Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN DAN HAKIKAT SYARIAH

Muhammad Syarifudin (1106013580)

Islam merupakan agama yang diridhai

Allah s.w.t., agama sebagai petunjuk yang

membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Agama islam mengandung tiga komponen pokok yang terstruktur dan tidk dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain, yaitu aqidah, syariah, dan akhlak. Pembahasan ini akan menjabarkan tentang syariah. 1. Pengertian Syariah memiliki arti yakni aturan atau undang-undang yang diturunkan Allah untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, mengatur hubungan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Syariah islam mengatur pula tata hubungan antara seseorang dengan dirinya sendiri untuk mewujudkan sosok individu yang beriman dan bertaqwa. Dalam hal ini Allah menegaskan didalam Surah Al-Anbiya

Artinya : Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (21:107). Dalam pengertian secara teknis-ilmiah syariah mencakup aspek hukum dari ajaran Islam. Namum demikian, karena Islam merupakan ajaran yang tunggal, syariah Islam tidak bisa dilepaskan dari aqidah sebagai fondasi dan akhlaq yang menjiwai dan tujuan dari syariah itu sendiri.
2. Hakikat Syariah

Syariah memberikan acuan hukum yang penting bagi pengembangan diri manusia dan pengembangan masyarakat yang berperadaban (masyarakat madani). Syariah meliputi 2 bagian
utama yakni ibadah dan syariah. Ibadah yaitu membahas hubungan manusia dengan Allah

(vertikal). Tatacara dan syarat-rukunya terinci dalam Quran dan Sunah. Misalnya : shalat, zakat, puasa. Sedangkan Mu'amalah yaitu membahas hubungan horisontal (manusia dan lingkungannya). Dalam hal ini aturannya aturannya lebih bersifat garis besar. Misalnya munakahat, dagang, bernegara, dll. Syariah Islam secara mendalam dan mendetil dibahas dalam ilmu fiqih.Lalu dalam menjalankan syariah Islam, beberapa yang perlu menjadi pegangan-pegangan agar syariat dapat
djalankan secara sepenuhnya, yaitu sebagai berikut;

a. Berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunah [An-Nur (24):51, An-Nisa (4):59] menjauhi

bid'ah (perkara yang diada-adakan). b. Syariah Islam telah memberi aturan yang jelas apa yang halal dan haram [Al-Araf (7):33, 156-157], maka, tinggalkan yang subhat (meragukan) dan ikuti yang wajib, jauhi yang haram, terhadap yang didiamkan jangan bertele-tele. c. Syariah Islam diberikan sesuai dengan kemampuan manusia [Al-Baqarah (2):286], dan menghendaki kemudahan [Al-Baqarah (2):185, Al-Hajj (22):78). Sehingga terhadap kekeliruan yang tidak disengaja & kelupaan diampuni Allah, amal dilakukan sesuai kemampuan
d. Hendaklah mementingkan persatuan dan menjauhi perpecahan dalam syariah [Ali Imran

(3):103, Al-Anfal (8):46].


e. Syariah harus ditegakkan dengan upaya sungguh-sungguh (jihad) dan amar ma'ruf nahi

munkar. Terakhir, syariat islam tak akan lepas dari perkara-perkara yang khususnya dihadapi umat islam. Dalam penyelesaiannya umat islam harus mengacu pada ajaran Allah s.w.t. dan rasul-Nya. Hal ini tercantum dalam firman Allah surat Dengan demikian perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah itu dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori asas syara dan kategori furu syara. Asas syara yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al-Quran dan AlHadits. Kedudukannya sebagai pokok syariat sslam dimana Al-Quran itu asas pertama syara dan Al-Hadits itu asas kedua syara. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad saw hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan terdesak. Sedangkan asas furu syara yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Kedudukannya sebagai Cabang Syariat

Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya. Perkara atau masalah yang masuk dalam furu syara ini juga disebut sebagai perkara itjihad.

DAFTAR PUSTAKA

Mubarak, Zakky. 2007. Menjadi Cendikiawan Muslim. Jakarta: PT Magenta Bhakti Guna

http://www.ingateros.com/tag/pengertian-syariah-islam/ (Diakses pada 29 Maret 2012, pukul 20.03 WIB)

http://soni69.tripod.com/Islam/syariah.html (Diakses pada 29 Maret 2012, pukul 21.32 WIB)

http://id.shvoong.com/humanities/religion-studies/2071352-pengertian-syariah/ (Diakses pada 29 Maret 2012, pukul 20.45 WIB)