Anda di halaman 1dari 14

TE090452 SCADA dalam Sistem Tenaga Listrik Nama NRP Alamat Zakki Mubarok 2211038001 Jl.

Keputih Perintis II/16 Sukolilo Surabaya Tugas 1 Tanggal Bagian Hardware dan Software SCADA 8 Oktober 2013

Topik : Bagian Hardware dan Software SCADA


2.2 Perbandingan istilah SCADA, DCS, PLC dan instrumen cerdas
2.2.1 Sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition)
SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control and Data Acquisition. SCADA merupakan sebuah sistem yang terdiri dari sejumlah unit remote terminal (RTU) yang mengumpulkan data lapangan yang terhubung kembali ke stasiun induk melalui sistem komunikasi, yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses, seperti:

proses industri: manufaktur, pabrik, produksi, generator tenaga listrik. proses infrastruktur: penjernihan air minum dan distribusinya, pengolahan limbah, pipa gas dan minyak, distribusi tenaga listrik, sistem komunikasi yang kompleks, sistem peringatan dini dan sirine

proses fasilitas: gedung, bandara, pelabuhan, stasiun ruang angkasa. SCADA terdiri dari perlengkapan hardware dan software. Ada kerancuan antara

definisi sistem SCADA dan pengontrolan proses. SCADA berkonotasi operasi remote jarak jauh (jarak antara lokasi pengendali dan lokasi yang dikendalikan sedemikian rupa sehingga kontrol secara langsung-kawat tidak praktis). Manfaat sistem SCADA adalah Data yang akurat dan tepat waktu (real-time) memungkinkan untuk optimalisasi operasi pabrik dan proses; lebih efisien, handal dan, operasi lebih aman; biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan operasi sistem nonotomatis.

Ada dua elemen dalam Aplikasi SCADA, yaitu: 1. Proses, sistem, mesin yang akan dipantau dan dikontrol - bisa berupa power plant, sistem pengairan, jaringan komputer, sistem lampu trafik lalu-lintas atau apa saja; 2. Sebuah jaringan peralatan cerdas dengan antarmuka ke sistem melalui sensor dan luaran kontrol. Dengan jaringan ini, yang merupakan sistem SCADA, membolehkan Anda melakukan pemantauan dan pengontrolan komponen-komponen sistem tersebut. Sistem SCADA tidak dapat berdiri sendiri,namun harus didukung oleh berbagai macam komponen yaitu: 1. Master Terminal Unit Sistem pemantauan dan kontrol industri biasanya terdiri dari sebuah host pusat atau master (biasa dinamakan sebagai master station, master terminal unit atau MTU) Master station merupakan kumpulan perangkat keras dan lunak yang ada di control center. Biasanya desain untuk sebuah master station tidak akan sama, namun secara garis besar desain dari sebuah master station terdiri atas: 1. Server 2. Workstation 3. Historikal data 4. Projection mimic, dahulu masih menggunakan mimic board 5. Peripheral pendukung, seperti printer, logger 6. Recorder 7. Global Positioning System untuk referensi waktu, dahulu masih menggunakan master clock 8. Dispatcher training simulator 9. Aplikasi SCADA dan Energy Management System 10. Uninterruptable Power Supply (UPS) untuk menjaga ketersediaan daya listrik 11. Automatic Transfer Switch (ATS) dan Static Transfer Switch (STS) untuk mengendalikan aliran daya listrik menuju master station.

2. Remote Terminal Unit satu atau lebih unit-unit pengumpul dan kontrol data lapangan (biasa dinamakan remote station, remote terminal unit atau RTU) maksudnya sebuah unit yang dilengkapi dengan sistem mandiri seperti sebuah komputer, yang ditempatkan pada lokasi dan tempat-tempat tertentu di lapangan. Yang berfungsi untuk mengendalikan, mengakuisisi data, mensupervisi, dan mengirimkan data ke MTU.
3

3. Sensor dan actuator (field devices) Peralatan dilapangan yang dikontrol oleh sistem SCADA. Sensor (baik yang analog maupun digital) dan relai kontrol yang langsung berhubungan dengan berbagai macam aktuator pada sistem yang dikontrol. Contoh sistem mekanik motoris yang terpasang di dalam cubicle-cubicle 20 kV. 4. System komunikasi Pada umumnya jarak antara RTU dengan MTU cukup jauh sehingga diperlukan media komunikasi antara keduanya Sebagai jalan komunikasi data maupun suara antara control center dengan site (lokasi) dapat menggunakan Power Line Communication, fiber optik, atau radio link. Pemilihan media komunikasi sangat bergantung kepada jarak antar site, media yang telah ada dan penting tidaknya suatu titik ( gardu ).

