Anda di halaman 1dari 42

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Obesitas merupakan suatu kelainan kompleks akibat ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori yang bersifat multifaktorial. Secara fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa. Obesitas meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler karena keterkaitannya dengan sindrom metabolik atau sindrom resistensi insulin yang terdiri dari resistensi insulin dan hiperinsulinemia, diabetes mellitus, dislipidemia, hiperurisemia, gangguan fibrosis, hiperfibrinogenemia dan hipertensi.1 Jumlah penduduk dunia yang menderita obesitas sudah mencapai 300 juta jiwa atau sekitar 8% populasi orang dewasa di dunia. Kisaran prevalensi obesitas meliputi hampir semua spektrum, baik negara berkembang maupun negara maju.2 Sebuah studi melaporkan bahwa prevalensi obesitas pada dewasa berumur 20 tahun di Amerika Serikat meningkat dari 26, 4% (2006) menjadi 26,6% (2007).3 Menurut data Riset Kesehatan Dasar (2007), prevalensi obesitas di Indonesia berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) meningkat menjadi 19,1% (8,8% mengalami berat badan lebih dan 10,3% mengalami obesitas). Prevalensi obesitas tertinggi berada di lima provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Maluku Utara, Gorontalo, DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. Secara nasional, prevalensi obesitas pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki (masing-masing 23,8% dan13,9%).4 Salah satu permasalahan yang menyebabkan terjadinya obesitas pada wanita lebih banyak dari laki-laki adalah adanya perbedaan komposisi tubuh, yaitu persentase lemak yang lebih besar pada wanita. Selain itu, wanita juga mengalami fluktuasi berat badan khususnya pada masa kehamilan. Hal tersebut terjadi karena selama kehamilan akan terjadi peningkatan berat 1

badan yang cukup signifikan dan seringkali gagal untuk kembali ke berat badan sebelum hamil. Kegagalan ini disebabkan oleh asupan makanan dengan komposisi makanan yang tinggi lemak dan protein sehingga asupan gizi melebihi kebutuhan gizi harian wanita. Hal ini diperburuk dengan semakin berkurangnya latihan fisik sehingga merangsang pembentukan selsel adiposa lebih lanjut.5 Obesitas merupakan penyakit dengan perjalanan yang bersifat kronis. Namun, pada kasus obesitas pada wanita sesudah melahirkan (selanjutnya disebut sebagai obesitas postpartum), peningkatan berat badan dapat terjadi dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan selama gravid dan umumnya berat badan akan semakin bertambah setelah melahirkan. Kejadian obesitas ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun, sejauh yang peneliti ketahui, hingga saat ini belum ada data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada wanita setelah melahirkan di Indonesia. Sehingga, tindakan praktisi kesehatan dalam mencegah kejadian ini belum dapat dilaksanakan. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka tim peneliti bermaksud untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian osteoarthritis pada geriatri di Surakarta. B. Rumusan Masalah Faktor-faktor apa yang berhubungan dengan kejadian osteoarthritis pada lansia di Surakarta? C. Tujuan Penelitian Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian osteoarthritis pada lansia di Surakarta.

D. Manfaat Penelitian 1. Memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian osteoarthritis pada lansia di Surakarta. 2. Memberikan data awal mengenai kejadian osteoarthritis pada lansia di Surakarta. 3. Sebagai bahan kajian untuk penelitian lebih lanjut. E. Orisinalitas Sejauh yang peneliti ketahui, hingga saat ini belum ada data ataupun penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian osteoarthritis pada lansia di Surakarta.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Osteoarthritis pada Lansia a. Obesitas Obesitas adalah masalah gizi yang disebabkan kelebihan kalori dan ditandai dengan akumulasi jaringan lemak secara berlebihan di seluruh tubuh, dimana terdapat penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Obesitas berarti berat badan (BB) yang melebihi BB rata-rata. Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih besar dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal berarti mengalami obesitas. Obesitas sendiri digolongkan menjadi 3 kelompok: a. Obesitas ringan: kelebihan berat badan 20-40%; b. Obesitas sedang: kelebihan berat badan 41-100%; dan c. Obesitas berat: kelebihan berat badan >100% Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) telah diakui sebagai metode yang paling praktis dalam menentukan tingkat overweight dan obesitas pada orang dewasa di bawah umur 70 tahun.6 b. Masa Kehamilan Seorang wanita dikatakan hamil secara normal apabila di dalam rahimnya bertumbuh-kembang manusia baru. Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh genitalia wanita mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Perubahan metabolisme yang berhubungan dengan perkembangan janin menyebabkan peningkatan berat badan ibu sekitar 25% dari berat badan sebelum hamil, rata-rata 12,5 kilogram. 4

Perubahan metabolisme ini disebabkan karena adanya fetus dan peningkatan konsumsi maternal sebesar 20% akibat perubahan fungsi kelenjar endokrin.7 Hampir seluruh pertambahan berat terjadi pada dua trimester akhir. Pada kebanyakan wanita, kenaikan sebesar 1 - 2 kg (2.24.4 lb) terjadi pada trimester pertama, disusul kenaikan teratur sekitar 400 g (0.9 lb) per minggu sampai mencapai 4,5 kg (10 lb) pada minggu ke-20, menjadi 9 kg (19 lb) pada minggu ke-30, dan 12,5 kg (27 lb) diakhir kehamilan. Penambahan berat badan tersebut umumnya disebabkan oleh pertumbuhan hasil konsepsi (janin dan plasenta) sekitar 5 kg, pembesaran organ maternal sekitar 1,5-2,5 kg, timbunan lemak dan protein sekitar 4-4,5 kg, serta peningkatan volume darah dan cairan interstisial sebesar 1-1,5 kg.8 c. Masa Postpartum Definisi postpartum adalah periode pasca partum sejak inpartu kala 4 sampai masa nifas selesai, yaitu kira-kira masa 6 minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali normal sebelum hamil. Dalam masa nifas, alat-alat genitalia intena maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat genetalia ini dalam keseluruhannya mengalami involusio (menjadi kecil) hingga akhirnya kembali seperti semula. Perubahan tersebut menyebabkan berat badan ibu turun secara berangsur-angsur hingga seperti berat badan semula.7 Banyak penelitian menunjukkan bahwa setelah melahirkan hanya 4 kg (8.8 lb) yang tersisa, sedangkan dalam 6 minggu kemudian hanya tersisa 2 kg (4.4 lb). Menurut beberapa studi, apabila pertambahan berat badan sesuai saran yang direkomendasikan ahli kesehatan, seluruh pertambahan berat badan akan hilang dalam waktu 8 bulan. Setelah 8 bulan, berat badan akan stabil seperti saat sebelum hamil.8 Namun, pada sebagian wanita sering terjadi kegagalan untuk 5

