Anda di halaman 1dari 9

Nama : Maulana Felic V.

K NIM : 21040111130031 Kelas : A PENGINDERAAN JAUH DEFINISI Pengindraan jauh adalah ilmu atau seni cara merekam suatu objek tanpa kontak fisik dengan menggunakan alat pada pesawat terbang, balon udara, satelit, dan lainlain. Dalam hal ini yang direkam adalah permukaan bumi untuk berbagai kepentingan manusia. Sedangkan arti dari citra adalah hasil gambar dari proses perekaman penginderaan jauh (inderaja) yang umumnya berupa foto. Beberapa Pengertian Penginderaan Jauh Oleh Para Ahli : Menurut Lillesand and Kiefer Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang didapat dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah atau gejala yang dikaji. Menurut Lindgren Penginderaan jauh adalah bermacam-macam teknik yang dikembangkan untuk mendapat perolehan dan analisis informasi tentang bumi. Informasi tersebut khusus dalam bentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi. Menurut Sabins Penginderaan jauh adalah suatu ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan suatu obyek. Komponen dasar Empat komponen dasar dari sistem PJ adalah target, sumber energi, alur transmisi, dan sensor. Komponen dalam sistem ini berkerja bersama untuk mengukur dan mencatat informasi mengenai target tanpa menyentuh obyek tersebut. Sumber energi yang menyinari atau memancarkan energi elektromagnetik pada target mutlak diperlukan. Energi berinteraksi dengan target dan sekaligus berfungsi sebagai media untuk meneruskan informasi dari target kepada sensor. Sensor adalah sebuah alat yang mengumpulkan dan mencatat radiasi elektromagnetik. Setelah dicatat, data akan dikirimkan ke stasiun penerima dan diproses menjadi format yang siap pakai, diantaranya berupa citra. Citra ini kemudian diinterpretasi untuk menyarikan informasi mengenai target. Proses interpretasi biasanya berupa gabungan antara visual dan automatic dengan bantuan computer dan perangkat lunak pengolah citra.

Nama : Maulana Felic V.K NIM : 21040111130031 Kelas : A HASIL TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DATA Data penginderaan jauh dapat berupa data digital atau data numerik untuk dianalisis dengan menggunakan komputer. Selain itu, dapat berupa data visual yang pada umumnya dianalisis secara manual. Data visual dibedakan lagi menjadi data citra dan noncitra. Data citra merupakan gambaran planimetrik. Data noncitra ialah grafik yang mencerminkan beda suku yang direkam di sepanjang daerah penginderaan Di dalam penginderaan jauh yang tidak menggunakan tenaga elektromagnetik, contoh data noncitra antara lain berupa grafik yang menggambarkan gravitasi ataupun daya magnetik di sepanjang daerah penginderaan. Jadi, jelaslah bahwa citra dapat dibedakan menjadi citra foto (photographic image) atau foto udara dan citra nonfoto (nonphotographic image). Data penginderaan jauh digital mempunyai sifat khas yang dihasilkan oleh setiap sensor. Sifat khas data tersebut dipengaruhi leh sifat orbit satelit, sifat dan kepekaan sensor penginderaan jauh terhadap panjang gelombang elektromagnetik, jalur transmisi yang digunakan, sifat sasaran (obyek) dan sifat sumber tenaga radiasinya. Sifat orbit satelit dan cara operasi sistem sensornya dapat mempengaruhi resolusi dan ukuran piksel datanya (Purwadhi, 2001) PENGERTIAN CITRA MENURUT BEBERAPA AHLI Citra merupakan gambaran yang terekam oleh kamera atau sensor lainnya (Hornby) Citra adalah gambaran objek yang dibuahkan oleh pantulan atau pembiasan sinar yang difokuskan dari sebuah lensa atau cermin (Simonett, 1983) JENIS-JENIS CITRA Citra foto Citra foto adalah gambaran yang dihasilkan dengan menggunakan sensor kamera. Citra foto dapat dibedakan berdasarkan atas spektrum elektromagnetik, sumber sensor, dan sistem wahana yang digunakan. Berdasarkan spektruk elektromagnetik yang digunakan,citra foto dibedakan menjadi 5 jenis: 1) Citra foto ultraviolet,yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.

