Anda di halaman 1dari 7

Lingkungan

Pembangkit Listrik Hijau

Rangkuman : Listrik sudah menjadi kebutuhan primer untuk kita, umat manusia. Hampir semua aktifitas yang dilakukan oleh manusia, bergantung pada listrik. Namun bila kita mengkaji mengenai sumber energi yang digunakan oleh Indonesia untuk menghasilkan energi listrik, kita akan menemukan bahwa energi yang kita gunakan menghasilkan efek cemaran yang cukup berbahaya bila terus digunakan. Sementara Indonesia kaya akan sumber energi listrik yang ramah lingkungan.

Apa yang membuat lampu dirumah kita menyala?, yap, listrik. Kalo dilihat, sepertinya sekarang listrik sudah menjadi kebutuhan primer untuk kita, umat manusia. Hampir semua aktifitas yang dilakukan oleh manusia, bergantung pada listrik. Bahkan pertumbuhan kebutuhan listrik di Indonesia mencapai 10,1 persen setiap tahun1 dan itu yang terbesar di dunia. Tetapi dari mana kita mendapat listrik?, yap, betul lagi, PLN. Sebetulnya kita mendapat listrik bukan dari PLN sih, dari pembangkit listrik tepatnya. PLN hanya menyalurkan aliran listrik agar sampai ke rumah kita. We have to thank for it. Beberapa hal tersebut mungkin sudah banyak diketahui oleh masyarakat pada umunya, tetapi apakah mereka tahu dari pembangkit jenis apa PLN mendapat pasokan listrik?, mungkin kebanyakan orang akan malas menjawab dan terkesan acuh, karena yang terpenting bagi mereka adalah dapat menikmatinya. Mungkin hanya segelintir orang yang berpikir pusing mengenai pembangkit listrik yang harusnya sudah digunakan namun belum digunakan, yang harusnya sudah dikurangi (penggunaanya) namun masih tetap dipakai. Sebelum saya membahas lebih jauh, mari kita kenalan dulu dengan macam-macam pembangkit listrik yang digunakan di Indonesia. 1. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Yang pertama kita bahas adalah PLTA. Mungkin sudah banyak orang yang common dengan PLTA. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) adalah pembangkit yang mengandalkan Energi Potensial dan Kinetik dari aliran air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa disebut dengan Hydroelectric. 2. PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) PLTU adalah pembangkit listrik yang menggunakan uap sebagai sumber penggerak generator listrik, namun untuk menghasilkan uap, dibutuhkan sebuah boiler2. Boiler yang digunakan di Indonesia menggunakan beberapa macam bahan bakar terutama adalah batu bara dan minyak bakar. 3. PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) menggunakan gas alam untuk menggerakan turbin gas yang dikopel langsung dengan generator, sehingga generator tersebut dapat menghasilkan energi listrik. Prinsip kerja ini sama dengan prinsip kerja PLTU. Yang membedakan adalah
1 2

Data dari Ir Nasri Sabayang, Direktur Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan Mesin Pemanas/Pendidih

pada PLTU, dibutuhkan boiler untuk mendidihkan air. Sedangkan pada PLTG tidak memerlukan boiler. 4. PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) Pada dasarnya, sistem PLTGU ini merupakan penggabungan antara PLTG dan PLTU. PLTU memanfaatkan energi panas dan uap dari gas buang hasil pembakaran di PLTG untuk memanaskan air sehingga menjadi uap jenuh kering. Uap jenuh kering inilah yang akan digunakan untuk menggerakkan turbin dan kemudian generator yang akan mengubahnya menjadi energi listrik. 5. PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) atau Geothermal Power Plant merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan panas yang dihasilkan perut bumi untuk menghasilkan tenaga listrik. Tidak semua negara bisa membangun PLTPB ini, karena PLTPB membutuhkan daerah sumber panas yang cukup, sementara sumber panas hanya dapat diperoleh di tempat ditemukannya aktifitas vulkanik. 6. PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga diesel sebagai penggerak utama (prime mover) generator listrik. Sedangkan bahan bakar untuk diesel sendiri ada beberapa macam, diantaranya yang sering digunakan adalah solar.

Dari beberapa jenis pembangkit yang dipakai di Indonesia, menurut saya, harusnya sudah ada beberapa jenis yang dikurangi eksplorasi serta eksploitasinya. Bukan karena ketidak-efisienannya, namun karena Environtmental Effect yang disebabkannya. Misalnya PLTU yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama pada boiler. Penggunaan batubara seharusnya mulai dikurangi di Indonesia. Selain karena tergolong unrenewable energy, hasil sisa pembakaran dari batubara juga dapat menjadi polutan yang cukup berbahaya. Bayangkan apabila Indonesia tetap menggunakan batubara untuk beberapa puluh tahun mendatang, selain kehabisan stok batubara, berapa banyak cemaran udara yang harus dibersihkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dihasilkan fakta yang tak banyak diketahui orang. PLTU Batubara dengan kapasitas 1.000 MW ternyata menimbulkan radiasi

