Anda di halaman 1dari 29

PERBEDAAN TULANG RAWAN DAN SEJATI Kemaren kan pak Marjuni gk sempet jelasin tuh jadi saia bantu

kalian yang gk tau dah kebetulan nyari di internet dapet bgini neh Secara umum, tulang pada manusia terbagi atas dua jenis, yaitu : A. Tulang Rawan Tulang rawan adalah tulang yang berserabut tebal dan matriks yang elastis. Tulang rawan memiliki kandungan kolagen yang tinggi sehingga bersifat kuat dan lentur. Tulang rawan tidak mempunyai saraf dan pembuluh darah. B. Tulang Sejati Tulang sejati adalah tulang yang telah mengalami osifikasi (pematangan tulang) sehingga strukturnya lebih keras. Dalam matriksnya kandungan kolagen sangat sedikit, sedangkan bahan anorganik lainnya seperti kalsium, fosfor, bikarbonat, sirat, Mg, Na, K an hidroksi apit sangat banyak didapati. semoga bisa membantu!

JARINGAN IKAT
Jaringan ikatmerupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh.Jaringan ikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm(lapisan tengah embrio). Bentuk sel-sel yang menyusun jaringan ikat memiliki berbagai fungsi, yaitu menyokong dan memperkuat jaringan lain, melindungi organ-organ tubuh, menyimpan energi, membentuk struktur tubuh (tulang), dan menyusun system sirkulasi. Jaringan ikat terdiri dari matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat. Matriks Adalah bahan dasar tempat sesuatu melekat. Matriks terdiri dari serat-serat dan bahan dasar. Serat-serat pengikat pada matriks mengisi rongga antar sel-sel sehingga akan membentuk jaringan. Jaringan tersebut berfungsi menopang jaringan ikat. Matriks terdiri dari beberapa jenis serat yaitu serat kolagen, serat elastin dan serat retikuler. Serat kolagen Memiliki sifat kuat, kelenturan yang rendah, tetapi daya renggang yang tinggi, serat kolagen tersusun dari protein kalogen. Protein ini banyak terdapat didalam tubuh yaitu sekitar 25% dari total protein. Serat ini terdapat pada tendon tulang dan kulit. Serat elastin Memilikio sifat kelenturan yang tinggi, tersusun dari mokopolisakarida dan protein yang disebut elastin. Elastin dikelilingi oleh gliko protein yang disebut hibrilin dan terdapat pada pembuluh darah, legamen dan selaput tulang rawan larin. 6 Serat retikuler Memiliki sifat kelenturan yang rendah, ukuranya lebih tipis dari serat kolagen dan terdiri dari kolagen yang dilapisi oleh gliko protein. Serat ini berfungsi untuk mengikat suatu jaringan ikat dengan jaringan ikat lainya. Serat retikuler terdapat pada hati, limpa dan kelenjar limfe. Sel-sel jaringan ikat Jaringan ikat terdiri dari beberapa jenis sl. Sel-sel ini terdapat pada matriks dan bertanggung jawab terhadap serat-serat maupun bahan dasar. Beberapa contoh sel jaringan ikat adalah sebagai berikut. Fibrolas

Adalah sel jaringan ikat yang berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein. Pada jaringan ikat, sel-sel mesenkim berdiferensiasi menjadi fibrolas yang membentuk matriks. Sel lemak Adalah sel yang khusus untuk menyimpan lemak. Suatu jaringan ikat disebut jaringan lemak, jika terdapat sel lemak yang melimpah. Sel lemak mudah dibedakan jika sudah menimbun karena sebelumnya sel lemak menyerupai fibrolas. Sel plasma Sel plasma dapat ditemukan dalam jumlah melimpah dibawah membrane epitel yang basah, misalnya pada saluran pencernaan dan pernapasan. Selsel ini memproduksi antibody yang khas untuk antigen (protein asing). Makrofag Adalah sel jaringan ikat yang bentuknya berubah-ubah. Sel-sel makrofag terspesialisasi untuk fagositosis sehingga sel-sel ini giat memakan zat-zat buangan, sel-sel mati dan bakteri. Makrofag terdapat didekat pembuluh darah. 7 Sel tiang Sel tiang berfungsi menghasilkan heparin dan histamine. Heparin adalah suatu antikoagulan dari polisakarida. Sedangkan histamine adalah suatu zat yang dibebaskan oleh degranulasi sel tiang sebagai reaksi terhadap antigen yang sesuai. Heparin berfungsi dalam pembekuan darah Jaringan ikat disebut juga jaringan penyokong. Jaringan ikat terdiri dari berbagai jenis, diantaranya sebagai berikut: 1. Jaringan Ikat Longgar Jaringan ikat longgar memiliki ciri sebagian besar terdiri dari matriks yang mengandung serat-serat kolagen, retikuler, dan elastin. Jaringan ini terdiri dari beberapa sel, seperti makrofag, sel plasma, sel tiang, dan sel lemak. Jaringan ikat longgar berfungsi membungkus (menyokong) organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian jaringan lain. Jaringan ini terdapat dimesentriu m (selaput perut tempat menautkan organ-organ dalam rongga perut), di bawah epitel mukosa saluran pencernaan, pembungkus pembuluh darah, akson saraf, dan lapisan subkutan kulit. 2. Jaringan Ikat Padat Jaringan ikat padat memiliki ciri susunan serat yang padat dan jumlah selnya berkurang. Jaringan ini didominasi oleh serat kolagen. Di

