Anda di halaman 1dari 38

mari sejenak kita belajar BIOLOGI . hehee karena ada tugas kelompok..

iseng-iseng aja share dsini juga CILIATA


Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) . Pada fase hidupnya yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel. Memilki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar), yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensintesis RNA, juga berperan penting dalam reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ada vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhya. Banyak hidup di air laut dan tawar. Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli . Alat geraknya berupa rambut getar (silia). Ciliata mempunyai beberapa ciri-ciri , antara lain : a. Struktur tubuh 1. Kebanyakan ciliata berbentuk simetris kecuali ciliate primitiv, simetrinya radial. 2. Tubuhnya diperkuat oleh perikel, yaitu lapisan luar yang disusun oleh sitoplasma padat 3. Tubuhnya diselimuti oleh silia , yang menyelubungi seluruh tubuh utama disebut silia somatic 4. Ciliata mempunyai dua tipe inti sel (nukleus), yaitu makronukleus dengan mikronukleus. 5. Ciliata tidak mempunyai struktur khusus pertukaran udara dan sekresi nutrisi dan cara makan Ciliata memilki mulut atau sitosom yang terbuka menjadi saluran pendek. Di sitofaring pada hewan primitiv , mulut terletak di ujung interior tetapi pada kebanyakan Ciliata , bagian tersebut diganti oleh bagian posterior. Terdapat dua macam mulut pada ciliata yaitu: 1. Mulut membran berombak : merupakan ciliata yang menyatu dalam barisan panjang 2. Membran yang berupa barisan pendek dari cilia yang bersatu membentuk piringan Fungsi ciliata pada mulut adalah untuk menghasilkan makanan dan mendorong partikel makanan menuju sitofaring . Contoh anggota Ciliata yang terkenal misalnya Paramecium. Gambar 1.1 Stentor

Gambar 1.2 Didinium

Gambar 1.3 Vorticella

a. Struktur Paramecium Ujung depan tubuh tumpul, sedangkan belakang meruncing hingga bentuknya seperti sandal atau sepatu. Terdapat contoh Ciliata yang lain antara lain seperti : 1. Stentor ; Bentuk seperti terompet dan menetap di air tawar yang tergenang atau mengalir. Makanan hewan ini adalah Ciliata yang ukurannya lebih kecil. 2. Didinium ; Merupakan predator pada ekosistem perairan yaitu pemangsa Paramecium. 3. Vortisella ; Bentuk seperti lonceng, bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang dilengkapi silia sekitar mulutnya. Hidup di air tawar , menempel dengan tangkai batang yang bersifat kontraktil pada substrak. Makananya berupa bakteri atau sisa-sisa bahan organik yang masuk bersama aliran air melalui celah mulutnya. 4. Styllonichia ; Bentuknya seperti siput, silia berkelompok 5. Ballanthidium coli ; habitatnya pada kolon atau usus besar manusia bagian asenden dan transenden yang dapat menyebabkan gangguan pada perut.

Ciliata (latin, cilia = rambut kecil) atau Ciliophora/Infosoria bergerak dengan cilia (rambut getar). Cilia terdapat pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Cilia membantu pergerakan makanan ke sitostoma. Makanan yang terkumpul di sitostoma akan dilanjutkan ke sitofaring. Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan. Sel Ciliata memiliki dua inti: makronucle dan mikronuclei. Makronukleus memiliki fungsi vegetatif. Mikronukleus memiliki fungsi reproduktif, yaitu pada konjugasi. Ciliata hidup bebas dilingkungan berair, baik air tawar maupun laut. Ciliata dapat hidup secara baik parasit maupun simbiosis. Contoh dari Ciliata adalah Balantidium coli, Vorticella, dan Paramecium Ciliata (latin, cilia = rambut kecil) atau Ciliophora/Infosoria bergerak dengan cilia (rambut getar). Cilia terdapat pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Cilia membantu pergerakan makanan ke sitostoma. Makanan yang terkumpul di sitostoma akan dilanjutkan ke sitofaring. Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan. Sel Ciliata memiliki dua inti: makronucle dan mikronuclei. Makronukleus memiliki fungsi vegetatif. Mikronukleus memiliki fungsi reproduktif, yaitu pada konjugasi. Ciliata hidup bebas dilingkungan berair, baik air tawar maupun laut. Ciliata dapat hidup secara baik parasit maupun simbiosis. Contoh dari Ciliata adalah Balantidium coli, Vorticella, dan Paramecium Ciliata (latin, cilia = rambut kecil) atau Ciliophora/Infosoria bergerak dengan cilia (rambut getar). Cilia terdapat pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Cilia membantu pergerakan makanan ke sitostoma. Makanan yang terkumpul di sitostoma akan dilanjutkan ke sitofaring. Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan. Sel Ciliata memiliki dua inti: makronucle dan mikronuclei. Makronukleus memiliki fungsi vegetatif. Mikronukleus memiliki fungsi reproduktif, yaitu pada konjugasi. Ciliata hidup bebas dilingkungan berair, baik air tawar maupun laut. Ciliata dapat hidup secara baik parasit maupun simbiosis. Contoh dari Ciliata adalah Balantidium coli, Vorticella, dan Paramecium

Protozoa
PENDAHULUAN 1. Pengertian Protozoa ialah hewan-hewan yang bersel satu dengan ukuran microshopis tetapi ada pula yang dapat dilihat macroshapis. Pada umunya sel adalah mikroshopis tetapi ada juga sel yang makroshopis.Misalnya : telur Protozoa merupakan filum hewan bersel satu yang dapat melakukan reproduksi seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif). Jika kondisi lingkungan tempat hidupnya tidak menguntungkanmaka protozoa akan membentuk membran tebal dan kuat yang disebut Kista. Ilmuwan yang pertama kali mempelajariprotozoa adalah Anthony van Leeuwenhoek. Sel protozoa terdiri atas protoplasma yang dibungkus oleh membran sel. Protoplasma sendiri terdiri atas nukleus (inti sel) dan sitoplasma (cairan sel). Sitoplasma dibagi menjadi endoplasma dan ektoplasma. Endoplasma umumnya berwarna lebih keruh karena mengandung organel-organel sel, sedangkan ektoplasma berada lebih dekat dengan membran sel dan lebih jernih.Protozoa tidak memiliki organ sejati dan bergerak dengan alat-alat gerak berupa flagel (bulu cambuk), cilia (bulu getar), pseudopodia (kaki semu), atau dengan tubuh sel itu sendiri. Alat gerak tersebut dijadikan dasar identifikasi Filum Protozoa. 2. Ciri-ciri umum protozoa Ukuran protozoa bervariasi yaitu mulai kurang dari 10 mikron dan ada yang mencapai 6mm,meskipun jarang.Di perairan protozoa adalah penyusun zooplankton.Makanan protozoa meliputi balteri,jenis protista lain,atau detritus( materi organik dari organisme mati).Protozoa hidup hidup soliter atau berkoloni.Jika keadaan lingkungan kurang menguntungkan,protozoa membungkus diri membentuk sista untuk mempertahankan diri.Bila mendapatkajn lingkungan yang sesuai hewan ini akan aktif lagi.Cara hidupnya ad uyang saprofit,parait dan hidup bebas. Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria. Ciri-ciri umum : 1. Organisme uniseluler (bersel tunggal) 2. Eukariotik (memiliki membran nukleus) 3. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok) 4. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) 5. Hidup bebas, saprofit atau parasit 6. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup 7. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagela a) Struktur tubuh Protooa bersel tunggal srta mempunyai organisai sel yang sederhana.Semua kegiatan dilakukan oleh sel itu sendiri.Organel-organel untuk melakukan kegiatan hidup,antara lain,membran plasma,sitoplasma,dan mitokondria.Beberapa jenis protozoa memiliki inti lebih dari 1. b) Alat gerak Alat gerak pada protozoa berupa bulu cambuk(flagela,bulugetar(silia),dan kaki semu (pseudopodia). c) Reproduksi Sebagian besar Protozoa berkembang biak secara aseksual (vegetatif) dengan cara : 1. Pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti dan diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru.Pembelahan biner terjadi pada Amoeba. Paramaecium, Euglena. Paramaecium membelah secara membujur/

memanjang setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi.Euglena membelah secara membujur /memanjang (longitudinal). 2. Spora, Perkembangbiakan aseksual pada kelas Sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut sporozoid. Seksual (Generatif) Perkembangbiakan secara seksual pada Protozoa dengan cara : 1. KonjugasiPeleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya. Pada Paramaecium mikronukleus yang sudah dipertukarkan akan melebur dengan makronukleus, proses ini disebut singami. 2. Peleburan gamet Sporozoa (Apicomplexa) telah dapat menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Peleburan gamet ini berlangsung di dalam tubuh nyamuk. d) Cara Makan Holozoic ialah makanan hewan lain dengan melalui mulut nya (mulut semu) Saprozoic ialah meng-absortir nutrisi yang telah larut dari hewan (zoic = hewan) Sapropitic ialah meng-absortir nutrisi yang telah larut dari tumbuhan Halophytic ialah hewan tersebut mendapat makanan secara fotosintesis