kembali ke berat badan sebelum hamil pada masa pemulihan tersebut. Bahkan, kegagalan tersebut dapat menyebabkan retensi berat badan yang berlanjut menjadi obesitas pasca melahirkan. Kegagalan tersebut seringkali disebabkan oleh asupan makanan dengan tinggi kalori yang melebihi kebutuhan gizi harian wanita. Hal tersebut diperburuk dengan semakin berkurangnya latihan fisik sehingga merangsang pembentukan sel-sel adiposa lebih lanjut.5

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas Setiap orang mempunyai kecenderungan masing-masing untuk mengalami obesitas. Hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan antar individu dalam hal usia, genetik, pola makan, dan sebagainya. a. Usia Usia mempengaruhi kecepatan metabolisme seseorang, dimana semakin tua usia seseorang maka semakin lambat proses pembakaran kalori. Hal tersebut meningkatkan resiko terjadinya obesitas. Sesuai Cheung (2008)8 yang menyatakan bahwa usia turut mempengaruhi peningkatan berat badan pasca persalinan. Ibu postpartum yang masih remaja atau berusia 20-an, penurunan berat akan jauh lebih muda dibandingkan dengan usia yang lebih lanjut. Ibu postpartum usia 30-an akan lebih sulit menurunkan berat badannya karena kecepatan metabolisme sudah melambat. Dengan kata lain, tubuh membakar kalori dengan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan ketika usia masih muda. Namun, usia saja tidak mutlak mempengaruhi peningkatan berat badan setiap wanita, ada suatu kondisi dimana wanita postpartum yang telah berusia di atas 30 tahun lebih mudah mengalami penurunan berat badan dibanding wanita yang berusia muda.

b. Status Pekerjaan Pekerjaan merupakan salah satu faktor predisposisi perilaku seseorang.9 Pada wanita berkulit putih yang tidak bekerja memiliki berat badan yang cenderung meningkat setelah melahirkan. Sebaliknya, pada wanita berkulit hitam, yang cenderung untuk mengalami peningkatan berat badan setelah melahirkan adalah wanita yang aktif bekerja.10 Namun, belum ada korelasi yang jelas antara status pekerjaan dengan kejadian obesitas pada wanita postpartum. c. Masa Cuti Masa cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu.11 Masa cuti selama hamil dan persalinan berhubungan erat dengan aktivitas fisik yang dilakukan ibu. Semakin lama masa cuti mungkin menyebabkan meningkatnya kejadian obesitas postpartum. Namun, belum ada korelasi yang jelas antara masa cuti dengan obesitas postpartum. d. Tingkat Pendidikan Sebuah studi menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi mampu untuk mengeksplorasi kualitas diet dan makanan bergizi.12 Tingkat pendidikan akan mempengaruhi pengetahuan seseorang mengenai pentingnya gizi seimbang. Tingkat pendidikan mungkin menjadi faktor risiko terjadinya obesitas postpartum, tetapi belum ada korelasi yang jelas. e. Pendapatan Rumah Tangga Penelitian yang dilakukan di Magelang, menunjukkan bahwa tingkat pendapatan rumah tangga berhubungan dengan kejadian obesitas pada anggota keluarga tersebut. Keluarga yang memiliki tingkat pendapatan di atas garis kemiskinan dapat mempengaruhi kejadian obesitas sebesar 33,33%.13 Namun, belum ada data yang jelas 7

korelasi yang jelas antara pendapatan rumah tangga dengan obesitas postpartum. f. Asupan Makanan Makanan juga sangat mempengaruhi peningkatan berat badan baik dari kandungan makanan yang dimakan, porsi makanan maupun berapa kali ibu postpartum makan dalam sehari serta kesenangan ngemil.14 Penyebab utama terjadinya obesitas adalah konsumsi energi yang berlebihan. Contoh makanan yang mengandung energi tinggi adalah makanan pokok dan makanan berlemak. Beberapa makanan jajanan yang dikenal dengan istilah fast food juga memiliki komposisi gizi yang tidak seimbang, yakni tinggi lemak dan rendah serat. Konsumsi makanan yang berlebihan terutama yang mengandung karbohidrat dan lemak akan menyebabkan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh tidak seimbang dengan kebutuhan energi. Kelebihan energi ini di dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk jaringan lemak yang lama kelamaan akan mengakibatkan obesitas.15 g. Aktivitas Fisik Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa rendahnya dan menurunnya aktifitas fisik merupakan faktor yang paling bertanggung jawab terjadinya peningkatan barat badan. Hasil penelitian Hadi (2003)6 menunjukkan bahwa penurunan aktivitas fisik dan atau peningkatan perilaku hidup sedentarian (kurang gerak) mempunyai peranan penting dalam peningkatan berat badan dan terjadinya obesitas. Hal yang sama dikemukakan oleh Sediaoetama (2008) 6 yang menyatakan bahwa peningkatan berat badan disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, dimana konsumsi terlalu berlebih dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi (energy expenditure). Kelebihan energi di dalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Namun, belum 8

ada korelasi yang jelas antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas postpartum. h. Durasi Tidur Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita 6 bulan-1 tahun postpartum dengan durasi tidur 5 jam, dalam 24 jam mempunyai risiko 2 kali lebih besar terhadap terjadinya retensi berat badan. Sedangkan untuk durasi 8jam dalam periode 24 jam, menunjukkan tidak adanya hubungan dengan retensi berat badan. 16 Namun, belum ada korelasi yang signifikan bagaimana durasi tidur bisa mempengaruhi terjadinya obesitas post partum. 3. Faktor-faktor pada Wanita Postpartum yang Mempengaruhi