antara serat kolagen tersebut terdapat sel fibroblas. Sifat jaringan ikat padat adalah tidak elastis. Jaringan ikat padat berfungsi menghubungkan antara organ tubuh yang satu dengan organ tubuh yang lain. Jaringan ikat padat terdiri dari dua jenis, yaitu : 8 LamelaLamela adalah lapisan konsentris matriks yang terdiri dari garam mineral dan serat kolagen. Garam mineral berfungsi membuat tulang menjadi keras. Serat kolagen berfungsi membuat tulang menjadi kuat.Lakuna adalah suatu ruang kecil di antara lamella yang di dalamnya mengandung osteosit. Kanalikuli adalah saluran yang berfungsi menyalurkan makanan dan mengeluarkan zat sisa. Saluran Havers Saluran Havers berisi pembuluh darah dan saraf. Di dalam saluran Havers terdapat saluran Volkman, yaitu saluran yang menghubungkan dua saluran Havers. Tulang merupakan organ yang sangat keras. Senyawa penyusunnya adalah kalsium klorida (CaCl2), kalsium fosfat (Ca2PO4), magnesium klorida (MgCl2), barium klorida (BaCl2), dan barium sulfat (BaSO4). Tulang berfungsi sebagai alat gerak, penyokong tubuh, tempat melekatnya otot, dan melindungi organ-organ yang lunak. Perbedaan sel-sel tulang dewasa dengan tulang rawan adalah tulang dewasa sudah mengalami mineralisasi. Mineralisasi merupakan proses perubahan penyusunan materi organik menjadi materi anorganik. Mineral yang sangat tinggi konsentrasinya di dalam tulang adalah kalsium dan fosfat. Berdasarkan strukturnya, tulang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tulang kompak dan tulang spongiosa. Tulang kompak adalah tulang yang tidak memiliki rongga, sedangkan tulang spongiosa (tulang spons) adalah tulang yang memiliki rongga. 6. Jaringan Darah Jaringan darah dapat disebut sebagai jaringan ikat terspesialisasi yang dibentuk dari sel-sel bebas dan suatu matriks cair (plasma). Sel-sel darah berkembang lalu masuk ke dalam aliran darah sebagai sel-sel yang sepenuhnya telah terbentuk. Jaringan darah berfungsi membawa sari-sari makanan, hormon, oksigen, dan sisa-sisa hasil metabolisme, serta mencegah infeksi. Jaringan darah terdiri dari eritrosit, leukosit, trombosit, dan plasma. 11 Eritrosit (sel darah merah)

Eritrositberbentuk seperti lempengan bikonkaf (cekung ganda) dengan diameter kurang lebih 8 m. Eritrosit tidak memiliki inti sel (nukleus). Sitoplasma eritrosit mengandung protein yang disebuthemoglobin. Hemoglobin yang berikatan dengan oksigen akan membentukoksihem oglobin. Apabila kandungan oksigen suatu jaringan tubuh lebih rendah daripada kandungan oksigen di dalam paru-paru, oksihemoglobin akan pecah sehingga oksigen dibebaskan untuk digunakan dalam proses metabolisme sel. Hemoglobin juga berperan penting untuk mengangkut karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru. Leukosit (sel darah putih) Leukosit memiliki sebuah nucleus dan tidak mengandung hemoglobin. Gerakan yang dilakukan leukosit adalah gerakan amuboid. Berdasarkan granula (butiran-butiran) dalam sitoplasma, leukosit terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Granulosit, merupakan leukosit yang memiliki protein granula di dalam sitoplasmanya. Granulosit menyusun 60-70% dari keseluruhan leukosit. Granulosit terdiri dari neutrofil, eosinofil, dan basofil.

Agranulosit, merupakan leukosit yang tidak memiliki granula di dalam sitoplasmanya. Agranulosit terdiri dari limfosit dan monosit. Trombosit (keping darah) Trombosit berbentuk lempengan dengan diameter 2-4 m. Di dalam trombosit banyak terdapat granula, namun tidak terdapat nukleus. Trombosit membantu penghentian keluarnya darah akibat kerusakan pada pembuluh darah. PlasmaBagian darah yang cair serta mengandung larutan elektrolit dan protein disebutplasma. Protein plasma terdiri dari albumin, globulin, dan fibrinogen. Selain itu, plasma juga mengandung sejumlah bahan terlarut, seperti zat makanan, hormon, dan faktor-faktor pembeku darah. 12 7. Jaringan Limfe (Getah Bening) Jaringan limfe terdapat padaorgan-organ seperti timus, kelenjar limfe, tonsil, dan limpa. Jaringan limfe terdiri dari sel-sel dan serat-serat retikuler yang menjadi rangka untuk menunjang timbunan limfosit dan makrofag. Di bagian-bagian tubuh tertentu, limfosit cenderung berkelompok menjadi satu

dalam pemusatan yang disebutnod ulus. Nodulus dapat dijumpai dalam tonsil, limpa, timus, serta tersebar secara luas sepanjang saluran pencernaan. GAMBAR MATRIK DAN SEL-SEL PENYUSUN JARINGAN IKAT : 1. Matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat 2. Serat kolagen 3. Serat elastin 4. Serat retikuler 13 MACAM-MACAM GAMBAR JARINGAN IKAT : 1.Jaringan Ikat Longgar 2. Jaringan Ikat Padat 3. Jaringan Lemak (Adiposa) 4. Jaringan Tulang Rawan 5.Jaringan Tulang Sejati 6. Jaringan Darah 7. Jaringan Limfe (Getah Bening)14

