Anda di halaman 1dari 23

VISI DAN MISI PERUSAHAAN MAKALAH Untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategi

BAB I PENDAHULAN 1.1 Latar belakang Drucker (bapak manajemen modern) mengatakan bahwa setiap bisnis atau perusahaan yang didirikan akan selalu dihadapkan pada pertanyaan apa bisnis kita?, siapa pelanggan kita?, nilai tambah apa yang akan diberikan pada pelanggan?, akan menjadi apa bisnis kita?. Pertanyaan tersebut identik dengan pertanyaan apa misi kita?. Seringkali visi dan misi dipandang sebelah mata oleh beberapa orang. Kita tahu bahwa untuk membangun sebuah rumah kita memerlukan dasar yang kokoh terlebih dahulu. Agar rumah yang dibangun dapat kokoh berdiri menahan semua rintangan hujan dan badai. Begitu juga dengan perusahaan. Untuk membangun sebuah perusahaan juga memerlukan dasar yang kokoh seperti halnya dalam membangun rumah. Dasar yang sangat penting itu adalah visi dan misi. Seperti yang dipaparkan oleh Prof. Gomes dalam situsnya, ada 5 (lima) tugas utama dalam manajemen strategi, tugas pertama dalam manajemen tersebut adalah membangun vision dan mission yang strategis. Dalam suatu perusahaan biasanya ada karyawan. Karyawan adalah harta karun yang harus dirawat dan dikelola secara sistematik dan profesional. perusahaan tanpa karyawan-karyawan yang hebat dan andal, pastilah akan mengalami kesulitan dalam mencapai kinerja yang diinginkan. Dalam sebuah penelitian kecil yang dilakukan oleh Djajendra, ditemukan bahwa hampir sebagai besar karyawan tidak memahami visi, misi, dan slogan perusahaannya. Sepertinya para karyawan masa bodoh soal visi misi perusahaannya, yang mereka pikirkan hanya setiap bulan dapat bayaran yang utuh dari perusahaan. Dipertegas lagi oleh sikap para manajernya yang tidak terlalu peduli pada sikap dan

pola pikir karyawannya, dan akhirnya perusahaan hanya berjalan sesuai mood dari para manajer. Kesadaran para manajer untuk mengeksplorasi bakat, potensi, dan gairah kerja dari para karyawan sama sekali tidak ditemuhkan. Semua ini disebabkan oleh lemahnya sikap kepemimpinan, yang mana para manajer masih dalam batas kemampuan maksimalnya sebagai seorang mandor, yang belum mampu menunjukkan kualitas kompetensinya sebagai seorang pemimpin. Secara formil semua kebijakan, prosedur, dan peraturan perusahaan menunjukkan kualitas yang sangat mengagumkan, tapi secara kultur semua kebijakan, prosedur, dan peraturan itu tidak dipedulikan, baik oleh para manajer maupun oleh para karyawan. Semua ini mengakibatkan kinerja perusahaan hanya tergantung pada faktor eksternal, yaitu bila sektor usaha tersebut sedang boming, maka kinerja akan naik pesat. Tetapi bila bisnis perusahaan sedang tidak boming, maka kinerja perusahaan turun pesat juga. Kesannya perusahaan seperti sedang menjalankan bisnis musiman, dan tidak ada upaya serius dari para manajer dan karyawan untuk memperkuat etos kerja di internal perusahaan, termasuk tidak ada upaya untuk menata sistem dan kultur perusahaannya dengan praktik-praktik perusahaan yang sehat dan baik, agar perusahaan bisa tumbuh secara sehat dan kuat. Sikap karyawan yang masa bodoh pada visi misi perusahaan adalah sebuah beban berat buat masa depan perusahaan. Akibatnya, perusahaan tidak mungkin bisa membangun sistem dan kultur kerja yang andal untuk bisa memacu kinerja maksimal perusahaan secara konsisten. Bila sikap masa bodoh manajer dan karyawan ini terus berlangsung dalam jangka panjang, maka perusahaan sangat berpotensi kehilangan kredibilitasnya di mata para stakeholders. Manajer dan karyawan seharusnyalah bersatupadu untuk membangun sebuah etos kerja yang penuh disiplin dan penuh perhatian pada makna yang diinginkan oleh visi dan misi perusahaannya, dan tidak bersikap masa bodoh sambil melalaikan visi dan misi yang seharusnya diperjuangkan dengan tekun dan serius dalam sebuah kolaborasi kerja yang harmonis. (http://djajendra.blog.co.uk)

