Anda di halaman 1dari 14

ABSTRACT

System informasi yang berhubungan dengan masalah akuntansi atau keuangan merupakan tugas dan tanggung jawab dari akuntan manajemen, dan system informasi yang berhubungan dengan akuntansi tersebut disebut Akuntansi Manajemen

MUHAMMAD KASRAN
NIM : P.1700212402

AKUNTANSI MANAJEMEN

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Untuk mengoperasikan sebuah organisasi yang kompleks (besar dan rumit) dengan efisien dan efektif, operasi manajemen perusahaan. membutuhkan informasi terinci tentang

Seperti berapa jumlah bahan yang harus disediakan, darimana bahan diperoleh, berapa jumlah peralatan yang terpakai, berapa karyawan yang layak diperkerjakan dll. Semua persoalan tersebut akan bisa diatasi oleh manajemen apabila manajemen memperoleh informasi yang tepat untuk digunakan sebagai dasar kebijakannya. Artinya manajemen harus memperoleh informasi tentang masukan dan keluaran operasi atau perusahaan untuk dasar operasinya. Tanpa informasi tentang masukan dan keluaran, maka tidak mungkin manajemen dapat mengambil keputusan dengan tepat. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan system informasi yang memadai. Yaitu system informasi untuk perencanaan, pengelolaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. System informasi yang berhubungan dengan masalah akuntansi atau keuangan merupakan tugas dan tanggung jawab dari akuntan manajemen, dan system informasi yang berhubungan dengan akuntansi tersebut disebut Akuntansi Manajemen. (Machfoedz, Masud, Akuntansi Manajemen, 2002)

2| Page

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Akuntansi Manajemen

Menurut Accountants identifikasi, interpretasi, dalam

Chartered (CIMA), pengukuran,

Institute akumulasi, informasi untuk

of analisis, yang

Management adalah "proses penyusunan,

akuntansi

manajemen

dan komunikasi entitas dan

digunakan oleh sesuai dan

manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi dan pengendalian suatu memastikan akuntabilitas penggunaan sumber daya tersebut. Menurut Charles T. Homgren (1993) akuntansi manajemen adalah proses identifIkasi, pengukuran, eksekutif untuk akumulasi, memenuhi analisa, tujuan penyiapan, penafsiran, dan komunikasi tentang informasi yang membantu organisasi. Menurut Comite yang Accountants Management dibentuk (NAA) Accounting National Practices adalah (MAP) of proses masing-masing

oleh

Association

Akuntansi

manajemen

identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis, penyiapan, dan komunikasi informasi finansial yang digunakan oleh manajemen untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi, serta untuk menjamin ketepatan penggunaan sumbersumber dan pertanggungjawaban atas sumber-sumber tersebut. (http://yaayuuu.wordpress.com/2010/08/28/definisiakuntansi-manajemen-menurut-para-ahli/)

3| Page

B. Konsep yang melatarbelakangi lahirnya Akuntansi Manajemen Pada tahun 1880an, perusahaan manufaktur di Amerika mulai berkonsentrasi dalam pengembangan teknologi produksi yang berkapasitas besar. perusahaan relevant metal telah cost product Para manajer dan insinyur pada mengembangkan disebut untuk menghitung management. scientific

yang

Prosedur ini digunakan untuk menganalisis produktivitas dan laba suatu produk. Akan tetapi seiring berkembangnya pemikiran akuntansi maka setelah tahun 1914 prosedur tersebut mulai hilang dari praktik akuntansi perusahaan. Setelah keuangan Perang Dunia I, terdapat peraturan akuntansi informasi

yang

mempunyai

dampak

berkurangnya

akuntansi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja bawahan dalam perusahaan besar (lost relevance). Sampai tahun 1920an, semua manajer percaya pada informasi yang berhubungan dengan proses produksi utama, transaksi dan even yang menghasilkan jumlah nominal pada laporan keuangan. Setelah tahun 1925, informasi yang digunakan oleh manajer menjadi lebih sederhana dan banyak perusahaan manufaktur di Amerika telah mengembangkan prosedur akuntansi manajemen seperti yang dikenal sekarang. Selama kurun waktu lebih dari enam puluh tahun, akuntan akademisi berusaha untuk mengembalikan relevansi antara informasi kos akunting dengan informasi akuntansi keuangan. Usaha tersebut menggunakan model perusahaan manufaktur sederhana, sejenis dengan perusahaan tekstil abad 19, dan dalam rangka mengatasi masalah produksi, akademisi menyusun ulang informasi pelaporan kos persediaan. Meskipun demikian, model tersebut terlalu sederhana untuk menjelaskan masalah
4| Page