PEMBAHASAN Berikut dibahas 4 kelas Protozoa secara terperinci yaitu Rhizopoda,Flagelata,Ciliata,dan Sporozoa. Sekurang-kurangnya ada 15.000-20.000 jenis protozoa.Jenis-jenis tereburt termasuk fosilfosil yang berasal dri zaman Kambrium(600 juta tahun yang lalu) yang belum diklasifikasikan secara memadai.Akan tetapi,berdasarkan alat geraknya,protozoa dibagi menjadi 5 kelas,yaitu sebagai berikut. 1. Rhiozopoda atau sarcodina,alat geraknya berupa kaki semu atau pseudopodium. 2. Flagelata atau mastigophora,alat gerak berupa bulu cambuk atau flagela. 3. Ciliata,alat geraknya berupa rambut getar atau silia 4. Sporozoa,hewan ini tidak mempunyai alat gerak 5. Suctoria,hewan ini mempunyai bulu getar hanya pada tahap awal hidupnya.Olehkarena itu sering dikelompokkan dalam kelas ciliata.Sedangkan pada saat dewasa,suctoria bersifat sessil(melkat pada suatu tempat).Contoh: Podophyra dan Sphenophyra hidup parasit pada Paramaecium dan Stentor. A. Rhizopoda Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia)yang merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba.Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas), contohnya Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria. Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme, contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli Struktur tubuh Amoeba Jika kita lihat tubuh amoeba maka dapatlah kita melihat bahwa tubuhnya dapat berubah-ubah. Pada tubuh bagian luar terdapat membran sel (membran plasma). Membran plasma berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur pertukaran zat misalnya zat makanan, ekskresi. Alat gerak yang digunakan adalah dengan membentuk pseudopodia serta dapat menangkap rangsangan kimia dari luar tubuhnya. Bagian dalam terdapat sitoplasma yang dibedakan menjadi ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam).

Cara bergerak Amoeba dengan menggunakan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran dari sitoplasma. Pseudopodia digunakan untuk bergerak dan menelan mangsa (makanannya). Beberapa jenis amoeba membentuk sista dan di dalam sista terjadi pembelahan secara mitasis. Sista akan dikeluarkan bersama faeses (tinja), kemudian tersebar pada makanan dan minuman, akhirnya disebarkan oleh lalat. Berdasarkan cara hidupnya Amoeba ada yang hidup parasit tapi ada pula yang hidup saprofit dalam tubuh manusia. B. Flagellata (Mastigophora) Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan. Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu : Fitoflagellata Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya : Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator.Zooflagellata Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas).Contohnya : Trypanosoma gambiens, Leishmania Mastighopora yang bersifat parasit adalah genus Trypanosoma dan genus Trichomonas. Beberapa jenis Mastigophora yang bersifat parasit dan penyakit yang ditimbulkannya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel: Jenis Mastigophora dan penyakit yang ditimbulkannya No. Nama Jenis Mastigophora Penyakit yang ditimbulkannya 1. Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense Parasit dalam darah manusia dan dapat menyebabkan penyakit tidur.Di Afrika penularan dilakukan oleh lalat Tse-tse yaitu Glosina palpalis. Trypanasoma cruzi Penyakit chagas di Amerika Trypanasoma evansi Penyakit sura pada hewan Trypanosoma brucei Penyakit nagana pada sapi dan kerbau Trypanasoma vaginalis Keputihan pada vagina wanita Trypanasoma foetus Parasit pada vagiana sapi C. Ciliata (Ciliophora) Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual.Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air tawar. Sifat hidup cilliata ada yang hidup bebas dan adapula yang parasit. Contoh cilliata yang hidup bebas adalah Paramecium candatum dan yang hidup parasit adalah Nyctoterus ovalis yang hidup di dalam usus kecoa adalah Balantidium coli yang parasit pada babi dan dapat menyebabkan penyakit balantidiosis (disentri balantidium). Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli. Dalam tubuh Paramecium memiliki dua macam inti (nucleus) yaitu inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronucleus). Di samping itu memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut yang berguna untuk

mengeluarkan sisa makanan. Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak melayang-layang di dalam air. Hal ini akan terlihat jika menggunakan mikroskop. Sedangkan cara menangkap makanan adalah dengan cara menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya. Berkembangbiak Paramecium adalah dengan cara: a) Aseksual atau dengan cara membelah diri yaitu dengan pembelahan biner dimana sel membelah menjadi 2 kemudian menjadi 4, 8 dan 16 dst. Pembelahan diawali dengan pembelahan mikronukleus dan diikuti dengan pembelahan makronucleus. Perhatikan gambar pembelahan diri Paramecium. b) Seksual atau perkembangbiakan secara kawin Caranya adalah dua sel saling mendekat, menempel pada bagian mulut sel untuk kawin. Artinya kedua hewan ini sedang mengalami konjugasi. Selanjutnya terbentuk saluran konjugasi diantara kedua sel ini. Dan melalui saluran ini terjadi tukar-menukar mikronukleus. Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang lain, demikianlah sebaliknya.

Selanjutnya perhatikan gambar berikut ini: Sedangkan contoh hewan Cilliata yang lainnya adalah 1. Stentor: hidup di sawah-sawah atau air tergenang banyak mengandung bahan organik. 2. Didinium: merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa. 3. Vorticella: bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel. 4. Stylonichia: mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus, hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik D. Apicomplexa (Sporozoa) Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang. Hidupnya parasit pada manusia dan hewan. Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax. Gregarina. Perkembangbiakan/siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium: a) Schizogonia Terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang b) Sporogoni Pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif. c) Gamogoni Tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk. Contoh-contoh Sporozoa antara lain: a) Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 48 jam. b) Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 72 jam. c) Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur.

d) Plasmadium ovale, disebut malaria ovale tertiana, akan tetapi gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan Plasmodium vivax. Fase hidup Plasmodium: a) Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit. b) Bersama aliran darah sporozoit menuju hati, selama 3 hari. c) Sporozoit membelah menjadi 8 32 merozoit, keluar dari hati kemudian menginfeksi sel hati lain dan membentuk merozoit baru. Akibatnya sel hati banyak yang rusak. d) Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak. e) Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak. f) Jika darah si penderita digigit nyamuk Anopheles dan menghisap darah penderita tadi maka makrogametosit dan mikrogametosit akan ikut terhisap dan masuk ke dalam usus nyamuk. Di dalam usus nyamuk makrogametosit danmikrogametosit berkembang menjadi makrogamet (ovum) dan mikrogamet (sperma). Prosesnya dinamakan gametogonia atau gametogenesis. Fertilisasi terjadi di dalam usus sehingga terbentuklah zigot (ookinet). g) Zigot (ookinet) selanjutnya akan menembus dinding usus dan untuk sementara akan menetap, terbungkus oleh otot dinding perut nyamuk (ookista) h) Di dalam ookista, zigot akan membelah berulang kali sehingga terbentuk sel-sel yang lengkap dinamakan sporozoit i) Jika ookista telah matang maka akan pecah sehingga sporozoit tersebar ke seluruh tubuh nyamuk, diantaranya adalah ke dalam kelenjar ludah. j) Apabila nyamuk menghisap darah manusia bersamaan dengan itu nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam darah. Peranan Protozoa 1. Peran menguntungkan : a) Mengendalikan populasi Bakteri, sebagian Protozoa memangsa Bakteri sebagai makanannya, sehingga dapat mengontrol jumlah populasi Bakteri di alam. b) Sumber makanan ikan, Di perairan sebagian Protozoa berperan sebagai plankton (zooplankton) dan benthos yang menjadi makanan hewan air, terutama udang, kepiting, ikan, dll. c) Indikator minyak bumi, Fosil Foraminifera menjadi petunjuk sumber minyak, gas, dan mineral. d) Bahan penggosok, Endapan Radiolaria di dasar laut yang membentuk tanah radiolaria, dapat dijadikan sebagai bahan penggosok. Peran Merugikan Protozoa menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak. Penyakit-penyakit yang disebabkan Protozoa antara lain : Jenis penyakit Protozoa Disentri Diare (Balantidiosis) Penyakit tidur (Afrika) Toksoplasmosis (kematian janin) Malaria tertiana Malaria quartana Malaria tropika Kalaazar Surra (hewan ternak) Entamoeba histolytica Balantidium coli Trypanosoma gambiense Toxoplasma gondii

Plasmodium vivax Plasmodium malariae Plasmodium falciparum Leishmania donovani Trypanosoma evansi

KESIMPULAN Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Berdasarkan alat geraknya,protozoa dibagi menjadi 5 kelas,yaitu sebagai berikut. a) Rhiozopoda atau sarcodina,alat geraknya berupa kaki semu atau pseudopodium. Contoh : Amoeba proteus, Entamoeba histolityca, Entamoeba coli b) Flagelata atau mastigophora,alat gerak berupa bulu cambuk atau flagela. Contoh : Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator c) Ciliata,alat geraknya berupa rambut getar atau silia Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli. d) Sporozoa,hewan ini tidak mempunyai alat gerak Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax. Gregarina. e) Suctoria,hewan ini mempunyai bulu getar hanya pada tahap awal hidupnya.Olehkarena itu sering dikelompokkan dalam kelas ciliata.Sedangkan pada saat dewasa,suctoria bersifat sessil(melkat pada suatu tempat).Contoh: Podophyra dan Sphenophyra hidup parasit pada Paramaecium dan Stentor.