Karena seringnya orang salah kaprah dan menganggap enteng vision dan mission seperti kasus diatas maka penulis mencoba mengangkat masalah ini untuk dibahas. 1.2 Rumusan masalah 1. Apa definisi dari visi dan misi? 2. Apa dan bagaimana visi perusahaan itu? 3. Apa dan bagaimana misi perusahaan itu? 4. Bagaimana karakteristik visi dan misi yang strategis? 5. Mengapa pernyataan misi perlu mencakup produk atau jasa utama perusahaan, pasar primernya, serta teknologi unggulannya ? 6. Apa tujuan yang paling penting bagi sebuah perusahaan ? 7. Mengapa filosofi perusahaan itu penting ? 8. Apa peran dewan komisaris perusahaan ? 9. Apa dan bagaimana teori keagenan serta nilainya sehingga dapat membantu dewan komisaris memperbaiki tata kelola perusahaan ? 1.3 Tujuan pembahasan 1. Mengetahui pengertian visi dan misi perusahaan. 2. Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud visi perusahaan. 3. Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud misi perusahaan. 4. Mengetahui karakteristik visi dan misi yang strategis. 5. Mengetahui alasan pernyataan visi yang perlu mencakup segala hal / menggambarkan tentang perusahaan. 6. Mengetahui tujuan penting untuk perusahaan. 7. Mengetahui pentingnya filosofi perusahaan. 8. Mengetahui peran dewan komisaris. 9. Mengetahui tentang teori keagenan.

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Visi dan Misi Dirgantoro (2001:24) visi adalah suatu pandangan yang jauh tentang perusahaan, tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam wikipedia dijelaskan arti dari kata visi berasal dari kata vision dari Bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan sebagai pandangan jauh ke depan. Visi sebuah organisasi adalah pandangan umum dari cita-cita yang ingin diwujudkan oleh organisasi tersebut. Penggunaan kata visi biasanya dipadankan dengan kata misi. Wikipedia juga menjabarkan arti lain dari "Visi" adalah visi, misi, rencana kerja, isilah-istilah lainnya dari suatu lembaga/organisasi yang bersifat promosi dan nonensiklopedis Tony Buzan dalam buku The Power of Spiritual Intelegence, visi didefinisikan sebagai kemampuan berpikir atau merencanakan masa depan dengan bijak dan imajinatif, menggunakan gambaran mental tentang situasi yang dapat dan mungkin terjadi di masa mendatang. Sedangkan Hendrawan Supratikno dkk dalam bukunya yang berjudul Advanced Strategic Management mengartikan visi adalah Visi biasanya diartikan sebagai jawaban mendasar terhadap pertanyaan what do we want to become (akan seperti apakah hidup kita dimasa depan)? Visi adalah the achivable dream of what an orgaization wants to do and where to go ( Mintzberg, 1994). Perumusan visi dipandang penting agar setiap anggota organisasi memilikipenjelasan mengenai cita cita atau mimpi kolektif yang berusaha diwujudkan dimasa depan. Ada adagium: where there is no vision, the people perish (jika tak ada visi , rakyat bisa binasah). Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh

organisasi. Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan visi, sebagai bagian dari perencanaan strategis, merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi. Visi tidak hanya penting pada waktu mulai berkarya, tetapi juga pada kehidupan organisasi itu selanjutnya. Kehidupan organisasi sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karenanya, visi organisasi juga harus menyesuaikan dengan perubahan tersebut. Bangsa Indonesia pernah memiliki suatu angkatan yang sangat kuat visinya yakni Angkatan 1928. Angkatan inilah yang untuk pertama kalinya menyatakan bahwa Indonesia Merdeka adalah tujuan perjuangan mereka. Contoh lain untuk visi yang kuat adalah visi Microsoft diawal pendiriannya yakni A computer on every desk. Pada hakekatnya tidak ada visi organisasi, yang ada adalah visi-visi pribadi dari anggota organisasi. Namun kita harus mampu merumuskan gambaran bersama mengenai masa depan, berupa komitmen murni tanpa adanya rasa terpaksa. Visi adalah mental model masa depan, dengan demikian visi harus menjadi milik bersama dan diyakini oleh seluruh anggota organisasi. Pernyataan visi yang efektif adalah menggambarkan secara jelas gambaran dari perusahaan yang ingin dikembangkan. Visi digunakan sebagai pemandu untuk merubah hal hal yang berhubungan dengan perusahaan. Visi menjelaskan pada karyawan kemana kita akan menuju. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas kemana kita akan melangkah, pernyataan visi yang efektif adalah Jika kita ingin bersaing pada taraf internasional, perusahaan ini diharapkan untuk . Pada area yang kosong dapat digunakan untuk menggambarkan detail detailnya. Hendrawan Supratikno dkk dalam bukunya yang berjudul Advanced Strategic Management mengartikan misi adalah Misi merupakan rangkaian kegiatan utama yang harus dilakukan organisasi untuk mencapai visinya. Menurut Peter Drucker, untuk merumuskan misi, organisasi harus mengajukan pertanyaan: in what businesses are we in or should be in (dalam bisnis apa kita berada, atau seharusnya ada). Jika bisnis adalah hasil interksi antara tiga faktor, yaitu; pasar, produk, dan teknologi, maka pertanyaan tentang misi,

