Anda di halaman 1dari 17

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA UPAYA PEMANFAATAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER UNTUK MENDETEKSI JASAD KORBAN BENCANA

TANAH LONGSOR YANG TERTIMBUN

BIDANG KEGIATAN: PKM GT

Diusulkan oleh:

IWAN SETYA BUDI ARI KUSWANTO KEN IZZUN N. L.

308322410925/2008 407322410229/2007 208341417436/2008

UNIVERSITAS NEGERI MALANG MALANG 2011

LEMBAR PENGESAHAN USULAN PKM-GT 1. Judul Kegiatan : UPAYA PEMANFAATAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER UNTUK MENDETEKSI JASAD KORBAN BENCANA TANAH LONGSOR YANG TERTIMBUN Bidang Kegiatan : ( ) PKM-AI ( ) PKM-GT Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap :Iwan Setya Budi b. NIM : 308322410925 c. Jurusan : Fisika d. Universitas : Universitas Negeri Malang e. Alamat / No. Hp : Jl Layur RT 004/ RW 001 Gempeng, Bangil, Pasuruan / 085749000920 f. Alamat email : one_physicsholic@yahoo.com Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 orang Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : Daeng Achmad Suaidi,S.Si,M.Kom. b. NIP : 196902271997021001 c. Alamat Rumah dan No Hp : Jl. Kejawan Gebang III/7 Surabaya, / 085646035953

2. 3.

4. 5.

Menyetujui, Ketua Jurusan Fisika

Malang, 28 Februari 2011 Ketua Pelaksana Kegiatan,

(Drs. Arif Hidayat, M.Si) NIP. 196608221990031003

(Iwan Setya Budi) NIM 308322410925

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan,

Dosen Pendamping,

(Drs. Kadim Masjkur, M.Pd) NIP. 195412161981021001

(Daeng Achmad Suaidi,S.Si,M.Kom) NIP. 196902271997021001

ii

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM-GT) yang berjudul Upaya Pemanfaatan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner untuk Mendeteksi Jasad Korban Bencana Tanah Longsor yang Tertimbun dengan baik tanpa adanya suatu halangan yang berarti. Tulisan ini disusun sebagai usulan PKM-GT tahun 2011. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan orang-orang yang berjuang di jalan Allah SWT hingga akhir zaman. Selesainya penulisan PKM-GT ini adalah berkat dukungan dari semua pihak yang bersangkutan, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada: 1. Daeng Achmad Suaidi,S.Si,M.Kom selaku dosen pembimbing yang membimbing dan memberikan arahan kepada penulis. 2. Orang tua penulis yang selalu memberikan dukungan dan doanya. 3. Segenap pihak yang telah ikut andil dalam proses penyelesaian penelitian ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Dengan sepenuh hati dan ikhlas penulis menyadari bahwa tulisan ini masih banyak memiliki kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat dan sumbangan ilmiah yang sebesar-besarnya bagi penulis dan pembaca.

Malang, 28 Februari 2011

Penulis
iii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... ii KATA PENGANTAR .................................................................................. iii DAFTAR ISI ................................................................................................ iv DAFTAR GAMBAR .................................................................................... v RINGKASAN............................................................................................... 1 PENDAHULUAN Latar Belakang ................................................................................ 2 Tujuan ............................................................................................. 2 Manfaat ............................................................................................. 2 GAGASAN Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan .................................................. 3 Solusi yang Pernah Diterapkan Sebelumnya ...................................... 3 Keunggulan Gagasan ......................................................................... 4 Pihak-pihak Pengimplementasi Gagasan............................................ 5 Langkah-langkah untuk Mengimplementasikan Gagasan ................... 5 KESIMPULAN Gagasan............................................................................................. 6 Teknik .............................................................................................. 6 Prediksi Hasil .................................................................................... 6 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 6 LAMPIRAN Daftar Riwayat ketua ......................................................................... 7 Daftar Riwayat Anggota 1 ................................................................. 8 Daftar Riwayat Anggota 2 ................................................................. 9 Daftar Riwayat Hidup Pembimbing ................................................... 10

iv

DAFTAR GAMBAR Gambar1.Sebaran Kejadian Bencana dan Korban Meninggal per Jenis Kejadian Bencana ........................................................................................................... 3 Gambar 2. Prinsip kerja Metode Resistivitas .................................................... 4 Gambar 3. Susunan Elektroda untuk Pengukuran Resisitivitas Di Lapangan .... 5