1. :` 2. A. KLASIFIKASI CILIATA ciliata merupakan protista bersel satu yang permukaan tubuhnya di tumbuhi rambut getar . Ciliata berasal dari kata cillium ( rambut getar ), sedangkan Ciliophora bergerak menggunakan silia ( rambut getar ) Sehingga ciliata dan ciliophora merupakan hewan yang bergerak dengan menggunakan alat bantu rambut getar ( cilia ) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel.Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus ( inti besar ) yang mengendalikan fungsi hidup sehari hari RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun air tawar. contoh : paramaecium, stentor, didinium vorticella, balantidium coli. 3. B. CIRI CIRI CILIATA Ciliata mempunyai ciri ciri sebagai berikut : Terdapat rambut getar ( silia ) Mempunyai sel yang memiliki dua inti, yaitu makronukleus dan mikronukleus Bentuk tubuhnya oval Bersifat heterotrof Pembelahan biner Ada yang hidup bebas ada juga yang hidup parasit, contohnya paramecium. a. paramecium 4. c. vorticella d. didiniumb. stentor paramecium 5. C. SISTEM REPRODUKSI CILIATA Cara reproduksi ciliata dapat di lihat pada Paramecium. Paramecium berkembang biak sama seperti yang lain , yaitu dengan cara aseksual dengan pembelahan biner dan dengan cara seksual melalui konjugasi. Aseksual Paramecium berkembang biak dengan cara pembelahan biner. Satu sel

membelah menjadi dua, kemudian menjadi 4, dan 8, dan seterusnya. Pembelahan ini di awali dengan pembelahan makronukleus, setelah itu terjadi penggentingan membran plasma dan akhirnya terbentuk dua sel anak. Gambar. Pembelahan biner pada paramecium 6. Seksual Paramecium juga dapat berkembang biak secara kawin ( seksual ), yaitu dengan cara konjugasi. Lihat gambar 2. Gambar 2, konjugasi paramecium. 7. D. PERANAN CILIATA BAGI KEHIDUPAN Ciliata menguntungkan : Didinium, mirip ceret the bertangkai. Didinium juga sebagai predator di air tawar. Stentor, mirip terompet, hidupnya secara bebas. - Paramecium caudatum, Ciliata merugikan : - Balantidium coli, hidup parasit di dalam usus manusia dan dapat menyebabkan gangguan pada perut, dan juga dapat menyebabkan diare berdarah. 8. Balantinaum coli

2) Ciliata/Ciliophora/Infusuria Merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar. Silia berfungsi untuk bergerak. Menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Habitat banyak di tempat berair. Mempunyai bentuk tubuh yang tetap dan tetap, dan oval. Beberapa contoh kelas ciliata: Paramecium caudatum o Disebut hewan sandal o Habitat di tempat berair, sawah, rawa o Mempunyai dua macam nukleus yaitu mikronukleus untuk reproduksi dan makronukleus untuk membantu proses fisiologis yang lain o Mempunyai dua macam vakuola yaitu vakuola makanan berfungsi untuk membantu mencerna makanan dan vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan sisa makanan cair o Berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dengan cara pembelahan biner dan generatif dengan cara konjugasi Nyctoterus ovalis (hidup diusus kecoa, berbentuk oval mirip Paramecium sp Stylonichia - Banyak ditemukan pada permukaan daun terendam air - Bentuknya seperti siput Balantidium coli (habitat di kolon manusia) Stentor (bentuk seperti terompet, sesil, habitat di sawah-sawah) Vorticella (bentuk seperti lonceng, sesil) Didium (mangsa dari Paramecium sp) 3) Rhizopoda/Sarcodina Bergerak dan menangkap mangsa dengan menggunakan kaki semu (ada dua macam yaitu lobodia dan filopodia). Hidup bebas di dalam air laut dan tawar. Berkembangbiak dengan cara membelah biner. Contoh-contohnya yaitu: a. Amoeba sp - Bentuk selalu berubah-ubah - Habitat di air tawar - Inti sel berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung dalam sel - Mempunyai vakuola makanan dan vakuola kontraktil

- Reproduksi dengan pembelahan biner b. Contoh lain : Nama spesies Keterangan Entamoeba histolytica Di dalam usus halus manusia, penyebab disentri amoeba Entamoeba coli Di dalam usus besar manusia, penyebab diare Entamoeba gingivalis Di dalam rongga gigi, merusak gigi dan gusi Arcella sp Memiliki kerangka luar, terdapat di air tawar Difflugia Mempunyai selaput halus, sehingga pasir dapat menempel Foraminifera Kerangka luar dari kapur Radiolaria Kerangka luar dari kersik 4) Sporozoa (spora: benih, zoon : binatang) Sporozoa adalah hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit. Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk). Contoh-contoh sporozoa: a) Plasmodium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana, masa sporulasi (2x24 jam) atau setiap 48 jam. b) Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria quartana, masa sporulasi 72 jam c) Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika, masa sporulasi (1-2x24 jam) d) Plasmodium ovale, penyebab penyakit limpa, masa sporulasi (2x24 jam), tidak terdapat di Indonesia Daur hidup Plasmodium Penemu daur hidup Plasmodium Laveran dan Grassi Vektornya nyamuk Anopheles betina Mengalami 2 fase, yaitu: a. Fase generatif, terjadi dalam tubuh nyamuk malaria Skema : fertilisasi ---- zigot ---- ookinet ---- oosista ---- sporozoid b. Fase vegetatif, terjadi dalam rubuh manusia ada dua tempat yaitu: a) Dalam hati (disebut eksoeritrositik) Skema : sporozoid ---- skizon erytozoik ---- merozoit eryptozoik b) Dalam darah (eritrositik) Skema : tropozoit ---- skizon muda ---- skizon matang ---- merozoit ---- makrogamet/mikrogamet

KELAS SUCTORIA
1. - Suctoria termasuk dalam phyllum Protozoa Suctoria yang sudah dewasa tidak mampunyai tetapi mempunyai tentukel (sungut) dan protoplasma, dengan teratur tetapi atau cytostoma

Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang.

Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan siliasilianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa.

2. Bentuk tubuhnya : - Berbentuk bola panjang Bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda). 3. Bentuk tentakel - Seperti mantel yang berbulu dan dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak. Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliata-ciliata kecil. - Runcing Fungsinya untuk menusuk mangsanya dan membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel tubuh. 4. Hidupnya : - Bebas Pada tempat yang sejuk misal Podophyra Pada payau (pertemuan antara sungai dan laut) Pada air asin Pada tumbuhan

- Parasit Pada binatang air yang kecil.

5. Perkembang biakan - Dengan pembelahan (fission) atau - Pembiakan (budding) 6. Contoh a. Podophyra hidup bebas dalam air yang sejuk b. Dendrosoma bercabang-cabang sampai 2,5 mm panjangnya c. Sphaerophrya berbentuk bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor d. Trichophrya Micropteri hidup pada insang ikan laut e. Allantosoma hidup pada usus besar kuda.

Ciliata
October 18, 2012 Filled under Biologi No Comments 1

Gambar Struktur Ciliata Peranan Ciliata dalam kehidupan Ciri ciri Ciliata - Sistem Reproduksi Ciliata Klasifikasi Ciliata merupakan protista bersel satu yang permukaan tubuhnya di tumbuhi rambut getar . Ciliata berasal dari kata cillium ( rambut getar ), sedangkan Ciliophora bergerak menggunakan silia ( rambut getar ) Sehingga ciliata dan ciliophora merupakan hewan yang bergerak dengan menggunakan alat bantu rambut getar ( cilia ) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan.