Kejadian Obesitas Setiap wanita mempunyai kecenderungan masing-masing untuk mengalami obesitas postpartum. Hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan antar individu dalam hal berat badan, paritas, masa menyusui, dan sebagainya. a. Berat Badan Banyak postpartum. perempuan studi melaporkan menegaskan berat badan selama kehamilan sebagai katalisator utama dalam perkembangan obesitas Sejumlah bahwa pertambahan kelebihan berat badan selama kehamilan dan atau kegagalan untuk menurunkan berat badan dalam beberapa tahun pertama setelah kehamilan, berhubungan dengan obesitas di kemudian harinya. Sebuah investigasi menunjukkan bahwa sebagian besar persentase berat badan perempuan hamil telah melebihi rekomendasi Institute of Medicine (IOM) untuk penambahan berat badan selama kehamilan. Rekomendasi ini menyebutkan bahwa perempuan dengan IMT < 19,8 kg/m2 direkomendasikan untuk mengalami peningkatan berat badan antara13-18 kg; IMT 19,9-26,0 kg /m2 direkomendasikan sebesar 9

11,4-15,9 kg; IMT 26,1-29,0 kg /m 2 direkomendasikan 6,8-11,4 kg); sedangkan untuk wanita dengan IMT > 29 kg /m 2 direkomendasikan hanya mengalami peningkatan berat badan maksimal 6,8 kg selama kehamilan.15 Berat badan wanita hamil mungkin mengalami retensi berat signifikan setelah melahirkan. Bukti empiris menunjukkan kehamilan sebagai variabel dalam metode untuk menilai berat badan postpartum. Satu tinjauan menyimpulkan bahwa retensi berat postpartum rata-rata antara 0,5-3,0 kg, tapi bisa mencapai 17,7 kg. Sehingga berat badan yang berlebihan selama kehamilan sangat terkait dengan penambahan berat badan selama siklus hidup.17 Selain itu, berat badan bayi yang dilahirkan ibu juga berkaitan dengan berat badan ibu postpartum. 18 Namun, belum ada korelasi yang jelas dari data yang ada. b. Paritas Menurut BKKBN (2006), paritas adalah banyaknya kelahiran hidup yang dipunyai oleh seorang wanita 19. Menurut Chapman (2004), paritas dikelompokkan menjadi tiga jika ditinjau dari tingkatannya, antara lain: 1) Paritas rendah atau primipara Paritas rendah meliputi nullipara (jumlah anak 0) dan primipara (jumlah anak 2) 2) Paritas sedang atau multipara Paritas sedang atau multipara digolongkan pada hamil dan bersalin dua sampai empat kali. Pada paritas sedang ini, sudah masuk kategori rawan terutama pada kasus-kasus obstetric yang jelek, serta interval kehamilan yang terlalu dekat kurang dari 2 tahun 3) Paritas tinggi Kehamilan dan persalinan pada paritas tinggi atau grandemulti, adalah ibu hamil dan melahirkan di atas 5 kali. Paritas tinggi 10

merupakan paritas rawan oleh karena paritas tinggi banyak kejadian-kejadian obstetri patologi yang bersumber pada paritas tinggi, antara lain :plasenta praevia, perdarahan postpartum, dan lebih memungkinkan lagi terjadinya atonia uteri. Pada paritas tinggi bisa terjadi pre eklamsi ringan oleh karena paritas tinggi banyak terjadi pada ibu usia lebih 35 tahun20 Sedangkan menurut Manuaba (2008) paritas atau para adalah wanita yang pernah melahirkan dan di bagi menjadi beberapa istilah : 1) Primipara yaitu wanita yang telah melahirkan sebanyak satu kali 2) Multipara yaitu wanita yang telah pernah melahirkan anak hidup beberapa kali, di mana persalinan tersebut tidak lebih dari lima kali 3) Grandemultipara yaitu wanita yang telah melahirkan janin aterm lebih dari lima kali21 Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hajian, Tilaki & Hiedari (2007) menunjukkan bahwa jumlah paritas mempengaruhi berat badan dimana risiko obesitas meningkat dengan peningkatan jumlah paritas.22 c. Masa Nifas (Puerperium) Puerperium didefinisikan sebagai waktu dari pengeluaran plasenta sampai beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Periode ini biasanya terjadi dalam jangka waktu 6-8 minggu.23 Dengan 6-8 minggu setelah melahirkan, sebagian besar perubahan kehamilan dan persalinan telah diselesaikan dan tubuh telah kembali ke keadaan tidak hamil (nonpregnant state). Masa nifas itu dibagi 3 : a. Puerperium dini : kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan, sehingga sudah diperbolehkan bekerja, yaitu 40 hari stlh persalinan

11

b. Puerperium intermediate : kepulihan menyeluruh alat genital, lamanya 6-8 minggu c. Remote Puerperium : waktu yg diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila waktu hamil dan persalinan mempunyai komplikasi, waktunya bisa berminggu, bulanan, atau tahunan.23 Lamanya masa nifas seringkali berkaitan dengan aktifitas fisik wanita postpartum yang merupakan salah satu faktor penyebab obesitas. Namun, belum ada korelasi yang jelas antara masa nifas dengan terjadinya obesitas postpartum. d. Masa Menyusui (Breastfeeding) Sebuah studi menunjukkan adanya hubungan antara lamanya masa menyusui dengan peningkatan retensi berat badan postpartum. Semakin lama masa menyusui, semakin rendah kemungkinan terjadinya retensi berat badan postpartum. Namun, studi ini dilakukan pada semua wanita postpartum dengan berbagai status gizi, tetapi tidak fokus pada obesitas post partum.24 B. Kerangka Teori Dari tinjauan pustaka yang telah dilakukan, faktor-faktor yang diperkirakan dapat mempengaruhi kejadian obesitas postpartum antara lain usia, status pekerjaan, tingkat pendidikan, pendapatan rumah tangga, asupan makanan, aktivitas fisik, berat badan, paritas, masa nifas, durasi tidur dan masa menyusui.