nyata yang dihadapi oleh manajer akan tetapi hal tersebut dimahfumkan dalam rangka mempermudah bagaimana informasi kos yang berasal dari laporan keuangan dapat dibuat relevan dengan pengambilan keputusan (kos manajemen). Mulai tahun 1980an sampai sekarang, akuntansi manajemen mengalami masa perkembangan yang pesat dengan perannya sebagai pendamping akuntansi keuangan. Johnson dan Kaplan menuliskannya dengan indah dalam Relevance Lost: The Rise and Fall of Management Accounting. (www.google.com)
C. Peranan Akuntansi Manajemen

Peranan akuntansi pada umumnya, dan manajemen pada khususnya sangat penting dalam menyediakan informasi bagi masyarakat secara keseluruhan, terutama bagi pengambil keputusan, para manajer, dan profesional. Akuntansi manajemen memiliki tanggung jawab dalam mediator konflik. Hal ini berarti bahwa akuntansi manajemen dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan agar sumber-sumber ekonomi yang dikuasainya atau kekayaan perusahaan dapat dialokasikan dan di transformasikan secara lebih efektif serta efisien, termasuk pula tanggung jawab untuk memberikan informasi mengenai aspekaspek disfungsional yang ditimbulkan oleh konflik-konflik intra organisasi. Sistem informasi akuntansi pada suatu organisasi memiliki dua subsistem utama, yaitu sistem akuntansi manajemen dan sistem akuntansi keuangan. Kedua sistem akuntansi tersebut berbeda tujuan, sifat masukan dan jenis proses yang digunakan untuk mengubah masukan menjadi keluaran. Adapun sistem informasi akuntansi keuangan digunakan bagi pihak eksternal, sedangkan sistem informasi akuntansi manajemen digunakan bagi pihak internal.
5| Page

Sistem akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan sehingga proses bagi para pemakai intern (para dalam manajer dan profesional) untuk memenuhi tujuan-tujuan manajemen tertentu mengurangi yang ketidakpastian oleh pengambilan seperti keputusan. Inti dari sistem informasi akuntansi manajemen adalah dideskripsikan aktivitas-aktivitas pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan informasi. Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh kriteria formal apapun yang mendefinisikan sifat dari proses, masukan, atau keluarannya sehingga kriterianya fleksibel 2009:4) a. Menyediakan informasi untuk perhitungan biaya jasa, produk, atau objek lainnya yang ditentukan oleh manajemen. Oleh karenanya, implementasi penyediaan informasi untuk perhitungan-perhitungan biaya oleh manajemen digunakan untuk mengevaluasi ketepatan keputusan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan laba. b. Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. Oleh karenanya, informasi dibutuhkan untuk mengidentifikasi berbagai peluang untuk perbaikan dan mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dalam mengimplementasikan berbagai tindakan yang didesain untuk menciptakan perbaikan. c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pentingnya pengambilan keputusan dengan memilih atau beberapa strategi yang paling masuk akal dalam dan berdasarkan pada tujuan manajemen. Sistem akuntansi manajemen memiliki tiga tujuan umum : (Hansen,

6| Page

memberikan jaminan pertumbuhan dan kelangsungan hidup jangka panjang bagi perusahaan. Dalam perusahaan. sebuah Di sistem informasi akuntansi manajemen, aktivitas

masukan (input) berupa kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh dalam proses (process) terjadi pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan data atau informasi. Setelah melalui proses, maka menghasilkan keluaran (output) berupa laporan khusus, biaya produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja dan komunikasi pribadi. Hasil keluaran tersebut akan digunakan oleh pihak intern dalam pengambilan keputusan. Penggunaan sistem informasi akuntansi manajemen tidak hanya digunakan pada perusahaan manufaktur, tetapi juga digunakan pada perusahaan perdagangan, jasa dan nirlaba. Mulyadi (2001) mengemukakan bahwa terdapat dua garis besar peranan dari akuntansi manajemen, antara lain :

