Anda di halaman 1dari 46

Campak

Yhoga Timur Laga

Moderator : Dr. Dwi. S. Pramudjo. Sp. A

Identitas Pasien
Nama No CM : An. F : 35-69-47

Tempat Tanggal Lahir Umur Jenis Kelamin

: 31 Oktober 2008 : 1 Tahun 9 Bulan : Perempuan

Alamat Tanggal masuk Tanggal keluar

: Komplek DLM I/26 Kemayoran : 16 Agustus 2010 : 19 Agustus 2010

Data Orang Tua


Nama Umur Pendidikan Terakhir Pangkat Agama

Ayah
Tn. R 34 Tahun S1 III B Islam

Ibu
Ny. R 27 Tahun S1 Islam

Keluhan Utama

Demam

Keluhan Tambahan

Batuk Pilek Mual Pegal di seluruh tubuh Timbul ruam di tubuh

Riwayat Penyakit Sekarang


4 hr smrs
batuk berdahak pilek

1 hr smrs
BAB lembek

makan berkurang
mual pegal-pegal di seluruh badan

Panas mendadak
Timbul bercak kemerahan

RPD RPK

Tidak ada riwayat penyakit yang sama

Keluarga satu rumah tidak ada yang menderita penyakit yang sama

Riwayat Imunisasi
Macam Dasar Ulangan

I
BCG DPT Polio Campak Hepatitis B

II

III

Kesan : Imunisasi dasar lengkap

Riwayat Perkembangan
Gigi Pertama Duduk Jalan Sendiri Berbicara

6 bln 8 bulan 1 tahun -

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
Tampak sakit sedang

Tanda-tanda Vital
Nadi : 114x/menit

Antropometri

BB pasien : 10 kg

Frekuensi Nafas : 28x/menit


Suhu : 37,3C diukur lewat aksila

BB ideal : 11,6 kg

Panjang badan : 83 cm

Kepala
Normocephal

Mata
Konjungtiva tidak anemis

Telinga
Tidak ada sekret Terlihat ruam di belakang telinga

Hidung
Tidak ada nafas cuping hidung Sekret putih kental

Rambut tidak mudah terlepas

Sklera tidak ikterik

Mulut
Mukosa bibir kering Faring hiperemis

Leher
KGB tidak teraba Ruam kemerahan

Dada
Ruam kemerahan Jantung : DBN

Paru : DBN

Abdomen
Dalam batas normal Bising usus positif normal Turgor kulit baik

Ekstremitas
Ruam kemerahan pada tangan Tidak ada udem

Refleks fisiologis
DBN

Refleks patologis
DBN

Capillary refill <2 detik

Pemeriksaan Penunjang
Hematologi Darah Rutin Nilai Nilai Rujukan

Hemoglobin
Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit MCV MCH MCHC

12,5
38 4.8 4600 100.000 79 26 33

12-16 g/dL
37-47% 4.3-6.0 juta/uL 4800-14500/uL 150000-400000/uL 80-96 fl 27-32 pg 32-36 g/dL

Resume
Pasien datang dengan keluhan demam mendadak disertai batuk dan pilek. Diikuti dengan imbul ruam.

BAB menjadi lembek, badan pegal-pegal, batuk dan pilek

Keadaan umum : Tampak sakit sedang/CM

Tanda-tanda vital
Nadi : 114 x/mnt, regular, kuat, isi cukup Nafas : 28 x/mnt Suhu : 37,3 C

Status gizi
Malnutrisi sedang

Telinga Hidung Mulut Leher Dada Ekstremitas

: : : : : :

Ruam kemerahan di belakang telinga Terdapat sekret putih kental Faring hiperemis Ruam kemerahan Terlihat ruam kemerahan pada lapang dada Terdapat ruam kemerahan pada kedua tangan

Diagnosis kerja
Measles Suspek DHF

Diagnosis banding
Rubella Eksantema subitum Alergi obat

Penatalaksanaan
IVFD RL 1000 cc/24 jam Inj Cefotaxime 3x250 mg IV Pct syr 3x1 cth Ambroxol syr 3x1/2 cth Diet makanan lunak

