Anda di halaman 1dari 12

Metode Kerja Semua Kelompok

Cara Kerja
Adapun cara kerja dari semua media yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media TSA Air Laut
Diambil 25 l sampel air laut meng-gunaka mikropipet lalu diteteskan pada
permukaan media TSA air laut lempeng yang telah disediakan lalu ratakan dengan
spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal). Kemudian
diinkubasi se-cara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang inkubator.
Diamati koloni yang tumbuh pada per-mukaan agar lempeng dan cari koloni-
koloni yang memiliki morIo-logi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggunakan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Ke-mudian
diinkubasi kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat
ditanam dalam media agar miring dengan cara goresan.

b. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media TSA Air tawar
Diambil 25 l sampel air sungai menggunaka mikropipet lalu dite-teskan pada
permukaan media TSA air tawar lempeng yang telah dise-diakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinkubasi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
in-kubator. Diamati koloni yang tum-buh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morIologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggu-nakan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian
diinkubasi kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat
ditanam dalam media agar miring dengan cara goresan.

c. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media NA Air Laut
Diambil 25 l sampel air laut meng-gunaka mikropipet lalu diteteskan pada
permukaan media NA air laut lempeng yang telah disediakan lalu ratakan dengan
spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal). Kemudian
diinkubasi seca-ra terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang inkubator.
Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari koloni-
koloni yang memiliki morfologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut meng-
gunakan ose dan gores pada permu-kaan agar lempeng. Kemudian diinku-basi
kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat ditanam
dalam media agar miring dengan cara goresan.

d. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media NA Air tawar
Diambil 25 l sampel air sungai menggunaka mikropipet lalu ditetes-kan pada
permukaan media NA air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinku-basi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morfo-logi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggunakan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian diinkubasi
kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat ditanam
dalam media agar miring dengan cara goresan.

e. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media GSP
Diambil 25 l sampel air sungai menggunaka mikropipet lalu ditetes-kan pada
permukaan media GSP air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinku-basi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morIo-logi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggunakan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian diinkubasi
kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat ditanam
dalam media agar miring dengan cara goresan.

f. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media VRBA
Diambil 25 l sampel air sungai menggunakan mikropipet lalu dite-teskan pada
permukaan media VRBA air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinkubasi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morIologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
mengguna-kan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian
diinkubasi kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat
ditanam dalam media agar miring dengan cara goresan.

g. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media TCBSA
Diambil 25 l sampel air tambak menggunaka mikropipet lalu ditetes-kan pada
permukaan media TCBSA air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinkubasi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morfologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
mengguna-kan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian
diinkubasi kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat
ditanam dalam media agar miring dengan cara goresan.

h. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media TSB
Diambil 25 l sampel air sungai menggunaka mikropipet lalu ditetes-kan pada
permukaan media TSB air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinku-basi secara pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar cair dan cari koloni-
koloni yang memiliki morIologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggunakan ose dan gores pada permukaan agar miring. Kemudian diinkubasi
kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat ditanam
dalam media agar miring dengan cara goresan.





No Kelompok Sampel
air
Media Warna Foto Hasil
Inokulasi
1.

1


Laut


TSA air laut


Putih Keruh





2.

2


Sungai


TSA air
tawar


Putih Keruh




3.

3


laut


NA air laut


Putih Keruh





4.

4


Sungai


NA air
tawar


Putih Keruh





5.

5


Sungai


GSP


Merah Muda/
Pink









6.









6 Sungai VRBA Merah


7.

7


Tambak


TCBSA


Hijau





8.

8


Sungai


TSB


Putih Keruh








4.2 Pembahasan

Dari praktikum yag telah dilakukan bahwa inokulasi yang berhasil adalah pada
GSP dan VRBA. Hal ini sampel yang digunakan untuk praktikum sesuai dengan
media yang akan ditanami bakteri.

Pemurnian mikroba adalah suatu cara atau mekanisme dimana dengan maksud
untuk mendapatkan mikroba yang dibutuhkan atau diinginkan,

dan dalam kehidupan yang lebih kompleks lagi pemurnian mikroba

ini dimaksud dengan tujuan mengembangkan jenis mikroba yang

menurut bagi kalangan peneliti ataupun industri dengan maksud untuk komersial,
seperti pemanfaatan L.casei shirota strein untuk melancarkan pencernaan yang
dimanfaarkan oleh industri Yakult. Kemurnia bakteri dapat dilakukan dengan cara
memperhatikan prosedur praktikum yang teratur dan menjaga kesterilan
(Cappuccino, Natalie, 1983).

