Anda di halaman 1dari 43

Pembimbing : dr.Hardi, Sp.

PD

Penyakit ginjal kronis (CKD) salah satu masalah kesehatan masyarakat global khususnya di Asia dengan epidemi yang tinggi pada penderita DM dan pada populasi orang tua.

HIPERTENSI

CKD

PENYAKIT CVS

Penelitian terdahulu mereka yang telah mengalami penurunan fungsi ginjal (ditandai dengan adanya penurunan filtrasi glomerulus atau adanya albuminaria) berada pada risiko yang lebih tinggi terhadap angka morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular.

HIPERTENSI
filtrasi glomerulus telah dilaporkan menurun lebih cepat yaitu sekitar 1,5 mL / menit per 1,73 m2 setiap tahun

NON HIPERTENSI
penurunan pada rentang 0,75-1,00 mL / menit per 1,73 m2 setiap tahun setelah usia 40 tahun

Oleh karena itu penting bagi para dokter untuk bisa mengidentifikasi pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami CKD untuk dilakukan pengobatan intensif.

Hal ini tidak hanya akan membantu untuk menunda dan mencegah kerusakan lebih lanjut fungsi ginjal tapi juga untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

TUJUAN PENELITIAN

untuk mengetahui laju perubahan filtrasi glomerulus dari waktu ke waktu


perkembangan onset awal dari CKD selama 10 tahun pada pasien dengan hipertensi yang datang ke klinik pelayanan primer

Tempat penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kohort retrospektif pada pasien yang terdaftar di Departemen primer Kedokteran klinik di Universitas Malaya Medical Centre (UMMC).

Pengambilan data

Kohort dilakukan secara acak dari RM pasien sesuai nomor yang disusun program komputer.
Data awal dikumpulkan pada tahun 1998 dan data lanjutan dikumpulkan pada tahun 2002 dan 2007 setiap interval 5 tahun.

Kriteria inklusi

Usia 30 tahun atau lebih dengan hipertensi eGFR 60 mL/min/1.73 m2

Kriteria eksklusi

eGFR <60 mL/min/1.73 m2 Pasien diabetes tanpa hipertensi

Estimated glomerular filtration rate (eGFR) digunakan untuk menentukan fungsi ginjal berdasar formula Cockcroft-Gault sebagai berikut :

Pengumpulan data
BP diukur dengan sphymomanometer merkuri. Hipertensi didefinisikan sebagai mereka yang didokumentasikan terdiagnosis hipertensi (BP yaitu 140/90 mmHg) Indeks massa tubuh (BMI) dihitung sebagai berat badan dalam kilogram per meter kuadrat (kg/m2).

Kriteria yang dicatat : Pasien DM, riwayat merokok, penggunaan obat anti hipertensi, kreatinin serum, asam urat dan HbA1c

Klasifikasi CKD, 2 kategori : - kategori dengan eGFR <60 ml / menit per 1,73 m2 (stadium 3-5) - eGFR 60 ml / menit per 1,73 m2 (stadium 1 dan 2) Pengkategorian tersebut dilakukan dalam cara ini karena ketika eGFR <60mil/min per 1,73 m2, setengah dari fungsi ginjal hilang dan pada saat itu prevalensi komplikasi meningkat.

Analisis statistik analisis statistik dilakukan dengan menggunakan StatisticalPackage for Social Sciences (SPSS version 15).

Chi-square test atau Fisher exact tests digunakan untuk kategori prediktor dikotomis.
Analisis regresi logistik multivariat digunakan untuk mencari prediksi onset awal CKD. Semua analisis dilakukan dengan interval kepercayaan 95% (CI), dan tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar p <0,05.

1574 pasien

EKSKLUSI
886 pasien hipertensi dengan atau tanpa DM

460 pasien yang memiliki data yang lengkap &memenuhi kriteria inklusi

data hilang eGFR pada tahun 1998 (n = 62) dasar eGFR <60 mL/min/1.73 m2 di 1998 (n = 211) data yang hilang pada eGFR pada tahun 2007 (n = 153)

460
pasien
312 (68%) mengalami hipertensi saja
selanjutnya148 (32%) memiliki diabetes dan hipertensi

Secara keseluruhan, rata-rata usia awal pasien adalah 54,9 9,0 tahun (kisaran 3087 tahun), 43,8% adalah laki-laki dan 13,3% berusia 65 tahun. Distribusi etnis adalah 25,4% Melayu, 50,0% Cina dan 23,5% India. 6,5% adalah perokok. Pada awal, TD rata-rata adalah 145/88 18/10 mmHg dan BMI 27,8 4,4 kg/m2 sementara eGFR rata-rata adalah 87 24 mL/min/1.73 m2.

dasar awal eGFR yang rendah, pertambahan umur, tingginya kadar asam urat serum, pasien dengan DM pada hipertensi secara signifikan memiliki hubungan dengan perkembangan onset CKD.

