghasilan Bruto Penghasilan Bruto

Final Final Final KMK-559/KMK.04/2000 jo PMK-187/PMK.03/2008 jo PMK-153/PMK.03/2009 PP-73/1996 jo PP-140/2000 jo PP-51/2008 jo PP-40/2009

4%

Penghasilan Bruto

Final

Final 6% Penghasilan Bruto

0,1%

Nilai Transaksi

Final

KMK - 81/KMK.04/1995 jo KMK-282/KMK.04/1997,

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

- Telah diperdagangkan di bursa sebelum 31-12-1996 - Telah diperdagangkan di bursa sebelum 01-01-1997 3 Penghasilan yang diterima/diperoleh berupa bunga dan atau diskonto obligasi yang diperdagangkan di bursa efek a. Bunga obligasi dengan kupon (Interest Bearing Bond) - WP DN dan BUT - WP LN b. Diskonto Obligasi dengan (Interest Bearing Bond) - WP DN dan BUT - WP LN kupon

(0,1% x Nilai Transaksi) + (0,5% x Nilai Saham 30/12/6) (0,1% x Nilai Transaksi) + (0,5% x Nilai Saham saat IPO)

Final Final

PP-41/1994 jo PP-14/1997 SE - 07/PJ.42/1995 jo SE - 06/PJ.4/1997

15% 20% atau Tarif P3B

Jumlah Bruto Bunga sesuai masa kepemilikan obligasi (Holding Period) Selisih harga jual atau harga nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan (Accrued Interest) Selisih harga jual atau harga nominal di atas harga perolehan obligasi

Final

15% 20% atau Tarif P3B

Final KMK-558/KMK.04/2000 jo KMK-121/KMK.03/2002 PP-139/2000 jo PP-6/2002 jo PP-16/2009 Final

c. Diskonto Obligasi tanpa bunga (Zero Coupon Bond) - WP DN dan BUT - WP LN d. Bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh WP Reksadana yang terdaftar pada BPPM dan LK : - Tahun 2009 s/d 2010 - Tahun 2011 s/d 2013 - Tahun 2014 dst Pengecualian: - Bank yang didirikan di Indonesia atau Cabang Bank Luar Negeri di

15% 20% atau Tarif P3B

0% 5% 15%

Jumlah Bruto Jumlah Bruto Jumlah Bruto

Final Final Final

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

Indonesia; Dana Pensiun yang Pendirian/Pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan 20% Penghasilan Bruto Final

Penghasilan Bunga Deposito, termasuk simpanan pada bank dalam negeri yang memiliki cabang di luar negeri Penghasilan bunga tabungan, jasa giro, dan diskonto Sertifikat Bank Indonesia Penghasilan berupa hadiah undian

KMK-652/KMK.04/1994 jo KMK-51/KMK.04/2001 PP-51/1994 jo PP-131/2000 KEP - 395/PJ./2001 PP-42/1994 jo PP-132/2000 KMK-120/KMK.03/2002 jo KMK-394/KMK.04/1996 KEP-227/PJ./2002 PP-29/1996 jo PP-5/2002

5 6

20% 25%

Penghasilan Bruto Penghasilan Bruto

Final Final

Penghasilan sewa tanah dan/atau bangunan

10%

Penghasilan Bruto

Final

Penghasilan dari transaksi Pengalihan hak berupa tanah dan atau bangunan, yang diterima oleh : a. Wajib Pajak Badan, kecuali pengalihan kepada pemerintah, pengalihan dengan cara hibah b. Wajib Pajak Orang Pribadi, dimana jumlah bruto pengalihannya tidak kurang dari Rp 60.000.000 dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah c. WP yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau

5%

Penghasilan Bruto

Final KMK-392/KMK.04/1996 jo KMK-635/KMK.04/1994 jo KMK-566/KMK.04/1999 jo PMK-243/PMK.03/2008