12

C. Kerangka Konsep Kejadian Obesitas Postpartum

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas

Faktor pada Wanita Postpartum yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas

Usia Status Pekerjaan Masa Cuti Tingkat Pendidikan Pendapatan Rumah Tangga Asupan Makanan Aktivitas Fisik Durasi tidur

Berat Badan Paritas Masa Nifas (puerperium)

Masa Menyusui (breastfeeding)

13

D. Hipotesis Penelitian 1. Umum Ada hubungan antara faktor-faktor diatas dengan kejadian obesitas postpartum 2. Khusus a. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan faktor usia b. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan faktor status pekerjaan c. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan faktor masa cuti d. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan tingkat pendidikan e. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan pendapatan rumah tangga f. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan asupan makanan g. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan aktivitas fisik h. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan durasi tidur i. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan berat badan j. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan paritas k. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan masa nifas (puerperium) l. Ada hubungan antara kejadian obesitas postpartum dengan masa menyusui

14

BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian 1. Ruang Lingkup Tempat Penelitian ini dilakukan di 13 kota besar di Indonesia meliputi Medan,
Padang, Samarinda, Bandung, Jakarta, Purwokerto, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Denpasar, Makasar.

2. Ruang Lingkup Waktu Penelitian ini dilakukan pada Bulan September 2011 Desember 2011 3. Ruang Lingkup Disiplin Ilmu Penelitian ini mencakup disiplin Ilmi Gizi dan Kesehatan Masyarakat (disiplin ilmu Neurologi dan Kesehatan masyarakat) B. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional=Cuma alzeimer tok C. Identifikasi Variabel 1. Variabel Terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian obesitas postpartum 2. Variabel Bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia, status pekerjaan, tingkat pendidikan, pendapatan rumah tangga, berat badan, paritas, paritas, asupan makanan, depresi postpartum, masa nifas, aktivitas fisik, durasi tidur dan masa menyusui.

15

D. Definisi Operasional Variabel Berikut adalah karakteristik yang mempengaruhi terjadinya obesitas postpartum : 1. Kejadian Obesitas Postpartum Kejadian obesitas postpartum merupakan peningkatan berat badan setelah melahirkan, yang dihitung mulai 9 bulan sampai 1 tahun pasca melahirkan. Kejadian obesitas postpartum dinilai berdasarkan indikator penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Skala yang digunakan adalah skala numerik. 2. Usia Usia adalah usia kronologis subjek penelitian, dihitung berdasarkan ulang tahun terakhir yang telah dilalui dan dinyatakan dalam satuan tahun. Skala yang digunakan adalah numerik. 3. Status Pekerjaan Pekerjaan sehari-hari yang pernah dilakukan oleh subjek penelitian, dikategorikan dalam: a. Tidak bekerja b. Pegawai Negeri Sipil (PNS) c. Swasta d. Wiraswasta e. Buruh Skala yang digunakan adalah nominal 4. Masa Cuti Masa cuti dibedakan atas masa cuti hamil dan masa cuti melahirkan yang pernah dilakukan oleh subjek penelitian. Masa cuti dinilai dengan satuan minggu dan menggunakan skala numerik.

16

5. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan adalah jenjang pendidikan terakhir yang dilalui sampai tamat. Tingkat pendidikan dikategorikan dalam: a. Tingkat pendidikan rendah: tidak sekolah sampai tamat sekolah dasar (SD) b. Tingkat pendidikan menengah: tamat sekolah menengah pertama (SMP) sampai tamat sekolah menengah atas (SMA) c. Tingkat pendidikan tinggi: tamat universitas Skala yang digunakan adalah nominal. 6. Pendapatan Rumah Tangga Pendapatan rumah tangga adalah pendapatan kotor keluarga dalam satu bulan. Skala yang digunakan adalah numerik. 7. Asupan Makanan Asupan makanan adalah jumlah intake makanan yang dikonsumsi subjek penelitian setelah melahirkan. Asupan makanan selama periode 9 bulan sampai 1 tahun pasca melahirkan dinilai dengan 24-Hours Food Recall. Asupan makanan dikategorikan sebagai berikut : a. Asupan gizi kurang: intake makanan kurang dari angka rekomendasi b. Asupan gizi cukup: intake makanan sudah sesuai dengan angka rekomendasi c. Asupan gizi berlebih: intake makanan lebih dari angka rekomendasi Skala yang digunakan adalah skala nominal. 8. Aktivitas fisik Aktivitas fisik merupakan kegiatan harian rutin yang dilakukan oleh subjek penelitian, terdiri dari : a. Aktivitas fisik selama kehamilan Aktifitas fisik selama kehamilan adalah kegiatan rutin harian yang dilakukan oleh subjek penelitian selama periode kehamilan. Skala yang digunakan adalah skala nominal. b. Aktivitas fisik setelah melahirkan 17

Aktifitas fisik setelah melahirkan adalah kegiatan rutin harian yang dilakukan oleh subjek penelitian selama 9 bulan sampai 1 tahun pasca melahirkan. Skala yang digunakan adalah skala nominal. Penilaian aktifitas fisik dikategorikan sebagai berikut : a. Aktivitas ringan: kegiatan tanpa menggerakkan lengan, seperti membaca, menulis, menonton televisi, mendengarkan radio, mengetik, serta berbagai kegiatan yang dikerjakan dengan banyak duduk b. Aktivitas sedang: sedikit menggerakkan lengan seperti memasak, mencuci piring, mencuci baju, menyetrika, berjalan lambat, serta berbagai kegiatan yang dikerjakan dengan duduk dan berdiri c. Aktivitas berat: kegiatan dengan banyak menggerakkan lengan seperti mendorong-dorong benda, berjalan cepat, berlari, naik turun tangga, bersepeda, sepak bola dan lain-lain 9. Durasi Tidur Durasi tidur adalah rata-rata lama waktu yang digunakan subjek penelitian untuk tidur selama 9 bulan sampai 1 tahun pasca melahirkan dan dinilai dengan menggunakan satuan jam. Skala yang digunakan adalah numerik. 10. Berat Badan a. Berat badan ibu awal kehamilan Berat badan ibu awal kehamilan adalah berat badan pada ibu pada awal masa kehamilan, yaitu pada awal trimester I. Berat badan ibu awal kehamilan diukur dengan satuan kilogram (kg) dan menggunakan skala numerik. b. Berat badan ibu selama hamil Berat badan ibu selama hamil adalah peningkatan berat badan ibu yang terjadi selama proses kehamilan. Berat badan saat hamil diukur dengan satuan kilogram (kg) dan menggunakan skala numerik. c. Berat badan ibu setelah melahirkan

18

Berat badan ibu setelah melahirkan adalah berat badan ibu pada waktu setelah proses melahirkan. Berat badan setelah melahirkan diukur dengan satuan kilogram (kg) dan menggunakan skala numerik. d. Berat badan lahir anak Berat badan lahir anak adalah berat badan awal bayi yang dilahirkan ibu. Berat badan lahir anak diukur satuan kilogram (kg) dan menggunakan skala numerik. 11. Paritas a. Jarak paritas Jarak paritas adalah lamanya periode antara waktu kelahiran dengan waktu kelahiran sebelumnya. Jarak paritas dinilai dengan menggunakan satuan tahun dan menggunakan skala numerik. b. Jumlah paritas Jumlah paritas adalah banyaknya kelahiran hidup yang dipunyai oleh seorang wanita. Jumlah paritas dinilai dengan menggunakan skala numerik.

