Anda di halaman 1dari 10

ANALISA BAKTERI Salmonella sp pada TELUR BEBEK

Disusun oleh : 1. Ade Kurniawan Setiadi 2. Aldiana Maulidia 3. Anggita Prameswari 4. Arum Tri Widiastuti 5. Dewi Fitriani P17434011001 P17434011002 P17434011003 P17434011004 P17434011005

Analis Kesehatan Reguler A

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

JURUSAN ANALIS KESEHATAN TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Telur merupakan bahan pangan hasil ternak unggas yang mempunyai nilai gizi sempurna, karena mengandung protein yang cukup tinggi dengan susunan asam-asam amino yang seimbang. Telur juga mengandung lemak, vitamin, mineral yang diperlukan tubuh dan daya cernanya tinggi. Salah satu hal penting dalam persyaratan kualitas produk asal hewan adalah bebas dari residu baik bahan hayati, pestisida, logam berat, antibotik, hormon dan obat-obatan. Telur juga harus bebas dari cemaran mikroba yang dapat menimbulkan penyakit, salah satu cemaran mikroba tersebut adalah bakteri Salmonella Sp. Salah satu jenis telur yang sering dikonsumsi masyarakat adalah telur bebek. Mengkonsumsi telur bebek bukanlah hal yang baru bagi sebagian besar masyarakat kita. Apalagi bagi penggemar jamu, dipakai sebagai campuran ekstra yang tentunya wajib ada. Betapa nikmatnya dan segarnya badan ini setelah meminumnya. Namun mulai sekarang kita harus sedikit waspada. Di Inggris terdapat 66 kasus keracunan akibat mengonsumsi telur bebek. Bahkan, salah seorang diantaranya ada yang tewas. Penyebabnya bukan pada telur bebeknya, namun pada bakteri Salmonella Sp yang terdapat pada telur bebek tersebut. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ternyata cangkang telur bebek lebih tipis dibandingkan cangkang telur ayam dan puyuh. Inilah penyebab kenapa bakteri salmonella lebih cepat menulari telur bebek. Cangkang yang tipis ini merupakan pintu masuk bakteri salmonella untuk mencemari isi telur secara menyeluruh. Kualitas telur ditentukan oleh dua faktor, yaitu kualitas luarnya berupa kulit cangkang dan isi telur. Faktor luar meliputi bentuk, warna, tekstur, keutuhan dan kebersihan kulit. Faktor dari dalam meliputi kekentalan putih telur, warna serta posisi kuning telur. Sumber-sumber pencemaran telur dapat berasal dari kotoran ayam, kandang, air yang digunakan dalam pencucian telur, saat chandling, dan materi yang terdapat saat

pengepakan, pengangkutan, serta pemasaran telur. Beberapa bakteri yang sering mencemari telur terutama terdiri dari bakteri Gram negatif seperti Proteus, Pseudomonas, Salmonella, dan Shigella. Selama tahap penanganan, telur juga dapat tercemari oleh bakteri Gram positif seperti Listeria, Micrococcus, Bacillus, dan Staphylococcus. 1.2 RUMUSAN MASALAH Apa definisi bakteri Salmonella Sp ? Apa penyebab adanya bakteri Salmonella Sp pada telur bebek ? Bagaimana cara analisa bakteri Salmonella Sp pada telur bebek ?

1.3 TUJUAN PENELITIAN Untuk mengetahui definisi dari bakteri Salmonella sp Untuk mengtahui apa saja penyebab adanya bakteri Salmonella sp Untuk mengetahui proses penularan bakteri Salmonella sp Untuk mengetahui penyebaran bakteri Salmonella sp pada manusia Tujuan khusus pada penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya bakteri Salmonella sp pada telur bebek