Komponen-komponen Dasar SCADA

Secara umum fungsi dari SCADA adalah:

Fungsi SCADA dalam system tenaga listrik : Telecontrol, berfungsi melakukan perintah Remote Control (Open/Close) terhadap peralatan yang berada dilapangan. Telesignaling, berfungsi mengumpulkan data status dan alarm (Open, Close, power Supply fault, indikasi relay atau parameter lainnya) yang dianggap Perlu yang dapat dimembantu dispatcher dalam memonitor peralatan yang berada dilapangan. Telemetering, berfungsi mengukur beban yang terpasang pada alat ukur tenaga listrik (Arus, Tegangan, Daya Aktif, Frekuensi dll) dan semua peralatan yang berada dilapangan. Dengan adanya peralatan SCADA penyampaian dan pemprosesan data dari sistem tenaga listrik akan lebih cepat diketahui oleh dispatcher (pusat kontrol). Untuk kepentingan dimaksud di atas, seorang dispatcher akan dibantu dengan suatu sistem SCADA yang terintegrasi yang berada di dalam ruangan khusus, dan disebut dengan Control Center. Ruangan tersebut bergabung dengan ruangan khusus untuk menempatkan komputerkomputer disebut dengan Master Station. SCADA yang dioperasikan di control center mencakup berbagai aplikasi yaitu sebagai berikut: - Akuisisi data - Supervisory control - Pemantauan data, pemrosesan event (kejadian) dan alarm - Kalkulasi data - Tagging (penandaan) - Perekaman data - Pelaporan

Secara umum keuntungan-keuntungan yang dapat kita peroleh dengan menerapkan system SCADA pada kelistrikan, yaitu: a. Dengan menggunakan system SCADA pada system kelsitrikan dapat diperoleh dengan system pengoperasian dengan organisasi yang lebih ramping dan sederhana. Pada prinsipnya, dengan adanya system SCADA system gardu induk tanpa orang seharusnya dapat dilakukan, dimana hal ini dapat mengurangi biaya-biaya yang cukup signifikan sebagai bahan pertimbangan dalam penerapan system SCADA. b. Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari pengoperasian system kelistrikan dengan menggunakan system SCAD adalah system pengoperasian yang lebih ekonomis. Dengan menggunakan system SCADA system pengoperasian kelistrikan dapat menghemat keseluruhan biaya operasi, misalya dengan load forecast dan unit-unit komitmen yang lebih baik, optimasi rugi-rugi transmisi maupun pembangkit dan lain sebagainya yang secara keseluruhan akan mengoptimumkan sumber daya secara ekonomis. c. Peningkatan keandalan system. Factor-faktor pertimbangan pengimplementasian SCADA bukan hanya terdiri atas pertimbangan ekonomis semata-mata melainkan juga factor sekuriti dan keandalan. Sejauh ini diakui masih sulit menjelaskan keuntungan-keuntungan diatas secara kuantitatif dalam arti nilai ekonomis yang akan
6

diperoleh bila system dilengkapi dengan SCADA. Biasanya bila terjadi gangguan serius yang menyebabkan pemadaman total (black out), baru akan terfikirkan betapa pentingnya sarana dan fasilitas yang dapat digunakan untuk membantu

mengoperasikan dan menganalisa keandalan system. Dari berbagai pendapat disepakati keandalan system akan bisa dinaikkan mulai 20% hingga 50% bila system kelistrikan dioperasikan dengan system SCADA. Angka tersebut diharapkan akan semakin meningkat seiring dengan kemajuan fungsi-fungsi perangkat lunak aplikasi yang terus berkembang.

