Anda di halaman 1dari 39

Power Launching dan Kopling

Efisiensi kopling antara sumber cahaya dengan serat optik


didefinisikan sebagai :



dimana P
so
adalah daya optis yang dapat dipandu dalam serat
optik, dan P
sc
adalah daya optis yang dipancarkan oleh
sumber optik.
sc
so
k
P
P
= q
Pola Keluaran Sumber Optik
Untuk menentukan
kemampuan penerimaan daya
optis dari serat optik, pola
radiasi ruang dari sumber
optik harus diketahui
Perhatikan sistem koordinat
bola pada, dimana sistem
dikarakteristikan oleh R, , dan
, dengan garis normal tegak
lurus ke permukaan pancaran
pada sumbu kutub.
Radiasi dari sumber optik
merupakan fungsi dari ,
dan

R
u
Luas
Pancaran
|
Gambar Sistem Koordinat bola
untuk pola pancaran sumber optik
Pusat
Pancaran
Pola radiasi lambertian adalah
dimana B
0
adalah radiasi sepanjang garis normal ke permukaan
radiasi.

LED, Suface emitter
menghasilkan keluaran optis
dengan pola lambertian, yaitu
mempunyai tingkat terang yang
sama dari semua arah.
Daya yang dipancarkan pada
sudut , diukur relatif
terhadap garis normal ke
permukaan pancaran bervariasi
sebagai cos , karena luas
proyeksi dari permukaan
pancaran bervariasi sebagai cos
terhadap arah pandang .
) B = ) , u | u o.COS( ( B
LED edge-emitter dan LD mempunyai pola pancar yang
lebih kompleks, karena perbedaan radiasi pada keluaran yang
sejajar p-n junction B ( , 0
0
) dan pada keluaran yang tegak
lurus p-n junction B ( , 90
0
). Radiasi seperti ini secara
pendekatan dapat dinyatakan sebagai :



dimana T = koefisen distribusi daya transversal, dan
L = koefisien distribusi daya lateral

( ) u u u
L T
B B B cos
cos
cos
sin
,
1
0
2
0
2
u
+
u
=
u
Kopling Langsung Sumber Optik ke Serat Optik





Untuk menghitung daya optis maksimum yang dapat
dikopel kedalam serat optik, marilah dilihat diagram
skematik kopling seperti gambar. Disini muka ujung
serat berada di pusat permukaan pancaran dari sumber
optik dan posisi sedekat mungkin.

Daya yang dikopel dinyatakan sebagai,



dimana adalah sudut tangkap serat optik, yang
berhubungan dengan NA serat optik.
Untuk penyederhanaan, permukaan pancaran dianggap
lingkaran. Jika jari-jari sumber optik r
s
< dari jari-jari inti serat,
maka r
m
= r
s
; untuk sebaliknya r
s
> dari jari-jari inti serat maka
r
m
= a.

( ) rdr d
s
u | u |
} } } }
(
(

=
m
0,
r
0
2
0
2
0
max
0
d d sin , B p
max
, 0
u
Pada LED Surface emitter dengan r
s
< a, maka daya yang
dikopel pada serat optik adalah,






Pada serat optik S-I, NA tidak tergantung pada posisi s, dan r,
pada muka ujung serat sehingga :




rdr d d B
s
u u u u t
u
} } }
|
|
|
.
|

\
|
=
m
r
2 max , 0
0 0 0
0
sin cos 2 p
rdr d sin B
s
s
r
2
0 0
max 0,
2
0
} }
= rdr d (NA) B
s
s
r
2
0 0
2
0
} }
=
2
0
2 2
SI LED, ) ( P NA B rs t = A =
2
1 0
2 2
) ( 2 q t B rs
Jika daya optis total Ps dipancarkan dari luas sumber optik As,
suatu hemisphere, maka :





sehingga P
LED ,SI
= Ps (NA)
2
untuk r
s
a

untuk r
s
> a
( ) | | d d sin , B P
2
0
/2
0
} }
= As s
u u d sin cos B 2
/2
0
0
2
}
= r
s
0
2
2
B
s
r t =
2
2
SI LED, ) NA ( P
s
s
P
r
a
|
|
.
|

