Anda di halaman 1dari 22

I.

EMBRIO BINTANG LAUT


1. Telur Yang Belum Dibuahi (Unfertilized Egg) Penampakan khas pada sediaan: a. Telur tidak mempunyai selaput pembuahan (fertilization membrane). b. Memiliki inti yang besar dan bergranula.

Gambar: Telur yang belum dibuahi. Perbesaran: 40x 2. Telur Yang Telah Dibuahi (Fertilized Egg) Penampakan khas pada sediaan: a. Terdapat selaput pembuahan yang juga disebut sebagai korion. Selaput ini terlihat pada telur yang pecah akibat masuknya sperma. b. Selaput tampak bening dan terbentuk sewaktu sperma memasuki ovum, selaput pembuahan berfungsi untuk mencegah sperma yang lain masuk ke dalam ovum dan sebagai selaput pelindung. c. Selanjutnya ovum mengeluarkan cairan yang disisipkan pada ruangan diantara selaput pembuahan dengan permukaan ovum, ruangan ini dikenal sebagai ruang perivitelinus. d. Vesikel germinalis tidak ada lagi, tapi jika diamati secara teliti akan ditemukan pronukleus betina dan pronukleus jantan. Kedua pronukleus ini akan bersatu sehingga membentuk kromosom diploid e. Kadang terlihat polar body yang terletak di dalam ruang perivitelinus

Gambar: Telur yang telah dibuahi (Fertilized Egg). Perbesaran: 10x.

Perbesaran: >100x kayaknya ni :p 3. Cleavage Stage a. Pada stage ini telur mulai membelah menjadi 2, 4, 8, 16 (morula) dan seterusnya hingga menjadi embrio. Tiap-tiap sel yang menyusun embrio muda disebut blastomer. Stadium dua sel tercapai sekitar 30 jam setelah pembuahan, stadium empat sel setelah sekitar 40 jam, stadium 12 hingga 16 sel tercapai setelah 3 hari, dan stadium morula lanjut (>16 sel) tercapai setelah 4 hari. Selama periode ini blastomer dikelilingi oleh zona pelusida yang lenyap pada hari keempat. b. Pada stadium 8 sel, blastomer berkumpul secara longgar membentuk gumpalan.

c. Setelah stadium 8 sel (pembelahan ke-tiga) terjadi pemadatan antar blastomer (compaction) dan antarblastomer dihubungkan oleh taut erat.

Gambar: Cleavage Stage. Perbesaran: 10x.

Gambar: Stadium 4 sel. Stadium morula memiliki cirri khas seperti berikut: d. Tingkat perkembangan ini terdiri atas blastomer-blastomer (16 blastomer) yang berkumpul dan berbentuk seperti buah murbey. e. Sel bagian dalam morula membentuk massa sel dalam (inner cell mass) yang akan berkembang menjadi mudigah sebenarnya, sedangkan sel-sel di sekitarnya membentuk massa sel luar yang akan berkembang menjadi plasenta.

f. Morula memiliki rongga kecil yang disebut rongga segmentasi. Pada tingkatan selanjutnya rongga itu bersatu dan dinamakan blastosol.

Gambar: Morula. (Rongga Segmentasi-nya salah tunjuk ) 4. Stadium Blastula Penampakan khas pada sediaan yaitu: a. Bentuk embrio pada tingkat blastula menyerupai bola yang memiliki rongga. b. Dindingnya terdiri atas selapis sel. c. Bagian yang mmiliki dinding agak tebal dinamakan kutub vegetalis. d. Bagian yang berhadapan dengan kutub vegetalis dan berdinding agak tipis dinamakan kutub animalis. e. Jika blastula telah tersusun diatas seratus sel, maka membran fertilisasi pecah dan embrio menjadi larva yang berenang bebas. f. Rongga besar yang ada ditengah disebut blastosol.