BAB II ISI
2.1 Definisi Bakteri Salmonella sp Salmonella adalah tongkat yang spesies Salmonella dapat suatu genus bakterienterobakteria gram-negatif berbentuk dan penyakit foodborne. Spesies sulfida. bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen

menyebabkan tifoid, paratifod,

Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakterium tahun 1885pada tubuh babi. Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases). Pada umumnya, serotipe Salmonella menyebabkan penyakit pada organ pencernaan. Penyakit yang disebabkan oleh Salmonella disebut salmonellosis. Ciri-ciri orang yang mengalami salmonellosis adalah diare, keram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella. Salmonella sp. adalah bakteri batang lurus, gram negatif, tidak berspora, bergerak dengan flagel peritrik, berukuran 2-4 m x 0.5-0,8 m. Salmonella sp. tumbuh cepat dalam media yang sederhana. (Jawetz,dkk, 2005) Salmonella adalah bakteri yang termasuk mikroorganisme yang amat kecil dan tidak terlihat mata. Selain itu, bakteri ini tidak meninggalkan bau maupun rasa apapun

pada makanan. Kecuali jika bahan makanan (daging ayam) mengandung Salmonella dalam jumlah besar, barulah terjadi perubahan warna dan bau (merah muda pucat sampai kehijauan, berbau busuk). Salmonella sp. pertama ditemukan (diamati) pada penderita demam tifoid pada tahun 1880 oleh Eberth dan dibenarkan oleh Robert Koch dalam budidaya bakteri pada tahun 1881 (Todar, 2008). Salmonella sp. adalah bakteri bentuk batang, pada pengecatan gram berwarna merah muda (gram negatif). Salmonella sp. berukuran 2 sampai 4 0;6 , mempunyai flagel (kecuali S. gallinarum dan S. pullorum), dan tidak berspora (Julius, 1990). Habitat Salmonella sp. adalah di saluran pencernaan (usus halus) manusia dan hewan. Suhu optimum pertumbuhanSalmonella sp. ialah 37oC dan pada pH 6-8. (Julius, 1990) Salmonella sp. mempunyai tiga macam antigen utama untuk diagnostik atau mengidentifikasi yaitu : somatik antigen (O), antigen flagel (H) dan antigen Vi (kasul) (Todar, 2008). Salmonella sp. bersifat aerob dan anaerob falkultatif, pertumbuhan Salmonella sp. pada suhu 37oC dan pada pH 6-8. Salmonella sp. memiliki flagel jadi pada uji motilitas hasilnya positif , pada media BAP (Blood Agar Plate) menyebabkan hemolisis. Pada media MC (Mac Conkay) tidak memfermentasi laktosa atau disebut Non Laktosa Fermenter (NLF) tapi Salmonella sp. memfermentasi glukosa , manitol dan maltosa disertai pembentukan asam dan gas kecuali S. typhi yang tidak menghasikkan gas. Kemudian pada media indol negatif, MR positif, Vp negatif dan sitrat kemungkinan positif. Tidak menghidrolisiskan urea dan menghasilkan H2S (Julius,1990) a. Klasifikasi Salmonella sp Berdasarkan taksonomi ilmiah, klasifikasi Salmonella sp adalah sebagai berikut: Kerajaan Filum Kelas Ordo Famili Genus : Bacteria : Proteobakteria : Gamma Proteobakteria : Enterobakteriales : Enterobakteriakceae : Salmonella

b. Sifat-sifat Samonella sp. Salmonella sp. Tidak memfermentasi laktosa dan sukrosa (NLF),konsistensinya smooth, membentuk asam dan kadang gas dari glukosa dan manosa, biasanyamemporoduksi hidrogen sulfide atau H2S, pada biakan agar koloninyabesar bergaris tengah 2-8milimeter, bulat agak cembung, jernih, smooth,pada media BAP tidak menyebabkan hemolisis, pada media Mac Conceykoloni. Salmonella sp. tahan hidup dalam air yang dibekukan dalamwaktu yang lama, bakteri ini resisten terhadap bahan kimia tertentu (misalnya hijau brillian, sodium tetrathionat, sodium deoxycholate) yang menghambat pertumbuhan bakteri enterik lain, tetapi senyawa tersebut berguna untuk ditambahkan pada media isolasi. 2.2 Penyebab Adanya Bakteri Salmonella sp pada Telur Bebek Bakteri Salmonella dapat mencemari makanan yang dimakan ayam. Setelah itu, ayam yang terjangkiti bakteri tersebut menghasilkan telur yang mengandung bakteri Salmonella. Ketika sebutir telur terinfeksi bakteri Salmonella dan jumlah bakterinya sedikit, hanya sekitar 2 sampai 5 bakteri. Tetapi, jika telur tidak segera didinginkan, jumlah bakteri yang ada akan berlipat ganda dengan cepat. Misalnya Ketika bakteri dalam telur sudah mencapai angka 100, maka orang yang mengkonsumsinya bisa sakit. Bakteri Salmonella dalam telur bisa menggandakan dirinya setelah 20 menit. Misalnya apabila ada 2 bakteri dalam satu telur, dalam 1 jam jumlah bakterinya akan meningkat menjadi 32, dua jam kemudian jumlahnya menjadi seribu, dalam 8 jam berikutnya jumlahnya mencapai jutaan dalam satu telur itu. Bahkan, telur yang bebas Salmonella pun dapat ikut terkontaminasi bakteri tersebut jika disandingkan dengan telur yang telah terkena bakteri. Telur ayam yang kulitnya masih melekat kotoran ayam bisa menyebabkan tumbuh suburnya bakteri Salmonella sebagai sumber penyakit tifus. Pada bagian kulit telur ayam terdapat pori pori sehingga sangat memungkinkan bakteri tersebut dengan mudah meresap dan masuk kedalam telur. Di dalam telur, bakteri Salmonella berkembang pesat. Usus unggas adalah salah satu penyimpanan utama bakteri Salmonella. Bakteri Salmonella sp yang terdapat di kulit telur bisa masuk ke dalam telur melalui pori-pori kulit pada kondisi kulit telur retak, pecah, atau lembab. Selain terdapat pada kulit dan masuk melalui pori-pori kulit, ada jenis Salmonella yang terdapat pada isi telur yang

