Anda di halaman 1dari 5

TUGAS KUALITAS TANAH

Disusun untuk melengkapi tugas Kualitas Tanah

Disusun Oleh :

Christyando R.S

150510100129

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2013

1. Apa yang dimaksud dengan kualitas tanah dan mengapa dalam penilaian kualitas tanah menggunakan indikator biologis? Kualitas tanah (soil quality) didefinisikan sebagai kapasitas tanah untuk berfungsi dalam suatu ekosistem dalam hubungannya dengan daya dukungnya terhadap tanaman dan hewan, pencegahan erosi dan pengurangan terjadinya pengaruh negatif terhadap sumberdaya air dan udara (Karlen et al., 1997). Kualitas tanah adalah kapasitas tanah untuk dapat berfungsi dalam batasbatas ekosistem alami atau terkelola, mempertahankan produktivitas tanaman dan binatang, memelihara atau meningkatkan kualitas air dan udara dan mendukung kesehatan manusia dan lingkungan (SSSA dalam Hanudin, 2010). Alasan mengapa penilaian kualitas tanah menggunakan indikator biologis adalah : 1) Fauna tanah baik mikro maupun makro merupakan 10 % dari biomassa yang terdapat di dalam tanah dan bertanggung jawab atas 30 % daur unsur hara yang sangat mempengaruhi kesehatan tanah/kualitas tanah, selain itu fauna tanah juga berpengaruh terhadap daur energi dan berkaitan dengan jaringan makanan tanah. 2) Indikator biologis lebih cepat terindentifikasi dan merupakan indikator yang paling sensitif. 2. Sebutkan dan jelaskan persyaratan paramater agar dapat digunakan sebagai indikator biologis? Berkorelasi baik dengan proses ekosistem Mengintegrasikan sifat-sifat dan proses biologi tanah dan berupa input dasar untuk memperkirakan sifat atau fungsi tanah yang sulit diukur Relatif mudah dilakukan pengukurannya di lapangan

Sensitif terhadap variasi pengelolaan dan iklim Sedapat mungkin merupakan komponen basis tanah

3. Dalam penilaian kualitas tanah dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif? Jelaskan dengan singkat tentang hal tersebut? Dan sebutkan contoh atau parameter biologis yang termasuk sebagai indikator kualitatif dan sebagai indikator kuantitatif? Kualitatif : metode yang dilakukan secara sederhana, tanpa alat ukur, lebih murah dan mudah dilakukan, namun tidak akurat. Kuanttatif : Pengukuran setiap indikator dilakukan dengan alat ukur, dan standar nilai yang tepat, sifatnya objektif, lebih mahal namun akurat. Penilaian kualitas tanah secara kualitatif contohnya dapat dilakukan dengan melihat kemampuan cacing dalam menggembur tanah, sedangkan untuk penilaian kualitas tanah secara kuantitatif adalah dengan melakukan pengukuran seperti uji kemampuan bakteri pemfiksasi N dalam memfiksasi Nitrogen di dalam tanah maupun di udara, selain itu dapat dilakukan pengujian secara kimia melalui uji laboraturium mengenai tingkat ketersediaan unsur hara dalam tanah.

4. Jelaskan mengapa sifat biologis digunakan sebagai indikator dalam penilaian kualitas tanah? Indikator biologi digunakan sebagai indikator dalam penilaian kualitas tanah dikarenakan indikator biologi merupakan indikator yang paling sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada suatu ekosistem tanah, selain itu kehidupan biologi dalam tanah merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap daur siklus energi, siklus unsur hara, dan rantai makanan di dalam tanah yang akan mempengaruhi kualitas tanah. Sifat biologi yang dapat digunakan diantaranya adalah

Kandungan bahan organik tanah :

berhubungan dengan karakter tanah

yaitu stabilitas struktur, daya pengikatan unsur hara, kemampuan mengikat air, buffer, pH tanah, erosi tanah, dan mikroorganisme tanah Microbial biomass C dan N, respirasi tanah : berhubungan dengan karakter tanah yaitu tingkat dekomposisi bahan organik tanah, produktivitas tanah, dan potensial katalitik mikroba.

5. Sebutkan dan jelaskan kelompok organisme (functional group) dan jenis organisme yang dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian kualitas tanah? Mikroflora tanah (bakteri, jamur dan fungi) merupakan indikator kesehatan dan kualitas tanah. Di dalam ekosistem tanah terdapat jutaan spesies mikroorganisme yang saling berinteraksi membentuk suatu rantai makanan. Diperkirakan seperempat dari total biomassa pada bumi merupakan mikroorganisme. Sebagaimana dikemukakan di atas, mikroba tersebut berperan dalam dekomposisi/transformasi bahan organik. Dekomposisi senyawa karbon (selulosa, hemiselulosa, polisakarida, hidrokarbon dan lignin) menyediakan energi bagi mikroba heterotrof yang berperan penting dalam transformasi unsur hara, antara lain : penambat N nonsimbiotik, dekomposisi protein dan asam amino, mineralisasi dan imobilisasi N dan transformasi mineral (P, S, Fe, K, Ca, Mg, Mn, Al, As, Zn Se dan berbagai logam berat). Organisme (functional group) yang dapat digunakan sebagai organisme penentu dalam evaluasi kualitas tanah diantaranya : 1) Mikroflora a. Bakteri (eubakteri dan arcahebakteri) b. Fungi dan algae 2) Meso fauna 3) Makrofauna 4) Patogen Akar

6. Jelaskan dengan singkat tahapan atau langkah-langkah evaluasi kualitas tanah? A. Manajemen tujuan B. Menentukan indikator C. Melakukan analisis D. Melakukan skoring E. Membuat Soil Quality Index