Ukuran silia lebih pendek dari flagel.Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus ( inti besar ) yang mengendalikan fungsi hidup sehari hari RNA, juga penting untuk reproduksi as3ksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun air tawar. contoh : paramaecium, stentor, didinium vorticella, balantidium coli. Ciri Ciri Ciliata

Terdapat rambut getar ( silia ) Mempunyai sel yang memiliki dua inti, yaitu makronukleus dan mikronukleus Bentuk tubuhnya oval Bersifat heterotrof Pembelahan biner Ada yang hidup bebas ada juga yang hidup parasit, contohnya paramecium. a. paramecium c. vorticella d. didiniumb. stentor paramecium

Sistem Reproduksi Ciliata Cara reproduksi ciliata dapat di lihat pada Paramecium. Paramecium berkembang biak sama seperti yang lain , yaitu dengan cara as3ksual dengan pembelahan biner dan dengan cara s3ksual melalui konjugasi. As3ksual Paramecium berkembang biak dengan cara pembelahan biner. Satu sel membelah menjadi dua, kemudian menjadi 4, dan 8, dan seterusnya. Pembelahan ini di awali dengan pembelahan makronukleus, setelah itu terjadi penggentingan membran plasma dan akhirnya terbentuk dua sel anak. Paramecium juga dapat berkembang biak secara kawin, yaitu dengan cara konjugasi Peranan Ciliata dalam kehidupan Peranan Ciliata menguntungkan : Didinium, mirip ceret the bertangkai. Didinium juga sebagai predator di air tawar. Stentor, mirip terompet, hidupnya secara bebas. Peranan Ciliata merugikan : Balantidium coli, hidup parasit di dalam usus manusia dan dapat menyebabkan gangguan pada perut, dan juga dapat menyebabkan diare berdarah

vvvKELAS SPOROZOA
Ciri Umum : 1. 2. Semua bersifat parasit Bentuk tubuh biasanya - bulan

- bulat panjang 3. Tidak memiliki - alat gerak - contrictil vacuola 4. Makanan langsung diserap secara asmose dari tubuh Hast nya.

5. 6. 7. -

Respirasi dan ekstresi berlangsung secara diffusi Cara perkembang biakannya : Pembelahan diri disebut Schiztyoni Pembelahan spora / disebut Sporagani Pada spesies tertentu ada yang hidup : Dalam sel tubuh Hostnya Pada cairan tubuh Hostnya

KLAS SPOROZOA
1. Sub class Telesporidia Terbagi dalam 3 ordo 2. 3. Ordo Hoemosporidia misal Plasmodium. Ordo Gregarinida Ordo Coccidia misal Gregarina misal Coccidium

Sub class Acnidosporidia Ordo Haplosporidia Ordo Sarcosporidia misal Haplosproridium misal Sarcocystis

Sub class Cnidosporidia Ordo Myxosporidia Ordo Actinomyxidia Ordo Microsporidia Ordo Helicosporidia misal Sphaeromyxa misal Triactinomyxon misal Nosamabombycis misal Heliosporidium

PLASMODIUM
Penyebab penyakit malaria Penularannya nyamuk Anopheles yang betina, sebab alat penusuk pada Anopheles berkembang dengan baik sedangkan anopheles kurang baik. Siklus Hidup Plasmodium Dipelajari oleh seorang ahli yang bernama :

1. Ronald Ross 2. Grassi Hal-hal yang menyebabkan demam pada penderita malaria

1. Karena sel-sel darah merah pecah sehingga Merosoid tersebar keseluruh sel darah merah dan menginfektir sel-sel darah merah yang baru. 2. Karena banyaknya sel-sel darah merah yang mengalami infeksi

3. Karena tersebarnya racun / toksin karena sama dengan tersebarnya merosoid tersebut, yang kemudian timbul kedalam sistem peredaran darah. 4. Demam ini diderita pada akhir peristiwa Schizogoni.

Macam-macam penyakit malaria yang disebabkan oleh Plasmodium

Nama Plasmodium
1. 2. 3. 4. Plasmodium Vivax Plasmodium Malariae Plasmodium Fakiparum Plasmodium Ovale

Fase Schizogoni 48 jam 72 jam 36-48 jam 48 jam

Penyakit yang ditimbulkan Malaria Tertiana Malaria Quartana Malaria Tropica Malaria Tertiana (sakitnya lebih ringan daripada Plasmodium Vivax.

KELAS SUCTORIA
1. - Suctoria termasuk dalam phyllum Protozoa Suctoria yang sudah dewasa tidak mampunyai tetapi mempunyai tentukel (sungut) dan protoplasma, dengan teratur tetapi atau cytostoma Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang. Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan silia-silianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa. 2. Bentuk tubuhnya : Berbentuk bola panjang

Bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda). 3. Bentuk tentakel Seperti mantel yang berbulu dan dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak.

Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliata-ciliata kecil. Runcing

Fungsinya untuk menusuk mangsanya dan membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel tubuh.

4. 5. 6. a. b. c. d. e.

Hidupnya : Bebas Parasit Perkembang biakan Dengan pembelahan (fission) atau Pembiakan (budding) Contoh

Podophyra hidup bebas dalam air yang sejuk Dendrosoma bercabang-cabang sampai 2,5 mm panjangnya Sphaerophrya berbentuk bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor Trichophrya Micropteri hidup pada insang ikan laut Allantosoma hidup pada usus besar kuda.

Peranan Sporozoa
October 29, 2012 Filled under Biologi No Comments

gambar Sporozoa Peranan Sporozoa - Ciri ciri Sporozoa - Contoh contoh Sporozoa Semua anggota filum Sporozoa tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit, tubuh terbentuk bulatatau bulat panjang. Perkembangbiakan/siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium: a. Schizogonia : Terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang b. Sporogoni : Pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif.

c. Gamogoni : Tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk Contoh contoh Sporozoa dan jenis jenis Sporozoa
1. Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masasporulasi) selang waktu 48 jam. 2. Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam(masa sporulasi) selang waktu 72 jam. 3. Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demamyang tidak teratur. 4. Plasmadium ovale, disebut malaria ovale tertiana, akan tetapi gejala demamnya lebihringan daripada malaria tertiana yang disebabkan Plasmodium vivax

Ciri ciri Sporozoa


Tidak memiliki alat gerak. Hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Hanya memiliki satu inti dengan bentuk bulat dan oval. Pergerakan dilakukan oleh kontraksi seluruh sel. Makanan secara laogsung diserap dari inang. Respirasi dan ekskresi dilakukan dengan cara difusi. Reproduksi secara aseksual dengan cara pembelahan dan terjadi di dalam tubuh manusia dinamakan schyzogoni (schyzogami). Reproduksi seksual dengan cara pertemuan mikrogamet dan makrogamet yang terjadi di dalam tubuh nyamuk yang dinamakan sporogoni (sporogami).

Peranan Protozoa Bagi Kehidupan


Protozoa yang merugikan antara lain Plasmodium, Entamoeba hyctolitica,Trypanosoma dan Balantidium. Protozoa yang menguntungkan antara lain, Entamoeba coli yang hidup di usus sapidapat membantu pencernaan sapi. Rhizopoda ada yang memiliki cangkang keras untuk melindungi selnya. Cangkang tersebut dari silikon (contoh Radiolaria) atau kalsiumkarbonat (misal Foraminifera). Keduanya hidup di laut. Jika hewan tersebut mati makacangkangnya tetap utuh dalam waktu yang lama sehingga dapat berubah menjadi fosil.Fosil ini digunakan untuk menentukan umur lapisan bumi atau sebagai petunjuk sejarah bumi. Disamping itu fungsi lainnya adalah digunakan sebagai petunjuk adanyasumber minyak bumi.

Ciliata

Merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar. Silia berfungsi untuk bergerak. Menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Habitat banyak di tempat berair. Contoh : Paramecium sp., Balantidium coli.

Jumat, 25 Mei 2012

Makalah Sporozoa
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga) dan protista mirip jamur (jamur lendir/slame mold). Bentuk tubuh organisme golongan protista amatlah beragam. Protozoa yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan dalam Sarcodina,yang bergerak dengan flagella dimasukkan kedalam Mastigophora,yang bergerak dengan silia dikelompokkan kedalam pCiliophora,dan yang tidak dapat bergerak serta merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan kedalam Sporozoa. Sporozoa adalah hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit. Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk).
Para Sporozoa adalah kelas yang sangat besar dan beragam dengan setidaknya empat subclass dan ribuan spesies. Mereka menyebabkan penyakit pada berbagai macam binatang dari cacing tanah dan tikus untuk ulat sutra (penyakit disebut pebrine) dan ikan.

B.

Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Sporozoa? 2. Bagaimana ciri-ciri morfologi dari Sporozoa? 3. Bagaimana ciri-ciri anatomi dari Sporozoa?

4. Apa saja klasifikasi dari Sporozoa?

C. Tujuan 1. Agar pembaca dapat memahami tentang Sporozoa. 2. Agar pembaca dapat mengetahui ciriciri morfologi Sporozoa. 3. Agar pembaca dapat mengetahui anatomi Sporozoa. 4. Agar mahasiswa memahami klasifikasi Sporozoa.