Nama : Maulana Felic V.K NIM : 21040111130031 Kelas : A 2) Citra foto ortokromatik,yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum tampak dari warna biru hingga sebagian warna hijau(0,4-0,56 mikrometer) 3) Citra foto pankromatik yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan seluruh spectrum tampak matamulai warna merah hingga ungu. 4) Citra inframerah asli yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum inframerah dekat hingga panjang gelombang 0,9 -1,2 mikrometer yang dibuat secara khusus. 5) Citra foto inframerah modifikasi, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum inframerah dan sebagian spectrum tampak dari warna merah dan sebagian warna hijau. Berdasarkan arah sumbu kamera 1) Citra foto vertica /foto tegak /orto photograph yaitu citra foto yang dibuat dengan posisi sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi. 2) Citra foto condong /foto miring /oblique photograph yaitu dibuat dengan kamera yang menyudut terhadap garis lurus di permukaan bumi. Citra foto condong dibedakan menjadi 2: a) citra foto agak condong /low oblique photograph yaitu apabila cakrawala tidak tergambar pada citra foto. b) Citra foto sangat condong /high oblique photograph yaitu apabila cakrawala tergambar pada citra foto. Berdasarkan Sudut Liputan Kamera 1) sudut kecil :liputan < 60 2) sudut normal : liputan antara 60 -75 3) sudut lebar : liputan antara 75 -100 4) sangat lebar: liputan > 100 Semakin lebar sudut kamera,semakin luas permukaan bumi yang diliput. Berdasarkan jenis kamera 1) Citra foto tunggal yaitu citra foto yang dibuat dengan kamera tunggal. 2) Citra foto jamak yaitu citra foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan objek liputan yang sama. Foto jamak dapat dibuat dengan 3 cara: 3

Nama : Maulana Felic V.K NIM : 21040111130031 Kelas : A a) multikamera yaitu dengan menggunakan beberapa kamera yang masing-masing diarahkan ke satu objek b) kamera multilensa yaitu satu kamera dengan beberapa lensa c) kamera tunggal berlensa tunggal dengan pengurai warna. Foto jamak dibedakan lebih jauh lagi: 1.foto multispektral yaitu beberapa foto untuk daerah yang sama dengan beberapa kamera atau satu kamera dengan beberapa lensa masing-masing ,lensa menggunakan band/saluran yang berbeda yaitu biru,hijau,merah,serta inframerah pantulan 2.foto dengan kamera ganda,yaitu pemotratan disuatu daerah dengan menggunakan beberapa kamera dengan jenis film yang berbeda. 3.foto dengan sudut kamera ganda,yaitu dengan menggunakan satu kamera vertikal di bagian tengah dan di bagian tepi untuk beberapa foto condong. Warna yang digunakan 1) warna asli(true color) yaitu foto pankromatik berwarna 2) warna semu(false color) atau foto inframerah berwarna Wahana yang digunakan 1) pesawat terbang/balon udara foto udara 2) satelit foto satelit/foto orbital Citra Non foto Adalah gambaran yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera. Adalah gambar atau citra tentang suatu objek yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera dengan cara memindai (scanning) Berdasarkan spectrum elektromagnetik yang digunakan.dibedakan menjadi 3: 1) Citra inframerah termal yaitu yang dibuat dengan menggunakan spectrum inframerah termal 2) Citra radar yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan spectrum gelombang mikro dan sumber tenaga. 3) Citra gelombang mikro yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan spectrum gelombang mikro . 4