pertama-tama, berkaitan dengan ranah (domain) kgiatan yang akan dilakukan oleh organisasi. Misi digunakan untuk mendeskripsikan keadaan sekarang, siapakah kita, dimanakah kita sekarang (dari perspektif waktu), apa kekuatan kita, dan lain-lain. Dengan mengambil contoh angkatan 28, kita bisa katakan bahwa misi mereka adalah kalimat dalam Sumpah Pemuda Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia. Dari dunia industri, Eastman Kodak memberikan contoh misi yang bagus : We are in picture business. Pernyataan misi yang efektif adalah mendefinisikan bisnis dari tiap group kecil dalam organisasi. Pernyataan tersebut akan membuat para karyawan lebih mengerti mengenai tujuan mereka. Sebagai contoh, satu group mungkin menjual aplikasi kepada klien. Yang lain mungkin menjual logical data modeling kepada pengembang aplikasi. Misi sangat membantu dalam mengembangkan perusahaan, diantaranya : 1. Memberikan arah 2. Memfokuskan langkah langkah yang akan diambil 3. Objektif, targets dan program perusahaan dirancang berdasarkan misi yang sudah dibentuk 4. Membantu melangkah 5. Membimbing aksi dalam berbagai tingkat 6. Membantu mencegah karyawan agar tidak salah melangkah Mana dulu yang dirumuskan, visi atau misi? Lazimnya, visi dimisikan terlebih dahulu. Dengan kata lain, visi yang relatif abstrak dan luas diterjemahkan ke dalam misi yang relatif kongkit, kemudian dijabarkan lagi ke dalam tujuan jangka panjang dan tujuan-tujuan jangka pendek. Meskipun demikian, ada organisasi yang karyawan karyawan pada tingkat apapun dalam perusahaan untuk mengerti arah mana yang harus diambil atau

meklakukanya secara terbalik atau secara induktif, yaitu terlebih dahulu mempertegas misi, kemudian memayungkan dengan perumusan visi yang agak longgar. 2.2 Visi perusahaan Menurut Peter F. Drucker, fondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah memikirkan visi dan misi organisasi, mendefinisikannya, dan menegakkannya secara jelas dan nyata. Pemimpin menetapkan tujuan, menentukan prioritas, serta menetapkan dan memonitor standar. Visi perusahaan merupakan keinginan perusahaan yang bersifat ideal yang dirumuskan secara seksama, yang menentukan arah atau keadaan masa depan. Para peneliti melihat visi sebagai hal yang penting untuk kepemimpinan, implementasi strategi dan perubahan (Doz & Prahalad,1987; Hunt,1991; Kotter,1990;Robbins & Duncan, 1988; Sashkin, 1988). Visi dapat disusun dengan menjawab beberapa pertanyaan, yaitu: Bisnis apa yang kita jalankan saat ini? Bisnis apa yang ingin kita jalankan? Apa yang diinginkan pelanggan kita? Harapan apa yang dimiliki stakeholders Siapa yang akan menjadi pesaing kita di masa yang akan datang? Siapa partner kita (suplier/distributor) Bagaimana teknologi berpengaruh terhadap industri kita? Pernyataan visi yang baik harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: Succinct Pernyataan visi harus singkat sehingga tidak lebih dari 3-4 kalimat. Appealing Visi harus jelas dan memberikan gambaran tentang masa depan yang akan memberikan semangat pada customer, stakeholder dan pegawai.

Feasible Visi yang baik harus bisa dicapai dengan resource, energi, waktu. Visi haruslah menyertakan tujuan dan objective yang strecth bagi pegawai. Meaningful Pernyataan visi harus bisa menggugah emosi positif pegawai namun tidak boleh menggunakan kata-kata yang mewakili sebuah emosi. Measurable Pernyataan visi harus bisa diukur sehingga dimungkinkan untuk melakukan pengukuran kinerja sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah visi sudah bisa dicapai atau belum. Sebagai contoh visi SCTV satu untuk semua yang berarti acara-acara SCTV harus bisa dinikmati semua kalangan, semua umur mulai balita sampai manula, cukup dengan melihat SCTV kebutuhan orang terhadap informasi & hiburan dan lain-lain bisa dipenuhi. Dengan demikian visi merupakan titik permulaan dari kenyataan hari esok suatu perusahaan. Visi yang benar merupakan suatu gagasan yang sangat ampuh yang dapat membuat loncatan awal ke masa depan dengan memadukan segala sumberdaya untuk mewujudkan visi tersebut. Visi yang benar memiliki daya tarik dan menyebabkan orang lain membuat komitmen, membangkitkan tenaga dan semangat, mampu menciptakan makna bagi kehidupan perusahaan, mampu menciptakan standar yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan, dapat digunakan orang luar (pelanggan) untuk mengukur manfaat perusahaan baginya, menjadi jembatan utama antara apa yang dikerjakan perusahaan sekarang dengan apa yang diinginkan perusahaan di masa depan, merupakan prasyarat utama untuk memen strategis dan merupakan landasan untuk merumuskan misi perusahaan. Contoh dari visi beberapa perusahaan adalah: - (Microsoft) To establish Microsoft as a global leader in diversity and inclusion by driving global executive leadership, engagement, and