Tulang
Ketika kita masih bayi kita memiliki tangan yang mungil, kaki yang mungil dan semuanya serba mungil. Perlahan, ketika kita tumbuh dewasa semuanya membesar termasuk tulang kita. Ketika kita masih bayi kita memiliki sekitar 300 tulang. Namun ketika kita beranjak dewasa beberapa dari tulang-tulang ini ada yang melebur hingga akhirnya menjadi 206 tulang. Dari 206 tulang ini terdapat beberapa jenis tulang. Jenis-jenis tulang ini ada yang dibedakan berdasarkan matriksnya dan ada yang berdasarkan jaringan dan sifat fisik (keras tidaknya) tulang. Untuk mengetahui lebih lanjut pelajari jenis-jenis tulang di bawah ini. 1. Berdasarkan jaringan penyusun dan sifat-sifat fisiknya tulang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: a. Tulang Rawan (Kartilago) Tulang rawan adalah tulang yang tidak mengandung pembuluh darah dan saraf kecuali lapisan luarnya (perikondrium). Tulang rawan memiliki sifat lentur karena tulang rawan tersusun atas zat interseluler yang berbentuk jelly yaitu condroithin sulfat yang didalamnya terdapat serabut kolagen dan elastin. Maka dari itu tulang rawan bersifat lentur dan lebih kuat dibandingkan dengan jaringan ikat biasa. Pada zat interseluler tersebut juga terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna yang berisi sel tulang rawan yaitu chondrosit. Tulang rawan terdiri dari tiga tipe yaitu: a.1. Tulang rawan hialin; tulang yang berwarna putih sedikit kebiru-biruan, mengandung serat-serat kolagen dan chondrosit. Tulang rawan hialin dapat kita temukan pada laring, trakea, bronkus, ujung-ujung tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, cuping hidung dan rangka janin.

Gambar stuktur tulang rawan hialin a.2. Tulang rawan elastis; tulang yang mengandung serabut-serabut elastis. Tulang rawan elastis dapat kita temukan pada daun telinga, tuba eustachii (pada telinga) dan laring.

Gambar struktur tulang rawan elastis a.3.Tulang rawan fibrosa; tulang yang mengandung banyak sekali bundel-bundel serat kolagen sehingga tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang ini dapat kita temukan pada discus diantara tulang vertebrae dan pada simfisis pubis diantara 2 tulang pubis.

Gambar struktur tulang rawan elastis Pada orang dewasa tulang rawan jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan anakanak. Pada orang dewasa tulang rawan hanya ditemukan beberapa tempat, yaitu cuping hidung, cuping telinga, antar tulang rusuk (costal cartilage) dan tulang dada, sendi-sendi tulang, antarruas tulang belakang dan pada cakra epifisis. thoarcic_cage.jpg Salah satu contoh tulang rawan pada tulang rusuk 2). Tulang Keras (Osteon) Tulang keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Tulang tersusun atas: (a). Osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang (b). Osteosit: sel-sel tulang dewasa (c). Osteoklas : sel-sel penghancur tulang 14-compact-bone-osteons.jpg Foto struktur bagian dalam tulang b.Berdasarkan matriksnya tulang dibedakan menjadi 2, yaitu: 1)Tulang Kompak transverse_section_of_bone.pngTulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran) yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh

darah dan saraf. Disekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur. Pada lamela terdapat ronggarongga yang disebut lacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers. Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit. Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers. Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers. Kedua saluran ini arahnya saling tegak lurus. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers. B. Tulang Keras (Osteon) Tulang keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Tulang tersusun atas: (a). Osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang (b). Osteosit: sel-sel tulang dewasa (c). Osteoklas : sel-sel penghancur tulang

Struktur tulang rawan dibagi lagi menjadi dua yaitu: 1)Tulang Kompak Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran) yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf. adalah suatu zat interseluler yang berkapur. Pada lamela terdapat rongga-rongga yang disebut Disekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamelalacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers. Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit. Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers. Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers. Kedua saluran ini arahnya saling tegak lurus. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers.

2)Tulang Spons Tulang spons memiliki struktur berongga-rongga seperti sarang lebah dengan bobot lebih ringan daripada tulang kompak, tetapi tetap sangat kuat. Tulang spons tidak memiliki sistem Havers, tetapi rongga-rongga di dalamnya juga berisi sumsum. Tulang spons terdapat pada ujung tulang panjang. Rongga-rongga tulang spons pada tulang paha (femur), tulang lengan atas (humerus), dan tulang dada (sternum) berisi sumsum merah.

OSTEOCYT
SEL TULANG Secara makroskopis tulang terdiri dari dua bagian yaitu pars spongiosa (jaringan berongga) dan pars kompakta (bagian yang berupa jaringan padat). Permukaan luar tulang dilapisi selubung fibrosa (periosteum); lapis tipis jaringan ikat (endosteum) melapisi rongga sumsum & meluas ke dalam kanalikuli tulang kompak. Membran periosteum berasal dari perikondrium tulang rawan yang merupakan pusat osifikasi. Periosteum merupakan selaput luar tulang yang tipis. Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot-otot rangka (skelet) ke tulang dan berperan dalam memberikan nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusak. Pars kompakta teksturnya halus dan sangat kuat. Tulang kompak memiliki sedikit rongga dan lebih banyak mengandung kapur (Calsium Phosfat dan Calsium Carbonat) sehingga tulang menjadi padat dan kuat. Kandungan tulang manusia dewasa lebih banyak mengandung kapur dibandingkan dengan anak-anak maupun bayi. Bayi dan anak-anak memiliki tulang yang lebih banyak mengandung serat-serat sehingga lebih lentur. Tulang kompak paling banyak ditemukan pada tulang kaki dan tulang tangan. Pars spongiosa merupakan jaringan tulang yang berongga seperti spon (busa). Rongga tersebut diisi oleh sumsum merah yang dapat memproduksi sel-sel darah. Tulang spongiosa terdiri dari kisi-kisi tipis tulang yang disebut trabekula. Secara Mikroskopis tulang terdiri dari : 1. Sistem Havers (saluran yang berisi serabut saraf, pembuluh darah, aliran limfe) 2. Lamella (lempeng tulang yang tersusun konsentris). 3. Lacuna (ruangan kecil yang terdapat di antara lempenganlempengan yang mengandung sel tulang). 4. Kanalikuli (memancar di antara lacuna dan tempat difusi makanan sampai ke osteon).

Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran) yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf.

Disekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur. Pada lamela terdapat ronggarongga yang disebut lacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers. Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit. Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers.

Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers. Kedua saluran ini arahnya saling tegak lurus. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers.

KLASIFIKASI TULANG a. Tulang panjang contoh: humerus, radius, ulna, femur, tibia, dan fibula. b. Tulang datar contoh: sternum, scapula, dan parietal. c. Sutural contoh: tulang diantara tulang datar pada tengkorak di garis sutura d. Tulang tak beraturan contoh: ruas-ruas tulang belakang e. Tulang pendek contoh: carpal dan tarsal f. Tulang sesamoid contoh: patella ( Ganong, 2008 ) FISOLOGI TULANG 1. Tulang memberikan topangan dan bentuk tubuh 2. Pergerakan. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian sebagai pengungkit. 3. Perlindungan. Sistem rangka melindungi organ organ lunak yang ada dalam tubuh 4. Pembentukan sel darah ( hematopoiesis ). Sumsusm tulang merah, yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum, tulang iga, badan vertebra, tulang pipih dan kranium, pada bagian ujung tulang panjang, merupakan tempat produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosirt. 5. Tempat penyimpanan mineral ( Sloane, 2003 ). HISTOLOGI TULANG Tulang Rawan ( Kartilago ) Kartilago Hyalin Mtrixnya terdiri dari kolagen tipe II, proteoglycans, glycoproteins, dan extracellular fluid. Berwarna coklat kebiru-biruan, semi tembus cahaya, dan lunak. Terletak di hidung, laring, akhir dari tulang rusuk, dan cincin trakea dan bronkus. Histogenesis dan pertumbuhan : Individual mesenchymal cells berkumpul membentuk pusat kondrofikasi berdiferensiasi menjadi kondroblas sekresi matriz kartilago disekelilingnya terbentuk lacuna kondroblas yang dikelilingi matrixnya disebut kondrosit cell division lebih dari 2 kondrosit disebut isogenous groups. Perikondrium terbentuk di batas luar ketika proses pembentukan kondrosit.

Teritorial matrix merupakan matrix yang berada di sekeliling lacuna, mengandung sedikit kolagen dan banyak kondrotinsulfat. Sedangakan interteritorial matrix adalah matrix terbesar dan mengandung lebih banyak kolagen, serta lebih sedikit kandunagn proteoglikannya. ( Junqueira, 2007 )

Gambar Hyalin Kartilago Kartilago Elastik Ditemukan di aurikula telinga, dinding telinga bagian luar, saluran eustachius, epiglottis, dan tulang rawan kuneiformis di laring, pada bagian perikondrium, lebih banyak mengandung elastic fiber, sehingga lebih elastis. Kondrositnya lebih besar bila dibandingkan dengan kartilago hyaline. Memiiki warna kekuningan darena memiliki elastin dalam serat elastis. ( Junqueira, 2007 ) Kartilago Fibrosa Merupakan jaringan intermediate antara jaringan ikat padat dan kartilago hyalin. Terdapat pada discus invertebralis, simfisis pubis, dan dalam tendon-tendon tertentu. Matrixnya mengandung kolagen tipe I dan bersifat asidofilik. Tidak terdapat perikondrium yang dikanali dalam kartilago fibrosa. ( Junqueira, 2007 ) Kharakteristik Tulang Rawan Tulang rawan = Jaringan yang terdiri dari sel-sel rawan yang terdapat kondrosit dan bahan dasar tulang rawan sebagai bahan antar sel Terdapat 3 jenis tulang rawan berdasarkan karakteristiknya : 1 Tulang rawan hyalin Ciri-ciri : -Konsistensi lunak, agak elastis -Warna kebiru-biruan -Bahan dasar homogen 2 Tulang rawan elastis : Ciri-ciri : -Warna kekuning-kuningan -Lebih fleksibel dan elastis -Bahan dasar terdapat anyaman sabut-sabut elastis dalam berbagai arah terutama di sekitar kondrosit,sabut ini kemudian melanjutkan diri ke perikandrium -Kondrosit,tudung sel tulang rawan dan kelopmpok isogen seperti pada tulang rawan hyalin

