Anda di halaman 1dari 12

Ekstrak Daun Muda Mangifera odorata (mangga kwueni)

1. Kandungan Mangifera odorata (Kwueni) Kuini (Mangifera odorala Grift:) merupakan salah satu tanaman buah eksotik tropik yang mempunyai rasa dan aroma yang unik yang disukai hampir semua orang. Disamping dalam bentuk segar, aromanya yang unik dapat dipergunakan juga untuk memberikan rasa dan aroma pada makanan lain. Tinggi tanaman Kuini berkisar 5,95 - 39,00 m dengan rata-rata 15,46 m. Lingkaran batang tanaman Kuini berkisar 49,70 - 258,00 cm dengan rata-rata 129,19 cm. Kanopi tanaman Kuini terdiri atas broad, ovoid (39,56%) dan globose (60,44%). Ada dua bentuk daun tanaman Kuini: lancet (72,53%) clan oblong-lancet (27,47%). Warna daun terdiri atas hijau muda (7,58%), hijau (67,34%), clan hijau tua (25,08%). Tekstur daun terdiri atas licin (39,56%) clan kesat (60,44%). Panjang tangkai daun tanaman Kuini memiliki rata-rata 3,40 cm dengan kisaran panjangnya 2,30-5,18 cm. Panjang helaian daun berkisar 17,30 - 30,90 cm, dengan ratarata 20,65 cm. Lebar daun berkisar 3,50 - 9,85 cm dengan rata-rata 6,83 cm. Panjang bunga tanaman Kuini berkisar 11,80 - 33,00 cm dengan rata-rata 22,28 cm. Jumlah tandan bunga bcrkisar 17 - 32 buah dengan rata-rata 15,73. Bunga Kuini termasuk bunga majemuk berbentuk kerucut. Wanta mahkota (corolla) bunga Kuini adalah putih kemerahmerahan merah muda). Bunga kuini termasuk bunga sempurna, stamennya terdiri dari filament dan anther. Wanta tangkai sari (filamen) putih dan kepala sari (anther) merah. Jumlah kelopak 5 buah adan jumlah benang sari 5 buah (I panjang clan 4 pendek). Panjang buah Kuini berkisar 8,12 - 13,30 cm dengan rata-rata 8,69 cm. Diameter berkisar 17,19 - 25,06 cm dengan rata-rata 18,86 cm. Tebal daging buah berkisar 1,46 2,43 cm dengan rata-rata 1,67 cm. Bobot buah berkisar 132,50 - 380,00 gram dengan rata-rata 242,15 gram. Buah Kuini ada dua bentuk, yaitu oblong (49,45%) clan ovoidoblong (50,55%). Warna kulit buah terdiri atas tiga warna, yaitu hijau (47,25%), hijau gelap (19,78%), dan hijau kekuningan (32,97%). Warna daging buah Kuini terdiri atas kuning (36,26), orange (13,49), kuning pekat (15,38%), orange kekuningan (26,37%), dan kuning pucat (8, 7~/o). Kadar gula buah Kuini berkisar antara 7,50% - 17,70%

dengan rata-rata 8,25%. Rasa buah terdiri atas asam (14,29%), manis dengan sedikit asam (17,58%), manis (56,04%), dan sangat manis (12,09%). Buah Kuini yang memiliki serat halus sebesar 40,66% dan yang memiliki serat kasar sebesar 59,34%. Sebagian besar buah Kuini beraroma kuat (74,73%) dan hanya 25,27% yang beraroma lemah. Bentuk biji kuini berbeda-beda, yaitu 73,63% berbentuk oblong, 24,18% berbentuk ovoid oblong dan 2,20% ovoid. Panjang biji Kuini berkisar antara 5,88 - 10,07 cm dengan rata-rata 8,32 cm. Lebar bij i Kuini berkisar antara 1,04 - 4,88 cm dengan rata-rata 3,97 cm. Bobot biji Kuini sangatlah bervariasi, yaitu berkisar antara 7,60 - 63,00 gram dengan rata-rata 30,50 gram. Mangiferin, isomangiferin, tannins & gallic acid derivatives.Kulit batang mangga dilaporkan mengandung asam protocatechic, catechin, mangiferin, alanin, glisin, asam aminobutyric, asam kinic, asam shikimic dan triterpenoid tetracyclic cycloart-24-en-3, 26diol, 3-ketodammar-24 (E)-en-20S,26-diol, C-24 epimer dari cycloart-25 en 3,24,27triol dan cycloartan-3,24,27-triol. Bunga menghasilkan gallates alkil seperti asam gallic, etil gallate, metil gallate, npropil gallate, n-pentil gallate, gallate n-oktil, 4-fenil gallate, gallate 6-fenil-n-heksil dan asam dihydrogallic. Akar mangga mengandung chromones, 3-hidroksi-2-(4'-