Gambar: Blastula tahap awal-akhir. Perbesaran: 100x. Ralat: gambaar pertama dari kanan sebenarnya blastula tahap awal

Gambar: Blastula tahap awal. 5. Stadium Gastrula a. Gastrula adalah stadium embrio yang terdiri atas dua lapisan sel-sel san berasal dari blastula melalui proses invaginasi, yaitu pelekukan ke dalam lapisan sel-sel pada bagian kutub vegetalis. b. Pada sediaan akan terlihat beberapa tingkatan proses gastrulasi. c. Pada tingkatan gastrulasi awal, sel-sel kutub vegetalis melekuk ke dalam sedikit. d. Pada tingkatan gastrulasi tengah arkenteron memanjang dan ujungnya melebar. Arkenteron mempunyai rongga yang dinamakan gastrosol. Dinding gastrosoul terdiri atas entoderm. Kemudian diantara ektoderm dan entoderm terbentuk mesoderm. e. Pada tingkatan gastrulasi akhir mulai tampak terbentuknya mesoderm. f. Ektoderm, lapisan sel sebelah luar. g. Blastoposrus, terletak diujung posterior embrio yang kelak menjadi anus. Pada semua avertebra terutam cacing , blastoporus dapat terlihat. h. Mesenkim, Dapat dilihat dengan pembeesaran 40x pada bagian anterior dan lekukan mesodermal. Sel-sel mesenkim berasal dari dinding arkenteron (entoderm) dan lekukan mesodermal, kemudian sel-sel tersebut akan mengisi seluruh blastosoul.

Gambar: Gastrula. Perbesaran: 10x.

Gambar: Gastrula tahap tengah.

II.

EMBRIO AYAM
1. Preparat Embrio Ayam 14 15 Jam a. Preparat ini berasal dari sediaan utuh embrio ayam berumur 14 jam. b. Pada sediaan terdapat dua sediaan yang berbeda, yaitu daerah yang agak jernih disebut area pellucidum dan daerah yang lebih gelap disebut area opaca. c. Dibagian tengah area pellucid terdapat struktur seperti garis yang arahnya vertikal dinamakan primitive streak. d. Selanjutnya terbentuk semacam saluran di sepanjang bagian tengah primitive streak, disebut primitive groove. e. Dengan terbentuknya saluran pada primitive streak terbentuk juga tepian saluran di pinggirpinggir primitive groove, struktur ini dinamakan primitive fold. f. Primitive Groove berakhir pada ujung depan primitive streak dalam sebuah lubang yang agak dalam disebut primitive pit. g. Diujung depan primitive streak terjadi penimbunan sel, sehingga terlihat seperti penebalan setempat yang disebut primitive knot (Hensens node).

Keterangan: 1. Area Pellucida 2. Area Opaca 3. Primitive Streak 4. Primitive Groove 5. Primitive fold 6. Primitve Pit 7. Primitve Knot (Hensen Node)

Gambar: Embrio ayam 15 jam.

Keterangan: 1. Area Pellucida 2. Area Opaca 3. Primitive Streak 4. Primitive Groove 5. Primitive fold 6. Primitve Pit 7. Primitve Knot (Hensen Node)

Gambar: Embrio ayam 14 jam. 2. Preparat Embrio Ayam 18 20 Jam a. Preparat ini berasal dari sediaan utuh embrio ayam yang berumur 18 jam setelah diinkubasi. b. Head prosses adalah kumpulan sel didalam primitive knot yang memisahkan diri, kemudian berkembang kearah anterior seperti sumbu (axis). Head process disebut pula sebagai notochordal plate. c. Selanjutnya head process akan menjadi notochord yang berbentuk seperti tongkat silinder. Fungsi notochord antara lain mempengaruhi embrio untuk tumbuh memanjang dan kemudian berdiferensiasi. d. Setelah head process terbentuk, akan terlihat suatu lipatan melengkung, terletak lebih kearah bakal kepala. Lipatan ini dinamakan head fold (head fold terdiri dari lapisan ektoderm dan endoderm). Lipatan head fold dianggap sebagai batas antara bagian kepala dengan blastoderm. e. Lapisan ektoderm diatas head process menebal mulai dari primitive knot kearah anterior sehingga neural plate membentuk suatu saluran (alur) longitudinal yang dinamakan neural groove.

Keterangan: 1. Proamnion 2. Area Opaca 3. Area Pellucida 4. Embrio Region 5. Neural Plate, suatu region yang datar berasal dari sel ektodermal, yang terletak diatas Notokhor. Neural plate nantinya yang akan membentuk sistem saraf pusat. Selanjutnya Neural Plate akan berkembang menjadi Neural Groove, Neural Fold, dan lain-lain. 6. Notokhor; Sebelumnya adalah Head Process kemudian membentuk struktur seperti tongkat silinder dan disebut Notokhor. 7. Primitive Knot (Hensen Node) 8. Primitive Streak
Gambar: Embrio ayam 18 jam.