Pada penelitian ini, laju penurunan filtrasi glomerulus pada kelompok penderita hipertensi adalah 1.26 2.4 ml/min/1.73 m2 per tahun.

Ini adalah suatu penemuan yang mengejutkan dimana penelitian terdahulu menunjukan laju penurunan yang lebih tinggi yaitu 1.5 mL/ min per 1.73 m2 per tahun pada populasi hipertensi. Penelitian kami menunjukkan bahwa laju penurunan filtrasi glomerulus pada pasien hipertensi hampir sama dengan populasi normal.

Alasan yang mungkin untuk hasil penelitian kami adalah tekanan darah yang lebih baik yang dicapai pada akhir penelitian ini. Ditemukan tekanan darah sistolik yang lebih rendah sekitar 10 mmHg dari saat awal.

Penelitian kami juga menunjukkan bahwa diabetes di awal memiliki hubungan dengan perkembangan onset CKD.

Beberapa penelitian juga menunjukkan hasil yang sama.


Salah satu alasan terjadinya peningkatan perburukan dari filtrasi glomerulus karena diabetesnya itu sendiri yang menimbulkan kerusakan ginjal, dan ditambah dengan adanya hipertensi yang dapat memperparak kerusakan pembuluh darah ginjla yang akan mengarah ke insufisiensi ginjal lanut.

Penelitian kami juga mengindikasikan bahwa kadar asam urat di awal penelitian dapat menjadi kemungkinan untuk terjadinya perburukan yang progresif dari ginjal. Satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa keadaan hiperurisemia dapat menimbulkan CKD karena nefropati asam urat itu sendiri. Penelitian sebelumnya juga menunjukan bahwa penurunan kadar asam urat dengan pemberian allupurinol juga memperlambat progresifitas dari penyakit ginjal. Namun, pada penelitian yang lainnya kadar serum asam urat bukan merupakan faktor prediktor independen untuk progresifitas dari CKD.

Hasil penemuan kami dari usia yang lebih tua dan rendahnya eGFR awal menjadi kemungkinan onset awal CKD menegaskan temuan yang sama pada penelitian terdahulu, dimana menunjukan bahwa fungsi ginjal menurun seiring bertambahnya usia.

Tekanan darah awal tidak menunjukkan korelasi dengan onset awal CKD dalam penelitian ini. Hal ini bisa disebabkan tekanan darah sistolik awal yang cukup rendah pada 145 mmHg dan menjadi semakin menurun selama periode 10 tahun menjadi 142 mmHg pada tahun kelima dan 135 mmHg pada tahun ke sepuluh. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian lain yang juga gagal menunjukkan hubungan yang signifikan antara tekanan darah dan perkembangan dari CKD.

Penelitian ini menunjukkan bahwa laju penurunan filtrasi glomerulus atau perkembangan dari tahap akhir penyakit ginjal dapat ditunda dengan penggunaan obat-obatan yang bekerja pada sistem Renin Angiotensin seperti ACEI atau ARB. Namun, penelitian kami gagal untuk menunjukan hal tersebut. Hal ini mungkin terjadi karena rendahnya penggunaan RAS blocker pada awal penelitian dan bahkan saat akhir dari 10 tahun penelitian dimana kurang dari setengahnya menggunakan RAS blocker. Meskipun penggunaan dari RAS blocker meningkat seiring waktu, tidak seorangpun menggunakan kombinasi dari ACEI dan ARB. Selain itu, RAS diperkenalkan lebih lambat dan diberikan di stadium yang lebih parah dari CKD. Ini mungkin karena terbatasnya akses di tempat penelitian kami.

KELEBIHAN memberikan informasi lebih lanjut tentang perkembangan fungsi ginjal pada hipertensi, terutama dalam pengaturan perawatan primer. memperlihatkan perubahan GFR pada pasien hipertensi yang diobati selama masa waktu yang panjang.

