Anda di halaman 1dari 20

Sirosis Hepatis

Pembimbing : dr. Shirly, Sp. PD Disusun Oleh : Willy Kurniawan / 11-2012-125

Pendahuluan
Di negara maju, sirosis hati merupakan penyebab kematian terbesar ketiga (setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker). Diseluruh dunia sirosis menempati urutan ke tujuh penyebab kematian. Sekitar 25.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.

Definisi
Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronis yang ditandai oleh adanya peradangan dan nekrosis sel hati, diikuti dengan proliferasi jaringan ikat, degenerasi dan regenerasi sel hati disertai nodul sehingga terjadi pengerasan dari hati.

Epidemiologi
Lebih dari 40% pasien sirosis hepatis asimptomatik. Keseluruhan insidensi sirosis di Amerika diperkirakan 360 per 100.000 penduduk. Di RS Sardjito Yogyakarta jumlah pasien sirosis hati berkisar 4,1% dari pasien yang dirawat di bagian penyakit dalam dalam kurun waktu 1 tahun (2004). Di Medan dalam kurun waktu 4 tahun dijumpai pasien sirosis hepatis sebanyak 819 (4% dari seluruh pasien penyakit dalam). Kaum laki-laki jika dibandingkan dengan kaum wanita sekita 1,6 : 1 Umur rata-rata terbanyak antara golongan umur 30 59 tahun dengan puncaknya sekitar 40 49 tahun.

Etiologi
1). Penyakit Infeksi : bruselosis, ekinokokus, skistosomiasis, toxsoplasmosis, hepatitis virus (B, C, D dan CMV) 2). Penyakit keturunan : defisiensi 1-antitripsin, sindrom fanconi, galaktosemia, penyakit Gaucher, Penyakit simpanan glikogen, hemokromatosis, intoleransi fruktosa herediter, tirosinemia herediter, penyakit Wilson 3). Obat dan Toksin : alkohol, amiodaron, aresnik, obstruksi bilier, penyakit perlemakan hati non alkoholik, sirosis bilier primer, kolangitis sclerosis primer 4). Penyebab lain : penyakit usus inflamasi kronik, fibrosis kistik, pintas jejenoileal, dan sarkoidosis

Patofisiologi

Klasfikasi
Berdasarkan morfologi Sherlock membagi Sirosis hati atas 3 jenis, yaitu: Mikronodular (<3 mm) Makronodular (>3 mm) Campuran (yang memperlihatkan gambaran mikro-dan makronodular) Secara Fungsional Sirosis terbagi atas : Sirosis hati kompensata Sirosis hati Dekompensata

Gejala Klinik

Pemeriksaan Penunjang
SGOT dan SGPT Alkali fosfatase dan GGT Bilirubin Albumin dan globulin BT/CT dan PT/APTT Darah turin Pemeriksaan Serologi USG abdomen (hepar) Barium meal Endoskopi

Komplikasi (Sirosis Dekompensata)


Asites Spontaneus bakterial peritonitis Ensefalopati hepatikum Varises oesofagus Sindrom hepato renal

Asites

Peritonitis Bakterial Spotan

Varise Esofagus

Ensefalopati Hepatikum

Hepatorenal Sindrom

Penatalaksanaan Komplikasi
Asites : Tirah baring Diet rendah garam, Diuretik : spironolakton dengan dosis 100-200 mg sekali sehari. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa dikombinasikan dengan furosemide dengan dosis 20-40 mg/hari. Parasintesis dilakukan bila asites sangat besar. Pengeluaran asites bisa hingga 4-6 liter dan dilindungi dengan pemberian albumin.

Ensefalopati hepatikum: Laktulosa membantu pasien untuk mengeluarkan ammonia. Neomisin bisa digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia, Diet protein dikurangi sampai 0,5 g/kgBB/hari terutama diberikan yang kaya asam amino rantai cabang.

Varise oesofagus, sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat penyekat beta (propranolol), waktu perdarahan akut, bisa diberikan preparat somatostatin atau okreotide, diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligase endoskopi. Peritonitis bacterial spontan; diberikan antibiotika seperti sefotaksim intravena, amoksilin dan aminoglokosida Sindrom hepatorenal; mengatasi perubahan sirkulasi darah di hati, keseimbangan garam dan air, terapi terbaik adalah dengan tranplantasi hati

Prognosis

Sekian dan Terima Kasih