methylbenzoyl)-chromone dan 3-metoksi-2-(4'-metil benzoil)-chromone. Pada daun megandung antosianin, mangiferin, kuarsetin, galloyl, hydroxy benzoyl esters, dan epicatechin. Daun dan bunga menghasilkan minyak esensial yang mengandung humulene, elemene, ocimene, linalool, nerol dan banyak lainnya. Telah dilakukan penelitian mengenai perbandingan kadar Kuersetin pada daun mangga kuini, limus, dan harum manis untu mengetahui daun mangga yang memiiki kadar kuersetin tertinggi. Bahan diekstrak dengan metode ekstraksi sinambung menggunakan pelarut etanol 95%. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut menunjukkan kandungan senyaawa kuersetin pada daun mangga harum manis = 21,21 ppm, daun kuini = 14,55 ppm, dan daun limus = 5,59 ppm. Dapat disimpulkan dari penelitian tersebut bahwa kadar kuersetin tertinggi terdapat pada daun mangga harum manis. Daging buah mengandung vitamin A dan C, -karoten dan xanthophylls.

1.1 Karakterisitik kimia daun Mangifera odorata Antosianin pada buah, batang, dan daun tanaman mangga terekspresi sebagai karakter warna merah, ungu,dan biru. Pigmen ini terdapat pada vakuola sel. Antosianin berfungsi sebagai antioksidan. Antosianin pada kulit buah mangga dijumpai sebagai paenoidin-3-galactoside. Antosianin banyak terdapat pada sel-sel palisade dan atau sel gabus mesofil. Sintesis antosianin terjadi pada saat pertumbuhan daun, selama periode senesens, dan pada saat tanaman merespons cekaman abiotik. Biosintesis antosianin pertama kali dipelajari dan diinformasikan oleh Holton dan Cornis 1990, kemudian diperbaharui oleh Brenda 2001. Tahap pertama, biosintesis antosianin dimulai dari produksi asam cinnamic dari phenil alanine pada siklus asam shikimic oleh enzim phenilalanine amoniliase (PAL) yang kemudian dikonversi menjadi asam coumaric dan mengalami modifikasi menjadi malonyl CoA. Tiga molekul malonyl CoA dan coumaroyl-CoA membentuk naringenin chalcone yang selanjutnya dikonversi menjadi flavanone dan naringenin. Tahap kedua, reduksi formasi dihydroflavonol menjadi flaven3,4 diol (leucoanthocyanin) yang kemudian dikonversi menjadi antosianin setelah ditambahkan molekul glukosa oleh enzim UDP glucose, yaitu flavonoid

glucosyltransferase. Aktivitas pembentukan antosianin pada bagian-bagian tanaman (termasuk pada buah) dapat terjadi secara bersama-sama dengan pembentukan klorofil. Secara kuantitas apabila suatu bagian tanaman berwarna hijau, maka diketahui pada bagian tersebut mengandung antosianin lebih sedikit daripada klorofil atau terjadi penghambatan aktivitas pembentukan antosianin oleh pembentukan klorofil.

1.2 Karakteristik Kimia Buah Mangifera odorata No. 1 2 3 4 5 6 Komponen Air Abu Pati Serat kasar Protein Lemak Kadar 79,49 % 0,82 % 10,76 % 2,33 % 1,02 % 0,15 %

7 8 9 10 11

Karbohidrat Total gula Total asam Vitamin C Kalori

18,59 % 11,33 % 3 mgKOH/g 0,02 % 48,41 kal/100g

Kandungan pada mangga terutama adalah polyphenol, flavonoid, triterpenoids,

2. Penelitian In Vitro, In Vivo, Uji Klinik, Toksisitas Untuk penelitian mengenai Mangifera odorata baik secara in vitro, in vivo, uji klinik dan toksisitas belum ada.