5%

Penghasilan Bruto

Final

PP-48/1994 jo PP-27/1996 jo PP-79/1999 jo PP-71/2008 SE-04/PJ.33/1996

1%

Penghasilan Bruto

Final

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

10

bangunan untuk pengalihan hak atas rumah sederhana dan rumah susun sederhana Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangan usaha (Syaratnya : Merupakan pengusaha kecil dan sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia) Penghasilan dari transaksi derivatif berupa kontrak berjangka yang diperdagangkan di Bursa Bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi a. Penghasilan berupa bunga simpanan sampai dengan Rp 240.000 b. Penghasilan berupa bunga simpanan lebih dari Rp 240.000 Penghasilan atas dividen yang diterima oleh WP Orang Pribadi Dalam Negeri

0,1%

Jumlah bruto nilai transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal Margin awal

Final

KMK-250/KMK.04/1995 PP-4/1995

2,5%

Final

PP-17/2009

11

0% 10% 10%

Final Jumlah Bruto Jumlah Bruto Final

KMK-522/KMK.04/1998 PP-15/2009

12

SE - 01/PJ.03/2009 PP-19/2009

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

Contoh Soal : 1. PT. Maju Tak Gentar, berlokasi di Cikarang yang bergerak dalam bidang produksi barang-barang plastic yang berdiri sejak tahun 2000. Selama bulan Oktober tahun 2009 melakukan kegiatan/transaksi sebagai berikut : a. Selain itu, PT. Maju Tak Gentar memiliki usaha SPBU yang melakukan pembelian ke depot Pertamina : Premium seharga Rp. 600.000.000, Solar seharga Rp. 500.000.000, Premix seharga Rp. 750.000.000,Jawab : PPh 22 Migas dikenakan terhadap masing-masing transaksi sbb : Premium : 0,3% x 600.000.000 = Rp Solar : 0,3% x 500.000.000 = Rp Premix : 0,3% x 750.000.000 = Rp Pajak tersebut bersifat final karena merupakan penyerahan kepada agen/penyalur, dipotong oleh PT Maju Tak Gentar b. Membayar premi asuransi kepada Perusahaan Asuransi Lex Insurance di USA sebesar Rp. 75.000.000,Jawab : PPh pasal 26 : 20% x 50% x 75.000.000 Bersifat final, dipotong oleh PT. Maju Tak Gentar c. Membayar 100.000.000 kepada PT. Raja Laut sebuah perusahaan pelayaran dalam negeri atas biaya angkut produk di dalam negeri selama bulan Oktober 2009 Jawab : PPh Pasal 15 atas jasa pelayaran dalam negeri : 1,2% x 100.000.000 =1.200.000 Bersifat final, dipotong oleh PT Maju Tak Gentar d. Membayar 150.000.000 untuk Sea Horse, Co. perusahaan pelayaran milik Singapura atas jasa angkut produk yang diekspor ke USA Jawab : PPh Pasal 15 pelayaran luar negeri, dikenakan tariff efektif 2,64% x 150.000.000 = Bersifat final, dan dipotong oleh PT Maju Tak Gentar e. Membayar 200.000.000 atas biaya maklon mainan anak-anak kepada Toys, Co. sebuah perusahaan Maklon internasional Jawab : PPh Final pasal 15 jasa maklon : 2,1% x 200.000.000 dipotong oleh PT Maju Tak Gentar, apabila didalamnya ada biaya perolehan bahan baku, maka tariff hanya dikenakan terhadap biaya pembuatan. f. Melakukan penilaian kembali aktiva berupa mesin pabrik yang nilai bukunya telah habis. Setelah revaluasi, keseluruhan asset tersebut bernilai 1.500.000.000 Jawab : PPh Final atas revaluasi aktiva pasal 19 : 10% x 1.500.000.000 =150.000.000 Disetor sendiri oleh PT Maju Tak Gentar. Atas jumla tersebut dapat diajukan permohonan untuk mengangsur agar meringankan beban Wajib Pajak

g. Akhir Bulan, mesin pabrik yang senilai 100.000.000 yang baru direvaluasi (masa manfaat 8 tahun, baru disusutkan 1 bulan) dijual kepada perusahaan lain