KEKURANGAN penelitian ini merupakan penelitian retrospektif, oleh karena itu tidak semua tersedia data yang relevan tidak semua pasien mengikuti follow up selama 10 tahun. Dan karena itu dapt terjadi bias dalam penelitian ini. evaluasi fungsi renal menggunakan formula eGFR bukan menggunakan gold standar yaitu inulin test. Dipilih formula Cockcroft Gault sebagai formula yang sering digunakan seperti MDRD karena mayoritas pasien kami memilki eGFR yang tinggi dan diakui bahwa formula MDRD lebih akurat digunakan pada pasien dengan eGFR yang lebih tinggi.

membantu dalam menentukan prognosis laju penurunan filtrasi glomerulus fungsi ginjal pada pasien hipertensi yang diobati, dan karenanya akan membantu kita untuk memberikan penanganan secara optimal padda pasien hipertensi untuk mengurangi kejadian kardiovaskular.

Laju penurunan filtrasi glomerulus antara pasien hipertensi yang diobati adalah sebanding dengan subjek yang normal.

Namun kemungkinan perkembangan pasien hipertensi dengan onset awal CKD dalam 10 tahun terakhir cukup tinggi. eGFR yang rendah, hiperurisemia, adanya diabetes dan pertambahan usia merupakan faktor risiko independen untuk perkembangan CKD pada pasien hipertensi.

Hasil ini menunjukkan perlunya untuk mendeteksi onset awal CKD pada pasien hipertensi, sehingga strategi terapi yang tepat dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular dalam kelompok pasien ini.

CRITICAL CRITICAL APPRAISAL APPRAISAL

JUDUL & PENGARANG


No.
1 2.

Kriteria
Jumlah kata dalam judul ,< 12 kata Deskripsi Judul

Ya( +) atau tidak (-)


+ Menggambarkan isi utama penelitian, cukup menarik dan tanpa singkatan + + Tempat +, waktu -

3. 4. 5.

Daftar penulis sesuai aturan jurnal Korespondensi penulis Tempat & waktu penelitian dalam judul

ABSTRAK
No.
1. 2. 3.

Kriteria
Abstrak 1 paragraf Mencakup IMRC Secara keseluruhan Informatif

ya (+), tidak (-)


+ +

4.
5.

Tanpa singkatan selain yang baku


Kurang dari 250 kata

+
+

PENDAHULUAN
No. Kriteria 1. Terdiri dari 2 bagian atau 2 paragraf Ya (+), tidak (-) -

2.
3. 4. 5.

Paragraf pertama mengemukakan alasan dilakukan penelitian


Paragraf kedua menyatakan hipotesis atau tujuan penelitian Didukung oleh pustaka yang relevan Kurang dari 1 halaman

+
+ +

BAHAN & METODE PENELITIAN


No. Kriteria 1 2 Jenis dan rancangan penelitian Waktu dan tempat penelitian Ya (+), tidak (-) + (cohort) Waktu +, tempat +

3
4 5 6 7 8 9 10 11 12

Populasi sumber
Teknik sampling Kriteria inklusi Kriteria eksklusi Perkiraan dan perhitungan besar sampel Perincian cara penelitian Blind Uji statistik Program komputer Persetujuan subjektif

+
+ + + + + (p < 0,05)
+ (SPSS version 15)

HASIL
No. 1 2 Kriteria Jumlah subjek Tabel karakteristik subjek Ya (+),tidak (-) + +

3
4 5

Tabel hasil penelitian


Komentar dan pendapat penulis ttg hasil Tabel analisis data dengan uji

+
+ +

PEMBAHASAN, KESIMPULAN, DAFTAR PUSTAKA

No . 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Kriteria Pembahasan dan kesimpulan terpisah Pembahasan & kesimpulan dipaparkan dengan jelas Pembahasan mengacu dari penelitian sblmnya Pembahasan sesuai landasan teori Keterbatasan penelitian Simpulan utama Simpulan berdasarkan penelitian Saran penelitian Penulisan daftar pustaka sesuai aturan

Ya (+), tidak (-) + + + + + + + + +

Apakah penelitian ini valid ? Valid p < 0,05 signifikan secara statistik Apakah penelitian ini penting ? penting, untuk mengetahui kejadian CKD pada pasien hipertensi dan faktor-faktor risiko yang mempengaruhinya Apakah pasien kita terdapat perbedaan dengan subjek pada penelitian ? tidak Apakah pemeriksaan tersebut mungkin untuk diterapkan pada pasien kita ? mungkin sample yang besar, dianggap dapat mewakili populasi umum dan juga lokasi penelitian yang dilakukan samasama pada wilayah Asia tenggara.