UPAYA PEMANFAATAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER UNTUK MENDETEKSI JASAD KORBAN BENCANA TANAH LONGSOR YANG TERTIMBUN Iwan Setya Budi, Ari Kuswanto, Ken Izzun Nadhifah Lazuardy Universitas Negeri Malang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Gombong Malang

RINGKASAN Indonesia merupakan negara yang sering dilanda bencana, salah satunya adalah bencana tanah longsor. Akibat dari bencana ini adalah jatuhnya korban jiwa, korban hilang, korban luka-luka dan rusaknya fasilitas umum. Beberapa korban yang tertimbun tidak bisa ditemukan dan dinyatakan hilang. Hal ini tentunya sangat meresahkan bagi keluarga korban. Selama ini pencarian korban bencana tanah longsor masih dilakukan secara manual. Dalam pendeteksian mereka hanya mengira-ngira saja di mana lokasi korban tertimbun. Hal ini tentunya kurang effektif dan efisien. Berdasarkan hal ini perlu dikembangkan teknologi guna mendeteksi jasad manusia yang tertimbun tanah longsor. Teknologi terbaru yang telah ditemukan yaitu teknologi sensor suara dan panas. Namun, alat ini hanya dapat bekerja jika korban masih dalam kondisi hidup,karena manusia yang hidup memancarkan panas dan dapat bersuara. Hal ini juga tidak efisien untuk mencari jasad yang tertimbun. Teknologi yang memungkinkan untuk mendeteksi keberadaan jasad di dalam tanah adalah geolistrik resistivitas. Metode Geolistrik resistivitas adalah metode geofisika untuk menyelidiki struktur bawah permukaan berdasar perbedaan resistivitas batuan. (Wahyudi,2001). Pada dasarnya metode ini tidak hanya dapat mendeteksi resistivitas batuan, melainkan juga benda atau zat yang lain. Karena setiap benda memiliki nilai resistivitas tertentu. Berdasarkan hal ini jasad manusia dapat dideteksi menggunakan metode geolistrik. Namun yang lebih dikhususkan untuk diukur resistivitasnya adalah tulang manusia. Karena tulang manusia cenderung lebih awet dari pada daging dan organ lain yang melekat pada tulang. Mayat yang tertimbun bisa diketahui dengan mendeteksi bagian kerangkanya yang mengandung Ca (calsium) dan P (phosphorus) yang masing-masing telah diketahui besar resistivitasnya. Metode geolistrik sangat memungkinkan untuk digunakan mendeteksi jasad korban tanah longsor, karena hasil dari intepretasi data geolistrik merupakan gambaran dua dimensi lapisan yang berada di bawah permukaan tanah. Gambaran ini menunjukkan tingkat kedalaman dan juga besar resistivitas berdasarkan kode warna. Sehingga jika metode ini diterapkan untuk mendeteksi korban bencana tanah longsor maka akan didapat posisi kedalaman mayat yang tertimbun. Hal ini tentunya akan sangat membantu sekali dalam pendeteksian korban. Sedangkan untuk selanjutnya jasad dapat dievakuasi oleh pihak yang terkait dalam penanganan bencana. Dalam hal ini adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tim SAR.

PENDAHULUAN Latar Belakang Tanah longsor adalah runtuhnya tanah secara tiba-tiba atau pergerakan tanah atau bebatuan dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau berangsur yang umumnya terjadi di daerah terjal yang tidak stabil. Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bencana ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan bebatuan yang rapuh. Hujan deras adalah pemicu utama terjadinya tanah longsor. Tetapi tanah longsor dapat juga disebabkan oleh gempa atau aktifitas gunung berapi. Ulah manusia pun bisa menjadi penyebab tanah longsor seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak terkendali. Berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) tentang Sebaran Kejadian Bencana dan Korban Meninggal per Jenis Kejadian Bencana tahun 1815-2011 tercatat 1,028 kejadian tanah longsor dengan korban sebanyak 1461 (DIBI, 2011). Korban yang hilang ini sedikit menimbulkan keresahan bagi keluarga korban. Setelah bencana selesai, warga mencari korban yang hilang di tempat timbunan longsor. Pencarian korban masih dilakukan secara tradisional, yaitu menggunakan alat seadanya seperti cangkul hingga mendatangkan alat beko yang menggali secara ngawur dengan hasil yang kurang memuaskan. Oleh karena itu perlu ditingkatkan teknologi untuk menyelidiki jasad manusia yang terkubur. Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan untuk menentukan keberadaan jasad manusia yang terkubur adalah dengan metode geolistrik resistivitas. Metoda ini merupakan salah satu metoda geofisika yang dapat memberikan gambaran susunan dan kedalaman lapisan batuan, dengan mengukur sifat kelistrikan batuan (Kalmiawan, P., Sismanto, A. & Suparwoto, 2000). Mayat yang tertimbun bisa diketahui dengan mendeteksi bagian kerangkanya yang mengandung Ca dan P yang masing-masing telah diketahui besar resistivitasnya, 3,35.10-8 m dan 0,1.10-6 m (allmeasures, 2008).

Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dari upaya pemanfaatan ini adalah menggali potensi geolistrik resistivitas pada bidang yang lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya adalah mendeteksi jasad korban tanah longsor yang tertimbun.

Manfaat Bagi Mahasiswa Manfaat yang ingin dicapai penulis dari gagasan ini adalah menjadikan gagasan ini sebagai suatu tambahan kajian ilmu yang bisa dijadikan referensi untuk pengembangan geolistrik resistivitas bagi mahasiswa.

Bagi Masyarakat Manfaat bagi masyarakat umum yaitu sebagai suatu teknologi alternatif untuk mempermudah dan membantu menemukan korban tanah longsor yang tertimbun.

GAGASAN Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan Berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) tentang Sebaran Kejadian Bencana dan Korban Meninggal per Jenis Kejadian Bencana tahun 1815-2011 tercatat 1,028 kejadian tanah longsor dengan korban sebanyak 1461 (DIBI, 2011).

Gambar 1. Sebaran Kejadian Bencana dan Korban Meninggal per Jenis Kejadian Bencana Sumber:(http://dibi.bpbd.go.id) Sebagian korban akibat tanah longsor dinyatakan hilang dan masih tertimbun. Inilah yang menjadi sorotan penulis yaitu masih kurangnya teknologi untuk menemukan jasad yang tertimbun di dalam tanah.

Solusi yang Pernah Diterapkan Sebelumnya Pada umumnya pencarian jasad yang tertimbun masih dilakukan secara tradisional dan hanya mengira-ngira saja di mana posisi jenasah berada.

Kemudian dilakukan penggalian secara ngawur menggunakan alat-alat alat alat seperti cangkul dan beko. Pada perkembangannya teknologi teknologi yang lebih canggih yaitu pendeteksian menggunakan sensor suara dan panas. Alat ini hanya bekerja jika korban bencana yang dicari masih dalam keadaan hidup. Akan tetapi jika korban sudah dalam keadaan meninggal maka alat ini tidak akan berfungsi, karena karena tidak ada suara dan panas yang diterima sensor.

Keunggulan Gagasan Teknologi yang memungkinkan untuk mendeteksi keberadaan jasad di dalam tanah adalah geolistrik resistivitas. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang biasa dimanfaatkan imanfaatkan dalam eksplorasi sumber ber daya alam bawah permukaan (Wuryantoro, 2007). Resistivitas adalah besaran / parameter r yang menunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik. Metode Geolistrik resistivitas adalah metode geofisika untuk menyelidiki struktur bawah bawah permukaan berdasar r perbedaan resistivitas batuan (Wahyudi, 2001).

Gambar 2. Prinsip kerja Metode Resistivitas Pada dasarnya metode ini tidak hanya dapat mendeteksi resistivitas batuan, melainkan juga benda atau zat yang lain. Karena setiap benda memiliki nilai resistivitas tertentu. Berdasarkan hal ini jasad manusia dapat dideteksi menggunakan metode geolistrik. geolistrik Namun yang lebih dikhususkan untuk diukur di resistivitasnya adalah tulang manusia. Karena tulang manusia cenderung lebih awet dari pada daging dan organ lain yang melekat pada tulang. Mayat yang tertimbun bisa diketahui dengan mendeteksi bagian kerangkanya yang ya mengandung Ca dan P yang masing-masing masing masing telah diketahui besar resistivitasnya, 3,35.10-8 m dan 0,1.10-6 m (allmeasures, 2008). Prinsip kerja metode ini adalah dengan menginjeksikan arus ke bawah permukaan bumi sehingga diperoleh beda potensial, yang kemudian akan didapat informasi mengenai tahanan jenis di bawah permukaan tanah. . Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan keempat elektroda elektroda yang disusun sebaris, salah satu dari dua buah elektroda yang berbeda muatan digunakan untuk mengalirkan

arus ke dalam tanah, dan dua elektroda lainnya digunakan untuk mengukur tegangan yang ditimbulkan oleh aliran arus tadi, sehingga resistivitas bawah permukaan dapat diketahui.