Nama : Maulana Felic V.K NIM : 21040111130031 Kelas : A

Sensor yang digunakan 1) Citra tunggal yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan sensor tunggaldengan saluran lebar 2) Citra multispektral yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan sensor jamak dengan saluran sempit,yang terdiri dari: - citra RBV(Return Beam Vidicon),sensornya berupa kamera yang hasilnya tidak dalam bentuk foto karena detektornya bukan film dan prosesnya nonfotografik. - Citra MSS (Multi SpektralScanner),sensornya dapat menggunakan spectrum tampak maupun spectrum inframerah termal,citra ini dapat dibuat dari pesawat udara. Wahana yang digunakan 1).Citra dirgantara(airbone image) yaitu citra yang dibuat dari dirgantara dengan pesawat terbang Contoh ;citra inframerah termal,citra radar dan citra MSS. 2).Citra satelit yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar dengan satelit Citra satelit dapat dibedakan menjadi 4 : 1.citra satelit untuk penginderaan planet misalnya Viking(AS),serta citra satelit Runa dan Venera (Rusia) 2 citra satelit untuk penginderaan cuaca.misalnya citra NOAA dan citra satelit Meteor (Rusia) 3.citra satelit untuk penginderaan sumber daya bumi.misalnya citra Landsat(AS),Citra Soyuz (Rusia) dancitra SPOT (Perancis) 4.citra satelit untuk menginderakan laut,misalnya citra Seasat (AS) DAN CITRA mos (Jepang)

SKALA Skala foto dapat ditulis dengan beberapa cara sbb: 1.sistempecahan,misalnya 1/50.000 artinya jika 2 buah titik di peta adalah satuan panjang,maka jarak sebenarnya adalah 50.000 satuan panjang. 2.Sistem perbandingan ,misalnya 1:50.000 5

Nama : Maulana Felic V.K NIM : 21040111130031 Kelas : A 3.Sistem padanan unit,misalnya 1 mm=25m,artinya jarak 1 milimeter di foto sama dengan 25 meter di lapangan Jarak di foto d Skala = Skala foto= ------------------------ = --------Jarak di medan D Pemotretan perlu dilakukan berulang kali agar mencakup seluruh wilayah. Suatu jalur terbang garis atau garis terbang adalah jalur atau garis yang digunakan oleh pesawat terbang untuk memotret objek bumi Jenis-jenis citra satelit 1. CITRA SPOT HRV Jenis citra ini menggunakan sensor 2 pushbroom scanner identik HRV (High Resolution Visible). Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya adalah satelit SPOT milik Prancis. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini antara 0,51-0,89 m. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 1 pankromatik dengan panjang gelombang antara 0,51-0,73 m dan 3 multispektral. Untuk saluran 1 pankromatik, resolusi spasialnya sebesar 10 meter, sedangkan untuk saluran 3 multispektral resolusi spasialnya sebesar 20 meter. Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:25.000 sampai dengan 1:100.000.

2. CITRA SPOT HRVIR Jenis citra ini menggunakan sensor 2 pushbroom scanner HRVIR (High Resolution Visible & Infrared). Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya sama dengan citra SPOT HRV yaitu satelit SPOT milik Prancis. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini antara 0,51-1,75 m. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 4 multispektral. Resolusi spasialnya mencapai 20 meter, namun khusus untuk saluran merah resolusi spasialnya sebesar 10 meter. Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:25.000 sampai dengan 1:100.000. 3. CITRA NOAA AVHRR Jenis citra NOAA AVHRR ini menggunakan 2 sensor yakni sensor AVHRR saluran 1 dan 2 serta sensor AVHRR saluran 3 dan 4. Wahana yang dipergunakan