19

12. Masa Menyusui a. Pemberian ASI Pemberian ASI adalah jenis pemberian ASI (Air Susu Ibu) pada bayi yang dilahirkannya, dikategorikan menjadi : ASI Eksklusif (6 bulan) ASI Non Eksklusif

Skala yang digunakan adalah skala nominal. b. Lama menyusui Lama menyusui adalah periode waktu menyusui yang diberikan oleh subjek penelitian kepada bayinya dan diukur dalam satuan bulan. Skala yang digunakan adalah numerik. E. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah wanita postpartum yang terdaftar di puskesmas pada 13 kota besar di Indonesia. F. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 1. Kriteria Inklusi (kriteria yang dimasukkan) a. Wanita postpartum di wilayah kerja 13 kota besar di Indonesia b. Melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan dan dibuktikan dengan kepemilikan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) c. Berdomisili di wilayah penelitian minimal 2 tahun dihubungi 2. Kriteria Eksklusi (orang yang tidak mungkin dimasukkan pada penelitian) a. Dalam perawatan atau pernah menderita penyakit yang mengganggu asupan makanan selama kehamilan, seperti diare, hiperemesis, muntaber b. Terdapat kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan c. Gestasi terakhir mengandung anak kembar dan dapat

20

d. Melahirkan saat umur kehamilan kurang dari 36 minggu atau lebih dari 42 minggu e. Riwayat abortus f. Riwayat diabetes mellitus dan diabetes gestasional g. Riwayat merokok dan konsumsi alkohol G. Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah wanita postpartum. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Rumus yang digunakan untuk mengukur besar sampel pada penelitian ini adalah rumus menurut Daniel dan Terrel (1992)25, yang mempertimbangkan anggaran penelitian. Besar sampel yang diperoleh berdasarkan rumus tersebut adalah sebagai berikut: n = C Cf Cu n = 2.000.000 350.000 55.000 n = 1.650.000 55.000 n = 30 Keterangan: n C Cf Cu = jumlah sampel penelitian = biaya total penelitian = biaya tetap total = biaya per unit pencuplikan Jadi, dari hasil perhitungan jumlah sampel di atas didapatkan 30 sampel. H. Instrumen Penelitian Instrumen utama pengukuran variabel-variabel dalam peenlitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validasi dengan

21

diujicobakan ke bagian dari populasi penelitian dan sudah dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan metode test-retest. I. Cara Pengumpulan Data 1. Pewawancara mendatangi kediaman sampel dan memberikan penjelasan singkat mengenai latar belakang dan tujuan peenlitian, dan dilanjutkan dengan inform consent. 2. Pewawancara melakukan wawancara dengan sampel menggunakan kuesioner. 3. Pewawancara melakukan pengukuran vital sign dan antropometri. 4. Pengecekan di tempat kelengkapan isi kuesioner. J. Pengolahan dan Teknik Analisis Data Data yang diperoleh akan diolah dengan program komputer SPSS 17.0 for windows. Setiap variabel penelitian akan dilakukan analisa bivariat untuk mengetahui karakteristik data masing-masing variabel bebas. Normalitas distribusi data diperiksa dengan uji Kolomogorov-Smirnov test. Hubungan masing-masing variabel bebas (untuk skala numerik) dengan variabel terikat akan dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Sedangkan hubungan masingmasing variabel bebas (untuk skala kategorikal/nominal) dengan variabel terikat dianalisis dengan uji beda T-test atau ANOVA.

22

ANGGARAN BIAYA PENELITIAN No. Jumlah Barang 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Total Biaya 10 eks 30 eks 10 eks 35 peneliti 35 kit survei Proposal ke tiap Puskesmas Kuesioner Laporan ke tiap Puskesmas Transport dalam kota Kit survey (ballpoint, blocknote) Seminar laporan akhir penelitian Lain-lain Keterangan Harga Satuan (Rp) 20.000 5000 20.000 15.000 10.000 Jumlah (Rp) 200.000 150.000 200.000 525.000 350.000 500.000 75.000 2.000.000

23

JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN Jadwal Pengumpulan data sekunder Pembuatan proposal Validasi kuesioner dan ethical clearance Perijinan pelaksanaan penelitian Pelaksanaan penelitian (pengumpulan data) Analisis Data Pembuatan laporan Pembuatan naskah publikasi Seminar laporan akhir penelitian ke institusi lain, BAPIN, ISMKI, DINKES dan Puskesmas Minggu ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

24

DAFTAR PUSTAKA 1. Nanchahal K, Morris JN, Sullivan LM, WilsonPWF. Coronary heart disease risk in men and the epidemic of overweight and obesity. International Journal of Obesity. 2005; 29: 317323. 2. 3. 4. WHO. Obesity: preventing and managing of global epidemic. Report of a WHO consultation. World health organization technique report 894:I. 2003. CDC. Prevalence of obesity among adults aged 20 years and over: United States, 1997-June 2007. National Health Interview Survey. 2007. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan hasil riset kesehatan dasar (RISKESDAS) nasional. Jakarta : BPPK. 2007 5. Durham HA, Lovelady CA, Brouwer RJ, Krause KM, Ostbye T. Comparison of dietary intake of overweight postpartum mothers practicing breastfeeding or formula feeding. Journal American Diet Association. 2011;111(1):67-74. 6. Sugondo S. Obesitas. In: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simardibrata MK, Setiati S. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2008.
7. Wiknjosastro, H. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2008.

8. 9.

Ceung F. Pregnancy weight management. USA: Adams Media Coorporation. 2008. Notoatmodjo S. Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta. 2003. between black and white mothers. Obstetric Gynecology. 1993; 81 (5): 76874.