nyatanya berkulit bersih dan terlihat normal. Dia adalah Salmonella enteritidis yang menginfeksi ovarium induk ayam dan mengkontaminasi telur sebelum kulit terbentuk. 2.3 Penyebaran Bakteri Salmonella sp. Pada Manusia Bakteri Salmonella enteriditis banyak dijumpai pada unggas dan telur ayam berperan besar menimbulkan penyakit pada makanan manusia. Dampak dari keracunan bakteri ini adalah diare disertai pusing, demam atau sakit perut. Gejala keracunan salmonella pada manusia biasanya baru terdeteksi setelah 5 sampai 36 jam. Keracunan salmonella diawali dengan sakit perut dan diare yang disertai juga dengan panas badan yang tinggi, perasaan mual, muntah, pusing-pusing dan dehidrasi. Salmonella menyebar secara efisien pada manusia. kuman ini melakukan replikasi secara cepat di dalam sel-sel epitel , yang kemudian menginfeksi sel-sel lain . Kuman didorong dari lapisan epitelial oleh suatu mekanisme yang membebaskan kuman salmonella agar mampu menginfeksi sel lain atau berkembang biak dalam usus. Beberapa Salmonella dapat selamat dalam sel-sel dari sistem imun dan dapat mencapai aliran darah, menyebabkan infeksi darah (bacteremia). Tidak hanya itu, ketika infeksi Salmonella sudah memasuki dan mencapai aliran darah, akan mengakibatkan panas dalam, muntaber dan sakit perut yang ekstrim. Biasanya, yang terinfeksi oleh infeksi Salmonella adalah masa bayi-bayi, masa kanak-kanak, masa tua dan orang yang mempunyai system imun yang sangatlah lemah. Racun enterotoksin yang menyerupai racun kolera yang dihasilkan Salmonella pada mulanya tersimpan baik di dalam bakteri dan akan keluar dengan mudah jika bakteri tersebut pecah. Saat memasuki saluran pencernaan kita, bakteri akan pecah karena proses yang terjadi dalam pencernaan. Seketika itu juga, racun akan terlepas ke dalam lambung dan menyebar ke tubuh kita. Ada beberapa gejala yang bisa jadi ditimbulkan setelah kita mengonsumsi telur tersebut, diantaranya diare, muntah, demam, kedinginan, kejang perut, dan sakit kepala. Orang yang tertular bakteri salmonella akan mengalami gejala-gejala seperti perut kejang, demam dan sering disertai dengan diare. Gejala ini akan terasa setelah 10 sampai 72 jam setelah tertular salmonella ini. Bila gejala ini dibiarkan, maka bakteri salmonella dengan cepat akan menulari bagian-bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. Dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Dan bila kondisi tubuh yang terjangkiti sedang lemah apalagi dalam keadaan kekebalan tubuh rendah, bisa berakibat pada kematian.