3. Mekanisme Kerja
3.1 Mangiferin

Telah dilakukan penelitian bahwa mangiferin yang ditemukan pada berbagai jenis mangga, memiliki efek kelasi terhadap besi. Mangiferin dapat ditemukan pada daun, buah, akar dan batang mangga. Mangiferin memiliki beberapa efek farmakologi yaitu antitumor, antibakterial, antioksidan, antiinflamasi dan aktivasi makrofag. 3.2 Flavonoid Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik. Mekanisme flavonoid dalam menghambat proses terjadinya inflamasi melalui dua cara, yaitu dengan menghambat permeabilitas kapiler dan menghambat metabolisme asam arakidonat dan sekresi enzim lisosom dari sel neutrofil dan sel endothelial. Flavonoid berperan penting dalam menjaga permeabilitas serta

meningkatkan resistensi pembuluh darah kapiler. Oleh karena itu, flavonoid digunakan pada keadaan patologis seperti terjadinya gangguan permeabilitas dinding pembuluh darah. Flavonoid terutama bekerja pada endothelium mikrovaskular untuk mengurangi terjadinya hipermeabilitas dan radang. Beberapa senyawa flavonoid dapat menghambat

pelepasan asam arakhidonat dan sekresi enzim lisosom dari membrane dengan jalan memblok jalur siklooksigenase dan jalur lipoksigenase sehingga menurunkan kadar prostaglandin dan leukotriena (mediator inflamasi).

3.3 Kuersetin Kuersetin dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degenerative dengan cara mencegah terjadinya peroksidasi lemak. Kuersetin

memperlihatkan kemampuan mencegah proses oksidasi dari Low Density Lipoproteins (LDL) dengan cara menangkap radikal bebas dan menghelat ion logan transisi.

3.4 Tarakserol-3beta dan Ekstrak Etil Asetat Tarakserol-3beta dan ekstrak etil asetat akan bereaksi terhadap insulin dan memberikan respon yang sinergis dengan mengaktivasi GLUT4 dan menstimulasi sintesis glikogen. Hal ini akan menurunkan gejala hiperglisemia.

4. Indikasi, Kontraindikasi dan Dosis 4.1 Indikasi 1. Diabetes Melitus Daun Mangifera odorrata digunakan sebagai agen antidiabetik pada pengobatan tradisional di nigeria dan malaysia. Aktivitas antidiabetik terlihat dengan memberikan ekstrak daun Mangifera odorata 60 menit sebelum pemberian glukosa. Hasilnya mengindikasikan bahwa ekstrak infusa dari Mangifera odorata memiliki aktivitas hipoglikemik. Hal ini diduga disebabkan ekstrak infusa Mangifera odorata mereduksi absorpsi glukosa di usus. Tabel berikut menunjukkan efek ekstrak daun Mangifera odorata terhadap level serum glukosa. Ekstrak infusa dari daun Mangifera odorata memiliki nilai signifikan (P<0,05) dapat menurunkan level serum glukosa dan level total protein pada tikus yang telah diinduksi oleh alloxan dengan pemberian ekstrak sebanyak 400 mg/kg berat badan.

Tabel 1.2 Efek Ekstrak Infusa Daun Mangifera odorata Terhadap Serum Glukosa dan Serum Total Protein

2. Sebagai Antioksidan Kapasitas antioksidan yang dimiliki oleh daun Mangifera odorata diduga karena terdapat kandungan flavanoid dan fenol. Antioksidan ini berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang masuk kedalam tubuh yang berasal dari bahanbahan xenobiotik. Sehingga resiko terjadi nekrosis sel atau jaringan akibat radikal bebas menjadi berkurang. Antioksidan ini juga memiliki sifat hepatoprotektor yang dapat menjaga nekrosis atau inflamasi yang berlebihan dari sel hepar sekaligus sebagai penstimulator dari GSH (Glutation) yang merupakan protektor alami yang dikeluarkan oleh sel hepar. Berikut efek ekstrak infusa daun Mangifera odorata terhadap serum alkaline phosphatase (ALP), alanine aminotransferase (ALT) and aspartate aminotransferase (AST).

