Anda di halaman 1dari 23

TAHANAN KAPAL

KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT karena berkat rahmat-Nya, maka tugas Perhitungan Tahanan dan Daya Efektif Kapal dapat selesai sesuai dengan jadwal yang diberikan. Tugas ini diberikan oleh dosen kepada mahasiswa sebagai syarat kelulusan mata kuliah Tahanan Kapal, yang merupakan salah satu mata kuliah pada Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, maka Sumbangan pikiran berupa saran, kritik dan koreksi yang membangun akan sangat membantu kesempurnaan tugas ini. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing, para asisten yang telah banyak membantu dan menuntun sampai terselesaikannya tugas ini. Banyak terima kasih pula kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam penyelesaian tugas ini lewat ide-ide dan motifasi yang telah diberika. Wassalam,

Makassar, Januari 2013

Penulis

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL

DAFTAR ISI Lembar Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan I.1 Tahanan Kapal I.2 Komponen Tahanan kapal I.3 Metode-Metode Penentuan Tahanan Kapal Bab II Penyajian Data 3.1 Ukuran Utama Kapal 3.2 Perhitungan Luas Bidang Basah 3.3 Kerangka Pemikiran Bab III Analisa Perhitungan Tahanan Kapal 3.1 Perhitungan Tahanan Metode Holtrop 3.2 Perhitungan Tahanan Metode Yamagata Bab IV Penutup 4.1 Kesimpulan 4.2 Saran Daftar Pustaka Saran Lampiran Grafik Hubungan V vs EHP Metode Guldhammer dan Holtrop

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL

BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Tahanan kapal merupakan ilmu yang mempelajari reaksi fluida akibat gerakan kapal yang melalui fluida tersebut. Dalam istilah hidrodinamika kapal, tahanan/resistance/drag adalah besarnya gaya fluida yang bekerja pada kapal sedemikian rupa sehingga melawan gerakan kapal tersebut. Tahanan tersebut sama dengan komponen gaya yang bekerja sejajar dengan sumbu gerakan kecepatan kapal. Tahanan kapal mempunyai kurva C Fn, dimana koordinat horizontalnya adalah angka froude : Fn =
Vs gL

Sedangkan ordinatnya adalah koefisien tahanan kapal yang didefenisikan sebagai : C= Dimana : V L g S = Kecepatan kapal = Panjang kapal = percepatan grafitasi = luas permukaan bidang basah
R 0,5 xSxV 2

II.2. Komponen Tahanan Kapal Tahanan kapal dalam penentuan daya efektif propulsi adalah nilai tahanan total, diberi notasi RT, dapat diuraikan menjadi beberapa komponenyang berbeda yang diakibatkan oleh berbagai macam penyebab dan saling berinteraksi dalam cara yang benar-benar rumit.

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
Menurut ITTC ( International Towing Tank Conference ) tahanan kapal dibagi menjadi beberapa komponen sebagai berikut : 1. Tahanan Gesek, RF ( Resistantion Friction ) adalah komponen tahanan yang diperoleh dengan jalan mengintegralkan tegengan tangensial keseluruh permukaan basah kapal menurut arah gerakan kapal. 2. Tahanan Sisa, RR ( Residual Resistance ) adalah kuantitas yang merupakan hasil pengurangan dari tahanan total badan kapal, suatu tahanan gesek yang merupakan hasil perhitungan yang diperoleh dengan memakai rumus khusus. Secara umum, bagian terbesar dari tahanan sisa pada kapal niaga adalah tahanana gelombang ( Wavemaking resistance ). 3. Tahanan Viskos, RV ( Viskos Resistance ) adalah komponen tahanan yang terkait dengan energi yang dikeluarkan akibat pengaruh viskos/kekentalan. 4. Tahanan Tekanan, RP ( Pressure Resistance ) adalah komponen tahanan yang diperoleh dengan jalan mengintegralakan tegangan normal keseluruh permukaan kapalmenurut arah gerakan kapal. 5. Tahanan Tekanan Viskos, RPV ( Viskos Pressuru Resistance ) adalah komponen tahanan yang diperoleh dengan jalan mengintegralkan komponen tegangan normal akibat viskositas dan turbulensi. Kuantitas ini tidak dapat diukur langsung, kecuali untuk benda yang terbenam seluruhnya; dalam hal ini sama dengan tahanan tekanan. 6. Tahanan Gelombang, RW ( Wavemaking Resistance ) adalah komponen tahanan yang terkait dengan energi yang dikeluarkan untuk menimbulkan gelombang gravitasi. 7. Tahanan Pola Gelombang, RWP (Wave Pattern Resistance ) adalah komponen tahanan yang disimpulkan dari hasil pengukuran elevesi gelombang yang jauh dari model kapal; dalam hal ini medan kecepatan bawah permukaan ( subsurface velocity field ), yang berarti momentum fluida, dianggap dapat dikaitkan dengan pola gelombang dengan memakai teori linier. Tahanan yang disimpulkan

