Anda di halaman 1dari 15

2.1.

TCP/IP Standard TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983. Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP. Di dalam standar TCP/IP ada beberapa protokol untuk menangani komunikasi data yaitu : TCP (Transmission Control Protocol) komunikasi antara aplikasi UDP (User Datagram Protocol) komunikasi sederhana antara aplikasi IP (Internet Protocol) komunikasi antar komputer ICMP (Internet Control Message Protocol) untuk kesalahan dan statistik DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) untuk pengalamatan dinamis Arsitektur TCP/IP Adapun rincian fungsi masing masing layer arsitektur TCP/IP adalah sebagai berikut : 1. Physical Layer, merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini

dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan. 2. Network Access Layer, mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link Layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan layanan untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Fungsi dalam layer ini adalah mengubah IP datagram ke frame yang ditransmisikan oleh network, dan memetakan IP Address ke physical address yang digunakan dalam jaringan. IP Address ini harus diubah ke alamat apapun yang diperlukan untuk physical layer untuk mentransmisikan datagram. 3. Internet Layer, mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah: Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address (IP Address). Karena pengalamatan pada jaringan TCP/IP berada pada level ini, maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan. Routing, yakni menentukan kemana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang di kirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan. 4. Transport Layer, 2 protokol utama pada layer ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). TCP menyediakan layanan pengiriman data handal dengan end-to-end deteksi
2

dan koreksi kesalahan. UDP menyediakan layanan pengiriman datagram tanpa koneksi (connectionless) dan low-overhead. Kedua protokol ini mengirmkan data diantara Application Layer dan Internet Layer. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain: Flow Control, pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data. Error Detection, pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digun akan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berarti. 5. Application Layer, merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Beberapa diantaranya adalah : SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) untuk pengiriman e-mail FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group TELNET (Network Terminal Protocol) yang menyediakan remote login dalam jaringan DNS (Domain Name Service) untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu RIP (Routing Information Protocol), protokol routing OSPF (Open Shortest Path First), protokol routing NFS (Network File System) untuk sharing file terhadap berbagai host dalam jaringan TCP/IP memiliki beberapa kelebihan atau keunggulan. Adapun keunggulan dari TCP/IP yaitu :
3

Bersifat terbuka (open protocol standards), dapat digunakan dan dikembangkan secara gratis/bebas tanpa harus tergantung pada perangkat keras komputer atau sistem operasi tertentu. Oleh karena itu banyak yang men-support protocol ini. TCP/IP sangat cocok untuk menghubungkan perangkat keras dan perangkat lunak (sistem operasi) yang berbeda walaupun tanpa melalui jaringan internet. Tidak tergantung dari perangkat keras jaringan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai model teknologi jaringan. TCP/IP dapat berjalan pada kartu jaringan ethernet, token ring, dial-ul line, jarigan FDDI, dan media komunikasi data lainnya. Mempunyai metode pengalamatan yang memungkinkan semua perangkat TCP/IP memiliki alamat yang unik dalam keseluruhan jaringan, walaupun jaringannya besar seperti jaringan internet. Protocol tingkat tinggi yang distandarisasi dan konsisten, sehingga mampu melayani pengguna secara luas. Layanan TCP/IP Berikut ini merupakan layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP yaitu : Pengiriman berkas (File Transfer), File Transfer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name) dan password, meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous), alias tidak berpassword. Remote Login, Network Terminal Protocol (TELNET) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan login ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut. Computer Mail, digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. Network File System (NFS), pelayanan akses berkas berkas yang dapat diakses dari jarak jauh yang memungkinkan client client untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah olah berkas tersebut disimpan secara lokal. Remote Execusion, memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program tertentu di dalam komputer yang berbeda.
4

Name Server, yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada Internet. 2.3. TCP Protocol Transmission Control Protocol (TCP) adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network. TCP merupakan suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). Karakteristik TCP Protocol Adapun karakteristik dari TCP antara lain yaitu : 1. Berorientasi sambungan (connection-oriented), sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination). 2. Full Duplex, untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk. Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang mendukung fullduplex, maka data pun dapat secara simultan diterima dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP sequence number) dari data yang ditransmisikan dan sebuah acknowledgment dari data yang masuk. 3. Dapat diandalkan (reliable), data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen segmen duplikat akan diabaikan dan segmen segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen segmen TCP. Untuk menjamin integritas setiap segmen TCP, TCP mengimplementasikan penghitungan TCP checksum. 4. Byte stream, TCP melihat data yang dikirimkan dan diterima melalui dua jalur masuk dan jalur keluar TCP sebagai sebuah byte stream yang berdekatan (kontigu). Nomor urut TCP dan nomor acknowlegment dalam

