Anda di halaman 1dari 2

CONTOH SURAT2 HELENISTIK

1. Surat Keluarga: Surat dari anak kepada ibunya, berasal dari abad ke-2 M (P. Mich. 490) Apollinarius kepada ibunya, Taesion, salam hangat. Sebelum menulis lebih lanjut, aku harap semoga Ibu sehat, dan atas nama Ibu aku menaikkan sembahku kepada semua dewa. Ketika aku menjumpai seorang dari Kirene yang akan pergi ke sana, kupikir perlu kukabarkan kepadamu tentang keadaanku; harap Ibu juga memberi kabar kepadaku tentang keadaan Ibu dan saudara2ku. Sekarang aku menulis dari Portus, karena aku belum pergi ke Roma dan mendapat penempatan. Kalau aku sudah ditempatkan dan tahu di mana, aku akan segera mengabari Ibu. Aku harap Ibu juga menulis kepadaku tentang keadaan Ibu dan saudara2ku. Kalau tidak ada orang yang akan datang kemari, tulislah kepada Socrates dan dia akan meneruskannya kepadaku. Banyak salam buat saudara2ku dari aku, Apollinarius dan anak2nya, dan Kalalas dan anak2nya, dan semua teman2 Ibu. Asklepiades mengirim salam. Aku berdoa agar Ibu sehat. Aku tiba di Portus pada Pachon 25. [Tambahan] Ketahuilah bahwa aku sudah ditempatkan di Misenus, karena aku baru tahu sesudahnya [yaitu, sesudah surat ditulis]. 2. Surat Permohonan: Jenis surat ini banyak dijumpai, seperti contoh berikut ini yang ditulis oleh seorang wanita kepada raja untuk memohon keadilan, dan berasal dari abad ke-2 sM (P. Enteux 32) Kepada Raja Ptolemy, salam dari Philista, putri Lysis, penduduk Trikomia. Aku mengalami perlakuan buruk dari Petechon. Karena ketika aku sedang mandi di pemandian desa Trikomia, pada Tybi 7 tahun 1, dan keluar dari kolam untuk menyabuni diriku, Petechon, yang bertugas di bagian wanita dan membawa masuk beberapa ember air panas, telah menyiram aku dengan air panas sehingga kulit perut dan paha kiriku sampai lutut mengelupas, yang menyebabkan nyawaku terancam. Ketika aku menemukan dia, kuserahkan dia ke bawah pengawasan Nechthosiris, kepala polisi desa, dengan disaksikan oleh Simon, pengawas lembaga pelayanan umum. Jika berkenan kepadamu, ya Raja, dengan segala kerendahan hati aku, sebagai pemohon yang mencari perlindunganmu, memohon agar janganlah aku, seorang wanita pekerja, diperlakukan sedemikian kejam di luar hukum, melainkan agar Raja memerintahkan pemimpin militer Diophanes untuk memberi instruksi kepada pengawas Simon dan polisi Nechthosiris agar membawa Petechon ke hadapannya, supaya Diophanes dapat mengusut peristiwa itu, dengan harapan bahwa dengan mencari perlindungan dari padamu, ya Raja, pelindung seluruh rakyat, aku dapat memperoleh keadilan. Salam. 3. Surat Perkenalan: Budaya patronage dan etika resiprokal (balas budi) membuat commendationes (surat2 rekomendasi) memegang peranan penting dalam masyarakat. Berikut ini contoh dari ca. 25 M (P. Oxy. 292): Theon kepada yang terhormat Tyrannos, salam hangat. Herakledies, yang membawa surat ini kepadamu, adalah adikku. Oleh karena itu, aku memohon kepadamu dengan segala kemampuanku agar engkau menganggapnya terekomendasi. Aku juga telah meminta saudaramu Hermias melalui surat untuk berbicara dengan engkau tentang dia. Aku sangat berterima kasih jika ia memperoleh perhatianmu. Terutama aku berdoa agar engkau sehat dan makmur. Salam.

4. Surat Bisnis: Perdagangan dan niaga yang berkembang pesat membuat surat-menyurat bisnis sangat populer. Contoh berikut ini berasal dari 54 M (P. Oxy. 264): Ammonius, putra Ammonius, kepada Tryphon, putra Dionysius: Salam. Aku menyatakan bahwa aku telah menjual kepadamu alat tenunku, yang berukuran tiga cubit penenun dikurangi dua telapak tangan, dan berisi dua rol penggulung benang serta dua kayu melintang, dan aku telah menerima pembayaran dari padamu melalui bank milik Sarapion, putra Lochus, yang letaknya dekat Serapeum di Oxyrhynchus, seharga yang disepakati antara kita, yaitu, dua puluh drachma perak uang logam Kerajaan dan Ptolemaik; dan bahwa aku menjamin penjualan ini dengan setiap jaminan, di bawah ancaman denda yang harus kubayar kepadamu seharga yang telah kuterima dari padamu ditambah setengahnya, dan penggantian biaya perbaikan bagian2 yang rusak. Tanda terima ini sah adanya. Tahun keempat belas dari Tiberius Claudius Caesar Augustus Germanicus Imperator, tanggal lima belas bulan Caesareus. [Tambahan] Aku, Ammonius, putra Ammonius, telah menjual alat tenun tersebut, dan telah menerima pembayaran dua puluh drachma perak dan akan menjamin penjualan tersebut. Aku, Heraclides, putra Dionysius, menuliskan untuk dia karena ia buta huruf. 5. Surat Resmi: Surat-menyurat antara raja dengan para pejabat pemerintah, perwira militer, atau duta besar sehubungan dengan tugas2 mereka. Selama periode Helenis, surat2 resmi ditulis oleh sekretaris kerajaan yang juga menyimpan salinan dari semua surat-menyurat itu. Umumnya surat-menyurat resmi berisi pengumunan dari raja atau jawaban atas pertanyaan atau permohonan yang diajukan kepada raja. Salam penutup akan ditulis sendiri oleh raja. Seringkali surat resmi ini diukir pada batu dan ditempatkan di tempat-tempat umum agar dapat dibaca oleh rakyat. Kota2 sering melakukan hal ini, baik untuk menghormati raja maupun sebagai jaminan bahwa hak2 istimewa yang dijanjikan raja akan dipenuhi. Dalam periode Romawi surat-menyurat resmi terus dipakai secara luas. Melalui suratmenyurat ini kaisar menyampaikan keinginannya dan mempengaruhi kebijakan serta opini publik. Ketetapan pemerintah dan keputusan resmi lainnya diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dan diterbitkan dalam bentuk surat. 6. Surat Sastra: Aneka ragam karya tulis yang tidak termasuk dalam surat pribadi atau surat resmi dimasukkan dalam kelompok ini. Isinya bersifat sastra dan disampaikan dalam bentuk surat, dengan tujuan agar surat2 ini disalin dan diedarkan kepada pembaca yang lebih luas. Ada yang berupa surat esei atau traktat yang ditulis mengikuti konvensi surat-menyurat, terutama di bagian pembuka dan penutupnya, misalnya tulisan2 Seneca, Dionysius dari Halicarnassus, dan Plutarch. Ada pula surat filsafat yang ditulis misalnya oleh Plato, Aristoteles, dan Epicurus, yang semakin sering memakai bentuk surat sebagai sarana mengajar. Selain itu ditemukan juga surat novel, yaitu karya fiksi atau dokumen dengan nama samaran yang berisi cerita2 menarik atau anekdot tentang tokoh2 sejarah terkenal yang ditulis dalam bentuk surat. Beberapa surat novel ini ditulis sebagai latihan soal untuk pelajaran filsafat dan retorika di sekolah.