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
demikian itu tidak termasuk tahanan pemecahan gelombang ( wave breaking resistance ). 8. Tahanan Pemecehan Gelombang, RWB ( Wave Breaking Resistance ) adalah komponen tahanan yang terkait dengan pemecahan gelombang yang berada di buritan kapal. 9. Tahanan Semprotan, RS (Spray Resistance ) adalah komponen tahanan yang terkait dengan energi yang dikeluarkan untuk menimbulkan semprotan. Sebagai tahanan atas komponen tahanan, diberikan beberapa Tahanan Tambahan (Added Resistance ), R A perlu diuraikan disini : 10. Tahanan Anggota Badan(Appendage Resistance) adalah tahanan dari boss poros, penyangga poros (shaft bracket ) dan poros, lunas bilga dan sebagainya. Dalam memakai model fisik, model tersebut umumnya dilengkapi dengan anggota badan seperti itu disertakan dalam pengukuran tahanan. Umumnya lunas bilga tidak dipasang. Jika tanpa anggota badan maka tahanannya disebut tahanan polos(bare resistance ). 11. Tahanan Kekasaran (Intermental Resist Resistance ) adalah tahanan akibat kekasaran permukaan badan kapal misalnya akibat korosi dan fouling (pengotoran ) pada badan kapal. 12. Tahanan Udara (Air Resistance ) adalah tahanan yang dialmi bagian atas permukaan air serta bangunan atas ( superstructure ) karena gerakan kapal yang menyusuri udara. 13. Tahanan Daun Kemudi (Steering Resistance ) adalah tahanan akibat gerakan daun kemudi. Gerakan daun kemudi ditujukan untuk kelurusan lintasan maupun menufer kapal. Lingkungan juga berpengaruh pada tahanan. Bila kapal bergerak diair yang terbats, dinding pembatas air tersebut akan cukup dekat untuk mempengaruhi tahanan kapal. Terbatas disini diartikan sebagai dekatnya jarak antara dinding pembatas air itu sendiri dalam arah horizontal. Kedangkalan air juga mempunyai pengaruh pada tahanan, yang disebut pengaruh air dangkal ( Shallow Water Effect). Bila membandingkan katerisrtik untuk kerja kapal umunya karateristik didaerah perairan yang

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
mempunyai panjang, lebar dan kedalaman yang terbatas. Selain itu, jika berada dijalur perairan samudera bebas ( sea way ), tahanan kapal akan mengalami perubahan yang berupa : 1. Adanya Tahanan Tambahan (Added Resistance ) akibat angin yang bertiup pada bagian superstructure, R AA. 2. Tahanan menjadi lebih besar akibat gerakan kapal. 3. Adanya tahanan tambahan akibat refleksi gelombang pada badan kapal. 4. Tahanan menjadi lebih besar karena sudut hanyut ( drift angle ) yang ditimbulkan oleh baik angin dan gelombang maupun gerakan daun kemudi. Kenaikan tahanan rata-rata digelombang, R AW, diartikan sebagai kenaikan tahanan rata-rata diangin dan gelombang dibandingkan terhadap tahanan diair tenang pada kecepatan rata-rata yang sama. II.3. Metode Metode Penentuan Tahanan Kapal Dalam menentukan tahanan suatu kapal, digunakan tiga metode, yaitu : 1. Metode Kapal Pembanding Dalam metode ini, untuk menetukan tahanan dari suatu kapal dilakukan dengan cara mengambil suatu contoh kapal dengan type dan ukuran yang sama sehingga dapat diketahui berapa besar tahanan kapal tersebut. 2. Metode Statistik Untuk menentukan berapa besar tahanan suatu kapal dengan mengunakan metode statistik ini dilakukan dengan cara mengambil contoh dari beberapa kapal pembanding dengan type kapal yang sama. Melalui data statistik maka akan diperoleh besar tahanan suatu kapal untuk ukuran yang berbeda. 3. Metode Satu per satu Dalam metode ini, untuk menentukan besar tahanan dari suatu kapal dapat diperoleh dengan jalan menghitung setiap konponen tahanan yang dad pada suatu kapal sehingga diperoleh keseluruhan jumlah tahanan kapal tersebut.