Sedangkan kegagalan pada praktikum ini adalah pada media TSA, TSB, NA, dan
TCBSA. Hal ini disebabkan oleh tidak sesuainya sampel air yang digunakan dalan
inokulasi pada media tersebut, serta kurang sterilnya alat yang digunakan dan cara
yang dilakukan kurang steril.

Faktor yang mempengaruhi ketidak berhasilan pada inokulasi bakteri ialah adanya
kesalahan teknik dalam pemindahan bakteri dari satu media ke media lain,
kurangnya waktu in-kubasi, kontaminasi pada pengerjaan, pengunaan antibiotik
ketika menger-jakannya dan pengambilan bakteri yang sangat sedikit atau bahkan
tidak terambil (Seiler, 2000).
Cara Kerja
Adapun cara kerja dari semua media yang digunakan adalah sebagai berikut:

i. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media TSA Air Laut
Diambil 25 l sampel air laut meng-gunaka mikropipet lalu diteteskan pada
permukaan media TSA air laut lempeng yang telah disediakan lalu ratakan dengan
spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal). Kemudian
diinkubasi se-cara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang inkubator.
Diamati koloni yang tumbuh pada per-mukaan agar lempeng dan cari koloni-
koloni yang memiliki morIo-logi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggunakan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Ke-mudian
diinkubasi kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat
ditanam dalam media agar miring dengan cara goresan.

j. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media TSA Air tawar
Diambil 25 l sampel air sungai menggunaka mikropipet lalu dite-teskan pada
permukaan media TSA air tawar lempeng yang telah dise-diakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinkubasi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
in-kubator. Diamati koloni yang tum-buh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morIologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggu-nakan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian
diinkubasi kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat
ditanam dalam media agar miring dengan cara goresan.

k. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media NA Air Laut
Diambil 25 l sampel air laut meng-gunaka mikropipet lalu diteteskan pada
permukaan media NA air laut lempeng yang telah disediakan lalu ratakan dengan
spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal). Kemudian
diinkubasi seca-ra terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang inkubator.
Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari koloni-
koloni yang memiliki morfologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut meng-
gunakan ose dan gores pada permu-kaan agar lempeng. Kemudian diinku-basi
kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat ditanam
dalam media agar miring dengan cara goresan.

l. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media NA Air tawar
Diambil 25 l sampel air sungai menggunaka mikropipet lalu ditetes-kan pada
permukaan media NA air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinku-basi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morfo-logi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggunakan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian diinkubasi
kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat ditanam
dalam media agar miring dengan cara goresan.

m. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media GSP
Diambil 25 l sampel air sungai menggunaka mikropipet lalu ditetes-kan pada
permukaan media GSP air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinku-basi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morIo-logi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggunakan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian diinkubasi
kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat ditanam
dalam media agar miring dengan cara goresan.

n. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media VRBA
Diambil 25 l sampel air sungai menggunakan mikropipet lalu dite-teskan pada
permukaan media VRBA air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinkubasi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morIologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
mengguna-kan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian
diinkubasi kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat
ditanam dalam media agar miring dengan cara goresan.

o. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media TCBSA
Diambil 25 l sampel air tambak menggunaka mikropipet lalu ditetes-kan pada
permukaan media TCBSA air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinkubasi secara terbalik pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar lempeng dan cari
koloni-koloni yang memiliki morfologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
mengguna-kan ose dan gores pada permukaan agar lempeng. Kemudian
diinkubasi kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat
ditanam dalam media agar miring dengan cara goresan.

