Anda di halaman 1dari 39

METODOLOGI PENELITIAN

1. Pernyataan terdiri atas unsur2 yang dinyatakan dalam sistem yang teratur mengenai relasi yang dicari untuk menerangkan suatu kejadian yang belum dikukuhkan oleh fakta2 (V. Dalen, 1962) 2. Penjelasan sementara yang diajukan untuk menerangkan fenomena yang diobservasi (Trelease, 1960)

3. Penjelasan tentatif untuk perilaku, fenomena atau kejadian yang telah atau akan terjadi (R. Gay, 1962) 4. Pernyataan bersifat dugaan mengenai hubungan antara 2/> variabel (F. Kerlinger, 1973) 5. Dugaan/referensi/acuan yang dirumuskan dan diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta2 /keadaan yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk langkah2 penelitian selanjutnya (Good & Scates, 1954)

FUNGSI HPT
MENGARAHKAN PENELITIAN Menunjukkan adanya masalah Menentukan relevansi fakta Menentukan rancangan penelitian Memberikan penjelasan Memberikan kerangka konklusi Memacu/memicu penelitian lebih lanjut

MACAM HPT
HIPOTESIS
HPT KERJA (WORKING HPT) Menyatakan macam hubungan antarvar. secara operasional (Jika , maka ) HPT ALTERNATIF (H1) (Ada hubungan/perbedaan/ pengaruh antara dengan ) HPT STATISTIS (STATISTICAL HPT) Menyatakan cara pengujian statistis yang akan ditempuh

HPT NIHIL (H0) (Tidak ada hubungan/ perbedaan/pengaruh antara dengan)

MACAM HPT (lanj.)


INDUKTIF HIPOTESIS DEDUKTIF TEORI HPT TANDINGAN HPT mengenai var.2 luar (extraneous variables) yang menandingi pengaruh var. bebas PENEL. EKSP. E1 X: Var. bebas E4 X Y E2 Y: Var. terikat E3 (X, Y: Var.2 sistematik) E: var. luar OBSERVASI

HPT KERJA
DIREKSIONAL (1 TAIL/EKOR) Arah hubungan/ perbedaan sudah tertentu (A >B ;A< B) NONDIREKSIONAL (2 TAILS/EKOR) Arah hubungan/ perbedaan tidak jelas (Ada hubungan/ perbedaan antara A dan B)

PERLU HPT? RELASI (+) ANALITIK EKSPERIMENTAL (-) EKSPLORATIF DESKRIPTIF OBSERVASIONAL HISTORIS/MANUSKRIP HPT TIDAK ADA

HPT PERLU

CIRI2 HPT
Sebagai dasar penalaran Penjelasan sementara Perlu pengujian secara empiris Dapat dikaitkan dengan teori Menggambarkan relasi antara 2/> var.

KRITERIA HPT YANG BAIK 1. KONSISTEN DENGAN PENELITIAN SEBELUMNYA 2. MEMBERIKAN REASONABLE EXPLANATION 3. MENYATAKAN DENGAN JELAS & LENGKAP HUBUNGAN/PERBEDAAN/PENGARUH ANTARVAR. 4. MENDEFINISIKAN VAR.2 SECARA OPERASIONAL DAN TERUKUR 5. DAPAT DIUJI SECARA EMPIRIK

1. FAKTA2 YANG DIKETAHUI

OBSERVASI IMAJINASI/ SEREBRASI

UNSUR2 HPT

2. KONSEPTUAL

RANGKUMAN
H I P O T E S I S * DASAR PENALARAN * DIRUMUSKAN SECARA SISTEMATIK + PENALARAN INDUKTIF * MENGGAMBARKAN RELASI ANTARVAR. YANG DAPAT DIUKUR & DIPERBANDINGKAN * PENJELASAN SEMENTARA * MEMERLUKAN PENGUJIAN EMPIRIS

MERUMUSKAN HPT
KRITERIA HPT YANG BAIK (Well stated and defined) Bentuk pernyataan/deklaratif Menyatakan hubungan/perbedaan antarvariabel Memberikan penjelasan logis Operasional Dapat/potensial diukur Berhubungan dengan kerangka teori yang ada (wabah cacar gerhana bulan) Dapat diuji secara empiris Sederhana & terbatas

PERSIAPAN PENGUJIAN HPT


1. MERUMUSKAN VAR.2 DALAM HPT DEFINISI OPERASIONAL VAR. MEASURED OD EXPERIMENTAL OD (bagaimana var. (kriteria manipulasi diukur) yang akan dilakukan) Anemia (Hb), (Fe) Pemberian hormon steroid Sehat TB, BB, status Per oral/sistemik, gizi, (Hb), (Prot.) dosis, frekuensi, bentuk, Kecerdasan IQ waktu (kapan, lama)

PERSIAPAN PENGUJIAN HPT (lanj.)