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
Dalam metode satu persatu terbagi lagi menjadi beberapa metode, yaitu : a. Diagram Taylor dan Gertler b. Metode Guldhammer c. Diagram Lapp d. Metode Yamagata e. Metode Ayre Rammers f. Metode Holtrop Namun dalam tugas tahanan kapal ini untuk perhitungan tahanan kapal dengan ukuran yang telah diberikan akan menggunakan 3 metode, yaitu : 1. Metode Guldhammer 2. Metode Yamagata 3. Metode Holtrop

BAB II PENYAJIAN DATA III.1. Ukuran Utama Type kapal Main Dimension Length of Water Line (Lwl) Length Between Perpendicular (Lbp) Breadth (B) Draugth (T) m Velocity (V) = 12 knot = 76,173 m = 74,28 m = 13,34 m = 5,56 : General Cargo

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
Form Coeficient Blok Coefficient Cb) Midship Coeficient ( Cm ) Water Line Coeficient ( Cwl ) = 0,73 = 0,99 = 0,83 = 0,74

Horizontal Prismatik Coeficient ( Cph )

Vertikal Prismatik Coeficient ( Cpv ) = 0,88

III.2 Kerangka Pemikiran Penentuan Dimensi Utama Kapal Penentuan Kecepatan Kapal Perhitungan Tahanan Kapal

Perhitungan Tahanan kapal Metode Holtrop

Perhitungan Tahanan Kapal Metode Guldhammer AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL

Diagram-diagram Tahanan Perhitungan Hambatan total Perhitungan Efektif Power Analisa Grafik

Rumus Formula

Perhitungan Hambatan total

Perhitungan Efektif Power Analisa Grafik

BAB III ANALISA PERHITUNGAN TAHANAN KAPAL III.1 Perhitungan daya efektif dengan metode Holtrop 1. Perhitungan Dimensi Ukuran Utama a. Panjang antara garis tegak (LBP) b. Panjang garis air (Lwl) c. Lebar kapal (B) d. Tinggi kapal (H) e. Sarat kapal (T) f. Displacement = 74,28 m = 76,137 m = 13,34 m = 6,68 m = 5,56 m = 4246,05 ton

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
g. Volume kapal h. Jarak titik B ke AP i. Luas Garis Air j. Luas Permukaan Basah k. Sudut kemiringan entrance l. Kecepatan dinas m. Luas bagian tambahan 2. Koefisien-koefisien Utama a. Harga Cb b. Harga Cm c. Harga Cw d. Harga Cp e. Harga Sarat Depan (Td) f. Harga Sarat Belakang (Tf) (100/LWL) (49781 = 1,220 h. Harga Bilangan Reynold (Rn) = (Vs x Lwl / v), dimana viskositas kinematis = 1,1883.10-6 m2/s = (6,17 m/s x 76,137 / 1,1883.10 -6 m2/s) = 395504900,78 i. Harga bilangan Froude (Fn) = Vs/(g x Lwl)0,5 = 6,17 / (9,81 x 76,137)0,5 = 0,23 3. Tahanan Gesek (Rf) AKMAL / D311 10 253 74,28/2) x (100/76.137) = 0,73 = 0,99 = 0,83 = 0,74 = 5,56 m = 5,56 m = 4125,98 m3 = 49781 m = 1094,49 m2 = 1461 m2 = 53o = 12 knot = 43,833 m2

