Anda di halaman 1dari 43

PERTANYAAN SISTEM SARAF

1. Jelaskan yang dimaksud dengan istilah dibawah ini: a. Sistem saraf b. Sistem saraf pusat c. System saraf perifer d. Neuron e. Nerit, Dendrit f. Sinaps g. Impuls h. Asetilkolin i. Sistem saraf simpatis j. Sistem saraf parasimpatis

2. Gambarkan bagian bagian saraf ( baik saraf pusat maupun saraf perifer )! Jelaskan ! 3. Jelaskan yang disebut transmisi impuls saraf! Gambarkan ! 4. Apa yang dimaksud dengan neuron sensori, konektor, dan motorik ! 5. Gambarkan struktur medulla spinalis, jelaskan ! 6. Gambarkan saraf spinalis ! 7. Jelaskan refleks saraf dan gambarkan ! 8. Gambarkan struktur otak ! 9. Jelaskan suplai darah ke otak ! 10. Jelaskan sistem persarafan autonom !

ANFIS SISTEM SARAF

1. Jelaskan yang dimaksud dengan istilah dibawah ini: a. Sistem saraf : Sistem saraf adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menerima dan merespon rangsangan. Terdiri dari otak, saraf tulang belakang, simpul-simpul syaraf dan serabut syaraf. Sistem saraf juga merupakan serangkaian organ yang kompleks dan bersambungan serta terdiri terutama dari jaringan saraf. Dalam mekanisme sistem saraf, lingkungan internal dan stimulus eksternal dipantau dan diatur. b. Sistem saraf pusat : Meliputi otak (Latin: 'ensephalon') dan sumsum tulang belakang (Latin: 'medulla spinalis'). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Terdiri dari otak dan medulla spinalis yang dilindungi tulang kranium dan kanal vertebral juga oleh selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari: Duramater : yaitu selaput terluar yang kuat dan melekat pada tulang tengkorak dalam. Lapisan ini biasanya terus bersambungan tetapi terputus pada beberapa sisi spesifik. Lapisan periosteal luar pada durameter melekat di permukaan dalam kranium dan berperan sebagai periosteum dalam pada tulang tengkorak. Lapisan meningeal dalam pada durameter tertanam sampai ke dalam fisura otak dan terlipat kembali di arahnya untuk membentuk falks serebrum, falks serebelum, tentorium serebelum dan sela diafragma. Ruang subdural memisahkan durameter dari araknoid pada regia cranial dan medulla spinalis. Ruang epidural adalah ruang potensial antara perioteal luar dan lapisan meningeal dalam pada durameter di regia medulla spinalis. Arakhnoid : yaitu lapisan yang menyerupai sarang laba-laba terletak di bagian eksternal pia meter dan mengandung sedikit pembuluh darah. Ruang

ANFIS SISTEM SARAF

araknoid memisahkan lapisan araknoid dari piameter dan mengandung cairan cerebrospinalis, pembuluh darah serta jaringan penghubung serta selaput yang mempertahankan posisi araknoid terhadap piameter di bawahnya. Piamater : merupakan lapisan paling tipis dan paling dalam dari selaput meninges. Selaput ini banyak mengandung sel darah. Ruang bubarakhnoid : yaitu ruang yang berisi cairan pelindung yaitu serebrospinal. Cairan serebrospinal dalam otak berfungsi untuk melindungi dan menghantar zat makanan ke jaringan system saraf pusat, menahan goncangan, dan menjaga bagian otak agar mempunyai tekanan yang sama. c. System saraf perifer : Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat. Sistem saraf perifer meliputi seluruh jaringan saraf lain dalam tubuh. Sistem ini terdiri dari saraf cranial dan saraf spinal yang menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan reseptor dan efektor. System saraf perifer berfungsi untuk menyampaikan informasi ke dan dari pusat pengatur. Secara fungsional sistem saraf perifer terbagi menjadi sistem aferen dan sistem eferen. Berdasarkan impuls saraf yang dibawa, system saraf perifer dibagi menjadi: System saraf aferen, yang membawa impuls saraf dari reseptor ke susunan saraf pusat. System saraf eferen, yang membawa impuls saraf pusat ke efektor. d. Neuron : Neuron adalah unit fungsional sistem saraf yang terdiri dari badan sel dan perpanjangan sitoplasma. Badan sel atau perikarion, suatu neuron mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron. Bagian ini tersusun dari komponen berikut :

ANFIS SISTEM SARAF

seperti konpleks golgi dan mitochondria, tetapi nucleus ini tidak memiliki sentriol dan tidak dapat bereplikasi. ribosom bebas serta berperan dalam sintesis protein.

melalui mikroskop cahaya jika diberi pewarnaan dengan perak.

e. Nerit, Dendrit: Nerit disebut juga serabut perpanjangan neuron. Nerit berfungsi meneruskan impuls yang berasal dari badan sel saraf ke sel-sel yang lain. Bagian badan sel yang berhubungan dengan akson berbentuk segitiga dinamakan akson hillock. Nerit terbungkus oleh selubung miellin. Selubung ini tersusun oleh sel-sel Schwann. Miellin berfungsi sebagai isolator.
ANFIS SISTEM SARAF 4

Dendrit, merupakan lanjutan atau percabangan badan sel saraf. Dendrite berfungsi menerima impuls yang datang dari ujung akson lain, selanjutya membawa impuls tersebut ke dalam badan sel saraf. Dendrite disebut juga serabut pendek neuron. f. Sinaps : Sinaps adalah titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain. Sinapsis dibentuk oleh terminal akson yang membengkak. Di dalam sitoplasma sinapsis, terdapat vesikula sinapsis. Ketika impuls mencapai ujung neuron, vesikula akan bergerak, lalu melebur dengan membran prasinapsis dan melepaskan asetilkolin. Asetilkolin berdifusi melalui celah sinapsis, lalu menempel pada reseptor di membran post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Enzim asetilkolinesterase menguraikan asetilkolin yang tugasnya sudah selesai. g. Impuls: Impuls adalah rangsang yang merambat. Impuls diterima oleh reseptor kemudian akan dihantarkan oleh dendrite menuju badan sel saraf. Saat impuls sampai pada akson, impuls akan diteruskan ke dendrite neuron lain. h. Asetilkolin: Asetilkolin merupakan gabungan senyawa kimia yang berperanan pada proses penyimpanan dan pemanggilan kembali memori, perhatian (atensi), maupun tindakbalas seseorang. Makin banyak asetilkolin yang disintesis, makin banyak pula yang dilepaskan ke dalam sistem saraf sehingga makin baik pula proses memori dan atensi. Ia juga berperanan dalam menghantar isyarat dalam bentuk kimia terus ke bahagian otot zakar dan bertindak balas secara mengembang, menutup salur darah dan mengeraskan zakar.

i. Sistem saraf simpatis : System saraf simpatis adalah saraf yang berpangkal pada sumsum tulang belakang (medulla Spinalis) di daerah dada dan pinggang. Saraf simpatik umumnya berfungsi memacu atau mempercepat kerja organ-organ tubuh.
ANFIS SISTEM SARAF 5

j. Sistem saraf parasimpatis : Sistem saraf parasimpatis adalah saraf yang berpangkal pada sumsum tulang lanjutan ( medulla oblongata ) dan dari sacrum yang merupakan saraf pre-ganglion dan post-ganglion. Fungsi saraf parasimpatik umumnya memperlambat kerja organ-organ tubuh.