3 Tulang rawan fibrious : Ciri-ciri : -Kondrosit dan tudung sel tulang rawan seperti pada tulang hyalin -Kelompok isogen hanya sedikit,karena bahan antar sel agak padat -Kemungkinan sel membelah diri sedikit -Terdapat bahan sabut kolagen berbagai arah -Merupakan peralihan antara jaringan ikat fibrilair dengan jaringan tulang rawan (Keeton, 1980 ) Tulang ( Bone ) Tulang adalah jaringan ikat kaku, keras dan berbentuk tetap. Matrix terdiri dari komponen organic dan anorganik. Komponen organic merupakan kumpulan kristalkristal kalsium hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor yang banyak. Sedangkan komponen anorganik berisi kolagen tipe I. Matrix ektravaskulernya telah mengandung kalsium sehingga menutup jalanya sekresi sel didalamnya. Akan tetapi, pertukaran zat antara osteosit dan kapiler darah tetap bisa berjalan karena adanya komusikasi melalui kanalikuli. Periosteum melapisi bagian luar tulang, sedangkan endosteum melapisi bagian dalam tulang. ( Junqueira, 2007 )

Gambar : Penampang system harverst Sel-sel tulang : Osteoprogenitor cells, Osteoblas, Osteosit, dan Osteoklas. Osteoprogenitor cells Merupakan embryonic mesenchymal cells, sehingga menjaga kemampuan mitotik (sangat berpotensi untuk berdiferensiasi menjadi Osteoblas). Berada pada bagian dalam periosteum, lapisan canal harvest, dan di dalam endosteum. Osteoblas Terbentuk dari Osteorogenitor cells yang telah berdiferensiasi. Tumbuh dibawah pengaruh Bone Morphogenic Protein (BMP) dan Transforming Growth Factor . Osteoblas juga berperan dalam sistesis komponen organic dari matrix (Kolagen tipe I, Peptioglikan, dan glikoprotein). Mengalami proses aposisi tulang yaitu komponen matrix disekresi pada permukaan sel yang berkontak dengan matrx tulang yang lebih tua, dan lapisan matrix baru (namun belum terkapur), yang disebut Osteoid, diantara lapisan osteoblas dan tulang yang baru dibentuk. ( Junqueira, 2007 ) Osteosit

Merupakan sel tulang yang telah dewasa. Di dapat dari osteoblas yang berdeferensiasi. Terdapat didalam lacuna yang terletak diantara lamela-lamela matrix. Jumlahnya 20.000 30.000 per mm3. sel-sel ini secara aktif terlibat untuk mempertahankan matrix tulang dan kematianya diikuti oleh resorpsi matrix tersebut. ( Junqueira, 2007 ) Osteoklas. Berinti banyak. Memiliki peranan penting dalam proses resorpsi tulang. Berasal dari penggabungan sel-sel sumsum tulang. Osteoklas mensekresi kolagenase dan enzim lain sehingga memudahkan pencernaan kolagen setempat dan melarutkan kristal gram kalsium. Aktifinasnya dipengaruhi oleh hormone sitokinin. Osteoklas memiliki reseptor untuk kalsitokinin, yakni suati hormone tiroid, tetapi bukan untuk hormone paratiroid. Akan tetapi osteoblas memiliki reseptor untuk hormone paratiroid dan begitu teraktivasi oleh hormone ini, osteoblas akan memperoduksi suatu sitokin yang disebut factor perangsang osteoklas. ( Junqueira, 2007 ) HORMON YANG BEKERJA PADA PERTUMBUHAN TULANG 1. Kelenjar hipofisis anterior / kelenjar pertumbuhan : berfungsi meningkatkan kecepatan mitosis kondrosit dan osteoblas serta meningkatkan kecepatan sintesis protein (kolagen, matriks, kartilago dan enzim untuk pembentukan kartilago tulang). 2. Tiroksin (kelenjar tiroid) : berfungsi untuk meningkatkan kecepatan sintesis protein dan meningkatkan produksi energi dari semua jenis makanan. 3. Insulin : berfungsi dalam meningkatkan produksi energi dari glukosa. 4. Paratiroid : berfungsi untuk meningkatkan reabsorpsi kalsium dari tulang ke darah dan meningkatkan absorpsi kalsium oleh usus halus dan ginjal. 5. Kalsitonin : berfungsi dalam menurunkan reabsorpsi kalsium dari tulang (menurunkan kadar kalsium dalam darah). 6. Estrogen dan testosteron : berfungsi untuk mempercepat penutupan epifisis tulang panjang dan untuk membantu menahan kalsium dalam tulang untuk mempertahankan matriks tulang yang kuat. ( Sanlon, 2008 ) PENULANGAN ENDOKONDRAL 1. Pembentukan model kartilago hyaline 2. Perikondrium tervaskularisasi 3. Osteoblast mensekresikan matrix 4. Primarry Centre Of Ossification

Kondrosit dalam mengalami diapsis, mati dan berdegenerasi. 5. Osteoklas membentuk lubang di dalam tulang sub periosteal. 6. Terbentuk kartilago yang telah terkalsifikasi. 7. Osteoklas mulai meresorpsi kartilago yang terkalsifikasi. 8. Tulang subperiosteal menebal 9. Secondary Centre Of Ossification Ossifikasi mulai epifisis. 10. Pertumbuhan tulang terjadi di lempeng epifiseal. 11. Epifisis dan Diafisis ( Gartner, 2007 ) PROSES KALSIFIKASI TULANG Osteoid Ca2+ dan PO43- konsentrasi tinggi vesikel matrix memproduksi pompa kalsium transport ion Ca2+ ke dalam vesikel konsentrasi ion Ca2+ lebih tinggi kristalisasi pertumbuhan kristal hidroksiapatit menembus membrane isi dari vesikel keluar. ( Gartner, 2007 ) GANGGUAN PADA TULANG 1. 2. 3. 4. Fraktura : patah tulang Fisura : retak tulang Nekrosa : kematian sel tulang yang tidak diprogram Gangguan ruas tulang belakang : kifosis, lordosis, skoliosis ( Sloane, 2003 )