Gambar 3. Susunan elektroda untuk pengukuran resisitivitas di lapangan Jarak AM,MN,NB adalah sama dan biasanya dinamakan a. Tahanan jenis semu medium yang terukur dihitung berdasarkan persamaan . Dengan faktor geometri untuk konfigurasi Wenner adalah 2 (Reynolds,J.M. ,1998). Mapping adalah penyelidikan perubahan resistivitas bawah permukaan ke arah lateral (horisontal). Caranya dengan jarak elektroda arus dan tegangan tetap, titik ukur dipindah / digeser secara horisontal (Wahyudi, 2001). Arus yang dialirkan di dalam tanah dapat berupa arus searah (DC) atau arus bolak-balik (AC) berfrekuensi rendah. Untuk menghindari potensial spontan, efek polarisasi dan menghindarkan pengaruh kapasitansi tanah yaitu kecenderungan tanah untuk menyimpan muatan maka biasanya digunakan arus bolak balik yang berfrekuensi rendah (Bhattacharya & Patra, 1968).

Pihak-pihak Pengimplementasi Gagasan Untuk mengimplementasikan gagasan ini diperlukan beberapa pihak terkait yaitu pihak jurusan Fisika Universitas Negeri Malang agar dapat meminjamkan alat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yaitu Lembaga Pemerintah Non Departemen yang mempunyai tugas membantu Presiden dalam mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan secara terpadu; serta melaksanakan penanganan bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan. Tim SAR sebagai pihak yang terkait langsung dengan kejadian bencana tanah longsor dan penjaga pemakaman agar mengizinkan untuk melakukan uji coba alat.

Langkah-langkah untuk Mengimplementasikan Gagasan Untuk mengimplementasikan gagasan ini dibutuhkan beberapa langkah uji alat. Uji coba ini akan dilakukan di pemakaman umum. Uji coba dilakukan beberapa kali dengan kondisi medan pemakaman yang berbeda-beda karena dengan ini diharapkan bisa memberikan gambaran medan yang sebenarnya. Yang

terakhir adalah membentuk kerja sama deng Tim SAR dan membantu Tim SAR untuk menemukan korban tanah longsor yang tertimbun.

KESIMPULAN Gagasan yang Diusulkan Gagasan ini merupakan ide baru yang kreatif. Yaitu mendeteksi keberadaan jasad manusia yang terkubur di dalam tanah menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan mendeteksi kandungan Ca dan P pada tulang yang memiliki nilai resistivitas 3,35.10-8 m dan 0,1.10-6 m yang mana biasanya metode ini hanya digunakan untuk mendeteksi keadaan batuan di bawah permukaan tanah.

Teknik Implementasi Dalam perencanaan, metode yang digunakan pada pendeteksian jasad ini adalah geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner dan dilakukan secara Mapping.

Prediksi Hasil Sesuai teori yang ada bahwa setiap benda memiliki nilai resistivitas masing-masing. Diharapkan kerangka manusia yang tertimbun dapat terdeteksi dengan baik, artinya hasil intepretasi data dapat menunjukkan besar resistivitas yang sesuai dengan resistivitas Ca (calsium) dan P (phosphorus).