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

Jawab : PPh Final Tambahan pasal 19 atas penjualan aktiva yang direvaluasi sebelum masa manfaat habis : JIka berpatokan pada UU PPh lama maka kena 20% x 100.000.000 Namun jika berpegangan pada UU PPh baru, maka dikenakan PPh 18%x100.000.000 Nilai yang dijadikan pengali adalah nilai pada saat dilakukannya revaluasi (100 juta0, karena nilai buku saat revaluasi sudah habis) h. Menerima bangunan dari Alex, Ltd perusahaan yang membangun sebuah gedung perkantoran yang berdasarkan perjanjian Bangun Guna Serah pada tahun 2000. Berdasarkan data PBB, nilai bangunan tersebut 6 M namun berdasarkan nilai pasar hanya 5 M Jawab : PPh pasal 15 atas BOT : 5% x 6 M = 300.000.000 Jumlah tersebut disetor sendiri oleh wajib pajak, dan bersifat tidak final i. Membangun pabrik baru yang dilaksanakan oleh PT. Kontraktur Yahut dengan nilai kontrak 2 M, dengan rincian biaya perencanaan 10%, pelaksanaan 85%, dan pengawasan 5% Jawaban : PPh Final atas jasa konstruksi, kelas menengah dan besar (>1M) Perencanaan : 4% x 10% x 2M Pelaksanaan : 3% x 85% x 2M Pengawasan : 4% x 5% x 2M Atas jumlah tersebut dipotong oleh PT Maju Tak Gentar Menerbitkan saham baru sejumlah 30.000 lembar dengan nilai nominal 10.000 dan nilai pasar 11.000 yang dijual melalui bursa efek Jakarta Jawab : PPh Pasal 4 ayat (2) atas transaksi penjualan saham di bursa (asumsi bukan saham pendiri) 0,1% x 30.000 x 11.000 Jika saham pendiri dikenakan tambahan 0,5% Atas jumlah tersebut, dipotong oleh pihak bursa efek

j.

k. Menerima bunga obligasi PT. DFI sejumlah 45.000.000 Jawab : PPh Final 4 ayat (2) : 15% x 45.000.000 Yang langsung dipotong oleh PT DFI l. Menerima bunga deposito dari Bank. Ceria sejumlah 20.000.000 Jawab : PPh final atas bunga deposito yang langsung dipotong oleh bank : 20% x 20.000.000

m. Menerima hadiah undian dari Bank Mandiri sebuah mobil seharga 500.000.000 Jawab : PPh final atas hadiah undian : 25% x 500.000.000 Pajak wajib disetor sendiri sebelum pengambilan hadiah n. Menerima sewa atas tanah perusahaan di Tangerang sejumlah 100.000.000 Jawaban : Pajak final atas sewa tanah/bangunan : 10% x 100.000.000

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

o. Menjual sebagian tanah di Ujung Kulon kepada PT. BUaya Darat seharga 400.000.000 dan sebagian lagi diambil alih pemerintah untuk perluasan taman bermain Badak Ujung Kulon dan diberikan ganti rugi hanya 100.000.000 Jawab : Pajak final atas pengalihan tanah/bangunan : Atas pengalihan ke PT. BUaya Darat : 5% x 400.000.000 (asumsi N Pasar=NJOP) Atas pengalihan kepada pemerintah, tidak ada kewajiban pph tersebut Jumla tersebut disetor oleh PT Maju Tak Gentar p. Membayar sewa guna usaha dengan hak opsi atas mobil operasional perusahaan yang bernilai 750.000.000 kepada PT. Leasing Jaya atas Jawab : Pembayaran uang dengan system sewa guna usaha dengan hak opsi bukan merupakan objek pajak pasal 23 q. Menukar sebuah bangunan gudang beserta tanahnya senilai 500.000.000 dengan sepetak tanah milik PT. Tukar-Tukaran senilai 550.000.000 (NJOP=Nilai Tukar) Jawab : PPh final pengalihan tanah : 5% x 500.000.000 Ada BPHTB atas perolehan tanah seharga 550 juta Jumlah tersebut disetor sendiri. Dan selisih nilai tukar-menukar dianggap sebagai penghasilan r. Membayar uang pesangon sekaligus kepada 10 orang pegawai yang dirumahkan, masing-masing mendapatkan 100.000.000 PPh final 21 atas pembayaran pesangon sekaligus : s.d 25.000.000 =0 25 juta s.d 50 juta = 5% x 25.000.000 50 juta s.d 100 juta = 10% x 50.000.000 Langsung dipotong oleh PT Maju Tak Gentar