PENYEMBUHAN FRAKTUR TULANG 1. pertumbuhan jaringan tulang baru (callus) pada awalnya membentuk jembatan antara tulang yang terputus. Bagian-bagian pembentuk callus berasal dari osteoblast (dari periosteum yang robek) dan berkembang di sekitar patahan (disebut eksternal callus). Bagian callus yang terbentuk dari sel osteoblast (dari endosteum) berkembang diantara fragmen akhir tulang yang patah dan diantara dua sumsum tulang (internal callus) 2. sekitar 48 jam setelah fracture, osteoblast dan osteosit mulai aktif membelah, menutupi fracture. Selama satu minggu, osteoblast membentuk trabeculae baru di dekat garis patahan (internal callus). Beberapa hari setelah itu, osteoblast

dari periosteum membentuk lengkung disekitar fragmen tulang (eksternal callus). 3. fase yang terakhir adalah remodeling. Komponen-komponen tulang yang mati dari fragmen ynag patah diserap oleh osteoclast. Tulang kompak yang patah mula-mula diganti dengan jaringan berongga lalu lama kelamaan akan digantikan dengan tulang kompak lagi. ( Tortora, 2005 )

I. TOPIK: JARINGAN EPITEL II.TUJUAN:

1.Memahami ciri-ciri jaringan pengikut melalui pengamatan preparat histologis. 2.Mempelajari struktur histologis jaringan pengikat. 3.Mempelajari dan membandingkan struktur histologis macam-macam jaringan tulang rawan. 4.Mempelajari struktur histologis tulang kompak. 5.Mempelajari dan membandingkan proses osifikasi intra membran dan endokondral melalui pengamatan preparat hitologis. III. DASAR TEORI Jaringan pengikat atau biasa juga disebut jaringan ikat atau jaringan penyambung terdapat di antara jaringan-jaringan atau organ-organ. Dipandang dari komposisi strukturalnya, jaringan pengikat mengandung tiga komponen yaitu sel, serabut dan zat dasar. Terdapat tiga macam serabut dalam jaringan pengikat, yaitu serabut kalogen, elastik, dan retikulum.

Serabut Kalogen: tersusun paralel membentuk berkas, dalam jumlah sedikit tidak berwarna , dalam jumlah banyak berwarna putih. Serabut elastik: lebih halus dari serabut kalogen, tidak terdapat dalam berkas tetapi berupa serabut yang bercabang dan beanastomasis, dalam jumlah sedikit tidak berwarna, dalam jumlah banyak berwarna kuning. Serabut retikulum: merupakan serabut yang paling halus, tidak terdapat dalam berkas, bercabang dan beranastomosis sehingga membentuk gambaran sperti jala. Sel-sel yang terdapat pada jaringan pangikat antara lain: Fibroblast : Berfungsi mengsintesis dan mngekskresikan protein dalam serabut. Makrofag : Bentuknya berubah-ubah (tidak teratur) dan khusus terdapat di dekat
pembuluh darah, berfungsi dalam pinositosis dan fagositosis. Makrofag dapat digerakkan ata di distribusikan ke jaringan lain yang mengalami pradangan.

Sel tiang (Sel mast) : Sel ini berukuran besar, berbentuk bulat yang terletak ditengah sel, sitoplasma penuh dengan granula basofilik yang mudah menyerap warna. Sel plasma : Sel ini sulit ditemukan dalam jaringan pengikat karena jumlahnya sedikit, terdapat pada jaringan yang terkena radang, organ limfoid dan bagian-bagian tubuh yang menjadi sasaran masuknya kuman. Sel adiposa (sel lemak) : Berfungsi menyimpan lemak, jaringan pangikat yang memiliki sel lemak dalam jumlah banyak disebut sel adiposa. Leukosit (Sel darah putih) : Sel ini berasal dari darah atau limfe yang keluar dari pembuluhnya ketika terjadi peradangan. Jenis leukosit yang biasa ditemukan di jaringan pengikat dalah eosinofil, basofil, dan limfosit

Klasifikasi Jaringan Pengikat

Jaringan pengikat dapat di klasifikasikan sebagai berikut :

Jaringan pengikat biasa

Jaringan pengikat biasa tidak memiliki komponen tunggal yang menonjol. Jaringan pengikat biasa dibedakan menjadi jaringan pengikat longgar dan jaringan pengikat padat.

Jaringan pengikat longgar


Jaringan ini mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai berikut: 1.Membentuk membran yang membatasi jantung 2.Mengikatkan kulit pada jaringan dibawahnya. 3.Mengelilingi pembuluh darah dan saraf yang menyusup ke organ. 4.Pengikat lapisan epitelium pipih membentuk lembar mesonterium. 5.Membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh. 6.Memberi bentuk organ dalam seperti limfa, sumsum tulang dan hati.