Pada preparat ini embrio sudah berkembang membentuk Head Fold selama inkubasi 18 jam. Keterangan 1. Primitve Knot (Hensen Node) 2. Notokhor 3. Neural Plate 4. Neural Groove 5. Head Fold
Gambar: Embrio Ayam 18 jam

Keterangan: 1. Proamnion 2. Area Opaca 3. Area Pellucida 4. Embrio Region 5. Head Fold, Lipatan melengkung yang terbentuk Setelah Head Process, terletak lebih kearah bakal kepala. 6. Neural Groove 7. Neural Plate 8. Notokhor 9. Primitve Knot (Hensen Node) 10. Primitive Streak

Gambar: Embrio Ayam 20 jam. 3. Preparat Embrio Ayam 24 Jam a. Preparat ini berasal dari embrio ayam sediaan lengkap berumur 24 jam. b. Pada tingkat perkembangan ini dibentuk susunan saraf pusat, jantung , foregut (usus depan) dan rongga selom. c. Dengan terbentuknya head fold kepala terangkat dari blastoderm, dan terbentuk otak. d. Pembentukan otak diawali pelekukan neural groove yang semakin mendalam, sehingga terbentuklah dengan jelas dua tepi saluran, yang disebut neural fold. e. Somit Terbentuk dari mesoderm pada sisi kanan dan kiri dinding Neural. Pada stadium ini sudah tampak 4-5 segmen somit. Nantinya somit akan berubah menjadi Vertebrae, rusuk, sebagian kulit dan otot bagian dorsal.

Keterangan: 1. Head Fold 2. Neural Fold 3. Neural Groove 4. Notokhor 5. Somit 6. Primitive Knot (Hensen Node) 7. Primitive Streak

Keterangan 1. Area Opaca 2. Area Pellucida 3. Neural Fold 4. Head Fold 5. Foregut 6. Neural Groove 7. Somit 8. Notokhor 9. Mesoderm 10. Primitve Knot (Hensen Node) 11. Primitive Streak

Gambar: Embrio ayam 24 jam dengan arah potongan melintang di cranial (A).

Gambar: Embrio ayam 24 jam dengan arah potongan melintang di cranial (B).

Gambar: Embrio ayam 24 jam dengan arah potongan melintang di caudal (C).

Gambar: Embrio ayam 24 jam dengan arah potongan melintang di caudal distal (D).

4. Preparat Embrio Ayam 38 Jam a. Preparat ini berasal dari sediaan lengkap embrio ayam 38 jam inkubasi. b. Pada stadium ini kedua tepi neural fold saling bertemu di bagian tengah sehingga terbentuk suatu tabung otak yang disebut neural tube. c. Selanjutnya otak tersebut membentuk tiga otak primitive, yaitu otak depan (prosensefalon), otak tengah (mesensefalon), dan otak belakang (rhombensefalon). d. Selanjutnya di arah kaudal neural tube akan menjadi sum-sum tulang (spinal cord). e. Pada embrio ayam 38 jam, terjadi pelekukan kepala kearah ventral selanjurnya berputar sedikit ke kanan.

Pada preparat embrio ini beberapa organ sudah mulai terbentuk seperti mata dan jantung. Keterangan 1. Prosencephalon 3. Mesencephalon 5. Heart 7. Somite 9. Sinus rhomboidalis 10. Primitive streak 11. Small blood vessel 12. Blood islands 2. Eye vesicle 4. Rhombencephalon 6. Lateral mesoderm 8. Spine

Gambar: Embrio ayam 38 jam.

Keterangan 1. Prosencephalon 3. Mesencephalon 5. Heart 7. Somite 2. Eye vesicle 4. Rhombencephalon 6. Lateral mesoderm 8. Spine

9. Sinus rhomboidalis 10. Primitive streak

Gambar: Embrio ayam 38 jam.

Gambar: Embrio ayam 38 jam dengan potongan melintang di daerah cranial (A). Gambar ini untuk melihat pembentukan mata.