p. Inokulasi Dan Pemurnian Bakteri Pada Media TSB
Diambil 25 l sampel air sungai menggunaka mikropipet lalu ditetes-kan pada
permukaan media TSB air tawar lempeng yang telah disediakan lalu ratakan
dengan spreader. Setelah itu diberi label (nama, sumber sampel, tanggal).
Kemudian diinku-basi secara pada suhu 30 C selama 24 jam pada ruang
inkubator. Diamati koloni yang tumbuh pada permukaan agar cair dan cari koloni-
koloni yang memiliki morfologi berbeda. Lalu diambil koloni tersebut
menggunakan ose dan gores pada permukaan agar miring. Kemudian diinkubasi
kembali pada suhu 30 C selama 24 jam. Koloni yang telah murni dapat ditanam
dalam media agar miring dengan cara goresan.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Inokulasi
Inokulasi memiliki beberapa teknik, namun pada setiap teknik yang dimi-liki
inokulasi itu memiliki kelebihan dan kekurangannya, yaitu :
1. Metode gores
Kelebihannya : metode ini memi-liki kelebihan yaitu koloni yang dihasilkan
adalah single koloni atau 1 koloni hanya dari 1 spesies saja. Selain itu
kontaminan mudah dibedakan. Karena pada metode ini ose digoreskan dengan
pola tertentu, maka koloni yang tumbuh diluar pola tersebut dapat dinyatakan
sebagai kontaminan.
Kelemahan : pelaksanaan pada metode ini cukup sulit untuk dilakukan. Oleh
karena itu perlu-nya hati-hati dalam menggores-kan ose ke medium. Jika pada
saat penggoresan, medium rusak maka pada medium yang permukaan lebih
rendah dari permukaan se-harusnya dapat ditumbuhi mikro-bia. Dan mikrobia
tersebut dengan keberadaanya yang di bawah per-mukaan seharusnya, akan
manim-bulkan asumsi bahwa mikrobia tersebut juga bersifat mikro aerofilik.
Pada hal seharusnya sifat mikrobia tersebut adalah aerob (Burrrow,1959).

2. Metode tuang
Kelebihan: metode ini mudah dilakukan dan bakteri aerob mau-pun anaerob
dapat tumbuh dengan cara metode ini.
Kekurangan : pada metode ini akan menyebabkan mudah tim-bulnya spreader
yaitu koloni yang berbeda saling menumpuk. Hal ini bisa dihindari dengan
membuat koloni tersebut lebih encer lagi, sehingga pada saat dituang koloni
yang ada hanya sedikit dan kemungkinan ada spreadpun dapat dikurangi.
Kekurangan yang lain dari metode ini adalah kontaminan sulit dibedakan
karena semuanya dituang secara homogeny. Hal ini dapat dihindari dengan
selalu bekerja dengan teknik aseptis (Black,1999).

3. Metode tuang
Kelebihan : metode ini dapat di-lakukan untuk memisahkan mik-robia aerob
dengan mikrobia yang lain. Karena jika dituangkan pada permukaan medium,
bakteri yang paling diuntungkan adalah bakteri aerob.
Kekurangan : kontaminan sulit dibedakan, karena sampel dirata-kan pada
seluruh permukaan (Talaro, 1999).

Manfaat Inokulasi dan Pemurnian Bakteri
Manfaat dilakukannya inokulasi dan pemurnian mikroba adalah setelah
mendapatkan kultur murni maka dapat ditelaah dan diidentifikasi
mikroorganisme, termasuk penela-haan ciri-ciri cultural, morfologis, fi-siologis
maupun serologis, oleh karena itu diperlukan suatu pupolasi yang hanya terdiri
dari satu macam mikroorganisme (Baker, Silverton, 1986).











FORMAT LAPORAN

Kertas A4,
TNR 12;
spasi 1,5;
2 kolom;
Abstrak (1 spasi, 1 kolom, maksimal 250 kata)

ISI LAPORAN:

COVER
6cm

4 cm 3 cm


3 cm

LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Praktikum

II. TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Isolasi, Inokulasi, Dan Pemurnian Bakteri
Macam-Macam Metode Inokulasi
Contoh Bakteri Yang Tumbuh Dimasing-Masing Media

III. METODELOGI
3.1 Waktu Dan Tempat
3.2 Alat Dan Bahan
3.3 Cara Kerja

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Tabel Pengamatan
4.2 Pembahasan
Cara Kerja (Semua Kelompok)
Bahas Hasil Pengamatan
Kelebihan Dan Kekurangan Teknik Inokulasi
Penyebab Kegagalan Media
Manfaat Inokulasi Dan Pemurnian

V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpilan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Format Laporan
Foto Cara Kerja