2. Gambarkan bagian bagian saraf (baik saraf pusat maupun saraf perifer) Jelaskan ! Sistem saraf terbagi menjadi:
SISTEM SARAF SISTEM SARAF PUSAT 1. OTAK - berfungsi sebagai pusat mentafsir maklumat. 2. SARAF TUNJANG - menyambungkan otak dengan saraf periferi dan juga sebagai pusat kawalan tindakan refleks. KOMPONEN DAN FUNGSINYA

SISTEM SARAF PERIFERI

1. SARAF KRANIUM - menyambungkan otak dengan anggota di kepala seperti mata. 2. SARAF SPINAL - menyambungkan bahagian lain dalam badan dengan saraf tunjang.

1. Sistem saraf pusat, terdiri dari: a. Otak b. Medula spinalis 2. System saraf perifer / tepi Bagian-bagian otak : A. Berdasarkan letak : 1. Prosencephalon, terdiri dari: a. Telencephalon b. Diencephalon 2. Mesencephalon
ANFIS SISTEM SARAF 6

3. Rombencephalon, terdiri dari: a. Cerebellum b. Pons c. Medulla oblongata B. Berdasarkan fungsi : 1. Cerebrum, terbagi menjadi: a. Hemisfer cerebri dextra b. Hemisfer cerebri sinistra Keduanya dipisahkan oleh fisura longitudinalis Struktur cerebrum terdiri dari sulcus dan gyrus Lobus pada cerebrum: a. Lobus frontalis untuk pergerakan b. Lobus parietalis untuk sensori (rasa/raba) c. Lobus temporalis untuk pendengaran d. Lobus okcipitalis untuk penglihatan 2. Cerebellum, terbagi menjadi: a. Hemisfer cerebri dextra b. Hemisfer cerebri sinistra Keduanya dipisahkan oleh fisura formis 3. Truncus cerebri Medulla spinalis terbagi menjadi: a. Cervical 8 C b. Torakal 12 T c. Lumbal 5 L d. Sacral 5 S e. Koksigeal 3 pasang A. Sistem Saraf Pusat Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut. 1. Durameter; merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak. 2. Araknoid; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan serebrospinalis; semacam cairan limfa yang mengisi
ANFIS SISTEM SARAF 7

sela sela membran araknoid. Fungsi selaput araknoid adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik. 3. Piameter. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak. Agaknya lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme. Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu: 1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea) 2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba) 3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat. Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih. 1. Otak Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol. a. Otak besar (serebrum) Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan
ANFIS SISTEM SARAF 8

merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.

Gbr. Otak dengan bagian-bagian penyusunnya

2. Otak tengah (mesensefalon) Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

Gbr. Otak dan kegiatan-kegiatan yang dikontrolnya 3. Otak kecil (serebelum) Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang
ANFIS SISTEM SARAF 9

merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. 4. Jembatan varol (pons varoli) Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang. 5. Sumsum sambung (medulla oblongata) Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.

ANFIS SISTEM SARAF

10

Gambar penampang melintang sumsum tulang belakang B. SUSUNAN SARAF PERIFER / TEPI Saraf tepi (perifer) terdiri dari serabut saraf yang keluar dari saraf pusat ke arah organ tubuh tertentu. Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar atau saraf otonom. Sistem saraf sadar berfungsi untuk mengontrol kegiatan tubuh yang cara kerjanya diatur oleh otak. Sedangkan saraf otonom berfungsi untuk mengontrol kegiatan tubuh yang cara kerjanya tidak dapat diatur otak, seperti sekresi keringat, denyut jantung dan gerak saluran pencernaan.

ANFIS SISTEM SARAF

11

ANFIS SISTEM SARAF

12

Beberapa urat saraf dari saraf tepi bersatu membentuk jaringan urat saraf atau pleksus. Macam pleksus: Pleksus cervicalis (di leher, mempengaruhi bagian leher, bahu, dan diafragma), Pleksus brachialis (mempengaruhi tangan), Pleksus Jumbo sakralis (mempengaruhi pinggul dan kaki). Saraf kranial kebanyakan saraf sadar, kecuali nervus vagus yang merupakan saraf otonom. Saraf otonom berasal dari otak ataupun sumsum tulang belakang menuju ke arah organ tertentu. Di sepanjang jalur menuju organ, urat saraf otonom terdapat banyak sinapsis dan ganglion. Saraf otonom meliputi susunan saraf simpatik dan para simpatik. Perbedaan saraf simpatik dan para simpatik berdasarkan pada posisi ganglion. Ganglion pada saraf simpatik menempel di sepanjang sumsum tulang belakang. Sedangkan ganglion saraf parasimpatik menempel pada organ yang dibantu kerjanya. Cara kerja saraf simpatik selalu berlawanan dengan saraf parasimpatik (bersifat antagonis ) : Simpatik

Parasimpatik

memperbesar pupil mata menghambat keluarnya air ludah (saliva) meningkatkan ekskresi keringat dan sekresi getah pancreas menghambat sekresi enzim pada kelenjar pencernaan menghambat kontraksi kandung kemih (vesica urinaria) mempercepat denyut jantung menambah volume darah memperbesar pembuluh darah koroner mempersempit pembuluh darah arteri paru-paru dan arteri pada organ kelamin melebarkan cabang tenggorok (bronkhia) mengkerutkan kura (limpa) menyebabkan kontraksi (meremas) rahim pada saat kehamilan dan relaksasi rahim pada saat tidak ada kehamilan

mengecilkan pupil mata membantu (stimulasi) keluarnya air ludah (saliva) menurunkan ekskresi keringat dan sekresi getah pancreas menstimulasi sekresi enzim pada kelenjar pencernaan mengerutkan kantung kemih (vesica urinaria) memperlambat denyut jantung mengurangi volume darah mempersempit pembuluh darah koroner memperbesar pembuluh darah arteri paru-paru dan arteri pada organ kelamin mempersempit cabang tenggorok (bronkhia) melebarkan kura (limpa) tidak berpengaruh pada kontraksi dan relaksasi rahim

