Anda di halaman 1dari 34

Tiara Rahmawati 030.08.

240 Selasa, 4 Desember 2012

BATU SALURAN KEMIH


Batu saluran kemih tiga penyakit terbanyak di bidang urologi(1) Penyakit batu saluran kemih sudah dikenal sejak zaman Babilonia dan zaman Mesir kuno.

ANATOMI
Ginjal, ureter, kandung kemih (vesika urinaria) dan uretra.

ANATOMI

ANATOMI

DEFINISI
Batu di dalam saluran kemih adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan saluran urinarius atau infeksi.

EPIDEMIOLOGI
Penelitian epidemiologic seakan-akan penyakit batu mempunyai hubungan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Di Negara mulai berkembang batu saluran kemih bagian bawah, terutama terdapat di kalangan anal. Di Negara sedang berkembang insidensi rendah Di Negara telah berkembang terdapat banyak batu saluran kemih bagian atas, terutama kalangan orang dewasa

ETIOLOGI
Terbentuknya batu saluran hubungannya dengan : gangguan aliran urine gangguan metabolic infeksi saluran kemih dehidrasi kemih diduga ada

FAKTOR YANG MEMPERMUDAH TERJADINYA BATU


FAKTOR INTRINSIK Herediter FAKTOR EKSTRINSIK Geografi

Umur
Jenis kelamin

Iklim dan temperature


Asupan air Diet Pekerjaan

KOMPOSISI BATU
1. BATU KALSIUM Batu yang paling banyak dijumpai 70-80% Faktor terjadinya batu kalsium: Hiperkalsiuri Hiperoksaluri Hiperurikosuria Hipositraturia Hipomagnesuria

KOMPONEN BATU
2. BATU STRUVIT batu infeksi 3. BATU ASAM URAT 5-10% dari batu saluran kemih 4. BATU JENIS LAIN Batu sistin,batu xantin,batu triamteren dan batu silikat sangat jarang dijumpai

TEORI PROSES PEMBENTUKAN BATU SALURAN KEMIH


Batu terdiri atas kristal-kristal bahan organik/anorganik larut dalam urin kristal tersebut tetap berada dalam keadaan metastable (tetap larut) dalam urin.
Kristal-kristal presipitasi membentuk inti batu (nukleasi) agregasi + menarik bahanbahan lain menjadi lebih besar

membentuk batu yang besar

bahan lain juga ikut terendap

agregat kristal menempel pada epitel saluran kemih

rapuh + belum mampu membuntu saluran kemih

GAMBARAN KLINIS
1. BATU PELVIS GINJAL Gejala: Sakit pada sudut CVA Nausea, muntah-muntah disertai distensi abdomen Hematuria makroskopik (5-10%), hematuria mikroskopik (90%) Bila terjadi sepsis penderita akan demam,menggigil dan apatis.
Tanda: Nyeri tekan Nyeri ketok pada sudut CVA Teraba ada massa bila teerjadi hidronefrosis

BATU URETER
Gejala: Sakit yang mendadak, rasa sakit berupa pegal di sudut CVA menjalar ke perut bagian bawah dan bagi pria rasa sakit sampai ke testis. Pada wanita rasa sakit bisa sampai ke vulva Nausea, muntah-muntah Tanda: Saat akut, pasien kelihatan gelisah,kulit basah dan dingin Nyeri tekan dan nyeri ketok CVA +

BATU BULI-BULI (VESIKOLITIASIS)


Gejala: - kencing lancar tiba-tiba terhenti dan bila pasien mengubah posisi dapat kencing lagi - sakit yang menjalar ke penis (pada anak-anak akan berguling menarik penis) - kalau ada infeksi ditemukan sistitis dan kadang-kadang hematuria Tanda: - nyeri tekan suprasimfisis kerana infeksi atau retensi urin - hanya pada batu yang besar dapat diraba secara bimanual - pria >50 tahun biasanya ada pembesaran prostat

BATU URETRA
Gejala: Kencing lancar tiba-tiba terhenti Rasa sakit yang hebat (glans penis, batang penis, perineum dan rectum) Retensi urin (total atau parsial)

Tanda: Rasa sakit dapat membimbing ke arah lokasi di mana batu tertahan di dalam uretra: Glans penis fosa navikularis Uretra anterior lokasi batu Perineum dan rectum bulbus uretra dan uretra pars prostatika Batu pada bulbus uretra dapat diraba dengan RT

DIAGNOSIS
ANAMNESIS Riwayat penyakit sekarang Onset mulai nyeri Lokasi nyeri Sifat nyeri (tajam/tumpul/menetap/hilang timbul) Nyeri setempat/menjalar Frekuensi bak Volume bak Urin lancer atau terhambat di tengah? Lalu dengan perubahan posisi urin keluar lagi? Nyeri saat berkemih Menetes saat berkemih Apakah pernah kencing keluar batu Ada demam? Menggigil? Ada mual muntah?