10. Parker JD and Abrams B. Differences in postpartum weight retention

11. Mambo. Cuti dan macam cuti. Cirebon : http://www.bkdiklat.cirebonkota.go.id - BK-DIKLAT. 2011 (diunduh 28 Mei 2011, 21:50) 12. Ruppert B. LNew direction in the use of virtual reality for food shooping: marketing and education perspective. J diabetes Csi technol. 2001. 5(2):3158. 25

13. Wijayanti SP. Hubungan antara tingkat pendapatan keluarga dan tingkat pengetahuan gizi ibu dengan kejadian obesitas pada anak pada siswa SD Islam Terpadu Ihsanul Fikri Magelang Tahun Ajaran 2006/2007. Skripsi. Universitas Diponegoro, Semarang. 2007. 14. Wolfe WS, Sobal J, Olson CM, Frongillo EA Jr. Parity associated body weight: modification by sociodemographic and behavior factor. Obes res. 1997: 5 (2): 131-41. 15. Nihira 2011). 16. Gunderson EP, Sheryl L, Rhifas-Shiman. Assosiation of fewer hours of sleep at 6 months postpartum with substansial weight retention at 1 year postpartum. USA : American Journal of Epidemiology. 2007. 17. Allison KC, Lavery ME, and Sarwer DB. Obesity and reproduction function: considered psychiatry. Philadelphia: Primary Psychiatry Journal. 2009. 18. Casas AA, Martinez RG, Villagrasa SMP, Arnal MP, Sauras AML, Aznar MLA, et al. Nutritional of newborn of overweight and obese mother. An pediatric (Barc.). 2011: 21 April. Epub ahead of print. 19. BKKBN. Deteksi Dini Komplikasi Persalinan. Jakarta : BKKBN. 2006. 20. Chapman And Hall London Campbell NA Reece JB Dan Mitchel LG Biologi Edisi Kelima Jilid 3. 2004. 21. Manuaba. Ilmu Kebidanan, Kandungan dan KB. Jakarta : EGC. 2008. 22. Anonime. Factors involved in obesity. http://www.ecp-help.org/1669/factorsinvolved-in-obesity.html. 2007 (diunduh 31 April 2011). 23. Mochtar Rustam. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC. 2005. 24. Kac G, Bencio MHDA, Velsquez-Melndez G, Valente JG and Struchiner JC. Breastfeeding and postpartum weight retention in a cohort of Brazilian women. Rio de Janeiro : Universidade Federal do Rio de Janeiro. 2007. 25. Murti, B. Desain dan ukuran sampel untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif di bidang kesehatan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. 2010. 26 MA. Pregnancy and Weight Gain. www.webmd.com/baby/guide/healthy-weight-gain. 2010 (diunduh 31 April

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN Puskesmas Kota/Kabupaten : :

Tanggal Wawancara : A. DATA UMUM SAMPEL KODE Petunjuk: isi jawaban dengan huruf kapital 1 No. ID sampel: . 2 Nama: 3 Alamat: Jalan .Nomor.RT..RW.. Desa/Kel..Kec Kota . B. PERTANYAAN SKRINING Petunjuk: lingkari jawaban yang sesuai 4 Sudah berapa lama Saudara tinggal pada alamat di atas? a. > 2 tahun b. < 2 tahun 5 Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab < 2 tahun Apakah anda rutin melakukan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan? a. Ya b. Tidak 6 Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab TIDAK Apakah anda memiliki Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)? a. Ya b. Tidak 7 Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab TIDAK Apakah Anda sekarang dalam perawatan atau pernah menderita penyakit yang mengganggu asupan makanan selama kehamilan, seperti diare, hiperemesis atau muntaber? a. Ya b. Tidak 27

Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab YA Apakah terdapat kelainan bawaan pada bayi terakhir yang anda lahirkan? a. Ya b. Tidak Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab YA Apakah kehamilan terakhir mengandung anak kembar? a. Ya b. Tidak Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab YA Apakah anda melahirkan saat umur kehamilan kurang dari 36 minggu atau lebih dari 42 minggu? a. Ya b. Tidak Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab YA Apakah anda memiliki riwayat abortus? a. Ya b. Tidak Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab YA Apakah anda memiliki riwayat keluarga menderita diabetes mellitus atau diabetes gestasional? a. Ya b. Tidak Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab YA Apakah anda memiliki riwayat merokok dan mengkonsumsi alkohol? a. Ya b. Tidak

10

11

12

13

Ket: hentikan wawancara jika responden menjawab YA C. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS POSTPARTUM Petunjuk: isi jawaban dengan huruf kapital atau lingkari jawaban yang sesuai 14 Usia: . Tahun 15 Status Pekerjaan: .. a. Tidak bekerja 28

b. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 1) Guru/Dosen 2) Polisi/TNI 3) Kantor c. Swasta 1) Bank 2) Pabrik 3) Pengusaha d. Wiraswasta 1) Pedagang 2) Pengrajin 3) Penjahit e. Buruh 1) Kuli 2) Pembantu 3) Tukang kebun 16 4) Petani Tingkat Pendidikan: .. a. Tidak sekolah sampai tamat SD b. Tamat SMP sampai tamat SMA 17 18 c. Tamat universitas Pendapatan Rumah Tangga per Bulan:.. Jarak kelahiran anak terakhir yang dilahirkan dengan anak sebelumnya: tahun 19 Berapa kali anda melahirkan? .. Aktivitas fisik selama kehamilan :.

Aktivitas fisik setelah melahirkan :

29

Ket: Kegiatan tanpa menggerakkan lengan, antara lain membaca, menulis, menonton televisi, mendengarkan radio, mengetik, serta berbagai kegiatan yang dikerjakan dengan banyak duduk Kegiatan dengan sedikit menggerakkan lengan, antara lain memasak, mencucui piring, mencuci baju, menyetrika, berjalan lambat, serta berbagai kegiatan yang dikerjakan dengan duduk dan berdiri Kegiatan dengan banyak menggerakkan lengan, antara lain mendorong-dorong benda, berjalan cepat, berlari, naik turun 20 21 tangga, bersepeda dan lain-lain Durasi tidur pada setelah melahirkan: . Jam Bagaimanakah periode menyusui anda? a. Ekslusif (cukup 6 bulan) b. Non eksklusif Lama periode menyusui. bulan