2.2.2 Distributed control system (DCS)


DCS (Sistributed Control System) adalah suatu sistem yang mendistribusikan berbagai fungsi yang digunakan untuk mengendalikan berbagai variabel proses dan unit operasi proses menjadi suatu pengendalian yang terpusat pada suatu control room dengan berbagai fungsi pengendalian, monitoring dan optimasi. Distributed control system (DCS) adalah sebuah system kontrol yang biasanya digunakan pada sistem manufacturing atau proses, dimana elemen controller tidak berada pada sentral sistem (sebagai pusat) tetapi tersebar di sistem dengan komponen subsistem di bawah kendali satu atau lebih controller. Keseluruhan sistem dapat menjadi sebuah jaringan untuk komunikasi dan monitoring. Sistem DCS dirancang dengan prosesor redundant untuk meningkatkan kehandalan sistem. Untuk mempermudah dalam penggunaan, DCS sudah menyertakan tampilan / grafis kepada user dan software untuk konfigurasi control. Hal ini akan memudahkan user dalam perancangan aplikasi. DCS dapat bekerja untuk satu atau lebih workstation dan dapat dikonfigurasi di workstation atau dari PC secara offline. Komunikasi lokal dapat dilakukan melewati jaringan melalui kabel atau fiber optic.

DCS

Komponen komponen DCS Secara umum komponen dari DCS terdiri dari 3 komponen dasar yaitu: Operat or Station, Control Module, dan I/O module. a. Operator Station

Operator station merupakan tempat dimana user melakukan pengawasan atau monitoring proses yang berjalan. Operator station digunakan sebagai interface dari sistem secara keseluruhan atau biasa juga dikenal dengan kumpulan dari beberapa HIS (Human Interface Station). Bentuk HIS berupa komputer biasa yang dapat mengambil data dari control station. Operator station dapat memunculkan variable proses, parameter control, dan alarm yang digunakan user untuk mengambil status operasi. Operator station juga dapat digunakan untuk menampilkan trend data, messages, dan data proses. b. Control Module

Control modul merupakan bagian utama dari DCS. Control modul adalah pusat kontrol atau sebagai otak dari seluruh pengendalian proses. Control modul melakukan proses komputasi algoritma dan menjalankan ekspresi logika. Pada umumnya control module berbentuk blackbox yang terdapat pada lemari atau cabinet dan dapat ditemui di control
8

room. Control module biasanya menggunakan mode redundant untuk meningkatkan kehandalan control. Fungsi dari control module adalah mengambil input variable yang akan dkontrol. Nilai variable tersebut akan dikalkulasi. Hasil dari kalkulasi ini akan dibandingkan dengan set point yang sudah ditentukan. Set point ini adalah nilai yang diharapkan sebuah proses. Jika hasil kalkulasi berbeda dengan set point, nilai tersebut harus dimanipulasi sehingga mencapai set point yang sudah ditentukan. Hasil manipulasi nilai akan dikirim ke input output modul dan untuk disampaikan ke aktuator. c. I/O Module

I/O Module merupakan interface antara control module dengan field instrument. I/O module berfungsi menangani input dan output dari suatu nilai proses, mengubah sinyal dari digital ke analog dan sebaliknya. Modul input mendapatkan nilai dari transmitter dan memberikan nilai proses kepada FCU untuk diproses, sedangkan FCU mengirimkan manipulated value kepada modul output untuk dikirim ke actuator. Setiap field instrument pasti memiliki alias di I/O module. Setiap field instrument memiliki nama yang unik di I/O Module. Fungsi DCS DCS berfungsi sebagai alat untuk melakukan kontrol suatu loop system dimana satu loop dapat mengerjakan beberapa proses control. Berfungsi sebagai pengganti alat

control manual dan otomatis yang terpisah-pisah menjadi suatu kesatuan sehingga lebih mudah untuk pemeliharaan dan penggunaanya Sarana pengumpul dan pengolah data agar didapat output proses yang tepat.

Kelebihan DCS Fungsi control terdistribusi diantara FCS Sistem redundancy tersedia di setiap level Modifikasi interlock sangat mudah dan fleksible Informasi variable proses dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan user Maintenance dan troubleshooting menjadi lebih mudah
9

Perbedaan SCADA dengan DCS

3.2 Komponen-komponen dari Sistem SCADA


Komponen dasar dari sistem SCADA dengan penekanan pada perangkat lunak SCADA ditunjukkan dalam diagram di bawah ini