\
|
=
Untuk serat optik G-I, NA tergantung pada jarak r dari sumbu
inti serat, maka





Untuk perhitungan lebih teliti perlu dipertimbangkan
koefisien pemantulan fresnel pada muka ujung inti serat


| )
}
=
s
r
r dr n r n B
0
2
2
2
0
2
GI LED, ) ( 2 P t
.
2
2
1 2
2
1 0
2
2
(
(

|
.
|

\
|
+
A =
o
o
q t
a
r
B r
s
s
2
1
1
R
|
|
.
|

\
|
+

=
n n
n n
.
dimana n
1
adalah indeks bias inti serat dan n
adalah indeks bias medium antara sumber
optik dan serat optik
Sehingga daya optis yang dapat dikopel kedalam serat harus
dikalikan dengan faktor T= koefisien Transmitansi yang
besarnya : T = 1 R

P
LED ,SI
= (1 R ) Ps (NA)
2
untuk r
s
a

untuk r
s
a


2
2
SI LED, ) NA ( ) 1 ( P
s
s
P
r
a
R
|
|
.
|

\
|
=
.
2
2
1 2 ) 1 ( P
2
1 0
2
2
GI LED,
(
(

|
.
|

\
|
+
A =
o
o
q t
a
r
B r R
s
s
Kopling Efisiensi Surface Emitter LED ke Serat Optik
sebagai fungsi dari Diameter Emissi.
Disini Serat Optik yang
digunakan adalah
Multimode Step-Indeks
dengan diameter inti serat
50 m dan NA = 0,20
Pada diameter emissi LED
<<<<<< diameter inti serat
diperoleh kopling efisiensi
yang besar, untuk diameter
emissi 10 m kopling
efisiensi masih mencapai
100%, dan > 10 m kopling
efisiensi menurun secara
eksponensial

Perbaikan Kopling Efisiensi Menggunakan Lensa







1. Ujung serat dibuat bundar
2. Dengan lensa bola imaging
3. Permukaan LED setengah bola dan serat optik setengah bola
4. Dengan lensa bola kecil non imaging
5. Lensa silendris
6. Ujung serat taper

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
Salah satu metode kopling dengan lensa yang efisiensinya
lebih baik adalah dengan menggunakan lensa bola kecil non
imaging






Untuk mengkolimating keluaran LED, permukaan pancaran
harus diletakkan pada titik fokus lensa, titik fokus lensa dapat
diperoleh dari formula lensa gausian.



Dimana n
L
= indeks bias lensa, n
m
= indeks bias medium d
0
=
jarak objek, d
i
= jarak bayangan, r = jari-jari permukaan lensa.
Dalam hal ini d
i
= ~, d
0
diukur dari titik B, n
L
= 2,0 , n
m
= 1,0 dan
r = -R
L
, sehingga
d
0
= f
n
= 2 R
L

Pembesaran G didefinisikan sebagai perbandingan luas
penampang lensa terhadap luas pancaran

r
n n
d
n
d
n
L m
i
m L

= +
0
2
2
2
G
|
|
.
|

\
|
= =
s
L
s
L
r
R
r
R
t
t
Daya optis P
L
yang dapat dikopel kedalam serat optik dengan
sudut tangkap penuh 2 menjadi :


dimana P
s
adalah daya optis total dari LED tanpa lensa.
dan Efisiensi kopling (P
L

/Ps) menjadi:

atau

Jika jari-jari luas pancaran lebih besar dari jari-jari inti serat
r
s
> a, maka tidak mungkin ada perbaikan efisiensi kopling
dengan lensa, jadi lebih baik menggunakan kopling langsung.