s. Melakukan pembelian Gas untuk keperluan pabrik ke Depot Pertamina seharga 100.000.000 Jawab : PPh atas pembelian gas : 0,3% x 100.000.000 Jumlah tersebut tidak final karena bukan penjualan kepada agen/penyalur t. Menerima deviden PT. Alex Komang sejumlah 75.000.000 Jawab : PPh pasal 23 atas deviden : 15% x 75.000.000 (asumsi penyertaan modal <25%) Jika penyertaan modal >25% maka atas jumlah tersebut bukan merupakan penghasilan Pajak dipotong oleh PT Alex, dan tidak bersifat final

u. Membayar uang sewa pesawat untuk survey lokasi pabrik baru di Jaya Pura kepada Sriwijaya Air sejumlah 50.000.000 Jawab : PPh atas penerbangan carter dalam negeri, terutang PPh final pasal 15. 1,8% x 50.000.000 Namun jika pembayaran bukan melalui carter, maka perhitungan PPh untuk perusahaan penerbangan menggunakan pembukuan biasa. v. Membayar kepada PT. Rancang Bangun jasa perencanaan pembangunan pabrik di Jaya Pura sejumlah 75.000.000

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

Jawab : PPh final atas perencanaan konstruksi (masih kualifikasi pengusaha kecil) Perencanaan : 4% x 75.000.000 dipotong oleh PT Maju Tak Gentar w. Membayar jasa pelaksanaan konstruksi yang baru mulai direalisasikan kepada PT. Kontraktor Asli Papua sejumlah 200.000.000 Jawab : PPh Final pelaksanaan konstruksi (pengusaha kecil) Pelaksanaan : 2% x 200.000.000 dipotong oleh PT Maju Tak Gentar x. Menerima bunga deposito dari Bank Permata cabang Zimbabwe sejumlah 20.000.000 Jawab : PPh final atas bunga deposito yang ditempatkan di luar negeri melalui bank yang ada di dalam negeri : 20% x 20.000.000 Dipotong oleh Bank Permata y. Membayar jasa giro kepada bank Mandiri sejumlah 1000.000 yang atas jumlah itu langsung dipotong pada saldo giro PT. Maju Tak Gentar Jawab : PPh final atas giro bank : 20% x 1.000.000 z. Membeli sebuah rumah dari PT. Real Estate Papua untuk rumah dinas direksi senilai 200.000.000 Jawab : PPh final atas pengalihan tanah/bangunan : 5% x 200.000.000 dipotong oleh PT Maju Tak Gentar. Terhadap penyerahan tersebut akan dikenakan 1% jika yang diserahkan adalah Rumah sederhana atau rumah susun sederhana, dengan harga 200 juta sudah tentu itu bukan rumah sederhana. Permasalahan : Tentukan transaksi yang final dan tidak final Hitung besarnya jumlah PPh yang dipotong/dipungut Tentukan pihak mana yang sebagai pemotong/pemungut PPh Kapan dan bagaimana mekanisme pembayaran dan pelaporan PPh yang dipotong tersebut 2. Tentukan sifat dan besarnya pemotongan/pemungutan PPh berikut ini :

