Anda di halaman 1dari 24

Tim Penyusun Materi

MATERI
Tabel Periodik Kimia Sejarah Gas Mulia Asal Usul Nama Unsur Gas Mulia Pengertian Kegunaan Gas Mulia Sifat Kimia Gas Mulia Sifat Fisika Gas Mulia Sifat periodik unsur Gas Mulia Warna Gas Unsur Gas Mulia Reaksi Pada Gas Mulia Ikatan Kimia Konfigurasi Elektron Terima Kasih

Gas mulia adalah golongan yang paling stabil dalam sistem periodik unsur.Salah satu unsur-unsurnya adalah He(helium),Ne(Neon)dan Xe(Xenon).Elektron valensi kulit terluar unsur-unsur golongan gas mulia dianggappenuhsehingga unsur-unsur gas mulia menjadi unsur yang stabil.

Back

Pilih salah satu

1 .gas mulia sukar bereaksi(bersifat inert)karena konfigurasi elektronnya stabil sehingga jarang ditemukan dalam bentuk senyawa 2 .Gas mulia sedikit larut dalam air,kecuali helium dan neon karena ukuran atomnya terlalu kecil.
BACK

Sifat Keperiodikan He Titik leleh (oC) -272,2a

Ne -248,6

Ar -189,4

Kr -157,2

Xe -111,8

Rn -71

Titik didih (oC)


Kerapatan (g/L) Energi ionisasi (eV) Jari-jari Atom ()

-268,9
0,178 24,6 0,50b

-246,0
0,9 21,6 0,65b

-185,9
1,78 15,8 0,95b

-153,4
3,37 14,0 1,10

-108,1
5,89 12,1 1,30

-62
9,73 10,7 1,45b

Keelektronegatifan c
Konsentrasi dalam udara (ppm)

2,7
5,2

4,4
18

3,5
(0,93%)

3,0
1,1

2,6
0,087

2,4
10-15

Keterangan

Back

Sifat periodik unsur gas mulia

Unsur He Ne Ar

Nomor Atom 2 10 18

Konfigurasi Elektron 1s2 [He] 2s2 2p6 [Ne] 3s2 3p6

Elektron valensi 2 8 8

Kr
Xe Rn

36
54 86

[Ar] 4s2 3d10 4p6


[Kr] 5s2 4d10 5p6 [Xe] 6s2 5d10 6p6

8
8 8

Back

Warna Gas Unsur Gas Mulia


UNSUR He Ne Ar Kr Xe Rn Tidak berwarna Merah Merah muda(tekanan rendah) dan biru(tekanan tinggi) Putih kebiruan biru Berupa sinar radioaktif WARNA GAS

back

Next

Back

Dan pada tahun1895 Ramsay berhasil mengisolasi Helium, hal ini berawal dari penemuan Janssen pada tahun 1868 saat gerhana matahari total. Janssen menemukan spektrum Helium dari sinar matahari berupa garis kuning. Nama Helium sendiri merupakan saran dari Lockyer dan Frankland.

Masih ada Kelanjutannya

Last Sejarah

Back

Next

Reaksi ini dihasilkan dengan cara mendinginkan Kr dan F2pada suhu 196 0C lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar X Xe(Xenon) Xe(g) + F2(g) XeF2(s) Xe(g) + 2F2(g) XeF4(s) Xe(g) + 3F2(g) XeF6(s) XeF6(s) + 3H2O(l) XeO3(s) + 6HF(aq)6XeF4(s) + 12H2O(l) 2XeO3(s) + 4Xe(g) + 3O(2)(g) + 24HF(aq) Xenon flourida Xenon oksida XeF2 dan XeF4 dapat diperoleh dari pemanasan Xe dan F2pada tekanan6 atm, jika umlah peraksi F2 lebih besar maka akan diperoleh XeF6XeO4 dibuat dari reaksi disproporsionasi(reaksi dimana unsur pereaksi yang sama sebagian teroksidasi dan sebagian lagi tereduksi) yang kompleks dari larutan XeO3 yang bersifat alkain Rn(Radon) Rn(g) + F2(g) RnF BAck Radon flourida Bereaksi secara spontan.

IKATAN KIMIA
Gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa disebut ikatan kimia. Konsep ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1916 oleh Gilbert Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika dan Albrecht Kossel (1853-1927) dari Jerman (Martin S. Silberberg, 2000). Konsep tersebut adalah: Kenyataan bahwa gas-gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa merupakan bukti bahwa gas-gas mulia memiliki susunan elektron yang stabil. Setiap atom mempunyai kecenderungan untuk memiliki susunan elektron yang stabil seperti gas mulia. Caranya dengan melepaskan elektron atau menangkap elektron. Untuk memperoleh susunan elektron yang stabil hanya dapat dicapai dengan cara berikatan dengan atom lain, yaitu dengan cara melepaskan elektron, menangkap elektron, maupun pemakaian elektron secara bersama-sama.
Back

Konfigurasi Elektron Gas Mulia


Dibandingkan dengan unsur-unsur lain, unsur gas mulia merupakan unsur yang paling stabil. Kestabilan ini disebabkan karena susunan elektronnya berjumlah 8 elektron di kulit terluar, kecuali helium (mempunyai konfigurasi elektron penuh). Hal ini dikenal dengan konfigurasi oktet, kecuali helium dengan konfigurasi duplet. Unsur-unsur lain dapat mencapai konfigurasi oktet dengan membentuk ikatan agar dapat menyamakan konfigurasi elektronnya dengan konfigurasi elektron gas mulia terdekat. Kecenderungan ini disebut aturan oktet. Konfigurasi oktet (konfigurasi stabil gas mulia) dapat dicapai dengan melepas, menangkap, atau memasangkan elektron. Dalam mempelajari materi ikatan kimia ini, kita juga perlu memahami terlebih dahulu tentang lambang Lewis. Lambang Lewis adalah lambang atom disertai elektron valensinya. Elektron dalam lambang Lewis dapat dinyatakan dalam titik atau silang kecil (James E. Brady, 1990).

BAck

Hmm ... Udah Habis Nih ...


Sekian DuLu, apaBila ada segala sesuatu yg mengganjal d hati anda , Kami ucapkan minta maaF