DAFTAR PUSTAKA Allmeasures.2008. electrical resistivity formula for the materials (http://www.allmeasures.com/Formulae/static/formulae/electrical_resistivity/) diakses 2 Februari 2011. Bhattacharya, P.K & Patra, H.P. 1991. Method for Direct Current Geolistric Sounding, Geophysical Prosp. 20: 448-458. Dibi.2011.Sebaran Kejadian Bencana dan Korban Meninggal per Jenis Kejadian Bencana tahun 1815-2011 (http://dibi.bnpb.go.id/DesInventar/dashboard.jsp? countrycode=id&continue=y&lang=ID) diakses 20 Februari 2011. Kalmiawan, P., Sismanto, A. & Suparwoto. 2000. Survey of resistivity method to investigate the Krakal Hot Spring in Desa Krakal, Kec. Alian, Kab. Kabumen, Prop. Jawa Tengah. Bandung: Prosiding PIT HAGI ke-25. Reynold J.M, 1997. An Introduction to Applied and Environmental Geophysics, John Wiley and Sons Ltd., New York. Wahyudi. 2001. Panduan Workshop Eksplorasi Geofisika (Teori dan Aplikasi). Yogyakarta:UGM.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP 1. Ketua Pelaksana Nama : Iwan Setya Budi NIM : 308322410925 Tempat/ tanggal lahir : Pasuruan/ 17 Mei 1990 Agama : Islam Jenis kelamin : Laki-laki Jur/Fak/PT : Fisika/ FMIPA/ Universitas Negeri Malang Alamat asal : Jl Layur RT 004/ RW 001 Gempeng, Bangil, Pasuruan Alamat di Malang : Jl Anyer No. 09 Malang Riwayat Pendidikan No Sekolah Tahun 1 TK Tanwirul Hijaa 1995-1997 2 MI Sabilul Falah 1997-2003 3 SMPN 2 Bangil 2003-2006 4 SMAN 1 Bangil 2006-2008 5. Universitas Negeri Malang 2008-sekarang Karya Ilmiah - Pemanfaatan ekstrak Buah Maja Sebagai BioPestisida Hama Ulat Daun (Spedoptera sp.) pada Tanaman Bawang Merah - Produksi Buku Puzzle Sortasi Berbahan Dasar Busa Hati Sebagai Alat Permainan Edukatif (APE) Anak Usia Dini (PKMK)

Malang, 28 Februari 2011 Anggota Kelompok

(Iwan Setya Budi) NIM. 308322410925

2. Anggota Pelaksana 1 Nama : Ari Kuswanto NIM : 407322409154 Tempat/ tanggal lahir : Blitar / 7 Februari 1989 Agama : Islam Jenis kelamin : Laki-laki Jur/Fak/PT : Fisika/ FMIPA/ Universitas Negeri Malang Alamat asal : Jl Layur RT 004/ RW 001 Gempeng, Bangil, Pasuruan Alamat di Malang : Jl. Anyer No. 09 Malang Riwayat Pendidikan No Sekolah Tahun 1 TK Tanwirul Hijaa 1994-1996 2 MI Sabilul Falah 1996-2001 3 SMPN 3 Bangil 2001-2004 4 SMAN 1 Bangil 2004-2007 5. Universitas Negeri Malang 2007-sekarang Karya Ilmiah - Pemanfaatan Kulit Pisang Sebagai Bahan Peredam Suara (PKM-GT)

Malang, 28 Februari 2011 Anggota Kelompok

(Ari Kuswanto) NIM. 407322409154

3. Anggota Pelaksana 2 Nama NIM Tmpt/Tgl lahir Agama Jenis kelamin Jur/Fak/PT Alamat asal : Ken Izzun Nadhifah Lazuardy : 208341417436 : Pasuruan / 29 November 1990 : Islam : Perempuan : Biologi / FMIPA/ Universitas Negeri Malang : Jl Dr. Soetomo No. 458 RT.02/RW.07 Suwayuwo Sukorejo-Pasuruan : Terusan Ambarawa Gang I No. 8 Malang Tahun 1996-2002 2002-2005 2005-2008 2008-sekarang

Alamat di Malang Riwayat Pendidikan No Sekolah 1 SD Negeri Suwayuwo 2 2 SMP Negeri 2 Pasuruan 3 SMA negeri 1 Pandaan 4 Universitas Negeri Malang

Karya Ilmiah : - Pemanfaatan Pare Sebagai Alat Kontrasepsi Alami - Pemanfaatan Belut Sebagai Bahan Pembuatan Mie (PKMK) - Pemanfaatan Jagung Sebagai Es Krim Tradisional Kaya Nutrisi (PKMK) - Studi Keragaman Ikan Gatul (Xiphoporus sp.) di Telagasari Kabupaten Pasuruan (PKMP didanai DIKTI)

Malang, 28 Februari 2011 Anggota Kelompok

(Ken Izzun Nadhifah Lazuardy) NIM. 208341417436

10

4. Dosen Pembimbing A. Nama : Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom. B. NIP : 132163999 C. Tempat dan Tanggal Lahir : Pamekasan, 27 Pebruari 1969 D. Pangkat/Jabatan : Penata Muda (IIIa) / Dosen-Asisten Ahli E. Alamat 1. Kantor : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang Jl. Surabaya 6 Malang 65145, telepon (0341) 551-312 ext. 260 : Jl. Kejawan Gebang III/7 Surabaya, telepon 2. Rumah (031)5927317 F. Riwayat Pendidikan No Jurusan Perguruan Tinggi 1. Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2. Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember Informatika Surabaya

Gelar S1/S.Si.