2. MENDEDUKSI HPT KONSEKUENSI DEDUKTIF (KD) (CONSTRUCT OPERASIONAL) HPT: Dorongan meningkatkan prestasi KD : Memberikan hadiah meningkatkan nilai matematika HPT: Pengobatan Manihot sp. memperbaiki prognosis penyakit kanker KD : Pemberian ekstrak Manihot sp. peroral memperpanjang umur penderita kanker

RAMALAN ILMIAH/PREDIKSI (KONSEKUENSI LOGIS) HPT DIUJI LANGSUNG DIUJI TIDAK LANGSUNG (dijabarkan) KONSEKUENSI LOGIS (dapat diuji langsung)

PENGUJIAN HPT Deduksi seluruh konsekuensiya Kembangkan cara2 menguji melalui eksperimen/ observasi empiris Kumpulkan fakta2 yang memperkuat/menolak HPT

PENGUJIAN HPT BUAT/PILIH/TENTUKAN ALAT & METODE 5. SAMPEL & SAMPLING PENGUKURAN 6. PENGUMPULAN DATA (valid & reliabel) 7. PENGOLAHAN DATA RANCANGAN PENELITIAN SUBJEK/OBJEK PENELITIAN PENJELASAN: - Definisi var. - Cara observasi - Cara mencatat - Alat yang dipakai (administrasi)

1.

2. 3. 4.

UNCONFIRMED HPT

PENELITIAN GAGAL?

Berhubungan? CUKUP BERARTI: VAR. Tidak berhubungan? KONTRIBUSI BERHARGA REVISI TEORI HPT BARU
REVISED HPT

Einstein: HPT hanya guesses dan sebagian besar salah

RANGKUMAN HPT

PENJELASAN SEMENTARA MENGENAI FENOMENA YANG DITELITI PROPOSISI YANG DIAJUKAN SEBAGAI DASAR PENALARAN SUPOSISI YANG DIRUMUSKAN BERDASARKAN FAKTA YANG SUDAH DIKETAHUI PEGANGAN/ACUAN DALAM MENGIDENTIFIKASI & MENETAPKAN MASALAH MEMBANTU MEMILIH PROSEDUR PENELITIAN, MENYUSUN SERTA MENYAJIKAN HASIL PENELITIAN SARANA PENTING UNTUK MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN

VARIABEL
SESUATU/GEJALA ALAM/FENOMENA: * Bervariasi * Mempunyai nama * Mempunyai nilai * Dapat dikategori* Mempunyai definisi sasikan (verbal, operasional) VARIABLE:- something that varies - property that takes on different values - a symbol to which numerals or values are assigned

MACAM2 VARIABEL
1. SIFAT/SKALA (level of measurement)

DESKRIT Nominal Ordinal

KONTINUM Interval Rasio

2. URUTAN WAKTU (time order) V. Bebas/Independen (A); V. Terikat/dependen (B) V. Penghubung (C); V.Pendahulu/Anteseden (D) A B A C B D A B

3. PENELITIAN EKSPERIMENTAL E2 E1 X Y E3 E4 X dan Y: var. sistematik X: var. bebas/perlakuan/eksperimental Y: var. terikat/tergantung terkendali E: var. luar (extraneous) tak terkendali

HUBUNGAN ANTARVARIABEL
(A) VAR. LUAR VAR. VAR. BEBAS BEBAS (B) VAR. LUAR VAR. ANTARA
VAR. PERANCU PERANCU VAR.

(C) VAR. LUAR VAR. VAR. TERIKAT TERIKAT

VAR. LUAR (D)

HUB. ANTARVAR. (lanj.)