Tabel 1.2 Efek Ekstrak Infusa Daun Mangifera odorata Terhadap serum alkaline phosphatase (ALP), alanine aminotransferase (ALT) and aspartate aminotransferase (AST)

3. Hiperkolesterolemia, Hiperlipidimia Daun Mangifera odorata diduga memiliki senyawa mangiferin yang berfungsi menurunkan kadar trigliserid total, kolesterol total, dan meningkatkan HDL total. Mangiferin dapat menjadi agen penurun kolesterol dengan menurunkan kolesterogenesis, yaitu dengan menghasilkan penurunan aktivitas hydroxy--methyglutaryl CoA (HMG-CoA) di intestinal. Hasil ini didapatkan dari pemberian ekstrak infusa daun Mangifera odorata dari tikus yang telah diinduksi dengan alloxan. Alloxan dapat meningkatkan acetyl- CoA yang dapat meningkatkan oksidasi asam lemak pada pasien diabetes melitus. Berikut ini efek ekstrak infusa daun Mangifera odorata terhadap kadar trigliserid total, kolesterol total, dan meningkatkan HDL total.

Tabel 1.3 Efek Ekstrak Infusa Daun Mangifera odorata Terhadap Kadar Trigliserid Total, Kolesterol Total, dan Meningkatkan HDL Total

4. Penyakit Herpes Mangiferin dalam ekstrak infusa daun Mangifera odorata memiliki aktivitas antiherpetic dengan menginhibisi stadium reproduksi Herpes virus. Mangiferin diketahui pula dapat mengeradikasi herpes virus karena memiliki sifat immunostimulan. Mangiferin menginduksi imunitas seluler maupun humoral untuk eradikasi virus. 4.2 Kontraindikasi Kontraindikasi belum didapatkan karena belum ada penelitian yang meneliti kontraindikasi yang ditimbulkan dari infusa daun Mangifera odorata

4.3 Dosis Berdasarkan penelitian Luka, et al Ekstrak daun Mangifera odorata diberikan secara oral dengan dosis 400 mg/kg berat badan.1 Pada daun Mangifera odorata ditemukan kandungan senyawa mangiferin. Mangiferin ditemukan terdapat di plasma darah setelah pemberian ekstrak infusa daun Mangifera odorata antara 50 mg/kg sampai 1000 mg/kg. Level plasma dari mangiferin ditemukan tidak lebih dari 0,05 ug/ml setelah 24 jam follow up. Metabolitnya tidak ditemukan lagi setelah 24 jam dan eksresinya di urin tidak lebih dari 0,1 % selama 24 jam.

5. Laporan Kasus Karena penelitian mengenai Mangifera odorota banyak belum diteliti sehingga untuk laporan kasus hanya sedikit didapatkan. Sehingga sebagian laporan kasus mengenai mangga diambil dari Mangifera indica. Penelitian dan laporan kasus mengenai manfaat tumbuhan mangga kweni (Mangifera ododrata griff) masih jarang. Center for International Forestry Research (CIFOR)dalam Five hundred plant species in Gunung Halimun Salak National Park, West Java A checklist including Sundanese names, distribution and use, yang dipublikasikan tahun 2010 menyatakan bahwa buah mangga kweni (Mangifera ododrata griff) dapat digunakan untuk obat tradisional, yaitu mengobati epilepsi. Akan tetapi belum jelas penelitian yang membuktikan hal ini. Ellyn Kathalina Damayanti dalam Kajian Tumbuhan Obat Berdasarkan Kelompok Penyakit Penting pada Berbagai Etnis di Indonesia yang di buat tahun 1999 melampirkan bahwa Mangifera odorata griff merupakan salah satu tumbuhan obat yang digunakan oleh etnis Menado (Sulut) untuk kelompok penyakit malaria.

Menurut Izunya dkk dalam penelitiannya yang berjudul Morphological and Biochemical Effects of Crude Aqueous Extract of Mangifera indica L. (Mango) Stem Bark on the Liver in Wistar Rats menyatakan bahwa ekstrak aqueous Mangifera Indica dapat menyebabkan penurunan signifikan berat hati tikus wistar. Studi tersebut menyatakan bahwa ekstrak aqueous menyebabkan peningkatan enzim hati tikus sehingga dapat bersifat toksik. Menurut Faraj Omar Alkizim*, Duncan Matheka, Fatma Khalid Abdulrahman, dan Anne Muriithi dalam penelitiannya yang berjudul Inhibitory effect of Mangifera indica on gastrointestinal motility menyatakan bahwa ekstrak mangeifera indica dapat menghambat kontraktilitas jejunum dan dalam dosis yang lebih besar dapat menyebabkan efek yang lebih kuat. Hal tersebut mungkin berkaitan dengan terus meningkatnya molekul agonis yang berikatan dengan reseptor yang dapat menghambat ENS (enteric nervus system) dan menghambat aktivitas muskulus eksterna.