ANAMNESIS
Riwayat penyakit dahulu Apakah pernah mengalami yang sama? Ada riwayat sakit ginjal? Riwayat infeksi saluran kemih? Riwayat operasi? Riwayat hipertensi,DM? Riwayat penyakit keluarga Riwayat kebiasaan

PEMERIKSAAN FISIK
Status lokalis Ginjal pada region costovetebra Inspeksi : ada benjolan? Palpasi : ballotemen, nyeri tekan Perkusi :nyeri ketuk CVA

Vesika urinaria pada regio suprapubik Inspeksi : membuncit kerana retensi urin Palpasi : teraba buli-buli penuh, nyeri tekan Perkusi : redup, nyeri tekan

Ureter pada region suprapubik Palpasi : ballotemen, nyeri tekan Perkusi : nyeri ketuk CVA

Uretra/uoe pada region genitalia eksterna Inspeksi : tanda radang, epispadia, hipospadia, nanah/darah Palpasi : nyeri tekan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan laboratorium Darah rutin (Hb,Ht,Leukosit, Trombosit). Urine rutin (pH, BJ urine, sedimen urine) Kultur urin Faal ginjal (Ureum, Creatinin) Kadar elektrolit

2. Pemeriksaan radiografi imaging


Ultrasonografi (USG) Foto plos abdomen Intra-venous pyelografi (IVP) Urogram

3. Pemeriksaan renografi

DIAGNOSIS BANDING
Distensi usus Pionefrosis Kolik saluran cerna Kolik saluran empedu Appendicitis Tumor buli-buli BPH

PENYULIT
Hidronefrosis Infeksi saluran kemih (ISK) Pyelonefrosis Gagal ginjal Divertikulum uretra Karsinoma epidermoid

PENGOBATAN
Medikamentosa Untuk batu yang ukurannya kurang dari 5 mm Untuk memperlancar aliran urin dengan pemberian diuretikum dan minum banyak supaya dapat mendorong batu keluar. Untuk mengurangi rasa nyeri dapat diberikan analgetik atau inhibitor sintesis prostaglandin (intravena, intramuskular, atau supositoria).

ESWL (EXTRACORPOREAL SHOCKWAVE LITHOTRIPSY)


Alat ESWL dapat memecahkan batu ginjal, batu ureter proksimal atau batu buli-buli tanpa tindakan invasive dan tanpa bius. Batu dipecah dengan gelombang kejut menjadi fragmen kecil mudah dikeluarkan melalui saluran kemih. Kadang-kadang pecahan batu yang keluar dapat nyeri kolik dan hematuria.

ENDOUROLOGI
Merupakan tindakan invasif minimal memecah batu dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukkan langsung ke dalam saluran kemih. Alat ini dimasukkan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan) Pemecahan batu dengan energi hidraulik, energi gelombang suara atau energi laser Beberapa tindakan endourologi itu antara lain:

PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy) Yaitu mengeluarkan batu yang berada di saluran ginjal dengan cara memasukkan alat endoskopi ke sistem kaliks melalui insisi pada kulit. Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu. Litotripsi Yaitu memecah batu buli-buli atau batu uretra dengan memasukkan alat pemecah batu (Litotriptor) ke dalam buli-buli. Pecahan batu dikeluarkan dengan evakuator Ellik. Ureteroskopi atau uretero-renoskopi Yaitu memasukkan alat uretroskopi per-uretram guna melihat keadaan ureter atau system pielokaliks ginjal Dengan memakai energy tertentu, batu yang berada di dalam ureter maupun dalam pelvikalises dapat dipecah melalui tuntunan uretroskopi/uretrorenoskopi. Ekstraksi Dormia mengeluarkan batu ureter dengan menjaringnya melalui keranjang Dormia.

BEDAH LAPAROSKOPI Pembedahan laparoskopi ini banyak dipakai untuk mengambil batu ureter.

BEDAH TERBUKA Dilakukan di klinik yang masih belum mempunyai fasilitas yang mencukupi seperti endourologi dan ESWL. Contohnya ialah pielolitotomi atau nefrolitotomi untuk mengambil batu ppada saluran ginjal dan ureterolitotomi untuk batu di ureter.

PENCEGAHAN
menghindari dehidrasi minum yang cukup dan diusahakan produksi urine sebanyak 2-3 liter per hari diet untuk mengurangi kadar komponen zat pembentuk batu aktivitas harian yang cukup pemeberian medikamentosa (tabel di bawah)

Beberapa diet yang dianjurkan untuk mengurangi kekambuhan adalah: 1) rendah protein 2) rendah oksalat 3) rendah garam 4) rendah purin 5) diet rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada pasien yang menderita hiperkalsiuri absorptive tipe II.

TERIMA KASIH