setiap header TCP didefinisikan juga dalam bentuk byte. Meski demikian, TCP tidak mengetahui batasan pesan pesan di dalam byte stream TCP tersebut. Untuk melakukannya, hal ini diserahkan kepada protokol lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model), yang harus menerjemahkan byte stream TCP ke dalam "bahasa" yang ia pahami. 5. Memiliki layanan flow control, untuk mencegah data terlalu banyak dikirimkan pada satu waktu, yang akhirnya membuat "macet" jaringan internetwork IP, TCP mengimplementasikan layanan flow control yang dimiliki oleh pihak pengirim yang secara terus menerus memantau dan membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu. Untuk mencegah pihak penerima untuk memperoleh data yang tidak dapat disangganya (buffer), TCP juga mengimplementasikan flow control dalam pihak penerima, yang mengindikasikan jumlah buffer yang masih tersedia dalam pihak penerima. 6. Melakukan segmentasi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi 7. Mengirimkan paket secara "one-to-one": hal ini karena memang TCP harus membuat sebuah sirkuit logis antara dua buah protokol lapisan aplikasi agar saling dapat berkomunikasi. TCP tidak menyediakan layanan pengiriman data secara one-to-many. TCP umumnya digunakan ketika protokol Application Layer membutuhkan layanan transfer data yang bersifat handal, yang layanan tersebut tidak dimiliki oleh protokol lapisan aplikasi tersebut. Contoh dari protokol yang menggunakan TCP adalah HTTP dan FTP. Fungsi TCP Protocol Berikut ini adalah fungsi umum dari TCP Protocol yaitu : 1. TCP bertugas memecah pesan pesan menjadi beberapa segment, menyatukan kembali (reassemble) pada stasiun tujuan, mengirimkan kembali apapun yang tidak diterima, dan menyatukan kembali pesan pesan tersebut dari beberapa segment. 2. TCP menyediakan sirkuit virtual antara aplikasi aplikasi end-user. 2.4. UDP Protocol User Datagram Protocol (UDP) yaitu suatu protokol yang berada pada lapisan transpor TCP/IP yang bekerja pada lapisan antar host yang berguna untuk membuat komunikasi yang bersifat connectionless. Hal ini berarti suatu paket yang dikirim melalui jaringan dan mencapai komputer

lain tanpa membuat suatu koneksi. Sehingga dalam perjalanan ke tujuan paket dapat hilang karena tidak ada koneksi langsung antara kedua host, jadi UDP sifatnya unreliable. Karakteristik UDP UDP memiliki karakteristik sebagai berikut yaitu : 1. Connectionless (tanpa koneksi), pesan pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi. 2. Unreliable (tidak andal), Pesan pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan. 3. UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification. 4. UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP. UDP tidak menyediakan layanan layanan antar-host sebagai berikut antara lain : 1. UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP. 2. UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja

terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar. 3. UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP. Penggunaan UDP UDP sering digunakan dalam beberapa tugas berikut yaitu : 1. Protokol yang "ringan" (lightweight), untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi Domain Name System. 2. Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan keandalan, jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File Sytem (NFS). 3. Protokol yang tidak membutuhkan keandalan. Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP). 4. Transmisi broadcast, karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamat multicast atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service. 2.5. IP Address IP Address (Internet Protocol Address) merupakan deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Protokol yang menjadi standar dan dipakai hampir oleh seluruh komunitas Internet adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet

Protocol). Agar komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lainnya, maka menurut aturan TCP/IP, komputer tersebut harus memiliki suatu address yang unik. Alamat tersebut dinamakan IP address. IP Address memiliki format sbb: aaa.bbb.ccc.ddd. Contohnya: 167.205.19.33. Fungsi IP Address IP Address memiliki dua fungsi sebagai berikut yaitu : 1. Sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan. Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. dalam jaringan komputer berlaku hal yang sama. 2. Sebagai alamat lokasi jaringan. Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju. IP address menggunakan bilangan 32 bit. Sistem ini dikenal dengan nama Internet Protocol version 4 atau IPv4. Saat ini IPv4 masih digunakan meskipun sudah ada IPv6 yang diperkenalkan pada tahun 1995. Hal ini dikarenakan tingginya pertumbuhan jumlah komputer yang terkoneksi ke internet. Maka dibutuhkan alamat yang lebih banyak yang mampu mengidentifikasi banyak anggota jaringan. Format IP Address Sebenarnya pengalamatan IP Address menggunakan bilangan biner. Namun agar lebih mudah ditulis dan dibaca oleh manusia, maka IP Address ditulis dengan bilangan desimal yang masing masing dipisahkan oleh titik. Format penulisan ini disebut sebagai dotted-decimal notation. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet atau delapan bit alamat IP. Sebagai contoh adalah sebagai berikut 192.168.1.1, jika dikonversi menjadi bilangan biner akan menjadi 11000000.10101000.1.1 2.6. IP Classes IP Address versi 4 terdiri atas 4 oktet, nilai 1 oktet adalah 255. Karena ada 4 oktet maka jumlah IP Address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255. IP Address sebanyak ini harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP Address harus dikelompokan dalam kelas kelas. Dasar

pertimbangan Pembagian IP Address ke dalam kelas kelas adalah untuk mempermudah penditribusian pendaftaran IP Address kepengguna jaringan komputer internet. IP Address ini dibagi dalam 5 kelas yaitu kelas A, kelas B Kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan dari masing masing kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jaringan ini memiliki anggota yang besar. Kelas B dipakai untuk jaringan sedang dan besar kelas ini mempunyai banyak jaringan dan juga memiliki anggota yang besar hingga ribuan. Kelas C dipakai oleh banyak jaringan namun, anggota masing masing jaringan sedikit. Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam pengenggunaan normal, kelas D dipergunakan dalam jaringan multicasting dan kelas E untuk keperluan Eksperimental. Pembagian kelas kelas IP Address didasarkan dua hal network ID dan host ID dari suatu IP Address. Setiap IP Address merupakan pasangan sebuah network ID dan sebuah host ID. Network ID ialah bagian IP Address yang digunakan untuk menujukan tempat komputer ini berada, sedangkan host ID ialah bagian dari IP Address yang digunakan untuk menunjukan workstation, server, router dan semua TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut dalam jaringan host ID harus unik. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. 1. Kelas A Karakteristik Kelas A yaitu : a. Format : 0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhh b. Bit pertama : 0 c. Panjang NetID : 8 bit d. Panjang HostID : 24 bit e. Byte pertama : 0 127 f. Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan) g. Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx h. Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A IP Address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Bit pertama dari kelas A selalu diset 0 sehingga byte terdepan kelas A selalu bernilai antara 0 dan 127. IP Address kelas A,
10

network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID 24 bit berikutnya. Dengan demikian pembacaan IP Address kelas A: misalnya 012.26.2.6 ialah : Network ID: 012 Host ID: 26.2.6 Dengan panjang host ID yang 24 bit, maka network ini dapat menampung sekitar 16 juta host setiap jaringan. 2. Kelas B Karakteristik Kelas B yaitu : a. Format : 10nnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh b. Dua bit pertama : 10 c. Panjang NetID : 16 bit d. Panjang HostID : 16 bit e. Byte pertama : 128 191 f. Jumlah : 16.384 kelas B g. Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx h. Jumlah IP : 65.532 IP Address pada tiap kelas B IP Address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Dua bit pertama dari IP addres kelas B selalu diset 10 sehingga byte terdepan dari IP Address ini selalu bernialai diantara 128 hingga 191. Pada IP Address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama sedangkan 16 bit berikutnya ialah host ID. Dengan demikian pembacaan IP addres kelas B misalkan: 128.29 121.1 ialah: Network ID: 128.29 Host ID: 121.1 Dengan panjang host ID yang 16 bit, IP Address Kelas B ini menjangkau sampai 16.320 jaringan dengan masing masing 65024 hosts. 3. Kelas C Karakteristik Kelas C yaitu : a. Format : 110nnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh b. c. d. e. f. g. Tiga bit pertama : 110 Panjang NetID : 24 bit Panjang HostID : 8 bit Byte pertama : 192 223 Jumlah : 2.097.152 kelas C Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
11