ANFIS SISTEM SARAF

13

3. Jelaskan yang disebut transmisi impuls saraf! Gambarkan ! Impuls adalah rangsangan yang merambat baik berasal dari dalam tubuh maupun luar tubuh. Transmisi impuls saraf adalah penghantaran sinyal atau impuls saraf dari satu sisi dalam sistem saraf ke sisi lain yang terjadi secara konduksi. Impuls diterima oleh reseptor kemudian akan diantarkan oleh dendrit menuju badan sel saraf. Saat impuls sampai pada akson, impuls akan diteruskan ke dendrit neuron lain. Penghantaran impuls ini disebut penghantaran impuls antar sel saraf. Impuls saraf atau rangsang saraf adalah pesan saraf yang dialirkan sepanjang akson dalam bentuk gelombang listrik. Bila sebuah saraf tidak menghantarkan impuls, maka serabut saraf tersebut dalam keadaan istirahat. Salah satu sifat neuron yaitu permukaan luarnya bermuatan positif, sedangkan bagian dalamnya bermuatan negatif. Bila neuron mendapat rangsangan, maka akan terjadi perubahan muatan pada kedua permukaannya, yaitu permukaan luar bermuatan negatif sedangkan bagian dalamnya bermuatan positif, keadaan ini disebut depolarisasi. Titik-titik pertemuan antara neuron satu dengan neuron lain disebut sinapsis. Akson pada setiap neuron berakhir membentuk tonjolan kecil yang disebut tompbol sinapsis. Permukaan tombol sinapsis disebut membran pre sinapsis yang berfungsi meneruskan rangsangan. Pada sinapsis membran pre sinapsis, akson neuron satu akan bertemu dengan dendrit neuron lain. Permukaan dendrit neuron itu disebut membran post sinapsis, yang berfungsi menerima rangsang. Diantara kedua membran tersebut terdapat suatu celah yang disebut celah sinapsis. Bila impuls telah berada di ujung akson akan mengeluarkan neuro hormon yang disebut juga neurotransmitter. Zat ini bersifat memacu dan menghantarkan impuls ke ujung dendrit neuron yang lain. Ada beberapa neurotransmitter yang dikenal yaitu serotonin dan dopamin, yang terdapat di seluruh sistem saraf. Jika impuls tiba di tombol membran pre sinapsis terjadi peningkatan permeabilitas membran pre sinapsis terhadap ion Ca2+. Akibatnya ion Ca 2+ masuk dan gelembung sinapsis melebur dengan membran pre siapsis
ANFIS SISTEM SARAF 14

sambil melepaskan neurotransmitternya ke celah sinapsis. Neuro transmitter ini membawa impuls ke membran post sinapsis. Setelah menyampaikan impuls, kemudian neurotransmitter di hidrolisis oleh membran post sinapsis, misalnya asetilkolinesterase. Jika neurotransmitternya dihidrolisis menjadi kolin dan asam etanoat yang akan disimpan di gelembung sinapsis untuk di pergunakan lagi. Secar garis besar panghantaran impuls dapat digambarkan : Rangsang reseptor motorik neuron. Alur impuls saraf adalah: 1. Saraf dalam keadaan istirahat (tidak menghantarkan impuls), serabut saraf dalam keadaan polarisasi yaitu permukaan membran luar bermuatan positif, sedangkan membran dalam bermuatan negatif. 2. Saraf dirangsang disuatu tempat tertentu sehingga terjadi depolarisasi, yaitu permukaan luar bermuatan negatif, sedang permukaan dalam bermuatan positif. 3. Antara daerah yang mengalami depolarisasi dengan daerah yang mengalami polarisasi timbul aliran listrik. Aliran listrik ini disebut arus lokal. Adanya arus lokal menyebabkan depolarisasi didaerah sebelahnya, kemudian diikuti arus lokal dan depolarisasi didaerah sebelahnya demikian seterusnya. 4. depolarisasi akan menjalar disepanjang serabut saraf, hal ini yang disebut impuls saraf. Peristiwa transmisi impuls yang terjadi pada sinaps dalam sistem syaraf manusia merupakan mekanisme peloncatan impuls dari sel neuron presinaps ke sel neuron postsinaps yang terjadi umumnya secara kimiawi. Pada prinsipnya proses transmisi impuls ini tidak hanya terjadi pada sistem syaraf manusia saja, tetapi juga dapat terjadi pada beberapa jenis sel-sel tumbuhan. Analogi ini didasarkan pada kesamaan pengaruh dari ion-ion yang terlibat, dalam proses timbulnya potensial sel dan potensial aksi (impuls). neuron sensorik Otak neuron

Ion-ion Na+, K+, CI- dan Ca2+ adalah ion-ion yang sangat berperan dalam konduksi -impuls pada sel syaraf. Na+, Cl- berperan dalam timbulnya
ANFIS SISTEM SARAF 15

potensial sel dan potensial aksi. Ion Ca2+ mempengaruhi terjadinya proses eksositosis neurotransmitter dan vesikel sel syaraf. Akibat pelepasan neurotransmiter ini gerbang-gerbang ion Na+, K+ atau Cl- pada membran sel akan terbuka, sehingga memungkinkan adanya perpindahan ion melewati membran, dari ekstrasel ke intrasel. Sehingga hal ini memungkinkan terjadinya peloncatan impuls potensial aksi dari satu sel ke sel lainnya. Proses awalan transmisi Membran axon/sel syaraf ternyata bersifat semi permiabel, seperti yang ditunjukkan oleh kandungan ion di luar dan di dalam membran. Terdapat konsentrasi Na tinggi di luar dan K tinggi di dalam. Adanya A- di dalam menimbulkan dikirimnya impak negatif. Membran syaraf sendiri berfungsi sebagai suatu kapasitor, karena memiliki perbedaan potensial oleh adanya ion negatif dan positif. Dengan kata lain., membran sel syaraf berfungi juga sebagai penyimpan energi elektronik. Pada kenyataannya, membran dapat ditembus bukan hanya oleh karena ion terabsorbsi, melainkan juga oleh perbedaan polaritas. Ion-ion Na dan K mempunyai tendensi untuk selalu merembes keluar karena gradien konsentrasinya, tetapi Na+ lebih sulit masuk dibanding mudahnya K- keluar. Dalam hal ini suatu sistem pompa bertenaga ATP akan memompa kelebihan ion di dalam sel. Pompa ini disebut sebagai pompa NaKAdanya anion dan kation di sekitar membran menyebabkan funsi membran sebagai kapasitor (dapat dideteksi dengan osiloskop) dengan nilai potensial "istirahat" (resting membrane potential) antara 75 mV. Untuk lebih rincinya harap dibaca hand-out bhs. Inggris. Dalam situasi ini perhitungan potensialnya mengikuti persamaan Nernst dengan logaritma pangkat 10 :

Pada suhu 20 0 C

ANFIS SISTEM SARAF

16

Sehingga apabila konsentrasi ion K diketahui, potensial membran dapat dihitung. Untuk menghitung pengaruh lebih dari satu ion (multiple ion action) dipergunakan rumus membran potensial :

Membanjirnya ion Na dari luar atau "flush in" akan menyebabkan naiknya polaritas membran, yang apabila mencapai titik jenuh akan menyebabkan ion K merembes keluar, menurunkan potensial sampai di bawah normal. Dalam keadaan inilah pompa Na-K melakukkan penyeimbangan dengan memompa kelebihan Na keluar. Pada titik potensial tertentu terdapat keadaan ketika pinta Na" terbuka atau tertutup karrena bekerjanya pompa. Proses di atas terjadi karena adanya rangsang yang mengubah komposisi ion pada membran. Ion-ion yang sama diinfiltrasi ion pada pada membran ion tak senama kemudian memunculkan rangkaian lokal (local circuit) yang kemudian mempengaruhi ion-ion di dekatnya untuk "merambatkan"

konfigurasi rangkaian lokal ini. Rangkaian ini tidak mungkin mengalir ke belakang karena adanya mekanisme refractory action atau sekehendaknya mengulang proses tersebut, karena masing-masing ion harus mempertahankan kondisi seimbang/ekuilibrium. Dalam pada itu serabut syarafnya sendiri umumnya menuju ke satu sisi. Potensial gerak (action potential) haruslah melalui suatu tingkat kenaikan potensial melampaui ambang batas, apabila tidak maka gerakan yang muncul hanyalah gerakan yang bersifat memiliki potensial lokal tergradasi (local graded potential). Reaksinya dengan demikian tertegun-tegun atau terbatabata.