10

g. Harga Presentase letak titik tekan (LCB) = (XB - LBP/2) X

TAHANAN KAPAL
a. Harga koefisien gesek (formula ITTC 1957) Cf = 0,075 / (log Rn 2)2 Cf = 0,075 / (log 395504900,78 2)2 = 0,075 / (8,597 2)2 = 0,0017 b. Panjang bagian kapal yang mengalami hambatan langsung (Length of Run), LR ditentukan dengan formula : LR = Lwl.{1-Cp + [(0,06.Cp.%LCB)/(4.Cp -1)]} = 76.137 {1-0,74 + [(0,06. 0,74 . 1,22)/(4.0,74 1)]} = 21,90 m c. Harga faktor lambung (1+k1) ditentukan dengan formula : 1+k1 = 0,93 +{ [0,487118(B/Lwl)]1,06806.(T/Lwl) (Lwl/LR)
0,121563 0,46106

11

. (Lwl3/displacement)0,3486/(1

Cp)0,604247)} = 0,93 + {[0,487118(15.22/76.137)] 1,06806 . (5.5/76.137)0,46106 . (76.137/21.90)0,121563. (76.1373/4246.05)0,3486/(1-0,74)0,604247 = 1.242 d. Harga Hambatan gesek (Rf) ditentukan dengan formula : Rf = /2.Vs2.S.Cf.(1+k1) , Dimana = 104,51 kg.dt/m3 = 104,51kg.dt/m3/2.( 6.17m/s )2.1774 m2 . 0,0017. 1,207 = 6226,32 N 4. Perhitungan bagian Tambahan (RAP) Tahanan komponen tambahan adalah tahanan gesek yang dialami oleh komponen tambahan kapal yang berada diluar lambung kapal. RAPP Dimna : SAPP = 104,51 kg.dt2/m4 Vs = kecepatan kapal (m/sec) = Luas bidang basah komponen tambahan = 0,5 Vs2 SAPP (1+k2)eq Cf (KN)

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
(1+k2) = Koefisien komponen tambahan (1+k2)eq = (1+k2)SAPP/SAPP RAPP = 297,0326 N

12

5. Tahanan Akibat Hambatan Gelombang (RW) RW c1 c7 c2 c3 ABT = c1c2c5 g exp[m1Fnd + m2cos(Fn-2)] (KN) = 2223105c73,78613(T/B)1,07961(90 iE)-1,37565 = B/L = exp(-1,89c3);factor reduksi tahanan gelombang akibat = 0,56ABT1,5/[BT(0,31(ABT)0,5 + T];koefisien akibat pengruh haluan gembung terhadap tahanan gelombang. = luas penampang melintang haluan gembung pada perpotongan Antara garis air tenang dengan linggi haluan (m2). T hB c5 AT m1 c16 m2 c15 d iE = sarat kapal (m) = jarak titik pusat ABT terhadap keel (m). = 1 [0,8AT/BTCm);factor pengaruh transom yang

Dimana :

haluan gembung.

terbenam (m2). = luas penampang melintang transom yang terbenam (m2). = 1,446Cp 0,03L/B = (0,0140407L/T)-(1,752541/3/L)-(4,7932B/L)-c16 = 8,07981Cp 13,8673Cp2 + 6,984388Cp3 = c15Cp2exp(-0,1Fn-2) = -1,69385 = -0,9 = setengan sudut masuk adalah sudut yang dibentuk oleh garis air pada haluan gembung dalam derajat dengan center plane.

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
RW =8491,94 N

13

6. Tahanan tekanan tambahan dari haluan gembung dekat permukaan air (RB) RB PB Fni RB = 0,11 [ exp(-3PB-2)] Fni3ABT1,5 g/(1 + Fni) (KN) = 0,56(ABT)0,5/(T 1,5hB); angka darurat haluan gembung. = Vs/[g(T hB 0,25ABT) + 0,15Vs2]0,5; froude number akibat benaman haluan gembung. = 0 N ( Karena tidak memakai Bulbous Bow maka ABT = 0)

Dimana :

7. Tahanan tekanan tambahan akibat adanya transom yang terbenam (RTR) RTR c6 c6 FnT RTR = 0,5 Vs2 AT c6 (KN) = 0,2(1 0,2 FnT) = 0untuk FnT > 5 = Vs/[2gAT/(B + BCwp)]0,5; = 398,2193 N untuk FnT < 5

Dimana :