Var. bebas (independen/prediktor/risiko/ kausa) Var. terikat (tergantung/dependen/efek/ respon/event/outcome) VAR. YANG INGIN DIKETAHUI HUBUNGANNYA OLEH PENELITI Var. perancu (confounding): var. yang tidak diteliti tetapi dapat mempengaruhi hasil penelitian berhubungan dengan var. bebas dan terikat dan bukan var. antara) Var. luar: var. yang tidak diteliti, tetapi berhubungan dengan var. bebas dan/atau var. terikat

VAR. PERANCU (confounding variable)


MINUM KOPI (+) (?) PENY. JANTUNG KORONER (PJK) (+)

MEROKOK Peran var. perancu (kebiasaan merokok) dalam hubungan antara var. bebas (kebiasaan minum kopi) dan var. terikat (PJK)

Bila kebiasaan merokok memp. hubungan positif dengan kebiasaan minum kopi dan dengan PJK Dapat ditemukan hubungan semu antara kebiasaan minum kopi dengan PJK

(+)

MAKAN PERMEN CARIES DENTIS (+) (-) ORAL HYGIENE Hubungan antara kebiasaan makan permen (var. bebas) dengan caries dentis (var. terikat) dapat terselubung oleh pengaruh oral hygiene (var. perancu) Oral hygiene berhubungan positif dengan kebiasaan makan permen dan berhubungan negatif dengan caries dentis

CONFOUNDING BY INDICATION PEMBERIAN PLASMA PROGNOSIS (var. bebas) (var. terikat) INDIKASI (var. perancu) Konvulsi berat/berulang/lama/+ perdarahan Hub. antara pemberian plasma (var. bebas) dengan prognosis (var. terikat) dirancukan oleh INDIKASI (var. perancu) pemberian plasma (selain berhub. dengan var. bebas juga berhub. dengan var. terikat)

KERANGKA TEORETIS (THEORETICAL FRAMEWORK)


I. PERLU DIPAHAMI: * Science * Var./faktor * Sci. meth. * Hub. antarvar. KERANGKA TEORETIS 2. PENDEKATAN (Penalaran): * Deduktif * Rasionalisme * Induktif * Empiris 3. PERLU DIPAHAMI: * Asumsi * Premis * Postulat

MASALAH (Pertanyaan)

HIPOTESIS (Jawaban sementara)

KERANGKA TEORETIS (Pejelasan sementara)


ANALISIS TEORI2 (KAJIAN TEORETIS) (mapan, relevan) DIARE KEMATIAN BAYI

HUBUNGAN ANTARVAR.
HUBUNGAN: Sifat2/ciri2/fakta2 cenderung timbul/ada bersama-sama 1. Hub. kausal a. Langsung LALAT DIARE HPT: Jumlah lalat mempengaruhi jumlah kejadian diare b. Tidak langsung (1) DIARE DEF. PROT.-KAL. KEMATIAN BAYI (2) DIARE DEF. PROT.- KAL. KEMATIAN BAYI (Var. antara? HPT: ?)

HUBUNGAN ANTARVAR. (lanj.)


1. HUBUNGAN KAUSAL a. LANGSUNG: LALAT DIARE (HPT: Jumlah lalat mempengaruhi juml. kejadian diare) b. BOLAK-BALIK: (1). LANGSUNG: (DEFISIENSI VIT. A DIARE) (2). TIDAK LANGSUNG DEF. PROT.-KAL INFEKSI2 LAIN DIARE (HPT: ?)

2. HUBUNGAN SEMU IKLIM PANAS ? AIR KURANG/ LALAT TERCEMAR Hub. iklim panas dengan juml.lalat: semu Iklim panas Jml.air/tercemar Jml. lalat (Kovariasi? Iklim panas & Jml. lalat Kausa? Jml. air) HPT: ? 3. HUBUNGAN BERSYARAT DEF. PROT.-KAL. KEMATIAN BAYI DIARE & DEHIDRASI HPT?

