Anda di halaman 1dari 1

Gempar Gumyadi 12010016 1.

KEADILAN Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adil berarti tidak berat sebelah, memperlakukan atau menimbang sesuatu dengan cara yang sama dan serupa serta tidak pincang atau berpihak kepada yang benar; berpegang kepada kebenaran. Jika makna keadilan tersebut dihubungkan dengan ilmu pengetahuan hukum. maka keadilan merupakan suatu sikap hukum yang mengatur hubungan manusia secara harmonis dalam masyarakat melalui peraturan-peraturan, baik yang tertulis (undang-undang) maupun kebiasaan-kebiasaan (hukum adat). 2. TUJUAN HUKUM SEBAGAI KEADILAN Plato (428-348 SM) pernah menyatakan, bahwa negara ideal apabila didasarkan atas keadilan, dan keadilan baginya adalah keseimbangan dan harmoni. Harmoni di sini artinya warga hidup sejalan dan serasi dengan tujuan negara (polis), di mana masing-masing warga negara menjalani hidup secara baik sesuai dengan kodrat dan posisi sosialnya masing-masing. Hukum tanpa keadilan akan terjadi kesewenang-wenangan. 3. TUJUAN HUKUM SEBAGAI MANFAAT Tujuan hukum semata-mata untuk memberikan kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat. Penanganannya didasarkan pada filsafat sosial, bahwa setiap warga masyarakat mencari kebahagiaan, dan hukum merupakan salah satu alatnya. 4. TUJUAN HUKUM SEBAGAI KEPASTIAN Kepastian hukum secara normatif adalah ketika suatu peraturan dibuat dan diundangkan secara pasti karena mengatur secara jelas dan logis. Jelas dalam artian tidak menimbulkan keragu-raguan (multitafsir) dan logis dalam artian ia menjadi suatu sistem norma dengan norma lain sehingga tidak berbenturan atau menimbulkan konflik norma. Kepastian hukum merupakan keadaan dimana perilaku manusia, baik individu, kelompok, maupun organisasi, terikat dan berada dalam koridor yang sudah digariskan oleh aturan hukum. Kepastian hukum adalah kepastian aturan hukum, bukan kepastian tindakan terhadap atau tindakan yang sesuai dengan aturan hukum. Karena frasa kepastian hukum tidak mampu menggambarkan kepastian perilaku terhadap hukum secara benar-benar.