8. Tahanan akibat korelasi model kapal (RA) RA = 0,5 Vs2 S CA (N)

Korelasi tahanan model kapal dengan diperkirakan pada gambaran awal dari pengaruh kekasaran lambung dan tahan udara tenang. Dari sebuah analisis terhadap hasil pada kecepatan uji coba, yang telah dibenarkan pada CA c4 c4 kondisi ujicoba ideal, rumus berikut koefisien korelasi yang dizinkan (CA) adalah : = 0,006(L+100)-0,16-0,00205 + [0,003(L/7,5)0,5CB2c2(0,04-c4) =TL = 0,04 untuk T/L < 0,004 untuk T/L > 0,04

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
RA = 1667,2447 N

14

9. Tahanan total (Rtotal) Rtotal Rtotal = Rf(1+k1) + RAPP + RW + RB + RTR + RA (N) = 17080,7581 N

10. Daya Efektif (PE) PE PE = Rtotal x Vs (KW) = 105559,085 KW

11. Daya kuda Efektif (EHP) EHP EHP1 = PE/7355 (HP) = 1405,81 hp

PERHITUNGAN TAHANAN KAPAL METODE J.HOLTROP & G.G.J.MENNEN


No. Item /Formula Unit Kecepatan V3

V1

V2

V4

V5

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. Kecepatan (Vk) Kecepatan (Vs) Fn =Vs / (g . lwl)1/2 Rn CF LR (1+k1) RF (1+k2) RAP Koef.l koef.C1 koef.C3 koef.C2 koef.M1 koef.M2 koef.P5 RW koef.Pb Fni RB koef.Ck RTR koef.C4 koef.Ca RM RT EHP= RT/75 kg kg HP kg kg kg N kg (02).Lwl.106/u 0,075/(log.Rn-2)2 Knot m/s 10.00 5.14 0.19 329587417.32 0.00177 21.90 1.24 4429.52 1.98 211.31 0.90 6.29 0.00 1.00 -2.17 0.00 1.00 1532.42 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.04 0.00 1109.10 7282.36 499.47 11.00 5.66 0.21 362546159.05 0.00174 21.90 1.24 5292.29 1.98 252.47 0.90 6.29 0.00 1.00 -2.17 0.00 1.00 3422.13 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.04 0.00 1342.01 10308.90 777.76 12.00 6.17 0.23 395504900.78 0.0017 21.90 1.24 6226.32 1.9750 297.0326 0.8988 8.2289 0.0000 1.0000 -2.1796 -0.0072 1.0000 8491.94 0.00 0.00 0.00 0.00 398.22 0.04 0.00 1667.24 17080.76 1405.81 13.00 6.69 0.24 428463642.51 0.00171 21.90 1.24 7230.87 1.98 344.96 0.90 6.29 0.00 1.00 -2.17 -0.02 1.00 12132.35 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.04 0.00 1874.37 21582.55 1924.36

15

14.00 7.20 0.26 461422384.25 0.00169 21.90 1.24 8305.29 1.98 396.21 0.90 6.29 0.00 1.00 -2.17 -0.04 1.00 18850.55 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.04 0.00 2173.83 29725.88 2854.32

III.2 Perhitungan daya efektif menurut metode Guldhammer 1. Menghitung harga Fn Fn = vs / (g x lwl)0,5 AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
= 6,1728 / (9,81 x 76,137)0,5 = 0,23 2. Kecepatan Kapal (Vk) Vk = 12 knot 3. Kecepatan kapal (m/s) Vs = 6,1728 m/s 4. Kecepatan kapal
2

16

(Vs2) = 38,10 (m/s)2

5. Menghitung harga 0,5 x x S x V2 = kecepatan massa zat cair = 1025,9 S = luas bidang basah (simpson rule) n o a b 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 ordinat 0 3.08 3.57 7.4113 8.3306 8.8043 9.8548 10.6044 11.1298 11.5501 11.5501 11.5501 11.5501 11.5501 11.5501 11.5501 11.4621 11.0862 10.3263 9.3623 fs 0.5 2 1.5 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 o . Fs 0 6.16 5.355 29.6452 16.6612 35.2172 19.7096 42.4176 22.2596 46.2004 23.1002 46.2004 23.1002 46.2004 23.1002 46.2004 22.9242 44.3448 20.6526 37.4492 AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
7 1 8 1 9 2 0

17

7.9897 6.6208 0

2 4 1 =

15.9794 26.4832 0 599.361

Luas Bidang basah = 2/3 x lbp/20 x = 2/3 x 74,28 x 599,361 = 1484,0178 m2 0.5 x x S x V 0,5 x 1025,9 x 1484.018X38.10 29005380.4 8 N Lwl x B x T x Cb x g x c 76.137 x 13.34 x 5.56 x 0,73 x 1,025 x 1,004 4246.05 m