a. PT JOE Tbk. Cabang sarmili Indah (Bank BUMN) selama bulan Agustus 2009 melakukan transaksi sebagai berikut: 1) Membayar bunga deposito kepada Ir .Arief sebesar Rp 8.000.000 2) Membayar bunga deposito sebesar Rp 200.000 dari deposito sebesar Rp 5.000.000 3) Membayar sewa gedung untuk masa Januari s.d Agustus 2009 kepada PT. Gajah Perkasa sebesar Rp 12.000.000 per bulan ditambah biaya pemeliharaan Rp 1.800.000 per bulan. Jawab : 1. Deposito : 20% x 8.000.000 (PPh final 4 ayat (2)) 2. Termasuk bunga deposito yang dikecualikan dari pemotongan, karena jumlah deposito kurang dari 7,5 juta Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

3. PPh final ps 4 (2) atas sewa gedung : 10% x 13.800.000 Dalam persewaan bangunan, tariff dikenakan atas total jumlah pembayaran termasuk service charge dan biaya lain yang dibebankan sampai gedung dapat digunakan. b. PT. Alam Raya sebagai investor melakukan kerjasama dengan PT. Kuasa Daerah dalam pengelolaan BOT selama 10 tahun. Setelah masa BOT selesai bangunan tersebut oleh PT. Alam Raya diserahkan kepada PT. Kuasa Daerah. NJOP bangunan saat diserahkan adalah sebesar Rp 10 milyar, sedangkan harga pasar bangunan tersebut adalah sebesar Rp 20 milyar. Jawab : PPh pasal 15 atas BOT : 5% x 20 M Bersifat final jika penerimanya adalah WP OP, namun penerimanya adalah WP Badan itu merupakan kredit pajak 25 c. Sandy Sanjaya Ak adalah seorang pegawai negeri sipil berpangkat golongan Penata Muda/ III A. Pada bulan Juni 2009 menerima honorarium Rp. 1.500.000,- atas jasa memberi pengajaran dalam sebuah diklat. Honorarium dibayarkan dari dana APBN. Jawab : PPh 21 Final atas pembayaran kepada pegawai negeri, TNI/Polri yang berpangkat minimal 3A : 15% x 1.500.000 d. PT ABC membayar royalti sebesar Rp 75.000.000,- kepada PT Alta Moda, Co. Ltd di Italia untuk menggunakan merknya. Jawab : PPh final atas royalty pasal 26 : 20% x 75.000.000 e. Tn.Richard membeli sebidang tanah beserta bangunannya yang terletak di daerah Sarmili Mansion Indah senilai Rp 21.500.000.000. Diketahui NJOP atas property tersebut Rp 25.000.000.000 dan nilai pasarnya Rp 23.500.000.000. Jawab : PPh final atas pengalihan tanah : 5% x 23.500.000.000 f. Pada tanggal 2 Mei 2009, PT Subur Makmur menjual sahamnya dalam initial public offering (penawaran saham perdana) di Bursa Efek Jakarta. Saham yang dijual Rp 500.000.000 ke PT. Mau Maju dan Rp 1.500.000.000 ke PT.Nying Nying. Jawab : PPh final atas transaksi penjualan saham di bursa efek dan merupakan saham pendiri 0,1% x 2.000.000.000 ditambah dengan 0,5% x 2.000.000.000 g. Pada tanggal 20 Mei 2009, PT. X-Mangso menjual sahamnya di bursa efek Jakarta. Saham yang dijual Rp 1.000.000.000 ke PT.Untung dan Rp 300.000.000 ke PT. Wisma Ngan. Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