accountability and by increasing workforce diversity at all levels, building value and commitment for work-life balance, and building capabilities for people and organizations. - (Telkom) To become a leading InfoCom player in the region. Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik. - (Indosat-M2) Menjadi pemimpin pasar di bidang Internet dan Multimedia, dengan menawarkan kualitas terbaik, kepuasan pelanggan, solusi bagi e-business, dan jasa e-lifestyle di Indonesia dan seluruh penjuru dunia. - (CBN) As the leader among Internet Service Providers in Indonesia, CBN is working hard to earn the recognition as The Brand You can Trust. We shall continue to provide a complete array of high-quality services to meet our customers need for the most reliable Internet access and applications. - (Channel-11) Menjadi WISP terdepan dalam hal pengembangan pasar dan aplikasi teknologi di bidang Wireless Local Area Network. - Microsoft corporation vision: Visi kita menggerakan apapun yang kita lakukan: suatau komputer diatas meja dan disetiap rumah mengunakan perangkat lunak yang hebatsebagai suatu alat yang berdaya. - Eastan kodak vision Menjadi yang terbaik di dunia di pengolahan amej secara kimia dan elektronik. Compaq computer vision Sebagai pemasok unggul dari komputer-komputer pribadi dan pc servers di semua segment pelanggan. Jugiyanto(2005:67) Terlepas dari tipenya, semua pernyataan di atas menunjukkan bahwa, masingmasing perusahaan mempunyai ambisi untuk merubah keadaan di masa yang akan datang dan yang terpenting mereka yakin bisa melakukannya. Keyakinan inilah yang diperlukan dari sebuah Visi sehingga dapat mengarahkan dan mempersatukan setiap individu untuk bersama-sama berjalan menuju masa depan. Contoh visi dari perusahaan lainnya adalah Intel mempunyai visi mendorong secara terus-menerus batas-batas inovasi agar dapat membuat hidup orang lebih

bergairah, lebih terpenuhi dan lebih mudah untuk mengelolanya. Komitmen Intel yang kokoh untuk menggerakkan teknologi menuju ke depan telah membuat transformasi dunia dengan lompatan dan lambungan. Intel merupakan perusahaan yang selalu dalam keadaan bergerak, membara, membuat sebuah industri yang tidak pernah istirahat. Intel menginspirasi partnernya untuk mengembangkan produk dan jasa inovatif, mengerahkan industri untuk mendukung dapat memberikan solusi dengan penyelesaian lebih baik secara kolektif dengan memberikan lebih besar manfaat dan lebih cepat. Bill Gates pada awal berdirinya Microsoft, mempunyai visi Sebuah komputer di atas setiap meja kerja di setiap rumah, menjalankan perangkat Microsoft. Maka setelah Bill Gates menciptakan MS-DOS, ia membuat sistem operasi Windows seperti halnya rumah menggunakan jendela (window) yang menyebabkan Bill Gates menjadi entrepreneur terkaya di dunia. Tidaklah benar benar bahwa hanya Bill Gates semata yang berperan dalam menempatkan PC di kantorkantor dan di rumah-rumah di seluruh dunia, tetapi Bill Gates mempunyai visi untuk melihat apa yang mungkin dan keinginan untuk mengubah visi tersebut menjadi kenyataan. Thomas Watson Sr. mengganti nama perusahaan Computing Tabulating Recording Company menjadi International Business Machine (IBM), meskipun pada saat belum beroperasi secara internasional, tetapi Thomas Watson mempunyai visi bahwa perusahaan tersebut di kemudian hari menjadi perusahaan yang beroperasi secara internasional. Ketika Watson menamai International Business Machine (IBM) banyak orang ketika itu mentertawakannya. Bahkan ada yang bilang bahwa Watson memberi nama tersebut terlalu membesar-besarkan perusahaannya. Tetapi sekarang IBM merupakan perusahaan modern dan para manajernya menjadi model peranan utama dengan setelan baju putih, dasi polos, semangat menjual yang luar biasa. Pada tahun 2003 ini IBM terpilih sebagai Perusahaan Komputer yang paling mengagumkan dunia versi majalah Fortune.

2.3 Misi perusahaan Apakah suatu perusahaan sedang mengembangkan bisnis baru atau sedang merumuskan ulang arahan untuk bisnis yang sedang berjalan, perusahaan tersebut harus menentukan sasaran dan filosofi dasar yang membentuk postur strategisnya. Maksud dasar ini yang membedakan antara suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain yang sejenis serta mengidentifikasikan lingkup operasinya dalam hal produk dan pasar merupakan misi perusahaan. Misi ini mencangkup filosofi dari para pengambil keputusan strategis perusahaan, menyatakan citera yang ingin ditunjukan oleh perusahaan, mencerminkan konsep diri, dan mengindikasikan bidang produk atau bidang utama peusahaan, serta kebutuhan utama konsumen yang berusaha utuk dipenuhi oleh perusahaan. Ringkasnya, misi perusahaan menjelaskan bidang penekanan produk, pasar, dan teknologi perusahaan serta dinyatakan sedemikian rupa sehingga mencerminkan nilai dan pengambilan prioritas dari pengambil keputusan strategis suatu perusahaan. Tidak ada badan atau lembaga eksternal yang mewajibkan perusahaan utuk mendeinisikan misinya dan proses untuk mendefinisikan misi tersebut merupakan proses yang melelahkan dan menghabiskan waktu. Selain itu, misi tersebut mencangkup tujuan dan strategi yang diuraikan secara luas atau dinyatakan secara tidak langsung, dan bukanya arahan yang bersifat khusus. Dengan kata lain, misi merupakan peryataan, bukan mengenai target yang dapat diukur, melainkan mengenai sifat dan orientasi. Peryataan misi merupakan pesan yang dirancang untuk mencangkup harapan dari seluruh pemangku kepentingan atas kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Para eksekutif serta dewan komisaris yang membuat peryataan misi berusaha menyediakan maksud yang menyatukan perusahaan. Maksud tersebut akan menjadi landasan bagi penetapan tujuan serta pengambil keputusan strategis. Secara umum pernyataan misi membahas pernyataan-pernyataan berikut: Mengapa perusahaan berada dalam bisnis ini?