30

Lampiran 2 FORM DATA DARI BUKU KIA A. Data Ibu B. C. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), tanggal: .................................... Hari Taksiran Persalinan (HTP), tanggal: ............................................ Lingkar Lengan Atas: ....................... cm Tinggi Badan: ....................... cm Penggunaan kontrasepsi sebelum kehamilan ini: ............................................................................................................... . Riwayat Penyakit yang diderita ibu ................................................................................................................ Hamil ke : .............. Jumlah persalinan : ............ ..Jumlah keguguran : .............................. Jumlah anak hidup : ............................. Jumlah lahir mati : ................. Jumlah anak lahir kurang bulan : ................. anak Jarak kehamilan ini dengan persalinan terakhir : .............................................. Penolong persalinan terakhir: ........................................................................... Cara persalinan terakhir** : [ ] Spontan/Normal [ ] Tindakan: ................................. **Beri tanda ( ) pada kolom yang sesuai

31

Tgl Keluhan Berat Umur Tinggi Tekanan Denyut Lab Sekarang Badan Kehamilan Fundus Darah Jantung (kg) (minggu) (cm) (mmHg) Janin

B. Data Anak Anak ke Nama Anak Tanggal Lahir Berat Lahir Panjang Badan Lingkar Kepala Jenis Kelamin : ....................................................................... : ....................................................................... : ....................................................................... : ............................ gram : ............................ cm : ............................ cm : Laki-laki / Perempuan *

PEMERIKSAAN FISIK TERBATAS 1. Berat Badan 2. Tinggi Badan 3. Indeks Massa Tubuh 4. Respiration Rate 5. Nadi 6. Tekanan Darah 7. Suhu 8. Lingkar perut 9. Lingkar lengan atas Lampiran 3 32 : : : : : : : : :

Kg cm kg/m2 kali/menit kali/menit / C cm cm

24 Hour Food Recall


Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Tanggal : .............................................. : .............................................. :L/P : .............................................. : ..............................................

Mohon disebutkan: jam, jenis makanan, jumlah (paling tidak dalam Ukuran Rumah Tangga/URT) dan resep/susunan makanan (kalau mungkin), serta segala sesuatu yang Saudara makan dan minum selama 1 (satu) hari kemarin, sejak bangun tidur pagi hingga malam menjelang tidur. Jenis Makan/Minuman Pagi hari Jam Resep Jumlah URT Gram

Makanan selingan/jajanan

Siang hari

Makanan selingan/jajanan

Sore hari

Makanan selingan/jajanan

33

Malam hari

Makanan selingan/jajanan

Catatan : (Kalau ada hal yang penting dan perlu ditambahkan, misalnya: obat, vitamin, suplemen) .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ...............................................

Lampiran 3 34

Informed Consent LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertandatangan dibawah ini bersedia ikut sebagai responden pada penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran dengan judul Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas Postpartum di Indonesia. Nama Alamat : :

Pekerjaan : Demikian persetujuan ini saya tanda tangani dengan sukarela tanpa unsur paksaan.

Surakarta, Oktober 2011 Responden

DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA KELOMPOK 35

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

7.

8. 9. 10. 11.

Tempat dan Tanggal Lahir : Bontocani, 30 Oktober 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Fakultas/Program Studi : Kedokteran/Pendidikan Dokter Pekerjaan : Mahasiswa NIM : G0007065 Nomor Telepon : 085728517533/ 085242686592 E-mail : noel_vha@yahoo.com Karya Ilmiah yang Pernah Dibuat: Judul Jenis Karya Kloning dan Analisis Molekuler cDNA Penyandi Penelitian skripsi Protein NS4A Virus Hepatitis C 1a Isolat Jawa Tengah Pengaruh Pemberian Soyghurt terhadap Struktur Karya Tulis Mikroskopik Tulang Mandibula Tikus Putih Artikel Ilmiah Betina Model Osteoporosis (SF UNDIP ) Subsitusi Beras Putih dengan Beras Hitam Karya Tulis sebagai Nutrisi Alternatif Pencegah Penyakit Gagasan Tertulis Jantung Koroner (TOF Atmajaya) Terapi Trombolisis-Endogen dengan Diet Beras Riset Hitam pada Model Tikus Putih ( Rattus (Hibah DIPA novergicus) Aterogenik UNS) Efek Antiproliferatif Ekstrak Meniran (Phyllantus Riset urinaria Linn) Terhadap Pertumbuhan Kanker (Hibah DIPA Hati pada Tikus (Rattus novergicus) UNS) Analisis Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Karya Ilmiah pada Tingkat Desa/Kelurahan dalam Pencegahan (TEMILNAS) Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah di Kota Surakarta Potensi Terapi Kombinasi Klorokuin dan Riset Lumbricus rubellus dalam Mengurangi Derajat (Proyek Penelitian Parasitemia Mencit Swiss yang Diinfeksi Dosen) Plasmodium berghei ANKA Potensi Yoghurt Tepung Kedelai dalam Riset Menghambat Osteoporosis Tikus Putih Betina (Hibah DIKTI) Ovarektomi Efek Antiproliferatif Ekstrak Meniran (Phyllantus Riset urinaria Linn) Terhadap Pertumbuhan Kanker (Hibah DIKTI) Payudara pada Tikus (Rattus novergicus) Pelatihan Pediatric Nutrition Care di Puskesmas Pengabdian Sangkrah Kota Surakarta untuk Memperbaiki Masyarakat (Hibah Nilai Status Gizi Anak Usia di Bawah Dua Tahun DIKTI) Potensi Yoghurt Tepung Kedelai dalam Karya Tulis Ilmiah Menghambat Osteoporosis Wanita

Tahun 2010 2010 2010 2010 2010 2010

2010

2010 2010 2010 2009

36

12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

Pascamenopause Hubungan Konsumsi Tempe dengan Timbulnya Gejala Preeklamsia pada Ibu Hamil (Studi Kasus di Rumah Bersalin Raharja Sukoharjo) Efek Antikarsinogenesis Teripang (Holothuridea scabra) pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Model Carsinoma Cervix Uji Efek Antiinflamasi Ekstrak daun Binahong (Anredeira cordifolia) pada Mencit (Mus musculus) Analisis Potensi Monascus purpureus rice pada Disfungsi Endotel Untuk Mencegah Aterosklerosis Peranan SRT1720 terhadap SIRT1 dalam Memperlambat Penuaan Melalui DNA Repair Studi Potensi Penggunaan -Blocker sebagai Terapi Hipertensi terhadap Kejadian Diabetes Mellitus Pengaruh Pemberian Teh Kombucha terhadap Penurunan Kadar Kolsterol Total dalam Darah Pengaruh Ekstrak Buah Bligu (Benincasa hispida) terhadap Demam Typhoid pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Riset (Swadana) Proposal Penelitian (Science Fair 2009 FKUI) Riset (Hibah DIPA) Karya Tulis Ilmiah Karya Tulis Ilmiah Karya Tulis Ilmiah Riset (Hibah DIKTI) Karya Tulis Ilmiah