D. Manfaat Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai sumber informasi dalam mata kuliah protista.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Sporozoa (Apicomplexa) Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok protista uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora. Sporozoa hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia. Siklus hidup sporozoa agak kompleks karena melibatkan lebih dari satu inang. Dalam siklus hidupnya, sporozoa membentuk spora dalam tubuh inang. Selain itu, pada siklus hidup juga terjadi sporulasi, yaitu pembelahan setiap inti sel secara berulang ulang sehingga dihasilkan banyak inti yang masing masing dikelilingi oleh sitoplasma dan terbentuklah individu baru.
Pergerakannya dilakukan dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Tubuh berbentuk bulat panjang atau lonjong. Pada umumnya bersifat farasit dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Respirasi dan ekskresi dilakukan dengan cara difusi. Makanan diperoleh dengan cara menyerap zat makanan dari hospesnya. Reproduksi dapat secara vegetative dan generative. Beberapa contoh spesies dari Sporozoa yaitu Plasmodium falcifarum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale dan Toxoplasma gondii. Vektor dari Plasmodium penyebab penyakit malaria adalah nyamuk Anopheles betina.Plasmodium hidup sebagai parasit pada sel-sel darah merah manusia atau vertebrata lainnya. selama hidupnya, Palsmodium tersebut mengalami dua fase, yakni fase sporogoni dan fase skizogoni. Fase sporogoni

terjadi didalam tubuh nyamuk Anopheles betina, sedangkan fase skizogoni berlangsung didalam tubuh manusia.

B.

Morfologi Sporozoa

1. Sporozoa tidak memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubah-ubah kedudukan tubuhnya. 2. Mempunyai spora berbentuk lonjong 3. Ukuran spora : 8 11 mikron pada dinding kitin 4. Mempunyai 2 kapsul polar pada anterior, berpasangan bentuk labu, berukuran sama, terletak pada sudut sumbu longitudinal dengan ujung posterior 5. Dari depan ujung anterior sama dengan lebar posterior 6. Dinding katub tidak jelas

C. Struktur Anatomi Tubuh Tubuhnya berbentuk bulat panjang, ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi didalam usus manusia atau hewan yang dapat mencapai 10 mm. Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior kadang kadang terdapat kait pengikat atau filament sederhana untuk melekatkan diri pada inang.

D. Sistem Pencernaan Sporozoa mendapatkan makanan dengan cara menyerap zat makanan dari tubuh hopesnya.

E.

Sistem Respirasi Dan Ekskresi Respirasi dan ekskresi sporozoa dilakukan dengan cara difusi.

F.

Sistem Reproduksi Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya komplek, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual dilakuka denganpembelahan biner. Reprodusi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina.

1. Reproduksi Aseksual Sporozoit yang terdapat dalam kelenjar ludah nyamuk masuk ke dalam darah manusia pada saat nyamuk menghisap darah, yang selanjutnya masuk dalam system retikuloendotelial. Setelah beberapa hari berada dalam system retikuloendotelial, barulah sporozoit ini menyerang eritrosit dan berubah menjadi trofozoit yang mempunyai bentuk seperti cincin. Selanjutnya, trofozoit berubah menjadi schizont, yang kemudian membelah diri berulang-ulang menjadi 6-36 merozoit yang akan tumbuh menjadi sporozoit-sporozoit baru,pembentukan merozoit-merozoit ini disebut sporulasi. Sporozoit yang terbentuk akan menyerang eritrosit baru sehingga terulanglah pembiakan vegetatif ini. Di antara sporozoit yang terdapat dalam eritrosit ada yang membentuk gametosit. Gametosit jantan disebut mikrogamet, sedang gametosit betina disebut makrogamet. 2. Reproduksi Seksual Gametosit yang terisap ketika nyamuk mengisap darah penderita malaria, akan berubah menjadi mikrogamet dan makrogamet. Perkawinan antara mikrogamet dan makrogamet menghasilkan zigot. Selanjutnya zigot akan berubah menjadi ookinet di dalam dinding usus nyamuk. Inti ookinet membelah berulang-ulang, kemudian masing-masing inti baru membungkus diri dengan sedikit protoplasma dan berubah menjadi sporozoit-sporozoit baru. Selanjutnya sporozoit menyebar di dalam alat pencernaan nyamuk, sebagian ada yang sampai di kelenjar ludah dan siap untuk dikeluarkan.

G. Klasifikasi Sporozoa Kelas Sporozoa memiliki 3 (tiga) sifat yang berbeda antara genus yang satu dengan genus yang lain, perbedaan itu berupa : 1. Genus sporozoa yang hidup didalam sel darah merah dan memerlukan vektor biologis, sifat ini terdapat pada Genus Plasmodium. 2. Genus sporozoa yang hidup di dalam intestinal dan tidak memerlukan vektor biologis, sifat ini terdapat pada Genus Isospora dan Genus Eimerie. 3. Parasit yang hidup di dalam sel endotel, leukosit mononukleus, cairan tubuh, sel jaringan tuan rumah dan belum diketahui vektor biologisnya, sifat ini yang terdapat pada genus toxoplasma. Parasit yang termasuk dalam kelas sporozoa berkembangbiak secara aseksual (skizogoni) dan seksual (sporogoni) secara bergantian. Kedua cara berkembang biak ini dapat berlangsung dalam satu hospes, seperti yang terjadi pada subkelas Coccidia, sedangkan berlangsung dalam dua hospes yang berbeda terdapat pada sub kelas haemosporidia (plasmodium). 1. Sub class Telesporidia Terbagi dalam 3 ordo a. Ordo Hoemosporidia, misalnya Plasmodium. Hidup di dalam darah, jaringan parenkim pada burung dan mamalia.

b. Ordo Gregarinida, misalnya Gregarina. Parasit intra dan ekstra pada inver lain, monocytst spec hidup dalam kencing cacing tanah. c. Ordo Coccidia, misalnya Coccidium. Hidup di sel epitel hewan vertebrate dan beberapa Myriaphoda atau invertebrata. 2. Sub class Acnidosporidia a. Ordo Haplosporidia, misalnya Haplosproridium. b. Ordo Sarcosporidia, misalnya Sarcocystis. 3. Sub class Cnidosporidia a. Ordo Myxosporidia, misalnya Sphaeromyxa b. Ordo Actinomyxidia , misalnya Triactinomyxon c. Ordo Microsporidia , misalnya Nosamabombycis d. Ordo Helicosporidia , misalnya Heliosporidium

a. Plasmodium Pada tubuh manusia, Plasmodium menyebabkan penyakit malaria. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah digigit, Plasmodiumlangsung menyebar di dalam darah dan berkembang biak di dalam hati dan akan menginfeksinya sehingga menyebabkan kematian. Ada empat jenis species Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria.Masing-masing jenis Plasmodium menimbulkan gejala-gejala tersendiri pada tubuh penderitanya. 1) Plasmodium vivax, merupakan penyebab malaria tersiana yang bersifat tidak ganas, gejalanya adalah suhu badan panas dingin berganti-ganti setiap 2 hari sekali (48 jam). 2) Plasmodium ovale, merupakan penyebab malaria tersiana yang ganas, gejalanya sama dengan pada malaria tersiana. 3) Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana yang bersifat tak ganas, gejalanya suhu badan panas dingin setiap 3 hari sekali (72 jam). 4) Plasmodium falciparum, penyebab malaria kuartana yang bersifat ganas, gejalanya suhu badan panas dingin tak beraturan. Prosesnya hidup Plasmodium dalam tubuh manusia : 1) Bila makan nyamuk anopheles yang mengandung bibit malaria yaitu Plasmodium bentuk sporozoid mengisap darah manusia maka bersama air ludah nyamuk masuklah sporozoid ke dalam peredaran darah manusia yang bersangkutan. Sporozoid tidak langsung menginfektir erythrocyt (sel darah merah), tetapi masuk lebih dahulu ke sel hati,mengadakan pembelahan dan membentuk Cryptozoid.

2)

3) 4) 5) 6)

Cepat atau lambat Cryptasoid ini kemudian masuk ke sistim peredaran darah dan barulah menginfektir erythrocyt tersebut. Di dalam erythrocyt ini cryptosoid menjadi Trophozoid, yang mula-mula berbentu cincin dan kemudian berubah bentuk menjadi Amoeboid. Sesudah itu fase Amoeboid tumbuh menjadi Schizont Schizont membelah dan membentuk Merozoid. Bila Erythrocyt yang ditempatinya pecah maka tersebarlah Merozoid (penderita mengalami deman). Selanjutnya Nurosoid ini menginfektir sel darah merah yang baru demikian selanjutnya dan terjadilah siklus yang sama dengan semula. Sesudah proses 1 s/d 5 proses ini disebut Schizogoni berulang kali maka sebagian dari Nurosoid itu stelah masuk ke dalam sel darah merah tidak lagi mengadakan proses Schizagoni. Akan tetapi ada sebagian yang berubah menjadi persiapan sel kelamin yaitu menjadi Macrogametosit dan Microgametosit () Bila macrogamekasit dan Microgentosit yang berada di dalam drythrocyt itu pada suatu saat terpisah kedalam lb nyamuk Anophelus yang I atau yang lain) maka keduanya akan melangsungkan kehidupan nya.