= = = = = =

76 .137
1 3

4246 .05

1 3

6 7 8

= 4.70 Menentulkan harga 103 CR untuk L/V1/3 = fig.5.5.6 4.5 = Menentukan harga 103 CR untuk L/V1/3 = fig.5.5.7 5 = Menentukan harga 103 CR untuk L/V1/3 =interpolasi {((5,5 - 5,03)x(1,47 - 1,65))-((5,5 = -5)x1,47)}/(5 - 5,5) 1.737155 = 86 Menentukan koreksi koefisisen tahanan sisa akibat rasio B / T Perbandingan antara Lebar dengan Sarat ( B/T ) B/T = 13.34/5.56 = 2.40 10 CR = 0.16 ( B / T - 2.5 ) + 10 CR (B / AKMAL / D311 10 253

1.83 1.60

TAHANAN KAPAL
T - 2.5) = -0.1911 Menentukan koreksi koefisisen tahanan sisa akibat letak 10 LCB LCB aktual = 0.480 LCB fig 10 standar = = 0.02 LCB aktual - LCB D LCB = standar = 0.460 D 103CR / D LCB 11 12 13

18

14

15

0 LCB = 1,567 x 0,22 Koreksi Akibat Bentuk Gading = 0 Badan depan ekstrim v = 0.1 Badan belakang normal U = 0.1 Koreksi Akibat Bentuk BOW = 0 Menentukan harga koreksi koefisien hambatan sisa akibat adanya bagian tambahan dengan mengalikan 10 CR dengan faktor tambahan 8 - 13% = 1.069357461 x 0,08 = 0.139 Menentukan harga resultance 10 CR dengan menjumlahkan point 8,9,10,11,12,13 1,0694 - 0,3263 - 0 + (0.1 + 0.1) + = 0,086 = 1.885 Menentukan harga (10^6 RN)
VxLW L RN = v

fig 11 = =

(6.17x 88.71) / (1,91 x 10^-6) 246062028. = 06 Menentukan harga koefisien hambatan gesek 16 (10 CF) 10 CF = 0,075/(LOG Rn-2)^2 0.075/(LOG 286707976.96 = 2)^2 = 0.00184 17 Menentukan harga 10 CF' akibat adanya bagian = AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
tambahan

19

18

19 20 21

22

23 24

1.02 x = 0.0018 = 0.002 Menentukan harga koefisien hambatan akibat kekerasan mode (10 CA) 10 CA = point 14 = 1.885 Menentukan harga koefisien hambatan angin (10 CAA) 10 CAA = 0.07 Menentukan harga koefisien hambatan steening (10 CAS) 10 CAS = 0.04 Menentukan harga koefisien tahanan total (10 RT) dengan menjumlahkan nilai-nilai pada point 14,17,18,19,20 6.681 + 0.002 + 1.681 + 0.07 10 RT = 0.04 = 3.882 Menentukan harga koefisien hambatan total (RT) dengan mengalikan nilai pada point 5 dengan point 21 dan membaginya dengan 1000 (34593642.35 + RT = 3.474)/1000 112597.978 = 5 N Menentukan harga daya efektif (EHP) dengan menglikan point 3 dengan point 22 EHP = 6.1728 + 120189.5278 = 695044.802 W EHP dan HP EHP = 174190.917/735.5 = 945.00 HP 10 CF'

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL

20

PERHITUNGAN TAHANAN KAPAL METODE GULDHAMMER


No. 1 2 3 4 5 Item /Formula Fn =Vs / (g . lwl) Kecepatan (Vk) Kecepatan (Vs) Kecepatan2 (Vs2) 0,5 . r . S . Vs2 Displacement L / V1/3
1/2

Unit Knot m/s (m/s)2 N m3

Kecepatan V1 0.17 9.00 4.6296 21.43319616 16315527 4246.05000 4.70 0.65 0.6 0.68 V2 0.21 11.00 5.6584 32.01749056 24372577 4246.05000 4.70 0.84 0.7 0.92 V3 0.23 12.00 6.17 38.103460 29005380.48 4246.05 4.70 1.21 1.10 1.74 V4 0.24 13.00 6.69 44.718644 34041036.81 4246.05000 4.70 1.43 1.20 1.57 V5 0.26 14.00 7.2016 51.86304256 39479545.65 4246.05000 4.70 1.64 1.29 1.85