2009 2009 2009 2009 2009 2008 2008 2008

9. Penelitian yang Sementara Dilaksanakan : No. Judul Efek Hipoglikemik Momor Ice pada Penderita 1. Diabetes Mellitus Tipe 2 Kloning Gen Penyandi NS4A sebagai Bahan 2. Kandidat Terapi, Vaksin dan Deteksi Virus Hepatitis C 1a Potensi Filter Air Berbasis Kulit Singkong 3. sebagai alat Pencegah Cemaran Logam dan Bakteri Koliform

Jenis Karya Riset (Hibah DIKTI) Riset (Hibah DIKTI) Riset (Hibah DIKTI)

Tahun 2011 2011 2011

37

10. Penghargaan Ilmiah : No. Penghargaan 1. Juara III dalam rangka Lomba Proposal Penelitian Tingkat Nasional Scientific Festival FKUI 2. Juara III dalam rangka Lomba Karya Tulis Artikel Ilmiah Scientific Fair FK UNDIP 3. Peraih Emas dalam rangka Gelar Produk dan Poster Ilmiah PIMNAS XXII Universitas Brawijaya, Malang 4. Finalis Lomba Poster dalam rangka Science Festival FK UNDIP 5. Finalis Lomba Karya Tulis Gagasan Tertulis MUNAS ILMAGI Universitas Gajah Mada 6. Finalis Lomba MTQ Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al Quran 7. Juara II dalam rangka Lomba Karya Tulis Artikel Ilmiah Scientific Fair FK UNDIP 8. 120 abstrak penelitian terbaik dalam Leiden Internasional Medical Student Conference (LIMSC), Leiden, Belanda 9. 45 abstrak penelitian terbaik dalam 19th Ain Shams Medical Student Conference, Kairo, Mesir 10. Salah satu presentator lisan undangan dalam III International Medical Student Research Congress (IMSRC), Istanbul, Turki 11. Kegiatan Ilmiah Penunjang : No. Kegiatan 1. Asisten Laboratorium Patologi Anatomi FK UNS 2. Asisten Penelitian Dosen tentang Virus Pernafasan di Indonesia 3. Asisten Penelitian Dosen tentang Epidemiologi Tuberkulosis ditinjau dari sisi Kedokteran Komunitas

Tahun 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2011 2011 2011

Tahun 2010-2011 2010-2012 2010-2011

38

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA KELOMPOK Nama Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Fakultas/Program Studi Pekerjaan NIM Alamat Rumah : Hanif Mustikasari : Karanganyar, 31 Mei 1991 : Perempuan : Kedokteran/Pendidikan Dokter : Mahasiswa : G0009099 : Pundak, RT 05/VII, Jati, Jaten, Karanganyar 57731 Nomor Telepon E-mail Riwayat Pendidikan No. 1. 2. 3. Tingkat Pendidikan SD N 02 Papahan SMP N 1 Karanganyar SMA N 1 Karanganyar : 08562849550 : hanayuki.angel@gmail.com : Tempat Kota Karanganyar Kota Karanganyar Kota Karanganyar : Tahun 2010-sekarang 2009-sekarang 2009-sekarang Jabatan Anggota Divisi Humas Anggota Divisi Humas Anggota Bidang Komsat (Kesekretariatan) Anggota Divisi Disaster Management I Tahun Kelulusan 2003 2006 2009

Riwayat Organisasi No. Nama Organisasi 1 2 3 Kastrat de Geneeskunde Kesuma FK UNS 2009 LKMI cabang Surakarta

MERC

2010-sekarang

Karya yang pernah dibuat : 39

1. Poster Populer : Stop TB! Save Our Better Future (2010). 2. Gagasan Tertulis : Peranan Sekretori Immunoglobulin A (sIgA) pada Pemberian Breast Milk Pneumonia (2011). 3. Poster Ilmiah : Peranan Sekretori Immunoglobulin A (sIgA) pada Pemberian Breast Milk Pneumonia (2011). 4. Gagasan Tertulis : Peran IFN-gamma dalam Deteksi Dini Tuberkulosis Anak melalui Kombinasi Metode Quantiferon-Gold (QFT-G) dan ELISPOT (2011). 5. Essay Ilmiah : Kontroversi Susu Formula sebagai Pengganti ASI (2011).
6. PKM-GT : White Coffee Melinjo (Gnetum gnemon L.) sebagai Sumber Antioksidan Penangkal Radikal Bebas (2011).

(ASI) dalam Proses Imunitas Bayi terhadap

(ASI) dalam Proses Imunitas Bayi terhadap

7. Gagasan Tertulis : Aktivitas -Amilase Inhibitor dalam Puding Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.) sebagai Inovasi Terapi Makanan pada Obesitas Anak (2011). 8. Proposal Penelitian-PMC : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas Postpartum di Surakarta (2011).

Prestasi yang Pernah Diraih : 1. Juara I Lomba Proposal Penelitian-PMC ekan Ilmiah Mahasiswa Fakultas Kedokteran 2011 UNS Surakarta dengan judul : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas Postpartum di Surakarta (2011).

40

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA KELOMPOK 2 Nama Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Fakultas/Program Studi Pekerjaan NIM Alamat Rumah Nomor Telepon E-mail : Silvia Imnatika : : Perempuan : Kedokteran/Pendidikan Dokter : Mahasiswa : : : :

41

E. Kerangka Konsep Kejadian Obesitas Postpartum

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas

Faktor pada Wanita Postpartum yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas

Usia Status Pekerjaan Masa Cuti Tingkat Pendidikan Pendapatan Rumah Tangga Asupan Makanan Aktivitas Fisik Durasi tidur

Berat Badan Paritas Masa Nifas (puerperium)

Masa Menyusui (breastfeeding)

42