7) 8) 9)

10) Maerogametosit di dalam tubuh nyamuk akan menjadi Macragamet yaitu berupa ovum / telur. Sedangkan microgametosit dalam tubuh nyamuk akan menjadi Microgamet yaitu spermatozoid sesudah mengadakan pembelahan inti diikuti pembelahan Cytoplasma. 11) Spermatosoid membuahi avum dan terjadilah zygot. 12) Zygot berubah bentuk menjadi OOKINETE dan Ookineti ini menerobos dinding perut nyamuk, di sana akan membesar, membulat yang dibungkus oleh dinding perut nyamuk dan menjadilah Oocyst. (berupa benjolan-benjolan pada dinding perut nyamuk). 13) 14) Dalam oocyst ini selnya membelah menjadi sporozoid. Bila oocyst erbelah dua maka akan pecah dan tersebarlah sporaoid keseluruh tubuh nyamuk. Nyamuk yang di dalam kelenjar ludahnya mengandung sporasoid maka sporasoid ini siap untuk menginfektir manusia kembali.

b. Suctoria Suctoria yang sudah dewasa tidak mampunyai tetapi mempunyai tentukel (sungut) dan protoplasma, dengan teratur tetapi atau cytostoma. Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang. Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan silia-silianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa. 1) Bentuk tubuhnya

Berbentuk bola panjang. Bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda).

2) a) b)

Bentuk tentakel Seperti mantel yang berbulu dan dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak. Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliata-ciliata kecil. Runcing Fungsinya untuk menusuk mangsanya dan membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel tubuh.

3) a) b) c) d) e)

Contoh Podophyra, hidup bebas dalam air yang sejuk Dendrosoma, bercabang-cabang sampai 2,5 mm panjangnya Sphaerophrya, berbentuk bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor Trichophrya Micropteri, hidup pada insang ikan laut Allantosoma, hidup pada usus besar kuda.

c. Eimeria Eimeria merupakan parasit pada hewan. Hidup di dalam jaringan epitel usus, saluran empedu, ginjal, testes, pembuluh darah, dan coelom. Beberapa spesies dari Eimeria banyak merugikan usaha pe ternakan karena menimbulkan penyakit. Misalnya : 1) E. stiedae dan E. perforans hidup dalam jaringan epitel usus kelinci. 2) E. clupearum hidup dalam hti ikan haring. 3) E. sardinae hidup dalam hati ikan sardin.

d. Isospora Parasit ini hidup dalam jaringan epitel usus manusia, dan menimbulkan isosporiasis. Contoh : I. belli dan I. hominis.Habitat sporozoa adalah pada tanah yang lembab. Ada juga yang hidup di tubuh manusia atau makhluk hidup melalui perantara nyamuk Anopheles betina, yaitu Plasmodium. 1) Respirasi dan ekskresi sporozoa dilakukan dengan cara difusi. 2) Sebagian besar sporozo adalah parasit karena merugikan. 3) Sporozoa mendapatkan makanan dengan cara menyerap zat makanan dari tubuh hopesnya.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan 1. Sporozoa adalah kelompok protista uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora. 2. Ciri-ciri morfologi Sporozoa adalah tidak memiliki alat gerak khusus mempunyai spora berbentuk lonjong yang berukuran 8 11 mikron pada dinding kitin, mempunyai 2 kapsul polar pada anterior, berpasangan bentuk labu, berukuran sama, terletak pada sudut sumbu longitudinal dengan ujung posterior, dari depan ujung anterior sama dengan lebar posterior, dinding katub tidak jelas. 3. Tubuhnya berbentuk bulat panjang, ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior. 4. Klasifikasi Sporozoa diantaranya adalah genus Plasmodium, genus Isospora, genusEimerie, dan genus toxoplasma

B. Saran Diharapkan bagi para pembaca agar mencari referensi lain untuk menambah pengetahuan tentang Sporozoa.

DAFTAR PUSTAKA

http://analisbanjarmasin.blogspot.com/2010/10/klasifikasi-sporozoa.html http://id.wikipedia.org/Sporozoa http://isharmanto.blogspot.com/2010/03/sporozoa.html


http://pinkzchocolate.blogspot.com/2011/04/protozoa-protista-mirip-hewan.html

Superklas infusoria terbagi menjadi 2 klas yaitu kelas ciliata dan klas suctoria. 1. KLAS CILIATA Sebagian besar Ciliata berukuran mikroskopis, tetapi sepesies yang terbesar berukuran 3 mm sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Anggota Ciliata ditandai dengan adanya organ silia (bulu getar) pada suatu tahap dalam hidupnya. Silia digunakan untuk bergerak dan mencari makan. Struktur Tubuh Ciliata 1. Kebanyakan ciliata berbentuk asimetris kecuali ciliata primitif, simetrinya radial. 2. Tubuhnya diperkuat oleh pelikel, yaitu lapisan luar yang tersusun dari sitoplasma padat. 3. Tubuhnya diselimuti oleh silia. Silia yang menyelubungi seluruh permukaan tubuh utama disebut silia somatic. 4. Ciliata mempunyai dua tipe inti (Nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan, dan mikronukleus (inti kecil) merupakana bahan inti yang dipertukarkan selam konjungsi. 5. Ciliata mempunyai organel yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya, yaitu vakuola kontraktil. Klas Ciliata dibagi menjadi 4 Ordo yaitu : 1. Ordo Holotrichida, Contoh : Paramecium caudatum, Coleps hirtus, Lacrymaria olor, Dileptus anser, Opalina. 2. Ordo Heterotrichida, Contoh : Balantidium coli, Nyctotherus 3. Ordo Hypotrichida, Contoh : Stylonychia mytilus, Aspidisco costata 4. Ordo Peritrichida, Contoh : Vorticella Campanula 2. KLAS SUCTORIA (ACINETARIA) Ciri ciri klas suctoria adalah sebagai berikut : 1. Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang. 2. Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan silia-silianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa.

3. Hampir semua jenis suctoria ini tertambat pada suatu tempat 4. Bentuk tubuhnya berbentuk bola panjang, bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda). 5. Tidak mempunyai cytosome, dan mangsa ditangkap dengan tentakel. 6. Bentuk tentakel seperti mantel yang berbulu dan dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak. Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliata-ciliata kecil. 7. Tentakel Runcing fungsinya untuk menusuk mangsanya dan membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel tubuh. 8. Larva mempunyai silia. 9. Hidupnya bebas yaitu pada tempat yang sejuk misal Podophyra, pada tempat payau (pertemuan antara sungai dan laut), pada air asin, pada tumbuhan. Hidupnya parasit pada binatang air yang kecil. 10. Perkembang biakan dengan pembelahan (fission) atau pembiakan (budding). Contoh hewan Klas Suctoria : 1. Podophyra colzoni hidup bebas dalam air yang sejuk. 2. Dendrosoma bercabang-cabang sampai 2,5 mm panjangnya. 3. Sphaerophrya berbentuk bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor. 4. Trichophrya micropteri hidup pada insang ikan laut. 5. Allantosoma hidup pada usus besar kuda. Dari beberapa anggota Cilliata, anggota Ciliata yang terkenal adalah Paramaecium. Disini kelompok 3 akan menjelaskan tentang struktur morfologi dan fisiologi dari Paramecium caudatum. Adapun klasifikasi dari Paramecium caudatum adalah : Klasifikasi - Kingdom : Animalia - Filum - Class - Ordo - Family - Genus - Spesies : Protozoa : Infosoria : Holotrichida : Holotrichidae : Paramecium : Paramecium caudatum

Penyakit Parasiter (Ciliata)