Tahun 1994

S2/M.Kom 2007 .

G. Pendidikan tambahan (Latihan/Kursus/Penataran dan lain-lain) No Jenis Pendidikan Nama & Tempat Latihan Tahun . 1 Pelatiahan PEKERTI, Malang 1997 2 Pelatiahan AA, Malang 1998 Lokakarya Metodologi Penelitian, Malang 1998 3 Pelatihan Geofisika, Bandung 2000 4 Pelatihan Overclocking Komputer, 2004 Surabaya

Keterangan Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat

H. Riwayat Pekerjaan No Nama dan tempat pekerjaan 1 Capeg , IKIP Malang 2 Dosen, IKIP Malang 3 Dosen, Universitas Negeri Malang

Jabatan Fungsional Asisten Asisten Asisten Ahli

Tahun 1997 1998 2002

I. Pengalaman Di Bidang Pengabdian Pada Masyarakat No Judul Pengabdian 1 Layanan Lab, Resonansi Udara 2 Layanan Lab, Klasifikasi Batuan

Tahun 1998 1999

11

J. Riwayat Mata Kuliah yang Diajarkan: 4. Fisika Dasar 1 5. Fisika Dasar 2 6. Fisika Matematika 7. Geologi 8. Dasar-Dasar Komputer 9. Pemrograman Komputer 10. Interaksi Manusia dan Komputer 11. Pengelolaan Instalasi Komputer 12. Manajemen Pusat Komputer 13. Aljabar Linier 14. Bahasa Pemrograman I (Delphi) 15. Organisasi Komputer 16. Arsitektur Komputer 17. Pemrograman Animasi 18. Pengolahan Citra Digital K. Karya Ilmiah: 1. Tugas Akhir I, Studi Literatur, Digital Seismic Filtering dengan Dekonvolusi Entropi Minimum, ITS Surabaya 1991. 2. Tugas Akhir, Desain Filter Entropi Minimum dengan Transformasi Eksponensial, ITS Surabaya 1994. 3. Jurnal Foton, Filter Entropi Minimum, IKIP Malang 1997. 4. Seminar Regional, Profil Seismik Vertikal, IKIP Malang 1998. 5. Penelitian Dosen Muda, Pengenalan Wajah dengan Metode Hibrida Principal Component Analysis dan Dekomposisi Wavelet. Dikti Jakarta 2006. 6. Penelitian Dipa, Perancangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Sains Untuk Siswa Sekolah Dasar. UM Malang 2007. 7. Seminar Nasional, Kompresi Citra Digital Dengan Algoritma Transformasi Wavelet, UM Malang 2008. 8. Bimbingan skripsi, identifikasi pola intrusi air laut dengan metode geolistrik konfigurasi wenner, UM Malang 2008. 9. Bimbingan skripsi, Identifikasi normal fault dengan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger, UM Malang 2008. 10. Bimbingan skripsi, Pemetaan distribusi rembesan polutan sampah dengan metode geolistrik konfigurasi Winner, UM Malang 2009. 11. Bimbingan skripsi, prediksi ukuran penampang anomali pada model medium homogin dengan menggunakan metode geolistrik, UM Malang 2009 12. Bimbingan skripsi, identifikasi porisitas pasir berdasarkan nilai resistivitasnya dengan metode geolistrik, UM Malang 2009. 13. Bimbingan skripsi, Aplikasi metode geolistrik konfigurasi Schlumberger Sounding Mapping untuk mendeteksi kandungan bijih besi pada medium tanah, UM Malang 2009. 14. Bimbingan sikripsi, Pemodelan fisika metode geolistrik konfigurasi schlumberger untuk memetakan tanah yang terkontaminasi merkuri, UM Malang 2009.

12

15. Bimbingan skripsi, Pengaruh penggunaan elektroda porous-pot konfigurasi schlumberger terhadap nilai resistivitas perlapisan tanah dengan pemodelan aplikasi geolistrik, UM Malang 2009.

Malang, 28 Februari 2010,

(Daeng Achmad Suaidi, S.Si., M.Kom) NIP. 196902271997021001

Anda mungkin juga menyukai