ANFIS SISTEM SARAF

17

4. Apa yang dimaksud dengan neuron sensori, konektor, dan motorik !

Gb. Macam-macam neuron Berdasarkan fungsinya neuron ada tiga macam yaitu: neuron sensorik, neuron motorik, neuron konektor (interneuron). 1. Neuron sensorik Neuron sensorik merupakan sel saraf yang berfungsi untuk

menghantarkan impuls dari reseptor (alat indera) menuju ke otak atau sumsum tulang belakang. Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet). Oleh karena itu neuron ini disebut juga neuron indera karena dendrit neuron ini berhubungan dengan alat indera untuk menerima impuls sedangkan aksonnya berhubungan dengan neuron lain.

ANFIS SISTEM SARAF

18

2. Neuron Motorik Neuron motorik merupakan sel saraf yang berfungsi untuk membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor (otot atau kelenjar dalam tubuh). Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Neuron ini disebut neuron penggerak karena neuron motorik dendritnya berhubungan dengan akson lain sedangkan aksonnya berhubungan dengan efektor yang berupa otot atau kelenjar. Neuron saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 3. Neuron konektor (interneuron) Neuron konektor merupakan neuron berkutub banyak (multipolar) yang memiliki banyak dendrit dan akson. Neuron konektor berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik. Neuron ini disebut neuron penghubung atau perantara karena ujung dendrit neuron yang satu berhubungan dengan ujung akson neuron yang lain.

ANFIS SISTEM SARAF

19

5. Gambarkan struktur medulla spinalis, jelaskan!

a. FUNGSI MEDULLA SPINALIS Medulla spinalis mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh. Bagian ini mentransmisi impuls ke dan dari otak melalui traktus asenden dan desenden.

ANFIS SISTEM SARAF

20

b. STRUKTUR UMUM Medulla spinalis berbentuk silinder berongga dan agak pipih. Walaupun diameter medulla spinalis bervariasi, diameter struktur ini biasanya sekitar ukuran jari kelingking. Panjang rata-rata 42 cm. Dua pembesaran, pembesaran lumbal dan serviks menandai sisi keluar saraf spinal besar yang mensuplai lengan dan tungkai. Tiga puluh satu pasang (31) saraf spinal keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral. c. STRUKTUR INTERNAL Terdiri dari sebuah inti substansi abu-abu yang diselubungi substansi putih. Kanal sentral berukuran kecil dikelilingi oleh substansi abu-abu bentuknya seperti huruf H. Batang atas dan bawah huruf H disebut tanduk atau kolumna dan mengandung badan sel, dendrite asosiasi dan neuron eferen serta akson tidak termielinisasi. Tanduk dorsal adalah batang vertical atas substansi abu-abu. Tanduk ventral adalah batang vertical bawah. Tanduk lateral adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area toraks dan lumbal sistem saraf perifer. Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu di sisi kiri dan kanan medulla spinalis. Setiap saraf spinal memiliki satu radiks dorsal dan satu radiks ventral. d. TRAKTUS SPINAL Substansi putih korda yang terdiri dari akson termielinisasi, dibagi menjadi funikulus anterior,posterior dan lateral. Dalam funikulus terdapat fasiukulu atau traktus. Traktus diberi nama sesuai dengan lokasi, asal dan tujuannya.

ANFIS SISTEM SARAF

21

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden. Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.

ANFIS SISTEM SARAF

22

6. Gambarkan saraf spinal!

Berkembang dari serangkaian akar saraf yang berkumpul lateral sebagai akar spinal. Setiap saraf spinal terdiri dari akar sensoris (dorsal) dan akar motorik (ventral) yang akan bersatu membentuk saraf spinal. Akar sensorik muncul dari korda bagian posterolateral, sedangkan akar motorik muncul dari korda bagian anterolateral. Terdapat 31 pasang saraf spinal: 8 bagian saraf cervikal, 12 pasang saraf thorasik, 5 pasang saraf lumbar dan 5 pasang saraf sakral, dan mungkin terdapat 1 pasang saraf koksigeal. Area spesifik penerima resepsi sensoris disebut dermatom. Saraf-saraf servikal dan thorakal membentuk dermatom horisontal dan akar saraf sisanya akan menyebar melebihi posisi korda spinalis. Hal ini disebabkan oleh fase pertumbuhan vertebra lebih cepat daripada pertumbuhan korda. Sekumpulan
ANFIS SISTEM SARAF 23

serat saraf ini kemudian membentuk tampilan menguntai seperti ekor kuda di akhir korda, sehingga disebut cauda equina . Saraf-saraf spinal keluar melalui foramen intervertebra dan terbagi menjadi empat cabang utama : Cabang meningeal memasuki kanal vertebra kembali dan bertanggungjawab terhadap meninges, pembuluh darah korda, ligamen intervertebra dan vertebra Cabang posterior mensuplai otot dan kulit di bagian punggung Cabang anterior mensuplai otot dan kulit di bagian depan, sisi tubuh, ekstremitas Cabang visera mensuplai serat-serat sistem saraf otonom.

Cabang-cabang ini kemudian bertemu kembali untuk membentuk kompleks jaringan saraf yang disebut pleksus. Tiga pleksus utama adalah: 1. Pleksus servikal: mensuplai otot dan kulit leher dan bercabang membentuk saraf phrenik yang menginervasi diafragma. 2. Pleksus brakial: mensuplai otot dan kulit bahu, aksila, lengan, tangan, kemudian bercabang membentuk saraf ulnar, median, dan radial 3. Pleksus lumbosakral: mensuplai impuls sensori dan motorik ke otot dan kulit perineum, regio gluteal, paha, kaki dan tungkai. Saraf-saraf spinal dinomori berdasarkan pada vertebra di tempat sarafsaraf tersebut meninggalkan medulla spinalis. Masing-masing saraf

mempersarafi massa otot tertentu dan area kulit-kulit tertentu, misalnya saraf torakal pertama (T1) mempersarafi otot-otot kecil dari tangan dan suatu area kulit pada aspek bagian dalam tangan. Terdapat tumpang tindih antara area yang dipersarafi, sehingga pemotongan satu saraf spinal memberikan sedikit efek yang dapat diamati. Dari saraf servikal tengah sebagai : a. Saraf otot leher dan b. Saraf frenikus ke diafragma (untuk pernafasan). Pleksus brankial (C5 sampai T1) terletak di bawah tulang leher. Sarafsaraf berikut ini datang dari pleksus brakial :
ANFIS SISTEM SARAF 24