17-08-2010 S Demam (-), batuk(+),

18-08-2010

19-08-2010

pilek(+), Demam (-), batuk(+), dahak(+), bab Demam (-), batuk(+), bab dan bak(+) dan bak(+) normal, minum kurang normal KU : sakit sedang Kes : CM HR : 96 x/mnt RR : 32 x/mnt S : 36,3oC

belum bab selama satu hari

KU : tampak sakit sedang


Kes : CM HR : 100 x/mnt RR : 28 x/mnt S : 37,1oC

KU : sakit sedang
Kes : CM HR : 124 x/mnt RR : 28 x/mnt S : 36,1oC

Mata : konjungtiva tidak anemis, Mata : konjungtiva tidak anemis, Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik THT : NCH (-), faring hiperemis, sklera tidak ikterik THT : NCH (-) sklera tidak ikterik THT : NCH (-),

Leher : KGB tidak teraba, ruam Leher : KGB tidak teraba, ruam Leher : KGB tidak teraba, ruam kemerahan Toraks : ruam kemerahan Cor dan pulmo dbn kemerahan Toraks : ruam kemerahan Cor dan pulmo dbn kemerahan Toraks : ruam kemerahan Cor dan pulmo dbn

Abdomen: supel datar, BU (+) Abdomen: normal, ruamkemerahan

supel

datar,

BU

(+)

Abdomen: supel datar, BU (+)

terlihat normal, ruam kemerahan Ekstremitas: akral hangat, ruam

normal, ruam kemerahan


Ekstremitas: akral hangat, ruam

Ekstremitas:
akral hangat, ruam pada tangan A Morbili Suspek DHF P IVFD RL 1000cc/24 jam Inj cefotaxim 3x250mg IV PCT 3 x 1 cth Ambroxol 3x1/2 cth

kemerahan pada tangan dan kaki

kemerahan pada tangan dan kaki, terlihat bersisik pada tangan

Morbili DHF grade I IVFD RL 1000cc/24 jam Inj cefotaxim 3x250mg IV Vit A 100.000 IU PCT 3 x 100 mg Ambroxol 3x1/2cth p.o

Morbili

IVFD RL stop Inj cefotaxim stop Vit A 100.000 IU PCT 3 x 100 mg p.o (k/p) Ambroxol 3x1/2cth p.o

Definisi
penyakit akut yang sangat menular, disebabkan oleh infeksi virus yang umumnya menyerang anak, dengan karakteristik demam, batuk, konjungtivitis dan ruam makulo papular general

Epidemiologi

Etiologi
ETIOLOGI

virus RNA Famili Paramixoviridae, genus Morbillivirus

24 genotipe (dunia)

3 genotipe (indonesia)

Patogenesis

5-6 hr stlh infeksi awal

Virus masuk ke pembuluh darah Fokus infeksi


Permukaan epitel orofaring, konjungtiva, saluran nafas, kulit, kandung kemih, usus

Hari ke 9-10
Nekrosis satu- dua lapis sel epitel saluran nafas konjungtiva

Virus masuk ke pembuluh darah Demam tinggi + bercak koplik Hari ke 14 Respon delayed hipersentitivity

Gejala Klinis

Stadium Prodromal
2-4 hari, ditandai oleh demam ringan sampai sedang, batuk kering, koryza dan konjungtivitis Bercak koplik dalam 12-18 jam

Stadium Erupsi
Suhu naik mendadak ketika ruam muncul dan sering mencapai 40-40,5oC ruam makulopapuler yang menyebar dengan cepat dari bagian atas lateral leher, dibelakang telinga, sepanjang garis pertumbuhan rambut dan pada posterior pipike seluruh muka leher, lengan atas dada, punggung, abdomen, seluruh lengan dan paha lalu menyebar ke kaki

Stadium Konvalense
Hilangnya ruam menuju ke bawah pada urutan yang sama dengan ketika ruam muncul. Ruam kulit menjadi hiperpigmentasi (kehitaman) dan mengeluas

Diagnosis
Diagnosis campak dapat ditegakkan secara klinis
Pemeriksaan penunjang
pemeriksaaan sitologik ditemukan sel raksasa pada lapisan mukosa hidung dan pipi pemeriksaan serologi didapatkan IgM spesifik.

Diagnosis Banding
Erupsi akibat obat
Eksantema subitum
Gejala demam tinggi selama 3-4 hari disertai iritabilitas Ruam dari eksantema subitum tampak ketika demam menghilang. Eksentema subitum bersifat diskrit dan makulopapular berwarna merah tua,timbul di daerah dada dan menyebar ke muka dan ekstremitas.