10

3.2.1 SCADA fitur kunci


User interface Keyboard Tikus Trackball Layar sentuh Menampilkan grafik Pelanggan dapat dikonfigurasi, objek berorientasi dan bit dipetakan Unlimited jumlah halaman Resolusi: hingga 1280 1024 dengan jutaan warna Alarm Arsitektur Client server Waktu dicap alarm untuk 1 milidetik presisi (atau lebih baik), dan pengakuan jaringan tunggal dan kontrol alarm Alarm dibagi untuk semua klien Alarm ditampilkan dalam urutan kronologis Alokasi Dinamis halaman alarm User-defined format dan warna Hingga empat disesuaikan perjalanan poin untuk setiap alarm analog Penyimpangan dan tingkat pemantauan perubahan untuk alarm analog Layar Selektif alarm berdasarkan kategori (256 kategori) alarm Sejarah dan event logging bantuan Context-sensitive alarm On-line menonaktifkan dan ambang modifikasi alarm Event-dipicu Laporan alarm dipicu komentar Operator dapat dilampirkan ke alarm Tren server arsitektur Client tren cetakan Benar bukan kesedihan layar Band tren Karet zoom Ekspor data ke DBF, file CSV X / Y kemampuan petak
11

Tren berbasis Acara Layar tren Pop-up gridlines Trend atau profil tren grafis Latar Belakang Real-time multi-pena berarah Layar tren jangka pendek dan jangka panjang Panjang penyimpanan data dan frekuensi pemantauan dapat ditetapkan pada basis per-point Pengarsipan data tren historis perubahan On-line waktu-base tanpa kehilangan data pengambilan On-line dari data arsip tren historis nilai Exact dan waktu dapat ditampilkan Trend data dapat direpresentasikan secara grafis secara real-time Antarmuka RTU (dan PLC) Semua protokol yang kompatibel disertakan sebagai standar Driver DDE didukung Antarmuka juga memungkinkan RTUs, pengendali lingkaran, pembaca barcode dan lainnya peralatan Driver toolkit yang tersedia Beroperasi pada dasar permintaan bukannya scan standar konvensional metode Optimalisasi permintaan blok data ke PLC Rasionalisasi permintaan data pengguna jaringan Maksimalisasi bandwidth raya PLC Skalabilitas hardware tambahan dapat ditambahkan tanpa mengganti atau memodifikasi yang sudah ada peralatan Terbatas hanya oleh arsitektur PLC (biasanya 300-40 000 poin) Akses ke data Langsung, real-time akses ke data oleh setiap pengguna jaringan akses pihak ketiga ke data real-time, misalnya Lotus 123 dan Excel Jaringan DDE DDE kompatibilitas: membaca, menulis, dan exec

12

DDE untuk semua perangkat IO poin Clipboard Database dukungan driver ODBC perintah SQL langsung atau pelaporan tingkat tinggi Jaringan Mendukung semua jaringan NetBIOS kompatibel seperti NetWare, LAN Manager, Windows for Workgroups, Windows NT (berubah dari yang sudah ada) Dukungan protokol NetBEUI, IPX / SPX, TCP / IP dan lebih Sentralisasi alarm, tren dan laporan pengolahan - data yang tersedia dari mana saja dalam jaringan Jaringan Dual penuh LAN redundansi Tidak ada jaringan yang dibutuhkan konfigurasi (transparan) Dapat diaktifkan melalui kotak centang tunggal, tidak ada konfigurasi LAN lisensi didasarkan pada jumlah pengguna login ke jaringan, tidak jumlah node pada jaringan Tidak ada file server diperlukan Sistem multi-user, komunikasi penuh antara operator RAS dan WAN didukung dengan kinerja tinggi PSTN dial up dukungan Toleransi kesalahan dan redundansi Jaringan Dual penuh LAN redundansi Redundansi dapat diterapkan untuk hardware tertentu Mendukung konfigurasi peralatan primer dan sekunder Cerdas redundansi memungkinkan secondaryequipment untuk berkontribusi beban pengolahan changeover otomatis dan pemulihan Redundant menulis ke PLC tanpa konfigurasi Perangkat Cermin disk I / O Cermin server alarm Cermin tren server redundansi file server yang Tidak ada konfigurasi yang diperlukan, dapat diaktifkan melalui kotak centang tunggal, tidak ada konfigurasi

13

Klien / server didistribusikan pengolahan desain arsitektur Terbuka Real-time multitasking Client / server sepenuhnya didukung tanpa konfigurasi pengguna update proyek Terdistribusi (perubahan tercermin di jaringan) Dukungan Concurrent beberapa node tampilan Mengakses tag dari setiap node Mengakses data (tren, alarm, laporan) dari setiap node

14