Apa saja yang menjadi sasaran ekonomis perusahaan dalam hal kualitas, citra, serta konsep diri perusahaan ? Apakah kompetensi inti dan keunggulan kompetitif perusahaan ? Apakah yang dilakukan pelanggan perusahaan dan apakah perusahaan dapat melayaninya? Bagaimana perusahaan memandang tanggung jawabnya tehadap pemegang saham, karyawan, masyarakat, lingkungan, masalah sosial, dan pesaing? Proses mendefinisikan misi suatu perusahaan untuk bisnis tertentu mungkin paling baik dapat dipahami dengan memikirkan mengenai bisnis tersebut sejak didirikan. Bisnis biasanya dimulai dengan keyakinan, keinginan, dan aspirasi seorang pengusaha. Robinson dalam bukunya yang berjudul Manajemen Strategis Formulasi, Implementasi dan Pengendalian memaparkan misi seorang pemilik sekaligus manajer tersebut biasanya didasrkan pada keyakinan dasar sebagai berikut: 1. Produk atau jasa perusahaan yang memberikan manfaat paling tidak sesuai dengan harganya. 2. Produk atau jas perusahaan dapat memuaskan kebutuhan konsumen dari segmen pasar tertentu yang saat ini belum terpuaskan secara memadai. 3. Teknologi yang digunakan dalam prosuksi akan menghasilkan produk atau jasa yang kompetitif dari segi biaya maupun kuantitas. 4. dengan kerja keras dan dukungan pihak lain, perusaah tersebut tidak hanya bertahan melainkan juga akan tumbuh dan menghasilkan laba. 5. Filosofi manajemen perusahaan akan menghasilkan citra publik yang menguntungkan serta menyediakan manfaat keuangan dan psikologis bagi mereka yang bersedia menginvestasikan tenaga dan uangnya untuk membantu perusahaan meraih keberhasilan. 6. Konsep diri pengusaha mengenai bisnis tersebut dapat dikomunikasikan kepada dan diadopsi oleh para karyawan dan pemegang saham. Dalam misi ada 8 hal yang harus ada, yaitu: Pelanggan Produk

Pasar Teknologi yang digunakan Komitmen terhadap pertumbuhan, keuntungan atau stabilitas Konsep perusahaan Komitmen terhadap stakeholder Pernyataan misi yang baik haruslah memenuhi beberapa kriteria seperti berikut: Simple and Clear Pernyataan misi harus dicukup diwakili oleh 2-3 pernyataan saja. Semua pernyataan tersebut harus sederhana dan jelas dimengerti serta tidak menggunakan jargon-jargon organisasi. Broad and long-term in future Pernyataan misi organisasi harus cukup luas mengakomodasikan perkembangan organisasi di masa mendatang. Misi organisasi harus bisa menunjukan gambaran yang akan dicapai di masa depan dengan jelas. Pernyataan misi organisasi harus tetap valid pada 20 tahun mendatang sama seperti kondisi sekarang. Focus on the present Pernyataan misi organisasi tidak boleh terlalu berorientasi pada masa depan sehingga kurang bisa fokus pada kondisi organisasi di masa sekarang. Easy to understand Misi organisasi harus mudah dimengerti. Misi yang mudah dimengerti akan memudahkan mengkomunikasikan misi tersebut kepada anggota organisasi, stakeholder. Beberapa contoh pernyataan Misi di bawah ini : - (Indosat-M2) Memberikan hasil terbaik bagi para stakeholder (pemegang saham, pelanggan, dan karyawan) dan memberikan