7| Page

1. Peran

akuntansi

manajemen

sebagai

suatu

tipe

akuntansi Peran akuntansi manajemen sebagai sistem pengolah informasi keuangan dalam perusahaan dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan : a) Pencatat skor (score keeping) Dalam melakukan pengelolaan perencanaan perusahaan, aktivitas dan manajemen pengendalian

pelaksanaan rencana aktivitasnya. Akuntansi manajemen berperan dalam menyediakan informasi keuangan bagi penyusun rencana aktivitas, yang memberikan informasi sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya kepada berbagai manajemen informasi Akuntansi bersangkutan Untuk pelaksanaan aktivitas juga umpan yang berperan balik direncanakan. besar dalam manajemen yang telah skor manajer Akuntansi menyajikan mengenai disusun. dan yang

kepada aktivitas

rencana

manajemen skor untuk fungsi

mencatat kepada memungkinkan sebagai

mengkomunikasikan

manajemen skor bagi

mengevaluasi pelaksanaan rencana yang telah disusun. memenuhi pencatat harus manajemen, akuntansi manajemen memenuhi

persyaratan : teliti, relevan, dan andal (reliable). b) Penarik perhatian manajemen (attention directing) Sebagai penarik perhatian manajemen, akuntansi

menyajikan informasi penyimpangan pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen, agar manajemen dapat merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya
8| Page

penyimpangan yang terjadi. Tahap perkembangan ini hanya dapat dicapai, jika akuntansi manajemen telah dapat menjadi pencatat skor yang baik. c) Penyedia informasi untuk pemecah masalah (problem solving) Tahap perkembangan ini merupakan akibat lebih lanjut dari status perkembangan yang sebelumnya telah dicapai, yaitu sebagai pencatat skor dan sebagai penarik perhatian. Jika manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh akuntan manajemen, maka mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap pengambilan keputusan pemecahan masalah yang akan mereka lakukan. 2. Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi, atau sesuatu yang lain, yang menambah untuk pengetahuan. Informasi diperlukan oleh manusia

mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan selalu menyangkut masa yang akan datang, yang mengandung ketidakpastian, dan selalu menyangkut pemilihan suatu alternatif tindakan diantara sekian banyak alternatif yang tersedia. Oleh karena itu, pengambilan keputusan selalu berusaha mengumpulkan informasi untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapinya dalam memilih alternatif tindakan tersebut. Disamping uraian mengenai garis besar pentingnya

akuntansi manajemen dalam suatu proses bisnis diatas, peran akuntan manajemen sebagai pelaksana sistem akuntansi manajemen juga tidak kalah penting, serta merupakan peran pendukung dalam suatu organisasi. Mereka membantu orang9| Page

orang yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan tujuan dasar organisasi (Hansen, 2009:20). Posisi yang bertanggungjawab langsung pada tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi lini (line position) dan posisi yang sifatnya mendukung dan tidak bertanggungjawab secara langsung terhadap tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi staf (staff position). Akuntan manajemen bertanggung jawab mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, menganalisis, menyiapkan, menginterpretasikan, dan mengkomunikasikan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan dasar organisasi. Akuntan manajemen berfungsi sebagai anggota staf dari organisasi dan bertanggung jawab menyediakan informasi. Semua untuk praktik akuntansi manajemen dikembangkan laba. Secara

membantu

manajer

memaksimumkan

tradisional, kinerja ekonomi perusahaan menjadi pertimbangan utama. Oleh karenanya, manajer dan akuntan manajemen seharusnya tidak terlalu berfokus pada laba yang akan mengakibatkan mereka membangun suatu keyakinan bahwa satu-satunya tujuan bisnis adalah memaksimumkan kekayaan bersih. Tujuan memaksimumkan laba harus dibatasi dengan persyaratan bahwa laba dicapai dengan cara-cara yang legal dan etis, sesuai dengan kode etik perusahaan atau standar etika tertentu. Efeknya, timbulah beberapa sertifikasi khusus yang ditujukan bagi akuntan manajemen, antara lain : CMA (Certificate in Management Accounting ) adalah sertifikasi yang didesain untuk memenuhi kebutuhan khusus para akuntan manajemen. Salah satu tujuan CMA adalah membuat akuntansi manajemen menjadi disiplin ilmu yang diakui, profesional, dan terpisah dari profesi akuntan publik.
10 | P a g e

CPA publik

(Certificate tetapi

in

Public

Accounting

),

utamanya yang

ditujukkan bagi mereka yang berpraktik sebagai akuntan banyak akuntan manajemen memilikinya karena sertifikat ini sangat diakui . CIA (Certificate in Internal Auditing ) Adalah sertifikasi bagi auditor internal dan didesain untuk memiliki kompetensi teknis yang memadai. (Modul Akuntansi Manajemen 2007 Universitas Negeri