c. Saraf radialis ke ekstentor lengan. d. Saraf mediana yang mempersarafi otot fleksor (penggenggam) dari lengan bawah, otot-otot ibu jari, dan memberikan sensasi pada tangan. e. Saraf ulnaris yang mempersarafi otot-otot kecil tangan, kulit jari-jari kelingking pada kedua sisi dari setengah medial jari manis. Saraf ini mudah mengalami cedera di tempat yang menjalar mengelilingi bagian belakang siku pada sebelah dalam lengan. f. Saraf torakal mempersarafi kulit dan otot-otot dinding dada dan dinding abdomen. Pleksus lumbosakralis (T12 sampai S4) terletak jauh di dalam abdomen dan mempersarafi anggota gerak bawah. Saraf-saraf dari pleksus ini adalah : g. Saraf femoralis ke otot kuadrisep. h. Obturator ke otot paha lainnya. i. Saraf gluteal ke otot gluteus. j. Saraf pudendal yang mempersarafi kandung kemih, rektum dan perineum.

k. Saraf skiatik yang merupakan saraf terbesar di dalam tubuh, mempersarafi semua otot dan kulit di bawah lutut. Saraf ini mulai jauh di dalam bokong dan menjalar di belakang lutut ke dalam tungkai. l. Percabangan peroneal komunis mengelilingi sekitar fibula. Saraf ini mempersarafi ekstensor kaki. m. Percabangan tibia mempersarafi otot betis yang besar dan sensasi pada sebagian besar telapak kaki.

ANFIS SISTEM SARAF

25

7. Jelaskan refleks saraf dan gambarkan ! Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. Gerak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. Gerak refleks bekerja bukanlah dibawah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. Jalan pintas ini disebut lengkung refleks. Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut. Kemudian bagaimanakah mekanisme gerak refleks dalam tubuh kita? Gerak refleks adalah gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen neuron sensor, interneuron, dan neuron motor, yang mngalirkan impuls saraf untuk tipe reflek
ANFIS SISTEM SARAF 26

tertentu.Gerak refleks yang paling sederhana hanya memerlukan dua tipe sel sraf yaitu neuron sensor dan neuron motor. Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya mengejutkan dan menyakitkan. Misalnya bila kaki menginjak paku,secara otomatis kita akan menarik kaki dan akan berteriak. Refleks juga terjadi ketika kita membaui makanan enak , dengan keluarnya air liur tanpa disadari. Brikut skema gerak refleks: Gerak refleks terjadi apabila rangsangan yang diterima oleh saraf sensori langsung disampaikan oleh neuron perantara ( neuron penghubung ). Hal ini berbeda sekali dengan ekanisme gerak biasa. Gerak biasa rangsangan akan diterimaleh saraf sensorik dan kemudian disampaikan langsung ke ota. Dari otak kemudian dikeluarkan perintah ke saraf motori sehingga terjadilah gerakan. Artinya pada gerak biasa gerakan itu diketahui atu dikontrol oleh otak. Sehingga oleh sebab itu gerak biasa adalah gerak yang disadari. Kerja refleks saraf adalah respons involunter yang cepat terhadap stimulus sensori. Dasar anatomis dari refleks adalah arkus refleks yang terbentuk dari komponen berikut : Reseptor sensori yang menerima stimulus serabut sensoris dengan badan selnya pada ganglion radiks posterior.

Satu neuron konektor atau Serabut saraf motorik lebih yang mentranmisikan impuls ke neuron motorik.

Suatu efektor misalnya kelenjar atau otot.

ANFIS SISTEM SARAF

27

Percabangan dari saraf sensoris menjalar melalui neuron konektor saraf motorik dari otot antagonis suatu gerakan refleks, untuk menghambatnya, dan ke otot sinergis untuk memungkinkan terjadinya gerakan dengan halus. Percabangan dari semua neuron sensoris bergerak ke atas (asenden) ke medulla spinalis dan impuls dapat secara langsung mencapai korteks dan menghasilkan kesadaran refleks diperlambat). Reflek tendon (seperti kejutan lutut) adalah hal yang tidak biasa dimana tidak terdapat neuron konektor. Saraf sensori dari berkas otot terngsang oleh regangan mendadak. Refleks ini bersinaps langsung dengan neuron motorik serabut otot dari otot yang sama yang beraksi untuk menyebabkan otot menahan saat diregangkan. Refleks lain seperti refleks postural kompleks melalui mana tubuh mempertahankan keseimbangannya, melibatkan banyak tingkat dari medulla spinalis, batang otak, dan serebelum. yang disengaja (tetapi

ANFIS SISTEM SARAF

28

8. Gambarkan struktur otak!

Otak manusia mencapai 2% dari keseluruhan berat tubuh, mengkonsumsi 25% oksigen dan menerima 1,5% curah jantung. Bagian cranial pada tabung saraf membentuk tiga pembesaran (vesikel) yang berdiferensiasi untuk membentuk otak : o Otak depan (proensefalon) terbagi menjadi dua subdivisi : telensefalon dan diensefalon.Telensefalon merupakan awal hemisfer serebral atau serebrum dan basal ganglia serta korpus striatum (substansi abu-abu) pada serebrum. Diensefalon menjadi thalamus, hipotalamus dan epitalamus. o Otak tengah (mesensefalon) terus tumbuh dan pada orang dewasa disebut otak tengah. o Otak belakang (rombensefalon) terbagi menjadi dua subdivisi : metensefalon dan mielensefalon. Metensefalon berubah menjadi batang otak (pons) dan serebelum. Mielensefalon menjadi medulla oblongata. Rongga pada tabung saraf tidak berubah dan berkembang menjadi ventrikel otak dan kanal sentral medulla spinalis.

Otak (Brain) Otak terdiri dari : Cerebrum (otak besar), Brain stem (batang otak) dan Cerebelum (otak kecil)
ANFIS SISTEM SARAF 29

Cerebrum (otak besar) struktur cerebrum cortikal). cerebrum terdiri dari 2 (dua) belahan yang disebut hemispher (kiri dan kanan). Cortex cerebri dibentuk oleh badan sel neuron, serabut saraf yang tidak bermyelin, neuroglia dan pembuluh darah. bertanggung jawab terhadap memori, bicara, persepsi, gerakan voluntary, kesadaran logistik dan emosi. Diencephalon terdiri dari thalamus, hypothalamus dan epithalamus. Thalamus berfungsi memulai memproses impuls sebelum ke corteks serebri yaitu menseleksi, memproses dan pusat relay. Hypothalamus yang berlokasi dibagian bawah, mengatur temperatur tubuh, metabolisme cairan, nafsu makan, ekspresi emosi, siklus bangun dan tidur serta haus. Epithalamus merupakan bagian dorsal diencephalon termasuk pineal body (merupakan sistem endokrin yang mempengaruhui pertumbuhan dan perkembangan). terbagi menjadi corteks cerebri dan diensephalon (sub