MENYUSUN KERANGKA TEORETIS MULAI: OPENING STATEMENT* (eksplisit: Tujuan penelitian)

IDENTIFIKASI & ANALISIS TEORI2 RELEVAN HIPOTESIS *MANFAAT opening statement: 1. Dengan cepat dapat mengidentifikasi issues dalam kajian pustaka (teori2 relevan) 2. Membantu menyusun alur pikir yang mengarah kepada penarikan kesimpulan

VARIABEL
Konstruk/ciri/sifat yang dikaji/diteliti - Suatu sifat yang dapat memiliki bermacam- macam nilai (sesuatu yang bervariasi) - Lambang/simbol, padanya melekat nilai2 berupa angka (numbers) NOMINAL DIKOTOMIS (2 nilai) (Jenis kel.: L/P, Profesi: PNS/NONPNS, Kehidupan: hidup/mati) POLITOMIS (>2 nilai) (Agama: Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dll.) ORDINAL Menurut urutan/order (Kelas SMP: Kl.1, Kl.2, Kl.3) KONTINU (BERKESINAMBUNGAN): INTERVAL, RASIO) INTERVAL: Temperatur dlm. derajat Celsius RASIO: Umur, BB, TB, konsentrasi/kadar

VARIABEL

VARIABEL
AKTIF Var. yang dimanipulasi (Peneliti secara aktif memanipulasi var. tsb.): Imbalan, Pemberian obat, Penerapan metode A dan B ATRIBUT Var. yang tidak dimanipulasi (Ketika diteliti subjek sudah membawa/ sudah kodratnya var. atribut tsb.) Inteligensi, Jenis kelamin, Status sosial/ ekonomi/pendidikan

BISA TERJADI: VAR. ATRIBUT MENJADI VAR. AKTIF KECEMASAN: - Dapat diukur (var. atribut) - Dapat dimanipulasi (var. aktif) (mis. Pasien dibuat cemas dengan beberapa tingkat kecemasan)
KUANTITATIF
VAR. KUALITATIF (KATEGORIK/DIKOTOMIK)

VAR. LATEN

Suatu entitas yang tak teramati yang diduga mendasari var.2 amatan Mis. Inteligensi (sebagai var. laten) Dikenal 3 test kemampuan (aptitude tests): 1.VERBAL; 2. NUMERIK; 3.SPASIAL (-Ketiga test memiliki relasi pos. dan jelas maknanya - Ada unsur yang sama dalam ketiga test tsb.: INTELIGENSI (var. laten)
ORANG MENCAPAI HASIL TINGGI UNTUK TEST YANG SATU CENDERUNG MENCAPAI HASIL TINGGI PULA UNTUK TEST YANG LAIN; DEMIKIAN PULA SEBALIKNYA

PENGUKURAN (MEASUREMENT)

VARIABEL (Substansial/insubstansial)

PENGUKURAN (MEASUREMENT)

DISKRIT/KATEGORIK
NOMINAL ORDINAL

INSTRUMEN

(Kuantitatif/objektif/ sistematik/punya nilai) DATA

KONTINU/NUMERIK
INSTRUMEN PENGUKURAN RELIABEL &

INTERVAL

RASIO

DATA

VALID

PENGUKURAN
Proses kuantifikasi (juml., dimensi, taraf, derajat, tingkat) fenomena yang diukur WHAT (Apa yang diukur) WHO (Alat/instrumen untuk mengukur/siapa yang mengukur) HOW (Bagaimana mengukurnya: metode/cara)
PENGUKURAN VAR. DEF. OP. (INSTR.)
BENAR SALAH BENAR RELIABEL RELIABEL TIDAK RELIABEL RELIABEL TIDAK RELIABEL TIDAK RELIABEL

DATA

M E N G U K U R

1. MENGUKUR FENOMENA

SUBSTANSIAL

INSUBSTANSIAL 2. MENGUJI/TESTING A. INSTRUMEN: TEST - Aptitude test (bakat) - Attitude test (pencapaian) B. INSTRUMEN BUKAN TEST - Angket/kuesioner - Pedoman wawancara - Pedoman pengamatan

UJI COBA INSTRUMEN TUJUAN: 1. Menguji kualitas instrumen (Validitas/Reliabilitas/Objektivitas) 2. Manajemen/Pengelolaan (Kalimat dipahami?: - Instruksi/Pedoman Pengisian/Butir2/Items Waktu: - Persiapan/Pelaksanaan/ Pengumpulan lembar jawaban Tanggapan responden: - Menerima instr./ menjawab Lain2: - Peralatan penunjang/hal2 terlupakan) STANDARD/BAKU: Uji coba (-) INSTRUMEN DISUSUN SENDIRI: Uji coba (+)