ke lingkungan 100 kali lebih besar dibanding energi lainnya3. Bahaya lainnya adalah air buangan limbah cucian batu bara yang ditampung dalam bak penampung sangat berbahaya karena mengandung logam- logam beracun yang jauh lebih berbahaya dibanding proses pemurnian pertambangan emas yang menggunakan sianida (CN). Unsur beracun menyebabkan penyakit kulit, gangguan pencernaan, paru- paru dan penyakit kanker otak. Air sungai tempat buangan limbah apabila digunakan masyarakat secara terus menerus, gejala penyakit itu biasa akan tampak setelah bahan beracun terakumulasi dalam tubuh manusia. Masyarakat pada umumnya hanya mengetahui bahwa pemakaian batubara sebagai bahan bakar dapat menimbulkan polutan yang mencemari udara berupa CO (karbon monoksida), NOx (oksida-oksida nitrogen), SOx (oksida-oksida belerang), HC (senyawa-senyawa karbon), fly ash (partikel debu). dan juga partikel-partikel yang terhambur ke udara sebagai bahan pencemar udara. Partikel-partikel tersebut antara lain adalah: Karbon dalam bentuk abu atau fly ash (C), Debu-debu silika (SiO2 ), Debu-debu alumia (Al2O3 ) dan Oksida-oksida besi (Fe2O3 atau Fe3O4) Partikel-partikel tersebut dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan, selain timbulnya hujan asam yang dapat merusak hutan dan lahan pertanian maupun efek rumah kaca yang dapat menyebabkan kenaikan suhu di permukaan bumi dengan segala efek sampingannya yang disebabkan oleh gas-gas hasil pembakaran batubara. Selain PLTU, PLTD juga cukup mencemari lingkungan sekitarnya. Seperti yang kita tahu, bahwa pembakaran tidak sempurna menggunakan bahan bakar fosil akan menimbulkan efek cemaran yang cukup sulit untuk diatasi. Polutan yang dihasilkan pada pembakaran fosil merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam, pemanasan global dan perubahan Iklim. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2012 menyatakan bahwa ada sekitar 3,5 juta kematian per tahun akibat polusi udara dalam ruangan dan 3,3 juta dari polusi udara luar. Sementara di Indonesia pada 2012 sempat disebut menjadi negara ketiga di dunia dengan polusi tertinggi. Dan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan tertinggi setelah Beijing, New Delhi, dan Mexico City. Untuk pembangkit yang ramah lingkungan, penggunaannya masih massive di Indonesia. Walaupun sudah digunakan, namun jumlahnya masih sangat kecil, yaitu 1:7 dari seluruh pembangkit yang ada di Indonesia4. Pembangkit yang ramah lingkungan antara lain ialah PLTA, PLTPB, PLTU. Sedangkan pembangkit listrik yang menggunakan energi terbaru
3 4

Data dari UNITOMO Data dari BPS

dan terbarukan macam surya, angin, dan ombak masih belum dikembangkan oleh instansi penyedia listrik nasional. Energi-energi tersebut malah dikembangkan oleh pribadi maupun instansi tertentu untuk memenuhi kebutuhan energi listriknya. Padahal apabila kita menggunakan beberapa jenis sumber energi yang ramah lingkungan serta terbaru dan terbarukaan (air, panas bumi, surya, angin, dan ombak), akan banyak manfaat yang kita dapat, bahkan manfaat tersebut bersifat continue/sustainable. Berikut ini beberapa manfaat penggunaan jenis sumber energi yang ramah lingkungan serta terbaru dan terbarukaan (air, panas bumi, surya, angin, dan ombak), antara lain 1. Minim polusi atau bahkan tanpa polusi. 2. Jumlahnya yang bisa terus berkembang (sumber energi tidak akan habis) dan bisa terus diperbaharui. 3. Biaya yang relatif murah karena bahan bakar gratis. 4. Memberikan lahan terbuka hijau. 5. Tanpa suara yang mengganggu. 6. Dapat dipakai dimana saja, terutama daerah yang belum terjangkau PLN. 7. Minim biaya perawatan. 8. Serta ketersediannya yang melimpah di Indonesia Air : Indonesia memiliki banyak sungai dengan debit yang cukup besar dan stabil. Surya : Indonesia terletak sepanjang Khatulistiwa, sehingga mendapat panas lebih lama dengan intensitas yang lebih besar. Geothermal : Indonesia memiliki banyak sumber panas dari pegunungan karena diapit oleh tiga lempeng bumi yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan lempeng Pasifik. Ombak : Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ratusan pantai yang terbentang dan memiliki intensitas ombak yang cukup besar.

Tidak ada masalah dengan sumber daya manusia, karena Indonesia memiliki lulusan engineer yang boleh dikatakan mumpuni untuk membangun sendiri teknologi untuk memenuhi kebutuhan energinya. Kita hanya membutuhkan kesempatan dari birokrasi kepemerintahan untuk mengatur kebijakan energi agar lebih fleksibel dan mudah untuk dikembangkan. Semoga makin cepat perkembangan penggunaan energi ramah lingkungan,

makin cepat daerah yang belum teraliri listrik dapat merasakan silaunya lampu 5Watt dan terwujudnya Indonesia yang mandiri dalam energinya.

Daftar Pustaka Daryanto.2011.Teknik Konvensi Energi.Bandung : Satu Nusa. Anonim. 2013. Pembangkit Listrik. Wikipedia. Diakses dari

http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik pada tanggal 11 Agustus 2013. Yono, supri. 2013. Pembangkit Listrik di Indonesia. Daftar-daftar. Diakses

darihttp://informasi-daftar.blogspot.com/2013/04/pembangkit-listrik-di-indonesia.html pada tanggal 11 Agustus 2013.

Biodata Judul Naskah NAMA PENULIS Tempat & Tanggal Lahir Nama Perguruan Tinggi Nama Fakultas, Jurusan Domisili (Alamat) : Pembangkit Listrik Hijau : Safrial Dwiky Darmawan : Tegal, 2 Maret 1994 : Universitas Indonesia : Teknik, Teknik Mesin : Jl. PonPes Miftakhul Mubtadiin RT 05/ RW 08 No.38, Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Alamat Email Telepon Ponsel : safrialdwiky@gmail.com : -

: 08976539585