Rubella
Tidak diawali masa prodromal yang spesifik Demam ringan Eksantem mulai timbul di muka dan leher dan menyebar ke seluruh tubuh lebih cepat. Pada hari ketiga eksentema di bagian tubuh mulai memudar dan tinggal menyisakan bagian ekstremitas Tanda patognomonik pembesaran KGB (oksipital dan daerah belakan kepala)

Komplikasi

Otitis Media

Ensefalitis

Bronkopneumonia

SSPE

Enteritis

Penatalaksanaan
Manajemen pada pasien tanpa penyulit bersifat simtomatik dan dapat dirawat di rumah
antipiretik antitusif ekspektoran antikonvulsan (bila diperlukan)

Perawatan pasien campak tanpa komplikasi, dilakukan dengan cara


Pasien dirawat di ruang isolasi Tirah baring di tempat tidur Vitamin A 100.000 IU Diet makan cukup cairan, kalori yang memadai.

Indikasi rawat inap pada pasien campak


Hiperpireksia (suhu > 39oC) Dehidrasi Kejang Asupan oral sulit atau adanya komplikasi

Pencegahan
Imunisasi salah satu upaya terbaik untuk menurunkan insiden campak. Insiden campak cenderung turun pada semua golongan umur, terutama bayi (<1 tahun) dan umur 1-4 tahun.

Dosis baku minimal untuk pemberian virus campak yang dilemahkan sebanyak 0,5 ml

Memberikan imunitas aktif pada 94-98% individu-individu yang rentan

Kekebalan yang timbul dapat bertahan seumur hidup, kalaupun terjadi infeksi maka bentuk infeksinya sangat ringan atau infeksi tidak nampak dan tidak menular.

Anamnesa

Demam ringan
batuk berdahak, pilek, makan berkurang, mata kemerahan

Panas tinggi
Bercak kemerahan di belakang telinga menyebar ke seluruh tubuh

Fase prodromal

Fase erupsi

Pemeriksaan Fisik
PASIEN suhu 37,3oC ruam makulopapular pada belakang telinga ,dahi , muka, dada dan punggung,kedua tangan, perut dan kedua paha. Faring hiperemis MORBILI STADIUM ERUPSI stadium erupsi suhu 40-40,5oC (104105OF) ruam- ruam yang muka, leher, lengan atas dpunggung, abdomen, seluruh lengan dan paha lalu menyebar ke kaki

Diagnosis Banding
RUBELA Timbul di muka dan leher dan menyebar ke seluruh tubuh lebih cepat Memudar dari tubuh dan tinggal menyisakan bagian ekstremitas EKSENTEMA SUBITUM Tampak ketika demam menghilang. ERUPSI AKIBAT OBAT Terdapat riwayat minum obat

Timbul di daerah dada dan menyebar ke muka dan ekstremitas.

Pembesaran kelenjar getah bening

Penatalaksanaan
Indikasi rawat => pemasukan oral kurang

Isolasi
Kebutuhan cairan
100kkal X 10 kg = 1000 kalori. Kebutuhan cairan= 1000 ml Perhitungan cairan melalui infus = (1000x20)/(24x60) = 13,8 tetes permenit

Ambroxol syr 3x1/2 cth


Dosis :1,2 - 1,6 mg /kg berat badan. Berat 10 kg = (1,2 1,6 )mg X 10 = 12 mg- 16 mg.

Pada pasien ini diberikan ambroxol 15 mg sesuai dengan dosis pemberian pada anak berat 10 kg.

Pct syr 3x100 mg


Dosis paracetamol 10-15 mg/kg bb BB =10 kg, Dosis 100- 150 mg.

Pada pasien ini diberikan dosis paracetamol 125 mg, dosis ini sesuai dengan kebutuhan anak BB 10 kg.

Inj Cefotaxim 3x250 mg IV


Pada pasien ini diberikan antibiotik Cefotaxim 3 x 250 mg.

Menurut kepustakaan pemberian antibiotik pada pasien campak tidak diperlukan, karena campak merupakan penyakit self limting.

Vitamin A
Pasien diberikan vitamin A 100.000 IU

Vitamin A berpengaruh terhadap pertumbuhan dan diferensiasi limfosit B.