Jaringan pengikat padat


Komponen-komponen jaringan ini sama dengan yang terdapat pada jaringan pengikat longgar, tetapi serabut halogennya lebih menonjol, dan jumlah selnya lebih sedikit.
Jaringan Pengikat Dengan Sifat Khusus

Terdiri dari: Jaringan adiposa : terdiri atas sel-sel adiposa (sel lemak), di antaranya terdapat serabut kalogen dan retikulum. Terdapat pada subkulum, omentum, dan mesenterium. Jaringan elastik : tediri atas berkas serabut elastik yang tebal dan sejajar, diantaranya terdapat jaringan pengikat longgar

Jaringan hematopoietik (jaringan retikulum) : Terdiri atas sel-sel retikulum dan serabut-serabut retikulum yang disintesanya. Sel-sel retikulum berbentuk bintang, mempunyai saluran-saluran sitoplasma yang berhubungan satu sama lain. Jaringan mukosa: mengandung banyak zat dasar dan fibrosat, serbut kalogen dan sedikit serabut elastik atau retikulum. terdapat pada tali pusat dan pulpa gigi muda.
Jaringan tulang rawan

Tulang rawan merupakan penunjang yang liat dan lentur. berbeda dengan jaringan pengikat lain nya, tulang rawan tidak mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf. Jaringan tulang rawan berfungsi sebagai rangka tubuh pada awal embrio, menunjang jaringan lemak dan organ dalam serta melicinkan permukaan tulang dan sendi.

Tulang rawan hialin


Tulang rawan hialin mengandung serabut kalogen yang halus berwarna putih kebirubiruan, dan tembus cahaya. Cakram epitis, persendian dan saluran pernapasan (dari hidung sampai ke bronkus). Tulang rawan hialin berfungsi untuk memberikan kekuatan, menyokong rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu pergerakkan persendian.

Tulang rawan fibrosa


Kartilago fibrosa mengandung serabut kalogen yang padat dan kasar sehingga matriksnya berwaran gelap dan keruh. Kartilago fibrosa terdapat pad ruas-ruas tulang belakang, simfisis pubis, dan persendian. Kartilago fibrosa berfungsi untuk menyokong dan melindungi bagianbagian dalamnya.
Tulang

Tulang merupakan jaringan dalam tubuh yang paling keras. Berbeda dengan tulang rawan, tulang mempunyai pembuluh darah dan saraf sendiri. Sel-sel tulang :

uk tulang) : mempunyai saluran-saluran sitoplasma yang pendek. Terdapat pada permain tulang, umumnya berjajar seperti epitel, sehingga disebut epiteloid.

ang dewasa) : Badan selnya terdapat dalam lakuna, mempunyai saluran-saluran sitoplasma yang terdapat di dalam kanalikuli. 3.Osteoklas : sel berukuran besar, inti 6-50, mempunyai banyak saluran sitoplasma, mengandung banyak lisosom. Fungsi : 1. Menghasilkan enzim kalogenase proteolotik untuk menghancurkan serabut kalogen dalam matriks tulang yang sedang diabsorsi. 2. Merombang tulang dan mengatur bentuk tulang
Macam-macam Jaringan Tulang Tulang Kompak

Ciri khas tulang kompak yaitu tersusun atas sistem-sistem Havers (astean). Saluran Havers berhubungan dengan saluran Havers lain melalui saluran melintang atau miring yang disebut saluran Volksman.

Tulang Bunga Karang


Secara makropis tulang bunga karang mempunyai banyak rongga yang saling berhubungan. Berbeda dengan tulang kompak, tulang bunga karang tidak memiliki sitem Havers, tetapi terdiri atas trabekula-trabekula tulang yang bercabang-cabang dan beranastomosis.
Osifikasi (Penulangan)

Jaringan tulang berkembang melalui dua macam osifikasi : 1.Osifikasi intramembran : Pertulangan ini terjadi dalam membran jaringan pengikat, yaitu dalam pembentukkan tulang pipih. Juga membantu pertumbuhan tulang pendek dan penebalan tualng panjang. Matriks Tulang Sel mesenkim Osteoblast Osteostik

2.Osifikasi endokondral

Pertulangan ini terjadi dalam tulang rawan hialin, yaitu dalam pembentukan tulang pendek dan tulang panjang. Pada Osifikasi endokondral terlihat zona-zona dari epifisis, ke drafisis sebagai berikut: a.Zona istirahat (zona kartilago) : Terdiri atas kondrasit-kondrasit kecil yang terbesar secara acak, tanpa perubahan morfologis. b.Zona proliferasi : Kondrosit membelah diri dengan cepat, sel-sel tersusun dalam deretan sejajar dengan sumbu panjang tulang. c.Zona hipertrofi (maturasi) : Sel-sel membesar, nukleus membesar dan menjadi piknotis, yang akan diikuti dengan keratian kondrosit. d.Zona klasifikasi : bahan antar sel mengalami pengapuran tampak terwarna lebih tua. e.Zona atrofi : sel kartilago rusak, lakuan kosong, bahan antarsel memngapur, mulai terdapat trabekula. f.Zona asifikasi : tampak trabekula tulang saling berhubungan, osteosit dalam lakuna terdapat didalam trabekula. Di tepi deretan osteoblast dan osteoklast JARINGAN - merupakan jaringan dalam tubuh yang paling keras - memiliki pembuluh darah dan saraf sendiri - jaringan tulang terdiri dari 3 komponen, yaitu : 1.Sel tulang 2.Matriks tulang 3.Jaringan pengikut yang melapisi tulang (pelapis sebelah luar serabut peroteum, sedangkan pelapis sebelah kanan disebut endoosteum). B.Pembahasan 1.Jaringan Elastik Terdiri atas berkas serabut elastik yang tebal dan sejajar, diantaranya terdapat jaringan pengikat longgar. Terdapat pada ligamen kuning kolumna veterbralis dan ligamen suspensoris
2.Jaringan adiposa