A.2. CILIATA Parasit tersebut bisasanya bergerak dengan menggunakan bulu-bulu getar (cilia). Parasit tersebut biasanya menginfeksi kulit, sirip dan insang ikan. Adapun beberapa penyakit yang diakibatkan oleh ciliate antara lain adalah 1. lchthyophthiriasis Penyebabnya adalah lchthyophthirius multifiliis. Penyakit ini sering disebut dengan penyakit bintik butih sesuai dengan gejala klinis yang ditimbulkannya. Jenis ikan yang dapat terinfeksi oleh penyakit ini adalah hampir semua jenis ikan air tawar. termasuk ikan hias. Ukuran ikan yang banyak terinfeksi adalah ikan benih atau kalau pada ikan Mas ukuran dewasapun akan dapat terinfeksi. Gejala klinisnya mudah diamati yaitu dengan adanya bintik-bintik putih pada bagian tubuh yang terinfeksi. ikan yang terinfeksi menggosok-gosokkan tubuhnya pada dasar/dinding wadah budidaya. Ikan terlihat megap-megap terutama apabila parasit tersebut menginfeksi insang. Pada keadaan demikian biasanya kematian ikan akan tingggi, karena ikan mengalami gangguan penyerapan oksigen akibat dari terinfeksinya insang ikan tersebut. Pencegahan penyakit ini yaitu antara lain - Penggunaan air yang kualitasnya balk - Peralatan yang digunakan hendaknya didesinfeksi terlebih dahulu - Pertahankan suhu air pada level 28C. Pengobatan ikan yang terinfeksi dapat dilakukan dengan cara: merendam ikan yang terinfeksi dengan campuran formalin 25 ppm selama 24 jam. Memindah ikan ke air dengan suhu 28C akan membantu merontokkan parasit tersebut. Tricodiniasis

Penyebabnyua adalah : Trichodina sp dan Trichodinella sp. Trichodina sp. menginfeksi kulit dan sirip insang, sedangkan Trichodinella sp. Menginfeksi insang ikan. Namun pada keadaan

infeksi berat maka Trichodina pun dapat kita jumpai menginfeksi insang. Parasit ini menginfeksi hampir semua jenis ikan baik ikan air tawar maupun ikan laut, terutama pada stadium benih. Gejala klinis ikan yang terinfeksi adalah ikan lemah, warna tubuh tidak cerah/ kusam dan sering menggosok-gosokkan tubuhnya pada bagian dinding atau dasar kolam. Kualitas air yang kurang baik terutama kandungan oksigen yang rendah, kepadatan ikan yang terlalu tinggi akan mendukung timbulnya penyakit tersebut. Penularan penyakit ini bisa melalui air atau kontak langsung dengan ikan yang terinfeksi. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan cara perbaikan mutua air, serta mengurangi kepadatan ikan. Pengobatan bagi ikan yang terinfeksi dapat dilakukan dengan merendam ikan tersebut pada larutan formali 40 ppm selama 12-24 jam. 3. Tetrahymena sp. Penyakit ini terutama pada ikan hias dan ikan lele pada awal stadium kehidupannya (benih), dan merupakan parasit fakultatif hanya terdapat pada air tawar. Terdapat pada kulit dan sirip tapi kadang-kadang ditemukan padainsang. Gejala klinis yang dapat diamati yaitu warna ikan agak kusam, gerakan ikan lamban, dan kalau parasit ini menginfeksi insang maka ikan akan kelihatan megap-megap. Kondisi yang memicu infeksi parasit ini adalah kualitas air yang buruk, serta kepadatan ikan yang terlalu tinggi. Pencegahan : perbaikan kualitas air dan lingkungan serta mengurangkan kepadatan ikan. Obat yang dapat digunakan untuk mengobati ikan yang terinfeksi adalah sama dengan yang digunakan untuk mengobati penyakit Ichthyophthiriasis.

4. Epistylis spp. Parasit ini merupakan parasit yang umum terdapat di Asia Tenggara. Ikan yang terinfeksi terutama ikan air tawar seperti ikan lele-lelean, ikan mas, gurame, ikan tawes dan umumnya banyak ditemukan pada ikan hias air tawar. Gejala klinis : ikan kurus, makan terlihat mengap-megap terlebih apabila parasit tersebut menginfeksi tutup insang. Bisa menimbulkan kematian masal di panti benih apabila diperburuk oleh kondisi lingkungan, terjadi terutama pada ikan benih. Pencegahan: perbaikan kualitas air, menjaga kebersihan wadah budidaya dan mengurangkan kepadatan. Pengobatan bagi ikan yang terinfeksi antara lain dapat menggunakan obat yang biasanya digunakan untuk pemberantasan penyakit akibat infeksi Ichthyophthirius multifiliis. 5. Oodinium sp. Parasit ini memiliki bangunan khas yaitu berupa tonjolan cytoplasam yang menyerupai akar, yang berfungsi sebagai alat penempel. Cytoplasmanya kelihatan seperti busa yang dilengkapi dengan partikei kecil (granul). Intinya berbentuk oval atau sperical. Pada stadium ini parasit tersebut tidak memiliki banyak flagela dan tidak berenang. Parasit ini terutama menginfeksi ikan hias air tawar dan ikan air tawar lainnya. Sedangkan yang terdapat pada ikan air laut adalah Amyloodinium sp. Dapat mematikan ikan dalam jangka waktu yang

singkat tanpa menunjukkan gejala klinis yang khas. Parasit bisa menginfeksi kulit, sirip, insang, rongga mulut dan bahkan mata. Gejala klinis antara lain : pendarahan pada kulit ikan berwarna kusam oleh karena itu maka penyakit ini terkenal dengan Hama "velvet disease". Apabila parasit ini menginfeksi insang maka ikan akan kelihatan megap-megap. Pencegahan : mengontrol pemasukan air yaitu antara lain dengan penggunaan filter, serta melaksanakan tindak karantina bagi ikan yang baru datang selama minimal 14 hari. Pemberantasan parasit ini dapat dilakukan dengan cara menempatkan ikan yang terinfeksi pada suhu 24-27C dalam keadaan agak gelap. NaCI dengan dosis 30.000 ppm dengan cara perendaman selama 5-15 menit dapat memberantas parasit tersebut. Acriflavin padakonsentrasi 0.2-0.4 ppm untuk perendaman jangka lama. Untuk Amyloodinium sp pemberantasan dapat dilakukan dengan cara merendam ikan dalam air tawar.

6. Chilodonella spp. Chilodonella spp. Telah banyak dilaporkan dari Malaysia, Pilippina dan Indonesia. Menginfeksi ikan air tawar terutama ikan lele-lelean, gurame dan menginfeksi 50 jenis ikan hias. Parasit ini menginfeksi kulit, sirip dan insang ikan dan kadang-kadang dalam jumlah yang banyak. Faktor yang mendukung infeksi parasit ini adalah temperatur yang rendah yang dibantu dengan kurang bagusnya kondisi ikan. Parasit ini menempel pada tubuh inang dengan bantuan bulu getar (cilia) yang berada pada tubuh bagian ventral. Sedangkan pergerakannya didukung oleh adanya sederetan bulu getar pada tubuhnya. Gejala klinis : ikan yang terinfeksi menunjukkan gejala gerakan yang iritatif, meloncat kepermukaan air, tidak bereaksi atas stimulus rengsangan dan akhirnya ikan akan lemah. Ikan diselimuti lendir yang berwarna biru keabu-abuan. Apabila menginfeksi insang maka insang mengalami hyperplasia, sehingga ikan akan terlihat megap-megap. Pencegahan: menjaga kondisi/kualitas air sepaya tetap baik, meminimalisir kandungan bahan organik, dan mengurangkan kepadatan ikan. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan obat yang biasa digunakan untuk Ichthyophthirius multifiliis. KELAS SUCTORIA
1. - Suctoria termasuk dalam phyllum Protozoa Suctoria yang sudah dewasa tidak mampunyai tetapi mempunyai tentukel (sungut) dan protoplasma, dengan teratur tetapi atau cytostoma Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang. Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan silia-silianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa. 2. Bentuk tubuhnya : Berbentuk bola panjang

Bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda).

3. -

Bentuk tentakel Seperti mantel yang berbulu dan dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak.

Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliata-ciliata kecil. Runcing

Fungsinya untuk menusuk mangsanya dan membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel tubuh. 4. 5. 6. Hidupnya : Bebas Parasit Perkembang biakan Dengan pembelahan (fission) atau Pembiakan (budding) Contoh a. b. c. d. e. Podophyra hidup bebas dalam air yang sejuk Dendrosoma bercabang-cabang sampai 2,5 mm panjangnya Sphaerophrya berbentuk bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor Trichophrya Micropteri hidup pada insang ikan laut Allantosoma hidup pada usus besar kuda.

KELAS SUCTORIA
1. - Suctoria termasuk dalam phyllum Protozoa Suctoria yang sudah dewasa tidak mampunyai tetapi mempunyai tentukel (sungut) dan protoplasma, dengan teratur tetapi atau cytostoma Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang. Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan siliasilianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa. 1. Bentuk tubuhnya : Berbentuk bola panjang

Bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda).

1. Bentuk tentakel Seperti mantel yang berbulu dan dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak.

Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliata-ciliata kecil. Runcing

Fungsinya untuk menusuk mangsanya dan membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel tubuh. 1. Hidupnya :

Bebas Pada tempat yang sejuk misal Podophyra Pada payau (pertemuan antara sungai dan laut) Pada air asin Pada tumbuhan Parasit

Pada binatang air yang kecil.