Jawab : 0,1% x 1.300.000.000 (bukan saham pendiri) h. Pada tanggal 10 Maret 2009, PT.Cute menjual obligasi dengan kupon, Harga jual obligasi adalah Rp 200.000.000 sedangkan nilai perolehannya Rp 150.000.000. Jawab : PPh final atas diskonto obligasi : 15% x (200 juta 150 juta) i. Pada tanggal 10 Oktober PT Nan Krink mendapat bunga obligasi dengan kupon sebesar Rp 500.000.000. Jawab : PPh final atas bunga obligasi : 15% x 500.000.000 j. PT XYZ memotong PPh atas jasa konsultasi kepada Model Inc. di Perancis. Ternyata Model Inc. memiliki BUT di Indonesia dengan usaha sejenis. Jawab : PPh 23 atas jasa konsultasi karena pihak yang bersangkutan memiliki BUT di Indonesia sehingga transaksinya di-force attraction 2% x Pembayaran k. Pada tanggal 10 Mei 2009, PT Fibri menjual saham ke perusahaan pasangan usahanya yang memenuhi syarat sebagai perusahaan pasangan usaha. Saham yang dijual Rp 50.000.000 ke PT Wonk Kito. Jawab : PPh final atas penjualan saham ventura : 0,1% x 50.000.000 l. Pada tanggal 2 Mei 2009, PT Kingstone menjual tanah dan bangunan seharga Rp 1.500.000.000 ke PT Zirex. NJOP daerah tersebut Rp 1.650.500.000. Jawab : PPh final pengalihan tanah : 5% x 1.650.000.000 m. Pada tanggal 17 Agustus 2009, Tn.Sedjati menjual tanah dan bangunannya di Sarmili Indah Kapuk ke Tn. Jun Kwok dengan nilai jual Rp 50.000.000. NJOPnya Rp 60.000.000. Jawab : PPh final atas penjualan tanah 5% x 60.000.000 Namun jika Tn Sedjati memiliki penghasilan di bawah NJOP, maka pajak tersebut tidak dikenakan sesuai PP-71/2008 n. Pada tanggal 3 Mei 2009, PT Tor Ayu mendapat bunga dari Bank NISP sebesar Rp 15.000.000. Jawab : PPh final bunga deposito : 20% x 15.000.000 Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

o. PT Debitur memiliki pinjaman dari NV Credituur di Belanda dan akan membayarkan bunga pinjaman sebesar Rp 90.000.000,-. NV Credituur tidak bersedia dibebani PPh terkait. Tarif sesuai Tax Treaty Indonesia Belanda untuk pembayaran bunga adalah 10% dan NV Credituur dapat menunjukkan Surat Keterangan Domisili dari Competent Authority Kerajaan Belanda. Agar PT Debitur dapat membebankan PPh ini sebagai biaya perusahaan, berapakah PPh yang harus dipotong Jawab : Maka akan dilakukan gross up agar jumlah 90 juta tersebut tetap diterima oleh NV Creditur. Cara menghitung jumlah gross up : (x + 90.000.000) - (x + 90.000.000)10% = 90.000.000 90%X + 81.000.000 = 90.000.000 90%X = 9.000.000 X= 10.000.000 Jadi jumlah yang dibayarkan sejumlah 100.000.000 sehingga dipotong 10%-nya, dan jumlah yang dibayarkan tetap sejumlah 100.000.000 p. Tawau Samudera Abadi perusahaan pelayaran Malaysia mempunyai BUT di Kalimantan yang mengangkut penumpang di Indonesia untuk bepergian ke/dari Tawau Malaysia. Peredaran usaha bruto sebulan adalah sebesar Rp 100.000.000,00. Berapakah PPh pasal 15? Jawab : PPh final pasal 15 atas pelayaran dalam negeri (ada BUT) : 2,64% x 100.000.000 q. Mr. Joe, warga negara Australia, memperoleh deviden sebesar Rp 50.000.000,- dari PT Maniez. Jawab : PPh 26 final atas deviden : 20% x 50.000.000 r. Pada tanggal 3 Juni 2009, Miss Deasy mendapat bunga dari bank yang sama Rp 2.000.000 atas tabungannya sebesar Rp 7.500.000 pada bank tersebut. Jawab : Tidak dipotong PPh karena jumlah tabungan tidak melebihi 7.500.000 s. Mr Untung memenangkan hadiah undian Durian Rontok dari Bank BNI sebesar Rp 50.000.000. PPh final atas undian : 25% x 50.000.000 t. Pada tanggal 13 Feb 2009, PT Utomo Madju mendapat proyek Jasa Konstruksi senilai Rp 900 Miliar Rupiah dari PT UNDER STAN. PT Utomo Madju memiliki sertifikasi pengusaha konstruksi menengah dari Gapensi. Jawab : Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