u
2
2
sin Ps PL
|
|
.
|

\
|
=
s
L
r
R
u q
2
2
sin
|
|
.
|

\
|
=
s
L
r
R
2
2
) ( NA
r
R
s
L
|
|
.
|

\
|
= q
Contoh Soal
Suatu LED GaAlAs/GaAs surface emitter dengan lapisan aktif
Ga
(0,90)
Al
(0,10)
As mempunyai indeks bias 3,150 dan koefisien
penyerapan 20 cm
-1
serta tebal 0,9 m. Panjang LED 300 m
dan lebar 100 m. Diameter keluaran cahaya pada permukaan
LED adalah 40 m. Pola emisi keluaran LED adalah
B(, ) = 100 Cos () mW/cm
2
.
1. Bila LED dikopling langsung ke suatu serat optik SI-MM dengan
diameter inti serat 50 m, indeks bias inti 1,500 dan NA=0,25
hitunglah estimasi daya optis yang dapat dipandu dalam serat
optik.
2. Hitung estimasi daya optis yang dapat dipandu dalam serat
optik bila diantara LED dan serat ditempatkan Lensa Bola Kecil
Nonimaging dengan indeks bias 2,000 dan diameter 100 m.
Penyelesaian
(1) Jari-jari emisi keluaran LED, r
s
= 40 m/2 = 20 m
Jari-jari inti serat optik, a = 50 m/2 = 25 m
karena r
s
< a P
LED ,SI
= (1 R ) Ps (NA)
2
Ps
LED
=
2
( 20 x 10
-4
cm)
2
100 mW/cm
2

= 39,4784176 x 10
-4
mW
R = (3,150 1,500)
2
/ (3,150 + 1,500)
2
= 0,125910509
(1 R) = 1 0,125910509 = 0,874089491
P
LED ,SI
= 0,874089491 x 39,4784176 x 10
-4
mW x (0,25)
2

= 2,156729372 x 10
-4
mW
Daya optis yang dipandu dalam serat = 2,157 x 10
-4
mW


0
2
2
B
s
r t =
(2) Jari-jari Lensa R
L
= 100 m / 2 = 50 m
P
LED,SI
dengan Lensa Nonimaging,
P
LED,LENS,SI
= (R
L
/r
s
)
2
Ps (NA)
2

= (50 m/20 m)
2
x 2,156729372 x 10
-4
mW
= 13,47955858 x 10
-4
mW
dengan menggunakan Lensa Bola Kecil Nonimaging diperoleh
perbaikan daya optis yang dipandu dalam serat optik menjadi
13,480 x 10
-4
mW
Daya optis yang dapat dikopel dari satu serat ke serat lain
dibatasi oleh jumlah moda yang dapat merambat dalam
setiap serat. Misal jika suatu serat yang merambatkan 500
moda dihubungkan ke serat lain yang hanya dapat
merambatkan 400 moda, maka 80% dari daya optis serat
pertama dapat dikopel kedalam serat kedua.
Efisiensi kopling serat ke serat didefinisikan sebagai,





in
out
so
M
M
= q
dimana M
out
adalah jumlah moda yang dikopel
pada serat kedua (serat masukan) dan M
in

adalah jumlah moda pada serat pertama
(serat keluaran)

Kopling dari Serat ke Serat
Jumlah moda maximum dalam serat,

M =

=

= dimana k =

Rugi-rugi kopling dapat dihitungkan dengan,
L
oss
= -10 log


( ) | |
}

a
dr r n r n k
0
2
2
2 2
.
( )
}
a
dr r r NA k
0
2 2
.
( )
}
(
(

|
.
|

\
|

a
dr r
a
r
NA k
0
2 2
. 1 0
o

t 2
so
q
Pada pengkoplingan serat ke serat sering terjadi ketidak-
tepatan secara mekanik, dan ini merupakan masalah dalam
efisiensi kopling, karena ukuran serat sangat kecil.
Ada tiga macam ketidaktepatan mekanik dalam
pengkoplingan yaitu: (a) Lateral (Axial) Displacement,
(b) Longitudinal Separation, dan (c) Angular Misaligment