Brain stem (batang otak) Brain stem (batang otak) terdiri dari : midbrain (otak tengah), pons dan medulla oblongata. Midbrain berlokasi antara diencephalon dan pons. Merupakan pusat pendengaran dan refleks penglihatan. Juga jalur persarafan antara hemispher otak dengan bagain bawah otak. Pons berlokasi dibawah mid brain, mengandung banyak jalur serabut saraf, juga berfungsi mengontrol pernafasan. Medulla oblongata berlokasi didasar batang otak yang merupakan lanjutan dari bagian atas spinal cord. Ia mengandung banyak jalur serabut saraf.
ANFIS SISTEM SARAF 30

Nuklei dari medulla oblongata memainkan peran penting mengontrol frekuensi jantung, tekanan darah, respirasi dan menelan. Formasio Retikularis dan Sistem Pengaktivan Retikular Batang otak mengandung suatu jaringan yang terdiri dari neuron-neuron kecil bercabang-cabang yang disebut formasio retikularis. Cerebellum (otak kecil) Cerebelum berhubungan dengan midbrain, pons dan medulla oblongata. Dia juga terdiri dari dua hemispher. Berfungsi untuk mengkoordinasi aktifitas otot rangka, mempertahankan keseimbangan tubuh dan mengontrol gerakan. Meningen CNS dibungkus / dilindungi oleh 3 (tiga) membran jaringan ikat yang disebut Meningen. Meningen ini membentuk bagian dalam tengkorak, melindungi sinus vena dan berisi Cairan cerebrospinal (CSF). Lapisan bagian luar disebut Dura mater. Lapisan tengah disebut Arachnoid mater. Lapisan bagian dalam disebut Pia mater. Cerebrospinal Fluid (CSF) Adalah cairan jernih, tidak berwarna dan dihasilkan oleh flexus choroid (kelompok kapiler yang berlokasi dalam ventrikel otak). CSF bersirkulasi dari ventrikel lateral kedalam ventrikel ke-3 pada diencephalon dan melalui midbrain kedalam ventrikel ke-4, sebagian aliran ini kebagian bawah spinal cord, bersirkulasi melalui ruang subarachnoid dan kembali bersatu dengan darah melalui villi arachnoid.

Medula Spinalis (Spinal cord) Dilindungi oleh 33 ruas tulang belakang : cervical : 7, thoracal : 12, lumbal : 5, sakral : 5 dan 4 ruas yang membentuk koksigis Foramen intervertebra adalah ruangan antara vertebra dimana akar saraf spinal lewat. Intervertebral disk yang berlokasi antara ruas vertebra yang memungkinkan vertebra dapat bergerak. Setiap intervertebral disk terdiri dari

ANFIS SISTEM SARAF

31

kapsul yang tipis yang mengelilingi substansia gelatinosa yang disebut nucleus pulposus. Spinal cord dimulai dari medulla oblongata sampai lumbal pertama. Sebagai jalur komunikasi / pesan ke dan dari otak sebagai pusat refleks. Akar depan bersifat motorik dan akar belakang bersifat sensorik. Bila terjadi kerusakan pada akar belakang menyebabkan kehilangan sensasi, bila terjadi kerusakan pada akar depan menyebabkan terjadinya kelemahan/paralisis. Fungsi Medula Spinalis Pesan diantarkan ke dan dari otak yang disalurkan melalui jalur keatas (jalur sensorik) dan kebawah (jalur motorik). Traktus spinothalamik (sensorik) mengantar sensasi nyeri, temperatur, sentuhan kasar. Jalur posterior yang disebut fasikulus grasilis dan fasikulus cuneatus yang membawa sensai sentuhan halus, posisi dan getaran. Bagian lateral dan anterior dari traktus corticospinal (pyramidal) merupakan jalur desending yang terdiri dari serabut yang berasal dari korteks motorik pada otak dan disalurkan ke batang otak dan turun ke spinal cord. Berfungsi untuk gerakan yang menurut kemauan dan menstimulasi aktifitas otot yang selanjutnya menghambat yang lain. Juga membawa serabut yang berfungsi menghambat tonus otot. Ekstrapyramidal yaitu jalur antara corteks cerebral, basal ganglia, batang otak, spinal cord keluar dari traktus pyramidal. Berperan untuk mempertahankan tonus otot dan gerakan kasar.

ANFIS SISTEM SARAF

32

Otak manusia
Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat mempengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif.

ANFIS SISTEM SARAF

33

Otak Depan Bagian yang paling menonjol dari otak depan adalah otak depan, yang terdapat di bagian otak depan. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan, yaitu belahan kiri mengatur dan melayani tubuh bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur dan melayani tubuh bagian kiri Jika otak belahan kiri mengalami gangguan maka tubuh bagian kanan akan mengalami gangguan, bahkan kelumpuhan. Tiap-tiap belahan otak besar yang disebutkan di atas dibagi menjadi empat lobus yaitu frontal, pariental, okspital, dan temporal. Antara lobus frontal dan lobus pariental dipishkan oleh sulkus sentralis atau celah Rolando. Otak depan tersusun atas dua lapisan yaitu, lapisan luar (korteks) dan lapisan dalam. 1. Lapisan luar Lapisan luar merupakan lapisan tipis bewarna abu-abu. Lapisan ini berisi badan sel saraf. Permukaan lapisan korteks berlipat-lipat, sehingga permukaanya menjadi lebih luas. Lapisan korteks terdapat berbagai macam pusat saraf. 2. Lapisan dalam Lapisan dalam merupakan lapisan yang bewarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung serabut saraf, yaitu Dendrit dan Neurit Otak depan merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan

pertimbangan. Secara terperinci, aktivitas tersebut dikendalikan pada daerah yang berbeda. Di depan celah tengah (sulkus sentralis) terdapat daerah motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar. Bagian paling bawah pada korteks motor tersebut mempunyai hubungan dengan kemampuan bicara. Daerah Anterior pada lobus frontalis berhubungan dengan kemampuan berpikir. Di belakang (Posterior) sulkus entralis merupakan daerah sensori. Pada daerah ini berbagai sifat perasaan dirasakan kemudian ditafsirkan. Daerah pendengaran (auditori) terletak mpada lobus temporal. Di daerah ini, kesan atau suara
ANFIS SISTEM SARAF 34

diterima dan diinterpretasikan. Daerah visual (penglihatan) terletak pada ujung lobus oksipital yang menerima bayangan dan selanjutnya bayangan itu ditafsirkan. Adapun pusat pengecapan dan pembau terletak di lobus temporal bagian ujung anterior. Area di otak depan yang juga penting adalah Hipotalamus dan Talamus. Hipotalamus merupakan daerah kecil yang terletak di dasar otak depan dan memiliki berat beberapa miligram. Hipotalamus berperan sebagai pusat pengatur Homeostasis tubuh, misalnya berkaitan dengan pengaturan suhu tubuh, rasa haus, rasa lapar dan kenyang, pengeluaran urin, pengaturan pengeluaran hormon dari kelenjar pituitari bagian anterior dan posterior, serta perilaku reproduktif. Talamus terletak di sebelah atas hipotalamus, berperan sebagai stasiun relay untuk informasi sensori yang dikirim ke otak besar. Jadi, talamus akan menyeleksi dan menyalurkan implus-implus sensori yang penting menuju ke otak besar. Otak Tengah Otak tengah (diensefalon) manusia cukup kecil dan tidak menyolok, terletak di depan otak kecil dan jembatan Varol (Pons Varolii). Bagian terbesar dari otak tengah pada sebagian besar Vertebrata adalah lobus optikus yang ukrannya berbeda-beda. Pada mamalia (termasuk manusia) terdapat korpora kuadrigemina (sebgai lobus optikus pada Vertebrata tingkatan rendah) yang berfungsi membantu koordinasi gerak mata, ukuran Pupil mata