Gambar: Embrio ayam 38 jam dengan potongan melintang di region trunkus (B). Gambar ini untuk melihat pembentukan jantung.

Gambar: Embrio ayam 38 jam dengan potongan melintang di region trunkus (C). Gambar ini untuk melihat pembentukan jantung dan saluran cerna.

Gambar: Embrio ayam 38 jam dengan potongan melintang di region trunkus (D). Gambar ini untuk melihat pembentukan korda spinalis kayaknya

5. PREPARAT EMBRIO AYAM 48 JAM a. Preparat ini berasal dari sediaan utuh embrio ayam 48 jam inkubasi. b. Perlekukan kepala (cephalic flexure) pada embrio ayam 38 jam berlanjut sampai kedudukan otak depan dan otak belakang sejajar. Perlekukan kepala ini mulai terjadi pada bagian otak tengah dan akan terus berlanjut sampai daerah pertemuan antara kepala dengan leher yang disebut perlekukan leher (cervical flexure). Nama-nama fleksuranya lihat di langman yaa, tahun lalu sih keluar

c. Proses ini kemudian berlanjut dengan pemutaran kepala kearah kanan, sehingga letak seluruh embrio ayam miring ke sisi sebelah kiri tubuh. d. Otak primitive kemudian berdiferensiasi menjadi lima bagian otak yaitu Prosensefalon beridiferensiasi menjadi Telensefalon dan Diensefalon, Mesensefalon tetap menjadi mesensefalon, dan Rhombensefalon berdiferensiasi menjai Metensefalon dan Mielensefalon. Ini juga keluar, disuruh jelasin perkembangan otak gitu e. Kemudian ujung kaudal spinal cord tertutup sehingga sinus rhomboidalis tidak terlihat lagi.

Keterangan 1. Amnion 3. Mesencephalon 5. Prosencephalon 7. Branchial arches 9. Ventricle 2. Metencephalon 4. Optic cup + lens 6. Otic vesicle 8 Atrium 10. Lateral fold

11 .Lateral mesoderm 12. Vitelline arteria / vein 13. Somite 15. Tail fold 14. Spine

Gambar: Embrio ayam 48 jam.

Keterangan 1. Amnion 2. Metencephalon 3. Mesencephalon 4. Optic cup + lens 5. Diensefalon 6.Lateral Mesoderm 7. Spine 8. Somite 9. Prosencephalon

Gambar: Embrio ayam 48 jam dengan potongan melintang di cranial (A).

III.

EMBRIO BABI
Preparat ini berasal dari embrio babi yang berukuran 10mm. Embrio ini kemudian dipotongsecara melintang tipis-tipis. Potongan ini lah yang dijadikan preparat dan akan diamati. Embrio babi seperti embrio manusia, terdiri ata 3 lapisan awal. Lapisan-lapisan ini nantinya akan berkembang membentuk organ-organ yang akan nampak pada setiap potongan preparat. 1. Ektoderm, antara lain: a. Bagian-bagian tabung otak (Telensefalon, Diensefalon, dan Mesensefalon) dipisahkan dengan isthmus oleh Metensefalon, sedang Mielensefalon ditandai oleh adanya otosis yang terletak ventro-lateral. Perhatikan pula ganglion-ganglion kranial (ganglion ke 5, 7, 8, 9, dan 10) ganglion-ganglion spinal dan ganglion frorip. Ganglion frofip adalah ganglion yang paling kecil sebelum ganglion spinal. b. Organ-organ indera: Mata (Optic cup, dan Lens Vesicle) , lesung olfactrius (olfactory pit) dan primordia alat pendengar (otocyst). 2. Mesoderm, antara lain: a. Faring dan katung-kantung faring. b. Kelenjar tiroid dan kelenjar pencernaan lainnya (hati dan pankreas). 3. Entoderm antara lain: a. Sistem Kardiovaskular (jantung dan vaskular). b. Mesonefros. c. Anggota depan dan belakang.

Preparat 1

Preparat 2

Preparat 3

Preparat 4

Preparat 5

PREPARAT 6

Preparat 7

Preparat 8

Preparat 9

Preparat 10

Preparat 11

Preparat 12

Preparat 13

Preparat 14

Preparat 15

Selamat Belajar, Semoga Bermanfaat SELAMAT MENEMPUH UJIAN