Lateral Displacement







Untuk d <<<<< a , daya yg dikopel

Rugi-rugi menjadi

x
2
x
1
Luas A
2
Inti serat
pemancar
2
d
2
d
Luas A
1
Inti serat
penerima
Longitudinal Separation







Loss = - 10 log
Inti serat
pemancar
Step indeks
Inti serat
penerima
d
c
u
c
d x u tan =
2
a t
x
a
Daya
terkopel
loss
(
)
2
x
a
+
t
2
tan
|
|
.
|

\
|
+
c
d a
a
u
Angular Misaligment
Contoh soal
Dua serat optik yang identik hendak dilakukan penyambungan.
Serat optik adalah jenis Step-Indeks dengan diameter inti serat
50 m dan indeks biasnya 1,485. Numerical Aperture NA serat
sebesar 0,20. Dalam penyambungan diperkirakan rugi akibat
lateral-offset dan end-separation masing-masing 0,1 dB.
Tentukan berapa toleransi lateral-offset dan end-separation
diperbolehkan.
Penyelesaian:

Toleransi lateral-offset pada rugi 0,1 dB
-10 log(P
T
/P) = 0,1 dB P
T
/ P = 0,977237221
[1 {(8d)/(3a)}] = 0,977237221
{(8d)/(3a)} = 1 - 0,977237221
8d = 3 x 25 m x 0,022762779
d = 5,363353446 m / 8
d = 0,67041918 m toleransi lateral-offset 0,670 m

Toleransi end-separation pada rugi 0,1 dB

Loss = -10 log ;
C
= arc Sin(0,20) = 11.53695903


= 0,977237221

= (0,977237221)
1/2


(25m / 0.988553094) = 25m + d tan(11.53695903)
d = (25,28948637m 25 m) / 0,204124327
d = 1,418186525 m toleransi end-separation 1,418 m
2
tan
|
|
.
|

\
|
+
c
d a
a
u
2
tan
|
|
.
|

\
|
+
c
d a
a
u
|
|
.
|

\
|
+
c
d a
a
u tan
Penyambungan Serat Optik Single-Mode
Pada penyambungan serat optik single mode, yang sering
menjadi masalah adalah lateral(axial) displacement. Untuk
distribusi intensitas optik dalam serat berbentuk Gaussian, rugi
sambungan pada serat optik yang identik dapat dihitung dengan



dimana d adalah jarak lateral diplacement, W =Wo adalah spot-
size yang dinyatakan sebagai radius medan mode dan menurut
Marcuse besarnya adalah,


dimana V adalah Normalized Frequency




Rugi penyambungan akibat longitudinal separation untuk
serat optik single-mode dapat dihitung dengan,



dimana Z = d /( 2 n
2
W
2
) dengan d jarak kedua ujung
serat, adalah panjang gelombang laser yang merambat
dalam serat, n
2
adalah indeks bias cladding, dan W radius
medan mode.
Rugi penyambungan akibat angular misaligment pada serat
optik single-mode dapat dihitung dengan,



dimana adalah angular misaligment dalam radian



Contoh soal
Dua serat optik yang identik hendak dilakukan penyambungan.
Serat optik adalah jenis Step-Indeks Single-Mode dengan
diameter inti serat 8 m dan indeks biasnya 1,485. Numerical
Aperture NA serat sebesar 0,25. Tentukan toleransi lateral-
offset untuk rugi penyambungan maksimum 0,5 dB, bila akan
beroperasi pada panjang gelombang 1550 nm

Penyelesaian
Hitung normalized frequency


Hitung spot-size
Wo = 4 x 10
-6
m (0,65 + 0,19836936 + 0,00064886)
= 4 x 10
-6
m x 0,84901822
= 3,39607288 x 10
-6
m