Yogyakarta)

D. Fokus Terkini dalam Akuntansi Manajemen

Lingkungan mempengaruhi

bisnis

yang

berubah konsep

begitu dan

cepat

sangat

perkembangan

praktik

akuntansi

manajemen. Akuntansi manajemen harus mampu

menyediakan

informasi yang memungkinkan manajer untuk berfokus pada nilai pelanggan (customer value), manajemen mutu total (total quality management), kompetisi berbasis waktu (time based competition) dan pemanfaatan teknologi informasi.
Activity adalah pada Based suatu Management. manajemen Manajemen dan berbasis aktivitas

sistem yang luas

terintegrasi

yang berfokus

perhatian

terhadap aktivitas, bertujuan untuk

meningkatkan nilai pelanggan dan laba yang dihasilkan. Orientasi merupakan pada Pelanggan. apa Orientasi yang pada diperoleh pelanggan pelanggan

perbedaan antara

(kepuasan pelanggan) dengan apa yang diberikan oleh pelanggan (pengorbanan pelanggan) Penempatan stratejik. Manajemen biaya biaya stratejik merupakan dan

penggunaan informasi

untuk

mengembangkan

11 | P a g e

mengidentifikasikan

strategi

yang

lebih

baik

yang

akan

menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan. Kerangka kerja Rantai Nilai Rantai Nilai Internal: & merupakan rangkaian produk dan aktivitas jasa yang

diperlukan memasarkan pelanggan

untuk mendesain, mengembangkan, memproduksi, mendistribusikan kepada

Rantai Nilai Industri: merupakan rangkaian aktivitas penciptaan nilai yang terhubung mulai dari bahan baku mentah sampai dengan pembuangan produk akhir oleh pengguna akhir.

Dalam

pengelolaan

rantai

nilai,

seorang

akuntan

manajemen harus mampu memahami berbagai fungsi bisnis, dari manufaktur sampai dengan pemasaran. Penekanan pada kualitas ini menciptakan tuntutan atas suatu sistem akuntansi manajemen yang menyediakan informasi keuangan maupun non keuangan tentang kualitas.

12 | P a g e

BAB III KESIMPULAN Akuntansi manajemen merupakan salah satu bagian dari ilmu akuntansi yang menitikberatkan permasalahannya pada organisasi serta informasi yang dibutuhkan organisasi tersebut. Laporan dari bagian akuntansi dalam perusahaan dapat membantu manajer mengambil keputusan dengan lebih bijak dan terarah, setelah

keputusan diambil biasanya bagian akuntansi akan menilai apakah keputusan itu efektif dan efisien. Atau dengan kata lain Akuntansi Manajemen dan Laporan Akuntansi menyajikan informasi yang terutama ditujukan untuk memberi gambaran kondisi financial dalam pencapaian mengevaluasi tujuan dan perusahaan. Di lain pihak para manajer harus menentukan tujuan perusahan, menjabarkan tujuan tersebut, mengambil tindakan untuk pencapaian, sesudah itu mengendalikan apa yang telah ditetapkan. Informasi akuntansi sangat membantu menjalankan fungsi manajer tersebut.

13 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_manajemen September 2013) Hansen, D.R., dan Mowen, M.M.

(diakses

tgl

25

Modul Akuntansi Manajemen

Universitas Negeri Yogyakarta. http://staff.uny.ac.id. (diakses tgl 25 September 2013) http://yaayuuu.wordpress.com/2010/08/28/definisi-akuntansimanajemen-menurut-para-ahli/ 2013) Machfoedz, Masud, Akuntansi Manajemen, Jakarta : BPFE 2002 Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen ; Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Jakarta: Salemba Empat. Pada /2012 /04/ website peranhttp://dinhamfeunnes.blogspot.com 2013) Hansen, Don R. dan Marryanne M. Mowen. 2009. Managerial (diakses tgl 25 September

sejarahdan-tujuan-akuntansi.html (diakses tgl 25 September

Accounting ; Akuntansi Manajerial. Jakarta: Salemba Empat. Thomas Johnson dan Robert S. Kaplan, Relevance Lost: Rise and Fall of Management Accounting, Harvard Business Press, 1987

14 | P a g e