(melebar/menyempit), dan refleks pendengaran tertentu. Selain itu, otak tengah mengandung pusat-pusat yang mengendalikan keseimbangan dan serabut saraf yang menghubungkan bagian otak belakang dengan bagian otak depan, juga antara otak depan dan mata. Otak tengah merupakan baguan atas batang otak. Semua berkas serabut saraf yang membawa informasi sensori sebelum memasuki talamus akan melewati otak tengah. Otak belakang Otak belakang meliputi jembatan Varol (pons Varolii), sumsum lanjutan (medula oblongata), dan otak kecil (serebelum). Ketiga bagian ini membentuk batang otak.
ANFIS SISTEM SARAF 35

1. Jembatan varol (Pons Varolii) Jembatan Varol berisi serabut saraf yang menghubungkan lobus kiri dan kanan otak kecil, serta menghubungkan otak kecil dengan konteks otak besar. 2. Sum sum lanjutan (Medula Oblongata) Sumsum lanjutan atau medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak serta menghubungkan pons Varoli dengan sumsum tulang belakang (Medula Spinalis). Sumsum lanjutan berperan sebagai pusat pengatur pernapasan dengan cara meneruskan implus saraf yang merangsang otot antara tulang rusuk dan diafragma. Selain itu juga berperan sebgai pusat pengatur refleks fisiologi, seperti detak jantung, tekanan udara, suhu tubuh, pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, gerak alat pencernaan, dan sekrresi kelenjar pencernaan. Fungsi lainnya ialah mengatur gerak refleks, seperti batuk, bersin, dan berkedip. Di antara sumsum lanjutan terdapat talamus yang terdiri atas dua tonjolan. Peranan talamus ini sebagai tempat meneruskan implus ke daerah sensori pada korteks otak besar untuk disatukan. Selain itu, talamus memiliki hubungan ke berbagai bagian otak sehiingga merupakan tempat lalu lintas implus di antara bagian-bagian otak dan srebrum. Di sebelah anterior talamus terdapat hipotalamus yang berperan mengatur fungsi organ dalam (visceral). Hipotalamus mengatur bermacammacam fungsi, seperti suhu tubuh, tidur, minum (rasa haus), emosi (marah, senang, gusar), serta perilaku reproduktif. Selain itu, hipotalamus juga merupakan tempat Neurosekresi yang mempengaruhi pengeluaran hormon pada Hipofisis. Otak Kecil Otak kecil (Cerebellum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak di bawa lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat
ANFIS SISTEM SARAF 36

mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu

memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Perkembangan Otak Manusia Pranatal Tahapan perkembangan otak manusia mirip dengan vertebrata lainnya. Dimulai sesaat setelah konsepsi terjadi blastosis yaitu pembagian sel yang sangat cepat. Dalam hitungan hari blastosis terbagi menjadi tiga struktur lapisan yang disebut sebagai keping embrionik (the embryonic disk). Setiap lapisan kemudian akan berubah menjadi sistem organik utama yaitu : 1. Lapisan endoderm Disebut juga sebagai lapisan dalam. Lapisan ini akan berubah menjadi serangkaian organ dalam seperti organ pencernaan, pernafasan dan lain-lain. 2. Lapisan mesoderm Disebut juga sebagai lapisan tengah. Lapisan ini akan berubah menjadi struktur kerangka dan otot. 3. Lapisan ectoderm Disebut juga sebagai lapisan luar. Lapisan ini berubah menjadi permukaan kulit, rambut, sistem saraf, termasuk organ persepsi atau indera. Setelah ini berkembanglah sistem saraf pada otak dengan cara neurulation yaitu saat ectoderm melipat tubuhnya untuk membentuk tabung saraf (neural tube). Tabung saraf kemudian berdiferensiasi kembali menjadi subdivisi otak depan, otak tengah dan sumsum tulang belakang (korda spinal). Postnatal Terdapat perubahan ukuran dan kerumitan dari kebanyakan pohondendrit sel saraf. Perkembangan struktur otak setelah kelahiran (postnatal) dapat dibagi menjadi dua proses yaitu 1. Protomap dimana perbedaan area kortikal terjadi pada awal pembentukan korteks dan disebabkan oleh faktor intrinsik, dimana aktivitas neuron tidak diperlukan.

ANFIS SISTEM SARAF

37

Protocortex dimana perbedaan area korteks terjadi kemudian pada perkemangan korteks dan tergantung pada faktor ekstrinsik seperti input atau masukan dari bagian lain otak maupun sistem penginderaan, oleh karenanya aktivitas neuron diperlukan. Pada orang dewasa pembagian area korteks dipengaruhi oleh informasi dari talamus dan interaksi dengan area lain di otak melalui hubungan inter-regional

9. Jelaskan suplai darah ke otak ? Otak merupakan organ tubuh yang bekerja terus menerus tentu membutuhkan suplai darah yang cukup dan teraliri secara kontinu agar fungsi otak berlangsung dengan baik. Dalam keadaan fisiologik jumlah darah yang dikirim ke otak (Blood Flow Cerebral) adalah 20 % cardiac aut put atau 11001200 cc/menit untuk seluruh jaringan otak yang normalnya 2% dari berat orang dewasa. Jaringan otak mendapatkan suplai darah dari dua arteri besar yaitu : 1. Arteri Carotis Interna kanan dan kiri Arteri carotis interna merupakan cabang arteri carotis communis. Arteri communis kiri berasal dari arcus aorta, sedangkan arteri carotis communis kanan berasal dari arteri innomiata. arteri carotis interna setelah masuk kedalam rongga tengkorak, ia akan masuk sinus cavernosus untuk kemudian terus menembus durameter. Disebelah Lateral chiasma opticum, arteri ini akan bercabang menjadi : a. Arteri communicans posterior Arteri ini menghubungkan arteri carotis interna dengan arteri cerebri posterior. b. Arteri chorodea anterior, yang nantinya membentuk plexus choroidoes didalam ventriculus lateralis. c. Arteri cererbri anterior

ANFIS SISTEM SARAF

38

Berjalan ke frontal disebelah atas nervus opticus diantara belahan otak kiri dan kanan. Ia kemudian akan menuju facies medialis lobus frontalis cortex cerebri. Facies medialis lobus farontalis cortex cerebri. Facies convexa lobus parietalis. Facies convexa lobus farontalis cortex cerebri. Facies convexa labus parietalis corotex cerebri.

d. Arteri cerebri media Berjalan lateral melalui fossa sylvii dan kemudian bercabang-cabang untuk selanjutnya menuju daerah insula reili. Daerah yang diberi suplai darah oleh arteri ini adalah Facies convexa lobus frontalis cortex cerebri mulai dari fissura lateralis sampai kira-kira sulcus frontalis superior, facies convexa lobus parietalis cortex cerebri mulai dari fissura lateralis sampai kira-kira sulcus temporalis media dan facies medialis lobus temporalis cortex cerebri pada ujung frontal.

