Anda di halaman 1dari 8

Pendidikan dan Konsultasi Gizi Dasar

Masalah Perilaku-perilaku yang Berkaitan dengan Masalah Gizi (Sumatera Barat)


Fazrina Khasanah May Syarah Nia Novita Sari Puan Adhani Kurnia Ria Desta Anggraini

Pola makan Sumatra barat


pola makan orang Indonesia terdiri dari nasi, ikan dan sayur. Itulah hidanganyang biasa dikonsumsi hampir setiap hari pada rumah tangga di Sumatera Barat. Yang membedakan dengan masakan etnis lain adalah pengolahan lauk terutama ikan dan daging dengan bahan utama paduan antara kelapa, cabe dan bumbu yang banyak sehingga menghasilkan masakan yang mempunyai cita rasa yang khas.

Masalah gizi akibat pola makan masyarakat sumatara barat


apabila dikaitkan dengan kadar lemak yang dapat mengakibatkan kolesterol tinggi, dan tanpa kita sadari di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita hampir 60 % pasiennya adalah masyarakat sumatera barat ( Minang) hal ini sudah dapat diindikasikan kondisi kesehatan ini tidak terlepas dari pola makan masyarakat minang.

Ternyata pola makan menurut para ahli gizi sangat berpengaruh , sumatera barat sebagai daerah yang menggangap belum makan apabila belum makan nasi ternyata memiliki konsumsi energi lebih tinggi dari konsumsi nasional, akan tetapi konsumsi energi yang diperoleh oleh masyarakat ini diperoleh dari beras dan terigu, beras ternyata tidak sepenuhnya baik untuk tubuh,

dimana kita ketahui kandungan gula pada beras apabila tidak dimanfaatkan oleh tubuh dapat meningkatkan kandungan kolesterol pada tubuh, dan dapat menjadi penyebab terjadi penyakit diabetes pada tubuh

Masakan Minang dan Resiko Penyakit Kardiovaskuler


Hubungan makanan dengan penyakit jantung dikenal setelah adanya hipotesa diet- heart pada tahun 1958 oleh Keys dan kawan-kawanDalam hipotesa itu diterangkan bahwa konsumsi makanan mengandung lemak jenuh dan kolesterol akan menyebabkan resiko terjadinya penyakit jantung. Banyak penelitian dan eksperimen di laboratorium setelah itu makin memperkokoh hubungan erat antara makanan lemak jenuh dengan aterosklerosis.

Masakan sumbar dan resiko dengan penyakit sroke


jumlah penderita stroke meningkat karena pola makan masyarakat Minangkabau yang amat doyan mengonsumsi makanan berlemak tinggi. Ini membuat angka kematian akibat penyakit ini juga meningkat antara 20 hingga 30 persen. Sedangkan angka kecacatan belum terukur. Kebiasan mengkonsumsi makanan berlemak tinggi juga membuat penderita diabetes meningkat sekitar dua hingga empat persen.

Masakan sumbar dan resiko dengan penyakit jantung koroner


Masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) punya potensi paling besar menderita penyakit jantung koroner di Indonesia. Ini karena budaya makan masyarakat yang banyak mengonsumsi kolesterolPenyakit ini terjadi karena terganggunya peredaran darah di dalam tubuh. Penyempitan pembuluh darah ke jantung mengakibatkan jantung koroner. Menurut faktor risiko atau pendukung penyakit ini, di antaranya hipertensi, kolesterol yang tinggi, kelebihan kadar gula (diabetes melitus), merokok, stres, dan kurang olahraga.