6. Interaksi Obat dan Efek Samping 6.1 Interaksi Obat Kombinasi mangiferin dengan Repaglinide pada pengobatan diabetes tipe 2 dapat disimpulkan bahwa kombinasi ini menurunkan kadar glukosa darah puasa oleh hasil yang lebih rendah dicapai bersama pemberian repaglinide. Kombinasi ini tidak merubah hipokolestremia dan juga mengurangi peningkatan LDL dan VLDL pada pasien yang diobaservasi. Kombinasi obat tidak merubah kadar ALT dan meningkatkan kasar AST yang secara signifikan mengurangi efek pada pemberian bersamaan. Mangiferin aman digunakan sebagai adjuvant pada pengobatan diabetes selama tidak berbahaya da mengurang efek yang bermanfaat pada repaglinide bahkan jika diberikan secara bersamaan. Kombinasi ini dapat mengurangi resistensi insulin dan memodulasi enzim CYP450yang merespon terhadap metabolisme repaglinide bisa digunakan pada terapo dengan catatan mpenting pada dosis pada hipoglisemia.

6.2 Efek Samping Untuk efek samping dari Mangifera odorata belum diketahui secara pasti karena masih belum adanya penelitian yang dilakukan. Diharapkan kedepan dapat dilakukan

penelitian memgenai manfaat dan efek samping yang ditimbulkan dari ekstrak Mangifera odorata.

Daftar Pustaka A.M. Izunya, A.O. Nwaopara, A. Aigbiremolen, M.A.C. Odike, G.A. Oaikhena, J.K. Bankole and 5P.A. Ogarah. 2010. Morphological and Biochemical Effects of Crude Aqueous Extract of Mangifera indica L. (Mango) Stem Bark on the Liver in Wistar Rats. Research Journal of Applied Sciences, Engineering and Technology 2(5): 460-465, BV PHARMA, 2006. BV PHARMA joint venture Company.,Vietnam Ltd. Center for International Forestry Research (CIFOR) dalam Five hundred plant species in Gunung Halimun Salak National Park, West Java A checklist including Sundanese names, distribution and use,Bogor2010 Ellyn Kathalina Damayanti dalam Kajian Tumbuhan Obat Berdasarkan Kelompok Penyakit Penting pada Berbagai Etnis di Indonesia, Bogor 1999. Faraj Omar Alkizim, Duncan Matheka, Fatma Khalid Abdulrahman, Anne Muriithi. 2012. Inhibitory effect of Mangifera indica on gastrointestinal motility. Medicinal Chemistry & Drug Discovery , 2(1) 9-16 K. A. Shah, M. B. Patel, dan P. K. Parmar. Review farmakognosi : Magnifera Indica. 2010. Gujarat; India. Kim CY, Ahn MJ, Kim J. Preparative isolation of mangiferin from Anemarrhena asphodeloide rhizomes by centrifugal partition chromatography. Journal of Liquid Chromatography & Related Technologies. 2006;29:869-75. Luka, C.D and Mohammed, A. Evaluation of the antidiabetic property of aqueous extract of Mangifera odorata leaf on normal and alloxan-induced diabetic rats. J. Nat. Prod. Plant Resour., 2012, 2 (2):239-243. Merwe JD, Joubert E, Malnley M, Beer D, Malherbe CJ, Gelderblom WC. Mangiferin aglucoronidation: Important hepatic modulation of antioxidant activity. Food and Chemical Toxicology. 2012;50(3-4):808-15. Miura, T., H. Ichiki, I. Hashimoto et al. 2001. Antidiabetic activity of a xanthone compound mangiferin. Phytomedicine, 8(2): 85-87. Rashad, M.M. and S.A. Moharib, 2008. Studies of the effect of some plant leaf fibres on the key liver enzymes intermediate carbohydrate and lipid metabolism in rats. Advance in Food Sci., 1: 1-8. Singh SK, Sinha SK, Prasad SK, Kumar R, Bithu BS, Kumar SS, et al. Systhesis and evaluation of novel analogues of mangiferin as potent antypiretic. Asian Pacific Journal of Tropical Medecine. 2011;866-9. V Goud, Kirankumar., Sekhar., Nagaraj,Kiran.,B, Nagaraju.,Ravi., Dr., Hossein. 2013. Drug Interaction of Repaglinide and Mangiferin In Rats. International Journal Of Pharmaceutical And Chemical Sciences Vol. 2 (3) Jul-Sep 2013