Nama : Maulana Felic V.K NIM : 21040111130031 Kelas : A dalam pencitraannya yakni satelit NOAA milik Amerika Serikat. Untuk sensor AVHRR saluran 1 dan 2, julat panjang gelombangnya berkisar antara 0,58-1,10 m. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 2 multispektral pantulan dengan resolusi spasial seluas 1,1 km (LAC). Untuk sensor AVHRR saluran 3 dan 4, julat panjang gelombangnya berkisar antara 3,55-12,5 m. Jumlah saluran yang digunakan adalah 2 multispektral pancaran termal dengan resolusi spasial sebesar 4 km (GAC). Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:1.000.000 sampai dengan 1:5.000.000. 4. CITRA ERS Jenis citra ini menggunakan sensor antena radar. Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya yaitu satelit ERS milik Uni Eropa. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini adalah 5,7 cm (pada frekuensi 5,3 GHz), band C. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 1 gelombang mikro/radar. Resolusi spasialnya mencapai 12,5 meter (azimuth). Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:50.000 sampai dengan 1:250.000. 5. CITRA MESSR-MOS Jenis citra ini menggunakan sensor multispectral scanner optik. Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya yaitu satelit MOS milik Jepang. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini adalah 0,51-1,1 m. Jumlah saluran yang dipergunakan adalah 4 multispektral. Resolusi spasialnya mencapai 50 meter. Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:100.000 sampai dengan 1:250.000. 6. CITRA SIR-B Jenis citra ini menggunakan sensor antenna radar. Wahana yang dipergunakan dalam pencitraannya yaitu pesawat Ulangalik Challenger. Julat panjang gelombang pada jenis citra ini adalah 23,5 cm. Resolusi spasialnya mencapai 25 meter (azimut). Citra yang tercetak biasanya memiliki skala 1:100.000 sampai dengan 1:250.000. 7. CITRA ALT, SASS, & VIRR (SATELIT SEASAT) Citra ALT, SASS, & VIRR merupakan bagian dari sensor satelit Seasat yang mengorbit dengan sudut inklinasi 1080 pada ketinggian 800 km. ALT (radar altimeter) beroperasi pada 13,56 Hz digunakan untuk pengukuran keadaan lautan, dengan kecermatan mencapai 0,5 m atau 10%

Nama : Maulana Felic V.K NIM : 21040111130031 Kelas : A untuk tinggi gelombang di laut yang kurang dari 20 meter dan kesalahan akar pangkat dua rata-ratanya 10 cm untuk tinggi gelombang di laut kurang dari 20 meter. SASS (Seasat-A scatterometer system) merupakan sensor gelombang mikro aktif untuk angin yang menggunakan frekuensi transmisi 14,6 GHz, mampu menghasilkan kecermatan 2 m/detik. VIRR merupakan radiometer penyiaman yang beroperasi pada saluran tampak (0,49-0,94 m) untuk menyajikan informasi kondisi awan dan saluran inframerah (10,5-12,5 m) untuk menghasilkan informasi mengenai suhu permukaan dan bagian atas awan. 8. CITRA SAR (SATELIT SEASAT) SAR (synthetic aperture radar) merupakan system pencitraan aktif pada saluran-L (1,275 GHz) yang mengamati sisi kanan lintas satelit dengan lebar sapuan 100 km dengan sudut datang 200. Resolusi spasialnya sama pada arah menyilang maupun azimuth 25 meter, sehingga gelombang dan spectra gelombang bagi gelombang lautan 50 m atau lebih dapat diukur. Sistem pencitraan SAR ini membantu dalam deteksi kenampakan es lautan, gunung es, batas air-lahan dan membantu dalam penetrasi badai hujan lebat.

9. CITRA SMMR (SATELIT SEASAT) SMMR beroperasi pada frekuensi 6,6; 10,7; 18,21 dan 37 GHz dengan polarisasi vertical dan horizontal yang digunakan untuk mengamati suhu permukaan air laut dan untuk mengukur kecepatan angin. Resolusi spasialnya bervariasi dari sekitar 100km pada 6,6 GHz sampai 22 km pada 37 GHz. Kecermatan pengukuran suhu permukaan air laut sekitar 2 K dengan kecermatan relative 0,5 K, sedangkan kecermatan pengukuran kecepatan angin sekitar 2 m/detik untuk angin berkisar dari 7 m/detik sampai sekitar 50 m/detik.

Nama : Maulana Felic V.K NIM : 21040111130031 Kelas : A DAFTAR PUSTAKA http://damarwindu.blogspot.com/2009/05/jenis-jenis-citra-satelit.html. Diunduh Selasa, 6 Desember 2011. http://geografi-ursulin.blogspot.com/2009/10/modul-penginderaan-jauh.html. Diunduh Selasa, 6 Desember 2011. http://organisasi.org/definisi-pengertian-citra-penginderaan-jauh-indraja-menurut-paraahli. Diunduh Selasa, 6 Desember 2011. http://www.scribd.com/doc/29273987/PENGINDERAAN-JAUH. Diunduh Selasa, 6 Desember 2011.