Jaringan adiposa merupakan jaringan khusus dan tersusun dari sel-sel adiposa (luna). Sel-sel ini dapat berdiri sendiri atau terdapat dalam bentuk kompak dii dalam jaringan pengikat itu sendiri. Jaringan adiposa merupakan jaringan menyimpan energi karena mengandung lemak, juga membantu mempertahankan posisi beberapa organ. Bedasar struktur sel, lokalisasi, vaskulalisasi dan fungsi ada 2 jenis : - Jaringan adiposa unilobuler - Jaringan adiposa multilebuler 3.Jaringan areolar 4.Tulang Kompak Ciri khas tulang kompak yaitu tersususun atas sistem-sistem havers (asteon). sitem Havers mengandung 4-20 lamela Havers yang tersusun konsentris mengililingi saluran havers. Saluran Havers berhubungan dengan saluran Havers yang lain melalui saluranh melintang atau miring yang diesebut saluran volksmann, diantara sistem-

sistem havers terdpat lamela-lamela interkstisial yang juga mengandung lakuna berisi osteosit.
5.Jaringan Mesenkim

Jaringan mesenkim terdiri atas sel-sel mesenkim yang mempunyai saluran-saluran yang mempunyai saluran-saluran sitoplasma, di antara sel-selnya terdapat zat antar sel yang amosf dalam jumlah besar.
VIII.KESIMPULAN Dari hasil pemngamatan kami lakukan, kami dapat memahami ciri-ciri jaringan pengikat melalui pengamatan histologis :

Ciri-cirinya sebgai berikut : - Letak sel-sel jaringan pengikat tidak berhimpit rapat (berpencar-pencar). Jika berhubungan hanya pada ujung-ujung protoplasma. - Fungsi jaringna pengikat untuk melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain. - Membungkus organ-organ dan menghasilkan imunitas

Struktur histologis macam-macam jaringan pengikat.


Jaringan pengikat di bedakan menjadi 2 macam : 1. Jaringan apengikat biasa 2.Jaringanpengikat khusus Jaringan pengikat biasa : termasuk didalamnya jaringan pengikat longgar dan jaringan pengikat padat. Jaringan pengikat dengan sifat khusus termasuk di dalam jaringan elastis, jaringan retikulum, jaringan mukosa dan jaringan mukosa dan jaringan adiposa. Struktur histologis macam-macam jaringan tulang rawan Tulang rawan hialin : tulang ini palin banyak ditemukan dalam keadaan segan berwaran putih kebiruan, pada embrio sebagai rangka sementara sampai tumbuh tulang, sebenarnya. Tulang rawan elastik : tulang rawan ini antara lain terdapat pada auricula, tuba eustacchii, epiglotis dalam keadaan segar berwaran kekuning-kuningan. tulang rawan fibrosa : ini merupakan bentuk perpaduan antara jaringan jaringn apengikat padat dan tulang rawan hialin. Struktur histologis tulang kompak Ciri khas tulang kompak yaitu tersusun atas sistem-sistem Havers (osteon). Sistem Havers mengandung 4-20 lamela Havers. Saluran Havers berhubungan dengan saluran Havers yang lain melalui saluran melintang atau miring yang disebut saluran volksmann.
IV.SARAN

Saran Saya, di harapakan pada praktikum selanjutnya supaya msaing-masing kelompok dapat memakai 1 mikroskop. Supaya tidak harus bergantian dengan kelompok yang lain, dan pengamatan akan lebih mudah dilakukan. .X.JAWABAN EVALUASI 1.Jelaskan perbedaan antara jaringan pengikat longgar dengan jaringn pengikat padat? Jawab: Jarigan pengikat longgar: jaringan ini mengisi ruang-ruang diantara serbut dan sarung otot menyokong jaringan epitel, dalam kelenjar dan mambrana mukosa jaringan pangikat longgar mengandung semua jenis sel, tetepi yang paling banyak adalah fibroplas dan mokrofak, sedangkan Jaringan pengikat padat: unsur penyusun jaringan pengikat padat adalah sama dengan jaringan pengikat longgar, tetapi serabut kalogen yang paling menonjol. adapun sel yang paling dominan adalah fibroblas. 2.Apakah fungsi zat dasar pada jaringan pengikat? Jawab fungsizat dasar pada jaringan pengikat adalah mengisi celah-celah antara sel-sel dan serabu-serabut pengikat, dan zat dasar ini dapat berupa cairan atau bahan padat, dan mengandung cairan jaringan. 3.Jelaskan fungsi jaringan adiposa yang terdapat dibawah kulit. jawab: fungsi jaringan adiposa yang terdapat dibawh kulit adalah mengikat kulit pada jaringan dibawah nya dan membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh. 4. Jelaskan peranan jaringan pengkat dalam sistem pertahanan tubuh. jawab peranan jaringan pengikat pada sistem pertahanan tubuh adalah melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain, membungkus organ-organ, mengisi rongga-rongga diantara organ-organ dan menghasilkan imunitas sebagai penyokong tubuh. Contoh-contoh bagian tubuh yang mengandung: a. Tulang rawan hialin: persendian, saluran pernapasan (dari tulang sampai dengan bronkus) b. tulang rawan elestik: daun telinga, dan bronkiolus. 5. Apakah yang menyebabkan matriks tulang bersifat keras? Jawab: Yang menyebabkan tulang bersifat keras, karena mengandung kalsium fosfat yang memperkeras matriks, sehingga tulang lebih keras. 6. Apakah yang dimaksut dengan kanalikuli tulang? Jawab Kanalikuh tulang adalah bagian dari jaringan tulang keras yang fungsinya sebagai penghubung antara osteosit (sel tulang) yang satu dengan yang lainnya. Penjuluran yang keluar dari osteosit disebut kanalikuli.