landasan pengetahuan bagi generasi masyarakat Indonesia yang selanjutnya. - (Google) To organize the worlds information and make it universally accessible and useful. - (Microsoft) Strives to understand, value, and incorporate the differences each employee brings to the company so that we can build the greatest multicultural workplace in the technology industry and reflect the growing diversity and inclusion of our communities and the global marketplace. - (Juniper) Providing you with better alternatives that solve todays most challenging network and security issues - (CBN) With the objective of building the Internet community in Indonesia, CBN will continue to provide customers with a variety of facilities and innovative Internet solutions that they can access without having to go out of its Web site. Through its one-stop Internet service, CBN will become a service provider that gives top priority to building strong relationship with the communitiesboth the customers and the general publicwith the goal of forging harmonious relationships and fostering a strong attachment toward CBN. - (Yahoo!) To connect people to their passions, communities, and the worlds knowledge. - (Telkom) Memberikan layanan One Stop InfoCom dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk dan jaringan berkualitas, dengan harga kompetitif. - (Channel-11) Memberikan layanan optimal bagi seluruh pelanggan internet selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu Semua pernyataan Misi di atas menunjukkan bahwa, masing-masing perusahaan sudah menetapkan kewajibannya, dan sanggup serta siap melaksanakannya. Dibutuhkan proses dan waktu agar perusahaan mampu melakukan Misinya, tapi dengan konsistensi dan kontinuitas, Misi yang dicanangkan akan dapat dijalankan.

2.4 Karakteristik visi dan misi yang strategis Menentukan visi dan misi tidaklah sembarang. Kita tahu bahwa visi dan misi sangat menentukan arah perjalanan sebuah perusahaan. Maka dari itu untuk menentukan visi dan misi tidak boleh asal jadi. Sedikit saja salah dalam menentukan visi maupun misi maka arah perusahaan akan bergerak tidak sesuai dengan keinginan kita. Visi yang disusun harus strategik. Visi Strategik adalah visi yang mudah diartikulasikan, mudah dipahami, diterima semua pihak dalam organisasi. Mengapa visi harus strategik? Visi yang dipahami dan diterima oleh semua pihak (karyawan) akan menjadi magnet yang mengikat mereka pada organisasi. Ketika karyawan memiliki komitmen tinggi dan jangka panjang pada organisasi, maka keputusankeputusan bisnis akan dapat dihasilkan dan dilaksanakan dengan lebih mudah. Visi strategik mampu merefleksikan aspirasi manajemen dan memberikan gambaran yang jelas mengenai masa depan perusahaan, menjawab pertanyaan where we are going? Ada beberapa strategi dalam menentukan visi, yaitu : 1. Mengidentifikasikan aktivitas perusahaan berdasarkan impian yang ingin dikejar 2. Menetapkan arah yang jauh ke depan (pandangan masa depan) 3. Menyediakan gambaran besar yang menggambarkan siapa KITA, apa yang KITA lakukan, dan kemana KITA mengarah Sedangkan strategi dalam membentuk misi adalah : 1. Menetapkan perusahaan menjadi bagian bagian yang kecil 2. Membangun rasa yang kuat terhadap identitas perusahaan dan tujuan bisnis Seorang pemimipin yang strategis akan selalu mulai dengan : 1. Konsep yang harus dan tidak harus dilakukan oleh perusahaan 2. Visi ke mana perusahaan akan melangkah

Di awal-awal proses pembentukan strategi, manajer-manajer peerusahaan perlu mengangkat isu tentang didirikan? Untuk apa perusahaan didirikan dan apa yang sekarang dilakukan oleh perusahaan untuk pelanggan-pelanggannya sering disebut dengan misi perusahaan. Suatu statemen misi menunjukan tentang bisnis apa yang sedang ditekuni perusahaan. Berikut ini merupakan statemen misi dari beberapa perusahaan yang menunjukan mengapa perusahaan didirikan dan hubungaannya dengan pelanggan. Perusahaan tidak boleh hanya menekanakan pada misi perusahaan sekarang saja, tetapi harus melihat jauh dan berfikir strategi tentang perubahan-perubahan kondisi dan lingkungan masa depan. Perubahan-perubahan yang perlu diantisipasi misalnya adalah perubahan teknologi yang sangat cepat berkembang, perubahan permintaan dan ekspekstasi pelanggan, perubahan-perubahan perkembangan pasar baru, pergeseran kondisi persaingan dan lain sebagainya. Ini berarti konsep manajemen tentang keadaan bisnis di masa depan. Pandangan kedepan dari manajemen tentang bisnis apa yang akan diciptakan di masa depan dan juga posisi bisnis yang bagaimana yang diinginkan merupkan misi dari perusahaan. Dengan demikian usaha untuk menjawab pertanyaan perusahaan ini akan diarahkan dan akan menjadi apa perusahaan ini dimasa depan merupakan visi dari suatu perusahaan. Thompson dan stricklan III (2004) mendefinisikan visi strategik sebagai suatu pandangan arah dan keberadaan bisnis dimasa depan dan suatu organisasi. Visi strategik juga didefinisikan sebagai suatu konsep petunjuk tentang apa yang akan dilakukan oleh suatu organisasi dan ingin menjadi apa. Callon mendefinisikan (1996) mendefinisikan visi sebagai suatau gambardiri yang menjukan bentuk apa yang diimgimkan bisnis dimasa depan. Visi dan bisnis harus realistik dapat dicapai, bermakna, tepat, mudah dipahami, dan menarik bagi semua orang dalam organisasi untuk mencapainya. Visi bisnis bukan suatu mimpi, tetapi sesuatu yang dapat dicapai. misi dan visi perusahaan. Pertanyaan-pertanyaan untuk maksud apa perusahaan berikut berhubungan dengan misi perusahaan:

2.5 Tujuan yang paling penting buat perusahaan Alasan sehingga perusahaan mempunyai tujuan adalah : 1. Membantu mendefinisikan organisasi dalam lingkungannya 2. Membantu mengkoordinasi keputusan dan pengambil keputusan 3. Menyediakan norma untuk menilai pelaksanaan prestasi organisasi 4. Merupakan sasaran yang nyata daripada pernyataan misi. Terdapat tiga tujuan ekonomis yang memandu arah strategis dari hampir semua organisasi bisnis. Baik menyatakan secara eksplisit mengenai sasaran-sasaran ini maupun tidak, penyataan misi mencerminkan maksud perusahaan untuk memastikan kelangsungan hidup melalui pertumbuhan dan profitabilitas. Suatu perusahaan yang tidak dapat bertahan tidak akan mampu memenuhi tujuan dari para pemangku kepentingannya. Sayangnya, sasaran untuk kelangsungan bisnis, seperti juga sasaran pertumbuhan serta profitabilitas, sering kali tidak dianggap sebagai kriteria dalam pengambilan keputusan stratergis. Ketika hal ini terjadi, perusahaan mungkin berfokus pada sasaran jangka pendek dengan mengabaikan sasaran jangka panjang. Keinginan terhadap solusi yang cepat atau jalan keluar yang mudah dapat menggantikan penilaian mengenai dampak jangka panjang. Contoh untuk hal seperti ini bisa dilihat di halaman 34 buku Manajemen Strategis (Pearce/Robinson). Profitabilitas merupakan tujuan tetap dari suatu organisasi bisnis. Tapi yang menjadi kata kunci di sini adalah jangka panjang. Jelas sekali bahwa membuat keputusan dengan mendasarkan pada laba jangka pendek dapat mengarah pada ketidakmampuan untuk melihat jangka panjang yang strategis. Mengabaikan keinginan konsumen, pemasok, kreditor, ahli lingkungan, konsekuensi keuangan akan sangat mengganggu. Dalam hal pertumbuhan, kita bisa melihat contoh pernyataan misi dari Hewlet Packard : Tujuan : Membatasi pertumbuhan perusahaan pada laba serta kemampuan untuk mengembangkan dan memproduksi produk teknis yang dapat memenuhi dan badan pengatur mungkin dapat menghasilkan laba dalam jangka pendek tetapi dalam jangka panjang,

kebutuhan pelanggan. Kami tidak berpendapat bahwa ukuran yang besar adalah penting, namun untuk dua alasan mendasar, pertumbuhan yang berkesinambungan adalah penting bagi kami untuk mencapai tujuan yang lain. Pertama, kami melayani segmen masyarakat teknologi yang tumbuh dan berkembang dengan pesat. Jika perusahaan statis maka bisa kehilangan pasarnya. Kedua, pertumbuhan adalah penting untuk menarik dan mempertahankan individu-individu yang berkualitas 2.6 Pentingnya filosofi perusahaan Peryataan mengenai filosofi suatu perusahaan, sering kali disebut sebagai kredo perusahaan (company creed), biasanya muncul atau menyertai dalam pernyataan misi. Kredo Perusahaan mencerminkan atau menspesifikasikan keyakinan, nilai, aspirasi, dan prioritas filosofi dasar yang menjadi komitmen para pengambil keputusan strategis dalam mengelola perusahaan. Tetapi, pernyataan filosofi perusahaan seringkali sangat serupa dan terlalu umum sehingga lebih mirip publikasi humas, bukan komitmen terhadap nilai yang merupakan tujuan awalnya. 2.7 Peran dari dewan komisaris Dewan komisaris adalah sekelompok perwakilan pemegang saham dan manajer strategis yang bertanggungjawab mengawasi penciptaan dan pencapaian misi perusahaan. Dipilih oleh para pemegang saham maka dewan komisari memiliki tanggung jawab utama sebagai berikut : 1. menetapkan dan memperbaharui misi perusahaan 2. Memilih eksekutif puncak perusahaan yang dikepalai oleh CEO 3. Menetapkan besaran kompensasi dari eksekutif puncak, termasuk besarnya gaji dan bonus 4. Menetapkan jumlah dan waktu pembayaran dividen kepada pemegang saham