Jika jumlah tersebut hanya untuk pelaksanaan, maka PPh final pasal 4 (2) sbb : 3% x 900M u. Daiho Co., perusahaan di Korea, mempunyai perwakilan dagang di Indonesia. Semua produk perwakilan di Indonesia diekspor ke Daiho Co. pusat. Pada tahun 2006 seluruh nilai ekspor bruto adalah sebesar 1,000,000 US$, dengan nilai kurs sebesar Rp 9.000,- per US$. Jawab : Kantor perwakilan dagang asing dikenakan PPh pasal 15 dengan tariff efektif : 0,44% x (1.000.000x 9.000) v. Maria Sharapova, atlit tennis Russia, ikut ambil bagian dalam Wismilak Super Series di Bali dan kemudian meraih juara. Dia memperoleh uang tunai sebesar US$ 1,700. (Kurs Menteri Keuangan saat itu Rp 10.000,- per US$) Jawab : PPh pasal 26 : 20% x (1.700 x 10.000) w. Tuan A, Kepala Divisi di PT B bekerja mulai tahun 1980 dan per 1 Desember 2009 akan pensiun. Pada saat pensiun nanti ia akan menerima Tunjangan Hari Tua yang akan dibayarkan sekaligus sebesar Rp. 335.000.000,Jawab : PPh 21 final atas pembayaran tunjangan hari tua secara sekaligus : Dibawah 25 juta : 0% 25 juta-50 jt : 5% x 25 juta 50jt-100jt : 10% x 50juta 100jt-200jt : 15% x 100 juta Diatas 200juta : 25% x 135 juta x. Pada bulan Februari 2009, pertamina menjual Premium,solar kepada sebuah SPBU Swasta di daerah Tebet sebagai berikut: Jenis barang Kuantum Harga per liter Solar 80000 liter 4500 Premium 50000 liter 4500 Premix 10000 liter 8000 Selain itu,pada bulan yang sama Pertamina juga menjual hasil produksinya kepada SPBU pertamina di daerah Grogol sebagai berikut: Jenis barang Kuantum Harga per liter Solar 100000 liter 4500 Premium 60500 liter 4500 Premix 25000 liter 8000 Minyak Tanah 25000 liter 8000 Jawab : PPh final atas penjualan migas kepada agen/penyalur/pengecer : Kepada bukan SPBU Pertamina dikenakan : Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009

Solar : 0,3% x 80.000 x 4.500 Premium: 0,3% x 50.000 x 4.500 Premix : 0,3% x 10.000 x 8.000 Kepada SPBU Pertamina : Solar : 0,25% x 100.000 x 4.500 Premium: 0,25% x 60.500 x 4.500 Premix : 0,25% x 25.000 x 8.000 Minyak tanah : 0,3% x 25.000 x 8.000 y. PT. Maritim Samudera Raya mempunyai peredaran kotor yang berasal dari sewa dan charter sebesar Rp 2.000.000.000,00 dan dari penghasilan lainnya sebesar Rp 3.000.000.000,00. Jawab : Penghasilan lainnya bersumber dari apa? Jika berasal dari kegiatan pelayaran biasa, maka akan dikenakan atas jumlah 5M, namun jika jumlah 3M berasal dari kegiatan lain maka PPh pasal 15 berlaku sbb : 1,2% x 2M z. PT Anda membayarkan komisi atas jasa marketing yang dilakukan oleh PT Siam, Ltd. sebesar Rp 150.000.000,-. Seluruh jasa marketing dilakukan di Thailand dan Siam, Ltd. Tidak pernah ke Indonesia untuk melaksanakan jasanya. Jawab : PPh pasal 26 final : 20% x 150.000.000

Tarif PPh Final & Soal-3A D3 Khusus Perpajakan 2009