2. Arteri Vertebralis kanan dan kiri Arteri vertebralis dipercabangkan oleh sub clavia. Arteri ini berjalan ke kranial melalui foramen transversus cervisalis ke enam sampai pertama, kemudian membelok ke lateral masuk ke dalam foramen transversus magnum menuju cavum cranii. Arteri ini kemudian berjalan ventral dari medula oblongata dorsal dari olivus, caudal dari tepi caudal pons varolii. Arteri vertebralis kanan dan kiri akan bersatu menjadi arteri basilaris yang kemudian berjalan ke frontal untuk akhirnya bercabang menjadi dua yaitu arteri cerebri posterior kanan dan kiri. Daerah yang diperdarahi oleh arteri ini adalah facies convexa lobus temporalis cortex cerebri mulai dari tepi bawah hingga setinggi sucus temporalis media, facies covexa lobus occipitalis cortex cerebri mulai tepi bawah sampai fissura parietooccipitalis, facies medialis lobus occipitalis cortex cerebri dan lobus temporalis cortex cerebri. Anastomosis antara arteri-arteri cerebri berfungsi untuk menjaga agar aliran darah ke jaringan otak tetap terjaga secara kontinu. Sistem carotis yang berasal dari arteri carotis interna dengan
ANFIS SISTEM SARAF 39

sistem verbrobasilaris yang berasal dari arteri vertebralis, dihubungkan oleh cierculus arteriosus willisi yang tepat pada bagian dasar otak. Selain itu terdapat anastomosis lain yaitu antara arteri cerebri media dengan aretri cerebri anterior, serta arteri cerebri media dengan arteri cerebri posterior. Medula spinalis mendapat dua suplai darah dari : 1. 2. A. Spinalis anterior yang merupakan percabangan arteri vertebralis. A.Spinalis posterior yang juga merupakan percabangan arteri vertebralis. Antara arteri spinalis tersebut di atas terdapat banyak anastomosis sehingga merupakan anyaman plexus yang mengelilingi medula spinalis dan disebut Vasocorona. Vena dalam otak tidak berjalan bersama-sama arteri. Vena jaringan otak bermuara di jalan vena yang terdapat pada permukaan otak dan dasar otak. Dari anyaman plexus venosus yang terdapat di dalam spatum subrarachnoid, darah vena dialirkan kedalam siostem sinus venosua yang terdapat di dalam durameter diantara lapisan periosteum dan selaput otak.

10. Jelaskan system persyarafan otonom!

Kata otonom berarti pengaturan dri sendiri, tetapi sistemnya tidak secara lengkap mengatur diri sendiri, untuk fungsi tersebut terintegrasi dengan system saraf pusat. System saraf otonom atau saraf tak sadar merupakan motorik, jadi merupakan saraf eferen. Saraf eferen pada system otonom sasarannya adalah alat alat dalam sehingga dikenal dengan visceral eferen, yang mengendalikan gerak organ organ tubuh untuk bekerja secara otomatis. Sistem ini dibedakan menjadi 2, yaitu:
ANFIS SISTEM SARAF 40

Saraf simpatis Berpangkal pada sumsum tulang belakang didaerah leher dan pinggang sehingga disebut saraf torakolumbal. Yang memiliki fungsi untuk mengendalikan berbagai organ tubuh agar bekerja secara otomatis. Sifat saraf ini yaitu untuk mengaktifkan kerja alat. Sitem ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu; a. Kornus anterior segmen thorakalis ke-1 sampai ke-12 dan segmen lumbalis 1-3, terdapat nucleus vegetatip yang berisi kumpulan kumpulan sel saraf simpatis. b. Trunkus simpatiskus beserta cabang cabangnya. Disebelah kiri dan kanan vertebra terdapat barisan ganglio ganglio saraf simpatis disebut trunkus simpatikus. Trunkus simpatikus ini dibagi lag menjadi 4 bagian yaitu : Trunkus simpatikus sevikalis,yang memiliki 3 pasang ganglion. Trunkus simpatikus lumbalis,bercabang cabang menuju ke dalam abdomen. Trunkus simpatikus thorakalis,terdiri dari 10 11 ganglion. Trunkus simpatikus pelvis,yang bercabang cabang ke dalam pelvis untuk membentuk fleksus pelvini. Saraf parasimpatis Serabut saraf ini berpangkal pada sumsum lanjutan atau medulla oblongata dan disarkum. Saraf ini bersifat berlawanan dengan saraf simpatis. Bila saraf simpatis yang menuju ke suatu alat tubuh bekerja mengaktifkan maka saraf parasimpatis ke alat tersebut akan menghambat. Dan sebaliknya jika kerja saraf simpatis mnghambat fungsi suatu alat maka saraf parasimpatis akan mengaktifkannya. Hal ini terjadi untuk menghasikan suatu keadaan yang normal. System saraf parasimpatik terdiri dari : a. Bagian cranial, yang mepunyai hubungan dengan korteks serebri dan hipotalamus serta disebarkan dengan beberapa saraf carnial

(okulomotorius, fasilitas, glosofaringeus, vagus, dan assesories) dan yang etrpenting adalah nervus vagus.

ANFIS SISTEM SARAF

41

b. Bagian sacral, dari bagian ini serabut saraf menjalar ke organ organ pada pelvis. Kerja system saraf otonom dipengaruhi antara lain oleh hipotalamus. Bagian posterior dan lateral hipotalamus bla dirangsang akan meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, kecepatan respirasi, melebarkan pupil, dan menghambat kerja sluran cerna. Bila bagian depan dan sisi medial yang dirangsang akan mengaktifkan saraf parasimpatik.

ANFIS SISTEM SARAF

42

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2007.Bagian saraf. http://www.id.wikipedia.com.Diakses tgl 6Juli2009. Anonim.2008.Medulla Spinalis. http://www.google.com.Diakses tgl 6Juli2009. Anonim.2008.Neuron. http://www.google.com.Diakses tgl 8Juli2009. Anonim.2008.Refleks Saraf. http://www.google.com.Diakses tgl 9Juli2009. Anonim.2008.Saraf Spinal. http://www.google.com.Diakses tgl 9Juli2009. Anonim.2008.Struktur otak. http://www.google.com.Diakses tgl 11Juli2009. Anonim.2008. Suplai darah ke otak. http://www.id.wikipedia.com.Diakses tgl 10Juli2009. Anonim.2008.Transmisi impuls saraf. http://www.google.com.Diakses tgl 8Juli2009.

ANFIS SISTEM SARAF

43