Anda di halaman 1dari 2

Air Liur, Penjaga Kesehatan Mulut Publikasi: 22/03/2005 08:22 WIB

eramuslim - Air liur yang menetes bukan hanya pertanda seseorang sedang tergoda oleh sesuatu jenis makan, tapi tetesan itu, ternyata mempunyai makna untuk mengetahui sehat tidaknya mulut seseorang. Suatu tes baru yang menggunakan air liur, ditemukan oleh kedokteran gigi University of Southern California (USC), mampu memprediksi anak mana yang paling berisiko untuk mengalami gigi berlubang dan gigi mana saja yang paling rentan untuk menjadi berlubang. Tes yang disebut dengan The Caries Assessment and Risk Evaluation (CARE), yang dilakukan pada anak-anak, mampu untuk mengetahui berapa jumlah gigi berlubang yang akan mereka punyai saat mereka telah menginjak usia 30 tahun. Masalah gigi berlubang ini dimulai saat makanan yang mengandung zat pati atau gula tersisa pada gigi. Kuman yang ada dalam mulut akan menyebabkan makanan itu menjadi bersifat asam, yang akhirnya menyebabkan kerusakan pada email gigi. Kerusakan pada gigi akan menyebabkan gigi berlubang. Tes CARE ini menggunakan air liur untuk melihat adanya kompleks gula yang ada pada gigi. Walaupun tidak semua kompleks gula buruk, tapi beberapa diantaranya membuat kuman menempel pada gigi dan menyebabkan kerusakan gigi. Tes CARE ini dibagi dalam 4 tingkat kerusakan untuk memprediksi gigi berlubang di kemudian hari. Tes ini telah dilakukan pada 29 anak yang berusia 7-10 tahun dan hasilnya telah dipresentasikan dalam pertemuan the American Association for the Advancement of Science. Saat ini peneliti sedang melakukan tes pada air liur bayi, sebelum tumbuh gigi pertama. Penelitian jangka panjang juga sedang dilakukan untk mengetahui tingkat akurasi dari tes ini. Bila hasilnya baik, maka akan sangat membantu anak yang berisiko tinggi gigi berlubang untuk melakukan pencegahan sehingga saat dewasa nanti dapat terhindar dari masalah kerusakan gigi. Kendati jumlah air liur atau saliva anak-anak dan orang dewasa sama jumlahnya, kurangnya produksi air liur akan menimbulkan efek kering dan perasaan tidak nyaman. Mulut kering, selain bisa disebabkan oleh sindroma sjorgen, lupus, diabetes dan penyakit auotimun lainnya. Juga, bisa disebabkan oleh 400 macam obatobatan tertentu, antara lain obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan depresi. Obat lainnya adalah antithistamin, yang biasa digunakan untuk meredakan asma dan alergi. Bila dua jenis obat tersebut digunakan secara bersamaan, kemungkinan untuk timbulnya mulut kering menjadi berlipat ganda. Mulut kering juga bisa

disebabkan oleh terapi kanker yang menggunakan kemoterapi atau terapi radiasi yang dilakukan di daerah di sekitar kepala atau leher. Menurut Richard H. Price D.M.D, seorang penasehat konsumen dari American Dental Association, mengatkan bahwa air liur merupakan benteng pertahanan terbaik untuk melawan atau mencegah gangguan kesehatan gusi dan kerusakan gigi dibanding diet dan menyikat gigi. Air liur dapat menurunkan jumlah bakteri yang ada di dalam mulut dan dapat menambah mineral-mineral yang dapat membantu gigi. "Semua nutrien yang dibutuhkan lapisan enamel gigi agar tetap sehat seperti kalsium, fosfor, flouride dapat diperoleh dari air liur," ungkap Athena S. Papas D.M.D, Phd, profesor ahli gigi dari Turfts University yang mempelajari kekeringan mulut pada 1000 orang. Tidak heran, bila setiap kali mengkomsumsi makanan yang mengandung gula, bakteri di dalam mulut akan memproduksi asam, sehingga gigi bisa kehilangan kalsium dan fosfor. Sedangkan air liur mengandung kalsium dan fosfor di dalamnya. Jadi, bisa memperbaiki kondisi tersebut. (to/ht)