6 7 8

103CR for L/V1/3 = fig.3 103CR for L/V1/3 = fig.4 103CR for L/V1/3 =interpolasi

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
9 10 B/T corection for B/T LCB aktual = LCB Standard LCB standard (% Lbp) fig.10-11 D LCB D 103CR / D LCB corection for LCB Corection for section lines : corection for Fore body Corection for After body correction for Bow LCB corection for appendages : Shaft brackets & Shafts; 8-13%CR Result 103CR=(8)+(9)+(10)+(11)+(12)+(13) Rn = L.Vs/u CF CF' (for Appendages=1,02xCF CA (Incremental Resistance) CAA (Air Resistance) CAS (Steering Resistance) CT =(14+17+18+19+20) RT = (5)x(21)/1000 EHP(W)=(3)x(22) EHP(Hp)=(23)/735,5 N w Hp 2.40 -0.0846 0.480 1.75 -1.270 0.000 0.00 0.10 0.10 0.00 0.00 0.054384272 0.85 295956217.6 0.00179 0.001826788 0.85 0.07 0.04 1.811 29547.96 136795.2 185.99 2.40 -0.1091 0.480 1.00 -0.520 0.000 0.00 0.10 0.10 0.00 0.00 0.073878894 1.09 361724266 0.00174 0.00177856 1.09 0.07 0.04 2.288 55770.60926 315572.4 429.06 2.40 -0.19 0.480 0.02 0.460 0.00 0.00 0.10 0.10 0.00 0.00 0.138972469 1.89 246062028.06 0.00184 0.002 1.89 0.07 0.04 3.88 112597.98 695044.80 945.00 2.40 -0.1740 0.480 -0.70 1.180 0.00 0.00 0.10 0.10 0.00 0.00 0.125367651 1.72 266567197.07 0.00182 0.002 1.72 0.07 0.04 3.55 120807.39 807863.17 1098.39

21

2.40 -0.2023 0.480 -1.20 1.680 0.00 0.00 0.10 0.10 0.00 0.00 0.147889903 1.99 460376338.5 0.00169 0.001723086 1.99 0.07 0.04 4.100 161871.49 1165733.7 1584.95

11

12 13

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

BAB V PENUTUP V.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan tahanan kapal dengan menggunakan Metode Yamagata , dan Metode Holtrop diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Penganalisaan dasar dalam menentukan tahanan kapal dengan menggunakan Metode Holtrop dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : Semua data mengacu pada kecepatan suatu kapal.

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
Komponen terdiri dari tahanan-tahanan yang terjadi pada kapal Variabel bentuk kapal dihaluan

22

Variabel komponen kapal tambahan Variabel komponen dari luas tambahan kapal 2. Secara Umum, tahanan suatu kapal dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu : Bentuk badan kapal. Kondisi daerah pelayaran. Bentuk permukaan kulit kapal. Variabel gelombang. Variabel cuaca. Dan lain-lain. 3. Hasil perhitungan tahanan kapal (RT) dengan menggunakan Metode Guldhammer tahanan cenderung kapal lebih kecil dibandingkan Metode perhitungan dengan mengunakan

Holtrop, dan berbanding lurus dengan Eefective Horse Power (EHP), perbedaan ini disebabkan oleh beberapa faktor : Perbedaan jumlah dan macam komponen tahanan kapal yang diperhitungkan. Perbedaan formula yang digunakan. 4. Berdasarkan tabulasi perhitungan tahanan kapal Metode Guldhammer dan Metode Holtrop dapat disimpulkan bahwa semakin besar kecepatan kapal, semakin besar pula tahanan kapal tersebut (RT) sehingga EHP dan BHP juga semakin besar. V.2. Saran Adapun saran-saran penulis setelah menyelesaikan tugas Tahanan Kapal adalah sebagai berikut :.

AKMAL / D311 10 253

TAHANAN KAPAL
Masih perlu adanya penambahan literatur-literatur, buku pedoman sehingga dapat lebih memperlancar proses penyalesaian tugas.

23

AKMAL / D311 10 253