h. Jumlah IP : 65.532 IP Address pada tiap kelas C IP Address kelas C awalnya digunkan untuk jaringan berskala kecil mislanya LAN. Terdiri atas network 192.0.0.0 sampai 223.255.255.0. Network ID ada pada tiga bit yang pertama selalu berisi 111. Bersama 21 bit berikutnya membentuk network ID 24 bit. Host ID ialah 8 bit terakhir. Kelas ini menjangkau hingga hampir 2 juta jaringan dengan masing masing 254 host. 4. Kelas D Karakteristik Kelas D yaitu : a. Format:1110mmmmm mmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmm b. 4 Bit pertama : 1110 c. Bit multicasting : 28 bit d. Byte inisial : 224 247 e. Diskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicasting RFC (1112) IP Address kelas D dipergunakan untuk IP Address multicasting. 4 bit pertama IP Addres kelas D diset 1110. Bit bit seterusnya diatur sesuai multicasting grup yang menggunakan IP Address ini. Dalam multicasting tidak dikenal host ID dan network ID. 5. Kelas E Karakteristik Kelas D yaitu : a. Format : 1111rrrrr rrrrrrrr rrrrrrrr rrrrrrr b. 4 Bit pertama : 1111 c. Bit cadangan : 28 bit d. Byte inisial : 248 255 e. Diskrips : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental IP Address kelas E tidak digunakan untuk keperluan umum. 4 bit pertama diset 1111.

12

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan dan penjelasan mengenai network standard dan internet protocol dalam tugas ini adalah sebagai berikut : Protocol merupakan suatu hal yang sangat penting pada suatu jaringan komputer, karena merupakan suatu standarisasi agar komputer komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut dapat saling berkomunilkasi. OSI model digunakan sebagai acuan atau suatu standar yang dibuat dengan tujuan agar komunikasi data dapat berjalan melalui langkah langkah yang jelas.

13

TCP/IP merupakan suatu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer. Walaupun TCP/IP memiliki lapisan yang lebih sedikit dibandingkan dengan OSI model, TCP/IP mampu mencakup semua fungsi yang ada pada OSI model. 3.2. Saran Kami menyarankan agar laporan ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya bagi mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer pada khususnya, dan bagi pembaca pada umumnya. Kami juga sangat mengharapkan adanya saran dan kritik dari semua pihak yang sudah barang tentu yang sifatnya membangun guna lebih menyempurnakan laporan ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://azuharu.net/jaringan/pengertian-dan-fungsi-open-systems-interconnectlayer-osi/ diakses pada tanggal 29 Maret 2013 pada pukul 21.59 WITA http://inarnonasrul.blogspot.com/2012/10/osi-layer.html diakses pada tanggal 29 Maret 2013 pada pukul 22.02 WITA http://pantun02.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-cara-kerja-osi-layer-7.html diakses pada tanggal 29 Maret 2013 pada pukul 22.10 WITA http://siskalidiana713.blogspot.com/2011/03/menurut-pendapat-saya-isoadalah.html diakses pada tangal 29 Maret 2013 pada pukul 22.30 WITA http://id.wikipedia.org/wiki/Internet_protocol_suite diakses pada tanggal 30 Maret 2013 pada pukul 13.35 WITA

14

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27106/4/Chapter%20II.pdf diakses pada tanggal 30 Maret 2013 pada pukul 13.45 WITA http://fajarnoverdi.blogspot.com/2011/10/pengertian-protokol-tcpip-danjenis.html diakses pada tanggal 30 Maret 2013 pada pukul 14.00 WITA
http://linkblog-ku.blogspot.com/2012/07/sedikit-penjelasan-dan-sejarah-tcpip.html

diakses pada tanggal 30 Maret 2013 pada pukul 14.45 WITA http://mdr-share.blogspot.com/2012/04/arsitektur-dan-protokol-jaringantcpip.html diakses pada tanggal 30 Maret 2013 pada pukul 15.01 WITA http://irpantips4u.blogspot.com/2012/11/tcp-dan-udp-penjelasan-danperbedaannya.html diakses pada tanggal 30 Maret 2013 pada pukul 23.41 WITA http://www.slideshare.net/materikuliah/transport-layer-protocol-udp-dan-protocoltcp?from=embed diakses pada tanggal 31 Maret 2013 pada pukul 00.01 WITA http://joey-amel.blogspot.com/2011/03/udp-user-datagram-protocol.html diakses pada tanggal 31 Maret 2013 pada pukul 00.38 WITA http://linkblog-ku.blogspot.com/2012/05/penjelasan-dan-pengenalan-ipaddress.html diakses pada tanggal 31 Maret 2013 pada pukul 11.03 WITA http://zonapanda.blogspot.com/2013/03/memahami-pengertian-ip-addresspada.html diakses pada tanggal 31 Maret 2013 pada pukul 11.17 WITA

15