5. Menetapkan kebijakan umum perusahaan atas masalah-masalah seperti hubungan tenaga kerja manajemen, lini produk atau jasa dari bisnis, dan paket kompensasi karyawan 6. Menetapkan tujuan perusahaan dan memberikan otorisasi kepada manajer untuk melaksanakan strategi jangka panjang yang telah disepakati eksekutif puncak dan dewan komisaris 7. mengamanatkan ketaatan perusahaan terhadap aturan hukum dan etika Sebagai perpanjangan logis dari penyataan misi, tujuan dan strategi perusahaan membentuk pandangan dewan komisaris mengenai perilaku bisnis yang sesuai. Melalui penunjukan eksekutif puncak dan keputusan mengenai kompensasi mereka, dewan komisaris memperlihatkan prioritasnya bagi perusahaan. 2.8 Teori Keagenan Teori Keagenan adalah sekolompok gagasan mengenai pengendalian organisasi yang didasarkan pada keyakinan bahwa pemisahan kepemilikan dengan manajemen menimbulkan potensi bahwa keinginan pemilik diabaikan. Masalah keagenan terjadi karena pemilik memiliki akses terbatas atas informasi perusahaan, sehingga membuat eksekutif bebas mengejar keinginannya sendiri. Masalah keagenan ini timbul karena seleksi yang salah yaitu keterbatasan kemapuan pemegang saham untuk secara tepat menentukan kompetensi dan prioritas eksekutif ketika mereka direkrut. Solusi untuk meminimalkan dampak dari permasalahan ini adalah, Pertama, pemilik dapat membayarkan premium kepada eksekutif atas jasa mereka. Premium ini akan membantu eksekutif untuk setia pada pemegang saham sebagai kunci untuk mencapai target keuangan mereka. Kedua, memberikan kompensasi blackloaded kepada eksekutif. Eksekutif diberikan premium yang tinggi untuk kinerja superior di masa yang akan datang. Ketiga, menciptakan tim eksekutif lintas unit-unit perusahaan yang berbeda dapat membantu memusatkan pengukuran kinerja pada sasaran organisasi daripada sasaran pribadi.

Seiring dengan berjalannya waktu dan situasi dan kondisi maka misi dan tujuan perusahaan bisa saja berubah, yang menyebabkan antara lain adalah : 1. Adanya tingkatan aspirasi manajer dapat mengubah orientasi tujuan dengan adanya keinginan untuk berbuat lebih banyak lagi atau karena melihat pencapaian yang dicapai oleh para pesaing 2. Masa krisis akan menyebabkan perubahan misi. Perubaha ini dilakukan agar bisa tetap bertahan. 3. Adanya permintaan dari kelompok koalisi, misalnya saja karena adanya kekuatan intern dari para pemimpin kelompok, pimpinan, buruh. 4. Perubahan daur hidup yang normal. Adanya perubah fase-fase pertumbuhan sesuai daur hidup perusahan, maka misi dan tujuan akan menyesuaikan. Contoh untuk hal ini seperti pada halaman 75 dari buku Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan oleh Lawrence R. Jauch dan Willian F. Glueck.

DAFTAR PUSTAKA Pierce / Robinson. 2011. Manajemen Strategis : Formulasi, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat. Lawrence R. Jauch & William F. Glueck. 1988. Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan Edisi Ketiga. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama. Allison, M & Jude Kaye. 2004. P.S Bagi Organisasi Nirlaba. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Amirullah & Sri Budi Cantika. 2002. Manajemen Strategik. Yogyakarta: Graha Ilmu Dirgantoro, Crown. 2001. Manajemen Strategik Konsep, Kasus & Implementasi. Jakarta: PT Grasindo. Grifin. 2004. Manajemen. Jakarta: Erlangga. Handoko, T. Hani. 2003. Manajemen. Yogyakarta: BPFE http://amirfauzi.blogspot.com/ (online ) . http://djajendra.blog.co.uk (online ) . http://dosen.amikom.ac.id/ (online ) . http://id.wikipedia.org/wiki/Visi (online ) . http://ronawajah.wordpress.com (online ) . http://subiwulan.blogspot.com (online ) . http://tumoutou.net/ (online ) . http://www.beranda.net/ (online ) . http://www.deptan.go.id (online ) . http://www.google.co.id/ (online ) . http://www.jombangkab.go.id/ (online ) .

http://www.sangihe.go.id/ (online ) . http://www.sidoarjokab.go.id/ (online ) . http://www2.umy.ac.id/ (online ) . Jogiyanto. 2005. Sistem Informasi Strategik untuk Keunggulan Kompetitif: Memenangkan Persaingan dengan Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Louis, E Boone & David L Kurte. 2002. Pengantar Bisnis. Jakarta: Erlangga. Miller, Michael. 2005. Alpha Teach Yourself: Business Plans dalam 14 Jam: Jakarta. Prenada. Porter, Michael E. 1980. Competitive Strategy. New york: Free Press. Purwanto, Iwan. 2008. Manajemen Strategik. Bandung: CV: YRAMA WIDYA. Santoso, Hadi. 2000. Smart Strategies Management to Cope the Future. Surabaya: CV: Citra Media. Siagan, P. Sondang. 1995. Manajemen Strategik. Jakarta: Bumi Aksara. Sukirno, Sadono. 2006. PB. Jakarta: Kencana. Supratikno, Hendrawan dkk. 2003. Advanced Strategic Management: Back to Basic Approach. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Sutton, Garrett. 2006. The ABCs of Writing Winning Business Plan: Panduan Menyusun Perencanaan Bisnis yang Menjual. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum. Usman, A. 2000. Implementasi Manajemen Strategik: Kebijakan dan Proses. Yogyakarta: Amara Books. Wahyudi, Agustinus Sri. 1996. Manajemen Strategik: Pengantar Proses Berpikir Strategik. Jakarta: Binarupa Aksara.