Hitung efisiensi pada loss penyambungan 0,5 dB





( )
2
1
2
2
2
1
2
n n
a
V =

t
NA
a
V

t 2
=
25 , 0
m 10 1550
m 10 4 2
9 -
-6
x
x x t
= V
05366794 , 4 = V

0,5 dB = - log {exp [- (d/w)
2
]}
exp [- (d/w)
2
] = 10
-0,05
= 0,891250938
n exp [- (d/w)
2
] = n 0,891250938
- (d/w)
2
= - 0,115129254
(d/w)
2
= 0,115129254
(d/w) = 0,33930702
d = 0,33930702 x 3,39607288 x 10
-6
m
= 1,15231137 x 10
-6
m
Toleransi Lateral offset d 1,15231137 x 10
-6
m




Rugi kopling dua serat dilihat dari jari-jari inti serat a, profile
indeks bias dan Numerical Aperture NA
Bila kedua serat mempunyai NA dan sama, tetapi radius inti
serat berbeda maka loss kopling dapat dihitung sebagai

L
S-O
(a) = -10 log untuk a
R
< a
E




L
S-O
(a) = 0 untuk a
R
> a
E



dimana a
E
adalah jari-jari inti serat pemancar dan a
R
adalah
jari-jari inti serat penerima


2
|
|
.
|

\
|
E
R
a
a
a
E
a
R
a
E
a
R
Bila jari-jari inti serat a dan profile indeks bias sama, tetapi
NA berbeda, maka loss kopling

L
S-O
(NA) = -10 log untuk NA
R
(0) < NA
E
(0)
L
S-O
(NA) = 0 untuk NA
R
(0) > NA
E
(0)

Dan bila jari-jari inti serat a dan NA sama, tetapi profile
indeks bias inti serat berbeda maka,

L
S-O
( ) = -10 log untuk
R
<
E

L
S-O
( ) = 0 untuk
R
>
E



2
) 0 (
) 0 (
|
|
.
|

\
|
E
R
NA
NA
) 2 (
) 2 (
+
+
R E
E R
o o
o o
Penyambungan Dua Serat Optik
Biasanya penyambungan dua serta dapat dilakukan dengan:
teknik fusi, V-groove dan tabung elastis.
Penyambungan dengan teknik fusi
Serat Optik
Pemegang
Serat Optik
Electric arc atau
fusi laser
Penyambungan serat dengan teknik fusi dibuat dengan
pemanasan kedua ujung serat yang disambungkan seperti
gambar. Pemanasan dilakukan dengan electric arc atau pulsa
laser, sampai meleleh, setelah itu digabung bersama, dan
didinginkan segera.
Dengan cara ini rugi-rugi penyambungan berkisar 0,1~ 0,2 dB
untuk kedua serat yang identik.

Pada teknik penyambungan V-groove, ujung-ujung serat
dihubungkan dalam groove berbentuk V, kemudian digabung
bersama-sama dengan adhesive atau dipegang dalam suatu
alat cover plate Kanal berbentuk V dapat dibuat dari silikon,
plastik, keramik atau substrat metal. Rugi-rugi penyambungan
sangat tergantung pada ukuran serat dan ketepatan pusat
sumbu serat. Rugi penyambungan terbaik diperoleh sekitar
0,5 ~ 1 dB.

Serat Optik
Ujung-ujung serat
yang disambung Substrate V-groove
Teknik penyambungan dengan tabung elastis dilakukan dengan
alat elastic tubes yang secara otomatis membentuk ketepatan
baik secara lateral, longitudinal, maupun angular.
Kedua ujung serat perlahan-lahan didorongkan kedalam sampai
tersambung didalam bahan elastis tersebut. Rugi-rugi
penyambungan hampir sama seperti pada penggunaan teknik
fusi. Keuntungan cara ini, karena dapat menghindari
ketidaktepatan, lateral, logitudinal dan angular, penyambungan
dapat dilakukan walaupun diameter inti serat tidak sama.

Bahan Elastis
Serat Optik
Axial aligment
Taper
Ukuran tabung
kapiler lebih kecil
dari jari-jari serat
Serat Optik