1. Perkembang biakan Dengan pembelahan (fission) atau Pembiakan (budding) 1. Contoh 1. 2. 3. 4. 5. Podophyra hidup bebas dalam air yang sejuk Dendrosoma bercabang-cabang sampai 2,5 mm panjangnya Sphaerophrya berbentuk bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor Trichophrya Micropteri hidup pada insang ikan laut Allantosoma hidup pada usus besar kuda.

KLAS SPOROZOA
1. Sub class Telesporidia Terbagi dalam 3 ordo Ordo Hoemosporidia misal Plasmodium. Ordo Gregarinida Ordo Coccidia misal Gregarina misal Coccidium

1. Sub class Acnidosporidia Ordo Haplosporidia Ordo Sarcosporidia misal Haplosproridium misal Sarcocystis

1. Sub class Cnidosporidia 3.

Ordo Myxosporidia

misal Sphaeromyxa

Ordo Actinomyxidia misal Triactinomyxon Ordo Microsporidia misal Nosamabombycis

Ordo Helicosporidia misal Heliosporidium

Ciliata Ciliata umumnya berhabitat di air laut atau air tawar, tetapi ada juga yang hidup bersimbiosis komensalisme di dalam usus vertebrata. Sebagian besar ciliata berukuran mikroskopis, tetapi ada yang berukuran 3mm, sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Anggota kelompok ciliata ditandai dengan adanya organ silia (bulu getar) pada satu tahap dalam hidupnya. Silia berfungsi untuk bergerak dan mencari makanan. Tidak semua ciliata bersifat motil (dapat bergerak). Bebrapa ciliata sesil membentuk tangkai.walaupun sebenranya dapt berenang, ciliata sesil itu lebih suka tetap melekat pada batu atau substrat lainnya. Struktur tubuh Kebanyakan ciliataberbentuk asimetris, kecuali ciliat primitif yang berbentuk simetris radial. Tubuh diperkuat oleh pelikel, yaitu lapisa luar yang tersusun dari sitoplasma padat. Tubuh diselimuti olej silia. Silia yang menyelubungi seluruh permukaan tubuh utama disebut silia somatik. Silia ini pada sejumlah spesies di ubah menjadi gelang, bulu kejut, dan jambul, tetapi ada pula yang semua silia nya hilang. Ciliata mempunyai 2 tipe inti sel (nukleus), yaitu makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangbiakan, dan fungsi seluler. Mikronukleus merupakan bahan inti yang dipertukarkan selama konjugasi. Ciliata tidak mempunyai struktur khusus untuk pertukaran udara dan ekskresi, tetapi mempunyai organel yang berfungsi menjaga keseimbangan air di dalam tubuhnya, yaitu vakuola kontraktil. Cara menjaga keseimbangan adalah vvakuola kontraktil secara bertahap meningkat ukurannyaa. Ketika mencapai ukuran tertentu vakuola secara cepat mengosongkan isinya melalui saluran dalam pelikel. Kemudian vakuola di isi air kembali , demikian seterusnya.

1.

2.

1. 2.

Nutrisi dan Cara Makanan Ciliata memilki mulut atau sitostom yang terbuka menjadi saluran pendek di sitofaring. Pada organisme primitif , mulut terletak di ujung anterior tapi kebanyakan pada cliata, bagian tersebut digantikan oleh posterior. Spesies yang mulutnya terletak di bagian ujung anterior biasanya brtsifat karnivor. Mungkin ini merupakan cara makan primitif menelan mangsa. Kemudian mangsa masuk ke vakuola di bagian ujung sitofaring. Terdapat 2 macam mulut pada ciliata, yaitu : Mulut membra yang berombak atau membran yang bergerak, merupakan silia yang menyatu dalam barisan panjang. Mulut membran yang berupa barisan pebdek dari silia yang bersatu membentuk piringan. Fungsi silia di mulut adalah untuk mengalirkan makanan dan mendorong partikel makanan menuju sitofaring. Comtoh anggota ciliata yang terkenal adalah Paramecium.

Paramecium 1. Struktur tubuh Paramecium Ujung depan tubuhnya tumpul, sedangkan bagian belakangnya meruncing hingga bentuknya seperti sandal. Bentuk tubuhnya tetap karena memiliki dinding sel. Tubuh berukuran antara 120-300mikron. Memiliki 2 inti yaitu makronukleus dan mikronukleus. Paramecium memiliki vakuola kontraktil dan non kontraktil. Reproduksi Paramecium secara konjugasi Reproduksi seksual Paramecium berlangsung sebagai berikut: Dua paramecium salling berdekatan dan menyatu sebagian. Mokronukleus masing-masing individu bermeiosis, menghasilkan empat spora haploid. Tiga mikronukleus hancur/lenyap dan satu mikronukleus membelah secara mitosis menjadi dua. Paasangan tersebut kemudian mempertukarkan satu mikronukleusnya. Mikronukleus bergabung terjadilah singami, terbentuklah zigot nukleus yang diploid, kemudia Paramecium memisah. Zigot nukleus masing-masing membelah secara mitosis tiga kali berturut-turut hingga menghasilkan delapan mikronukleus yang identik. Selanjutnya masing-masing makronukleus yang asli hancur. Empat mikronukleus menjadi makronukleus baru. Empat lainnya tersisa tetap sebagai mikronukleus. Setelah pembelahan sel (tanpa pembelahan nukleus), makronukleus dan mikronukleus yang baru dibagikan ke dalam masing-masing empat individu sel baru untuk berkonjugasi seperti semula.


2.

a. b. c. d. e. f. g. h.

Contoh ciliata lainnya antara lain : 1. Stentor : hewan ini bentuknya seperti terompet dan menetap pada satu tempat.

2. 3. 4. 5.

Didnium : merupakan predator pada ekosistem perairan, yaitu pemangsa Paramecium. Vorticella : berbentuk seperti lonceng, bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral, yang dilengkapi dengan spiral di sekitar mulutnya. Stylonichia : berbentuk seperti siput, silianya berkelompok. Stylonichia banyak ditemukan pada permukaan daun yang terendam air. Balantidium coli : berhabitat di kolon atau usus besar manusia dan dapat menimbulkan balantidiosis (gangguan pada perut).

4. a.

Sporozoa (Apicomplexa) Sporozoa adalah golongan Protista yang dapat membentuk spora untuk menginfeksi inangnya. Sporozoa tidak memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Sporozoa hidup secara parasit pada hewan dan manusia dan mengambil makanan drngan menyerap dari tubuh inangnya. Respirasi dan ekskresi terjadi secara difusi. Struktur tubuh Tubuhnya berbentuk bulat panjang. Ukuran tubuhnya hanya beberapa mikron, tapi dalam usus manusia atau hewan dapat mencapai 10 mm. Tubuhnya terbentuk dari kumpulan tropozit memanjang. Di bagian anterior terdapat komplek apikal berupa kait, pengisap, atau filamen sederhana untuk melekatkan diri pada inang. Komplek apikal hanya terlihat dengan mikroskop elektron. Reproduksi Reproduksi secara aseksual dengan skizogoni dan sporogoni. skizogoni yaitu pembelahan diri yang berlangsung di dalam tubuh inang tetap. sporogoni yaitu pembentukan spora yang berlangsung pada inang perantara (hospes intermediet). Reproduksi secara seksual melalui persatuan gamet jantan (mikrogamet) dan gamet betina (makrogamet)yang berlangsung di tubuh nyamuk. Salah satu contoh Sporozoa adalah Plasmodium. Jenis jenis Plasmodium adalah sebagai berikut : Plasmodium falciparum : masa sporulasinya 1-2 x 24 jam, menyebabkan penyakit mlaria tropica. Plasmodium vivax : masa sporulasinya 2 x 24 jam, menyebabkan penyakit malaria tertiana. Plasmodium malarie : masa sporulasinya setiap 3 x 24 jam, menyebabkan penyakit malaria kuartana. Plasmodium ovale : penyebab penyakit limpa, masa sporulasinya setiap 48 jam. Plasmodium ini tidak terdapat di Indonesia. Pemberantasan malaria dapt dilakukan denga 3 cara :

b. 1. 2. 3. 4.

1.

2. 3.

Memotong siklus hidup Plasmodiumc dengan mencegah terjadinya genangan air. Dengan cara itu larva nyamuk tidak mendapatkan tempat untuk berkembang menjadi dewasa dan menularkan Plasmodium. Memberantas vektor (pembawa penyakit) secara kimia menggunakan insektisida aatu secara alami (secara biologi) menggunakan predator alami. Memberantas penyakit malaria pada manusia dengan pemberian atebrin dan klorokuin atau pengobatan tradisional menggunakan kina.