Bakteri Salmonellosis adalah bakteri yang mudah dihilangkan tetapi ketika tubuh kita diberi antibiotik, bakteri Salmonellosis tersebut bisa tambah aktif dan membuat proses penularan lebih cepat dibandingkan biasanya. Efek-efek dari serangan bakteri Salmonellosis ini juga sangat berbahaya jika tidak diobati atau dirawat karena bisa menghancurkan sistem imun dengan fatal. Bakteri Salmonellosis adalah bakteri yang menular dengan cara bersentuhan. Bakteri Salmonellosis ini juga menular dengan sangat cepat lewat udara. Ketika tubuh kita terinfeksi oleh Infeksi Salmonella, kita akan mengalami flu yang berat. Dengan flu tersebut, udara yang mengelilingi kita akan terkontaminasi oleh bakteri-bakteri Salmonellosis, yang bisa mengakibatkan penularan yang cepat. Tidak hanya lewat udara dan penyentuhan, bakteri Salmonellosis ini saling menular dengan cara makanan atau minuman. Kalau makanan dan minuman kita terkontaminasi oleh bakteri ini, kita akan mendapat Infeksi Salmonella dengan cara memakan atau meminumnya.

2.4 Cara Analisa Bakteri Salmonella sp pada Telur Bebek Masing - masing contoh dilakukan pengujian ( isolasi dan identifikasi) terhadap bakteri Salmonella, dengan prinsip sebagai berikut : (1) "recorvery" bakteri Salmonella dalam medium Air Pepton 0,1 %, (2) penyuburan ("enrichment-) bakteri Salmonella dalam medium Selenite Cystein-Broth, (3) isolasi bakteri Salmonella dalam medium Salmonella-Shigella Agar, dan (4) identifikasi bakteri Salmonella dalam medium Kligler Iron Agar, Semi Solid Sucrose, Lysine Iron Agar, dan Motility Indol Ornithin. Penghitungan jumlah total mikroba menggunakan metode hitungan cawan tuang dalam medium Plate Count Agar.

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan Salmonella sp. pertama ditemukan (diamati) pada penderita demam tifoid pada tahun 1880 oleh Eberth dan dibenarkan oleh Robert Koch dalam budidaya bakteri pada tahun 1881 (Todar, 2008). Salmonella sp. adalah bakteri bentuk batang, pada pengecatan gram berwarna merah muda (gram negatif). Salmonella sp. berukuran 2 sampai 4 0;6 , mempunyai flagel (kecuali S. gallinarum dan S. pullorum), dan tidak berspora (Julius, 1990). Habitat Salmonella sp. adalah di saluran pencernaan (usus halus) manusia dan hewan. Suhu optimum pertumbuhanSalmonella sp. ialah 37oC dan pada pH 6-8. Cangkang telur bebek lebih tipis dibandingkan cangkang telur ayam dan puyuh. Inilah penyebab kenapa bakteri salmonella lebih cepat menulari telur bebek. Cangkang yang tipis ini merupakan pintu masuk bakteri salmonella untuk mencemari isi telur secara menyeluruh. Salmonella sp yang terdapat di kulit telur masuk ke dalam telur melalui pori-pori kulit pada kondisi kulit telur retak, pecah, atau lembab. Selain terdapat pada kulit dan masuk melalui pori-pori kulit, ada jenis Salmonella yang terdapat pada isi telur yang nyatanya berkulit bersih dan terlihat normal. Dia adalah Salmonella

enteritidis yang menginfeksi ovarium induk ayam dan mengkontaminasi telur sebelum kulit terbentuk. Bakteri Salmonellosis adalah bakteri yang menular dengan cara bersentuhan, udara, makanan, dan minuman. Bakteri Salmonella dalam telur bisa menggandakan dirinya setelah 20 menit.

3.2 Saran Hindari konsumsi telur bebek dalam keadaan mentah. Masaklah telur bebek tersebut sampai benar-benar matang hingga kuningnya padat dan tidak ada yang masih cair. Hal ini agar bakteri salmonella yang menulari isi telur dipastikan mati. Cuci telur dengan sabun sebelum membukanya dan segera mencuci tangan setelah memegang telur tersebut. Dan agar lebih aman, siramlah telur bebek tersebut dengan air panas sebelum dibuka. Jangan membeli telur jika dalam keadaan kotor. Jangan membeli telur ayam yang sudah dalam keadaan pecah sebab kemungkinan besar sudah tercemar bakteri. Masak telur sampai matang agar bakteri beserta racunnya dapat dilumpuhkan.